
Berita Terkini
Manasik Zakat, Pendidikan Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Peduli dan Mandiri
JAKARTA -- BAZNAS RI mendorong pengembangan program Manasik Zakat sebagai sarana pendidikan zakat sejak dini yang tidak hanya mengenalkan kewajiban berzakat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, kepemimpinan, dan kemandirian kepada anak.
Gagasan tersebut menjadi salah satu resolusi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026. Pelaksanaannya diharapkan dikembangkan oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia, dengan melibatkan sekolah serta komunitas pendidikan sebagai mitra pembelajaran.
Dalam gagasan yang disampaikan Deputi I BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, Manasik Zakat dirancang untuk mengenalkan tiga peran utama dalam ekosistem zakat, yaitu muzaki, amil, dan mustahik. Ketiganya menjadi pintu masuk untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta kemampuan menghadapi persoalan.
Mengenalkan Peran Muzaki, Amil, dan Mustahik
Melalui pemahaman tentang muzaki, anak diajak mengenal ketentuan dasar zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, nisab, haul, hingga golongan yang berhak menerima zakat. Pengetahuan tersebut menjadi dasar agar anak memahami bahwa zakat memiliki aturan yang harus dipenuhi.
Lebih dari itu, anak juga belajar bahwa keberhasilan perlu disertai tanggung jawab sosial. Kepedulian diwujudkan dengan berbagi secara ikhlas dan tetap menghormati martabat penerima manfaat.
Sementara itu, peran amil dikenalkan sebagai bentuk kepemimpinan dalam mengelola amanah dan menggerakkan sumber daya untuk menyelesaikan masalah. Anak dapat belajar mengenali kebutuhan, menganalisis persoalan, membangun kerja sama, serta menentukan langkah yang tepat.
Adapun pemahaman tentang mustahik diarahkan untuk menumbuhkan sikap tangguh dan mandiri. Anak diajak mengenali kemampuan diri, memetakan sumber daya di sekitarnya, serta memahami cara memanfaatkan dukungan yang tersedia untuk menghadapi kesulitan.
Pembelajaran melalui Simulasi dan Praktik
Manasik Zakat dapat diterapkan melalui simulasi kasus yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, peserta diajak menganalisis situasi sebuah keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan.
Dalam simulasi tersebut, anak belajar mengenali masalah, menentukan kebutuhan, mengidentifikasi sumber daya, dan menyusun langkah penyelesaian. Mereka juga berlatih bermusyawarah untuk memahami bahwa persoalan dapat diatasi melalui kerja sama keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, dan dukungan zakat apabila sesuai ketentuan.
Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan sekadar mengenalkan istilah atau teori. Anak juga dapat memahami pentingnya menjaga amanah, menjelaskan alasan di balik keputusan, dan mengevaluasi hasil dari langkah yang dilakukan.
Mengembangkan Program Bersama
Mohamad Arifin menekankan bahwa pengembangan Manasik Zakat perlu dipimpin oleh BAZNAS dan LAZ, bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. BAZNAS RI dapat menyusun kerangka literasi bersama, sedangkan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ mengembangkan pelaksanaannya sesuai karakteristik anak serta kondisi daerah.
Pengembangan program juga perlu melibatkan ahli fikih, pendidik, ahli perkembangan anak, amil, dan praktisi pemberdayaan. Materi, simulasi, fasilitator, serta metode evaluasi perlu dirancang dan diuji agar sesuai dengan ketentuan syariah sekaligus efektif dalam membentuk kepedulian, kepemimpinan, dan kemandirian.
Evaluasi program tidak cukup hanya melihat jumlah dana yang terkumpul atau besarnya partisipasi. BAZNAS dan LAZ juga perlu menilai pemahaman anak tentang zakat, kemampuan menganalisis masalah, serta kecakapan dalam mengenali dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.
