
Berita Terkini
BAZNAS dan BCA Syariah Bekali 33 Mustahik Strategi Promosi Digital Berbasis AI
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BCA Syariah membekali 33 mustahik pelaku usaha mikro dengan keterampilan promosi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui program Mustahik Micropreneur Digitalization Class 2026. Pelatihan tersebut digelar di Jakarta pada Rabu (21/10/2026) untuk mendukung pengembangan usaha mikro agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi ekonomi mustahik, terutama dalam memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing produk usaha mikro.
“Penguasaan teknologi digital seperti pemanfaatan AI untuk promosi serta sistem pembayaran QRIS merupakan kunci utama agar produk UMKM binaan BAZNAS dapat bersaing di pasar modern dan bertransformasi menjadi usaha yang mandiri,” jelas Rizaludin dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, BAZNAS RI akan terus menghadirkan pendampingan berkelanjutan agar mustahik pelaku usaha mikro dapat mengembangkan skala bisnisnya secara konsisten. Dengan dukungan keterampilan digital dan pendampingan, pelaku usaha diharapkan mampu mengoptimalkan peluang pasar serta mengelola usahanya dengan lebih baik.
Meningkatkan Kapasitas Pelaku Usaha
Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, turut mengapresiasi dukungan BCA Syariah dalam menghadirkan pelatihan dan fasilitas bagi mustahik pelaku usaha mikro. Ia menilai dukungan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
“Ini satu ketulusan yang luar biasa dari BCA Syariah untuk Bapak, Ibu sekalian. Terima kasih pada BCA Syariah yang sudah memberikan kita kesempatan pelatihan yang keren,” tutur Eka saat membuka pelatihan.
Sementara itu, Corporate Secretary BCA Syariah, Fikri Hudaya, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui kegiatan ini, BCA Syariah berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang.
“Kami mengharapkan usaha yang Bapak, Ibu punya atau miliki saat ini, nanti dengan bantuan yang memang coba kami programkan melalui BAZNAS, itu bisa bermanfaat untuk mengembangkan usaha Bapak, Ibu,” tutur Fikri.
Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan lintas lembaga dalam memperkuat kapasitas usaha mikro binaan BAZNAS. Pelatihan tidak hanya diarahkan pada pengenalan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatannya sebagai sarana untuk mendukung promosi dan pengembangan usaha.
Belajar Membuat Konten Promosi dengan AI
Manfaat pelatihan turut dirasakan peserta, salah satunya Ratna Amalia. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru, khususnya dalam membuat konten promosi yang lebih menarik dan memanfaatkan berbagai fitur kecerdasan buatan.
“Acara ini sungguhnya bermanfaat bagi kita, khususnya ke depan ya. Dengan adanya AI kita ingin bisa membuat konten yang lebih AIDA tadi ya, yang diajarkan Coach Faran, kemudian memanfaatkan fitur-fitur yang saat ini sih sebenarnya saya masih penasaran,” tuturnya.
Materi promosi digital dan pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu peserta menyusun konten yang lebih menarik untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Kemampuan tersebut menjadi bekal bagi pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan kanal digital dalam kegiatan pemasaran.
Melalui Mustahik Micropreneur Digitalization Class 2026, BAZNAS RI bersama BCA Syariah berupaya memperkuat kapasitas mustahik pelaku usaha mikro melalui peningkatan keterampilan dan dukungan pengembangan usaha. Program ini diharapkan dapat membantu peserta memanfaatkan teknologi secara produktif, memperluas peluang pemasaran, serta mendorong usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Way Kanan Santuni Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Way Kanan menyalurkan santunan kepada para santri di Pondok Pesantren Sabilil Mukhorrobin (PSM), Kampung Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap kesejahteraan santri.
Santunan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Way Kanan, KH. Abud Nursyihab, S.H.I., bersama A. Yusuf Efendi, S.P. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk para santri di lingkungan pondok pesantren.
Dukung Kesejahteraan dan Semangat Belajar Santri
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. Santri juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penyaluran santunan ini, BAZNAS Kabupaten Way Kanan berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menumbuhkan semangat mereka untuk terus belajar dan menuntut ilmu. Dukungan tersebut diharapkan dapat memotivasi para santri untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini juga mencerminkan peran zakat sebagai instrumen sosial yang dapat mendukung kesejahteraan umat. Dengan pengelolaan dan penyaluran ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat bagi berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Perkuat Kepedulian Sosial melalui ZIS
BAZNAS Kabupaten Way Kanan berkomitmen untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Upaya ini dilakukan agar dana yang dipercayakan masyarakat dapat disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.
Melalui kegiatan santunan pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Kabupaten Way Kanan berharap dukungan terhadap para santri dapat turut memperkuat pendidikan, pembinaan akhlak, dan kepedulian sosial di lingkungan pesantren.
Sejalan dengan komitmen “Menebar Kepedulian, Menguatkan Umat, Mewujudkan Kesejahteraan,” BAZNAS Kabupaten Way Kanan terus berupaya menghadirkan manfaat ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan serta mendukung terwujudnya kesejahteraan umat secara berkelanjutan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026, Bantu Renovasi 700 Madrasah Swasta
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Program Madrasah Layak Belajar (MLB) Tahun 2026 untuk membantu renovasi ruang kelas di 700 madrasah swasta di seluruh Indonesia. Peluncuran program berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Program ini menyasar 350 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan 350 Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS). Setiap madrasah terpilih akan memperoleh bantuan sebesar Rp25 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan ruang kelas yang layak, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., mengatakan Program Madrasah Layak Belajar merupakan implementasi Asta Strata BAZNAS 2026–2031 untuk menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak, khususnya bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan.
