WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026, Bantu Renovasi 700 Madrasah Swasta
BAZNAS Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026, Bantu Renovasi 700 Madrasah Swasta
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Program Madrasah Layak Belajar (MLB) Tahun 2026 untuk membantu renovasi ruang kelas di 700 madrasah swasta di seluruh Indonesia. Peluncuran program berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Program ini menyasar 350 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan 350 Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS). Setiap madrasah terpilih akan memperoleh bantuan sebesar Rp25 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan ruang kelas yang layak, aman, dan nyaman bagi para siswa. Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., mengatakan Program Madrasah Layak Belajar merupakan implementasi Asta Strata BAZNAS 2026–2031 untuk menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak, khususnya bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan. “Zakat, infak, dan sedekah harus dikelola agar memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui penyediaan ruang kelas yang aman dan layak bagi anak-anak madrasah,” ujar Zainut. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan prinsip maqashid syariah, terutama dalam menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlangsungan pendidikan dan menjaga jiwa (hifz al-nafs) melalui penyediaan ruang belajar yang aman. “Dalam skala nasional, melalui program ini, BAZNAS turut mendukung SDGs Tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia,” katanya. Jadwal Pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar 2026 Pendaftaran dan penerimaan proposal Program Madrasah Layak Belajar dibuka pada 21–31 Oktober 2026. Madrasah yang berminat perlu mempelajari petunjuk teknis dan menyiapkan dokumen sesuai persyaratan sebelum mengajukan proposal. Berikut jadwal pelaksanaan program: 21 Oktober 2026: Peluncuran program. 21–31 Oktober 2026: Pendaftaran dan penerimaan proposal. 1–20 November 2026: Penilaian dan penetapan keputusan. 21 November 2026: Pengumuman penerima bantuan. Madrasah diharapkan memperhatikan jadwal tersebut agar proses pendaftaran dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang ditentukan. Cara Mendaftar Program Madrasah Layak Belajar Untuk mengikuti program, madrasah perlu melalui beberapa tahapan berikut. 1. Menyimak video peluncuran program Video peluncuran memuat gambaran umum program dan penjelasan awal mengenai tata cara pendaftaran. Video Peluncuran Program MLB 2026 2. Membaca petunjuk teknis Petunjuk teknis berisi kriteria madrasah penerima, ketentuan bantuan, larangan, dan jadwal pelaksanaan program. Petunjuk Teknis MLB 2026 3. Mempelajari panduan pengisian formulir Madrasah dapat mempelajari penjelasan setiap bagian proposal, data siswa, dan formulir pendaftaran melalui panduan yang disediakan. Panduan Pendaftaran MLB 2026 4. Mengunduh dan melengkapi dokumen Calon peserta perlu mengisi proposal dalam format Word dan data siswa mustahik dalam format Excel sesuai ketentuan BAZNAS RI. Format Proposal dan Data Siswa MLB 2026 5. Mengisi formulir resmi Setelah dokumen dilengkapi, madrasah dapat mengunggah persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran secara daring paling lambat 31 Oktober 2026. Formulir Pendaftaran MLB 2026 6. Menyimpan bukti pendaftaran Salinan jawaban formulir akan otomatis dikirimkan ke alamat email yang digunakan saat mendaftar. Madrasah disarankan menyimpan salinan tersebut sebagai bukti pendaftaran. Pendaftaran Gratis dan Tanpa Perantara BAZNAS RI menegaskan bahwa pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar 2026 gratis dan tanpa perantara. Seluruh proses pendaftaran hanya dilakukan melalui tautan resmi yang telah disediakan. Madrasah diminta tidak memberikan uang atau imbalan kepada pihak mana pun yang mengaku dapat membantu meloloskan proposal. Dokumen dan data yang disampaikan juga harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketidaksesuaian data dengan fakta dapat menyebabkan pendaftaran gugur. Karena itu, calon peserta perlu memeriksa kelengkapan dokumen dan memahami seluruh ketentuan dalam petunjuk teknis sebelum mengajukan proposal. BAZNAS Telah Membantu 2.000 Madrasah pada 2024–2025 Program Madrasah Layak Belajar 2026 melanjutkan upaya BAZNAS RI dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan. Sepanjang 2024–2025, BAZNAS RI telah membantu 2.000 madrasah yang tersebar di 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota, termasuk 409 madrasah di wilayah prioritas kemiskinan ekstrem. Melalui program lanjutan ini, BAZNAS berupaya memperluas dukungan terhadap madrasah swasta, terutama dalam menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak bagi para siswa. Pemanfaatan dana ZIS di bidang pendidikan diharapkan dapat membantu mengurangi kendala sarana pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia. Program Madrasah Layak Belajar juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat secara lebih luas. Dengan ruang kelas yang aman dan nyaman, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik. Madrasah yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan masa pendaftaran hingga 31 Oktober 2026 untuk mempelajari persyaratan dan mengajukan proposal melalui kanal resmi BAZNAS RI. Informasi dan pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS RI 2026: Video peluncuran: https://bazn.as/VideoPeluncuranMLB2026 Petunjuk teknis: https://bazn.as/JuknisMLB26 Panduan pendaftaran: https://bazn.as/PanduanDaftarMLB Format proposal dan data siswa: https://bazn.as/FormatProposalMLB2026 Formulir pendaftaran: https://bazn.as/FormDaftarMLB26 Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
22/10/2026 | MBL-01
Hari Santri Nasional 2026, Gubernur Lampung Serahkan Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an
Hari Santri Nasional 2026, Gubernur Lampung Serahkan Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mengambil bagian dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (22/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menyerahkan bantuan Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an kepada santri di Lampung Selatan sebagai bagian dari Program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an BAZNAS Provinsi Lampung. Upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Lampung ini diikuti sekitar 1.800 santri. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan bangsa sekaligus memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Amanat tersebut menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, penguatan karakter, kemandirian, serta pengabdian kepada masyarakat. Program Satu Desa Satu Hafiz Penyerahan Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an oleh Gubernur Lampung merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Lampung dan BAZNAS Provinsi Lampung dalam mendukung pendidikan keagamaan. Melalui Program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an, BAZNAS berupaya memberikan kesempatan kepada santri dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan hafalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki bekal ilmu pengetahuan, iman, dan akhlak. Dukungan pendidikan diharapkan dapat membantu para santri terus belajar, mengembangkan potensi, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an juga menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat pembinaan generasi muda hingga tingkat desa. Dengan memberikan dukungan kepada santri yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, BAZNAS Provinsi Lampung turut mendorong lahirnya generasi yang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakatnya. Penyaluran beasiswa ini sekaligus mencerminkan pemanfaatan zakat untuk bidang pendidikan dan dakwah. Melalui pengelolaan dana umat yang tepat sasaran, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia. Berilmu, Berakhlak, dan Menghadapi Masa Depan Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Gubernur Lampung, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan dan akhlak, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kewirausahaan, hingga kepemimpinan. Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan Lampung yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang berintegritas, mandiri, dan memiliki karakter kuat. Pendidikan pesantren menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu memadukan pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan. Melalui dukungan Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus mendukung pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di daerah. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan memperluas manfaatnya bagi para santri yang membutuhkan. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan santri dapat dilanjutkan melalui pendidikan, karya, prestasi, dan pengabdian nyata. Dengan penguatan ilmu, iman, dan akhlak, para santri diharapkan mampu mengambil peran dalam membangun masyarakat, memajukan Lampung, serta berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
22/10/2026 | MBL-01
Beasiswa Tahfiz Quran Desa TAPIS di Pesawaran Menginspirasi Bentuk SDM Tangguh Bersama TP-PKK Lampung
Beasiswa Tahfiz Quran Desa TAPIS di Pesawaran Menginspirasi Bentuk SDM Tangguh Bersama TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung kembali bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh melalui beasiswa santri program satu desa satu tahfiz di Kabupaten Pesawaran. Penyaluran beasiswa itu diserahkan kepada perwakilan santri dalam acara Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Rabu (21/10/2026). BAZNAS Lampung bersama TP-PKK juga menyalurkan 100 paket sembako untuk kelompok rentan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat. Paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, sedangkan beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi dukungan bagi pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda penghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, serta jajaran pemerintah daerah dan organisasi terkait. Turut hadir perwakilan BAZNAS Provinsi Lampung dan BAZNAS Kabupaten Pesawaran, pengurus TP-PKK dan DWP Kabupaten Pesawaran, serta Kepala Desa Sungai Langka. Sejumlah pejabat perangkat daerah Provinsi Lampung juga turut hadir dalam kegiatan, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Djohan Lius, M.Kes., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dra. Evie Fatmawaty, M.Si., serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Rudi Sjawal Sugiarto, S.E., M.H. Beasiswa Tahfiz Dukung Pendidikan Generasi Muda Penyaluran beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk perhatian BAZNAS Provinsi Lampung terhadap pendidikan keagamaan, khususnya bagi santri yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Melalui program ini, BAZNAS berupaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi mereka. Dukungan pendidikan diharapkan tidak hanya membantu santri melanjutkan pembelajaran, tetapi juga mendorong pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program beasiswa Tahfiz juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Lampung dalam memperluas akses pendidikan bagi santri dari keluarga kurang mampu. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. 100 Paket Sembako untuk Membantu Kelompok Rentan Selain beasiswa, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan 100 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga dan membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari. Penyaluran sembako merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Melalui pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Bantuan kebutuhan pokok dan beasiswa pendidikan memiliki peran yang saling melengkapi. Sembako membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, sementara dukungan pendidikan menjadi investasi bagi pengembangan generasi muda di masa mendatang. Desa TAPIS Perkuat Pemberdayaan Keluarga Kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS merupakan bagian dari upaya TP-PKK Provinsi Lampung dalam memperkuat peran keluarga melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, ketahanan pangan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi keluarga. Pelaksanaan program membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat, dan berbagai lembaga terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi desa sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga. Keterlibatan BAZNAS Provinsi Lampung melalui penyaluran 100 paket sembako dan beasiswa Tahfiz Al-Qur’an menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemberdayaan tersebut. Bantuan ini menghubungkan pemenuhan kebutuhan dasar dengan pengembangan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui sinergi bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya memperluas manfaat ZIS agar dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat sekaligus mendukung generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
21/10/2026 | MBL-01

Berita Pendistribusian

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan. Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza,  Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo,  Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.  Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung turut mendukung pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Daerah Lampung dengan membagikan sarapan gratis kepada peserta dan tamu kegiatan di Bumi Perkemahan Pramuka Daerah (Buperda) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/9/2026). Sarapan yang disediakan BAZNAS terdiri dari aneka pangan lokal berupa jagung, singkong, ubi ungu, pisang, dan kacang rebus. Sajian tersebut dilengkapi kopi panas dan air mineral yang dibagikan kepada peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan apel. Penyediaan sarapan ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS Lampung dalam menyemarakkan momentum Hari Pramuka sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari seluruh makanan dan minuman yang disediakan BAZNAS habis dibagikan hingga tidak tersisa. Sajian berbahan pangan lokal tersebut menjadi pelengkap bagi peserta yang sejak pagi mengikuti rangkaian kegiatan di Buperda Kota Baru. Apel Besar Hari Pramuka ke-65 sendiri menjadi momentum penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Melalui kehadiran tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan menghadirkan dukungan dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/09/2026 | MBL-01
