
Berita Terkini
Selamat, Santri di Empat Pesantren di Lampung Terpilih sebagai Penerima Beasiswa Santri BAZNAS 2026
LAMPUNG -- Sebanyak empat pondok pesantren di Provinsi Lampung terpilih sebagai penerima Program Beasiswa Santri BAZNAS RI Tahun 2026. Keempat pesantren tersebut menjadi bagian dari 143 pesantren terpilih yang mengantarkan total 2.500 santri sebagai penerima manfaat program tahun ini.
Penetapan penerima program diumumkan pada 23 Oktober 2026. Program ini menjadi upaya BAZNAS dalam mendukung santri berprestasi untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Empat pesantren di Lampung yang terpilih yaitu:
Pesantren Al-Iman Linahdhatil Ulama — Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Banjar Agung.
Pesantren El Syihab — Kota Bandar Lampung, Kecamatan Sukabumi.
Pesantren Al Hidayat — Kabupaten Mesuji, Kecamatan Rawa Jitu Utara.
Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah — Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Natar.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. H. Iskandar Zulkarnain, MH mengapresiasi program bergengsi ini, dan mengucapkan selamat kepada santri di empat pondok pesantren di Lampung yang telah ditetapkan sebagai penerima Program Beasiswa Santri BAZNAS RI Tahun 2026. "Terpilihnya pesantren tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi para santri untuk mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi dan meraih cita-cita," kata Iskandar, Rabu (28/10/2026).
Berkaitan itu, pesantren penerima program akan dihubungi melalui nomor WhatsApp dan alamat email yang digunakan saat pendaftaran untuk memperoleh informasi mengenai proses daftar ulang. Pesantren diminta memastikan kontak tersebut tetap aktif agar tidak melewatkan informasi lanjutan.
Surat keputusan penerima program dapat diakses melalui tautan resmi SK Beasiswa Santri BAZNAS 2026.
Melalui Program Beasiswa Santri, BAZNAS berharap semakin banyak santri berprestasi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Santri Berprestasi, Masa Depan Gemilang. Bersama Zakat, Wujudkan Pendidikan yang Lebih Baik.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01
Pemprov Lampung Raih Mandaya Awards 2026, BAZNAS Terus Memperkuat Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Lampung meraih Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pesantren, badan usaha, komunitas, dan individu yang dinilai berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, penurunan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan. Penyelenggaraannya sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui program yang mendorong kemandirian masyarakat. Pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, serta kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain terus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran dan berorientasi pada pemberdayaan. "Dukungan ini dapat diwujudkan melalui penguatan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mustahik," kata Iskandar, Selasa (27/10/2026).
Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, lanjut Iskandar, menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program pemberdayaan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya penurunan kemiskinan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Melalui penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan terus memperkuat program pengentasan kemiskinan bersama pemerintah kabupaten/kota, BAZNAS, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai unsur masyarakat agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/10/2026 | MBL-01
BAZNAS Raih Mandaya Awards 2026 atas Konsistensi Pemberdayaan Masyarakat
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih Mandaya Awards 2026 Kategori Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Selasa (27/10/2026), di Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat rentan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., menerima langsung penghargaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) untuk program pemberdayaan masyarakat.
"Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pimpinan, amil, hingga relawan BAZNAS di seluruh tanah air dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL)," jelas Neyla.
Neyla juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki, donatur dan munfiq yang telah mempercayakan dana kebajikannya melalui BAZNAS, serta para mustahik binaan yang terus berupaya meningkatkan taraf hidup.
"Terima kasih mendalam bagi para muzaki BAZNAS dan para mustahik yang terus berjuang, karena dukungan serta semangat inilah yang membuat program pemberdayaan terus berjalan hingga berhasil mengantarkan para penerima bantuan menjadi muzaki," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., menjelaskan bahwa Mandaya Awards 2026 diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Penerima penghargaan berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala desa, akademisi, pengusaha, lembaga pemerintah, hingga kepala daerah.
