WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Pusdiklat Hadirkan BAZNAS Lampung Bahas Program Ketahanan Pangan dan Satu Desa Satu Hafiz Quran
Pusdiklat Hadirkan BAZNAS Lampung Bahas Program Ketahanan Pangan dan Satu Desa Satu Hafiz Quran
LAMPUNG -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., menjadi narasumber dalam BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 24 Tahun 2026 dengan tema “Program Unggulan Ketahanan Pangan dan Satu Desa Satu Hafiz”, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 07.30–09.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Iskandar memaparkan pengalaman BAZNAS Lampung dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sesi dipandu oleh Anang Fahmi, pimpinan Pusdikat BAZNAS RI, diikuti pimpinan serta amil BAZNAS provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Dalam pemaparannya, Iskandar menjelaskan zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah dan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki peran sosial dan ekonomi dalam mengurangi kesenjangan, menggerakkan perekonomian, serta memperkuat ketahanan pangan. "Pengelolaan zakat perlu diarahkan agar tidak berhenti pada pemberian bantuan konsumtif, tetapi mampu membangun kemandirian mustahik melalui program produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan," kata Iskandar. Potensi Besar Pertanian dan Peternakan Iskandar menjelaskan Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Namun, masyarakat, khususnya petani kecil, masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan modal dan sarana produksi, biaya pertanian, ancaman hama dan penyakit tanaman, serta terbatasnya akses pendampingan dan pemasaran hasil panen. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Lampung mengembangkan program pemberdayaan berbasis pertanian dan peternakan. Salah satunya melalui pengembangan lumbung pangan yang diarahkan untuk membantu mustahik meningkatkan kemampuan produksi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di masyarakat. Program ini juga didorong agar tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi mencakup proses pengolahan dan pemasaran. Iskandar menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi agar hasil pertanian dapat diolah dan dikemas di Lampung sehingga nilai tambahnya turut dirasakan oleh petani dan masyarakat setempat. Selain pertanian, penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui Program Balai Ternak. Program ini memberdayakan mustahik melalui pengelolaan peternakan secara berkelompok, disertai seleksi calon penerima manfaat, pelatihan dasar, pendampingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan berkala. Salah satu implementasinya berada di Kabupaten Lampung Tengah melalui kelompok Koperasi Yufeed Berkah Mulia yang terdiri dari 33 kepala keluarga di Desa Rukti Endah dan Rejo Asri. Program peternakan juga dikembangkan di Kabupaten Lampung Utara dan Tulang Bawang. Pada 2024, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan awal berupa 80 ekor kambing di Desa Madukoro, Lampung Utara, dan 155 ekor kambing di Kabupaten Tulang Bawang. Dari pengembangan tersebut, sebanyak 117 ekor kambing kemudian digulirkan kembali kepada mustahik di lima kecamatan di Tulang Bawang. "Program ini sudah diserahkan pembinaannya ke BAZNAS di dua kabupaten," kata Iskandar yang juga wartawan senior di Lampung. Iskandar menyampaikan pengembangan Balai Ternak akan terus diperkuat, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait. Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas sehingga mampu mendukung kebutuhan peternakan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik. Ia juga mengajak BAZNAS di berbagai daerah untuk mulai menyiapkan pengembangan sektor peternakan. Menurutnya, penguatan Balai Ternak menjadi penting dalam mendukung potensi pengelolaan dana dam haji di dalam negeri apabila kebijakan pengelolaannya nantinya dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan peternak lokal. Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an Selain ketahanan pangan, Iskandar memperkenalkan Program Satu Desa Satu Hafiz sebagai upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan. Program tersebut dilaksanakan melalui Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an yang diberikan kepada santri dari keluarga kurang mampu dan memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Dalam pemaparannya, Iskandar menjelaskan bahwa penerima beasiswa memperoleh bantuan sebesar Rp500.000 per bulan selama tiga tahun untuk mendukung proses pendidikan dan penyelesaian hafalan Al-Qur’an. Iskandar yang juga Ahli Pers Dewan Pers ini juga mengatakan calon penerima program diseleksi dengan ketentuan memiliki hafalan minimal tiga juz. "Perkembangan hafalan juga dipantau secara berkala setiap tiga hingga enam bulan agar bantuan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar mendukung proses pendidikan santri," jelas dia. Program ini tidak hanya diarahkan untuk melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menyiapkan generasi yang kelak dapat kembali dan berkontribusi bagi desa masing-masing. Para penerima beasiswa diharapkan dapat berperan sebagai imam masjid, pengajar Al-Qur’an, serta pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa untuk memperkuat syiar Islam dan literasi zakat di lingkungan masyarakat. "Dengan jumlah sekitar 2.400 desa di Provinsi Lampung, BAZNAS berharap dalam tiga tahun ke depan semakin banyak desa memiliki hafiz yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungannya," kata Iskandar menambahkan pogram ini hasil urun rembug Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama BAZNAS Lampung. Iskandar juga menegaskan ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia merupakan dua hal yang saling melengkapi. Kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pendidikan dan pembinaan keagamaan agar masyarakat dan desa dapat berkembang secara lebih menyeluruh. Menguatkan Zakat Produktif dan Kolaborasi Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta dari BAZNAS daerah turut menyampaikan pertanyaan mengenai pola pengelolaan lumbung pangan, pengembangan Balai Ternak, hingga mekanisme pendampingan kelompok penerima manfaat. Menanggapi hal tersebut, Iskandar menjelaskan pelaksanaan program peternakan di Lampung melibatkan pemerintah desa dan dinas terkait. Calon mustahik didata berdasarkan kondisi ekonomi, kemudian dibentuk dalam kelompok agar pengelolaan ternak dapat dipantau dan dikembangkan secara berkelanjutan. Bantuan ternak juga dirancang dengan pola pengguliran. Setelah kelompok penerima manfaat mampu mengembangkan ternaknya, sebagian hasil pengembangan dapat disalurkan kepada mustahik lain di wilayah yang sama. Dengan demikian, manfaat program dapat menjangkau lebih banyak keluarga. Ia juga menjelaskan keberhasilan program tahfiz tidak hanya dilihat dari pemberian beasiswa, tetapi melalui evaluasi hafalan dan komitmen penerima manfaat untuk kembali berkontribusi di desa setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui BAZNAS Knowledge Sharing ini, Iskandar berharap pengalaman BAZNAS Provinsi Lampung dapat menjadi bahan pembelajaran bagi BAZNAS provinsi maupun kabupaten/kota lainnya. Ia juga mendorong agar program ketahanan pangan dan Satu Desa Satu Hafiz dapat dikembangkan sesuai potensi serta kebutuhan masing-masing daerah. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam mengoptimalkan dana ZIS, tidak hanya untuk membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pengelolaan yang terarah, zakat diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan sekaligus mendorong perubahan mustahik menjadi pribadi yang mandiri dan kelak mampu menunaikan zakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
04/11/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung dan KPRI Saptawa Jalin Kerja Sama Dukung Program Sosial dan Pemberdayaan
BAZNAS Lampung dan KPRI Saptawa Jalin Kerja Sama Dukung Program Sosial dan Pemberdayaan
LAMPUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menjalin kerja sama dengan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Saptawa Provinsi Lampung melalui penandatanganan Nota Kesepakatan tentang sinergi pemenuhan kebutuhan barang dan jasa untuk program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat, Selasa (3/11/2026). Nota Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., bersama Ketua KPRI Saptawa Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, S.STP., M.Si. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk bersinergi dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang mendukung pelaksanaan berbagai program BAZNAS. Melalui kesepakatan tersebut, KPRI Saptawa berperan sebagai mitra pemenuhan kebutuhan pokok, paket bantuan sosial, serta pemanfaatan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebutuhan pokok yang dapat disediakan meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, bahan pangan lainnya, hingga paket sembako. KPRI Saptawa juga dapat mendukung penyediaan berbagai paket bantuan, seperti paket Ramadan, Idulfitri, hewan kurban, bantuan bencana, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial lainnya. Selain itu, kedua pihak dapat mendorong pemanfaatan produk UMKM anggota koperasi sepanjang memenuhi persyaratan mutu, keamanan, legalitas, harga, dan spesifikasi yang ditetapkan. Nota Kesepakatan ini menegaskan pelaksanaan kerja sama harus berlandaskan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, kewajaran harga, kualitas barang dan jasa, serta kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Provinsi Lampung berharap pemenuhan kebutuhan program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat didukung melalui kemitraan yang terencana dan akuntabel. Sinergi dengan KPRI Saptawa juga diharapkan membuka ruang pemanfaatan produk UMKM anggota koperasi sekaligus mendukung pelaksanaan program BAZNAS agar semakin efektif dan memberikan manfaat dan berdampak bagi mustahik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
03/11/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung dan BP3MI Perkuat Kolaborasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
BAZNAS Lampung dan BP3MI Perkuat Kolaborasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
LAMPUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menggelar rapat bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung dan Dinas Tenaga Kerja serta sejumlah pihak terkait untuk membahas penguatan kolaborasi dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Selasa (3/11/2026), di Kantor BAZNAS Provinsi Lampung. Rapat yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara BP3MI Lampung dan BAZNAS Provinsi Lampung, khususnya terkait permohonan bantuan pembiayaan pemulangan jenazah PMI asal Lampung dari Malaysia. Pertemuan ini juga menjadi ruang pembahasan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan persoalan kemanusiaan yang dialami PMI maupun keluarganya. Rapat tersebut melibatkan BAZNAS Kota Bandar Lampung, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, BP3MI Lampung, serta ahli waris almarhumah Ropitin. Pertemuan ini sekaligus menindaklanjuti surat BP3MI Lampung tertanggal 28 Oktober 2026 mengenai permohonan bantuan pembiayaan pemulangan jenazah pekerja migran dari Malaysia. Bentuk Sinergi Kemanusiaan Salah satu bentuk nyata kolaborasi BAZNAS dan BP3MI Lampung terlihat dalam proses pemulangan jenazah Ropitin binti Sajum, PMI asal Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, yang meninggal dunia di Malaysia pada 5 Oktober 2026. Berdasarkan dokumen pencatatan kematian yang diterbitkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Ropitin meninggal dunia di Hospital Enche Besar Hajjah Khalsom, Kluang, Johor, Malaysia, akibat septic shock secondary to severe pneumonia atau syok sepsis akibat pneumonia berat. Dalam proses pemulangan, BP3MI Lampung mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada BAZNAS Provinsi Lampung karena keluarga almarhumah memiliki keterbatasan ekonomi untuk memenuhi biaya administrasi, penanganan jenazah, hingga pemulangan dari Malaysia ke Indonesia. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena almarhumah sebelumnya diberangkatkan secara nonprosedural sehingga tidak terdapat pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas biaya pemulangannya. Melalui dukungan BAZNAS Provinsi Lampung, pemulangan jenazah terlaksana pada 31 Oktober 2026 melalui rute Johor Bahru–Kuala Lumpur–Jakarta. Setibanya di Indonesia, jenazah dibawa ke Bandar Lampung menggunakan ambulans yang difasilitasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), untuk kemudian diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di kampung halaman. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H. menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat yang menghadapi musibah. Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Kombes Pol. Mulia Nugraha. BAZNAS Provinsi Lampung, menurutnya, berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam situasi darurat seperti pemulangan jenazah PMI. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menghadirkan manfaat nyata dari dana umat. Perluas Perlindungan PMI dari Hulu hingga Hilir Kolaborasi antara KP2MI dan BAZNAS RI sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin bersama Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. di Jakarta pada 28 Juli 2026. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana ZIS bagi pekerja migran dan keluarganya. Dukungan mencakup berbagai tahapan perjalanan PMI, mulai dari pembiayaan dan persiapan calon pekerja migran sebelum keberangkatan, fasilitasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas selama bekerja di luar negeri, hingga beasiswa pendidikan bagi anak PMI dan pelatihan kemandirian ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan. Melalui pertemuan di Lampung, sinergi tersebut diharapkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan daerah. Penanganan PMI yang sakit, meninggal dunia, mengalami permasalahan, maupun keluarga PMI yang membutuhkan bantuan menjadi bagian dari ruang kolaborasi yang dapat diperkuat bersama. Bagi BAZNAS Provinsi Lampung, kerja sama ini membuka peluang agar pemanfaatan dana ZIS tidak hanya hadir ketika terjadi kondisi darurat, tetapi juga mendukung perlindungan dan pemberdayaan PMI beserta keluarganya secara berkelanjutan. Melalui koordinasi lintas lembaga, BAZNAS Provinsi Lampung dan BP3MI Lampung diharapkan dapat terus memperkuat langkah bersama dalam memberikan perlindungan serta menghadirkan bantuan bagi PMI dan keluarga yang membutuhkan. Sinergi ini menjadi wujud kehadiran lembaga dalam memastikan pekerja migran dan keluarganya tetap memperoleh perhatian ketika menghadapi situasi sulit.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
03/11/2026 | MBL-01

Berita Pendistribusian

BAZNAS dan Pemprov Lampung Bantu Pulangkan Jenazah Pekerja Migran dari Malaysia
BAZNAS dan Pemprov Lampung Bantu Pulangkan Jenazah Pekerja Migran dari Malaysia
LAMPUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan dalam proses pemulangan jenazah Ropitin binti Sajum, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, yang meninggal dunia saat berada di Malaysia. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu proses pemulangan jenazah dari Johor Bahru, Malaysia, hingga kembali ke kampung halaman, Bandar Lampung, agar dapat diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di tanah kelahirannya. Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian yang diterbitkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Ropitin meninggal dunia pada 5 Oktober 2026 pukul 00.02 waktu setempat di Hospital Enche Besar Hajjah Khalsom, Kluang, Johor. Penyebab kematian tercatat sebagai septic shock secondary to severe pneumonia atau syok sepsis akibat pneumonia berat. Jenazah juga telah menjalani proses autopsi di rumah sakit tersebut. Dukung Proses Pemulangan Upaya pemulangan jenazah turut melibatkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung. Melalui surat tertanggal 28 Oktober 2026, BP3MI Lampung mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada Ketua BAZNAS Provinsi Lampung untuk mendukung pengurusan administrasi, penanganan jenazah, hingga proses pemulangan dari Malaysia ke Indonesia. Permohonan tersebut disampaikan karena keluarga almarhumah memiliki keterbatasan ekonomi untuk memenuhi biaya pemulangan. Dukungan BAZNAS Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga sekaligus memastikan proses pemulangan dapat terlaksana. Berdasarkan kesepakatan bersama, pemulangan jenazah pada Sabtu (31/10/2026) melalui penerbangan dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur, kemudian dilanjutkan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta. Setibanya di Indonesia, jenazah diterima oleh putra almarhumah, Muhammad Aby Shofyan, untuk selanjutnya dibawa ke Bandar Lampung. Pemakaman di Bandar Lampung Ropitin merupakan warga Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur. Kepulangan jenazah menjadi hal yang sangat berarti bagi keluarga agar almarhumah dapat dimakamkan di kampung halaman.   Proses ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi berbagai pihak dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia, termasuk ketika menghadapi musibah di negara tempat bekerja. Keterlibatan BP3MI, KJRI, BAZNAS, pemerintah daerah, serta keluarga menjadi bagian dari upaya memastikan pemulangan jenazah berjalan sesuai prosedur. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang menghadapi kondisi sulit. "Amanah dana zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat memberikan manfaat, termasuk membantu keluarga yang membutuhkan dukungan dalam situasi kedaruratan," kata Iskandar. Melalui sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Provinsi Lampung, proses pemulangan almarhumah Ropitin diharapkan dapat berjalan lancar hingga tiba di Kelurahan Keteguhan dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
01/11/2026 | MBL-01
BAZNAS Pringsewu Salurkan Al-Qur’an dan Iqra untuk Dukung Pendidikan Santri TPA
BAZNAS Pringsewu Salurkan Al-Qur’an dan Iqra untuk Dukung Pendidikan Santri TPA