“Zakat, infak, dan sedekah harus dikelola agar memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui penyediaan ruang kelas yang aman dan layak bagi anak-anak madrasah,” ujar Zainut.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan prinsip maqashid syariah, terutama dalam menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlangsungan pendidikan dan menjaga jiwa (hifz al-nafs) melalui penyediaan ruang belajar yang aman.
“Dalam skala nasional, melalui program ini, BAZNAS turut mendukung SDGs Tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Jadwal Pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar 2026
Pendaftaran dan penerimaan proposal Program Madrasah Layak Belajar dibuka pada 21–31 Oktober 2026. Madrasah yang berminat perlu mempelajari petunjuk teknis dan menyiapkan dokumen sesuai persyaratan sebelum mengajukan proposal.
Berikut jadwal pelaksanaan program:
21 Oktober 2026: Peluncuran program.
21–31 Oktober 2026: Pendaftaran dan penerimaan proposal.
1–20 November 2026: Penilaian dan penetapan keputusan.
21 November 2026: Pengumuman penerima bantuan.
Madrasah diharapkan memperhatikan jadwal tersebut agar proses pendaftaran dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang ditentukan.
Cara Mendaftar Program Madrasah Layak Belajar
Untuk mengikuti program, madrasah perlu melalui beberapa tahapan berikut.
1. Menyimak video peluncuran program
Video peluncuran memuat gambaran umum program dan penjelasan awal mengenai tata cara pendaftaran.
Video Peluncuran Program MLB 2026
2. Membaca petunjuk teknis
Petunjuk teknis berisi kriteria madrasah penerima, ketentuan bantuan, larangan, dan jadwal pelaksanaan program.
Petunjuk Teknis MLB 2026
3. Mempelajari panduan pengisian formulir
Madrasah dapat mempelajari penjelasan setiap bagian proposal, data siswa, dan formulir pendaftaran melalui panduan yang disediakan.
Panduan Pendaftaran MLB 2026
4. Mengunduh dan melengkapi dokumen
Calon peserta perlu mengisi proposal dalam format Word dan data siswa mustahik dalam format Excel sesuai ketentuan BAZNAS RI.
Format Proposal dan Data Siswa MLB 2026
5. Mengisi formulir resmi
Setelah dokumen dilengkapi, madrasah dapat mengunggah persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran secara daring paling lambat 31 Oktober 2026.
Formulir Pendaftaran MLB 2026
6. Menyimpan bukti pendaftaran
Salinan jawaban formulir akan otomatis dikirimkan ke alamat email yang digunakan saat mendaftar. Madrasah disarankan menyimpan salinan tersebut sebagai bukti pendaftaran.
Pendaftaran Gratis dan Tanpa Perantara
BAZNAS RI menegaskan bahwa pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar 2026 gratis dan tanpa perantara. Seluruh proses pendaftaran hanya dilakukan melalui tautan resmi yang telah disediakan.
Madrasah diminta tidak memberikan uang atau imbalan kepada pihak mana pun yang mengaku dapat membantu meloloskan proposal. Dokumen dan data yang disampaikan juga harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketidaksesuaian data dengan fakta dapat menyebabkan pendaftaran gugur.
Karena itu, calon peserta perlu memeriksa kelengkapan dokumen dan memahami seluruh ketentuan dalam petunjuk teknis sebelum mengajukan proposal.
BAZNAS Telah Membantu 2.000 Madrasah pada 2024–2025
Program Madrasah Layak Belajar 2026 melanjutkan upaya BAZNAS RI dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan. Sepanjang 2024–2025, BAZNAS RI telah membantu 2.000 madrasah yang tersebar di 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota, termasuk 409 madrasah di wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.
Melalui program lanjutan ini, BAZNAS berupaya memperluas dukungan terhadap madrasah swasta, terutama dalam menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak bagi para siswa. Pemanfaatan dana ZIS di bidang pendidikan diharapkan dapat membantu mengurangi kendala sarana pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Program Madrasah Layak Belajar juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat secara lebih luas. Dengan ruang kelas yang aman dan nyaman, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik.
Madrasah yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan masa pendaftaran hingga 31 Oktober 2026 untuk mempelajari persyaratan dan mengajukan proposal melalui kanal resmi BAZNAS RI.
Informasi dan pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS RI 2026:
Video peluncuran: https://bazn.as/VideoPeluncuranMLB2026
Petunjuk teknis: https://bazn.as/JuknisMLB26
Panduan pendaftaran: https://bazn.as/PanduanDaftarMLB
Format proposal dan data siswa: https://bazn.as/FormatProposalMLB2026
Formulir pendaftaran: https://bazn.as/FormDaftarMLB26
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
22/10/2026 | MBL-01
Berita Pendistribusian

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung.
Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01

BAZNAS Lampung Bagikan Sarapan Gratis untuk Peserta Apel Hari Pramuka 2026
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung turut mendukung pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Daerah Lampung dengan membagikan sarapan gratis kepada peserta dan tamu kegiatan di Bumi Perkemahan Pramuka Daerah (Buperda) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/9/2026).