Muhaimin mengatakan, penurunan tingkat kemiskinan dalam dua tahun terakhir perlu terus diikuti dengan upaya pemberdayaan agar masyarakat rentan dapat meningkatkan taraf hidup dan menjadi lebih produktif.
"Selamat kepada seluruh penerima Mandaya Award 2026 dan seluruh penerima Innovillage. Kita tunggu cerita-cerita sukses dan kebahagiaan untuk rakyat Indonesia. Bergerak, bergerak, berdaya, sukses untuk kita semua," kata Muhaimin dalam sambutannya.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas peran BAZNAS dalam mengelola dana ZIS-DSKL untuk pemberdayaan masyarakat. Melalui program yang dijalankan, BAZNAS terus mendorong peningkatan kesejahteraan mustahik agar mampu mengembangkan potensi, meningkatkan taraf hidup, dan pada akhirnya berdaya hingga menjadi muzaki.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
27/10/2026 | MBL-01
Berita Pendistribusian

BAZNAS Pringsewu Salurkan Uang Saku bagi Kafilah MTQ Program Pringsewu Religi
PRINGSEWU -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan uang saku bagi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang mewakili Kabupaten Pringsewu melalui program Pringsewu Religi. Bantuan yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini menjadi bentuk dukungan untuk memotivasi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang MTQ.
Penyaluran bantuan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas. Kegiatan berlangsung di Ruang Kantor Bupati Pringsewu dan dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pringsewu, pejabat pemerintah daerah, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), pendamping, serta anggota kafilah.
Dukung Generasi Qurani
Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa penyaluran bantuan melalui program Pringsewu Religi merupakan bentuk pengelolaan amanah para muzaki agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan kepada kafilah MTQ diharapkan dapat membantu peserta mempersiapkan diri sekaligus mendorong lahirnya generasi Qurani yang berprestasi.
“Dana ZIS yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS kami optimalkan penggunaannya untuk kemaslahatan umat, salah satunya memfasilitasi dan memotivasi para kafilah MTQ kita. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu demi melahirkan generasi Qurani yang tangguh dan berprestasi,” ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Pringsewu.
Program Pringsewu Religi menjadi salah satu bentuk sinergi BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam mendukung kegiatan keagamaan. Melalui penyaluran ZIS, BAZNAS berupaya menghadirkan dukungan yang dapat menunjang kebutuhan peserta sekaligus memperkuat syiar Islam di daerah.
Apresiasi bagi Kafilah MTQ
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Pringsewu atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program keagamaan dan sosial. Ia menilai kafilah MTQ merupakan duta daerah yang membawa misi syiar Islam sehingga perlu mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun materiil.
Bantuan uang saku tersebut diharapkan dapat menambah semangat peserta selama mengikuti pemusatan latihan hingga pelaksanaan lomba. Dengan dukungan tersebut, para kafilah diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan kemampuan dan mental untuk tampil maksimal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Pringsewu atas sinergi luar biasa melalui program Pringsewu Religi ini. Kepada anak-anakku para kafilah, manfaatkan dukungan ini dengan sebaik-baiknya. Tanamkan niat ikhlas beribadah, harumkan nama Pringsewu, dan jadikan ajang ini sebagai pembuktian kualitas terbaik kalian,” pesan Bupati H. Riyanto Pamungkas.
Perkuat Dukungan untuk Syiar Islam
Penyaluran bantuan melalui program Pringsewu Religi disambut antusias oleh peserta, orang tua, dan pelatih kafilah MTQ. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan peserta selama persiapan sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada latihan dan peningkatan kemampuan.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Pringsewu terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat, termasuk pengembangan pendidikan dan kegiatan keagamaan. Sinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat dana yang dipercayakan masyarakat.
Dengan dukungan BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Pringsewu, serta masyarakat, kafilah MTQ Kabupaten Pringsewu diharapkan dapat mengikuti kompetisi dengan persiapan yang baik dan meraih hasil terbaik. Program Pringsewu Religi sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat syiar Islam dan mendukung lahirnya generasi Qurani yang tangguh serta berprestasi.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
27/10/2026 | MBL-01

BAZNAS Lampung Bagikan 1.000 Nasi Kotak di Penutupan Maulid Arbain
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turut mendukung Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Lampung membagikan 1.000 nasi kotak dan 50 dus air mineral kepada jamaah. Proses pembagian turut dibantu sejumlah relawan sehingga konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H. turut berhikmat dalam acara yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, unsur Korem 043/Gatam, para habaib dan ulama, serta ribuan jamaah.
