
Berita Terkini
BAZNAS Bersama Pemkab Tanggamus Salurkan Bantuan Bedah Rumah Mustahik
Tanggamus -– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyalurkan berbagai program bantuan zakat produktif diantaranya bedah rumah kepada masyarakat dalam acara pendistribusian program BAZNAS Kabupaten Tanggamus yang digelar di Gedung Serumpun Padi, Gisting, Kamis, 4 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tanggamus , Drs. H. Moh. Saleh Asnwawi, MA, M.H., Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., Ketua BAZNAS Kabupaten Tanggamus H. Ibnu Nizar, Ketua Pengadilan Agama Tanggamus, Kepala Kementerian Agama Tanggamus, jajaran OPD, camat dan kepala pekon.
Bupati Kabupaten Tanggamus Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Tanggamus yang dinilai mampu mengelola dana zakat, infak dan sedekah secara amanah serta menghadirkan program nyata bagi masyarakat.
"Saya yakin bantuan-bantuan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi mereka yang membutuhkannya. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS, semoga menjadi amal ibadah dan rezekinya dilipatgandakan oleh Allah SWT," kata Saleh Asnawi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran membayar zakat melalui lembaga resmi agar potensi zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu disalurkan berbagai program bantuan meliputi Program BMM (Baznas Microfinance Masjid) bagi 50 penerima manfaat, bantuan mesin pencacah pakan ternak, mesin jahit, gerobak berkah, etalase motor, bantuan bedah rumah, santunan guru honorer daerah pelosok serta beasiswa perguruan tinggi bagi mahasiswa asal Tanggamus.
Selain itu, BAZNAS Provinsi Lampung memberikan bantuan bedah rumah melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) atau bedah rumah kepada dua mustahik penerima manfaat di Kabupaten Tanggamus. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu agar dapat hidup lebih layak, aman, dan nyaman.
Salah satu penerima bantuan RLHB, Ibu Sarmanah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Dana bantuan rumah ini berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Lampung yang dikumpulkan di BAZNAS Lampung.
"Terima kasih BAZNAS Lampung memberikan bantuan kepada kami. Semoga yang memberikan kepada kami diberikan panjang umur, kesehatan, dibarokahi jalan rezekinya, Allah yang membalasnya," ujar Sarmanah.
Sementara itu, Samsudin, yang juga menerima bantuan Program RLHB, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarganya. "Semoga bermanfaat bagi kami semua," katanya.
Ketua BAZNAS Tanggamus Ibnu Nizar mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026 pihaknya berhasil menghimpun zakat, infak dan sedekah sebesar Rp330,43 juta yang berasal dari para muzaki, mayoritas ASN dan instansi pemerintah.
"Dana yang dihimpun telah kami salurkan kepada 777 mustahik melalui bidang sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi dengan total penyaluran mencapai Rp367,16 juta yang tersebar di 122 titik, 59 pekon dan 17 kecamatan," jelas Ibnu Nizar.
Sementara itu Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain menegaskan zakat bukan sekadar kewajiban seseorang muslim, tetapi juga instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ketika Allah memberikan nikmat berupa kesehatan, jabatan dan rezeki, maka ada hak Allah di situ, mukmin diwajibkan mengeluarkan zakat Karena itu kami terus mendorong masyarakat menyalurkan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran," ujarnya.
Menurutnya, potensi zakat di daerah masih sangat besar dan perlu didukung dengan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa agar penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin optimal.
Perlu diketahui, data BAZNAS Tanggamus mencatat lima instansi dengan kontribusi zakat, infak dan sedekah terbesar pada semester pertama 2026 yakni Dinas Kesehatan sebesar Rp44,86 juta, Pengadilan Agama Rp34,92 juta, Kementerian Agama Rp28,6 juta, Sekretariat Daerah Rp20,88 juta dan BKAD Rp14,67 juta.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS dan para muzaki, program pemberdayaan ekonomi, pendidikan serta bantuan sosial diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
04/06/2026 | PBL-02
Bedah Regulasi Zakat, Perkuat Kewenangan Amil untuk Optimalisasi Kinerja
Jakarta -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya penguatan regulasi hukum zakat sebagai instrumen strategis untuk mengoptimalkan kewenangan amil dalam pengumpulan zakat secara nasional. Kejelasan regulasi diyakini menjadi kunci untuk menutup kesenjangan antara potensi zakat nasional yang mencapai Rp 286 Triliun dengan realisasi pengumpulan di lapangan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Selasa Pagi bertema “Regulasi Zakat: Studi Kewenangan Amil Zakat di Indonesia (Publikasi Riset)” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (2/6/2026).