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mengambil bagian dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyalurkan 100 paket sembako dan beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an bagi masyarakat dan penerima manfaat. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari dukungan BAZNAS terhadap upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan keagamaan generasi muda. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi, S.E., Wakil Bupati Lampung Timur H. Azwar Hadi, S.E., M.Si., serta Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi Lampung Ade Iskandar Bunari, S.E. Kegiatan Desa TAPIS di Desa Nibung merupakan bagian dari pembinaan TP-PKK Provinsi Lampung yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, lingkungan, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi masyarakat. Dalam konteks tersebut, bantuan 100 paket sembako dari BAZNAS diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an menjadi bentuk dukungan terhadap akses pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda agar terus memiliki kesempatan untuk menghafal serta mempelajari Al-Qur’an. Program Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an merupakan salah satu program pendidikan BAZNAS Provinsi Lampung yang ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu dengan potensi dan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung lahirnya generasi yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan. Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong agar sinergi lintas lembaga dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kesejahteraan keluarga serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS di Desa Nibung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/09/2026 | MBL-01

Artikel Terbaru

Mengenal Enam Rukun Iman dalam Islam, Lengkap Makna dan Contohnya
Mengenal Enam Rukun Iman dalam Islam, Lengkap Makna dan Contohnya
IMAN merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Keimanan tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diyakini dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, memahami rukun iman menjadi bagian penting dalam mempelajari akidah Islam. Rukun iman terdiri atas enam perkara yang wajib diyakini oleh setiap Muslim, yaitu iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Keenamnya saling berkaitan dalam membentuk keyakinan seorang Muslim terhadap Allah SWT dan ajaran yang disampaikan melalui para rasul-Nya. Mempelajari rukun iman bukan sekadar menghafal urutannya. Pemahaman terhadap setiap rukun membantu umat Islam mengenal Tuhannya, memahami tanggung jawab sebagai manusia, meyakini kehidupan setelah kematian, serta menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam ilmu dan ketetapan Allah SWT. Baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa perlu memahami rukun iman secara bertahap, mulai dari menghafal urutannya, mempelajari maknanya, hingga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan enam rukun iman beserta contoh penerapannya. 1. Iman kepada Allah SWT Iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman pertama sekaligus fondasi utama akidah Islam. Seorang Muslim meyakini bahwa Allah adalah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur seluruh alam semesta serta satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Keimanan ini mencakup keyakinan terhadap keesaan Allah, kesempurnaan nama dan sifat-Nya, serta kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk. Allah tidak memiliki sekutu dan tidak membutuhkan pertolongan siapa pun. Salah satu dalil tentang keesaan Allah terdapat dalam Surah Al-Ikhlas ayat 1: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” Ayat tersebut menegaskan bahwa tauhid atau keyakinan terhadap keesaan Allah merupakan inti ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada Allah dapat diwujudkan melalui ibadah yang ikhlas, membiasakan diri berdoa dan bersyukur, serta menjauhi perbuatan dosa. Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui juga mendorong seorang Muslim untuk menjaga perilakunya, baik ketika berada di hadapan orang lain maupun saat sendirian. Keimanan kepada Allah turut menumbuhkan harapan ketika menghadapi kesulitan. Seorang Muslim tetap berusaha, berdoa, dan tidak mudah berputus asa karena meyakini luasnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. 2. Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah Rukun iman kedua adalah iman kepada malaikat-malaikat Allah. Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah yang senantiasa taat dan menjalankan tugas sesuai dengan perintah-Nya. Umat Islam wajib meyakini keberadaan malaikat meskipun tidak dapat melihat mereka dalam keadaan normal. Keimanan ini termasuk keyakinan terhadap perkara gaib yang dijelaskan melalui Al-Qur'an dan hadis. Beberapa malaikat yang dikenal dalam pembelajaran dasar Islam antara lain: Jibril, yang bertugas menyampaikan wahyu. Mikail, yang berkaitan dengan pengaturan rezeki dan hujan atas perintah Allah. Israfil, yang akan meniup sangkakala. Malaikat Maut, yang bertugas mencabut nyawa. Raqib dan Atid, istilah yang lazim digunakan dalam pembelajaran Islam untuk malaikat yang mencatat amal manusia. Iman kepada malaikat mengajarkan umat Islam untuk berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Kesadaran bahwa amal perbuatan dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah diharapkan mendorong seseorang untuk berkata jujur, menjaga amanah, menghindari fitnah, serta memperbanyak amal saleh. Keimanan ini juga mengingatkan bahwa tidak semua hal dapat diketahui melalui pancaindra. Seorang Muslim menerima perkara gaib berdasarkan keterangan wahyu yang sahih. 3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah Rukun iman ketiga adalah iman kepada kitab-kitab Allah. Keimanan ini mengajarkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada para rasul sebagai petunjuk bagi manusia. Kitab-kitab tersebut membawa ajaran tentang keesaan Allah, perintah untuk berbuat baik, larangan melakukan keburukan, serta pedoman menjalani kehidupan. Empat kitab Allah yang umum dipelajari dalam pendidikan Islam adalah: Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s. Injil, diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Al-Qur'an, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Seorang Muslim meyakini bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah dan diturunkan kepada para rasul pada masa yang telah ditentukan-Nya. Al-Qur'an memiliki kedudukan sebagai kitab suci terakhir dan menjadi pedoman bagi umat Islam. Di dalam Al-Qur'an terdapat petunjuk mengenai akidah, ibadah, akhlak, hubungan antarmanusia, serta pelajaran dari kehidupan para nabi dan umat terdahulu. Penerapan iman kepada kitab-kitab Allah dapat dilakukan dengan membaca Al-Qur'an, mempelajari maknanya, memahami tafsir dari sumber tepercaya, dan berusaha mengamalkan ajarannya. Dengan demikian, keimanan terhadap kitab Allah tidak berhenti pada pengakuan, tetapi juga tercermin dalam kesediaan menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup. 4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah Rukun iman keempat adalah iman kepada rasul-rasul Allah. Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan wahyu, membimbing manusia menuju jalan yang benar, serta memberikan teladan dalam menjalankan ajaran agama. Para rasul mengajarkan tauhid dan mengajak umatnya untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya. Meskipun menghadapi tantangan dan ujian yang berbeda-beda, mereka membawa ajaran dasar yang sama, yaitu mengesakan Allah dan menaati perintah-Nya. Dalam pendidikan Islam, terdapat 25 nabi dan rasul yang disebutkan namanya dalam Al-Qur'an dan lazim dipelajari oleh umat Islam. Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Ahzab ayat 40 yang menyebutkan beliau sebagai penutup para nabi. Iman kepada rasul tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan kisah mereka. Seorang Muslim juga perlu membenarkan ajaran yang disampaikan, menghormati para rasul, serta mengambil pelajaran dari perjuangan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada rasul dapat diwujudkan dengan meneladani kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan keadilan Nabi Muhammad SAW. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak selawat serta mempelajari sunah beliau berdasarkan Al-Qur'an dan hadis yang sahih. 5. Iman kepada Hari Akhir Rukun iman kelima adalah iman kepada hari akhir. Keimanan ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Setiap manusia akan mengalami kematian dan dibangkitkan kembali atas kehendak Allah untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Hari akhir mencakup berbagai peristiwa yang diberitakan dalam Al-Qur'an dan hadis, antara lain kehancuran alam semesta, tiupan sangkakala, kebangkitan manusia, pengumpulan di padang mahsyar, perhitungan amal, serta balasan berupa surga atau neraka sesuai dengan keadilan dan rahmat Allah. Keyakinan terhadap hari akhir memiliki pengaruh terhadap cara seorang Muslim menjalani kehidupan. Orang yang meyakini adanya pertanggungjawaban setelah kematian akan berusaha menjaga hak orang lain, menunaikan amanah, menghindari kezaliman, dan memperbaiki kesalahan. Iman kepada hari akhir juga mengajarkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut. Seorang Muslim berharap memperoleh rahmat dan ampunan Allah, tetapi tetap berusaha menjauhi dosa dan menjalankan kewajiban agama. Selain itu, keimanan ini mengingatkan bahwa harta, jabatan, dan popularitas bersifat sementara. Karena itu, kehidupan dunia perlu dijalani dengan penuh tanggung jawab sambil mempersiapkan bekal berupa amal saleh untuk kehidupan akhirat. 6. Iman kepada Qada dan Qadar Rukun iman keenam adalah iman kepada qada dan qadar. Keimanan ini berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu dan seluruh kejadian berada dalam ilmu serta kehendak-Nya. Secara sederhana, qada sering dijelaskan sebagai ketetapan Allah, sedangkan qadar berkaitan dengan ukuran atau perwujudan ketetapan tersebut. Para ulama memiliki penjelasan yang beragam mengenai perincian kedua istilah ini. Namun, inti keimanannya adalah meyakini bahwa tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan dan kekuasaan Allah SWT. Iman kepada qada dan qadar bukan berarti manusia boleh meninggalkan usaha atau menganggap dirinya tidak memiliki tanggung jawab. Islam mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah. Seorang pelajar, misalnya, tetap perlu belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang baik. Seseorang yang menghadapi masalah juga perlu mencari jalan keluar yang dibenarkan oleh agama. Setelah berusaha, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah dan belajar menerima ketetapan-Nya dengan sabar. Ketika mengalami kegagalan, seorang Muslim dapat mengambil pelajaran, mengevaluasi kekurangan, dan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik. Sebaliknya, ketika memperoleh keberhasilan, ia tetap bersyukur dan tidak bersikap sombong karena menyadari bahwa kemampuan dan kesempatan juga merupakan nikmat dari Allah SWT. Dalil tentang Enam Rukun Iman Salah satu rujukan utama mengenai enam rukun iman terdapat dalam hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahih Muslim. Dalam hadis tersebut, Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang iman. Rasulullah menjelaskan bahwa iman adalah meyakini Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang baik maupun yang buruk. Al-Qur'an juga menjelaskan pokok-pokok keimanan tersebut. Surah An-Nisa ayat 136 memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah, Rasul-Nya, kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang diturunkan sebelumnya. Sementara itu, Surah Al-Baqarah ayat 285 menyebutkan keimanan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, dan para rasul-Nya. Kedua sumber tersebut menjadi dasar penting dalam mempelajari akidah Islam. Untuk memahami rukun iman secara lebih mendalam, umat Islam dapat mempelajari Al-Qur'an dan hadis melalui penjelasan ulama yang tepercaya agar pemahamannya sesuai dengan ajaran Islam. Cara Mudah Menghafal dan Memahami Rukun Iman Menghafal enam rukun iman dapat dimulai dengan membiasakan diri menyebutkannya secara berurutan: Iman kepada Allah SWT. Iman kepada malaikat-malaikat Allah. Iman kepada kitab-kitab Allah. Iman kepada rasul-rasul Allah. Iman kepada hari akhir. Iman kepada qada dan qadar. Mengulang urutan tersebut setiap hari, setelah salat, atau ketika belajar agama dapat membantu memperkuat ingatan. Namun, hafalan sebaiknya disertai pemahaman terhadap makna setiap rukun. Orang tua dapat mengenalkan rukun iman kepada anak melalui kartu belajar, cerita para nabi, kuis sederhana, atau permainan menyusun enam poin secara berurutan. Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak dan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka agar pembelajaran lebih mudah dipahami. Selain itu, setiap rukun iman dapat dihubungkan dengan perilaku sehari-hari. Iman kepada Allah mendorong keikhlasan dalam beribadah, iman kepada malaikat mengingatkan pentingnya menjaga perilaku, iman kepada kitab mendorong umat Islam mempelajari wahyu, iman kepada rasul mengajarkan keteladanan akhlak, iman kepada hari akhir menumbuhkan tanggung jawab, sedangkan iman kepada qada dan qadar mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Jika ada bagian yang belum dipahami, jangan ragu bertanya kepada guru agama atau mempelajari penjelasan dari sumber yang tepercaya. Memperkuat Keimanan dalam Kehidupan Sehari-hari Enam rukun iman merupakan fondasi akidah yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Urutannya dimulai dari iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, hingga qada dan qadar. Memahami rukun iman tidak cukup dilakukan dengan menghafal enam poin secara lisan. Setiap Muslim perlu mempelajari makna, dalil, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan kepada Allah harus tercermin dalam ibadah dan akhlak, sedangkan keyakinan terhadap perkara gaib hendaknya mendorong ketaatan, tanggung jawab, kesabaran, dan kejujuran. Dengan terus belajar, beramal saleh, serta merujuk kepada Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan dapat memperkuat akidah dan menjalankan ajaran agama dengan lebih baik. Semoga Allah SWT mengaruniakan iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, dan kemampuan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/10/2026 | MBL-01