PRINGSEWU -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan Al-Qur’an, Juz Amma, dan buku Iqra kepada santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Wafi di Pekon Pandansari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Pringsewu Religi untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini. Penyaluran ini menjadi bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan dermawan di Kabupaten Pringsewu. Melalui program tersebut, BAZNAS berupaya memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus mendukung tumbuhnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Program Pringsewu Religi dirancang untuk mendukung kehidupan beragama masyarakat, termasuk melalui penyediaan sarana ibadah dan fasilitas pembelajaran ilmu keislaman. Bantuan Al-Qur’an, Juz Amma, dan Iqra diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar para santri serta menunjang kegiatan mengaji agar berjalan lebih optimal. Perwakilan BAZNAS Pringsewu menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya agar manfaat dana umat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang belajar agama. “Melalui program Pringsewu Religi, kami ingin memastikan bahwa dana umat yang dititipkan kepada BAZNAS dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak kita yang sedang menimba ilmu agama. Al-Qur'an, Juz Amma, dan Iqra' ini adalah investasi akhirat; semoga menjadi bekal awal bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang cinta dan dekat dengan Al-Qur'an,” ujarnya. Pihak pengajar TPA Al-Wafi menyambut baik bantuan tersebut. Mereka menyampaikan bahwa ketersediaan sarana belajar yang memadai sangat berarti untuk mendukung semangat anak-anak dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. “Kami mewakili segenap pengurus dan wali santri TPA Al-Wafi Pekon Pandansari mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Pringsewu. Bantuan Al-Qur'an, Juz Amma, dan Iqra' ini sangat berarti bagi kami. Fasilitas belajar yang baru ini tentu akan menambah semangat anak-anak kami untuk lebih rajin mengaji dan belajar,” ungkap salah satu pengajar TPA Al-Wafi. Melalui program Pringsewu Religi, BAZNAS Kabupaten Pringsewu berharap dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an dapat terus berlanjut. Sinergi antara BAZNAS, pengajar TPA, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat syiar Islam serta mendukung lahirnya generasi yang berakhlak mulia dan berpedoman pada Al-Qur’an.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
RSB Pesawaran Layani Kesehatan Peserta KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional
RSB Pesawaran Layani Kesehatan Peserta KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional
LAMPUNG -- Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan dan pemeriksaan gratis bagi peserta Kemah Bakti dan Pengembaraan Nasional III serta Pembinaan dan Pelatihan Instruktur Muda SAKO SIT Nasional (KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pelayanan berlangsung di Kwarda Lampung, dengan tim RSB Pesawaran bertugas mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Tim terdiri atas dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., Shofia Handayani, S.Kep., Ns., dan Mujid. Berdasarkan data sementara, tim memberikan pelayanan kepada lima peserta dengan keluhan berupa diare, mual dan muntah, lemas, sakit kepala, serta luka akibat cedera. Dokter RSB Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., mengatakan layanan kesehatan tersebut diberikan untuk membantu peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman. “Melalui layanan kesehatan ini, kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kami juga ingin memastikan peserta yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujarnya. Kehadiran RSB Pesawaran menjadi bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Pesawaran terhadap kegiatan kepemudaan sekaligus wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Dukungan ini juga sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang mengedepankan persatuan, kepedulian, dan pengabdian. Melalui layanan tersebut, RSB Pesawaran berharap dapat turut menunjang kelancaran KEMBARANAS III dan PPIM SAKO SIT Nasional Tahun 2026.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01

Artikel Terbaru

Zakat Produktif Dorong UMKM Mustahik Tumbuh dan Mandiri
Zakat Produktif Dorong UMKM Mustahik Tumbuh dan Mandiri