Narasumber pada kegiatan tersebut, Ketua LAZIS Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, Dr. KH. Holilur Rahman, S.HI., M.H.I., memaparkan hasil riset disertasinya yang menyoroti pentingnya peran aktif negara dalam menopang eksistensi kewenangan amil. Menurutnya, antusiasme umat dalam menunaikan zakat terus meningkat seiring peningkatan kualitas, transparansi, dan kapasitas lembaga pengelola ZIS nasional.
“Rata-rata pertumbuhan tahunan pengumpulan zakat nasional mencapai 29 persen pada periode 2002–2017. Namun, masih terdapat gap yang sangat besar antara potensi riil dengan pengumpulan di lapangan. Karena itu, diperlukan kejelasan regulasi terkait kewenangan amil agar optimalisasi pengumpulan zakat dapat tercapai,” ujar Dr. KH. Holilur Rahman, Selasa (2/6/2026).
Dalam paparannya, Holilur Rahman menjelaskan bahwa risetnya bertujuan menganalisis tiga aspek utama, yakni urgensi peran negara terhadap eksistensi kewenangan amil, model formulasi regulasi kewenangan amil yang ideal, serta strategi taktis institusional untuk mengoptimalisasi penghimpunan zakat di era regulasi modern.
Ia menambahkan, penelitian disusun dengan pendekatan kualitatif yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap norma hukum tertulis, dengan objek utama UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Analisis dilakukan secara multi-dimensi melalui interpretasi teks perundang-undangan, rekam sejarah, dan perbandingan hukum.
“Kami menggunakan landasan integratif Teori Diy?n? (ketaatan agama) dan Teori Qad??? (ketetapan mengikat negara). Transformasi hukum agama menjadi hukum nasional dapat berjalan efektif jika regulasi tersebut mengandung substansi yang mengikat (Qad???), bukan sekadar ketaatan spiritual sukarela (Diy?n?),” jelas Holilur Rahman.
Lebih lanjut, ia memaparkan temuan terkait tata kelola kewenangan amil di Indonesia yang dibangun di atas tiga pola wewenang, yakni atribusi, delegasi, dan mandat. Kementerian Agama berperan sebagai regulator dan evaluator, BAZNAS sebagai koordinator sekaligus operator utama, sementara LAZ Nasional dan BAZNAS/LAZ Provinsi serta Kabupaten/Kota berperan sebagai unit operator pelaksana kerja.
Holilur Rahman mengungkapkan, evaluasi dampak regulasi menggunakan instrumen Indeks Regulasi Zakat (IRZ) menunjukkan skor 0,50 atau berada pada kategori “cukup baik” dari sisi kelembagaan. Restrukturisasi 34 BAZNAS Provinsi dan 515 BAZNAS Kabupaten/Kota berdampak masif secara struktural, dengan pertumbuhan luar biasa di BAZNAS Kabupaten/Kota sebesar 274 persen pada periode 2015–2016.
“Meski demikian, pertumbuhan nasional rata-rata masih berada pada angka 29 persen atau kategori lemah. Fluktuasi besar di tingkat provinsi menunjukkan regulasi belum optimal secara holistik. Inilah ruang perbaikan yang perlu kita kawal bersama,” ucapnya.
Pada bagian penutup, Holilur Rahman merekomendasikan dua proyeksi strategis ke depan. Pertama, reformulasi legislasi nasional yang mencakup sanksi dan insentif yang jelas serta mengikat. Kedua, penguatan strategi institusional melalui integrasi database muzakki nasional secara digital, integrasi lintas kementerian, dan penguatan fungsional amil.
Hasil riset disertasi tersebut kini telah resmi diterbitkan menjadi buku berjudul “Regulasi Zakat: Studi Kewenangan Amil Zakat di Indonesia” karya Holilur Rahman. Buku ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi pemangku kepentingan dalam menghadirkan tata kelola filantropi Islam yang berkepastian hukum demi kesejahteraan umat. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
03/06/2026 | PBL-02
Melalui Zakat, BAZNAS Diharapkan Mampu Wujudkan Kesejahteraan Umat
Lampung -- Pimpinan BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa BAZNAS harus terus memperkuat perannya dalam melayani, mengembangkan, dan memberdayakan umat Islam melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 04 Tahun 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (26/5/2026).
