WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Manasik Zakat, Pendidikan Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Peduli dan Mandiri
Manasik Zakat, Pendidikan Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Peduli dan Mandiri
JAKARTA -- BAZNAS RI mendorong pengembangan program Manasik Zakat sebagai sarana pendidikan zakat sejak dini yang tidak hanya mengenalkan kewajiban berzakat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, kepemimpinan, dan kemandirian kepada anak. Gagasan tersebut menjadi salah satu resolusi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026. Pelaksanaannya diharapkan dikembangkan oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia, dengan melibatkan sekolah serta komunitas pendidikan sebagai mitra pembelajaran. Dalam gagasan yang disampaikan Deputi I BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, Manasik Zakat dirancang untuk mengenalkan tiga peran utama dalam ekosistem zakat, yaitu muzaki, amil, dan mustahik. Ketiganya menjadi pintu masuk untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta kemampuan menghadapi persoalan. Mengenalkan Peran Muzaki, Amil, dan Mustahik Melalui pemahaman tentang muzaki, anak diajak mengenal ketentuan dasar zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, nisab, haul, hingga golongan yang berhak menerima zakat. Pengetahuan tersebut menjadi dasar agar anak memahami bahwa zakat memiliki aturan yang harus dipenuhi. Lebih dari itu, anak juga belajar bahwa keberhasilan perlu disertai tanggung jawab sosial. Kepedulian diwujudkan dengan berbagi secara ikhlas dan tetap menghormati martabat penerima manfaat. Sementara itu, peran amil dikenalkan sebagai bentuk kepemimpinan dalam mengelola amanah dan menggerakkan sumber daya untuk menyelesaikan masalah. Anak dapat belajar mengenali kebutuhan, menganalisis persoalan, membangun kerja sama, serta menentukan langkah yang tepat. Adapun pemahaman tentang mustahik diarahkan untuk menumbuhkan sikap tangguh dan mandiri. Anak diajak mengenali kemampuan diri, memetakan sumber daya di sekitarnya, serta memahami cara memanfaatkan dukungan yang tersedia untuk menghadapi kesulitan. Pembelajaran melalui Simulasi dan Praktik Manasik Zakat dapat diterapkan melalui simulasi kasus yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, peserta diajak menganalisis situasi sebuah keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan. Dalam simulasi tersebut, anak belajar mengenali masalah, menentukan kebutuhan, mengidentifikasi sumber daya, dan menyusun langkah penyelesaian. Mereka juga berlatih bermusyawarah untuk memahami bahwa persoalan dapat diatasi melalui kerja sama keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, dan dukungan zakat apabila sesuai ketentuan. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan sekadar mengenalkan istilah atau teori. Anak juga dapat memahami pentingnya menjaga amanah, menjelaskan alasan di balik keputusan, dan mengevaluasi hasil dari langkah yang dilakukan. Mengembangkan Program Bersama Mohamad Arifin menekankan bahwa pengembangan Manasik Zakat perlu dipimpin oleh BAZNAS dan LAZ, bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. BAZNAS RI dapat menyusun kerangka literasi bersama, sedangkan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ mengembangkan pelaksanaannya sesuai karakteristik anak serta kondisi daerah. Pengembangan program juga perlu melibatkan ahli fikih, pendidik, ahli perkembangan anak, amil, dan praktisi pemberdayaan. Materi, simulasi, fasilitator, serta metode evaluasi perlu dirancang dan diuji agar sesuai dengan ketentuan syariah sekaligus efektif dalam membentuk kepedulian, kepemimpinan, dan kemandirian. Evaluasi program tidak cukup hanya melihat jumlah dana yang terkumpul atau besarnya partisipasi. BAZNAS dan LAZ juga perlu menilai pemahaman anak tentang zakat, kemampuan menganalisis masalah, serta kecakapan dalam mengenali dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab. Melalui Manasik Zakat, pendidikan zakat diharapkan berkembang menjadi pembelajaran yang lebih menyeluruh. Anak tidak hanya memahami peran muzaki, amil, dan mustahik, tetapi juga belajar menerapkan nilai kepedulian, mengelola amanah, bekerja sama, dan mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di sekitarnya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
