WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Zakat Terbaik 2026
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Zakat Terbaik 2026
JAKARTA -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih penghargaan Gubernur Pendukung Zakat Terbaik dalam ajang Grand BAZNAS Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan zakat dan pengembangan ekosistem zakat di Indonesia. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang hadir mewakili Gubernur Lampung dalam acara yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS 2026 pada 13–15 Oktober 2026. Grand BAZNAS Awards 2026 memberikan penghargaan kepada 100 penggerak zakat dari berbagai kategori, baik lembaga maupun individu, yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional. Pada kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik, Lampung menjadi salah satu dari lima daerah penerima penghargaan, bersama DK Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Penghargaan ini mencerminkan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sinergi antara pemerintah dan BAZNAS menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memastikan manfaat zakat dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Apresiasi bagi Penguatan Ekosistem Zakat Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa Grand BAZNAS Awards merupakan bentuk apresiasi kepada para penggerak zakat yang telah berkontribusi dalam mendukung pengelolaan zakat di Indonesia. Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat saling menghargai dan memotivasi agar kontribusi dalam gerakan zakat terus berkembang. "Berikanlah doa, selamat, penghargaan kepada mereka yang membayarkan zakat itu. Padahal kita semua tahu, Allah mengajarkan kita untuk ikhlas dan sebagainya. Khusus untuk zakat, ada dua hal, yaitu boleh diceritakan dan sampaikan penghargaan kepada mereka yang membayar zakat," ujar Sodik. Ia menjelaskan, penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031, terutama dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan kerja sama, serta mendorong inovasi dalam manajemen BAZNAS. "Untuk Grand Awards ini, ada 20 kategori dari berbagai kalangan yang merupakan bagian dari Asta Stratas yang pertama, yakni membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif," ungkapnya. Sodik menambahkan bahwa penerima penghargaan berasal dari beragam kalangan, mulai dari kepala daerah, lembaga pendidikan, kementerian, badan usaha, perusahaan, media, hingga individu dan mustahik transformatif. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem zakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. "Acara ini adalah salah satu wujud pengamalan Asta Stratas, yakni kita jaga kolaborasi kita dengan berbagai pihak," ujarnya. Dorong Kolaborasi untuk Perluas Manfaat Zakat Selain memberikan apresiasi, Grand BAZNAS Awards 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. BAZNAS mendorong terwujudnya 5D, yaitu BAZNAS yang Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. "Kami berharap melalui acara ini tumbuh sifat saling menghargai, sifat saling memotivasi agar terus berkembang. Untuk mereka yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas," kata Sodik. Bagi Lampung, penghargaan yang diraih Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melalui perwakilan Wakil Gubernur Jihan Nurlela menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS dalam pengelolaan ZIS. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan manfaat zakat, baik melalui program sosial maupun pemberdayaan masyarakat. Melalui penghargaan ini, dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan zakat diharapkan terus berkembang, sehingga pengelolaan zakat semakin produktif dan manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/10/2026 | MBL-01
Rakornas BAZNAS 2026 Tetapkan 10 Resolusi Jihad Zakat, Targetkan Pengumpulan Rp70 Triliun pada 2027
Rakornas BAZNAS 2026 Tetapkan 10 Resolusi Jihad Zakat, Targetkan Pengumpulan Rp70 Triliun pada 2027
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia menetapkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026. Resolusi ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Rakornas BAZNAS 2026 berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta dan diikuti 1.300 perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia. Sepuluh resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, M.A., di hadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta para peserta Rakornas. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa resolusi yang telah dirumuskan tidak boleh berhenti sebagai kesepakatan atau dokumen perencanaan. Seluruh komitmen harus diterjemahkan menjadi program dan langkah konkret di tingkat pusat maupun daerah agar pengelolaan zakat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. "Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026). Sodik menambahkan, seluruh komitmen, tekad, misi, dan program yang tertuang dalam resolusi harus dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah atau umat terbaik. Menurutnya, tujuan tersebut mencakup terwujudnya umat Islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sekaligus mampu menghadirkan rahmat dan manfaat bagi seluruh golongan di Indonesia sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat, dan terhormat. Jihad Zakat sebagai Gerakan Bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa Resolusi Jihad Zakat meneguhkan komitmen seluruh jajaran BAZNAS untuk membangun pengelolaan zakat yang lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. "Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah. Ia menegaskan, kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel menjadi fondasi penting dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional. "Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya. Melalui resolusi tersebut, BAZNAS berupaya memastikan pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada peningkatan penghimpunan, tetapi juga pada kualitas pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh mustahik. Sepuluh Resolusi Jihad Zakat Sepuluh resolusi yang ditetapkan dalam Rakornas BAZNAS 2026 mencakup penguatan penghimpunan, perluasan jangkauan layanan, peningkatan kesejahteraan mustahik, tata kelola kelembagaan, hingga respons kemanusiaan. Berikut rinciannya. 1. Meningkatkan Pengumpulan ZIS-DSKL hingga Rp70 Triliun pada 2027 BAZNAS berkomitmen mendorong pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara nasional menuju Rp70 triliun pada 2027. Upaya ini dilakukan melalui penguatan regulasi di tingkat pusat dan daerah, peningkatan literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerja sama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan. Komitmen tersebut juga mencakup peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, penguatan kepercayaan publik, perluasan basis pengumpulan melalui delapan sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011, serta pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya. 2. Menjangkau 48 Juta Mustahik dan Penerima Manfaat BAZNAS berkomitmen mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan secara nasional dengan sasaran 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat. Pelaksanaannya diarahkan agar efektif, terukur, terintegrasi, dan berdampak. Dengan demikian, dana umat dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik dan masyarakat secara luas. 3. Mendukung Pengentasan Kemiskinan bagi 601 Ribu Mustahik BAZNAS bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan terhadap 601 ribu mustahik atau setara dengan 2,41 juta jiwa penerima manfaat pada 2027. Target tersebut akan didukung melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur dan berkelanjutan, dengan orientasi pada peningkatan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat. 4. Memperkuat Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah BAZNAS berkomitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Sinergi tersebut bertujuan mengintegrasikan pengelolaan zakat dengan agenda pembangunan daerah, sekaligus memperluas jangkauan program agar dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat dengan tempat tinggal mereka. 