Dalam forum yang diikuti insan perzakatan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Abu Rokhmad menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian umat.
Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat saat ini bukan hanya bagaimana menghimpun dana umat, melainkan bagaimana memastikan dana tersebut mampu memberikan dampak yang nyata bagi para penerima manfaat. Oleh karena itu, BAZNAS dituntut untuk menghadirkan layanan yang semakin baik kepada muzaki, mengembangkan potensi zakat secara optimal, serta menjalankan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"BAZNAS harus menjadi lembaga yang melayani, mengembangkan, dan memberdayakan umat," tegasnya dalam sesi yang dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep., MNLM. Hadir juga Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain bersama pimpinan BAZNAS kabupaten dan kota se-Lampung.
Bagi BAZNAS Provinsi Lampung, pemaparan tersebut menjadi penguatan atas berbagai program yang selama ini dijalankan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya menghadirkan manfaat zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian mustahik.
Sejalan dengan arahan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta memperluas program pemberdayaan agar zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
30/05/2026 | Admin
Berita Pendistribusian

BAZNAS Lampung Hadir Bantu Korban Rumah Roboh Akibat Puting Beliung
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung melalui program Baznas Tanggap Bencana (BTB) hadir memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang rumahnya roboh akibat angin puting beliung di Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung.
Tim BAZNAS Provinsi Lampung turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei kondisi rumah terdampak serta mendengarkan kronologi kejadian dari korban. Selain meninjau lokasi rumah yang tertimpa pohon besar akibat cuaca ekstrem, tim juga mengunjungi toko bangunan guna memastikan kebutuhan material yang diperlukan untuk proses perbaikan rumah.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap musibah yang terjadi, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu pembelian material bangunan dan biaya tukang, agar rumah korban dapat segera dibangun kembali dan kembali layak ditempati.
Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat meringankan beban korban serta menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
19/05/2026 | Admin

Ringankan Beban Mustahik BAZNAS Lampung Bantu Pengobatan Pasien Kelainan Jantung
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan pengobatan kepada seorang mustahik asal Rajabasa, Lampung, yang sedang menjalani pengobatan penyakit jantung di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Mustahik penerima bantuan tersebut adalah ananda Veni (11), seorang anak perempuan yang didiagnosis mengalami MR Severe, TR Mild, Thickening PVML. Berdasarkan kondisi kesehatannya, Veni harus menjalani penanganan medis lanjutan dan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.
Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pengobatan serta biaya pendampingan selama proses perawatan di luar daerah. Oleh karena itu, keluarga mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Lampung.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang membutuhkan layanan kesehatan.
Program bantuan kesehatan ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang membutuhkan rujukan pengobatan ke rumah sakit di luar daerah.
Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta mendukung kelancaran proses pengobatan ananda Veni hingga memperoleh penanganan yang optimal.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
12/05/2026 | Admin

Sinergi BAZNAS Lampung dan Tulang Bawang Hadirkan Rumah Layak Huni
Tulang Bawang -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang bersama BAZNAS Provinsi Lampung resmi meluncurkan program bantuan bedah rumah tinggal layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan UGU, Kecamatan Menggala, Selasa (05/05/2025).
Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Tulang Bawang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Indra Permana Amurwaraharja, S. Hut., M. Si., yang hadir mewakili Bupati Tulang Bawang. Turut hadir pula Ketua TP PKK Tulang Bawang Ny. Herlinawati Qudrotul, S.H., Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., unsur Forkopimda Tulang Bawang, Ketua IKAD DPRD Tulang Bawang, serta Camat Menggala.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS kabupaten dan provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya bagi para mustahik yang membutuhkan hunian layak.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung menegaskan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai program, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif yang berkelanjutan.
“Setiap program BAZNAS adalah upaya nyata membangun kemandirian dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan BAZNAS berlandaskan prinsip 3A, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan dana umat.