Melalui Manasik Zakat, pendidikan zakat diharapkan berkembang menjadi pembelajaran yang lebih menyeluruh. Anak tidak hanya memahami peran muzaki, amil, dan mustahik, tetapi juga belajar menerapkan nilai kepedulian, mengelola amanah, bekerja sama, dan mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di sekitarnya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Selamat, 20 Pesantren di Lampung Terpilih dalam Program Pesantren Nyaman Belajar BAZNAS 2026
LAMPUNG -- Sebanyak 20 pondok pesantren di Provinsi Lampung terpilih sebagai penerima Program Pesantren Nyaman Belajar BAZNAS RI Tahun 2026. Penetapan ini merupakan bagian dari program nasional yang menjangkau 700 pesantren di seluruh Indonesia untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para santri.
Pengumuman tersebut diterbitkan pada 23 Oktober 2026 melalui surat nomor B/5054/DPVO-DPMD/KETUA/KD.02.18/X/2026, bertepatan dengan semangat peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Berdasarkan daftar resmi penerima program, 20 pesantren dari Provinsi Lampung yang terpilih berasal dari Kota Bandar Lampung serta Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Pesisir Barat, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.
Pesantren yang terpilih yaitu:
Baitussalam — Kota Bandar Lampung, Kecamatan Kemiling.
Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin Cintamulya — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Candipuro.
Pondok Pesantren Rahmatul Ummah As-Salafiyyah An-Nahdhiyyah — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Jati Agung.
Miftahul Huda 2004 — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Palas.
Miftahul Huda 562 — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Sragi.
Pesantren Tahfizdul Qur’an Al-Muklis — Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Kalirejo.
Tahfizdul Qur’an Sirojul Munir — Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Kalirejo.
Nasyrul ‘Ulum — Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Trimurjo.
Hidayatul Mubtadiien Beteng Sari — Kabupaten Lampung Timur, Kecamatan Jabung.
Hidayatul Qur’an — Kabupaten Lampung Timur, Kecamatan Mataram Baru.
Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri — Kabupaten Lampung Timur, Kecamatan Mataram Baru.
Assaimiyah — Kabupaten Lampung Timur, Kecamatan Purbolinggo.
Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Amin — Kabupaten Lampung Utara, Kecamatan Abung Surakarta.
Pondok Pesantren Al-Falah Krui — Kabupaten Pesisir Barat, Kecamatan Pesisir Tengah.
Raudlatul Huda — Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Pagelaran Utara.
Darul Ishlah — Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Banjar Margo.
Miftahur Rasyidin — Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Banjar Margo.
Darussadiyah — Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Penawar Tama.
Salafiyah Barokhatul Qodiri Gunung Agung — Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kecamatan Gunung Agung.
Miftahul Ikhlas — Kabupaten Way Kanan, Kecamatan Blambangan Umpu.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. H. Iskandar Zulkarnain, MH mengapresiasi program bergengsi ini, dan mengucapkan selamat kepada pesantren di Lampung yang telah ditetapkan sebagai penerima Program Pesantren Nyaman Belajar BAZNAS 2026. "Terpilihnya 20 pesantren ini diharapkan menjadi dukungan bagi peningkatan kualitas lingkungan pendidikan serta kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu," kata Iskandar, Rabu (28/10/2026).
Berkaitan itu, pesantren penerima program akan dihubungi melalui nomor WhatsApp dan alamat email yang digunakan saat pendaftaran untuk memperoleh informasi serta tautan daftar ulang. Pesantren diminta memastikan nomor dan alamat email tersebut tetap aktif agar tidak melewatkan informasi lanjutan.
Surat keputusan penerima program dapat diakses melalui tautan resmi SK Pesantren Nyaman Belajar BAZNAS 2026.
Melalui Program Pesantren Nyaman Belajar, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi pendidikan dan dakwah Islam. Dukungan ini diharapkan dapat membantu pesantren menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman sehingga para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Zakat Hadir, Santri Nyaman Belajar.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01
Selamat, Santri di Empat Pesantren di Lampung Terpilih sebagai Penerima Beasiswa Santri BAZNAS 2026
LAMPUNG -- Sebanyak empat pondok pesantren di Provinsi Lampung terpilih sebagai penerima Program Beasiswa Santri BAZNAS RI Tahun 2026. Keempat pesantren tersebut menjadi bagian dari 143 pesantren terpilih yang mengantarkan total 2.500 santri sebagai penerima manfaat program tahun ini.
