WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Sinergi Kuat BAZNAS dan TP-PKK Salurkan Beasiswa Tahfiz dan Paket Sembako Desa TAPIS Lampung Utara
Sinergi Kuat BAZNAS dan TP-PKK Salurkan Beasiswa Tahfiz dan Paket Sembako Desa TAPIS Lampung Utara
LAMPUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengembangan pendidikan keagamaan. Dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Tata Karya, Lampung Utara, Selasa (20/10/2026), BAZNAS Lampung menyalurkan 100 paket sembako dan beasiswa Tahfiz Al-Qur’an. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Lampung untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat. Bantuan sembako diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, sedangkan beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda penghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara Dra. Intji Indriati, M.H., serta Ketua I TP-PKK Kabupaten Lampung Utara Betty Vinatanti Romli, S.Pd. Hadir pula Ketua Dharma Wanita Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, S.E., M.M., Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung Mahrizal Sinaga, S.E., AAAI-K., Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Rudi Sjawal Sugiarto, S.E., M.H., Ketua PMI Kabupaten Lampung Utara H. Budi Utomo, S.E., M.M., Turut hadir juga perwakilan kepolisian dan TNI, jajaran pemerintah daerah, pengurus PKK, para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Mendukung Pendidikan Generasi Muda Pemberian beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk perhatian BAZNAS Provinsi Lampung terhadap akses pendidikan keagamaan, khususnya bagi santri yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS berupaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi mereka. Pendidikan keagamaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dukungan terhadap pendidikan juga menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan masyarakat. Kesempatan belajar yang lebih luas dapat membantu generasi muda mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita, sekaligus memperkuat peran mereka dalam kehidupan keluarga dan lingkungan. Melalui sinergi dengan TP-PKK Provinsi Lampung, BAZNAS berupaya agar manfaat ZIS tidak hanya dirasakan melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan generasi muda. Membantu Kebutuhan Masyarakat Selain beasiswa Tahfiz Al-Qur’an, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan 100 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga dan memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari. Penyaluran sembako menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Melalui pengelolaan dan pendistribusian ZIS, BAZNAS berupaya menghadirkan bantuan yang memberikan manfaat langsung kepada penerima manfaat. Kedua bentuk bantuan tersebut mencerminkan pendekatan yang saling melengkapi, yakni membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus mendukung pengembangan pendidikan untuk masa depan. Desa TAPIS Dorong Pemberdayaan Keluarga Program Desa TAPIS merupakan bagian dari pembinaan TP-PKK Provinsi Lampung yang berfokus pada penguatan peran keluarga dan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan. Program ini mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai aspek, termasuk kesehatan, pendidikan keluarga, ketahanan pangan, lingkungan, serta penguatan ekonomi keluarga. Dalam pelaksanaannya, sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program pembinaan dapat memberikan hasil nyata. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keterlibatan BAZNAS Provinsi Lampung melalui bantuan sembako dan beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Dukungan ini mempertemukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dengan pengembangan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Melalui kerja sama bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan pemerintah daerah, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya memperluas manfaat ZIS bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Tangani Karhutla di 12 Titik, Salurkan Bantuan dan Layanan Kemanusiaan di Berbagai Wilayah
BAZNAS Tangani Karhutla di 12 Titik, Salurkan Bantuan dan Layanan Kemanusiaan di Berbagai Wilayah
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Hingga 19 Oktober 2026, BAZNAS telah melakukan pemadaman di 12 titik serta menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung kebutuhan petugas, relawan, dan masyarakat yang terdampak asap. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman, pemenuhan kebutuhan dasar petugas dan relawan, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap. “Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026). Pemadaman di 12 Titik Hingga 19 Oktober 2026, tim BAZNAS telah melakukan pemadaman di 12 titik karhutla. Lokasi penanganan antara lain berada di Jalan Golf Ujung dan Jalan Lingkar Selatan, Banjarbaru; Desa Parit Baru dan Desa Wonodadi 2, Kubu Raya; serta Jalan Alson 3, Palangka Raya. Penanganan juga dilakukan di wilayah Kutai Timur, Berau, Mamuju Tengah, dan Kotawaringin Timur. Upaya tersebut menjadi bagian dari respons BAZNAS untuk membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS mengerahkan 51 personel Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Operasi tersebut didukung oleh satu mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor untuk menunjang mobilitas tim di lapangan. Pengerahan personel dan sarana operasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dapur Air Dukung Kebutuhan Petugas dan Relawan Selain melakukan pemadaman, BAZNAS mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan. Layanan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar personel yang bertugas menangani kebakaran di sejumlah lokasi. Idy menjelaskan bahwa dukungan tersebut penting agar petugas dan relawan dapat menjalankan tugasnya dengan baik selama proses pemadaman berlangsung. “Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar petugas dan relawan tetap terpenuhi selama proses pemadaman. Dukungan ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas di lapangan,” kata Idy. Selain layanan dapur air, BAZNAS juga menyalurkan makanan siap saji dan multivitamin di Samuda, Kotawaringin Timur, serta Kelurahan Raja, Pangkalan Bun. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan konsumsi dan mendukung kondisi petugas maupun masyarakat yang terdampak. Masker dan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Dampak karhutla tidak hanya dirasakan melalui kebakaran di lokasi lahan, tetapi juga melalui asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Untuk membantu mengurangi paparan asap, BAZNAS mendistribusikan masker di 27 lokasi, meliputi permukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren. BAZNAS juga menyalurkan bantuan air bersih di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang terdampak. Selain penyaluran bantuan, BAZNAS mempersiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen BAZNAS di Palangka Raya sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap. Berbagai bentuk bantuan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan upaya yang menyeluruh, mulai dari pemadaman api hingga pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Perkuat Koordinasi dalam Penanganan Karhutla Idy menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan relawan. Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran pemadaman serta memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. “Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung petugas dan relawan di lapangan,” ujarnya. Menurut Idy, penanganan karhutla telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. BAZNAS berkomitmen melanjutkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak sekaligus mendukung upaya penanganan darurat bersama berbagai pihak. Melalui pengerahan BTB, penyediaan dapur air, distribusi masker dan air bersih, serta persiapan layanan kesehatan, BAZNAS berupaya menghadirkan bantuan yang menjawab kebutuhan di berbagai wilayah terdampak karhutla. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan amanah dana umat melalui program kemanusiaan. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, sedekah, dan donasi diharapkan dapat terus memperkuat respons kebencanaan serta membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/10/2026 | MBL-01
MUI Tegaskan Pembakaran Hutan Haram, Ajak Umat Islam Perkuat Ikhtiar Hadapi Karhutla
MUI Tegaskan Pembakaran Hutan Haram, Ajak Umat Islam Perkuat Ikhtiar Hadapi Karhutla
JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kerusakan lingkungan serta membahayakan masyarakat hukumnya haram. Di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, MUI juga mengajak umat Islam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, membantu masyarakat terdampak, dan melakukan ikhtiar spiritual melalui salat istisqa. Penegasan tersebut merujuk pada Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya. MUI mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan ekosistem, tetapi juga gangguan kesehatan, kerugian ekonomi, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Dalam fatwa tersebut ditegaskan, “Melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerusakan, pencemaran lingkungan, kerugian orang lain, gangguan kesehatan, dan dampak buruk lainnya, hukumnya haram.” Larangan tersebut juga berlaku bagi pihak yang memfasilitasi, membiarkan, atau mengambil keuntungan dari praktik pembakaran hutan dan lahan yang merusak. Penegasan itu disampaikan kembali melalui Tausiyah MUI tentang Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia dengan nomor surat Kep-112/DP-MUI/X/2026. Dokumen tersebut ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan di Jakarta pada Minggu (18/10/2026). MUI Minta Pelaku Pembakaran Ditindak Tegas MUI meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk kepentingan bisnis, baik perorangan maupun korporasi. Dalam tausiyah tersebut, MUI menyatakan, “MUI meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, adil, dan tanpa pandang bulu terhadap perorangan maupun korporasi yang melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja untuk kepentingan bisnis.” MUI menilai pembakaran hutan demi keuntungan ekonomi merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang merugikan masyarakat luas. Tindakan yang menimbulkan kerusakan atau mafsadah secara masif dan mengancam kelangsungan hidup manusia juga dinilai bertentangan dengan prinsip utama hukum Islam atau maqasid asy-syariah. Karena itu, kepentingan bisnis tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan eksploitasi alam yang merusak lingkungan dan membahayakan kehidupan masyarakat. MUI juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus dan memimpin langsung upaya penanganan karhutla hingga bencana tersebut benar-benar teratasi. Pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta relawan diharapkan terus memperkuat koordinasi dan mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemadaman. Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Selain mendorong penegakan hukum dan penanganan darurat, MUI mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong atau ta'awun dalam menghadapi dampak karhutla. Masyarakat diharapkan saling membantu warga yang terdampak, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik api baru di sekitar permukiman, serta menghentikan kebiasaan membakar sampah atau lahan secara sembarangan. MUI juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta sebisa mungkin menghindari kawasan dengan risiko kabut asap tinggi. Upaya tersebut penting untuk mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk melindungi keselamatan masyarakat dan mencegah kebakaran berulang. Dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian lingkungan atau hifdz al-bi'ah dan melindungi keselamatan jiwa manusia atau hifdz al-nafs merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus diperhatikan. Kerusakan alam yang mengancam kehidupan bertentangan dengan prinsip Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. MUI Serukan Salat Istisqa dan Tobat Nasuha Sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menghadapi kemarau dan karhutla, MUI mengajak umat Islam, ulama, serta pengurus masjid dan musala di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat istisqa secara berjamaah. Salat tersebut merupakan ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat. Ajakan ini sejalan dengan seruan MUI sebelumnya agar umat Islam di wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan memperkuat doa bersama, tanpa mengesampingkan langkah teknis yang dilakukan pemerintah dan petugas di lapangan. MUI juga menyerukan umat Islam untuk melakukan taubatan nasuha, yakni bertobat dengan sungguh-sungguh atas dosa dan kelalaian, termasuk perbuatan yang menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan. Umat Islam turut diajak memperbanyak istigfar serta membaca Qunut Nazilah dalam salat fardu sebagai ikhtiar spiritual memohon perlindungan dari musibah, kabut asap, dan kekeringan. Melalui seruan tersebut, MUI mengingatkan bahwa menghadapi karhutla memerlukan upaya yang menyeluruh. Penegakan hukum, pemadaman, pencegahan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat, dan kepedulian sosial perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual. Pada akhirnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran untuk tidak membakar lahan sembarangan, membantu masyarakat terdampak, dan mendukung upaya penanganan bencana menjadi langkah nyata untuk melindungi kehidupan serta mencegah kerusakan yang lebih luas.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/10/2026 | MBL-01

Berita Pendistribusian