Tips Menjadi Muslim Produktif agar Hidup Lebih Terarah dan Berkah
Tips Menjadi Muslim Produktif agar Hidup Lebih Terarah dan Berkah
MENJADI Muslim yang produktif bukan sekadar tentang menyelesaikan banyak pekerjaan atau meraih kesuksesan duniawi. Produktivitas dalam Islam juga berkaitan dengan cara seseorang memanfaatkan waktu, menjaga kualitas ibadah, menunaikan tanggung jawab, serta memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan niat yang benar dan usaha yang konsisten, aktivitas sehari-hari dapat menjadi bagian dari ikhtiar meraih rida Allah SWT. Waktu, kesehatan, ilmu, dan harta merupakan nikmat yang perlu dimanfaatkan dengan baik. Namun, kesibukan sehari-hari terkadang membuat seseorang kesulitan menentukan prioritas, menunda pekerjaan, atau kurang memperhatikan kewajiban ibadah. Karena itu, menjadi Muslim yang produktif membutuhkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Produktivitas bukan berarti harus selalu sibuk, melainkan mampu mengelola waktu, menjaga kesehatan, dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Berikut delapan tips yang dapat diterapkan untuk membangun kebiasaan produktif sekaligus menjaga keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Meluruskan Niat dalam Setiap Aktivitas Langkah pertama untuk menjadi Muslim yang produktif adalah meluruskan niat. Dalam Islam, niat memiliki kedudukan penting karena menjadi dasar dalam melakukan suatu amalan. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal bergantung pada niatnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dengan niat yang baik, aktivitas sehari-hari dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT selama dilakukan melalui cara yang halal dan sesuai dengan syariat. Sebagai contoh, seseorang yang bekerja untuk menafkahi keluarga dapat menjadikan pekerjaannya sebagai bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Begitu pula pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu agar dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain. Meluruskan niat juga membantu seseorang agar tidak menjadikan pengakuan atau pujian manusia sebagai tujuan utama. Produktivitas tidak harus dibuktikan dengan terlihat sibuk, tetapi melalui tanggung jawab yang ditunaikan dan manfaat yang dihasilkan. Untuk membiasakannya, luangkan waktu sejenak sebelum memulai aktivitas untuk memperbarui niat. Dengan begitu, pekerjaan, belajar, mengurus keluarga, hingga membantu sesama dapat dijalani dengan tujuan yang lebih jelas. 2. Mengatur Waktu Berdasarkan Prioritas dan Waktu Salat Waktu merupakan nikmat yang berharga bagi setiap manusia. Dalam Surah Al-'Asr, Allah SWT mengingatkan pentingnya iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Pesan tersebut menjadi pengingat agar waktu digunakan untuk kegiatan yang bernilai dan bermanfaat. Salah satu cara mengelola waktu adalah menyusun daftar kegiatan harian. Tentukan pekerjaan yang paling penting dan mendesak, kemudian susun aktivitas lain sesuai kebutuhan. Pekerjaan utama, belajar, memenuhi kebutuhan keluarga, berolahraga, dan membaca Al-Qur'an dapat dimasukkan ke dalam jadwal yang realistis. Waktu salat lima waktu juga dapat dijadikan penanda untuk mengatur kegiatan. Salat bukanlah gangguan terhadap produktivitas, melainkan kewajiban yang perlu dijaga di tengah berbagai kesibukan. Mengatur jadwal dengan mempertimbangkan waktu salat membantu menjaga keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab sehari-hari. Selain itu, hindari kebiasaan menunda pekerjaan. Tugas besar dapat dipecah menjadi langkah-langkah kecil agar lebih mudah dimulai. Misalnya, fokus mengerjakan satu tugas selama 15–25 menit sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya. Meski demikian, jadwal yang produktif tidak berarti harus memenuhi setiap menit dengan aktivitas. Waktu istirahat, tidur, dan kebersamaan dengan keluarga tetap perlu disediakan agar rutinitas dapat dijalankan secara konsisten. 3. Menjadikan Ibadah sebagai Fondasi Produktivitas Ibadah merupakan bagian utama dalam kehidupan seorang Muslim. Salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan beristigfar menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengingatkan seseorang pada tujuan hidupnya. Salat lima waktu perlu menjadi prioritas meskipun aktivitas sedang padat. Pengingat waktu salat dan perencanaan pekerjaan dapat membantu menjaga konsistensi dalam menjalankan kewajiban tersebut. Selain salat, membaca Al-Qur'an secara rutin dapat menjadi kebiasaan untuk memperdalam pemahaman agama. Tidak perlu langsung menetapkan target yang tinggi. Mulailah dengan beberapa ayat setiap hari, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Membaca terjemahan juga dapat membantu memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Zikir dan doa dapat melengkapi rutinitas harian. Membiasakan zikir pagi dan petang sesuai tuntunan, berdoa sebelum bekerja, serta beristigfar ketika menyadari kesalahan merupakan cara untuk menjaga kesadaran spiritual di tengah kesibukan. Hal yang perlu diingat, produktivitas dalam ibadah bukan perlombaan untuk terlihat paling saleh. Yang lebih penting adalah keikhlasan, kesesuaian dengan tuntunan agama, dan konsistensi dalam menjalankan amalan. 4. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Tubuh merupakan amanah yang perlu dijaga. Produktivitas akan sulit dipertahankan apabila seseorang terus-menerus kurang tidur, mengabaikan kebutuhan nutrisi, atau tidak memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Karena itu, menjaga kesehatan fisik menjadi bagian penting dari upaya menjalani kehidupan secara produktif. Biasakan tidur dan bangun secara teratur, mengurangi penggunaan telepon genggam menjelang tidur, serta menyiapkan kebutuhan esok hari sebelum beristirahat. Pola makan juga perlu diperhatikan. Konsumsi makanan yang halal dan baik, minum air yang cukup, serta penuhi kebutuhan nutrisi sesuai kondisi tubuh. Hindari kebiasaan melewatkan waktu makan hingga tubuh kehilangan energi untuk beraktivitas. Selain itu, sisihkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, peregangan, atau olahraga sesuai kemampuan. Bagi orang yang banyak bekerja di depan komputer, berdiri dan bergerak secara berkala dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat. Kesehatan mental juga tidak boleh diabaikan. Tekanan pekerjaan, kelelahan, dan kekecewaan dapat dialami siapa saja. Ketika merasa kewalahan, berikan waktu untuk beristirahat, berbicara dengan orang tepercaya, atau mencari bantuan profesional apabila diperlukan. Menjadi produktif bukan berarti harus selalu kuat dan mampu menyelesaikan semuanya. Mengenali batas kemampuan serta mencari pertolongan ketika dibutuhkan merupakan bagian dari upaya menjaga diri agar tetap dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik. 5. Terus Mengembangkan Ilmu dan Keterampilan Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Pengetahuan membantu seseorang memahami agama, meningkatkan kualitas pekerjaan, dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Kebiasaan belajar dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membaca