Penetapan penerima program diumumkan pada 23 Oktober 2026. Program ini menjadi upaya BAZNAS dalam mendukung santri berprestasi untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Empat pesantren di Lampung yang terpilih yaitu:
Pesantren Al-Iman Linahdhatil Ulama — Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Banjar Agung.
Pesantren El Syihab — Kota Bandar Lampung, Kecamatan Sukabumi.
Pesantren Al Hidayat — Kabupaten Mesuji, Kecamatan Rawa Jitu Utara.
Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Natar.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. H. Iskandar Zulkarnain, MH mengapresiasi program bergengsi ini, dan mengucapkan selamat kepada santri di empat pondok pesantren di Lampung yang telah ditetapkan sebagai penerima Program Beasiswa Santri BAZNAS RI Tahun 2026. "Terpilihnya pesantren tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi para santri untuk mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi dan meraih cita-cita," kata Iskandar, Rabu (28/10/2026).
Berkaitan itu, pesantren penerima program akan dihubungi melalui nomor WhatsApp dan alamat email yang digunakan saat pendaftaran untuk memperoleh informasi mengenai proses daftar ulang. Pesantren diminta memastikan kontak tersebut tetap aktif agar tidak melewatkan informasi lanjutan.
Surat keputusan penerima program dapat diakses melalui tautan resmi SK Beasiswa Santri BAZNAS 2026.
Melalui Program Beasiswa Santri, BAZNAS berharap semakin banyak santri berprestasi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Santri Berprestasi, Masa Depan Gemilang. Bersama Zakat, Wujudkan Pendidikan yang Lebih Baik.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01
Berita Pendistribusian

BAZNAS Pringsewu Salurkan Uang Saku bagi Kafilah MTQ Program Pringsewu Religi
PRINGSEWU -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan uang saku bagi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang mewakili Kabupaten Pringsewu melalui program Pringsewu Religi. Bantuan yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini menjadi bentuk dukungan untuk memotivasi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang MTQ.
Penyaluran bantuan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas. Kegiatan berlangsung di Ruang Kantor Bupati Pringsewu dan dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pringsewu, pejabat pemerintah daerah, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), pendamping, serta anggota kafilah.
Dukung Generasi Qurani
Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa penyaluran bantuan melalui program Pringsewu Religi merupakan bentuk pengelolaan amanah para muzaki agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan kepada kafilah MTQ diharapkan dapat membantu peserta mempersiapkan diri sekaligus mendorong lahirnya generasi Qurani yang berprestasi.
“Dana ZIS yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS kami optimalkan penggunaannya untuk kemaslahatan umat, salah satunya memfasilitasi dan memotivasi para kafilah MTQ kita. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu demi melahirkan generasi Qurani yang tangguh dan berprestasi,” ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Pringsewu.
Program Pringsewu Religi menjadi salah satu bentuk sinergi BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam mendukung kegiatan keagamaan. Melalui penyaluran ZIS, BAZNAS berupaya menghadirkan dukungan yang dapat menunjang kebutuhan peserta sekaligus memperkuat syiar Islam di daerah.
Apresiasi bagi Kafilah MTQ
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Pringsewu atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program keagamaan dan sosial. Ia menilai kafilah MTQ merupakan duta daerah yang membawa misi syiar Islam sehingga perlu mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun materiil.
Bantuan uang saku tersebut diharapkan dapat menambah semangat peserta selama mengikuti pemusatan latihan hingga pelaksanaan lomba. Dengan dukungan tersebut, para kafilah diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan kemampuan dan mental untuk tampil maksimal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Pringsewu atas sinergi luar biasa melalui program Pringsewu Religi ini. Kepada anak-anakku para kafilah, manfaatkan dukungan ini dengan sebaik-baiknya. Tanamkan niat ikhlas beribadah, harumkan nama Pringsewu, dan jadikan ajang ini sebagai pembuktian kualitas terbaik kalian,” pesan Bupati H. Riyanto Pamungkas.