5. Mengaktifkan Seluruh UPZ Desa di Indonesia BAZNAS menargetkan aktivasi seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa di Indonesia sebagai ujung tombak pelayanan zakat di tingkat komunitas. Melalui penguatan UPZ desa, penghimpunan ZIS, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran bantuan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta lebih sesuai dengan kebutuhan setempat. 6. Menjaga Kepercayaan Muzaki dan Masyarakat BAZNAS berkomitmen menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, pemerintah, serta masyarakat dalam setiap pelaksanaan mandat pengelolaan zakat. Komitmen ini diwujudkan melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh terhadap regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepercayaan publik menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan penghimpunan dan pengelolaan dana umat. 7. Memperkuat Kolaborasi dengan Pengusaha dan Kelompok Profesi BAZNAS akan memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi. Pelaku usaha dan kelompok profesi diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperluas penghimpunan zakat sekaligus mendukung program sosial dan ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 8. Memperkuat Kelembagaan dan Pengukuran Kinerja Zakat BAZNAS berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Selain itu, BAZNAS akan memperkuat sinergi dengan Bappenas dan Bappeda melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pengelolaan zakat. Indeks Zakat Nasional juga akan digunakan sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah. 9. Memperkuat Koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian BAZNAS berkomitmen memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Kejaksaan serta Kepolisian Republik Indonesia untuk menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat. Langkah ini ditujukan untuk memastikan dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan. 10. Mempercepat Respons terhadap Bencana dan Krisis Kemanusiaan BAZNAS berkomitmen melaksanakan respons cepat dalam penanganan bencana alam, persoalan kemanusiaan, dan kondisi sosial, baik pada skala lokal, nasional, maupun global. Komitmen ini diwujudkan melalui penggalangan dana dan aksi nyata di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak serta memperkuat solidaritas kemanusiaan. Memperkuat Komitmen dari Pusat hingga Daerah Rakornas BAZNAS 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, yaitu H. Syarifuddin, S.Ag., M.E.; Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum.; Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; dan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. Hadir pula Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.; Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE; serta Mochamad Agus Rofiudin. Penetapan sepuluh resolusi tersebut menjadi landasan bagi BAZNAS di seluruh Indonesia untuk menyatukan arah kebijakan dan memperkuat pelaksanaan program. Target pengumpulan ZIS-DSKL, perluasan jangkauan penerima manfaat, penguatan kemitraan, serta peningkatan akuntabilitas diharapkan berjalan seiring dalam satu gerakan zakat nasional. Melalui pelaksanaan resolusi secara konsisten, BAZNAS berharap zakat semakin berperan sebagai instrumen pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan. Dengan pengelolaan yang amanah dan kolaborasi yang kuat, dana umat diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi mustahik serta mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Perkuat Strategi Pengumpulan ZIS dan Loyalitas Muzaki untuk Sejahterakan Mustahik
BAZNAS Perkuat Strategi Pengumpulan ZIS dan Loyalitas Muzaki untuk Sejahterakan Mustahik
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan muzaki. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional dan memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat lebih luas bagi mustahik. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat strategi pengumpulan dan membangun hubungan berkelanjutan dengan para muzaki. “Kita perlu meningkatkan angka perolehan, mobilisasi, dan pengumpulan zakat, infak, sedekah, serta DSKL secara signifikan setiap tahun dengan memelihara engagement muzaki lama sekaligus membuka segmen muzaki baru melalui strategi yang unggul,” ujar Rizaludin, Rabu (14/10/2026). Empat Fokus Strategi Pengumpulan Zakat Rizaludin menjelaskan, penguatan pengumpulan perlu diarahkan pada empat fokus utama, yakni meningkatkan perolehan dan mobilisasi pengumpulan, menjaga hubungan dengan muzaki yang sudah ada, menjangkau segmen muzaki baru, serta menerapkan strategi pengelolaan muzaki yang unggul. Keempat fokus tersebut saling berkaitan. Peningkatan penghimpunan tidak cukup hanya dengan memperluas jangkauan, tetapi juga membutuhkan upaya menjaga loyalitas muzaki agar mereka terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Bagaimana kita meningkatkan pengumpulan secara signifikan? Bagaimana kita melakukan pemeliharaan dan pengelolaan muzaki? Bagaimana kita menambah muzaki baru dan bagaimana menjaga loyalitas muzaki lama? Itulah tugas dan fungsi pengumpulan,” katanya. Menurut Rizaludin, pengelolaan muzaki perlu menjadi bagian penting dari strategi penghimpunan. Hubungan yang terjaga dengan muzaki lama dan pendekatan yang tepat kepada calon muzaki diharapkan dapat memperkuat kepercayaan sekaligus mendukung pertumbuhan pengumpulan ZIS-DSKL secara berkelanjutan. Optimalkan Potensi Zakat di Berbagai Sektor Rizaludin menilai, potensi pengumpulan zakat masih terbuka luas, terutama melalui jaringan masjid, masyarakat, komunitas, dan desa. Jaringan tersebut merupakan peluang yang perlu dioptimalkan agar penghimpunan zakat dapat menjangkau lebih banyak pihak. “Di luar neraca, potensi kita masih banyak karena memang ada jaringan masjid-masjid, masyarakat, komunitas, dan desa yang kita miliki. Tapi tentu ke depan BAZNAS harus bisa leading di semua sektor,” ujarnya. Untuk mendukung upaya tersebut, rencana strategis (renstra) pengumpulan memuat sejumlah indikator kinerja utama. Indikator tersebut mencakup target mobilisasi pengumpulan dalam neraca, peningkatan jumlah muzaki, munfik, dan donatur, baik perorangan maupun badan, serta target pengumpulan dana kurban dan dana sosial keagamaan lainnya. Kepercayaan muzaki juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan strategi pengumpulan. Karena itu, upaya meningkatkan perolehan perlu berjalan beriringan dengan penguatan hubungan dan pelayanan kepada masyarakat. “Kepercayaan muzaki ini juga menjadi kunci dari keberhasilan pengumpulan,” katanya. Perluas Pengumpulan pada Sepuluh Jenis Zakat Selain memperkuat jaringan dan hubungan dengan muzaki, BAZNAS juga perlu mengoptimalkan pengumpulan dari berbagai sektor zakat. Rizaludin menyebut terdapat 10 jenis zakat yang perlu menjadi perhatian, yaitu zakat