BANYAK keluarga kurang mampu memiliki usaha kecil, seperti warung, usaha jahit, atau kebun, tetapi terkendala modal dan keterbatasan sarana untuk mengembangkan usahanya. Melalui pemberdayaan UMKM berbasis zakat produktif, BAZNAS berupaya membantu mustahik meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga dapat mencakup pengadaan alat usaha, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan agar usaha penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan. Pemberdayaan Usaha Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah SWT menetapkan delapan golongan penerima zakat, termasuk fakir dan miskin. Bagi mustahik yang mampu bekerja dan memiliki potensi usaha, bantuan produktif dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus meningkatkan kemandirian. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip tersebut sejalan dengan upaya mendorong mustahik agar memiliki penghasilan dan, ketika telah memenuhi ketentuan, beralih menjadi muzaki. Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat membuka peluang pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat. Pelaksanaannya harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar mustahik sebelum zakat didayagunakan untuk kegiatan produktif. Program Pemberdayaan UMKM Pemberdayaan UMKM melalui zakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan modal, pengadaan peralatan produksi, hingga pelatihan dan pendampingan usaha. Penerima program harus memenuhi kriteria mustahik agar penyaluran zakat tepat sasaran. Salah satu contoh kolaborasi dilakukan BAZNAS RI bersama Lazisnu PBNU pada 6 Februari 2026 melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama untuk memperkuat pemberdayaan UMKM mustahik. Program tersebut menggunakan skema pembiayaan bersama sebesar Rp2 miliar dari BAZNAS RI dan Rp600 juta dari Lazisnu PBNU untuk membina 200 UMKM di Serang, Banten; Indramayu, Jawa Barat; Jember, Jawa Timur; dan Pringsewu, Lampung. Bantuan mencakup modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan selama dua tahun. Sasaran program adalah masyarakat miskin, termasuk yang berada di lingkungan pesantren dan sekitarnya. Di tingkat daerah, kajian terhadap BAZNAS Kota Banjarmasin mencatat tiga program pemberdayaan UMKM, yaitu Bantuan Modal Usaha, Z-Mart, dan Zakat Community Development. Sementara itu, pendampingan UMKM mustahik binaan BAZNAS Kota Madiun menyoroti pentingnya pembukuan dan pemasaran digital untuk membantu usaha lebih tertata. Pendampingan Menjadi Kunci Keberhasilan Bantuan modal saja tidak selalu cukup untuk membuat usaha berkembang. Karena itu, pemberdayaan perlu disertai seleksi penerima yang cermat, pelatihan, pendampingan manajemen usaha, pencatatan keuangan, serta pemantauan secara berkala. Pemanfaatan teknologi sederhana, seperti pembukuan digital, pemasaran melalui media sosial, dan pembayaran nontunai, juga dapat membantu mustahik memperluas pasar dan mengelola usahanya dengan lebih baik. Selain itu, transparansi dan pelaporan menjadi bagian penting dalam menjaga amanah dana zakat serta kepercayaan muzaki. Di sisi penerima manfaat, ketekunan, kejujuran, dan kemampuan mengelola pendapatan turut menentukan keberlanjutan usaha. Bersama Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Masyarakat dapat mendukung pemberdayaan UMKM mustahik dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS atau lembaga amil zakat resmi. Dukungan juga dapat diwujudkan dengan membeli produk UMKM binaan, berbagi keterampilan, atau mendampingi pelaku usaha sesuai kemampuan. Melalui zakat produktif yang dikelola secara amanah dan disertai pendampingan, mustahik diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu cara agar zakat menghadirkan manfaat berkelanjutan. Dari bantuan modal dan peralatan hingga penguatan keterampilan usaha, zakat dapat menjadi ikhtiar untuk membangun kemandirian ekonomi umat dan membuka jalan bagi mustahik untuk kelak menjadi muzaki.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial dan Mendorong Kesejahteraan Umat
Zakat Menguatkan Kepedulian Sosial dan Mendorong Kesejahteraan Umat