Sarapan yang disediakan BAZNAS terdiri dari aneka pangan lokal berupa jagung, singkong, ubi ungu, pisang, dan kacang rebus. Sajian tersebut dilengkapi kopi panas dan air mineral yang dibagikan kepada peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan apel.
Penyediaan sarapan ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS Lampung dalam menyemarakkan momentum Hari Pramuka sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang hadir.
Antusiasme peserta terlihat dari seluruh makanan dan minuman yang disediakan BAZNAS habis dibagikan hingga tidak tersisa. Sajian berbahan pangan lokal tersebut menjadi pelengkap bagi peserta yang sejak pagi mengikuti rangkaian kegiatan di Buperda Kota Baru.
Apel Besar Hari Pramuka ke-65 sendiri menjadi momentum penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui kehadiran tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan menghadirkan dukungan dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
23/09/2026 | MBL-01

BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako dan Beasiswa Tahfiz di Lampung Timur
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mengambil bagian dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyalurkan 100 paket sembako dan beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an bagi masyarakat dan penerima manfaat.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari dukungan BAZNAS terhadap upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama TP-PKK Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan keagamaan generasi muda.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi, S.E., Wakil Bupati Lampung Timur H. Azwar Hadi, S.E., M.Si., serta Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi Lampung Ade Iskandar Bunari, S.E.
Kegiatan Desa TAPIS di Desa Nibung merupakan bagian dari pembinaan TP-PKK Provinsi Lampung yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, lingkungan, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, bantuan 100 paket sembako dari BAZNAS diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an menjadi bentuk dukungan terhadap akses pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi muda agar terus memiliki kesempatan untuk menghafal serta mempelajari Al-Qur’an.
Program Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur’an merupakan salah satu program pendidikan BAZNAS Provinsi Lampung yang ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu dengan potensi dan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung lahirnya generasi yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong agar sinergi lintas lembaga dapat menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kesejahteraan keluarga serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang.
Kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS di Desa Nibung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
16/09/2026 | MBL-01
Artikel Terbaru
Muzaki: Pengertian, Syarat Wajib Zakat, dan Cara Menunaikan
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, serta menyucikan harta.
Dalam ibadah zakat, orang yang wajib membayar zakat disebut muzaki atau muzakki. Istilah ini merujuk pada seseorang yang berkewajiban mengeluarkan zakat setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Memahami pengertian muzaki penting agar umat Islam dapat mengenali kewajibannya sekaligus memahami perbedaan antara pihak yang membayar zakat, penerima zakat, dan pengelola zakat.
Kewajiban zakat tidak berlaku secara otomatis atas setiap harta yang dimiliki seseorang. Ada ketentuan yang perlu diperhatikan, seperti jenis harta, kepemilikan, nisab, serta haul untuk jenis zakat yang mensyaratkannya. Karena itu, pemahaman mengenai muzaki perlu disertai pengetahuan tentang dasar hukum dan ketentuan zakat.
Apa Itu Muzaki?
Muzaki adalah orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Istilah ini berkaitan dengan zakat yang memiliki makna penyucian dan pertumbuhan. Dalam pelaksanaannya, muzaki menunaikan sebagian harta yang wajib dizakati untuk disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya.
Muzaki dapat berasal dari berbagai kalangan, seperti pedagang, pengusaha, petani, pegawai, maupun orang yang memiliki harta simpanan. Namun, status sebagai muzaki tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan atau besarnya penghasilan. Kewajiban zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki dan terpenuhinya ketentuan zakat yang relevan.
Sebagai contoh, seorang pedagang dapat berkewajiban membayar zakat perdagangan apabila aset perdagangan yang diperhitungkan telah memenuhi ketentuan. Demikian pula seseorang yang memiliki emas, simpanan, atau harta lainnya dapat memiliki kewajiban zakat sesuai dengan jenis harta tersebut.
Dengan demikian, tidak semua Muslim otomatis wajib membayar zakat atas setiap harta yang dimilikinya. Apabila persyaratan zakat belum terpenuhi, seseorang tidak otomatis memiliki kewajiban zakat atas harta tersebut. Meski begitu, ia tetap dapat berbagi melalui infak dan sedekah sesuai kemampuan.
Dasar Hukum Zakat dalam Islam
Kewajiban zakat memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan menunaikan zakat sebagai bagian dari pelaksanaan ajaran agama.
Salah satu landasannya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 43, yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Ayat ini menegaskan kedudukan zakat sebagai salah satu kewajiban penting dalam Islam.
Allah SWT juga menjelaskan fungsi zakat dalam QS. At-Taubah ayat 103, yang memerintahkan pengambilan zakat dari sebagian harta untuk menyucikan dan membersihkan mereka. Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual, sekaligus mendidik umat Islam agar tidak dikuasai sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta.
Sementara itu, QS. At-Taubah ayat 60 menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan ini menjadi pedoman agar zakat disalurkan kepada pihak yang memenuhi kriteria sesuai syariat.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Islam dibangun di atas lima perkara, termasuk mendirikan salat dan menunaikan zakat. Hal ini menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban ibadah yang perlu ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi persyaratannya.