buku tentang Al-Qur'an, hadis, akhlak, sejarah Islam, atau bidang pekerjaan yang sedang ditekuni. Tentukan target yang realistis, misalnya membaca lima hingga sepuluh halaman setiap hari, agar kebiasaan tersebut lebih mudah dipertahankan. Mengikuti kajian dari guru yang tepercaya juga dapat membantu memperdalam pemahaman agama. Dalam mencari ilmu, penting untuk memeriksa sumber informasi, memahami materi secara utuh, dan tidak terburu-buru menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Di samping ilmu agama, keterampilan profesional juga perlu dikembangkan. Seseorang dapat mempelajari teknologi baru, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperbaiki pengelolaan keuangan, atau mengikuti pelatihan yang relevan dengan pekerjaannya. Agar proses belajar lebih terarah, tentukan satu keterampilan yang ingin dikuasai dalam periode tertentu. Bagi prosesnya menjadi target mingguan, catat perkembangan, dan praktikkan pengetahuan yang telah diperoleh. Dengan cara ini, belajar tidak berhenti pada mengumpulkan informasi, tetapi menjadi proses untuk meningkatkan kemampuan, menunaikan amanah dengan lebih baik, dan memperluas manfaat bagi orang lain. 6. Mengelola Penggunaan Teknologi dan Media Sosial Teknologi dapat membantu pekerjaan, pembelajaran, komunikasi, dan akses terhadap ilmu agama. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga berpotensi menyita waktu serta mengganggu konsentrasi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menetapkan batas penggunaan media sosial. Hindari membuka aplikasi ketika sedang menyelesaikan tugas penting, terutama jika kebiasaan tersebut membuat pekerjaan tertunda. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung rutinitas positif. Kalender digital, aplikasi pencatat tugas, pengingat waktu salat, dan aplikasi Al-Qur'an dapat membantu mengatur kegiatan sehari-hari. Pilih alat yang sederhana dan benar-benar dibutuhkan agar waktu tidak habis untuk mengatur sistem yang terlalu rumit. Selain mengatur durasi penggunaan, perhatikan pula konten yang dikonsumsi dan dibagikan. Hindari menyebarkan berita yang belum terverifikasi, menghina orang lain, atau terlibat dalam perdebatan yang tidak membawa manfaat. Gunakan media sosial untuk menjaga silaturahmi, berbagi ilmu yang benar, dan menyampaikan pesan kebaikan dengan santun. Sediakan pula waktu tanpa perangkat elektronik, terutama ketika beribadah, berbincang dengan keluarga, atau beristirahat. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana pendukung produktivitas, bukan gangguan yang menguasai waktu. 7. Memperbanyak Amal Saleh dan Memberikan Manfaat kepada Sesama Produktivitas seorang Muslim tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Karena itu, waktu, tenaga, ilmu, dan harta dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan di lingkungan sekitar. Membantu keluarga, mendampingi anak belajar, memperhatikan kebutuhan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk tanggung jawab yang penting. Kesibukan mengejar target pribadi sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan hak keluarga dan orang-orang terdekat. Sedekah juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan berbagi. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, misalnya dengan memberikan makanan, membantu tetangga, menyumbangkan barang yang masih layak, atau menyisihkan sebagian penghasilan. Bagi seorang Muslim, menunaikan zakat ketika telah memenuhi ketentuannya juga merupakan bentuk tanggung jawab ibadah sekaligus kepedulian sosial. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola serta disalurkan dengan baik dapat membantu memenuhi kebutuhan mustahik dan mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di tempat kerja maupun lingkungan pendidikan, manfaat dapat diwujudkan melalui sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Menyelesaikan tugas dengan baik, membantu rekan yang mengalami kesulitan, menghargai pendapat orang lain, serta tidak mengambil hak sesama merupakan bagian dari akhlak yang perlu dijaga. Kebaikan sebaiknya dilakukan dengan ikhlas, tanpa merendahkan penerima bantuan atau menjadikannya sarana untuk mencari pujian. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya menghasilkan pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. 8. Melakukan Muhasabah dan Menjaga Konsistensi Menjadi Muslim yang produktif merupakan proses yang membutuhkan waktu. Ada hari ketika berbagai rencana dapat berjalan dengan baik, tetapi ada pula saat pekerjaan tertunda atau tubuh membutuhkan lebih banyak istirahat. Karena itu, muhasabah atau introspeksi diri penting dilakukan secara rutin. Sebelum tidur, luangkan beberapa menit untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dijalani. Tinjau ibadah yang telah dilaksanakan, tanggung jawab yang berhasil diselesaikan, serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan untuk belajar dan menyusun langkah yang lebih baik. Tetapkan pula target yang realistis. Jika belum terbiasa membaca Al-Qur'an setiap hari, mulailah dengan target sederhana. Jika ingin mengurangi penggunaan media sosial, lakukan secara bertahap sambil membangun kebiasaan pengganti yang lebih bermanfaat. Ketika gagal mengikuti jadwal atau melewatkan target, jangan langsung menganggap seluruh usaha sia-sia. Kenali penyebabnya, perbaiki strategi, lalu lanjutkan kembali kebiasaan baik yang ingin dibangun. Muhasabah juga perlu disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT. Setelah berusaha sebaik mungkin, serahkan hasilnya kepada Allah dengan tetap menjalankan tanggung jawab. Tidak semua rencana akan berjalan sesuai keinginan, tetapi setiap keadaan dapat menjadi kesempatan untuk belajar, bersabar, dan memperbaiki diri. Konsistensi tidak menuntut seseorang menjadi sempurna setiap hari. Yang terpenting adalah kesediaan untuk terus memperbaiki diri dan menjaga kebiasaan baik sesuai kemampuan. Menjadi Muslim Produktif dengan Hidup yang Seimbang Menjadi Muslim yang produktif dan penuh keberkahan membutuhkan keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, kesehatan, pengembangan diri, dan kepedulian kepada sesama. Hal ini dapat dimulai dengan meluruskan niat, mengatur waktu berdasarkan prioritas, menjaga ibadah, mengembangkan ilmu, serta menggunakan teknologi secara bijaksana. Produktivitas dalam Islam bukan perlombaan untuk menyelesaikan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Produktivitas yang baik adalah kemampuan memanfaatkan waktu, kesehatan, ilmu, dan harta untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat tanpa mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT maupun hak sesama manusia. Mulailah dengan memilih beberapa kebiasaan yang paling mudah diterapkan, kemudian jalankan secara konsisten. Jangan meremehkan amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas, sebab perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana yang terus dijaga. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, menerima amal ibadah, serta menjadikan setiap usaha yang halal sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat. Dengan niat yang lurus dan ikhtiar yang berkelanjutan, semoga kita dapat menjadi Muslim yang tidak hanya berusaha meraih keberhasilan di dunia, tetapi juga mengharapkan rida dan keberkahan Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01
Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
Gen Z dan Gaya Hidup Islami: Menjaga Iman di Tengah Perkembangan Zaman
GEN Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat. Kemudahan akses informasi membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Namun, derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup juga menghadirkan tantangan, mulai dari mengatur waktu, menjaga kesehatan mental, hingga mempertahankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, menerapkan gaya hidup Islami menjadi salah satu cara bagi Gen Z untuk menjalani kehidupan modern tanpa kehilangan arah dan identitas sebagai seorang Muslim. Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga memberikan pedoman dalam berinteraksi, menuntut ilmu, bekerja, mengelola harta, serta memperlakukan sesama manusia. Menjalani hidup Islami bukan berarti harus menjauhi teknologi atau berhenti mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat mengejar pendidikan, membangun karier, berkarya, dan memanfaatkan media sosial selama tetap berpegang pada ajaran Islam. Kuncinya adalah mampu menentukan prioritas, menjaga akhlak, dan menggunakan waktu serta kemampuan untuk hal-hal yang bermanfaat. Berikut delapan kebiasaan yang dapat diterapkan Gen Z untuk membangun kehidupan yang lebih seimbang, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. 1. Menjadikan Salat Lima Waktu sebagai Prioritas Salat lima waktu merupakan kewajiban utama yang perlu dijaga di tengah berbagai aktivitas. Kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun kegiatan di media sosial tidak seharusnya membuat seorang Muslim mengabaikan waktu salat. Gen Z dapat membangun kebiasaan salat tepat waktu dengan memanfaatkan fitur pengingat di telepon genggam dan menyesuaikan jadwal kegiatan berdasarkan waktu salat. Ketika berada di luar rumah, rencanakan aktivitas agar tetap dapat melaksanakan salat dengan nyaman dan sesuai ketentuan. Selain menjaga ketepatan waktu, penting pula untuk memperbaiki kualitas salat. Memahami arti bacaan, mempelajari makna gerakan, dan berusaha menjaga kekhusyukan dapat membantu ibadah menjadi lebih bermakna. Salat juga menjadi momen untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi persoalan, seperti tekanan akademik, masalah pertemanan, kesulitan keuangan, atau kekhawatiran mengenai masa depan. Doa perlu disertai ikhtiar, kesabaran, dan tawakal agar seorang Muslim dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik. 2. Menggunakan Media Sosial secara Bijak Media sosial memberikan banyak manfaat bagi Gen Z, mulai dari memperoleh informasi, menjalin pertemanan, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, pekerjaan, ibadah, dan istirahat. Untuk mengatasinya, tetapkan batas waktu penggunaan aplikasi, matikan notifikasi yang tidak penting, dan hindari membuka media sosial ketika sedang menyelesaikan tugas. Meletakkan telepon genggam jauh dari jangkauan saat belajar atau bekerja juga dapat membantu menjaga konsentrasi. Selain durasi penggunaan, etika dalam berinteraksi di ruang digital perlu diperhatikan. Hindari komentar yang menghina, menyebarkan kebencian, mempermalukan orang lain, atau melakukan perundungan daring. Menjaga lisan dan menghormati sesama tetap menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim, termasuk ketika berkomunikasi melalui internet. Gen Z juga perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Konten yang viral belum tentu benar, begitu pula kutipan agama yang beredar di media sosial belum tentu memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. QS. Al-Isra ayat 36 mengingatkan manusia agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya. Selain itu, hindari kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan pencapaian orang lain di media sosial. Apa yang ditampilkan di internet tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Menghargai proses diri sendiri dan mensyukuri nikmat Allah SWT dapat membantu kita menjalani kehidupan dengan lebih seimbang. 3. Membaca Al-Qur'an dan Menuntut Ilmu Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Membaca dan mempelajarinya secara rutin dapat membantu Gen Z memperkuat pemahaman agama sekaligus memiliki landasan dalam menentukan sikap di tengah beragam pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman. Kebiasaan membaca Al-Qur'an dapat dimulai dari langkah sederhana, misalnya membaca beberapa ayat setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Jumlah bacaan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Konsistensi lebih penting daripada menetapkan target besar yang sulit dipertahankan. Tidak hanya membaca, generasi muda juga perlu berusaha memahami maknanya melalui terjemahan dan tafsir dari sumber tepercaya. Jika menemukan ayat atau persoalan agama yang sulit dipahami, bertanyalah kepada guru agama atau ustaz yang memiliki kompetensi. Menuntut ilmu agama juga dapat dilakukan melalui kajian di masjid, kelas daring, buku-buku keislaman, dan diskusi bersama orang yang berilmu. Namun, informasi yang ditemukan di internet perlu disikapi secara kritis. Hindari menyimpulkan hukum agama hanya berdasarkan potongan video atau ceramah tanpa memahami konteksnya. Ilmu yang diperoleh sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang kejujuran, misalnya, perlu diwujudkan melalui kebiasaan berkata benar. Begitu pula pemahaman mengenai kewajiban berbakti kepada orang tua perlu ditunjukkan melalui sikap dan tindakan nyata. 4. Memilih Pergaulan yang Baik dan Menjaga Batasan Lingkungan pertemanan dapat memengaruhi pola pikir, kebiasaan, dan keputusan seseorang. Teman yang baik dapat memberikan dukungan dan motivasi, sedangkan lingkungan yang kurang sehat berpotensi mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. Memilih pergaulan yang baik bukan berarti harus menjauhi orang yang berbeda latar belakang atau pandangan. Seorang Muslim tetap perlu bersikap adil, menghormati orang lain, dan berbuat baik kepada sesama sambil mempertahankan prinsip yang diyakini. Gen Z juga perlu memahami pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan, termasuk dengan lawan jenis. Interaksi hendaknya dilandasi sikap saling menghormati dan tanggung jawab, tanpa merendahkan atau memperlakukan orang lain secara tidak pantas. Tekanan dari teman sebaya juga perlu dihadapi dengan bijaksana. Ketika mendapat ajakan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan, beranilah menolak dengan sopan dan jelas. Mempertahankan prinsip tidak berarti harus memusuhi orang lain. Untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan diri, generasi muda dapat mengikuti komunitas belajar, organisasi sosial, kegiatan olahraga, atau kelompok kajian Islam. Selain memperluas pertemanan, kegiatan tersebut dapat membantu mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap sesama. 