fitrah, emas, uang, perniagaan, pertanian, peternakan, pertambangan, perindustrian, pendapatan, dan rikaz. “Ini semua sesuai dengan PMA dan juga tercantum di undang-undang bahwa kita perlu mencakup semua sektor-sektor zakat,” tuturnya. Optimalisasi pengumpulan dari berbagai jenis zakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan penghimpunan. Dengan pendekatan yang sesuai terhadap karakteristik setiap sektor, potensi zakat diharapkan dapat digali secara lebih maksimal. Strategi Menjangkau Muzaki Baru dan Menjaga Loyalitas Dalam upaya menjangkau calon muzaki, Rizaludin memperkenalkan konsep LIA, yaitu linkage, interest, dan ability. Konsep ini menekankan pentingnya membangun jaringan atau hubungan dengan calon muzaki, memahami minat mereka, serta mempertimbangkan kemampuan mereka dalam menunaikan zakat. Menurutnya, pendekatan kepada calon muzaki perlu dilakukan melalui pihak atau jaringan yang tepat. Jika komunikasi langsung belum membuahkan hasil, BAZNAS dapat mencari penghubung yang memiliki kedekatan atau pengaruh terhadap target muzaki tersebut. “Perhatikan link-nya siapa, pawangnya siapa, atau siapa orang yang bisa menaklukkan, yang didengar. Kalau kita tidak bisa, cari orang yang bisa didengarkan oleh target muzaki kita. Kalau sudah dicoba tetapi belum berhasil juga, carilah linkage-nya. Mungkin bupati, kapolres, kapolsek, ataupun yang lainnya,” jelasnya. Sementara itu, untuk menjaga loyalitas muzaki lama, Rizaludin menjelaskan konsep LAI, yang terdiri atas linkage, advokasi, dan enforcement. Strategi ini mencakup pemeliharaan hubungan dengan muzaki, mendengarkan keluhan serta masukan mereka, dan melibatkan muzaki dalam berbagai kegiatan. Pendekatan tersebut menempatkan pengelolaan hubungan sebagai bagian penting dari penghimpunan. Dengan menjaga komunikasi, menindaklanjuti masukan, dan membangun keterlibatan, BAZNAS diharapkan dapat mempertahankan kepercayaan muzaki sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang. Pengumpulan yang Kuat untuk Memperluas Manfaat Zakat Penguatan strategi pengumpulan dan pengelolaan muzaki menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI untuk memastikan potensi ZIS-DSKL dapat dihimpun secara optimal. Pertumbuhan pengumpulan perlu ditopang oleh strategi yang terarah, perluasan jaringan, serta kepercayaan masyarakat yang terus dijaga. Melalui Rakornas BAZNAS 2026, strategi pengumpulan diharapkan semakin terkoordinasi sehingga potensi zakat dari berbagai sektor dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pendistribusian dan pendayagunaan. Dengan penghimpunan yang semakin optimal dan pengelolaan muzaki yang berkelanjutan, BAZNAS berupaya memperluas manfaat zakat bagi mustahik. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, zakat juga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
15/10/2026 | MBL-01

Berita Pendistribusian

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan. Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza,  Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo,  Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.  Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung turut mendukung pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Daerah Lampung dengan membagikan sarapan gratis kepada peserta dan tamu kegiatan di Bumi Perkemahan Pramuka Daerah (Buperda) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/9/2026). Sarapan yang disediakan BAZNAS terdiri dari aneka pangan lokal berupa jagung, singkong, ubi ungu, pisang, dan kacang rebus. Sajian tersebut dilengkapi kopi panas dan air mineral yang dibagikan kepada peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan apel. Penyediaan sarapan ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS Lampung dalam menyemarakkan momentum Hari Pramuka sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari seluruh makanan dan minuman yang disediakan BAZNAS habis dibagikan hingga tidak tersisa. Sajian berbahan pangan lokal tersebut menjadi pelengkap bagi peserta yang sejak pagi mengikuti rangkaian kegiatan di Buperda Kota Baru. Apel Besar Hari Pramuka ke-65 sendiri menjadi momentum penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Melalui kehadiran tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan menghadirkan dukungan dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mengambil bagian dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyalurkan 100 paket sembako dan beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an bagi masyarakat dan penerima manfaat. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari dukungan BAZNAS terhadap upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan keagamaan generasi muda. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi, S.E., Wakil Bupati Lampung Timur H. Azwar Hadi, S.E., M.Si., serta Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi Lampung Ade Iskandar Bunari, S.E. Kegiatan Desa TAPIS di Desa Nibung merupakan bagian dari pembinaan TP-PKK Provinsi Lampung yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, lingkungan, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi masyarakat. Dalam konteks tersebut, bantuan 100 paket sembako dari BAZNAS diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an menjadi bentuk dukungan terhadap akses pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda agar terus memiliki kesempatan untuk menghafal serta mempelajari Al-Qur’an. Program Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an merupakan salah satu program pendidikan BAZNAS Provinsi Lampung yang ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu dengan potensi dan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung lahirnya generasi yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan. Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong agar sinergi lintas lembaga dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kesejahteraan keluarga serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS di Desa Nibung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/09/2026 | MBL-01

Artikel Terbaru

Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
GEN Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat. Kemudahan akses informasi membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Namun, derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup juga menghadirkan tantangan, mulai dari mengatur waktu, menjaga kesehatan mental, hingga mempertahankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, menerapkan gaya hidup Islami menjadi salah satu cara bagi Gen Z untuk menjalani kehidupan modern tanpa kehilangan arah dan identitas sebagai seorang Muslim. Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga memberikan pedoman dalam berinteraksi, menuntut ilmu, bekerja, mengelola harta, serta memperlakukan sesama manusia. Menjalani hidup Islami bukan berarti harus menjauhi teknologi atau berhenti mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat mengejar pendidikan, membangun karier, berkarya, dan memanfaatkan media sosial selama tetap berpegang pada ajaran Islam. Kuncinya adalah mampu menentukan prioritas, menjaga akhlak, dan menggunakan waktu serta kemampuan untuk hal-hal yang bermanfaat. Berikut delapan kebiasaan yang dapat diterapkan Gen Z untuk membangun kehidupan yang lebih seimbang, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. 