Syarat Seseorang Menjadi Muzaki
Ketentuan menjadi muzaki perlu dipahami berdasarkan jenis zakat yang wajib ditunaikan. Zakat fitrah, zakat mal, zakat perdagangan, zakat pertanian, dan zakat penghasilan memiliki persyaratan yang tidak sepenuhnya sama.
Salah satu ketentuan dalam zakat mal adalah nisab, yaitu batas minimum harta yang menjadi salah satu syarat wajib zakat untuk jenis harta tertentu. Besaran nisab berbeda sesuai jenis harta dan ketentuan perhitungannya. Karena itu, seseorang perlu mengetahui jenis harta yang dimiliki sebelum menentukan apakah kewajiban zakat telah berlaku.
Ketentuan berikutnya adalah haul, yaitu masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah untuk jenis zakat tertentu. Haul berlaku pada sejumlah jenis zakat mal, seperti emas dan harta perdagangan, sesuai ketentuan fikih yang relevan. Namun, tidak semua jenis zakat mensyaratkan haul. Zakat pertanian, misalnya, berkaitan dengan waktu panen apabila hasilnya memenuhi ketentuan.
Selain nisab dan haul, kepemilikan harta juga perlu diperhatikan. Harta yang dizakati harus memenuhi ketentuan kepemilikan dan persyaratan syariat untuk jenis zakat yang bersangkutan. Dalam kondisi tertentu, perhitungan dapat melibatkan aset, kewajiban, atau utang yang diperhitungkan sesuai pedoman zakat yang digunakan.
Adapun zakat fitrah memiliki ketentuan tersendiri dan ditunaikan menjelang Idulfitri oleh Muslim yang memenuhi persyaratan wajibnya. Ketentuannya tidak sama dengan zakat mal yang berkaitan dengan jenis dan kepemilikan harta.
Karena setiap jenis zakat memiliki aturan yang berbeda, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih apabila masih ragu mengenai kewajiban yang harus ditunaikan.
Jenis-Jenis Zakat yang Perlu Diketahui
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya merupakan kewajiban dalam Islam, tetapi memiliki objek dan ketentuan yang berbeda.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah ditunaikan pada akhir Ramadan hingga menjelang Idulfitri sesuai ketentuan waktunya. Zakat ini berkaitan dengan setiap Muslim yang memenuhi persyaratan wajibnya dan bertujuan, antara lain, membantu orang yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.
Zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran menggunakan uang mengikuti ketentuan fikih dan pedoman lembaga berwenang yang dijadikan acuan.
2. Zakat Mal
Zakat mal merupakan zakat atas harta yang telah memenuhi persyaratan syariat. Jenis harta yang dapat dikenai zakat antara lain emas dan perak, uang atau simpanan tertentu, harta perdagangan, hasil pertanian, serta jenis harta lainnya yang diatur dalam fikih.
Perhitungan zakat mal perlu memperhatikan nisab, haul apabila dipersyaratkan, kadar zakat, dan ketentuan khusus untuk setiap jenis harta.
3. Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan dikenakan atas harta perdagangan yang memenuhi ketentuan zakat. Dalam perhitungannya, nilai barang dagangan serta unsur aset dan kewajiban usaha yang diperhitungkan perlu mengikuti pedoman fikih yang digunakan.
4. Zakat Pertanian
Zakat pertanian berkaitan dengan hasil panen yang memenuhi ketentuan nisab dan persyaratan lainnya. Kadar zakatnya dapat berbeda berdasarkan cara pengairan yang digunakan. Karena itu, perhitungannya tidak dapat disamakan begitu saja dengan jenis zakat lainnya.
5. Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dibahas dalam fatwa dan pedoman sejumlah lembaga zakat di Indonesia. Penghasilan halal seperti gaji, honorarium, upah, dan pendapatan profesional dapat menjadi objek zakat sesuai ketentuan yang digunakan, termasuk mengenai nisab dan cara perhitungannya.
Muzaki sebaiknya merujuk pada pedoman resmi lembaga zakat yang tepercaya atau berkonsultasi dengan ahli fikih jika memiliki kondisi penghasilan yang kompleks.
Perbedaan Muzaki, Mustahik, dan Amil Zakat
Dalam pengelolaan zakat, muzaki, mustahik, dan amil zakat memiliki peran yang berbeda, tetapi saling berkaitan.
Muzaki adalah orang yang berkewajiban menunaikan zakat setelah memenuhi persyaratan syariat. Ia mengeluarkan sebagian harta yang wajib dizakati untuk disalurkan kepada golongan yang berhak.
Mustahik adalah orang atau golongan yang berhak menerima zakat. Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, terdapat delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Penyaluran zakat perlu memperhatikan kriteria masing-masing golongan sesuai ketentuan syariat.
Amil zakat adalah pihak yang bertugas mengelola zakat, termasuk penghimpunan, pencatatan, pengelolaan, dan penyaluran sesuai ketentuan. Di Indonesia, badan dan lembaga amil zakat membantu masyarakat menunaikan kewajibannya secara terorganisasi serta mendukung penyaluran dana kepada pihak yang berhak.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kegiatan memberi dan menerima harta. Zakat merupakan ibadah yang memiliki aturan mengenai kewajiban, pengelolaan, dan penerimaannya. Pemahaman yang tepat dapat membantu masyarakat menunaikan zakat secara benar sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat.
Cara Menunaikan Zakat dengan Benar
Setelah memahami pengertian muzaki dan jenis zakat, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menunaikan zakat sesuai ketentuan.