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan. Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza,  Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo,  Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.  Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung turut mendukung pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Daerah Lampung dengan membagikan sarapan gratis kepada peserta dan tamu kegiatan di Bumi Perkemahan Pramuka Daerah (Buperda) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/9/2026). Sarapan yang disediakan BAZNAS terdiri dari aneka pangan lokal berupa jagung, singkong, ubi ungu, pisang, dan kacang rebus. Sajian tersebut dilengkapi kopi panas dan air mineral yang dibagikan kepada peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan apel. Penyediaan sarapan ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS Lampung dalam menyemarakkan momentum Hari Pramuka sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari seluruh makanan dan minuman yang disediakan BAZNAS habis dibagikan hingga tidak tersisa. Sajian berbahan pangan lokal tersebut menjadi pelengkap bagi peserta yang sejak pagi mengikuti rangkaian kegiatan di Buperda Kota Baru. Apel Besar Hari Pramuka ke-65 sendiri menjadi momentum penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Melalui kehadiran tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan menghadirkan dukungan dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mengambil bagian dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyalurkan 100 paket sembako dan beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an bagi masyarakat dan penerima manfaat. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari dukungan BAZNAS terhadap upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan keagamaan generasi muda. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi, S.E., Wakil Bupati Lampung Timur H. Azwar Hadi, S.E., M.Si., serta Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi Lampung Ade Iskandar Bunari, S.E. Kegiatan Desa TAPIS di Desa Nibung merupakan bagian dari pembinaan TP-PKK Provinsi Lampung yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, lingkungan, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi masyarakat. Dalam konteks tersebut, bantuan 100 paket sembako dari BAZNAS diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an menjadi bentuk dukungan terhadap akses pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda agar terus memiliki kesempatan untuk menghafal serta mempelajari Al-Qur’an. Program Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an merupakan salah satu program pendidikan BAZNAS Provinsi Lampung yang ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu dengan potensi dan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung lahirnya generasi yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan. Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong agar sinergi lintas lembaga dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kesejahteraan keluarga serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS di Desa Nibung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/09/2026 | MBL-01

Artikel Terbaru

Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
GEN Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat. Kemudahan akses informasi membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Namun, derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup juga menghadirkan tantangan, mulai dari mengatur waktu, menjaga kesehatan mental, hingga mempertahankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, menerapkan gaya hidup Islami menjadi salah satu cara bagi Gen Z untuk menjalani kehidupan modern tanpa kehilangan arah dan identitas sebagai seorang Muslim. Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga memberikan pedoman dalam berinteraksi, menuntut ilmu, bekerja, mengelola harta, serta memperlakukan sesama manusia. Menjalani hidup Islami bukan berarti harus menjauhi teknologi atau berhenti mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat mengejar pendidikan, membangun karier, berkarya, dan memanfaatkan media sosial selama tetap berpegang pada ajaran Islam. Kuncinya adalah mampu menentukan prioritas, menjaga akhlak, dan menggunakan waktu serta kemampuan untuk hal-hal yang bermanfaat. Berikut delapan kebiasaan yang dapat diterapkan Gen Z untuk membangun kehidupan yang lebih seimbang, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. 1. Menjadikan Salat Lima Waktu sebagai Prioritas Salat lima waktu merupakan kewajiban utama yang perlu dijaga di tengah berbagai aktivitas. Kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun kegiatan di media sosial tidak seharusnya membuat seorang Muslim mengabaikan waktu salat. Gen Z dapat membangun kebiasaan salat tepat waktu dengan memanfaatkan fitur pengingat di telepon genggam dan menyesuaikan jadwal kegiatan berdasarkan waktu salat. Ketika berada di luar rumah, rencanakan aktivitas agar tetap dapat melaksanakan salat dengan nyaman dan sesuai ketentuan. Selain menjaga ketepatan waktu, penting pula untuk memperbaiki kualitas salat. Memahami arti bacaan, mempelajari makna gerakan, dan berusaha menjaga kekhusyukan dapat membantu ibadah menjadi lebih bermakna. Salat juga menjadi momen untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi persoalan, seperti tekanan akademik, masalah pertemanan, kesulitan keuangan, atau kekhawatiran mengenai masa depan. Doa perlu disertai ikhtiar, kesabaran, dan tawakal agar seorang Muslim dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik. 2. Menggunakan Media Sosial secara Bijak Media sosial memberikan banyak manfaat bagi Gen Z, mulai dari memperoleh informasi, menjalin pertemanan, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, pekerjaan, ibadah, dan istirahat. Untuk mengatasinya, tetapkan batas waktu penggunaan aplikasi, matikan notifikasi yang tidak penting, dan hindari membuka media sosial ketika sedang menyelesaikan tugas. Meletakkan telepon genggam jauh dari jangkauan saat belajar atau bekerja juga dapat membantu menjaga konsentrasi. Selain durasi penggunaan, etika dalam berinteraksi di ruang digital perlu diperhatikan. Hindari komentar yang menghina, menyebarkan kebencian, mempermalukan orang lain, atau melakukan perundungan daring. Menjaga lisan dan menghormati sesama tetap menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim, termasuk ketika berkomunikasi melalui internet. Gen Z juga perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Konten yang viral belum tentu benar, begitu pula kutipan agama yang beredar di media sosial belum tentu memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. QS. Al-Isra ayat 36 mengingatkan manusia agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya. Selain itu, hindari kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan pencapaian orang lain di media sosial. Apa yang ditampilkan di internet tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Menghargai proses diri sendiri dan mensyukuri nikmat Allah SWT dapat membantu kita menjalani kehidupan dengan lebih seimbang. 