1. Menjadikan Salat Lima Waktu sebagai Prioritas Salat lima waktu merupakan kewajiban utama yang perlu dijaga di tengah berbagai aktivitas. Kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun kegiatan di media sosial tidak seharusnya membuat seorang Muslim mengabaikan waktu salat. Gen Z dapat membangun kebiasaan salat tepat waktu dengan memanfaatkan fitur pengingat di telepon genggam dan menyesuaikan jadwal kegiatan berdasarkan waktu salat. Ketika berada di luar rumah, rencanakan aktivitas agar tetap dapat melaksanakan salat dengan nyaman dan sesuai ketentuan. Selain menjaga ketepatan waktu, penting pula untuk memperbaiki kualitas salat. Memahami arti bacaan, mempelajari makna gerakan, dan berusaha menjaga kekhusyukan dapat membantu ibadah menjadi lebih bermakna. Salat juga menjadi momen untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi persoalan, seperti tekanan akademik, masalah pertemanan, kesulitan keuangan, atau kekhawatiran mengenai masa depan. Doa perlu disertai ikhtiar, kesabaran, dan tawakal agar seorang Muslim dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik. 2. Menggunakan Media Sosial secara Bijak Media sosial memberikan banyak manfaat bagi Gen Z, mulai dari memperoleh informasi, menjalin pertemanan, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, pekerjaan, ibadah, dan istirahat. Untuk mengatasinya, tetapkan batas waktu penggunaan aplikasi, matikan notifikasi yang tidak penting, dan hindari membuka media sosial ketika sedang menyelesaikan tugas. Meletakkan telepon genggam jauh dari jangkauan saat belajar atau bekerja juga dapat membantu menjaga konsentrasi. Selain durasi penggunaan, etika dalam berinteraksi di ruang digital perlu diperhatikan. Hindari komentar yang menghina, menyebarkan kebencian, mempermalukan orang lain, atau melakukan perundungan daring. Menjaga lisan dan menghormati sesama tetap menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim, termasuk ketika berkomunikasi melalui internet. Gen Z juga perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Konten yang viral belum tentu benar, begitu pula kutipan agama yang beredar di media sosial belum tentu memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. QS. Al-Isra ayat 36 mengingatkan manusia agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya. Selain itu, hindari kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan pencapaian orang lain di media sosial. Apa yang ditampilkan di internet tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Menghargai proses diri sendiri dan mensyukuri nikmat Allah SWT dapat membantu kita menjalani kehidupan dengan lebih seimbang. 3. Membaca Al-Qur'an dan Menuntut Ilmu Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Membaca dan mempelajarinya secara rutin dapat membantu Gen Z memperkuat pemahaman agama sekaligus memiliki landasan dalam menentukan sikap di tengah beragam pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman. Kebiasaan membaca Al-Qur'an dapat dimulai dari langkah sederhana, misalnya membaca beberapa ayat setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Jumlah bacaan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Konsistensi lebih penting daripada menetapkan target besar yang sulit dipertahankan. Tidak hanya membaca, generasi muda juga perlu berusaha memahami maknanya melalui terjemahan dan tafsir dari sumber tepercaya. Jika menemukan ayat atau persoalan agama yang sulit dipahami, bertanyalah kepada guru agama atau ustaz yang memiliki kompetensi. Menuntut ilmu agama juga dapat dilakukan melalui kajian di masjid, kelas daring, buku-buku keislaman, dan diskusi bersama orang yang berilmu. Namun, informasi yang ditemukan di internet perlu disikapi secara kritis. Hindari menyimpulkan hukum agama hanya berdasarkan potongan video atau ceramah tanpa memahami konteksnya. Ilmu yang diperoleh sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang kejujuran, misalnya, perlu diwujudkan melalui kebiasaan berkata benar. Begitu pula pemahaman mengenai kewajiban berbakti kepada orang tua perlu ditunjukkan melalui sikap dan tindakan nyata. 4. Memilih Pergaulan yang Baik dan Menjaga Batasan Lingkungan pertemanan dapat memengaruhi pola pikir, kebiasaan, dan keputusan seseorang. Teman yang baik dapat memberikan dukungan dan motivasi, sedangkan lingkungan yang kurang sehat berpotensi mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. Memilih pergaulan yang baik bukan berarti harus menjauhi orang yang berbeda latar belakang atau pandangan. Seorang Muslim tetap perlu bersikap adil, menghormati orang lain, dan berbuat baik kepada sesama sambil mempertahankan prinsip yang diyakini. Gen Z juga perlu memahami pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan, termasuk dengan lawan jenis. Interaksi hendaknya dilandasi sikap saling menghormati dan tanggung jawab, tanpa merendahkan atau memperlakukan orang lain secara tidak pantas. Tekanan dari teman sebaya juga perlu dihadapi dengan bijaksana. Ketika mendapat ajakan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan, beranilah menolak dengan sopan dan jelas. Mempertahankan prinsip tidak berarti harus memusuhi orang lain. Untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan diri, generasi muda dapat mengikuti komunitas belajar, organisasi sosial, kegiatan olahraga, atau kelompok kajian Islam. Selain memperluas pertemanan, kegiatan tersebut dapat membantu mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap sesama. 5. Menjaga Kesehatan Mental dan Membiasakan Bersyukur Tuntutan pendidikan, persaingan pekerjaan, masalah keluarga, dan tekanan media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental Gen Z. Karena itu, menjalani kehidupan Islami juga perlu disertai perhatian terhadap kondisi fisik dan psikologis. Bersyukur merupakan salah satu kebiasaan yang dapat dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur bukan berarti mengabaikan masalah atau memaksakan diri untuk selalu merasa bahagia. Sebaliknya, sikap ini membantu kita menyadari hal-hal baik yang masih dimiliki sambil tetap berusaha menghadapi kesulitan. Salah satu cara sederhana untuk melatihnya adalah mencatat beberapa hal yang patut disyukuri setiap malam. Kebiasaan ini dapat membantu kita melihat kehidupan secara lebih seimbang dan menghargai proses yang sedang dijalani. Penting pula untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Tidak semua orang harus lulus, mendapatkan pekerjaan, atau mencapai kesuksesan pada waktu yang sama. Pencapaian orang lain dapat menjadi inspirasi tanpa harus dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan diri sendiri. Menjaga kesehatan mental juga membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan fisik, seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menghindari kebiasaan begadang tanpa keperluan. Jika mengalami tekanan berat atau berkepanjangan, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, konselor, atau tenaga kesehatan mental. Doa dan ibadah dapat menjadi sumber kekuatan spiritual, tetapi tidak menggantikan bantuan profesional ketika memang diperlukan. 