Perayaan Maulid Nabi tersebut sekaligus menjadi malam penutup rangkaian Maulid Arbain Lampung 2026 yang telah berlangsung selama 40 malam berturut-turut di berbagai wilayah di Provinsi Lampung. Tahun ini, rangkaian tersebut mengangkat tema “Lampung Bersinar” atau Bersih Narkoba, dengan pesan agar masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi narkoba dan berbagai perilaku negatif.
Gubernur Soroti Pembangunan SDM
Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyinggung pentingnya pembangunan manusia sebagai bagian dari upaya membangun Lampung. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus diikuti dengan pembentukan generasi yang memiliki iman, akhlak, dan amal saleh.
“Saya selalu meyakini membangun Lampung yang paling penting adalah membangun manusianya, Indonesia Emas hanya bisa didapat kalau generasinya menjadi generasi emas. Dan generasi emas tidak akan bisa didapatkan apabila generasinya jauh dengan iman, jauh dengan akhlak, jauh dengan amal shaleh.”
Gubernur juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong program peningkatan sumber daya manusia. “Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong program-program peningkatan sumber daya manusia yaitu salah satunya satu desa satu sarjana dan juga satu desa satu hafiz Quran untuk setiap tahunnya," kata Gubernur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki landasan iman dan akhlak. Gubernur juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja, bertetangga, dan membangun kehidupan bersama.
Penutup Maulid Arbain
Maulid Arbain Lampung 2026 merupakan rangkaian pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar selama 40 malam berturut-turut. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan selawat, Maulid Simthudduror, ratib, zikir, serta tausiah dari para habaib, kiai, dan asatiz.
Pada malam penutupan, tausiah disampaikan oleh KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Al Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, dan Al Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.
Ketua Umum Majelis Maulid Arbain Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi Al Muhdhor mengajak jamaah menjadikan rasa syukur dan keikhlasan sebagai bekal dalam melanjutkan pengabdian dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 pun menjadi pertemuan antara ulama, pemerintah daerah, BAZNAS, relawan, dan masyarakat dalam satu momentum keagamaan. Rangkaian 40 malam berselawat tersebut ditutup dengan pesan tentang pentingnya memperkuat iman, akhlak, kepedulian sosial, serta membangun generasi Lampung yang lebih baik.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
28/09/2026 | MBL-01

Program Desa TAPIS di Metro, Kolaborasi BAZNAS dan TP-PKK Lampung
Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkolaborasi mendukung Pencanangan dan Pembinaan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengedepankan gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Pencanangan dan pembinaan Desa TAPIS di Kota Metro turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, Wali Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Metro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Lampung.
Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta BAZNAS Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran BAZNAS dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan Desa TAPIS menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama TP PKK dan Pemerintah Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga semangat Desa TAPIS dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
25/09/2026 | MBL-01
Artikel Terbaru
Iman kepada Hari Kiamat: Pengertian, Dalil, Tahapan, dan Hikmahnya
IMAN kepada hari kiamat merupakan salah satu fondasi penting dalam akidah Islam. Sebagai rukun iman kelima, keyakinan ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya. Setiap manusia akan mengalami kematian, dibangkitkan kembali atas kehendak Allah SWT, dan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di akhirat.
Keimanan kepada hari kiamat bukan sekadar meyakini bahwa dunia akan berakhir. Lebih dari itu, seorang Muslim juga meyakini adanya kehidupan setelah kematian, perhitungan amal, serta balasan atas perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia.
Pemahaman tersebut penting karena dapat memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan mendorong umat Islam untuk menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan amanah, dan memperbanyak amal saleh.