3. Membaca Al-Qur'an dan Menuntut Ilmu Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Membaca dan mempelajarinya secara rutin dapat membantu Gen Z memperkuat pemahaman agama sekaligus memiliki landasan dalam menentukan sikap di tengah beragam pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman. Kebiasaan membaca Al-Qur'an dapat dimulai dari langkah sederhana, misalnya membaca beberapa ayat setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Jumlah bacaan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Konsistensi lebih penting daripada menetapkan target besar yang sulit dipertahankan. Tidak hanya membaca, generasi muda juga perlu berusaha memahami maknanya melalui terjemahan dan tafsir dari sumber tepercaya. Jika menemukan ayat atau persoalan agama yang sulit dipahami, bertanyalah kepada guru agama atau ustaz yang memiliki kompetensi. Menuntut ilmu agama juga dapat dilakukan melalui kajian di masjid, kelas daring, buku-buku keislaman, dan diskusi bersama orang yang berilmu. Namun, informasi yang ditemukan di internet perlu disikapi secara kritis. Hindari menyimpulkan hukum agama hanya berdasarkan potongan video atau ceramah tanpa memahami konteksnya. Ilmu yang diperoleh sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang kejujuran, misalnya, perlu diwujudkan melalui kebiasaan berkata benar. Begitu pula pemahaman mengenai kewajiban berbakti kepada orang tua perlu ditunjukkan melalui sikap dan tindakan nyata. 4. Memilih Pergaulan yang Baik dan Menjaga Batasan Lingkungan pertemanan dapat memengaruhi pola pikir, kebiasaan, dan keputusan seseorang. Teman yang baik dapat memberikan dukungan dan motivasi, sedangkan lingkungan yang kurang sehat berpotensi mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. Memilih pergaulan yang baik bukan berarti harus menjauhi orang yang berbeda latar belakang atau pandangan. Seorang Muslim tetap perlu bersikap adil, menghormati orang lain, dan berbuat baik kepada sesama sambil mempertahankan prinsip yang diyakini. Gen Z juga perlu memahami pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan, termasuk dengan lawan jenis. Interaksi hendaknya dilandasi sikap saling menghormati dan tanggung jawab, tanpa merendahkan atau memperlakukan orang lain secara tidak pantas. Tekanan dari teman sebaya juga perlu dihadapi dengan bijaksana. Ketika mendapat ajakan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan, beranilah menolak dengan sopan dan jelas. Mempertahankan prinsip tidak berarti harus memusuhi orang lain. Untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan diri, generasi muda dapat mengikuti komunitas belajar, organisasi sosial, kegiatan olahraga, atau kelompok kajian Islam. Selain memperluas pertemanan, kegiatan tersebut dapat membantu mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap sesama. 5. Menjaga Kesehatan Mental dan Membiasakan Bersyukur Tuntutan pendidikan, persaingan pekerjaan, masalah keluarga, dan tekanan media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental Gen Z. Karena itu, menjalani kehidupan Islami juga perlu disertai perhatian terhadap kondisi fisik dan psikologis. Bersyukur merupakan salah satu kebiasaan yang dapat dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur bukan berarti mengabaikan masalah atau memaksakan diri untuk selalu merasa bahagia. Sebaliknya, sikap ini membantu kita menyadari hal-hal baik yang masih dimiliki sambil tetap berusaha menghadapi kesulitan. Salah satu cara sederhana untuk melatihnya adalah mencatat beberapa hal yang patut disyukuri setiap malam. Kebiasaan ini dapat membantu kita melihat kehidupan secara lebih seimbang dan menghargai proses yang sedang dijalani. Penting pula untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Tidak semua orang harus lulus, mendapatkan pekerjaan, atau mencapai kesuksesan pada waktu yang sama. Pencapaian orang lain dapat menjadi inspirasi tanpa harus dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan diri sendiri. Menjaga kesehatan mental juga membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan fisik, seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menghindari kebiasaan begadang tanpa keperluan. Jika mengalami tekanan berat atau berkepanjangan, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, konselor, atau tenaga kesehatan mental. Doa dan ibadah dapat menjadi sumber kekuatan spiritual, tetapi tidak menggantikan bantuan profesional ketika memang diperlukan. 6. Mengelola Keuangan dan Menghindari Hidup Konsumtif Kemudahan berbelanja daring dan banyaknya tren gaya hidup dapat membuat generasi muda tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tanpa pengelolaan yang baik, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kondisi keuangan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup hal-hal penting seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kewajiban lainnya. Sementara itu, keinginan dapat berupa barang tambahan yang pembeliannya masih bisa ditunda. Membuat anggaran dan mencatat pemasukan serta pengeluaran juga membantu membangun kedisiplinan finansial. Jika menerima uang saku atau memperoleh penghasilan dari pekerjaan, alokasikan dana untuk kebutuhan utama, tabungan, dan keperluan lainnya sesuai kemampuan. Dalam Islam, pengelolaan keuangan juga berkaitan dengan cara memperoleh dan menggunakan harta. Karena itu, penting untuk memperhatikan kehalalan sumber penghasilan, memahami transaksi keuangan, serta mempelajari prinsip keuangan syariah. Jika ragu terhadap suatu produk keuangan, mintalah penjelasan dari pihak yang memahami bidang tersebut. Jangan lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi sesuai kemampuan dan menunaikan zakat apabila telah memenuhi ketentuan. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Membantu sesama dan berbagi dengan ikhlas juga merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 7. Mengembangkan Potensi Diri dengan Tetap Menjaga Akhlak Gen Z memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. Kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Mulailah dengan mengenali minat dan bidang yang ingin dikuasai. Generasi muda yang tertarik pada teknologi dapat mempelajari keterampilan digital, sementara mereka yang menyukai dunia bisnis dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha secara jujur dan bertanggung jawab. Pengembangan diri membutuhkan proses dan latihan yang berkelanjutan. Tetapkan target yang realistis, seperti mempelajari satu materi baru setiap hari atau menyelesaikan proyek kecil setiap bulan. Kemajuan tidak selalu harus terlihat besar dalam waktu singkat, selama ada usaha yang konsisten. Dalam mengejar prestasi, hindari menghalalkan segala cara. Menyontek, memalsukan pengalaman, mengambil karya orang lain tanpa izin, atau menyebarkan informasi menyesatkan demi keuntungan merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Kemampuan yang dimiliki juga dapat digunakan untuk membantu sesama. Berbagi ilmu, membantu teman memahami pelajaran, mengikuti kegiatan sosial, atau menyebarkan informasi yang benar merupakan beberapa cara untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari bagaimana ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi positif kepada orang lain. 8. Membiasakan Muhasabah dan Menjaga Konsistensi Membangun kehidupan yang lebih Islami membutuhkan proses. Ada kalanya seseorang mampu menjaga kebiasaan baik, tetapi pada waktu lain kembali lalai karena kesibukan atau pengaruh lingkungan. Karena itu, muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan secara berkala untuk mengenali kekurangan dan menentukan langkah perbaikan. Muhasabah dapat dilakukan sebelum tidur dengan mengevaluasi pelaksanaan salat, kegiatan belajar, hubungan dengan keluarga, penggunaan media sosial, dan perilaku terhadap orang lain. Catatan sederhana mengenai hal yang telah dilakukan dengan baik dan hal yang perlu diperbaiki dapat membantu kita melihat perkembangan diri secara lebih realistis. Setelah melakukan evaluasi, tentukan target yang sederhana dan terukur. Misalnya, membaca Al-Qur'an selama sepuluh menit setiap hari, mengurangi waktu bermain media sosial, atau membantu orang tua tanpa harus menunggu diminta. Konsistensi juga berarti tidak mudah menyerah ketika melakukan kesalahan. Jika suatu hari target tidak tercapai, cari tahu penyebabnya dan perbaiki rencana. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara berkelanjutan meskipun sedikit, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Prinsip tersebut mengingatkan kita bahwa perubahan tidak harus berlangsung sekaligus. Kebiasaan kecil yang dijaga dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah penting dalam memperbaiki diri. Muhasabah juga perlu disertai doa, ikhtiar, dan tawakal. Setelah berusaha, seorang Muslim memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kekuatan untuk tetap istiqamah. Proses memperbaiki diri hendaknya menumbuhkan kerendahan hati, bukan membuat seseorang merasa lebih baik daripada orang lain. Menjalani Kehidupan Modern tanpa Kehilangan Nilai Islam Menjadi Gen Z yang menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam bukan berarti harus menjauh dari perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat memanfaatkan teknologi, mengejar pendidikan, membangun karier, mengembangkan kreativitas, dan menjalin pertemanan selama tetap menjaga prinsip agama. Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, menggunakan media sosial secara bijak, memilih pergaulan yang baik, merawat kesehatan mental, dan mengelola keuangan sesuai syariat merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Kebiasaan tersebut akan lebih bermakna apabila disertai kejujuran, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus belajar. Hidup Islami bukan tentang menjadi sempurna dalam sekejap, melainkan tentang terus berusaha memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Setiap orang memiliki proses dan tantangannya masing-masing, sehingga perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang paling mungkin dilakukan. Dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman, Gen Z diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, bijak menggunakan teknologi, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi jalan untuk memperoleh rida Allah SWT serta menghadirkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01
Pentingnya Menjaga Kebersihan Menurut Ajaran Islam
Pentingnya Menjaga Kebersihan Menurut Ajaran Islam
ISLAM mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan kesucian dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari diri sendiri, pakaian, tempat tinggal, hingga lingkungan. Kebersihan bukan sekadar kebiasaan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan ibadah, akhlak, dan tanggung jawab seorang Muslim terhadap sesama. Dalam ajaran Islam, kebersihan memiliki hubungan erat dengan taharah, yaitu bersuci dari hadas dan najis sesuai ketentuan syariat. Kesucian menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan ibadah tertentu, seperti salat. Karena itu, menjaga kebersihan perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika hendak beribadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri. Ayat ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga kesucian sekaligus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan pola hidup bersih dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mandi secara teratur, mencuci tangan, mengenakan pakaian bersih, menjaga rumah tetap rapi, dan membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan tersebut membantu memelihara kesehatan sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Memahami Makna Kebersihan dalam Islam Hidup bersih dalam Islam mencakup kebersihan fisik dan kesucian yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah. Kebersihan fisik dapat diwujudkan melalui perawatan tubuh, pakaian, makanan, dan lingkungan. Sementara itu, taharah berkaitan dengan tata cara bersuci yang telah ditetapkan dalam syariat. Seorang Muslim perlu memahami tata cara wudu, mandi wajib, dan tayamum dalam keadaan tertentu agar dapat melaksanakan ibadah sesuai ketentuan. Pakaian dan tempat yang digunakan untuk salat juga perlu diperhatikan kesuciannya dari najis. Namun, kebersihan tidak terbatas pada urusan pribadi. Menjaga rumah, masjid, musala, tempat kerja, sekolah, dan fasilitas umum juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial. Lingkungan yang terawat dapat menciptakan kenyamanan bagi banyak orang, sedangkan kebiasaan mengotori ruang bersama dapat mengganggu orang lain. Kebersihan juga berkaitan dengan akhlak. Membersihkan tempat setelah digunakan, merapikan barang, serta tidak membuang sampah sembarangan merupakan contoh sikap bertanggung jawab dan menghargai hak orang lain. Contoh Hidup Bersih Kebiasaan hidup bersih dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa contoh yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menjaga kebersihan tubuh Mandi secara teratur, mencuci tangan dengan sabun, menyikat gigi, dan merawat kuku merupakan kebiasaan dasar untuk menjaga kebersihan diri. Selain membuat tubuh lebih nyaman, kebiasaan tersebut membantu mengurangi risiko penyebaran kuman penyebab penyakit. 2. Mengenakan pakaian yang bersih Pakaian perlu dicuci ketika kotor dan dijaga kesuciannya apabila akan digunakan untuk salat. Berpakaian bersih dan rapi juga menunjukkan kepedulian terhadap diri sendiri serta kenyamanan orang lain. 3. Merawat kebersihan rumah dan tempat ibadah Menyapu lantai, merapikan kamar, membersihkan kamar mandi, serta membuang sampah pada tempatnya dapat membuat rumah lebih nyaman. Masjid dan musala juga perlu dijaga kebersihannya agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. 4. Menjaga kebersihan lingkungan Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan tidak mencemari sungai merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan bersama. Islam mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di bumi, sebagaimana pesan dalam QS. Al-A'raf ayat 56. 