Perkuat Dukungan untuk Syiar Islam
Penyaluran bantuan melalui program Pringsewu Religi disambut antusias oleh peserta, orang tua, dan pelatih kafilah MTQ. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan peserta selama persiapan sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada latihan dan peningkatan kemampuan.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Pringsewu terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat, termasuk pengembangan pendidikan dan kegiatan keagamaan. Sinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat dana yang dipercayakan masyarakat.
Dengan dukungan BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Pringsewu, serta masyarakat, kafilah MTQ Kabupaten Pringsewu diharapkan dapat mengikuti kompetisi dengan persiapan yang baik dan meraih hasil terbaik. Program Pringsewu Religi sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat syiar Islam dan mendukung lahirnya generasi Qurani yang tangguh serta berprestasi.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
27/10/2026 | MBL-01

BAZNAS Lampung Bagikan 1.000 Nasi Kotak di Penutupan Maulid Arbain
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mendukung Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Lampung membagikan 1.000 nasi kotak dan 50 dus air mineral kepada jamaah. Proses pembagian turut dibantu sejumlah relawan sehingga konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H. turut berhikmat dalam acara yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, unsur Korem 043/Gatam, para habaib dan ulama, serta ribuan jamaah.
Perayaan Maulid Nabi tersebut sekaligus menjadi malam penutup rangkaian Maulid Arbain Lampung 2026 yang telah berlangsung selama 40 malam berturut-turut di berbagai wilayah di Provinsi Lampung. Tahun ini, rangkaian tersebut mengangkat tema “Lampung Bersinar” atau Bersih Narkoba, dengan pesan agar masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi narkoba dan berbagai perilaku negatif.
Gubernur Soroti Pembangunan SDM
Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyinggung pentingnya pembangunan manusia sebagai bagian dari upaya membangun Lampung. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus diikuti dengan pembentukan generasi yang memiliki iman, akhlak, dan amal saleh.
“Saya selalu meyakini membangun Lampung yang paling penting adalah membangun manusianya, Indonesia Emas hanya bisa didapat kalau generasinya menjadi generasi emas. Dan generasi emas tidak akan bisa didapatkan apabila generasinya jauh dengan iman, jauh dengan akhlak, jauh dengan amal shaleh.”
Gubernur juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong program peningkatan sumber daya manusia. “Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong program-program peningkatan sumber daya manusia yaitu salah satunya satu desa satu sarjana dan juga satu desa satu hafiz Quran untuk setiap tahunnya," kata Gubernur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki landasan iman dan akhlak. Gubernur juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja, bertetangga, dan membangun kehidupan bersama.
Penutup Maulid Arbain
Maulid Arbain Lampung 2026 merupakan rangkaian pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar selama 40 malam berturut-turut. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan selawat, Maulid Simthudduror, ratib, zikir, serta tausiah dari para habaib, kiai, dan asatiz.
Pada malam penutupan, tausiah disampaikan oleh KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Al Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, dan Al Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.
Ketua Umum Majelis Maulid Arbain Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi Al Muhdhor mengajak jamaah menjadikan rasa syukur dan keikhlasan sebagai bekal dalam melanjutkan pengabdian dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 pun menjadi pertemuan antara ulama, pemerintah daerah, BAZNAS, relawan, dan masyarakat dalam satu momentum keagamaan. Rangkaian 40 malam berselawat tersebut ditutup dengan pesan tentang pentingnya memperkuat iman, akhlak, kepedulian sosial, serta membangun generasi Lampung yang lebih baik.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/09/2026 | MBL-01

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung.
Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01
Artikel Terbaru
Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial dan Mendorong Kesejahteraan Umat
ZAKAT bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan membangun kemandirian. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat mendukung berbagai bidang, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dalam Islam, zakat merupakan hak golongan yang telah ditetapkan syariat. Prinsip ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya bergantung pada bantuan sukarela, tetapi juga diwujudkan melalui kewajiban yang memiliki aturan dan sasaran yang jelas.
Zakat dan Kepedulian terhadap Sesama
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab terhadap manusia. Secara bahasa, zakat memiliki makna tumbuh, bersih, dan berkah. Selain menyucikan harta dan jiwa pemberinya, zakat juga memperkuat hubungan sosial antara muzaki dan mustahik.
Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 19 bahwa dalam harta orang-orang yang bertakwa terdapat hak bagi orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta. Sementara itu, QS. At-Taubah ayat 103 menjelaskan bahwa zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan pemberinya.
Adapun QS. At-Taubah ayat 60 menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Ketentuan ini menjadi dasar agar penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan benar-benar menjangkau pihak yang berhak.
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa zakat yang diwajibkan kepada orang kaya dikembalikan kepada orang-orang fakir di antara mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim. Ajaran tersebut memperlihatkan bahwa zakat memiliki peran dalam memenuhi hak masyarakat yang membutuhkan.
Manfaat Zakat bagi Kesejahteraan Masyarakat
Zakat dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui program produktif, dukungan zakat dapat diarahkan pada pendidikan, modal usaha, pelatihan, dan pendampingan agar penerima manfaat memiliki kesempatan membangun kemandirian ekonomi.
Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan sekaligus sarana menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial. Sementara bagi masyarakat secara luas, pengelolaan zakat yang tepat dapat membantu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas.
Karena itu, manfaat zakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diterima saat ini, tetapi juga dari peluang yang terbuka bagi mustahik untuk memperbaiki kondisi kehidupannya dalam jangka panjang.
Potensi Zakat Nasional dan Tantangan Pengelolaannya
BAZNAS memperkirakan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, sementara realisasi penghimpunannya disebut baru sekitar 10 persen dari potensi tersebut. Pada 2026, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat nasional sebesar Rp60 triliun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, peningkatan penghimpunan perlu diiringi dengan perluasan akses pembayaran, edukasi kepada masyarakat, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan muzaki tetap terjaga.
Digitalisasi layanan juga dapat memudahkan masyarakat menunaikan zakat. Meski demikian, kemudahan pembayaran harus tetap disertai ketepatan perhitungan dan penyaluran sesuai ketentuan syariat.
Zakat Hadir melalui Program Sosial dan Pemberdayaan
Kepedulian melalui pengelolaan dana sosial keagamaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dalam penanggulangan bencana, BAZNAS menjalankan respons kemanusiaan, termasuk penyediaan bantuan bagi masyarakat terdampak. Di bidang pendidikan, Beasiswa Cendekia BAZNAS mendukung mahasiswa dari keluarga kurang mampu di berbagai kampus mitra. Sementara di bidang ekonomi, program pemberdayaan UMKM memberikan dukungan berupa modal usaha, peralatan, pelatihan, dan pendampingan bagi mustahik.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa bantuan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang beragam. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua bantuan kemanusiaan bersumber dari zakat. Sebagian program dapat didukung infak dan sedekah, sedangkan dana zakat tetap harus disalurkan kepada golongan yang berhak sesuai ketentuan syariat.
Menunaikan Zakat dengan Tepat dan Amanah
Agar manfaat zakat semakin optimal, masyarakat perlu memastikan kewajibannya dihitung sesuai ketentuan dan ditunaikan tepat waktu. Penyaluran melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi dapat membantu pengelolaan dana berjalan lebih terorganisasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat serta berkonsultasi dengan amil apabila membutuhkan bantuan dalam menghitung kewajiban. Selain itu, zakat dan bantuan sosial perlu diberikan dengan menjaga martabat penerima. QS. Al-Baqarah ayat 264 mengingatkan agar pemberian tidak disertai dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti perasaan penerima.
Pada akhirnya, zakat merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun masyarakat yang saling menopang. Ketika ditunaikan dengan ikhlas dan dikelola secara amanah, zakat dapat membantu memenuhi hak mustahik, memperkuat kepedulian sosial, serta membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih luas.
Tunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerimanya. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi keberkahan bagi muzaki dan membawa manfaat bagi sesama.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Delapan Keutamaan Sedekah, dari Pahala Berlipat hingga Mempererat Persaudaraan
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki manfaat bagi pemberi maupun penerimanya. Tidak harus menunggu memiliki harta berlebih, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik melalui pemberian materi maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Al-Qur’an dan hadis menjelaskan berbagai keutamaan sedekah, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga tumbuhnya kepedulian sosial. Memahami keutamaan tersebut dapat menjadi pengingat untuk membiasakan diri berbagi dengan ikhlas dan konsisten.