Pertama, kenali jenis zakat yang menjadi kewajiban. Tentukan apakah zakat yang perlu ditunaikan berupa zakat fitrah, zakat emas, zakat perdagangan, zakat pertanian, atau zakat penghasilan. Setiap jenis memiliki syarat dan cara perhitungan yang berbeda.
Kedua, periksa persyaratan zakat. Untuk jenis zakat tertentu, periksa apakah harta telah mencapai nisab dan apakah haul telah terpenuhi apabila disyaratkan. Perhatikan pula kadar zakat dan ketentuan lain yang berlaku.
Ketiga, hitung jumlah zakat dengan cermat. Perhitungan perlu disesuaikan dengan jenis harta dan pedoman yang digunakan. Muzaki dapat memanfaatkan kalkulator zakat dari lembaga resmi sebagai alat bantu, dengan tetap memperhatikan asumsi dan ketentuan perhitungannya.
Keempat, niatkan pembayaran karena Allah SWT. Zakat merupakan ibadah sehingga perlu ditunaikan dengan niat yang ikhlas, bukan untuk memperoleh pujian atau pengakuan dari orang lain.
Kelima, salurkan zakat kepada pihak yang berhak. Penyaluran dapat dilakukan melalui badan atau lembaga amil zakat yang tepercaya. Jika disalurkan secara langsung, pastikan penerima memenuhi kriteria mustahik sesuai ketentuan syariat.
Terakhir, simpan catatan pembayaran agar kewajiban zakat dapat dipantau dengan lebih tertib, terutama bagi orang yang memiliki usaha atau berbagai jenis harta. Apabila masih terdapat keraguan dalam perhitungan, muzaki dapat meminta penjelasan dari amil zakat atau ahli fikih.
Manfaat Zakat bagi Muzaki dan Masyarakat
Zakat memiliki manfaat spiritual bagi orang yang menunaikannya. Ibadah ini menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana mendidik diri agar tidak dikuasai sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta. Bagi muzaki, zakat juga menjadi kesempatan untuk mensyukuri rezeki yang telah diterima dengan menunaikan kewajiban sesuai ketentuan.
Dari sisi sosial, zakat dapat membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokok serta mendukung golongan lain yang berhak menerimanya. Jika dikelola dengan baik, zakat juga dapat mendukung program pemberdayaan yang sesuai dengan ketentuan penerimaan zakat dan kebutuhan masyarakat.
Zakat turut memperkuat solidaritas sosial dengan menghubungkan orang yang memiliki kewajiban zakat dengan kelompok yang berhak menerima. Penyaluran yang tepat dapat membantu meringankan kesulitan sekaligus membuka kesempatan bagi mustahik untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.
Manfaat tersebut memerlukan peran bersama. Muzaki perlu menunaikan kewajibannya dengan benar, sementara amil zakat bertanggung jawab mengelola dan menyalurkan dana sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat dapat menjalankan fungsi ibadah sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Tunaikan Zakat Sesuai Ketentuan
Muzaki adalah orang yang wajib membayar zakat setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Kewajiban ini tidak ditentukan semata-mata oleh pekerjaan, besarnya penghasilan, atau anggapan bahwa seseorang tergolong kaya. Jenis harta, nisab, haul apabila berlaku, serta ketentuan khusus lainnya perlu diperhatikan sebelum menentukan kewajiban zakat.
Memahami dasar hukum, jenis zakat, dan cara menghitungnya membantu umat Islam menunaikan ibadah dengan lebih tepat. Jika menghadapi kondisi yang belum jelas, berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih dapat membantu memastikan perhitungan sesuai ketentuan.
Dengan menunaikan zakat secara benar dan menyalurkannya kepada golongan yang berhak, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga ikut memperkuat kepedulian dan kesejahteraan masyarakat. Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam menunaikan zakat, menerima amal ibadah, serta menjadikan harta yang dimiliki sebagai jalan hadirnya keberkahan dan manfaat bagi sesama.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Fitrah Online, Ini Cara dan Ketentuannya
ZAKAT fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat dan ditunaikan pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Seiring perkembangan teknologi, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor lembaga amil zakat.
Melalui layanan digital, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah dengan lebih praktis sekaligus mendukung penyaluran dana kepada mustahik yang berhak menerimanya. BAZNAS Provinsi Lampung menyediakan layanan pembayaran zakat secara online melalui situs resmi lampung.baznas.go.id, sehingga masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat dari mana saja.
Meski pembayaran dilakukan secara digital, ketentuan zakat fitrah tetap perlu diperhatikan. Muzaki perlu memastikan jenis dana yang dipilih, nominal pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku, serta waktu penunaian agar zakat dapat dikelola dan disalurkan dengan tepat.
Apa Itu Zakat Fitrah Online?
Zakat fitrah online adalah cara menunaikan zakat fitrah melalui layanan digital yang disediakan oleh lembaga pengelola zakat. Pembayaran dilakukan melalui platform resmi dengan mengikuti tahapan yang tersedia, mulai dari memilih jenis dana hingga menyelesaikan transaksi.
Cara ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak untuk datang langsung ke kantor layanan zakat. Melalui situs BAZNAS Provinsi Lampung, muzaki dapat memilih jenis zakat yang akan ditunaikan, mengisi data diri, menentukan nominal, dan memilih metode pembayaran yang tersedia.