6. Mengelola Keuangan dan Menghindari Hidup Konsumtif Kemudahan berbelanja daring dan banyaknya tren gaya hidup dapat membuat generasi muda tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tanpa pengelolaan yang baik, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kondisi keuangan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup hal-hal penting seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kewajiban lainnya. Sementara itu, keinginan dapat berupa barang tambahan yang pembeliannya masih bisa ditunda. Membuat anggaran dan mencatat pemasukan serta pengeluaran juga membantu membangun kedisiplinan finansial. Jika menerima uang saku atau memperoleh penghasilan dari pekerjaan, alokasikan dana untuk kebutuhan utama, tabungan, dan keperluan lainnya sesuai kemampuan. Dalam Islam, pengelolaan keuangan juga berkaitan dengan cara memperoleh dan menggunakan harta. Karena itu, penting untuk memperhatikan kehalalan sumber penghasilan, memahami transaksi keuangan, serta mempelajari prinsip keuangan syariah. Jika ragu terhadap suatu produk keuangan, mintalah penjelasan dari pihak yang memahami bidang tersebut. Jangan lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi sesuai kemampuan dan menunaikan zakat apabila telah memenuhi ketentuan. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Membantu sesama dan berbagi dengan ikhlas juga merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 7. Mengembangkan Potensi Diri dengan Tetap Menjaga Akhlak Gen Z memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. Kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Mulailah dengan mengenali minat dan bidang yang ingin dikuasai. Generasi muda yang tertarik pada teknologi dapat mempelajari keterampilan digital, sementara mereka yang menyukai dunia bisnis dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha secara jujur dan bertanggung jawab. Pengembangan diri membutuhkan proses dan latihan yang berkelanjutan. Tetapkan target yang realistis, seperti mempelajari satu materi baru setiap hari atau menyelesaikan proyek kecil setiap bulan. Kemajuan tidak selalu harus terlihat besar dalam waktu singkat, selama ada usaha yang konsisten. Dalam mengejar prestasi, hindari menghalalkan segala cara. Menyontek, memalsukan pengalaman, mengambil karya orang lain tanpa izin, atau menyebarkan informasi menyesatkan demi keuntungan merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Kemampuan yang dimiliki juga dapat digunakan untuk membantu sesama. Berbagi ilmu, membantu teman memahami pelajaran, mengikuti kegiatan sosial, atau menyebarkan informasi yang benar merupakan beberapa cara untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari bagaimana ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi positif kepada orang lain. 8. Membiasakan Muhasabah dan Menjaga Konsistensi Membangun kehidupan yang lebih Islami membutuhkan proses. Ada kalanya seseorang mampu menjaga kebiasaan baik, tetapi pada waktu lain kembali lalai karena kesibukan atau pengaruh lingkungan. Karena itu, muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan secara berkala untuk mengenali kekurangan dan menentukan langkah perbaikan. Muhasabah dapat dilakukan sebelum tidur dengan mengevaluasi pelaksanaan salat, kegiatan belajar, hubungan dengan keluarga, penggunaan media sosial, dan perilaku terhadap orang lain. Catatan sederhana mengenai hal yang telah dilakukan dengan baik dan hal yang perlu diperbaiki dapat membantu kita melihat perkembangan diri secara lebih realistis. Setelah melakukan evaluasi, tentukan target yang sederhana dan terukur. Misalnya, membaca Al-Qur'an selama sepuluh menit setiap hari, mengurangi waktu bermain media sosial, atau membantu orang tua tanpa harus menunggu diminta. Konsistensi juga berarti tidak mudah menyerah ketika melakukan kesalahan. Jika suatu hari target tidak tercapai, cari tahu penyebabnya dan perbaiki rencana. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara berkelanjutan meskipun sedikit, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Prinsip tersebut mengingatkan kita bahwa perubahan tidak harus berlangsung sekaligus. Kebiasaan kecil yang dijaga dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah penting dalam memperbaiki diri. Muhasabah juga perlu disertai doa, ikhtiar, dan tawakal. Setelah berusaha, seorang Muslim memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kekuatan untuk tetap istiqamah. Proses memperbaiki diri hendaknya menumbuhkan kerendahan hati, bukan membuat seseorang merasa lebih baik daripada orang lain. Menjalani Kehidupan Modern tanpa Kehilangan Nilai Islam Menjadi Gen Z yang menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam bukan berarti harus menjauh dari perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat memanfaatkan teknologi, mengejar pendidikan, membangun karier, mengembangkan kreativitas, dan menjalin pertemanan selama tetap menjaga prinsip agama. Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, menggunakan media sosial secara bijak, memilih pergaulan yang baik, merawat kesehatan mental, dan mengelola keuangan sesuai syariat merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Kebiasaan tersebut akan lebih bermakna apabila disertai kejujuran, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus belajar. Hidup Islami bukan tentang menjadi sempurna dalam sekejap, melainkan tentang terus berusaha memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Setiap orang memiliki proses dan tantangannya masing-masing, sehingga perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang paling mungkin dilakukan. Dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman, Gen Z diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, bijak menggunakan teknologi, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi jalan untuk memperoleh rida Allah SWT serta menghadirkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01
Pentingnya Menjaga Kebersihan Menurut Ajaran Islam
Pentingnya Menjaga Kebersihan Menurut Ajaran Islam
ISLAM mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan kesucian dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari diri sendiri, pakaian, tempat tinggal, hingga lingkungan. Kebersihan bukan sekadar kebiasaan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan ibadah, akhlak, dan tanggung jawab seorang Muslim terhadap sesama. Dalam ajaran Islam, kebersihan memiliki hubungan erat dengan taharah, yaitu bersuci dari hadas dan najis sesuai ketentuan syariat. Kesucian menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan ibadah tertentu, seperti salat. Karena itu, menjaga kebersihan perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika hendak beribadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri. Ayat ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga kesucian sekaligus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan pola hidup bersih dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mandi secara teratur, mencuci tangan, mengenakan pakaian bersih, menjaga rumah tetap rapi, dan membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan tersebut membantu memelihara kesehatan sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Memahami Makna Kebersihan dalam Islam Hidup bersih dalam Islam mencakup kebersihan fisik dan kesucian yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah. Kebersihan fisik dapat diwujudkan melalui perawatan tubuh, pakaian, makanan, dan lingkungan. Sementara itu, taharah berkaitan dengan tata cara bersuci yang telah ditetapkan dalam syariat. Seorang Muslim perlu memahami tata cara wudu, mandi wajib, dan tayamum dalam keadaan tertentu agar dapat melaksanakan ibadah sesuai ketentuan. Pakaian dan tempat yang digunakan untuk salat juga perlu diperhatikan kesuciannya dari najis. Namun, kebersihan tidak terbatas pada urusan pribadi. Menjaga rumah, masjid, musala, tempat kerja, sekolah, dan fasilitas umum juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial. Lingkungan yang terawat dapat menciptakan kenyamanan bagi banyak orang, sedangkan kebiasaan mengotori ruang bersama dapat mengganggu orang lain. Kebersihan juga berkaitan dengan akhlak. Membersihkan tempat setelah digunakan, merapikan barang, serta tidak membuang sampah sembarangan merupakan contoh sikap bertanggung jawab dan menghargai hak orang lain. Contoh Hidup Bersih Kebiasaan hidup bersih dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa contoh yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menjaga kebersihan tubuh Mandi secara teratur, mencuci tangan dengan sabun, menyikat gigi, dan merawat kuku merupakan kebiasaan dasar untuk menjaga kebersihan diri. Selain membuat tubuh lebih nyaman, kebiasaan tersebut membantu mengurangi risiko penyebaran kuman penyebab penyakit. 