Keutamaan Sedekah dalam Islam
1. Pahala dilipatgandakan
Allah SWT mengumpamakan orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, masing-masing berisi seratus biji. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang halal akan dikembangkan pahalanya oleh Allah SWT (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Menjadi sebab penghapusan dosa
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW mengumpamakan sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Meski demikian, sedekah tidak menggantikan kewajiban bertobat, menyesali kesalahan, dan memperbaiki hak orang lain yang telah dilanggar.
3. Mendapat naungan pada hari kiamat
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga perkara di antara manusia diputuskan (HR. Ahmad). Hadis lain juga menyebutkan keutamaan orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Menjadi pelindung dari api neraka
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga diri dari api neraka meskipun hanya dengan bersedekah separuh butir kurma (HR. Bukhari dan Muslim). Pesan ini mengajarkan bahwa sedekah tidak harus bernilai besar. Pemberian kecil yang dilakukan dengan tulus tetap memiliki nilai kebaikan.
5. Mendatangkan keberkahan rezeki
Dalam QS. Saba ayat 39, Allah SWT menjelaskan bahwa apa pun yang diinfakkan akan mendapat ganti dari-Nya. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sedekah tidak mengurangi harta (HR. Muslim). Keberkahan tersebut tidak selalu berupa bertambahnya nominal kekayaan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai kecukupan, ketenangan, dan manfaat dari harta yang dimiliki.
6. Membersihkan jiwa dari sifat kikir
Sedekah melatih seseorang agar tidak berlebihan mencintai harta dan lebih peka terhadap kebutuhan sesama. QS. Al-Hasyr ayat 9 menjelaskan keutamaan orang yang dijaga dari kekikiran dirinya. Dengan membiasakan berbagi, seseorang juga belajar bersyukur dan menggunakan rezekinya untuk kebaikan.
7. Mengalirkan pahala melalui sedekah jariyah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya sedekah jariyah (HR. Muslim). Contohnya dapat berupa wakaf Al-Qur’an, pembangunan fasilitas ibadah, penyediaan sumber air, atau dukungan pendidikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
8. Mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial
Sedekah menjadi salah satu cara nyata untuk membantu sesama dan memperkuat solidaritas masyarakat. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah bersaudara. Rasulullah SAW juga mengumpamakan kaum beriman seperti satu tubuh yang saling merasakan ketika salah satu bagiannya mengalami kesulitan (HR. Bukhari dan Muslim).
Adab Sedekah yang Perlu Dijaga
Agar sedekah bernilai ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Meluruskan niat karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian.
Menjaga perasaan penerima dengan tidak menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti hati mereka, sebagaimana diperingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 264.
Menggunakan harta yang halal, karena Allah SWT menerima yang baik.
Mendahulukan kewajiban, seperti zakat, nafkah keluarga, dan pelunasan utang yang harus dibayar.
Berbagi sesuai kemampuan dan membiasakannya secara konsisten, meskipun jumlahnya sedikit.
Masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi agar pengelolaannya lebih terorganisasi dan penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan.
Delapan keutamaan tersebut mengingatkan bahwa sedekah bukan hanya tentang jumlah yang diberikan, tetapi juga keikhlasan dan manfaat yang dihadirkan. Dengan membiasakan sedekah sesuai kemampuan, setiap Muslim dapat mengambil bagian dalam membantu sesama sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Tepat Waktu, Bantu Pastikan Hak Mustahik Terpenuhi
ZAKAT bukan hanya kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga amanah untuk memenuhi hak masyarakat yang membutuhkan. Di balik harta yang telah memenuhi syarat zakat, terdapat hak fakir, miskin, dan golongan lain yang berhak menerimanya. Karena itu, menunaikan zakat tepat waktu menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang Muslim sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kewajiban Harus Ditunaikan
Zakat adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu yang telah memenuhi syarat untuk disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim dan kerap disebut berdampingan dengan perintah salat dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 43: “Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”
Ayat tersebut menegaskan kewajiban menunaikan zakat bagi umat Islam yang memenuhi ketentuannya. Ketika harta telah mencapai nisab dan memenuhi ketentuan haul untuk jenis zakat yang mensyaratkannya, kewajiban zakat perlu segera ditunaikan sesuai aturan yang berlaku.