Namun, kemudahan teknologi tidak menggantikan niat dalam beribadah. Zakat fitrah tetap ditunaikan karena Allah SWT dengan mengikuti ketentuan syariat, termasuk memastikan dana yang dibayarkan memang diperuntukkan bagi zakat fitrah, bukan infak atau sedekah.
Zakat fitrah juga memiliki tujuan sosial, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat menyambut Idulfitri dengan lebih baik. Karena itu, ketepatan waktu pembayaran dan penyalurannya menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Cara Bayar Zakat Fitrah Online melalui BAZNAS Provinsi Lampung
Masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
Buka website resmi BAZNAS Provinsi Lampung. Akses lampung.baznas.go.id.
Pilih menu “Bayar Zakat”. Menu ini tersedia pada website untuk mengakses layanan pembayaran secara daring.
Pilih jenis dana dan subjenis zakat. Pilih kategori zakat, kemudian tentukan subjenisnya, yaitu zakat fitrah.
Masukkan nominal pembayaran. Isi jumlah zakat sesuai ketentuan yang berlaku dan jumlah jiwa yang akan ditunaikan zakat fitrahnya.
Lengkapi data diri. Masukkan nama, nomor telepon seluler, serta alamat email yang aktif sesuai formulir.
Selesaikan verifikasi. Centang CAPTCHA dan persetujuan yang tersedia sebelum melanjutkan.
Pilih metode pembayaran. Gunakan metode yang tersedia pada halaman pembayaran, seperti layanan perbankan atau dompet digital.
Selesaikan transaksi. Ikuti instruksi pembayaran dan pastikan transaksi berhasil.
Simpan bukti pembayaran. Setelah transaksi selesai, bukti pembayaran atau invoice akan dikirim melalui kontak yang telah dicantumkan sesuai layanan yang tersedia.
Sebelum menyelesaikan pembayaran, periksa kembali jenis dana, nominal, dan data yang dimasukkan. Langkah ini membantu mengurangi kesalahan transaksi serta memastikan pembayaran tercatat dengan benar.
Berapa Besaran Zakat Fitrah yang Harus Dibayar?
Zakat fitrah pada dasarnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok sebanyak satu sha’. Dalam praktik di Indonesia, ukurannya umumnya disetarakan dengan sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per jiwa. Pembayaran menggunakan uang mengikuti ketentuan fikih dan penetapan otoritas atau lembaga berwenang di wilayah masing-masing.
Untuk Ramadan 1447 H/2026 M, MUI Provinsi Lampung menetapkan zakat fitrah sebesar 2,7 kilogram beras atau Rp40.000 per jiwa. Ketetapan tersebut menjadi pedoman di wilayah Provinsi Lampung untuk periode tersebut.
Sementara itu, BAZNAS RI menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa untuk wilayah Jabodetabek pada Ramadan 1447 H/2026 M. Perbedaan nominal ini menunjukkan bahwa besaran zakat fitrah dalam bentuk uang dapat disesuaikan dengan ketentuan wilayah dan harga bahan pokok setempat.
Karena nominal dapat berubah setiap tahun, masyarakat perlu memeriksa pengumuman terbaru dari BAZNAS Provinsi Lampung atau otoritas terkait sebelum melakukan pembayaran. Jangan langsung menggunakan nominal tahun sebelumnya tanpa memastikan ketentuan yang berlaku pada Ramadan saat zakat ditunaikan.
Apakah Bayar Zakat Fitrah Online Sesuai Syariat?
Pembayaran zakat melalui sarana digital dapat digunakan sebagai cara untuk menunaikan zakat selama pelaksanaannya memenuhi ketentuan syariat. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi niat, jumlah zakat yang sesuai, waktu penunaian, serta penyaluran kepada golongan yang berhak.
Zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum salat Idulfitri agar dapat disalurkan kepada mustahik tepat waktu. Oleh karena itu, muzaki sebaiknya tidak menunggu hingga saat-saat terakhir untuk melakukan transaksi. Waktu pemrosesan pembayaran dan proses penyaluran oleh lembaga juga perlu diperhatikan.
Melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung, masyarakat dapat menunaikan zakat secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor. Setelah pembayaran berhasil, simpan bukti transaksi sebagai catatan bahwa pembayaran telah dilakukan.
Apabila terdapat pertanyaan mengenai nominal, waktu pembayaran, atau ketentuan zakat fitrah, masyarakat dapat merujuk pada informasi resmi BAZNAS Provinsi Lampung atau berkonsultasi dengan amil zakat.
Tips Aman Membayar Zakat Fitrah Online
Kemudahan pembayaran digital perlu disertai kehati-hatian agar dana disalurkan melalui jalur yang benar. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum melakukan transaksi:
Gunakan website resmi. Pastikan mengakses lampung.baznas.go.id dan memilih menu pembayaran zakat yang tersedia.
Periksa jenis dana. Pastikan memilih zakat fitrah apabila ingin menunaikan zakat menjelang Idulfitri.
Pastikan nominal sesuai. Periksa ketentuan zakat fitrah yang berlaku di Provinsi Lampung pada tahun pembayaran.
Lengkapi data dengan benar. Gunakan nomor telepon dan email aktif agar informasi transaksi dapat diterima.
Jangan membagikan data rahasia. Hindari memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain.
Simpan bukti transaksi. Periksa status pembayaran dan simpan bukti atau invoice yang diterima.