Lantas, apa pengertian iman kepada hari kiamat, apa dalilnya dalam Al-Qur'an dan hadis, serta bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
1. Pengertian Iman kepada Hari Kiamat
Iman kepada hari kiamat adalah keyakinan bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan manusia akan menghadapi kehidupan akhirat sesuai dengan berita yang disampaikan Allah SWT dan Rasul-Nya. Keyakinan ini merupakan bagian dari enam rukun iman yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis Jibril.
Hari kiamat sering dipahami sebagai peristiwa berakhirnya kehidupan dunia dan hancurnya tatanan alam semesta atas kehendak Allah SWT. Namun, cakupan iman kepada hari akhir lebih luas karena juga meliputi berbagai peristiwa setelah kematian, kebangkitan manusia, pengumpulan di padang mahsyar, perhitungan amal, hingga balasan di surga atau neraka.
Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Setelah meninggalkan kehidupan dunia, manusia memasuki alam barzakh sebelum dibangkitkan pada waktu yang telah ditentukan Allah SWT.
Allah SWT menjelaskan dalam Surah Al-Mu'minun ayat 115 bahwa manusia tidak diciptakan dengan sia-sia dan tidak akan dikembalikan kepada-Nya tanpa tujuan. Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan memiliki makna dan setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Karena itu, iman kepada hari kiamat tidak cukup hanya dihafalkan sebagai bagian dari pelajaran agama. Keyakinan tersebut perlu tercermin dalam perilaku, seperti menjaga salat, menjalankan kewajiban, menjauhi kezaliman, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
2. Dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang Hari Kiamat
Keimanan kepada hari kiamat memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Keduanya menjelaskan bahwa kehidupan akhirat merupakan perkara yang pasti dan menjadi bagian penting dalam akidah Islam.
Salah satu dalilnya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 4 yang menjelaskan ciri orang bertakwa, yaitu meyakini wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, wahyu yang diturunkan sebelumnya, serta kehidupan akhirat.
Dalil lainnya terdapat dalam Surah Al-Hajj ayat 7 yang menegaskan bahwa hari kiamat pasti datang dan Allah SWT akan membangkitkan manusia dari kubur. Ayat ini menjadi pengingat bahwa kematian bukanlah akhir dari keberadaan manusia dan setiap orang akan kembali kepada Allah SWT.
Sementara itu, hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan enam pokok keimanan, yaitu iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang baik maupun yang buruk. Hadis tersebut menjadi salah satu landasan utama dalam memahami kedudukan iman kepada hari kiamat sebagai rukun iman kelima.
Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa waktu terjadinya kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT. Dalam Surah Al-A'raf ayat 187, Allah menerangkan bahwa pengetahuan mengenai waktu datangnya kiamat berada di sisi-Nya.
Oleh sebab itu, umat Islam hendaknya tidak mudah mempercayai ramalan atau perkiraan mengenai tanggal kiamat. Hal yang lebih penting adalah mempersiapkan diri dengan meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.
3. Tahapan Kehidupan Setelah Kematian dalam Islam
Iman kepada hari kiamat juga mencakup keyakinan terhadap berbagai tahapan kehidupan akhirat yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Pemahaman ini mengingatkan bahwa kehidupan di dunia merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Berikut beberapa tahapan yang dikenal dalam pembelajaran dasar Islam.
Pertama, kematian. Setiap manusia akan mengalami kematian tanpa memandang usia, kekayaan, kedudukan, maupun kondisi fisiknya. Kesadaran terhadap kematian mengingatkan umat Islam agar tidak menunda pertobatan dan memanfaatkan waktu untuk melakukan kebaikan.
Kedua, alam barzakh. Setelah meninggal dunia, manusia memasuki alam barzakh, yaitu alam pemisah antara kehidupan dunia dan kebangkitan pada hari kiamat. Ajaran Islam juga menjelaskan adanya pertanyaan di alam kubur serta nikmat atau azab kubur sesuai dengan ketetapan Allah SWT.
Ketiga, kebangkitan. Pada waktu yang telah ditentukan, Allah SWT membangkitkan manusia dari kubur. Peristiwa ini menandai dimulainya kehidupan akhirat dan menjadi pengingat bahwa manusia akan kembali kepada Penciptanya.