ZAKAT bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan membangun kemandirian. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat mendukung berbagai bidang, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Dalam Islam, zakat merupakan hak golongan yang telah ditetapkan syariat. Prinsip ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya bergantung pada bantuan sukarela, tetapi juga diwujudkan melalui kewajiban yang memiliki aturan dan sasaran yang jelas. Zakat dan Kepedulian terhadap Sesama Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab terhadap manusia. Secara bahasa, zakat memiliki makna tumbuh, bersih, dan berkah. Selain menyucikan harta dan jiwa pemberinya, zakat juga memperkuat hubungan sosial antara muzaki dan mustahik. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 19 bahwa dalam harta orang-orang yang bertakwa terdapat hak bagi orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta. Sementara itu, QS. At-Taubah ayat 103 menjelaskan bahwa zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan pemberinya. Adapun QS. At-Taubah ayat 60 menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Ketentuan ini menjadi dasar agar penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan benar-benar menjangkau pihak yang berhak. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa zakat yang diwajibkan kepada orang kaya dikembalikan kepada orang-orang fakir di antara mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim. Ajaran tersebut memperlihatkan bahwa zakat memiliki peran dalam memenuhi hak masyarakat yang membutuhkan. Manfaat Zakat bagi Kesejahteraan Masyarakat Zakat dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui program produktif, dukungan zakat dapat diarahkan pada pendidikan, modal usaha, pelatihan, dan pendampingan agar penerima manfaat memiliki kesempatan membangun kemandirian ekonomi. Bagi muzaki, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan sekaligus sarana menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial. Sementara bagi masyarakat secara luas, pengelolaan zakat yang tepat dapat membantu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas. Karena itu, manfaat zakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diterima saat ini, tetapi juga dari peluang yang terbuka bagi mustahik untuk memperbaiki kondisi kehidupannya dalam jangka panjang. Potensi Zakat Nasional dan Tantangan Pengelolaannya BAZNAS memperkirakan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, sementara realisasi penghimpunannya disebut baru sekitar 10 persen dari potensi tersebut. Pada 2026, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat nasional sebesar Rp60 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, peningkatan penghimpunan perlu diiringi dengan perluasan akses pembayaran, edukasi kepada masyarakat, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan muzaki tetap terjaga. Digitalisasi layanan juga dapat memudahkan masyarakat menunaikan zakat. Meski demikian, kemudahan pembayaran harus tetap disertai ketepatan perhitungan dan penyaluran sesuai ketentuan syariat. Zakat Hadir melalui Program Sosial dan Pemberdayaan Kepedulian melalui pengelolaan dana sosial keagamaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dalam penanggulangan bencana, BAZNAS menjalankan respons kemanusiaan, termasuk penyediaan bantuan bagi masyarakat terdampak. Di bidang pendidikan, Beasiswa Cendekia BAZNAS mendukung mahasiswa dari keluarga kurang mampu di berbagai kampus mitra. Sementara di bidang ekonomi, program pemberdayaan UMKM memberikan dukungan berupa modal usaha, peralatan, pelatihan, dan pendampingan bagi mustahik. Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa bantuan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang beragam. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua bantuan kemanusiaan bersumber dari zakat. Sebagian program dapat didukung infak dan sedekah, sedangkan dana zakat tetap harus disalurkan kepada golongan yang berhak sesuai ketentuan syariat. Menunaikan Zakat dengan Tepat dan Amanah Agar manfaat zakat semakin optimal, masyarakat perlu memastikan kewajibannya dihitung sesuai ketentuan dan ditunaikan tepat waktu. Penyaluran melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi dapat membantu pengelolaan dana berjalan lebih terorganisasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat serta berkonsultasi dengan amil apabila membutuhkan bantuan dalam menghitung kewajiban. Selain itu, zakat dan bantuan sosial perlu diberikan dengan menjaga martabat penerima. QS. Al-Baqarah ayat 264 mengingatkan agar pemberian tidak disertai dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti perasaan penerima. Pada akhirnya, zakat merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun masyarakat yang saling menopang. Ketika ditunaikan dengan ikhlas dan dikelola secara amanah, zakat dapat membantu memenuhi hak mustahik, memperkuat kepedulian sosial, serta membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih luas. Tunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerimanya. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi keberkahan bagi muzaki dan membawa manfaat bagi sesama.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01