Kegiatan launching ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat program bedah rumah di Kecamatan Menggala. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis untuk warga Kecamatan Rawapitu yang diterima oleh Camat Rawapitu.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta mendorong kemandirian ekonomi ke depan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
06/05/2026 | Admin
Artikel Terbaru
Raih Pahala di Bulan Dzulhijjah Setelah Idul Adha
BULAN Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Banyak umat Islam berfokus pada ibadah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah hingga pelaksanaan Idul Adha. Padahal, kesempatan untuk raih pahala dzulhijjah tidak berhenti setelah Hari Raya Idul Adha berlalu. Masih terdapat hari-hari yang penuh keberkahan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai seorang muslim, kita perlu memahami bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah peluang untuk mengumpulkan pahala dan memperbaiki kualitas ibadah. Oleh karena itu, memahami cara raih pahala dzulhijjah setelah Idul Adha menjadi hal yang penting agar momentum spiritual yang telah dibangun selama hari-hari sebelumnya tidak terputus begitu saja.
Keutamaan Dzulhijjah dalam Islam
Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan ini terdapat berbagai ibadah besar seperti haji, kurban, takbir, dzikir, dan amal saleh lainnya yang memiliki nilai pahala yang besar.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."(QS. At-Taubah: 36)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan amal saleh pada hari-hari Dzulhijjah:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah."(HR. Bukhari)
Walaupun hadits tersebut menyoroti sepuluh hari pertama, bukan berarti hari-hari setelah Idul Adha kehilangan keutamaannya. Seorang muslim tetap dapat mengoptimalkan berbagai ibadah untuk raih pahala dzulhijjah hingga akhir bulan.
Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Salah satu amalan yang dianjurkan setelah Idul Adha adalah memperbanyak dzikir dan takbir, terutama selama hari-hari tasyrik yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Hari tasyrik disebut oleh Rasulullah SAW sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ucapan:
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
Laa ilaaha illallah
Dzikir yang dilakukan secara rutin dapat menjaga hati tetap dekat kepada Allah SWT dan menjadi salah satu cara mudah untuk raih pahala dzulhijjah meskipun aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.
Menjaga Shalat Fardhu dan Sunnah
Ibadah yang paling utama setelah syahadat adalah shalat. Banyak orang bersemangat beribadah menjelang Idul Adha, namun semangat tersebut mulai menurun setelah hari raya selesai.
Padahal, menjaga shalat lima waktu secara berjamaah bagi laki-laki dan tepat waktu bagi seluruh muslim merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Menambahkan shalat sunnah seperti:
Shalat Dhuha
Shalat Tahajud
Shalat Rawatib
Shalat Witir
akan semakin menambah timbangan amal kebaikan.
Jika ingin benar-benar raih pahala dzulhijjah, maka menjaga kualitas dan konsistensi shalat menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
Memperbanyak Sedekah kepada Sesama
Sedekah merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Setelah Idul Adha, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Bentuk sedekah bisa berupa:
Memberikan makanan kepada tetangga.
Membantu fakir miskin.
Menyumbang untuk pembangunan masjid.
Membantu biaya pendidikan anak yatim.
Memberikan senyuman dan bantuan tenaga.
Semua bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan dicatat sebagai amal saleh. Inilah salah satu cara praktis untuk raih pahala dzulhijjah yang dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai kemampuan masing-masing.
Menjalin Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan
Idul Adha sering menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Namun semangat silaturahmi sebaiknya tidak berhenti setelah hari raya selesai.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Bahkan, menyambung tali silaturahmi dapat menjadi sebab bertambahnya rezeki dan dipanjangkannya umur dalam keberkahan.
Dalam upaya raih pahala dzulhijjah, memperbaiki hubungan yang renggang, meminta maaf, dan memaafkan kesalahan orang lain merupakan amal yang sangat mulia di sisi Allah SWT.
Memanfaatkan Hari Tasyrik dengan Optimal
Raih Pahala Dzulhijjah Melalui Amalan Hari Tasyrik
Paragraf tengah ini penting untuk mengingatkan bahwa kesempatan raih pahala dzulhijjah masih terbuka lebar pada hari-hari tasyrik. Hari tasyrik merupakan bagian dari rangkaian ibadah Dzulhijjah yang sering kurang diperhatikan oleh sebagian umat Islam.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan pada hari tasyrik antara lain:
Memperbanyak takbir.
Berdzikir kepada Allah SWT.
Bersyukur atas nikmat yang diberikan.
Menjaga shalat berjamaah.
Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
Berbuat baik kepada sesama.
Hari-hari tersebut adalah waktu yang penuh keberkahan dan tidak boleh disia-siakan oleh seorang muslim yang ingin mendapatkan ridha Allah SWT.