Keempat, pengumpulan di padang mahsyar. Setelah dibangkitkan, manusia dikumpulkan untuk menghadapi proses pertanggungjawaban atas perbuatannya selama hidup di dunia.
Kelima, perhitungan dan penimbangan amal. Manusia menghadapi perhitungan amal serta berbagai peristiwa akhirat lain yang dijelaskan dalam wahyu, termasuk penimbangan amal dan melewati shirat.
Keenam, balasan di akhirat. Pada akhirnya, Allah SWT menetapkan balasan bagi manusia dengan keadilan dan rahmat-Nya. Dalam ajaran Islam, surga merupakan tempat balasan bagi orang yang memperoleh rahmat Allah, sedangkan neraka menjadi tempat hukuman bagi mereka yang ditetapkan demikian oleh-Nya.
Tahapan tersebut hendaknya tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong umat Islam untuk memperbaiki diri selama masih diberi kesempatan hidup.
4. Tanda-Tanda Hari Kiamat yang Perlu Diketahui
Dalam ajaran Islam, tanda-tanda hari kiamat dijelaskan melalui sejumlah ayat Al-Qur'an dan hadis. Para ulama secara umum membaginya menjadi tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.
Tanda-tanda kecil mencakup berbagai peristiwa yang diberitakan dalam hadis. Sebagian di antaranya telah terjadi, sementara sebagian lainnya dapat terus muncul. Beberapa riwayat juga menyebut perubahan perilaku manusia, seperti berkurangnya amanah dan meluasnya berbagai bentuk keburukan.
Pesan yang dapat diambil dari pembahasan tersebut adalah pentingnya menjaga kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Umat Islam tidak sepatutnya langsung menyimpulkan bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan tanda kiamat tertentu tanpa landasan yang kuat.
Adapun tanda-tanda besar yang disebutkan dalam hadis antara lain munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa a.s., keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, serta terbitnya matahari dari barat. Penjelasan mengenai tanda-tanda tersebut perlu dipelajari berdasarkan hadis yang sahih dan keterangan ulama tepercaya.
Hal penting yang harus diingat adalah tidak seorang pun mengetahui waktu pasti terjadinya kiamat selain Allah SWT. Karena itu, mempelajari tanda-tanda kiamat seharusnya memperkuat keimanan dan mendorong persiapan amal, bukan menimbulkan spekulasi atau ketakutan yang tidak berlandaskan ilmu.
5. Hikmah Beriman kepada Hari Kiamat
Keyakinan terhadap hari akhir memiliki pengaruh besar terhadap cara seorang Muslim menjalani kehidupan. Kesadaran bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan dapat menjadi pengingat untuk menjaga perilaku dan menggunakan waktu secara bijaksana.
Beberapa hikmah beriman kepada hari kiamat antara lain sebagai berikut.
Menumbuhkan tanggung jawab. Seorang Muslim menyadari bahwa perkataan, perbuatan, dan keputusan yang diambil memiliki konsekuensi. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk bersikap jujur, menunaikan amanah, dan menghormati hak orang lain.
Memperkuat ibadah. Keyakinan terhadap kehidupan akhirat mendorong umat Islam untuk menjaga salat, berpuasa Ramadan, menunaikan zakat apabila memenuhi ketentuan, serta menjalankan kewajiban agama lainnya.
Menjauhi perbuatan zalim. Orang yang mengimani hari akhir akan berusaha menghindari kebohongan, fitnah, pengkhianatan, dan tindakan yang merugikan orang lain. Jika melakukan kesalahan, ia terdorong untuk meminta maaf dan memperbaikinya.
Melatih kesabaran. Kehidupan dunia tidak selalu berjalan sesuai harapan. Iman kepada hari akhir membantu seorang Muslim tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal ketika menghadapi kesulitan, tanpa kehilangan harapan terhadap rahmat Allah SWT.
Meningkatkan kepedulian sosial. Kesadaran bahwa harta dan jabatan bersifat sementara dapat mendorong seseorang untuk menggunakan nikmat yang dimiliki bagi kebaikan. Membantu fakir miskin, menunaikan zakat, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan merupakan contoh penerapan nilai tersebut.