BAZNAS RI Dorong Revisi UU Zakat, Libatkan MUI hingga LAN RI
BAZNAS RI Dorong Revisi UU Zakat, Libatkan MUI hingga LAN RI
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas penguatan regulasi dan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Kegiatan berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (28/10/2026), dengan melibatkan MUI, Kementerian Agama, KemenPANRB, LAN RI, hingga Tenaga Ahli DPR RI. FGD ini menjadi upaya menjaring masukan komprehensif setelah revisi regulasi pengelolaan zakat resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah DPR RI. Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. mengatakan, peninjauan undang-undang diperlukan untuk menjawab perkembangan kelembagaan, tantangan tata kelola, penguatan peran BAZNAS sebagai regulator dan operator, serta penyesuaian terhadap perkembangan hukum nasional. “Seiring berkembangnya dinamika kelembagaan dan tantangan terkait tata kelola, kebutuhan penguatan peran BAZNAS baik sebagai regulator maupun sebagai operator serta penyesuaian terhadap perkembangan hukum nasional, tentu kita memandang bahwa langkah peninjauan dan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 menjadi sebuah keniscayaan,” jelas Zainut. Ia menegaskan, perubahan regulasi diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, efisiensi penghimpunan, ketepatan penyaluran, serta perlindungan hak muzaki dan mustahik di seluruh Indonesia. Seluruh hasil pembahasan dan masukan dari para pemangku kepentingan ditargetkan segera diolah oleh tim teknis menjadi draf naskah final untuk dikawal dalam proses legislasi di DPR RI. “Ini menunjukkan komitmen kuat kami, komitmen kolektif kami ya, untuk memastikan bahwa proses revisi undang-undang ini membawa maslahat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pengelolaan zakat di tanah air,” ujar Zainut. FGD tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E.; Pimpinan Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A.; Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum.; Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Harto; Direktur Riset, Kajian, dan Pengembangan Muhammad Hasbi Zaenal; serta Kepala Biro Media dan Komunikasi Publik Ndari Rumi Widyawati. Perwakilan lembaga lain yang hadir antara lain Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM Dr. H. Wahiddudin Adams, S.H., M.A.; Penelaah Teknis Kebijakan LAN RI Evy Trisulo, S.H., M.H.; Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah 3 KemenPANRB Ugi Cahyo Setiono, S.Kom.; serta jajaran Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI yang diwakili Suratman, S.H., M.H., Edi Hayat, Anton S., Moh. Hasyim, Wahyu Maulana, Faisal Nasution, Abu Bakar, dan Faizah Zuhdi. Melalui forum ini, BAZNAS RI berupaya menghimpun pandangan lintas lembaga untuk memperkuat landasan hukum pengelolaan zakat. Revisi undang-undang diharapkan dapat mendukung tata kelola yang lebih akuntabel, meningkatkan kualitas penghimpunan dan penyaluran ZIS, serta memperkuat perlindungan bagi muzaki dan mustahik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
BAZNAS dan Kemenag Perkuat Integrasi Data Mustahik melalui SiMBA-DTSEN
BAZNAS dan Kemenag Perkuat Integrasi Data Mustahik melalui SiMBA-DTSEN
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkuat integrasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA) dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sekaligus memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Upaya tersebut dibahas dalam konsinyering integrasi SiMBA-DTSEN di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, serta jajaran BAZNAS RI. Dalam arahannya, Saidah menegaskan bahwa integrasi data menjadi langkah penting untuk mendukung kebijakan pengelolaan zakat dan penyaluran bantuan yang efektif. “Salah satu komitmen BAZNAS adalah mengembangkan akuntabilitas melalui pengelolaan data yang terintegrasi. Sebagaimana komitmen bersama, kita telah memiliki nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengintegrasikan satu data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” jelas Saidah. Untuk memastikan implementasinya berjalan efektif, BAZNAS RI mendorong penyusunan rencana aksi yang mencakup sosialisasi dan konsolidasi dengan BAZNAS daerah, termasuk Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Indonesia. Saidah berharap integrasi DTSEN dapat meningkatkan validitas data mustahik, meminimalkan tumpang tindih dan duplikasi penyaluran bantuan, mengoptimalkan pemanfaatan ZIS-DSKL, serta memperkuat kualitas pelaporan pengelolaan zakat. Sementara itu, Prof. Waryono Abdul Ghafur menekankan bahwa integrasi tersebut tidak hanya menyangkut penyelarasan data, tetapi juga keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program zakat dengan agenda pembangunan nasional. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pengelolaan zakat tidak hanya berlandaskan norma undang-undang dan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga harus Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Amil zakat harus memastikan bahwa orang yang menerima zakat, infak, dan sedekah memang memenuhi kriteria,” ujarnya. Melalui penguatan integrasi, pemadanan, dan penertiban data, Kemenag RI berharap pengelolaan zakat nasional semakin akuntabel dan terkoordinasi. Integrasi SiMBA-DTSEN diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketepatan sasaran penyaluran ZIS-DSKL dan memastikan bantuan diterima oleh mustahik yang memenuhi kriteria.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01

Berita Pendistribusian

RSB Pesawaran Layani Kesehatan Peserta KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional
RSB Pesawaran Layani Kesehatan Peserta KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional
LAMPUNG -- Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan dan pemeriksaan gratis bagi peserta Kemah Bakti dan Pengembaraan Nasional III serta Pembinaan dan Pelatihan Instruktur Muda SAKO SIT Nasional (KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pelayanan berlangsung di Kwarda Lampung, dengan tim RSB Pesawaran bertugas mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Tim terdiri atas dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., Shofia Handayani, S.Kep., Ns., dan Mujid. Berdasarkan data sementara, tim memberikan pelayanan kepada lima peserta dengan keluhan berupa diare, mual dan muntah, lemas, sakit kepala, serta luka akibat cedera. Dokter RSB Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., mengatakan layanan kesehatan tersebut diberikan untuk membantu peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman. “Melalui layanan kesehatan ini, kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kami juga ingin memastikan peserta yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujarnya. Kehadiran RSB Pesawaran menjadi bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Pesawaran terhadap kegiatan kepemudaan sekaligus wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Dukungan ini juga sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang mengedepankan persatuan, kepedulian, dan pengabdian. Melalui layanan tersebut, RSB Pesawaran berharap dapat turut menunjang kelancaran KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional Tahun 2026.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Pringsewu Pantau Bantuan Gerobak UMKM untuk Dorong Kemandirian Mustahik
BAZNAS Pringsewu Pantau Bantuan Gerobak UMKM untuk Dorong Kemandirian Mustahik
PRINGSEWU -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu melakukan monitoring program Pringsewu Makmur dengan meninjau langsung pemanfaatan bantuan gerobak usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan digunakan secara optimal dalam mendukung kegiatan usaha para mustahik. Dalam peninjauan tersebut, tim BAZNAS menyambangi sedikitnya dua mustahik penerima manfaat. Monitoring dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan gerobak yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif sehari-hari. Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu melalui perwakilan tim menyampaikan bahwa pemantauan langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan usaha penerima bantuan dan mendorong keberlanjutannya. “Langkah ini kami lakukan agar usaha para penerima bantuan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Pringsewu agar ke depan mereka bisa bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat),” ungkap perwakilan tim BAZNAS di sela-sela peninjauan. Melalui program Pringsewu Makmur, BAZNAS Kabupaten Pringsewu berupaya memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui bantuan produktif, bukan hanya bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Fasilitas gerobak usaha diharapkan dapat mendukung peningkatan omzet, memperbaiki kesejahteraan keluarga penerima manfaat, serta menggerakkan perekonomian lokal. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan dana ZIS yang dikelola BAZNAS memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan pendampingan dan pemantauan yang dilakukan, para mustahik diharapkan semakin mandiri secara ekonomi dan kelak mampu beralih menjadi muzaki.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Pringsewu Salurkan ZIS, Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat
BAZNAS Pringsewu Salurkan ZIS, Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat
PRINGSEWU -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Pringsewu Peduli dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu tersebut dipusatkan di Kompleks Pendopo Kabupaten Pringsewu. Peringatan HPS menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat untuk mendukung ketersediaan pangan serta mendorong kemandirian pangan di wilayah Pringsewu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pringsewu bersama pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Melalui program Pringsewu Peduli, bantuan diarahkan untuk meringankan beban ekonomi mustahik, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dan gizi keluarga. Memperkuat Ketahanan Pangan Keluarga Pimpinan BAZNAS Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peringatan HPS 2026 merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat diupayakan agar dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi penerima. “Melalui program Pringsewu Peduli, kami berikhtiar agar dana zakat, infaq, dan sedekah yang dititipkan para muzakki dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujar pihak BAZNAS Pringsewu di sela-sela acara. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Pemanfaatan dana ZIS untuk kebutuhan dasar juga menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengapresiasi keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut. Ketahanan pangan dinilai membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya sektor pertanian, tetapi juga lembaga yang mengelola dana sosial keagamaan. Mewujudkan Pringsewu Tangguh Pangan Selain penyaluran bantuan ZIS oleh BAZNAS, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu juga diramaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta berbagai kegiatan edukatif dan kemanusiaan lainnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan pangan sekaligus mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui program Pringsewu Peduli, BAZNAS Kabupaten Pringsewu terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat berlanjut secara berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang mandiri, sejahtera, dan tangguh pangan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
27/10/2026 | MBL-01

Artikel Terbaru

Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial dan Mendorong Kesejahteraan Umat
Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial dan Mendorong Kesejahteraan Umat
ZAKAT bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan membangun kemandirian. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat mendukung berbagai bidang, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Dalam Islam, zakat merupakan hak golongan yang telah ditetapkan syariat. Prinsip ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya bergantung pada bantuan sukarela, tetapi juga diwujudkan melalui kewajiban yang memiliki aturan dan sasaran yang jelas. Zakat dan Kepedulian terhadap Sesama Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab terhadap manusia. Secara bahasa, zakat memiliki makna tumbuh, bersih, dan berkah. Selain menyucikan harta dan jiwa pemberinya, zakat juga memperkuat hubungan sosial antara muzaki dan mustahik. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 19 bahwa dalam harta orang-orang yang bertakwa terdapat hak bagi orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta. Sementara itu, QS. At-Taubah ayat 103 menjelaskan bahwa zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan pemberinya. Adapun QS. At-Taubah ayat 60 menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Ketentuan ini menjadi dasar agar penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan benar-benar menjangkau pihak yang berhak. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa zakat yang diwajibkan kepada orang kaya dikembalikan kepada orang-orang fakir di antara mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim. Ajaran tersebut memperlihatkan bahwa zakat memiliki peran dalam memenuhi hak masyarakat yang membutuhkan. Manfaat Zakat bagi Kesejahteraan Masyarakat Zakat dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui program produktif, dukungan zakat dapat diarahkan pada pendidikan, modal usaha, pelatihan, dan pendampingan agar penerima manfaat memiliki kesempatan membangun kemandirian ekonomi. Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan sekaligus sarana menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial. Sementara bagi masyarakat secara luas, pengelolaan zakat yang tepat dapat membantu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas. Karena itu, manfaat zakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diterima saat ini, tetapi juga dari peluang yang terbuka bagi mustahik untuk memperbaiki kondisi kehidupannya dalam jangka panjang. Potensi Zakat Nasional dan Tantangan Pengelolaannya BAZNAS memperkirakan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, sementara realisasi penghimpunannya disebut baru sekitar 10 persen dari potensi tersebut. Pada 2026, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat nasional sebesar Rp60 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, peningkatan penghimpunan perlu diiringi dengan perluasan akses pembayaran, edukasi kepada masyarakat, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan muzaki tetap terjaga. Digitalisasi layanan juga dapat memudahkan masyarakat menunaikan zakat. Meski demikian, kemudahan pembayaran harus tetap disertai ketepatan perhitungan dan penyaluran sesuai ketentuan syariat. Zakat Hadir melalui Program Sosial dan Pemberdayaan Kepedulian melalui pengelolaan dana sosial keagamaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dalam penanggulangan bencana, BAZNAS menjalankan respons kemanusiaan, termasuk penyediaan bantuan bagi masyarakat terdampak. Di bidang pendidikan, Beasiswa Cendekia BAZNAS mendukung mahasiswa dari keluarga kurang mampu di berbagai kampus mitra. Sementara di bidang ekonomi, program pemberdayaan UMKM memberikan dukungan berupa modal usaha, peralatan, pelatihan, dan pendampingan bagi mustahik. Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa bantuan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang beragam. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua bantuan kemanusiaan bersumber dari zakat. Sebagian program dapat didukung infak dan sedekah, sedangkan dana zakat tetap harus disalurkan kepada golongan yang berhak sesuai ketentuan syariat. Menunaikan Zakat dengan Tepat dan Amanah Agar manfaat zakat semakin optimal, masyarakat perlu memastikan kewajibannya dihitung sesuai ketentuan dan ditunaikan tepat waktu. Penyaluran melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi dapat membantu pengelolaan dana berjalan lebih terorganisasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat serta berkonsultasi dengan amil apabila membutuhkan bantuan dalam menghitung kewajiban. Selain itu, zakat dan bantuan sosial perlu diberikan dengan menjaga martabat penerima. QS. Al-Baqarah ayat 264 mengingatkan agar pemberian tidak disertai dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti perasaan penerima. Pada akhirnya, zakat merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun masyarakat yang saling menopang. Ketika ditunaikan dengan ikhlas dan dikelola secara amanah, zakat dapat membantu memenuhi hak mustahik, memperkuat kepedulian sosial, serta membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih luas. Tunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerimanya. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi keberkahan bagi muzaki dan membawa manfaat bagi sesama.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Delapan Keutamaan Sedekah, dari Pahala Berlipat hingga Mempererat Persaudaraan
Delapan Keutamaan Sedekah, dari Pahala Berlipat hingga Mempererat Persaudaraan