2. Mengenakan pakaian yang bersih Pakaian perlu dicuci ketika kotor dan dijaga kesuciannya apabila akan digunakan untuk salat. Berpakaian bersih dan rapi juga menunjukkan kepedulian terhadap diri sendiri serta kenyamanan orang lain. 3. Merawat kebersihan rumah dan tempat ibadah Menyapu lantai, merapikan kamar, membersihkan kamar mandi, serta membuang sampah pada tempatnya dapat membuat rumah lebih nyaman. Masjid dan musala juga perlu dijaga kebersihannya agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. 4. Menjaga kebersihan lingkungan Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan tidak mencemari sungai merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan bersama. Islam mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di bumi, sebagaimana pesan dalam QS. Al-A'raf ayat 56. 5. Memperhatikan kebersihan makanan dan minuman Mencuci tangan sebelum makan, membersihkan bahan makanan, menggunakan peralatan makan yang layak, dan menyimpan makanan dengan baik merupakan bagian dari pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan juga mencerminkan sikap bertanggung jawab dalam memanfaatkan nikmat Allah SWT. Manfaat Hidup Bersih bagi Kesehatan Salah satu manfaat utama menjaga kebersihan adalah membantu memelihara kesehatan tubuh. Mencuci tangan dengan sabun, merawat gigi, membersihkan lingkungan, dan menjaga kebersihan makanan dapat mengurangi paparan terhadap kuman penyebab penyakit. Meski tidak menjamin seseorang terhindar dari semua penyakit, kebiasaan tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. Lingkungan yang bersih juga membantu mengurangi risiko munculnya masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk, genangan air, dan saluran air yang tersumbat dapat menjadi tempat berkembang biaknya serangga pembawa penyakit. Karena itu, membersihkan halaman dan mengelola sampah dengan baik menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, tubuh yang terawat dan pakaian yang bersih dapat meningkatkan kenyamanan saat belajar, bekerja, beribadah, maupun berinteraksi dengan orang lain. Rumah yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan terawat secara rutin juga mendukung kenyamanan keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan turut melatih kedisiplinan. Ketika seseorang terbiasa merawat tubuh, merapikan barang, dan membersihkan lingkungan secara teratur, ia belajar untuk bertanggung jawab terhadap rutinitas serta kondisi di sekitarnya. Kebersihan Mendukung Pelaksanaan Ibadah Dalam Islam, bersuci merupakan bagian penting dari persiapan ibadah. Sebelum melaksanakan salat, seorang Muslim perlu bersuci dari hadas melalui wudu atau mandi wajib apabila diperlukan. Kesucian pakaian dan tempat salat juga perlu diperhatikan sesuai ketentuan syariat. Wudu tidak hanya menjadi bagian dari tata cara ibadah, tetapi juga mengingatkan umat Islam untuk memperhatikan kebersihan anggota tubuh. Kebiasaan merawat kebersihan diri sebaiknya tetap dijaga dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya ketika akan salat. Kondisi tubuh yang nyaman dan tempat ibadah yang bersih dapat membantu seseorang memusatkan perhatian saat beribadah. Meski demikian, kekhusyukan juga dipengaruhi oleh niat, pemahaman, dan ketenangan hati. Islam juga mengajarkan pentingnya memperbaiki hati dan akhlak. Menjaga diri dari kesombongan, iri hati, kebencian, dan perilaku yang merugikan orang lain merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri. Kebersihan fisik dan pembinaan akhlak memang berbeda, tetapi keduanya sama-sama penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menjaga Kebersihan Bentuk Kepedulian Sosial Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kepentingan bersama. Ketika setiap orang menjaga kebersihan rumah, jalan, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum, masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman dan sehat. Tindakan sederhana seperti membersihkan sisa makanan setelah kegiatan bersama, tidak meludah sembarangan, dan tidak membuang limbah ke saluran air menunjukkan penghormatan terhadap orang lain. Sebaliknya, kebiasaan mengotori lingkungan dapat membuat orang lain menanggung dampak dari kelalaian kita. Kebiasaan hidup bersih juga penting ditanamkan sejak dini. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan, merapikan mainan, menjaga kebersihan kamar, dan membuang sampah pada tempatnya. Memberikan contoh secara langsung dapat membantu anak memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab sehari-hari. Di sekolah dan tempat kerja, menjaga kebersihan ruang bersama dapat mendukung kenyamanan dalam belajar dan beraktivitas. Setiap orang dapat berkontribusi dengan menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab dan tidak merusak lingkungan. Upaya menjaga kebersihan juga dapat diwujudkan melalui tindakan yang mendukung kelestarian alam, seperti menghemat air, merawat tanaman, mengurangi sampah, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga lingkungan bagi generasi sekarang maupun mendatang. Hidup Bersih Sesuai Ajaran Islam Membangun kebiasaan hidup bersih tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara teratur dapat membantu membentuk pola hidup yang lebih sehat dan tertib. Pertama, susun rutinitas kebersihan diri, seperti mandi, menyikat gigi, dan mencuci tangan sesuai kebutuhan. Kedua, pelajari tata cara bersuci yang benar agar dapat membedakan kebersihan biasa dengan kesucian yang disyaratkan untuk ibadah tertentu. Ketiga, jadwalkan kegiatan membersihkan rumah dan lingkungan. Pekerjaan seperti menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, serta membuang sampah dapat dibagi bersama anggota keluarga agar lebih ringan dan menumbuhkan tanggung jawab bersama. Keempat, berikan contoh yang baik kepada orang lain. Mengingatkan keluarga atau teman tentang kebersihan sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang santun, bukan dengan menghina atau mempermalukan. Dengan demikian, pesan kebaikan dapat disampaikan tanpa mengabaikan akhlak. Terakhir, jaga konsistensi dan niat. Merawat tubuh, menjaga rumah, serta melindungi lingkungan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab seorang Muslim dalam memelihara nikmat Allah SWT. Namun, kebiasaan tersebut tetap perlu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Kebersihan sebagai Kebiasaan Hidup Hidup bersih merupakan kebiasaan yang sejalan dengan ajaran Islam. Menjaga kebersihan diri, pakaian, makanan, rumah, tempat ibadah, dan lingkungan membantu memelihara kesehatan, mendukung pelaksanaan ibadah, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih nyaman. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencuci tangan, menjaga kesucian pakaian untuk salat, membersihkan rumah, dan membuang sampah pada tempatnya. Jika dilakukan secara konsisten, langkah-langkah kecil ini dapat membentuk kedisiplinan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Pada akhirnya, kebersihan tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, umat Islam dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus menjalankan tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah
KEHIDUPAN yang baik dan penuh berkah merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, kebahagiaan dalam Islam tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keberhasilan meraih cita-cita. Kehidupan yang berkah juga tercermin dari hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang harmonis, serta kemampuan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Untuk mewujudkannya, seorang Muslim perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, bekerja dengan jujur, menyayangi keluarga, dan membantu sesama merupakan bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam. Kebiasaan baik tersebut tidak harus dimulai dari perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk kehidupan yang lebih terarah dan bermakna. Berikut 15 tips Islami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menjaga Salat Lima Waktu Salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat. Menjaga salat tepat waktu menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Biasakan menunaikan salat ketika waktunya tiba. Jika memungkinkan, persiapkan diri lebih awal agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk. Selain menjaga pelaksanaannya, usahakan memahami bacaan dan menghayati maknanya. Dengan demikian, salat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga pengingat untuk menjaga perilaku dan menjalankan tanggung jawab dengan baik. 2. Membiasakan Membaca Al-Qur'an Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca, memahami, dan berusaha mengamalkan ajarannya dapat membantu seorang Muslim menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang untuk mulai membaca Al-Qur'an. Sisihkan beberapa menit setiap hari, misalnya setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Bagi yang belum lancar membaca Al-Qur'an, belajarlah secara bertahap dengan bimbingan guru yang kompeten. Sementara itu, mereka yang sudah lancar dapat memperdalam pemahaman melalui terjemahan dan tafsir. Konsistensi menjadi hal penting dalam membangun kebiasaan ini. Mulailah dengan target yang realistis agar membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. 3. Memperbanyak Doa dan Zikir Doa dan zikir membantu seorang Muslim mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan. Ketika menghadapi kesulitan, doa menjadi sarana memohon pertolongan. Saat memperoleh kebahagiaan, zikir dan doa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan membaca zikir pagi dan petang, beristigfar, berdoa setelah salat, serta membaca doa sebelum tidur. Meski demikian, doa dan zikir perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Ketika menghadapi persoalan pekerjaan, misalnya, seorang Muslim tetap perlu mencari solusi, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki cara bekerja sembari memohon pertolongan Allah SWT. 4. Membiasakan Diri Bersyukur Bersyukur membantu seseorang menghargai nikmat yang telah dimiliki. Kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat seseorang lupa terhadap berbagai kebaikan yang telah diterimanya. Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila manusia bersyukur, Dia akan menambah nikmat kepadanya. Syukur tidak hanya diwujudkan dengan mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan nikmat untuk tujuan yang baik. Kesehatan dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan bekerja, harta untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu sesama, dan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Mulailah dengan menghargai hal-hal sederhana, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, makanan, dan tempat tinggal. Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, melainkan menghargai apa yang dimiliki sambil terus memperbaiki keadaan. 5. Mencari Rezeki yang Halal dan Baik Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki melalui cara yang halal. Rezeki yang baik tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendapatan, tetapi juga dengan cara memperolehnya dan bagaimana harta tersebut digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjaga kejujuran, menepati janji, menyelesaikan tanggung jawab, serta menghormati hak orang lain. Hindari penipuan, kecurangan, dan tindakan yang merugikan pihak lain. Bagi yang menjalankan usaha, sampaikan informasi produk atau jasa secara jujur. Sementara itu, dalam mengelola penghasilan, dahulukan kebutuhan pokok, hindari utang konsumtif yang tidak perlu, dan sisihkan sebagian harta untuk sedekah sesuai kemampuan. Rezeki yang berkah tidak selalu berarti kekayaan berlimpah. Keberkahan juga dapat tercermin dari kecukupan, ketenangan dalam menggunakannya, serta manfaat yang dihasilkan bagi keluarga dan masyarakat. 6. Berbakti kepada Orang Tua Berbakti kepada orang tua merupakan ajaran penting dalam Islam. Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 23. Berbakti dapat diwujudkan melalui perkataan yang sopan, kesediaan mendengarkan nasihat yang baik, membantu kebutuhan mereka, serta meluangkan waktu untuk menemani dan memperhatikan keadaan mereka. Bagi yang tinggal berjauhan, menjaga komunikasi melalui telepon atau melakukan kunjungan secara berkala dapat menjadi bentuk perhatian. Jika orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap dapat berbuat baik dengan mendoakan mereka, menjaga hubungan dengan kerabat, dan melakukan kebaikan yang dibenarkan dalam Islam. Namun, berbakti tidak berarti harus memenuhi permintaan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dalam keadaan demikian, seorang Muslim tetap perlu menjaga adab dan memperlakukan orang tua dengan baik. 7. Menjaga Silaturahmi dan Hubungan Baik dengan Sesama Keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan. Hubungan yang baik dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi kesulitan sekaligus sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperlakukan sesama dengan baik. Karena itu, usahakan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi yang tenang dan menghindari perkataan yang menyakiti. Belajarlah meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memaafkan orang lain ketika mereka berusaha memperbaiki diri. Menghormati perbedaan, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari pembicaraan buruk tentang orang lain juga merupakan bagian dari menjaga hubungan sosial. Dengan membangun komunikasi yang sehat, kehidupan bermasyarakat dapat berjalan lebih harmonis dan dipenuhi sikap saling menghormati. 8. Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Melalui sedekah, seorang Muslim belajar untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu tetangga, menyumbangkan pakaian yang layak, atau membagikan ilmu yang bermanfaat juga dapat menjadi bentuk kebaikan. Sesuaikan sedekah dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga. Jangan memaksakan diri hingga mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungan. Membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama dapat melatih kepedulian dan mengurangi sikap berlebihan dalam mencintai harta. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam juga dapat berkontribusi dalam membantu mustahik serta masyarakat yang membutuhkan. 