Dengan demikian, iman kepada hari kiamat bukan hanya berkaitan dengan keyakinan terhadap peristiwa yang akan datang, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat.
6. Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Hari Kiamat
Memahami iman kepada hari kiamat perlu disertai tindakan nyata. Mempersiapkan kehidupan akhirat bukan berarti meninggalkan urusan dunia, melainkan menjalani kehidupan dengan tetap menjadikan ketaatan kepada Allah SWT sebagai pedoman.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Memperbaiki ibadah. Menjaga salat lima waktu, membaca Al-Qur'an, berdoa, berzikir, dan bertobat merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ibadah perlu dijalankan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan agama.
Menjaga akhlak dan hak sesama. Persiapan akhirat tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi. Seorang Muslim juga perlu menjaga lisan, bersikap jujur, menepati janji, menghormati orang tua, serta menghindari tindakan yang merugikan orang lain.
Memperbanyak amal saleh. Membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, merawat keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menolong orang yang membutuhkan merupakan contoh kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan dengan cara yang dibenarkan dalam Islam.
Mengevaluasi diri dan bertobat. Setiap manusia dapat melakukan kesalahan. Karena itu, penting untuk membiasakan diri mengevaluasi perilaku, memohon ampunan Allah SWT, memperbaiki kesalahan, dan berusaha tidak mengulanginya.
Menyeimbangkan ikhtiar dan tawakal. Seorang Muslim tetap perlu bekerja, belajar, membangun keluarga, dan meraih cita-cita melalui cara yang baik. Pada saat yang sama, ia menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat sementara sehingga tidak menjadikan pencapaian duniawi sebagai satu-satunya tujuan hidup.
Melalui langkah-langkah tersebut, keyakinan terhadap hari akhir dapat menjadi pengingat untuk menjalani kehidupan dengan lebih terarah, penuh tanggung jawab, dan senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menjadikan Iman kepada Hari Kiamat sebagai Pedoman Hidup
Iman kepada hari kiamat merupakan rukun iman kelima yang mengajarkan bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan manusia akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah SWT. Keyakinan ini mencakup kematian, alam barzakh, kebangkitan, pengumpulan manusia, perhitungan amal, hingga balasan di akhirat sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an dan hadis.
Memahami rukun iman kelima tidak cukup hanya dengan menghafal pengertiannya. Setiap Muslim perlu menjadikan keyakinan tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, menjaga amanah, membantu sesama, dan menjauhi perbuatan dosa.
Tidak ada manusia yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi. Karena itu, hal terpenting bukanlah menebak waktunya, melainkan memanfaatkan kehidupan yang diberikan Allah SWT untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh.
Semoga Allah SWT menguatkan keimanan kita, menerima amal ibadah, mengampuni dosa-dosa, serta mengaruniakan keselamatan di dunia dan akhirat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
Muzaki: Pengertian, Syarat Wajib Zakat, dan Cara Menunaikan
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, serta menyucikan harta.
Dalam ibadah zakat, orang yang wajib membayar zakat disebut muzaki atau muzakki. Istilah ini merujuk pada seseorang yang berkewajiban mengeluarkan zakat setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Memahami pengertian muzaki penting agar umat Islam dapat mengenali kewajibannya sekaligus memahami perbedaan antara pihak yang membayar zakat, penerima zakat, dan pengelola zakat.
Kewajiban zakat tidak berlaku secara otomatis atas setiap harta yang dimiliki seseorang. Ada ketentuan yang perlu diperhatikan, seperti jenis harta, kepemilikan, nisab, serta haul untuk jenis zakat yang mensyaratkannya. Karena itu, pemahaman mengenai muzaki perlu disertai pengetahuan tentang dasar hukum dan ketentuan zakat.
Apa Itu Muzaki?
Muzaki adalah orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Istilah ini berkaitan dengan zakat yang memiliki makna penyucian dan pertumbuhan. Dalam pelaksanaannya, muzaki menunaikan sebagian harta yang wajib dizakati untuk disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya.