Membaca dan Merenungkan Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca Al-Qur'an secara rutin akan mendatangkan ketenangan hati dan pahala yang berlipat ganda.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan bernilai satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Oleh karena itu, setelah Idul Adha, umat Islam dapat membuat target harian seperti:
Membaca satu juz setiap hari.
Membaca beberapa halaman setelah shalat.
Menghafal ayat-ayat pilihan.
Mempelajari tafsir Al-Qur'an.
Aktivitas ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus raih pahala dzulhijjah.
Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah
Keikhlasan merupakan kunci diterimanya setiap amal oleh Allah SWT. Sebesar apa pun amal yang dilakukan, jika tidak dilandasi niat yang benar maka nilainya akan berkurang bahkan bisa tidak diterima.
Karena itu, setiap ibadah yang dilakukan setelah Idul Adha hendaknya diniatkan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan manusia.
Muslim yang ikhlas akan terus beramal meskipun tidak dilihat orang lain karena tujuan utamanya adalah memperoleh ridha Allah SWT.
Dzulhijjah Sebagai Awal Perubahan
Momentum Dzulhijjah hendaknya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Bulan ini dapat dijadikan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbaiki akhlak.
Mengurangi maksiat.
Menjaga lisan.
Memperbanyak ibadah sunnah.
Menambah ilmu agama.
Aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah.
Ketika perubahan baik tersebut dilakukan secara konsisten, maka pahala yang diperoleh akan terus mengalir dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Banyak umat Islam mengira bahwa keutamaan Dzulhijjah berakhir setelah Idul Adha. Padahal, kesempatan untuk raih pahala dzulhijjah masih terbuka melalui berbagai amalan seperti dzikir, sedekah, membaca Al-Qur'an, menjaga shalat, mempererat silaturahmi, dan memanfaatkan hari-hari tasyrik dengan sebaik-baiknya.
Sebagai seorang muslim, kita hendaknya terus menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Dzulhijjah dan tidak membatasinya hanya pada hari raya semata. Dengan istiqamah dalam amal saleh dan niat yang ikhlas karena Allah SWT, insya Allah kita dapat raih pahala dzulhijjah yang melimpah dan memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia serta keselamatan di akhirat kelak.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
03/06/2026 | Admin
Macam-macam Sedekah Dianjurkan untuk Keberkahan Hidup
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, sedekah juga menjadi sarana untuk membantu sesama dan mempererat tali persaudaraan. Banyak umat Islam memahami sedekah hanya sebatas memberikan uang kepada orang yang membutuhkan. Padahal, terdapat berbagai macam sedekah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT dapat bernilai sedekah. Oleh karena itu, memahami macam sedekah yang dianjurkan sangat penting agar seorang muslim dapat memperbanyak amal saleh dan memperoleh keberkahan hidup. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati, membuka pintu rezeki, dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda bagi pemberinya.
Dalam kehidupan modern saat ini, kesempatan untuk bersedekah semakin luas. Mulai dari membantu orang lain secara materi hingga memberikan senyuman dan nasihat yang baik. Semua bentuk kebaikan tersebut dapat menjadi bagian dari sedekah yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Pengertian Sedekah dalam Islam
Secara bahasa, sedekah berasal dari kata "shadaqa" yang berarti benar atau jujur. Sedangkan secara istilah, sedekah adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain dengan mengharap ridha Allah SWT tanpa mengharapkan balasan duniawi.
Sedekah memiliki makna yang lebih luas dibandingkan zakat. Jika zakat memiliki ketentuan tertentu terkait jumlah dan penerimanya, maka sedekah dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an bahwa orang-orang yang bersedekah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan amalan tersebut dalam kehidupan seorang muslim.
Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam
Berikut beberapa macam sedekah yang dianjurkan untuk meraih keberkahan hidup:
1. Sedekah Harta
Sedekah harta merupakan bentuk sedekah yang paling dikenal oleh masyarakat. Bentuknya dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau kebutuhan lainnya yang diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Sedekah harta dapat dilakukan kepada fakir miskin, anak yatim, janda, korban bencana, atau lembaga sosial yang terpercaya. Semakin ikhlas seseorang dalam mengeluarkan hartanya, semakin besar pula pahala yang akan diperoleh.