5. Memperhatikan kebersihan makanan dan minuman Mencuci tangan sebelum makan, membersihkan bahan makanan, menggunakan peralatan makan yang layak, dan menyimpan makanan dengan baik merupakan bagian dari pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan juga mencerminkan sikap bertanggung jawab dalam memanfaatkan nikmat Allah SWT. Manfaat Hidup Bersih bagi Kesehatan Salah satu manfaat utama menjaga kebersihan adalah membantu memelihara kesehatan tubuh. Mencuci tangan dengan sabun, merawat gigi, membersihkan lingkungan, dan menjaga kebersihan makanan dapat mengurangi paparan terhadap kuman penyebab penyakit. Meski tidak menjamin seseorang terhindar dari semua penyakit, kebiasaan tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. Lingkungan yang bersih juga membantu mengurangi risiko munculnya masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk, genangan air, dan saluran air yang tersumbat dapat menjadi tempat berkembang biaknya serangga pembawa penyakit. Karena itu, membersihkan halaman dan mengelola sampah dengan baik menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, tubuh yang terawat dan pakaian yang bersih dapat meningkatkan kenyamanan saat belajar, bekerja, beribadah, maupun berinteraksi dengan orang lain. Rumah yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan terawat secara rutin juga mendukung kenyamanan keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan turut melatih kedisiplinan. Ketika seseorang terbiasa merawat tubuh, merapikan barang, dan membersihkan lingkungan secara teratur, ia belajar untuk bertanggung jawab terhadap rutinitas serta kondisi di sekitarnya. Kebersihan Mendukung Pelaksanaan Ibadah Dalam Islam, bersuci merupakan bagian penting dari persiapan ibadah. Sebelum melaksanakan salat, seorang Muslim perlu bersuci dari hadas melalui wudu atau mandi wajib apabila diperlukan. Kesucian pakaian dan tempat salat juga perlu diperhatikan sesuai ketentuan syariat. Wudu tidak hanya menjadi bagian dari tata cara ibadah, tetapi juga mengingatkan umat Islam untuk memperhatikan kebersihan anggota tubuh. Kebiasaan merawat kebersihan diri sebaiknya tetap dijaga dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya ketika akan salat. Kondisi tubuh yang nyaman dan tempat ibadah yang bersih dapat membantu seseorang memusatkan perhatian saat beribadah. Meski demikian, kekhusyukan juga dipengaruhi oleh niat, pemahaman, dan ketenangan hati. Islam juga mengajarkan pentingnya memperbaiki hati dan akhlak. Menjaga diri dari kesombongan, iri hati, kebencian, dan perilaku yang merugikan orang lain merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri. Kebersihan fisik dan pembinaan akhlak memang berbeda, tetapi keduanya sama-sama penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menjaga Kebersihan Bentuk Kepedulian Sosial Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kepentingan bersama. Ketika setiap orang menjaga kebersihan rumah, jalan, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum, masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman dan sehat. Tindakan sederhana seperti membersihkan sisa makanan setelah kegiatan bersama, tidak meludah sembarangan, dan tidak membuang limbah ke saluran air menunjukkan penghormatan terhadap orang lain. Sebaliknya, kebiasaan mengotori lingkungan dapat membuat orang lain menanggung dampak dari kelalaian kita. Kebiasaan hidup bersih juga penting ditanamkan sejak dini. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan, merapikan mainan, menjaga kebersihan kamar, dan membuang sampah pada tempatnya. Memberikan contoh secara langsung dapat membantu anak memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab sehari-hari. Di sekolah dan tempat kerja, menjaga kebersihan ruang bersama dapat mendukung kenyamanan dalam belajar dan beraktivitas. Setiap orang dapat berkontribusi dengan menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab dan tidak merusak lingkungan. Upaya menjaga kebersihan juga dapat diwujudkan melalui tindakan yang mendukung kelestarian alam, seperti menghemat air, merawat tanaman, mengurangi sampah, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga lingkungan bagi generasi sekarang maupun mendatang. Hidup Bersih Sesuai Ajaran Islam Membangun kebiasaan hidup bersih tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara teratur dapat membantu membentuk pola hidup yang lebih sehat dan tertib. Pertama, susun rutinitas kebersihan diri, seperti mandi, menyikat gigi, dan mencuci tangan sesuai kebutuhan. Kedua, pelajari tata cara bersuci yang benar agar dapat membedakan kebersihan biasa dengan kesucian yang disyaratkan untuk ibadah tertentu. Ketiga, jadwalkan kegiatan membersihkan rumah dan lingkungan. Pekerjaan seperti menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, serta membuang sampah dapat dibagi bersama anggota keluarga agar lebih ringan dan menumbuhkan tanggung jawab bersama. Keempat, berikan contoh yang baik kepada orang lain. Mengingatkan keluarga atau teman tentang kebersihan sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang santun, bukan dengan menghina atau mempermalukan. Dengan demikian, pesan kebaikan dapat disampaikan tanpa mengabaikan akhlak. Terakhir, jaga konsistensi dan niat. Merawat tubuh, menjaga rumah, serta melindungi lingkungan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab seorang Muslim dalam memelihara nikmat Allah SWT. Namun, kebiasaan tersebut tetap perlu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Kebersihan sebagai Kebiasaan Hidup Hidup bersih merupakan kebiasaan yang sejalan dengan ajaran Islam. Menjaga kebersihan diri, pakaian, makanan, rumah, tempat ibadah, dan lingkungan membantu memelihara kesehatan, mendukung pelaksanaan ibadah, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih nyaman. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencuci tangan, menjaga kesucian pakaian untuk salat, membersihkan rumah, dan membuang sampah pada tempatnya. Jika dilakukan secara konsisten, langkah-langkah kecil ini dapat membentuk kedisiplinan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Pada akhirnya, kebersihan tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, umat Islam dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus menjalankan tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah
KEHIDUPAN yang baik dan penuh berkah merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, kebahagiaan dalam Islam tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keberhasilan meraih cita-cita. Kehidupan yang berkah juga tercermin dari hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang harmonis, serta kemampuan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Untuk mewujudkannya, seorang Muslim perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, bekerja dengan jujur, menyayangi keluarga, dan membantu sesama merupakan bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam. Kebiasaan baik tersebut tidak harus dimulai dari perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk kehidupan yang lebih terarah dan bermakna. Berikut 15 tips Islami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menjaga Salat Lima Waktu Salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat. Menjaga salat tepat waktu menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Biasakan menunaikan salat ketika waktunya tiba. Jika memungkinkan, persiapkan diri lebih awal agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk. Selain menjaga pelaksanaannya, usahakan memahami bacaan dan menghayati maknanya. Dengan demikian, salat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga pengingat untuk menjaga perilaku dan menjalankan tanggung jawab dengan baik. 2. Membiasakan Membaca Al-Qur'an Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca, memahami, dan berusaha mengamalkan ajarannya dapat membantu seorang Muslim menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang untuk mulai membaca Al-Qur'an. Sisihkan beberapa menit setiap hari, misalnya setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Bagi yang belum lancar membaca Al-Qur'an, belajarlah secara bertahap dengan bimbingan guru yang kompeten. Sementara itu, mereka yang sudah lancar dapat memperdalam pemahaman melalui terjemahan dan tafsir. Konsistensi menjadi hal penting dalam membangun kebiasaan ini. Mulailah dengan target yang realistis agar membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. 3. Memperbanyak Doa dan Zikir Doa dan zikir membantu seorang Muslim mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan. Ketika menghadapi kesulitan, doa menjadi sarana memohon pertolongan. Saat memperoleh kebahagiaan, zikir dan doa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan membaca zikir pagi dan petang, beristigfar, berdoa setelah salat, serta membaca doa sebelum tidur. Meski demikian, doa dan zikir perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Ketika menghadapi persoalan pekerjaan, misalnya, seorang Muslim tetap perlu mencari solusi, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki cara bekerja sembari memohon pertolongan Allah SWT. 4. Membiasakan Diri Bersyukur Bersyukur membantu seseorang menghargai nikmat yang telah dimiliki. Kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat seseorang lupa terhadap berbagai kebaikan yang telah diterimanya. Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila manusia bersyukur, Dia akan menambah nikmat kepadanya. Syukur tidak hanya diwujudkan dengan mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan nikmat untuk tujuan yang baik. Kesehatan dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan bekerja, harta untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu sesama, dan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Mulailah dengan menghargai hal-hal sederhana, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, makanan, dan tempat tinggal. Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, melainkan menghargai apa yang dimiliki sambil terus memperbaiki keadaan. 5. Mencari Rezeki yang Halal dan Baik Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki melalui cara yang halal. Rezeki yang baik tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendapatan, tetapi juga dengan cara memperolehnya dan bagaimana harta tersebut digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjaga kejujuran, menepati janji, menyelesaikan tanggung jawab, serta menghormati hak orang lain. Hindari penipuan, kecurangan, dan tindakan yang merugikan pihak lain. Bagi yang menjalankan usaha, sampaikan informasi produk atau jasa secara jujur. Sementara itu, dalam mengelola penghasilan, dahulukan kebutuhan pokok, hindari utang konsumtif yang tidak perlu, dan sisihkan sebagian harta untuk sedekah sesuai kemampuan. Rezeki yang berkah tidak selalu berarti kekayaan berlimpah. Keberkahan juga dapat tercermin dari kecukupan, ketenangan dalam menggunakannya, serta manfaat yang dihasilkan bagi keluarga dan masyarakat. 6. Berbakti kepada Orang Tua Berbakti kepada orang tua merupakan ajaran penting dalam Islam. Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 23. Berbakti dapat diwujudkan melalui perkataan yang sopan, kesediaan mendengarkan nasihat yang baik, membantu kebutuhan mereka, serta meluangkan waktu untuk menemani dan memperhatikan keadaan mereka. Bagi yang tinggal berjauhan, menjaga komunikasi melalui telepon atau melakukan kunjungan secara berkala dapat menjadi bentuk perhatian. Jika orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap dapat berbuat baik dengan mendoakan mereka, menjaga hubungan dengan kerabat, dan melakukan kebaikan yang dibenarkan dalam Islam. Namun, berbakti tidak berarti harus memenuhi permintaan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dalam keadaan demikian, seorang Muslim tetap perlu menjaga adab dan memperlakukan orang tua dengan baik. 7. Menjaga Silaturahmi dan Hubungan Baik dengan Sesama Keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan. Hubungan yang baik dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi kesulitan sekaligus sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperlakukan sesama dengan baik. Karena itu, usahakan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi yang tenang dan menghindari perkataan yang menyakiti. Belajarlah meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memaafkan orang lain ketika mereka berusaha memperbaiki diri. Menghormati perbedaan, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari pembicaraan buruk tentang orang lain juga merupakan bagian dari menjaga hubungan sosial. Dengan membangun komunikasi yang sehat, kehidupan bermasyarakat dapat berjalan lebih harmonis dan dipenuhi sikap saling menghormati. 8. Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Melalui sedekah, seorang Muslim belajar untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu tetangga, menyumbangkan pakaian yang layak, atau membagikan ilmu yang bermanfaat juga dapat menjadi bentuk kebaikan. Sesuaikan sedekah dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga. Jangan memaksakan diri hingga mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungan. Membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama dapat melatih kepedulian dan mengurangi sikap berlebihan dalam mencintai harta. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam juga dapat berkontribusi dalam membantu mustahik serta masyarakat yang membutuhkan. 9. Menjaga Lisan dan Akhlak Akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang lain. Biasakan berbicara jujur, menghindari perkataan kasar, tidak menghina, dan tidak menyebarkan fitnah. Sebelum berbicara, pertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik. Menjaga lisan juga berlaku ketika menggunakan media sosial. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menulis komentar yang merendahkan orang lain, atau terlibat dalam pertengkaran yang tidak membawa manfaat. Jika melakukan kesalahan, akui dan perbaiki. Meminta maaf merupakan bagian dari tanggung jawab atas perilaku sendiri sekaligus langkah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. 