9. Menjaga Lisan dan Akhlak Akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang lain. Biasakan berbicara jujur, menghindari perkataan kasar, tidak menghina, dan tidak menyebarkan fitnah. Sebelum berbicara, pertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik. Menjaga lisan juga berlaku ketika menggunakan media sosial. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menulis komentar yang merendahkan orang lain, atau terlibat dalam pertengkaran yang tidak membawa manfaat. Jika melakukan kesalahan, akui dan perbaiki. Meminta maaf merupakan bagian dari tanggung jawab atas perilaku sendiri sekaligus langkah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. 10. Menuntut Ilmu dan Terus Memperbaiki Diri Menuntut ilmu membantu seorang Muslim memahami ajaran agama sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Luangkan waktu untuk mempelajari Al-Qur'an, hadis, fikih dasar, dan akhlak. Selain ilmu agama, tingkatkan pula keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab masing-masing. Pilih sumber belajar yang dapat dipercaya. Dalam urusan agama, pelajari penjelasan dari ulama dan lembaga keislaman yang kompeten agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru. Selain menambah pengetahuan, biasakan mengevaluasi diri. Periksa kembali apakah ibadah telah terjaga, pekerjaan dilakukan dengan jujur, dan hubungan dengan keluarga dipelihara dengan baik. Perbaikan diri merupakan proses berkelanjutan. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan perubahan. 11. Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Amanah Tubuh merupakan amanah yang perlu dijaga. Kondisi fisik dan mental yang baik membantu seseorang menjalankan ibadah, bekerja, belajar, serta memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga. Terapkan kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menjaga waktu tidur. Hindari kebiasaan yang merusak kesehatan dan jangan mengabaikan keluhan yang membutuhkan pertolongan profesional. Menjaga kesehatan juga berarti memahami batas kemampuan diri. Istirahat yang cukup bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kemampuan untuk menjalani aktivitas dengan baik. Dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim dapat berusaha menjalankan berbagai amanah kehidupan secara lebih optimal. 12. Mengelola Waktu dengan Bijaksana Waktu merupakan nikmat yang tidak dapat diulang. Karena itu, gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, baik dalam urusan ibadah, pekerjaan, keluarga, maupun pengembangan diri. Buatlah jadwal harian sederhana yang memprioritaskan kewajiban utama. Sisihkan waktu untuk salat, bekerja, belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga. Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk aktivitas digital yang tidak memberikan manfaat berarti. Namun, mengelola waktu bukan berarti harus selalu sibuk. Istirahat, berolahraga, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga juga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup. 13. Bersabar dan Bertawakal kepada Allah SWT Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Seseorang dapat menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kegagalan dalam pekerjaan, atau ujian kesehatan. Dalam keadaan tersebut, Islam mengajarkan pentingnya kesabaran dan tawakal. Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha, sedangkan tawakal bukan berarti menunggu pertolongan tanpa melakukan apa pun. Seorang Muslim perlu berusaha mencari jalan keluar, berdoa kepada Allah SWT, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Ketika mengalami kegagalan, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Jika menghadapi persoalan yang berat, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional yang sesuai. Setiap orang memiliki ujian dan proses kehidupan yang berbeda. Karena itu, hindari mengukur keberhasilan diri hanya dengan membandingkan kehidupan dengan orang lain. 14. Membiasakan Istigfar dan Bertobat Setiap manusia dapat melakukan kesalahan. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan senantiasa berusaha memperbaiki diri. Membaca istigfar merupakan salah satu cara memohon ampun kepada Allah. Namun, istigfar hendaknya disertai kesungguhan untuk meninggalkan dosa dan memperbaiki perilaku. Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, upayakan mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sesuai keadaan. Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Sebaliknya, gunakan pengalaman tersebut sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dengan membiasakan istigfar dan bertobat, seorang Muslim belajar bersikap rendah hati serta menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan ampunan dan bimbingan Allah SWT. 15. Membiasakan Doa agar Hidup Penuh Berkah Selain melakukan berbagai ikhtiar, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kehidupan yang baik dan penuh keberkahan. Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat dibaca sehari-hari. “Ya Allah, berkahilah kehidupanku, keluargaku, pekerjaanku, dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku. Bimbinglah aku agar senantiasa berada di jalan yang benar. Jadikanlah aku hamba yang rajin beribadah, pandai bersyukur, sabar menghadapi ujian, dan ikhlas dalam melakukan kebaikan. Jauhkanlah aku dan keluargaku dari keburukan, serta berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Amin.” Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan langsung dari Al-Qur'an atau hadis. Seorang Muslim dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahami dengan tetap memperhatikan tuntunan syariat. Biasakan berdoa bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga ketika keadaan sedang baik. Dengan demikian, doa menjadi bagian dari kebiasaan untuk memohon petunjuk sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT. Contoh Rutinitas Islami dalam Kehidupan Sehari-hari Agar berbagai kebiasaan baik di atas lebih mudah diterapkan, mulailah dengan rutinitas sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Pagi hari: Bangun dan menunaikan salat Subuh. Membaca Al-Qur'an atau zikir pagi. Berdoa sebelum memulai aktivitas. Menentukan prioritas pekerjaan dan tanggung jawab hari itu. Siang hingga sore: Menjaga salat lima waktu. Bekerja atau belajar dengan jujur dan sungguh-sungguh. Menjaga perkataan dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain. Menyempatkan diri membantu keluarga atau orang yang membutuhkan. Malam hari: Menunaikan salat Isya. Meluangkan waktu bersama keluarga. Mengevaluasi perilaku dan aktivitas sepanjang hari. Membaca doa sebelum tidur serta memohon ampun kepada Allah SWT. Rutinitas tersebut bukan aturan wajib yang harus diikuti dengan susunan persis seperti di atas. Jadikanlah sebagai panduan yang dapat disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing. Menjalani Hidup dengan Iman, Ikhtiar, dan Rasa Syukur Kehidupan yang penuh berkah tidak selalu ditandai dengan kelimpahan materi atau terbebas dari berbagai ujian. Keberkahan juga dapat hadir melalui hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang saling mendukung, serta kesempatan untuk terus berbuat baik. Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, bersyukur, mencari rezeki yang halal, berbakti kepada orang tua, dan membantu sesama merupakan beberapa kebiasaan yang dapat memperkuat kualitas kehidupan seorang Muslim. Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan, kemudian pertahankan secara konsisten dan tingkatkan secara bertahap. Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjalani kehidupan dengan iman yang kuat, akhlak yang mulia, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
13/10/2026 | MBL-01

BAZNAS TV