Berbeda dengan sedekah sunah yang bersifat sukarela, zakat memiliki ketentuan mengenai nisab, kadar, waktu pembayaran, dan penerima. Oleh karena itu, muzaki perlu memahami kapan kewajiban zakatnya telah jatuh tempo agar tidak menunda tanpa alasan yang dibenarkan.
Di Indonesia, pengelolaan zakat juga diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti BAZNAS membantu penghimpunan dan pendistribusian dana zakat dilakukan secara terorganisasi serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dalil tentang Menyegerakan Pembayaran Zakat
Al-Qur’an memberikan sejumlah petunjuk mengenai kewajiban menunaikan hak orang lain dan menyegerakan kebaikan. Dalam QS. Al-An’am ayat 141, Allah SWT memerintahkan agar hak dari hasil panen ditunaikan pada hari memetiknya. Sementara itu, QS. Al-Ma’arij ayat 24–25 menjelaskan adanya hak tertentu dalam harta orang-orang yang beriman bagi mereka yang meminta maupun yang tidak meminta.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar pilihan, tetapi memiliki landasan dalam ajaran Islam. Ketika kewajiban zakat telah terpenuhi syaratnya, hak mustahik tidak semestinya ditahan tanpa alasan syar’i.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam menyegerakan penyaluran harta untuk kepentingan orang lain. Dalam riwayat Sahih Bukhari, beliau bergegas mengurus harta sedekah yang masih tersimpan di rumah karena tidak ingin menahannya lebih lama.
Keteladanan tersebut menjadi pengingat bahwa menunaikan kewajiban dan menyalurkan hak orang lain sebaiknya dilakukan tanpa penundaan yang tidak perlu.
Memahami Waktu Pembayaran Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Waktu pembayaran zakat berbeda sesuai dengan jenisnya. Karena itu, muzaki perlu memahami ketentuan masing-masing agar zakat dapat ditunaikan pada waktu yang tepat.
Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan dan memiliki batas waktu yang berkaitan dengan pelaksanaan salat Idulfitri. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat fitrah yang dibayarkan sebelum salat Id merupakan zakat fitrah, sedangkan yang dibayarkan setelahnya dihitung sebagai sedekah biasa (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Zakat fitrah juga dapat dibayarkan lebih awal sesuai pendapat ulama yang diikuti. Dalam riwayat Sahih Bukhari, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma disebut menunaikannya satu atau dua hari sebelum Idulfitri. Perencanaan pembayaran sejak awal membantu memastikan zakat dapat disalurkan kepada mustahik sebelum hari raya.
Sementara itu, zakat mal wajib ditunaikan ketika harta telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk nisab dan haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya. Zakat hasil pertanian memiliki ketentuan berbeda karena berkaitan dengan waktu panen.
Adapun zakat penghasilan dapat ditunaikan secara berkala setiap bulan atau melalui perhitungan tahunan sesuai ketentuan dan metode yang digunakan. Pembayaran secara rutin dapat membantu muzaki mengelola kewajibannya agar tidak menumpuk atau terlupakan.
Penundaan zakat hanya dapat dilakukan dalam kondisi yang dibenarkan menurut syariat, misalnya ketika terdapat alasan tertentu dalam penyaluran. Sebaliknya, menunda tanpa alasan yang dibenarkan tidak sejalan dengan kewajiban menunaikan zakat.
Dampak Keterlambatan bagi Mustahik
Bagi mustahik, waktu penerimaan bantuan dapat berpengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak yang membutuhkan biaya pendidikan, atau pedagang kecil yang memerlukan dukungan usaha tidak selalu dapat menunggu bantuan dalam waktu lama.
Keterlambatan pembayaran zakat fitrah, misalnya, dapat mengurangi kesempatan mustahik untuk memenuhi kebutuhan pada hari raya. Sebaliknya, zakat yang dihimpun dan disalurkan tepat waktu dapat membantu mereka mempersiapkan kebutuhan dengan lebih baik.