10. Menuntut Ilmu dan Terus Memperbaiki Diri Menuntut ilmu membantu seorang Muslim memahami ajaran agama sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Luangkan waktu untuk mempelajari Al-Qur'an, hadis, fikih dasar, dan akhlak. Selain ilmu agama, tingkatkan pula keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab masing-masing. Pilih sumber belajar yang dapat dipercaya. Dalam urusan agama, pelajari penjelasan dari ulama dan lembaga keislaman yang kompeten agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru. Selain menambah pengetahuan, biasakan mengevaluasi diri. Periksa kembali apakah ibadah telah terjaga, pekerjaan dilakukan dengan jujur, dan hubungan dengan keluarga dipelihara dengan baik. Perbaikan diri merupakan proses berkelanjutan. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan perubahan. 11. Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Amanah Tubuh merupakan amanah yang perlu dijaga. Kondisi fisik dan mental yang baik membantu seseorang menjalankan ibadah, bekerja, belajar, serta memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga. Terapkan kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menjaga waktu tidur. Hindari kebiasaan yang merusak kesehatan dan jangan mengabaikan keluhan yang membutuhkan pertolongan profesional. Menjaga kesehatan juga berarti memahami batas kemampuan diri. Istirahat yang cukup bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kemampuan untuk menjalani aktivitas dengan baik. Dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim dapat berusaha menjalankan berbagai amanah kehidupan secara lebih optimal. 12. Mengelola Waktu dengan Bijaksana Waktu merupakan nikmat yang tidak dapat diulang. Karena itu, gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, baik dalam urusan ibadah, pekerjaan, keluarga, maupun pengembangan diri. Buatlah jadwal harian sederhana yang memprioritaskan kewajiban utama. Sisihkan waktu untuk salat, bekerja, belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga. Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk aktivitas digital yang tidak memberikan manfaat berarti. Namun, mengelola waktu bukan berarti harus selalu sibuk. Istirahat, berolahraga, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga juga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup. 13. Bersabar dan Bertawakal kepada Allah SWT Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Seseorang dapat menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kegagalan dalam pekerjaan, atau ujian kesehatan. Dalam keadaan tersebut, Islam mengajarkan pentingnya kesabaran dan tawakal. Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha, sedangkan tawakal bukan berarti menunggu pertolongan tanpa melakukan apa pun. Seorang Muslim perlu berusaha mencari jalan keluar, berdoa kepada Allah SWT, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Ketika mengalami kegagalan, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Jika menghadapi persoalan yang berat, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional yang sesuai. Setiap orang memiliki ujian dan proses kehidupan yang berbeda. Karena itu, hindari mengukur keberhasilan diri hanya dengan membandingkan kehidupan dengan orang lain. 14. Membiasakan Istigfar dan Bertobat Setiap manusia dapat melakukan kesalahan. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan senantiasa berusaha memperbaiki diri. Membaca istigfar merupakan salah satu cara memohon ampun kepada Allah. Namun, istigfar hendaknya disertai kesungguhan untuk meninggalkan dosa dan memperbaiki perilaku. Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, upayakan mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sesuai keadaan. Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Sebaliknya, gunakan pengalaman tersebut sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dengan membiasakan istigfar dan bertobat, seorang Muslim belajar bersikap rendah hati serta menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan ampunan dan bimbingan Allah SWT. 15. Membiasakan Doa agar Hidup Penuh Berkah Selain melakukan berbagai ikhtiar, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kehidupan yang baik dan penuh keberkahan. Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat dibaca sehari-hari. “Ya Allah, berkahilah kehidupanku, keluargaku, pekerjaanku, dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku. Bimbinglah aku agar senantiasa berada di jalan yang benar. Jadikanlah aku hamba yang rajin beribadah, pandai bersyukur, sabar menghadapi ujian, dan ikhlas dalam melakukan kebaikan. Jauhkanlah aku dan keluargaku dari keburukan, serta berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Amin.” Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan langsung dari Al-Qur'an atau hadis. Seorang Muslim dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahami dengan tetap memperhatikan tuntunan syariat. Biasakan berdoa bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga ketika keadaan sedang baik. Dengan demikian, doa menjadi bagian dari kebiasaan untuk memohon petunjuk sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT. Contoh Rutinitas Islami dalam Kehidupan Sehari-hari Agar berbagai kebiasaan baik di atas lebih mudah diterapkan, mulailah dengan rutinitas sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Pagi hari: Bangun dan menunaikan salat Subuh. Membaca Al-Qur'an atau zikir pagi. Berdoa sebelum memulai aktivitas. Menentukan prioritas pekerjaan dan tanggung jawab hari itu. Siang hingga sore: Menjaga salat lima waktu. Bekerja atau belajar dengan jujur dan sungguh-sungguh. Menjaga perkataan dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain. Menyempatkan diri membantu keluarga atau orang yang membutuhkan. Malam hari: Menunaikan salat Isya. Meluangkan waktu bersama keluarga. Mengevaluasi perilaku dan aktivitas sepanjang hari. Membaca doa sebelum tidur serta memohon ampun kepada Allah SWT. Rutinitas tersebut bukan aturan wajib yang harus diikuti dengan susunan persis seperti di atas. Jadikanlah sebagai panduan yang dapat disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing. Menjalani Hidup dengan Iman, Ikhtiar, dan Rasa Syukur Kehidupan yang penuh berkah tidak selalu ditandai dengan kelimpahan materi atau terbebas dari berbagai ujian. Keberkahan juga dapat hadir melalui hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang saling mendukung, serta kesempatan untuk terus berbuat baik. Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, bersyukur, mencari rezeki yang halal, berbakti kepada orang tua, dan membantu sesama merupakan beberapa kebiasaan yang dapat memperkuat kualitas kehidupan seorang Muslim. Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan, kemudian pertahankan secara konsisten dan tingkatkan secara bertahap. Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjalani kehidupan dengan iman yang kuat, akhlak yang mulia, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
13/10/2026 | MBL-01

BAZNAS TV