2. Sedekah Makanan
Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan termasuk amalan yang sangat mulia. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberi makan orang lain, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Sedekah makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berbagi nasi kotak, menyediakan makanan untuk berbuka puasa, atau memberikan bahan makanan pokok kepada keluarga yang membutuhkan.
3. Sedekah Tenaga
Tidak semua orang memiliki kelebihan harta, tetapi setiap muslim memiliki kesempatan untuk bersedekah melalui tenaga dan kemampuan yang dimilikinya.
Contohnya adalah membantu tetangga memperbaiki rumah, ikut kerja bakti, membantu korban bencana, atau menjadi relawan dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
4. Sedekah Ilmu
Ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir. Mengajarkan ilmu agama, berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, atau membantu orang lain memahami suatu pelajaran termasuk sedekah ilmu.
Bahkan, membagikan informasi yang benar dan bermanfaat melalui media sosial juga dapat menjadi bentuk sedekah jika dilakukan dengan niat yang baik.
5. Sedekah Senyuman
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada saudara sesama muslim merupakan sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai sikap ramah dan akhlak yang baik.
Senyuman yang tulus dapat membuat orang lain merasa dihargai, nyaman, dan bahagia. Meskipun terlihat sederhana, amalan ini memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
6. Sedekah dengan Perkataan Baik
Ucapan yang baik dapat menjadi sedekah. Memberikan motivasi, nasihat yang bermanfaat, menghibur orang yang sedang bersedih, serta berkata sopan dan santun termasuk bentuk sedekah yang mudah dilakukan.
Perkataan yang baik dapat mempererat hubungan antar sesama dan menghindarkan seseorang dari pertengkaran maupun permusuhan.
7. Sedekah Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan termasuk bagian dari sedekah.
Contohnya adalah membersihkan sampah, memindahkan batu yang dapat membahayakan pengguna jalan, atau menjaga kebersihan fasilitas umum demi kenyamanan bersama.
8. Sedekah Waktu
Waktu merupakan nikmat yang sangat berharga. Menggunakan waktu untuk membantu orang lain juga dapat menjadi bentuk sedekah.
Misalnya mendengarkan keluh kesah sahabat, menemani orang tua yang sedang sakit, atau meluangkan waktu untuk kegiatan sosial dan dakwah.
9. Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus berlangsung dalam jangka panjang. Contohnya membangun masjid, membantu pembangunan sekolah Islam, menyediakan sumur air bersih, atau menyumbangkan Al-Qur'an.
Pahala sedekah jariyah akan terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain.
Keutamaan Macam Sedekah dalam Kehidupan
Setelah memahami berbagai macam sedekah, penting untuk mengetahui keutamaan yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang gemar bersedekah.
Mendatangkan Keberkahan Rezeki
Banyak orang khawatir hartanya berkurang ketika bersedekah. Padahal, Islam mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik dan penuh keberkahan.
Menghapus Dosa
Sedekah menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil seorang muslim. Dengan memperbanyak sedekah, seseorang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadahnya.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Sedekah membantu membangun rasa empati terhadap sesama. Seorang muslim akan lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya dan terdorong untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat
Orang yang gemar bersedekah dengan ikhlas akan mendapatkan keutamaan besar di akhirat. Salah satunya adalah memperoleh naungan pada hari ketika tidak ada naungan selain dari Allah SWT.
Memberikan Ketenangan Hati
Banyak orang merasakan kebahagiaan dan ketenangan setelah membantu orang lain. Hal ini karena sedekah dapat membersihkan hati dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Cara agar Sedekah Lebih Bernilai
Agar sedekah memberikan manfaat maksimal dan diterima oleh Allah SWT, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Meluruskan niat hanya karena Allah SWT.
Tidak mengungkit pemberian yang telah diberikan.
Memberikan harta yang halal dan baik.
Mengutamakan orang yang benar-benar membutuhkan.
Melakukan sedekah secara rutin meskipun sedikit.
Menjaga kerahasiaan sedekah jika memungkinkan.
Menghindari riya atau pamer dalam bersedekah.
Konsistensi dalam bersedekah lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang dilakukan sesekali.