Apabila pembayaran telah dilakukan tetapi status transaksi belum jelas, hubungi layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung untuk memperoleh konfirmasi.
Tunaikan Zakat Fitrah dengan Mudah dan Tepat Waktu
Pembayaran zakat fitrah secara online memberikan pilihan yang praktis bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban menjelang Idulfitri. Melalui website resmi BAZNAS Provinsi Lampung, muzaki dapat memilih jenis zakat, mengisi data, menentukan nominal, serta menyelesaikan pembayaran melalui metode yang tersedia.
Meski prosesnya lebih mudah, ketepatan dalam memilih jenis dana, menghitung nominal, dan memperhatikan waktu penunaian tetap menjadi hal utama. Zakat fitrah yang ditunaikan sesuai ketentuan diharapkan dapat membantu memenuhi hak mustahik dan mendukung mereka menyambut hari raya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
Tata Cara Membayar Zakat Fitrah: Niat, Besaran, hingga Penyaluran
ZAKAT fitrah merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang ditunaikan pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat fitrah juga mengandung nilai kepedulian sosial dengan membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat menyambut hari raya dengan lebih baik.
Agar kewajiban ini ditunaikan sesuai ketentuan syariat, umat Islam perlu memahami tata cara membayar zakat fitrah, mulai dari mengenali syarat wajib, menentukan besaran zakat, menghadirkan niat, memilih waktu pembayaran, hingga memastikan zakat disalurkan kepada mustahik yang berhak.
Zakat fitrah berbeda dengan zakat mal. Zakat fitrah berkaitan dengan kewajiban setiap Muslim yang memenuhi persyaratan menjelang Idulfitri, sedangkan zakat mal dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi ketentuan syariat. Keduanya memiliki aturan pembayaran dan perhitungan yang berbeda.
Memahami Hukum dan Syarat Wajib Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi Muslim yang memenuhi persyaratan menurut syariat Islam. Dasar kewajiban ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, mengenai kewajiban zakat fitrah bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa.
Seseorang berkewajiban menunaikan zakat fitrah apabila memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk dirinya dan keluarganya pada malam serta Hari Raya Idulfitri. Perincian mengenai waktu kewajiban dan tanggungan keluarga mengikuti ketentuan fikih yang menjadi acuan.
Dalam keluarga, kepala keluarga umumnya menunaikan zakat fitrah bagi dirinya dan anggota keluarga yang menjadi tanggungannya sesuai ketentuan syariat. Karena itu, jumlah anggota keluarga yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya perlu diperiksa agar tidak ada yang terlewat atau terjadi pembayaran ganda.
Zakat fitrah memiliki tujuan spiritual sekaligus sosial. Ibadah ini menjadi sarana penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan atau perbuatan yang dapat mengurangi kesempurnaan puasanya. Di sisi lain, zakat fitrah membantu masyarakat yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
Menentukan Besaran Zakat Fitrah
Setelah memahami syarat wajibnya, langkah berikutnya adalah menentukan jumlah zakat fitrah yang harus ditunaikan. Secara umum, zakat fitrah ditetapkan sebesar satu sha’ makanan pokok. Dalam praktik di Indonesia, ukuran tersebut lazim dikonversikan menjadi sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per jiwa, atau makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
Jumlah zakat dihitung berdasarkan banyaknya jiwa yang wajib ditunaikan zakat fitrahnya. Sebagai contoh, jika sebuah keluarga terdiri atas empat orang, dengan asumsi seluruhnya wajib dibayarkan zakat fitrahnya, maka jumlah beras yang perlu disiapkan adalah:
4 orang × 2,5 kilogram = 10 kilogram beras.
Pembayaran zakat fitrah juga dapat menggunakan uang sesuai ketentuan fikih dan penetapan otoritas atau lembaga zakat yang berwenang. Nominalnya dapat berbeda menurut wilayah dan tahun pelaksanaan karena disesuaikan dengan nilai makanan pokok setempat.
Untuk Ramadan 1447 H/2026 M, MUI Provinsi Lampung menetapkan zakat fitrah sebesar 2,7 kilogram beras atau Rp40.000 per jiwa. Ketentuan tersebut berlaku untuk periode Ramadan 2026 di Provinsi Lampung. Masyarakat perlu memeriksa pengumuman terbaru dari BAZNAS Provinsi Lampung atau otoritas terkait sebelum membayar zakat pada Ramadan berikutnya.
Membaca Niat Zakat Fitrah
Niat merupakan bagian penting dalam menunaikan zakat fitrah karena ibadah dilakukan untuk mengharap rida Allah SWT. Niat pada dasarnya dilakukan di dalam hati. Mengucapkannya secara lisan diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan, tetapi tidak harus menggunakan satu rumusan tertentu.
Salah satu bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri yang lazim digunakan adalah:
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri sebagai kewajiban karena Allah Taala.”
Apabila zakat fitrah ditunaikan untuk anggota keluarga yang menjadi tanggungan, niat dapat disesuaikan dengan orang yang diwakili. Hal terpenting adalah memahami bahwa zakat ditunaikan sebagai kewajiban ibadah, bukan sekadar transaksi pemberian harta.
Bagi masyarakat yang membayar melalui amil atau layanan digital, niat tetap perlu diperhatikan. Pastikan pula jenis dana yang dipilih adalah zakat fitrah, bukan zakat mal, infak, atau sedekah.