Delapan Keutamaan Sedekah, dari Pahala Berlipat hingga Mempererat Persaudaraan
Delapan Keutamaan Sedekah, dari Pahala Berlipat hingga Mempererat Persaudaraan
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki manfaat bagi pemberi maupun penerimanya. Tidak harus menunggu memiliki harta berlebih, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik melalui pemberian materi maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Al-Qur’an dan hadis menjelaskan berbagai keutamaan sedekah, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga tumbuhnya kepedulian sosial. Memahami keutamaan tersebut dapat menjadi pengingat untuk membiasakan diri berbagi dengan ikhlas dan konsisten. Keutamaan Sedekah dalam Islam 1. Pahala dilipatgandakan Allah SWT mengumpamakan orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, masing-masing berisi seratus biji. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang halal akan dikembangkan pahalanya oleh Allah SWT (HR. Bukhari dan Muslim). 2. Menjadi sebab penghapusan dosa Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW mengumpamakan sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Meski demikian, sedekah tidak menggantikan kewajiban bertobat, menyesali kesalahan, dan memperbaiki hak orang lain yang telah dilanggar. 3. Mendapat naungan pada hari kiamat Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga perkara di antara manusia diputuskan (HR. Ahmad). Hadis lain juga menyebutkan keutamaan orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya (HR. Bukhari dan Muslim). 4. Menjadi pelindung dari api neraka Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga diri dari api neraka meskipun hanya dengan bersedekah separuh butir kurma (HR. Bukhari dan Muslim). Pesan ini mengajarkan bahwa sedekah tidak harus bernilai besar. Pemberian kecil yang dilakukan dengan tulus tetap memiliki nilai kebaikan. 5. Mendatangkan keberkahan rezeki Dalam QS. Saba ayat 39, Allah SWT menjelaskan bahwa apa pun yang diinfakkan akan mendapat ganti dari-Nya. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sedekah tidak mengurangi harta (HR. Muslim). Keberkahan tersebut tidak selalu berupa bertambahnya nominal kekayaan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai kecukupan, ketenangan, dan manfaat dari harta yang dimiliki. 6. Membersihkan jiwa dari sifat kikir Sedekah melatih seseorang agar tidak berlebihan mencintai harta dan lebih peka terhadap kebutuhan sesama. QS. Al-Hasyr ayat 9 menjelaskan keutamaan orang yang dijaga dari kekikiran dirinya. Dengan membiasakan berbagi, seseorang juga belajar bersyukur dan menggunakan rezekinya untuk kebaikan. 7. Mengalirkan pahala melalui sedekah jariyah Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya sedekah jariyah (HR. Muslim). Contohnya dapat berupa wakaf Al-Qur’an, pembangunan fasilitas ibadah, penyediaan sumber air, atau dukungan pendidikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. 8. Mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial Sedekah menjadi salah satu cara nyata untuk membantu sesama dan memperkuat solidaritas masyarakat. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah bersaudara. Rasulullah SAW juga mengumpamakan kaum beriman seperti satu tubuh yang saling merasakan ketika salah satu bagiannya mengalami kesulitan (HR. Bukhari dan Muslim). Adab Sedekah yang Perlu Dijaga Agar sedekah bernilai ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Meluruskan niat karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian. Menjaga perasaan penerima dengan tidak menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti hati mereka, sebagaimana diperingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 264. Menggunakan harta yang halal, karena Allah SWT menerima yang baik. Mendahulukan kewajiban, seperti zakat, nafkah keluarga, dan pelunasan utang yang harus dibayar. Berbagi sesuai kemampuan dan membiasakannya secara konsisten, meskipun jumlahnya sedikit. Masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi agar pengelolaannya lebih terorganisasi dan penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan. Delapan keutamaan tersebut mengingatkan bahwa sedekah bukan hanya tentang jumlah yang diberikan, tetapi juga keikhlasan dan manfaat yang dihadirkan. Dengan membiasakan sedekah sesuai kemampuan, setiap Muslim dapat mengambil bagian dalam membantu sesama sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
29/10/2026 | MBL-01

BAZNAS TV