Memahami berbagai macam sedekah membantu umat Islam menyadari bahwa kesempatan beramal tidak terbatas pada pemberian harta semata. Senyuman, tenaga, ilmu, waktu, hingga perkataan yang baik juga termasuk bentuk sedekah yang memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT. Dengan mengamalkan berbagai macam sedekah dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dapat memperoleh keberkahan hidup, mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang gemar bersedekah dan mampu menjadikan berbagai macam sedekah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, kehidupan menjadi lebih berkah, hati lebih tenang, dan pahala terus mengalir hingga akhir hayat. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
03/06/2026 | PBL-02
Menjaga Hati dan Akhlak di Era Digital, Tantangan Muslim Masa Kini
KITA hidup di zaman yang penuh kemudahan. Informasi dapat diakses dalam hitungan detik, komunikasi menjadi lebih cepat, dan berbagai kebutuhan dapat dipenuhi melalui teknologi. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar bagi umat Islam, yaitu menjaga hati, akhlak, dan keimanan di tengah derasnya arus informasi digital.
Perkembangan teknologi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kemajuan zaman. Akan tetapi, setiap kemajuan harus disertai dengan kebijaksanaan agar tidak menjauhkan manusia dari nilai-nilai yang diridhai Allah SWT.
Era Digital dan Ujian Keimanan
Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak manfaat yang dapat diperoleh, seperti menambah wawasan, memperluas silaturahmi, hingga menjadi sarana dakwah. Namun, media sosial juga dapat menjadi sumber fitnah apabila tidak digunakan dengan benar.
Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, ghibah, serta budaya pamer menjadi tantangan nyata. Sering kali seseorang lebih mudah menulis sesuatu di dunia maya daripada mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sebelum membagikan informasi, memberikan komentar, atau membuat unggahan, seorang Muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri: apakah hal ini membawa manfaat atau justru menimbulkan mudarat?
Menjaga Hati di Tengah Banjir Informasi
Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah menjaga hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan riya. Banyak orang menampilkan sisi terbaik kehidupannya di media sosial sehingga dapat memunculkan perasaan tidak puas terhadap kehidupan sendiri.
Islam mengajarkan rasa syukur sebagai kunci ketenangan hati. Allah SWT berfirman bahwa jika manusia bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya. Syukur bukan berarti berhenti berusaha, tetapi menyadari bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan ujian yang berbeda.
Daripada membandingkan diri dengan orang lain, seorang Muslim dianjurkan untuk fokus pada perbaikan diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh.
Dakwah dan Kebaikan di Dunia Digital
Era digital juga membuka peluang besar untuk menyebarkan kebaikan. Satu tulisan yang bermanfaat, satu video edukatif, atau satu nasihat yang tulus dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Setiap Muslim memiliki kesempatan menjadi agen kebaikan sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus menjadi ulama atau dai terkenal. Membagikan ilmu yang benar, mengingatkan tentang waktu shalat, membantu sesama, atau menyebarkan pesan positif merupakan bentuk dakwah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Namun, penting untuk memastikan bahwa informasi keagamaan yang dibagikan berasal dari sumber yang terpercaya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam.
Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat
Kesibukan modern sering membuat seseorang larut dalam pekerjaan, hiburan, dan aktivitas digital. Akibatnya, waktu untuk beribadah, membaca Al-Qur'an, atau berkumpul dengan keluarga menjadi berkurang.
Islam mengajarkan keseimbangan. Seorang Muslim diperintahkan untuk bekerja dan berusaha, tetapi tidak melupakan tujuan hidup yang hakiki, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu manusia mendekat kepada Allah, bukan justru menjauhkannya.
Meluangkan waktu untuk shalat tepat waktu, membaca Al-Qur'an setiap hari, menghadiri majelis ilmu, dan memperbanyak dzikir dapat menjadi benteng spiritual di tengah kehidupan yang serba cepat.
Era digital adalah anugerah sekaligus ujian. Teknologi dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah atau sebaliknya, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Oleh karena itu, umat Islam perlu membangun kesadaran untuk menjaga lisan dan jari-jari di dunia maya, memelihara hati dari penyakit spiritual, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana menebar manfaat.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mampu menghadapi perkembangan zaman dengan ilmu, iman, dan akhlak yang mulia, sehingga kemajuan dunia tidak membuat kita lalai terhadap persiapan menuju akhirat. Aamiin. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
03/06/2026 | PBL-02
BAZNAS TV
Giat Penyaluran BAZNAS Provinsi Lampung
Penulis: PBL-02
Hari yang pas untuk menguatkan gerakan kebaikan di Lampung
Penulis: PBL-02