Memperhatikan Waktu Pembayaran
Waktu penunaian menjadi bagian penting dalam tata cara membayar zakat fitrah. Zakat dapat ditunaikan sejak awal Ramadan menurut ketentuan yang berlaku, sedangkan batas waktu yang perlu diperhatikan adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim mengenai penunaian zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat Id. Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak menunda pembayaran hingga mendekati batas waktu.
Penunaian lebih awal juga memberikan waktu bagi amil untuk menghimpun dan menyalurkan zakat kepada mustahik. Dengan demikian, bantuan dapat dimanfaatkan oleh penerima pada waktu yang tepat.
Apabila zakat fitrah baru dibayarkan setelah salat Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan, terdapat ketentuan khusus mengenai status pembayarannya. Hadis riwayat Abu Dawud menjelaskan perbedaan antara zakat fitrah yang ditunaikan sebelum salat Id dan pembayaran setelahnya. Oleh karena itu, muzaki sebaiknya memastikan zakat ditunaikan tepat waktu serta memperhatikan jadwal penerimaan yang ditetapkan lembaga amil.
Cara Membayar Zakat Fitrah melalui Amil atau Secara Online
Zakat fitrah dapat ditunaikan dengan menyerahkannya secara langsung kepada amil zakat atau melalui layanan digital yang disediakan lembaga tepercaya. Apa pun metode yang digunakan, muzaki perlu memastikan niat, besaran, waktu pembayaran dan penyalurannya sesuai ketentuan.
Jika membayar secara langsung, masyarakat dapat mendatangi masjid, panitia zakat, atau lembaga amil zakat tepercaya. Sampaikan bahwa pembayaran ditujukan untuk zakat fitrah, tentukan jumlah jiwa yang dibayarkan, kemudian serahkan beras atau uang sesuai ketentuan yang berlaku. Simpan bukti atau catatan pembayaran apabila tersedia.
Bagi masyarakat yang ingin membayar secara daring, BAZNAS Provinsi Lampung menyediakan layanan pembayaran zakat melalui situs resminya. Berikut langkah-langkahnya:
Buka situs resmi BAZNAS Provinsi Lampung melalui lampung.baznas.go.id.
Pilih menu “Bayar Zakat” yang tersedia pada halaman website.
Pilih kategori dana dan subjenis zakat, kemudian pilih zakat fitrah.
Masukkan nominal pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku dan jumlah jiwa yang akan ditunaikan zakat fitrahnya.
Lengkapi data diri, termasuk nama, nomor telepon, dan alamat email aktif.
Selesaikan verifikasi dengan mengikuti petunjuk pada halaman pembayaran.
Pilih metode pembayaran yang tersedia, kemudian ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi.
Periksa status pembayaran dan simpan bukti transaksi yang diterima melalui kontak yang dicantumkan sesuai layanan yang tersedia.
Sebelum menyelesaikan transaksi, periksa kembali jenis dana, nominal, dan data yang dimasukkan. Pastikan pembayaran dilakukan melalui situs resmi dan jangan memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain.
Memastikan Zakat Disalurkan kepada Mustahik
Setelah zakat ditunaikan, tahap berikutnya adalah memastikan penyalurannya sampai kepada golongan yang berhak menerima. Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah SWT menetapkan delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.
Dalam penyaluran zakat fitrah, fakir dan miskin menjadi kelompok yang sangat diperhatikan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok dan turut merasakan kebahagiaan Idulfitri. Karena itu, ketepatan sasaran dan waktu penyaluran menjadi hal penting dalam pengelolaan zakat fitrah.
Jika zakat disalurkan melalui lembaga amil, pengelola bertanggung jawab menghimpun dan menyalurkannya sesuai ketentuan syariat. Sementara itu, jika zakat diberikan secara langsung, muzaki perlu memastikan penerima termasuk golongan yang berhak. Apabila masih ragu mengenai status seseorang sebagai mustahik, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih yang tepercaya.
Penyaluran zakat bukan sekadar tahap akhir dari transaksi. Tujuan utamanya adalah memastikan kewajiban ditunaikan dengan benar dan manfaatnya sampai kepada orang yang berhak menerimanya, terutama pada waktu mereka membutuhkan dukungan untuk menyambut Idulfitri.
Tunaikan Zakat Fitrah dengan Benar dan Tepat Waktu
Tata cara membayar zakat fitrah dimulai dari memahami syarat wajibnya, menghitung jumlah jiwa yang harus dibayarkan, menentukan besaran zakat sesuai ketentuan, menghadirkan niat karena Allah SWT, serta menunaikannya melalui amil atau lembaga yang tepercaya. Zakat kemudian perlu disalurkan kepada golongan yang berhak agar manfaatnya dapat dirasakan pada waktu yang tepat.
BAZNAS Provinsi Lampung menyediakan informasi dan layanan pembayaran zakat melalui lampung.baznas.go.id. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal resmi tersebut untuk memperoleh informasi dan menunaikan zakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, zakat fitrah bukan hanya kewajiban yang ditunaikan menjelang Idulfitri, tetapi juga wujud ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian kepada sesama. Dengan memahami ketentuan serta menunaikannya secara tepat, zakat fitrah diharapkan dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan hari raya sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
BAZNAS TV
MARS BAZNAS
Penulis: Yuri