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki manfaat bagi pemberi maupun penerimanya. Tidak harus menunggu memiliki harta berlebih, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik melalui pemberian materi maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Al-Qur’an dan hadis menjelaskan berbagai keutamaan sedekah, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga tumbuhnya kepedulian sosial. Memahami keutamaan tersebut dapat menjadi pengingat untuk membiasakan diri berbagi dengan ikhlas dan konsisten. Keutamaan Sedekah dalam Islam 1. Pahala dilipatgandakan Allah SWT mengumpamakan orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, masing-masing berisi seratus biji. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang halal akan dikembangkan pahalanya oleh Allah SWT (HR. Bukhari dan Muslim). 2. Menjadi sebab penghapusan dosa Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW mengumpamakan sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Meski demikian, sedekah tidak menggantikan kewajiban bertobat, menyesali kesalahan, dan memperbaiki hak orang lain yang telah dilanggar. 3. Mendapat naungan pada hari kiamat Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga perkara di antara manusia diputuskan (HR. Ahmad). Hadis lain juga menyebutkan keutamaan orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya (HR. Bukhari dan Muslim). 4. Menjadi pelindung dari api neraka Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga diri dari api neraka meskipun hanya dengan bersedekah separuh butir kurma (HR. Bukhari dan Muslim). Pesan ini mengajarkan bahwa sedekah tidak harus bernilai besar. Pemberian kecil yang dilakukan dengan tulus tetap memiliki nilai kebaikan. 5. Mendatangkan keberkahan rezeki Dalam QS. Saba ayat 39, Allah SWT menjelaskan bahwa apa pun yang diinfakkan akan mendapat ganti dari-Nya. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sedekah tidak mengurangi harta (HR. Muslim). Keberkahan tersebut tidak selalu berupa bertambahnya nominal kekayaan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai kecukupan, ketenangan, dan manfaat dari harta yang dimiliki. 6. Membersihkan jiwa dari sifat kikir Sedekah melatih seseorang agar tidak berlebihan mencintai harta dan lebih peka terhadap kebutuhan sesama. QS. Al-Hasyr ayat 9 menjelaskan keutamaan orang yang dijaga dari kekikiran dirinya. Dengan membiasakan berbagi, seseorang juga belajar bersyukur dan menggunakan rezekinya untuk kebaikan. 7. Mengalirkan pahala melalui sedekah jariyah Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya sedekah jariyah (HR. Muslim). Contohnya dapat berupa wakaf Al-Qur’an, pembangunan fasilitas ibadah, penyediaan sumber air, atau dukungan pendidikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. 8. Mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial Sedekah menjadi salah satu cara nyata untuk membantu sesama dan memperkuat solidaritas masyarakat. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah bersaudara. Rasulullah SAW juga mengumpamakan kaum beriman seperti satu tubuh yang saling merasakan ketika salah satu bagiannya mengalami kesulitan (HR. Bukhari dan Muslim). Adab Sedekah yang Perlu Dijaga Agar sedekah bernilai ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Meluruskan niat karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian. Menjaga perasaan penerima dengan tidak menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti hati mereka, sebagaimana diperingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 264. Menggunakan harta yang halal, karena Allah SWT menerima yang baik. Mendahulukan kewajiban, seperti zakat, nafkah keluarga, dan pelunasan utang yang harus dibayar. Berbagi sesuai kemampuan dan membiasakannya secara konsisten, meskipun jumlahnya sedikit. Masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi agar pengelolaannya lebih terorganisasi dan penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan. Delapan keutamaan tersebut mengingatkan bahwa sedekah bukan hanya tentang jumlah yang diberikan, tetapi juga keikhlasan dan manfaat yang dihadirkan. Dengan membiasakan sedekah sesuai kemampuan, setiap Muslim dapat mengambil bagian dalam membantu sesama sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Tepat Waktu, Bantu Pastikan Hak Mustahik Terpenuhi
Bayar Zakat Tepat Waktu, Bantu Pastikan Hak Mustahik Terpenuhi