Ketepatan waktu juga mendukung perencanaan lembaga pengelola zakat. Dana yang diterima lebih awal memberi ruang bagi amil untuk mendata penerima manfaat, menyusun distribusi, dan memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan. Hal ini penting agar penyaluran tidak dilakukan secara terburu-buru dan tetap memperhatikan ketepatan sasaran.
Dalam situasi darurat, dana yang tersedia juga dapat membantu lembaga merespons kebutuhan kemanusiaan dengan lebih cepat, sesuai ketentuan penggunaan dana dan kriteria penerima yang berlaku.
Bagi muzaki sendiri, menunda pembayaran berisiko membuat kewajiban terlupakan atau dana terpakai untuk kebutuhan lain. Karena itu, disiplin menunaikan zakat membantu menjaga amanah sekaligus memberikan kepastian bahwa hak mustahik dapat segera dipenuhi.
Manfaat Membayar Zakat Tepat Waktu
Menunaikan zakat tepat waktu memberikan manfaat bagi muzaki maupun masyarakat penerima manfaat.
Dari sisi pribadi, zakat menjadi sarana menjalankan ketaatan kepada Allah SWT sekaligus melatih kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Dengan menyisihkan kewajiban zakat sesuai waktunya, muzaki dapat lebih teratur dalam membedakan hak mustahik dari kebutuhan pribadi.
Dari sisi sosial, zakat yang tersalurkan dengan baik membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran yang tepat waktu juga dapat memperkuat solidaritas dan hubungan antarsesama, karena masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan ketika diperlukan.
Sementara dari sisi ekonomi, zakat yang dikelola secara amanah dapat membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan dasar dan, melalui program pendayagunaan yang sesuai, mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian. Dengan demikian, zakat tidak hanya berperan dalam membantu kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan dalam jangka panjang.
Cara Membiasakan Diri Membayar Zakat Tepat Waktu
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar kewajiban zakat lebih mudah ditunaikan secara tertib.
Kenali jenis dan ketentuan zakat. Pahami jenis harta atau penghasilan yang dimiliki, nisab, kadar zakat, serta ketentuan waktu pembayarannya.
Buat jadwal pembayaran. Catat waktu jatuh tempo haul atau jadwalkan pembayaran zakat penghasilan secara berkala.
Sisihkan dana sejak awal. Ketika menerima penghasilan, alokasikan dana zakat agar tidak tercampur dengan anggaran untuk kebutuhan lainnya.
Gunakan kalkulator zakat. Manfaatkan kalkulator zakat dari lembaga resmi untuk membantu perhitungan, kemudian pastikan hasilnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pilih lembaga penyalur yang terpercaya. Gunakan kanal resmi BAZNAS atau lembaga amil zakat yang memenuhi ketentuan, dan simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi.
Kebiasaan tersebut dapat membantu muzaki memenuhi kewajiban dengan lebih teratur sekaligus mendukung pengelolaan dana zakat yang lebih terencana.
Tunaikan Zakat sebagai Bentuk Amanah kepada Sesama
Zakat merupakan kewajiban yang tidak hanya berkaitan dengan hubungan seorang Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga dengan hak orang lain yang terdapat dalam hartanya. Menunaikannya tepat waktu berarti menjaga amanah dan membantu memastikan kebutuhan mustahik dapat dipenuhi tanpa penundaan yang tidak perlu.
Dengan memahami waktu pembayaran, membuat perencanaan, dan menggunakan layanan lembaga resmi, kewajiban zakat dapat ditunaikan secara lebih tertib. Pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran diharapkan dapat memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
Masyarakat Lampung dapat menunaikan zakat melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung di lampung.baznas.go.id/bayarzakat. Semoga zakat yang ditunaikan diterima Allah SWT, menyucikan harta dan jiwa, serta menjadi jalan terpenuhinya hak para mustahik.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01
BAZNAS TV
MARS BAZNAS
Penulis: Yuri