5. Menjaga Kesehatan Mental dan Membiasakan Bersyukur Tuntutan pendidikan, persaingan pekerjaan, masalah keluarga, dan tekanan media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental Gen Z. Karena itu, menjalani kehidupan Islami juga perlu disertai perhatian terhadap kondisi fisik dan psikologis. Bersyukur merupakan salah satu kebiasaan yang dapat dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur bukan berarti mengabaikan masalah atau memaksakan diri untuk selalu merasa bahagia. Sebaliknya, sikap ini membantu kita menyadari hal-hal baik yang masih dimiliki sambil tetap berusaha menghadapi kesulitan. Salah satu cara sederhana untuk melatihnya adalah mencatat beberapa hal yang patut disyukuri setiap malam. Kebiasaan ini dapat membantu kita melihat kehidupan secara lebih seimbang dan menghargai proses yang sedang dijalani. Penting pula untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Tidak semua orang harus lulus, mendapatkan pekerjaan, atau mencapai kesuksesan pada waktu yang sama. Pencapaian orang lain dapat menjadi inspirasi tanpa harus dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan diri sendiri. Menjaga kesehatan mental juga membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan fisik, seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menghindari kebiasaan begadang tanpa keperluan. Jika mengalami tekanan berat atau berkepanjangan, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, konselor, atau tenaga kesehatan mental. Doa dan ibadah dapat menjadi sumber kekuatan spiritual, tetapi tidak menggantikan bantuan profesional ketika memang diperlukan. 6. Mengelola Keuangan dan Menghindari Hidup Konsumtif Kemudahan berbelanja daring dan banyaknya tren gaya hidup dapat membuat generasi muda tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tanpa pengelolaan yang baik, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kondisi keuangan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup hal-hal penting seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kewajiban lainnya. Sementara itu, keinginan dapat berupa barang tambahan yang pembeliannya masih bisa ditunda. Membuat anggaran dan mencatat pemasukan serta pengeluaran juga membantu membangun kedisiplinan finansial. Jika menerima uang saku atau memperoleh penghasilan dari pekerjaan, alokasikan dana untuk kebutuhan utama, tabungan, dan keperluan lainnya sesuai kemampuan. Dalam Islam, pengelolaan keuangan juga berkaitan dengan cara memperoleh dan menggunakan harta. Karena itu, penting untuk memperhatikan kehalalan sumber penghasilan, memahami transaksi keuangan, serta mempelajari prinsip keuangan syariah. Jika ragu terhadap suatu produk keuangan, mintalah penjelasan dari pihak yang memahami bidang tersebut. Jangan lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi sesuai kemampuan dan menunaikan zakat apabila telah memenuhi ketentuan. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Membantu sesama dan berbagi dengan ikhlas juga merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 7. Mengembangkan Potensi Diri dengan Tetap Menjaga Akhlak Gen Z memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. Kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Mulailah dengan mengenali minat dan bidang yang ingin dikuasai. Generasi muda yang tertarik pada teknologi dapat mempelajari keterampilan digital, sementara mereka yang menyukai dunia bisnis dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha secara jujur dan bertanggung jawab. Pengembangan diri membutuhkan proses dan latihan yang berkelanjutan. Tetapkan target yang realistis, seperti mempelajari satu materi baru setiap hari atau menyelesaikan proyek kecil setiap bulan. Kemajuan tidak selalu harus terlihat besar dalam waktu singkat, selama ada usaha yang konsisten. Dalam mengejar prestasi, hindari menghalalkan segala cara. Menyontek, memalsukan pengalaman, mengambil karya orang lain tanpa izin, atau menyebarkan informasi menyesatkan demi keuntungan merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Kemampuan yang dimiliki juga dapat digunakan untuk membantu sesama. Berbagi ilmu, membantu teman memahami pelajaran, mengikuti kegiatan sosial, atau menyebarkan informasi yang benar merupakan beberapa cara untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari bagaimana ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi positif kepada orang lain. 8. Membiasakan Muhasabah dan Menjaga Konsistensi Membangun kehidupan yang lebih Islami membutuhkan proses. Ada kalanya seseorang mampu menjaga kebiasaan baik, tetapi pada waktu lain kembali lalai karena kesibukan atau pengaruh lingkungan. Karena itu, muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan secara berkala untuk mengenali kekurangan dan menentukan langkah perbaikan. Muhasabah dapat dilakukan sebelum tidur dengan mengevaluasi pelaksanaan salat, kegiatan belajar, hubungan dengan keluarga, penggunaan media sosial, dan perilaku terhadap orang lain. Catatan sederhana mengenai hal yang telah dilakukan dengan baik dan hal yang perlu diperbaiki dapat membantu kita melihat perkembangan diri secara lebih realistis. Setelah melakukan evaluasi, tentukan target yang sederhana dan terukur. Misalnya, membaca Al-Qur'an selama sepuluh menit setiap hari, mengurangi waktu bermain media sosial, atau membantu orang tua tanpa harus menunggu diminta. Konsistensi juga berarti tidak mudah menyerah ketika melakukan kesalahan. Jika suatu hari target tidak tercapai, cari tahu penyebabnya dan perbaiki rencana. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara berkelanjutan meskipun sedikit, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Prinsip tersebut mengingatkan kita bahwa perubahan tidak harus berlangsung sekaligus. Kebiasaan kecil yang dijaga dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah penting dalam memperbaiki diri. Muhasabah juga perlu disertai doa, ikhtiar, dan tawakal. Setelah berusaha, seorang Muslim memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kekuatan untuk tetap istiqamah. Proses memperbaiki diri hendaknya menumbuhkan kerendahan hati, bukan membuat seseorang merasa lebih baik daripada orang lain. Menjalani Kehidupan Modern tanpa Kehilangan Nilai Islam Menjadi Gen Z yang menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam bukan berarti harus menjauh dari perkembangan zaman. Generasi muda tetap dapat memanfaatkan teknologi, mengejar pendidikan, membangun karier, mengembangkan kreativitas, dan menjalin pertemanan selama tetap menjaga prinsip agama. Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, menggunakan media sosial secara bijak, memilih pergaulan yang baik, merawat kesehatan mental, dan mengelola keuangan sesuai syariat merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Kebiasaan tersebut akan lebih bermakna apabila disertai kejujuran, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus belajar. Hidup Islami bukan tentang menjadi sempurna dalam sekejap, melainkan tentang terus berusaha memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Setiap orang memiliki proses dan tantangannya masing-masing, sehingga perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang paling mungkin dilakukan. Dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman, Gen Z diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, bijak menggunakan teknologi, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi jalan untuk memperoleh rida Allah SWT serta menghadirkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/10/2026 | MBL-01

BAZNAS TV