ZAKAT bukan hanya kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga amanah untuk memenuhi hak masyarakat yang membutuhkan. Di balik harta yang telah memenuhi syarat zakat, terdapat hak fakir, miskin, dan golongan lain yang berhak menerimanya. Karena itu, menunaikan zakat tepat waktu menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang Muslim sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Kewajiban Harus Ditunaikan Zakat adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu yang telah memenuhi syarat untuk disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim dan kerap disebut berdampingan dengan perintah salat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 43: “Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” Ayat tersebut menegaskan kewajiban menunaikan zakat bagi umat Islam yang memenuhi ketentuannya. Ketika harta telah mencapai nisab dan memenuhi ketentuan haul untuk jenis zakat yang mensyaratkannya, kewajiban zakat perlu segera ditunaikan sesuai aturan yang berlaku. Berbeda dengan sedekah sunah yang bersifat sukarela, zakat memiliki ketentuan mengenai nisab, kadar, waktu pembayaran, dan penerima. Oleh karena itu, muzaki perlu memahami kapan kewajiban zakatnya telah jatuh tempo agar tidak menunda tanpa alasan yang dibenarkan. Di Indonesia, pengelolaan zakat juga diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti BAZNAS membantu penghimpunan dan pendistribusian dana zakat dilakukan secara terorganisasi serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalil tentang Menyegerakan Pembayaran Zakat Al-Qur’an memberikan sejumlah petunjuk mengenai kewajiban menunaikan hak orang lain dan menyegerakan kebaikan. Dalam QS. Al-An’am ayat 141, Allah SWT memerintahkan agar hak dari hasil panen ditunaikan pada hari memetiknya. Sementara itu, QS. Al-Ma’arij ayat 24–25 menjelaskan adanya hak tertentu dalam harta orang-orang yang beriman bagi mereka yang meminta maupun yang tidak meminta. Pesan tersebut mengingatkan bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar pilihan, tetapi memiliki landasan dalam ajaran Islam. Ketika kewajiban zakat telah terpenuhi syaratnya, hak mustahik tidak semestinya ditahan tanpa alasan syar’i. Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam menyegerakan penyaluran harta untuk kepentingan orang lain. Dalam riwayat Sahih Bukhari, beliau bergegas mengurus harta sedekah yang masih tersimpan di rumah karena tidak ingin menahannya lebih lama. Keteladanan tersebut menjadi pengingat bahwa menunaikan kewajiban dan menyalurkan hak orang lain sebaiknya dilakukan tanpa penundaan yang tidak perlu. Memahami Waktu Pembayaran Zakat Fitrah dan Zakat Mal Waktu pembayaran zakat berbeda sesuai dengan jenisnya. Karena itu, muzaki perlu memahami ketentuan masing-masing agar zakat dapat ditunaikan pada waktu yang tepat. Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan dan memiliki batas waktu yang berkaitan dengan pelaksanaan salat Idulfitri. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat fitrah yang dibayarkan sebelum salat Id merupakan zakat fitrah, sedangkan yang dibayarkan setelahnya dihitung sebagai sedekah biasa (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Zakat fitrah juga dapat dibayarkan lebih awal sesuai pendapat ulama yang diikuti. Dalam riwayat Sahih Bukhari, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma disebut menunaikannya satu atau dua hari sebelum Idulfitri. Perencanaan pembayaran sejak awal membantu memastikan zakat dapat disalurkan kepada mustahik sebelum hari raya. Sementara itu, zakat mal wajib ditunaikan ketika harta telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk nisab dan haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya. Zakat hasil pertanian memiliki ketentuan berbeda karena berkaitan dengan waktu panen. Adapun zakat penghasilan dapat ditunaikan secara berkala setiap bulan atau melalui perhitungan tahunan sesuai ketentuan dan metode yang digunakan. Pembayaran secara rutin dapat membantu muzaki mengelola kewajibannya agar tidak menumpuk atau terlupakan. Penundaan zakat hanya dapat dilakukan dalam kondisi yang dibenarkan menurut syariat, misalnya ketika terdapat alasan tertentu dalam penyaluran. Sebaliknya, menunda tanpa alasan yang dibenarkan tidak sejalan dengan kewajiban menunaikan zakat. Dampak Keterlambatan bagi Mustahik Bagi mustahik, waktu penerimaan bantuan dapat berpengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak yang membutuhkan biaya pendidikan, atau pedagang kecil yang memerlukan dukungan usaha tidak selalu dapat menunggu bantuan dalam waktu lama. Keterlambatan pembayaran zakat fitrah, misalnya, dapat mengurangi kesempatan mustahik untuk memenuhi kebutuhan pada hari raya. Sebaliknya, zakat yang dihimpun dan disalurkan tepat waktu dapat membantu mereka mempersiapkan kebutuhan dengan lebih baik. Ketepatan waktu juga mendukung perencanaan lembaga pengelola zakat. Dana yang diterima lebih awal memberi ruang bagi amil untuk mendata penerima manfaat, menyusun distribusi, dan memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan. Hal ini penting agar penyaluran tidak dilakukan secara terburu-buru dan tetap memperhatikan ketepatan sasaran. Dalam situasi darurat, dana yang tersedia juga dapat membantu lembaga merespons kebutuhan kemanusiaan dengan lebih cepat, sesuai ketentuan penggunaan dana dan kriteria penerima yang berlaku. Bagi muzaki sendiri, menunda pembayaran berisiko membuat kewajiban terlupakan atau dana terpakai untuk kebutuhan lain. Karena itu, disiplin menunaikan zakat membantu menjaga amanah sekaligus memberikan kepastian bahwa hak mustahik dapat segera dipenuhi. Manfaat Membayar Zakat Tepat Waktu Menunaikan zakat tepat waktu memberikan manfaat bagi muzaki maupun masyarakat penerima manfaat. Dari sisi pribadi, zakat menjadi sarana menjalankan ketaatan kepada Allah SWT sekaligus melatih kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Dengan menyisihkan kewajiban zakat sesuai waktunya, muzaki dapat lebih teratur dalam membedakan hak mustahik dari kebutuhan pribadi. Dari sisi sosial, zakat yang tersalurkan dengan baik membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran yang tepat waktu juga dapat memperkuat solidaritas dan hubungan antarsesama, karena masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan ketika diperlukan. Sementara dari sisi ekonomi, zakat yang dikelola secara amanah dapat membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan dasar dan, melalui program pendayagunaan yang sesuai, mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian. Dengan demikian, zakat tidak hanya berperan dalam membantu kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan dalam jangka panjang. Cara Membiasakan Diri Membayar Zakat Tepat Waktu Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar kewajiban zakat lebih mudah ditunaikan secara tertib. Kenali jenis dan ketentuan zakat. Pahami jenis harta atau penghasilan yang dimiliki, nisab, kadar zakat, serta ketentuan waktu pembayarannya. Buat jadwal pembayaran. Catat waktu jatuh tempo haul atau jadwalkan pembayaran zakat penghasilan secara berkala. Sisihkan dana sejak awal. Ketika menerima penghasilan, alokasikan dana zakat agar tidak tercampur dengan anggaran untuk kebutuhan lainnya. Gunakan kalkulator zakat. Manfaatkan kalkulator zakat dari lembaga resmi untuk membantu perhitungan, kemudian pastikan hasilnya sesuai ketentuan yang berlaku. Pilih lembaga penyalur yang terpercaya. Gunakan kanal resmi BAZNAS atau lembaga amil zakat yang memenuhi ketentuan, dan simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Kebiasaan tersebut dapat membantu muzaki memenuhi kewajiban dengan lebih teratur sekaligus mendukung pengelolaan dana zakat yang lebih terencana. Tunaikan Zakat sebagai Bentuk Amanah kepada Sesama Zakat merupakan kewajiban yang tidak hanya berkaitan dengan hubungan seorang Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga dengan hak orang lain yang terdapat dalam hartanya. Menunaikannya tepat waktu berarti menjaga amanah dan membantu memastikan kebutuhan mustahik dapat dipenuhi tanpa penundaan yang tidak perlu. Dengan memahami waktu pembayaran, membuat perencanaan, dan menggunakan layanan lembaga resmi, kewajiban zakat dapat ditunaikan secara lebih tertib. Pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran diharapkan dapat memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Masyarakat Lampung dapat menunaikan zakat melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung di lampung.baznas.go.id/bayarzakat. Semoga zakat yang ditunaikan diterima Allah SWT, menyucikan harta dan jiwa, serta menjadi jalan terpenuhinya hak para mustahik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01

BAZNAS TV