Muzaki dapat berasal dari berbagai kalangan, seperti pedagang, pengusaha, petani, pegawai, maupun orang yang memiliki harta simpanan. Namun, status sebagai muzaki tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan atau besarnya penghasilan. Kewajiban zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki dan terpenuhinya ketentuan zakat yang relevan.
Sebagai contoh, seorang pedagang dapat berkewajiban membayar zakat perdagangan apabila aset perdagangan yang diperhitungkan telah memenuhi ketentuan. Demikian pula seseorang yang memiliki emas, simpanan, atau harta lainnya dapat memiliki kewajiban zakat sesuai dengan jenis harta tersebut.
Dengan demikian, tidak semua Muslim otomatis wajib membayar zakat atas setiap harta yang dimilikinya. Apabila persyaratan zakat belum terpenuhi, seseorang tidak otomatis memiliki kewajiban zakat atas harta tersebut. Meski begitu, ia tetap dapat berbagi melalui infak dan sedekah sesuai kemampuan.
Dasar Hukum Zakat dalam Islam
Kewajiban zakat memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan menunaikan zakat sebagai bagian dari pelaksanaan ajaran agama.
Salah satu landasannya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 43, yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Ayat ini menegaskan kedudukan zakat sebagai salah satu kewajiban penting dalam Islam.
Allah SWT juga menjelaskan fungsi zakat dalam QS. At-Taubah ayat 103, yang memerintahkan pengambilan zakat dari sebagian harta untuk menyucikan dan membersihkan mereka. Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual, sekaligus mendidik umat Islam agar tidak dikuasai sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta.
Sementara itu, QS. At-Taubah ayat 60 menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan ini menjadi pedoman agar zakat disalurkan kepada pihak yang memenuhi kriteria sesuai syariat.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Islam dibangun di atas lima perkara, termasuk mendirikan salat dan menunaikan zakat. Hal ini menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban ibadah yang perlu ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi persyaratannya.
Syarat Seseorang Menjadi Muzaki
Ketentuan menjadi muzaki perlu dipahami berdasarkan jenis zakat yang wajib ditunaikan. Zakat fitrah, zakat mal, zakat perdagangan, zakat pertanian, dan zakat penghasilan memiliki persyaratan yang tidak sepenuhnya sama.
Salah satu ketentuan dalam zakat mal adalah nisab, yaitu batas minimum harta yang menjadi salah satu syarat wajib zakat untuk jenis harta tertentu. Besaran nisab berbeda sesuai jenis harta dan ketentuan perhitungannya. Karena itu, seseorang perlu mengetahui jenis harta yang dimiliki sebelum menentukan apakah kewajiban zakat telah berlaku.
Ketentuan berikutnya adalah haul, yaitu masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah untuk jenis zakat tertentu. Haul berlaku pada sejumlah jenis zakat mal, seperti emas dan harta perdagangan, sesuai ketentuan fikih yang relevan. Namun, tidak semua jenis zakat mensyaratkan haul. Zakat pertanian, misalnya, berkaitan dengan waktu panen apabila hasilnya memenuhi ketentuan.
Selain nisab dan haul, kepemilikan harta juga perlu diperhatikan. Harta yang dizakati harus memenuhi ketentuan kepemilikan dan persyaratan syariat untuk jenis zakat yang bersangkutan. Dalam kondisi tertentu, perhitungan dapat melibatkan aset, kewajiban, atau utang yang diperhitungkan sesuai pedoman zakat yang digunakan.
Adapun zakat fitrah memiliki ketentuan tersendiri dan ditunaikan menjelang Idulfitri oleh Muslim yang memenuhi persyaratan wajibnya. Ketentuannya tidak sama dengan zakat mal yang berkaitan dengan jenis dan kepemilikan harta.
Karena setiap jenis zakat memiliki aturan yang berbeda, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih apabila masih ragu mengenai kewajiban yang harus ditunaikan.
Jenis-Jenis Zakat yang Perlu Diketahui
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya merupakan kewajiban dalam Islam, tetapi memiliki objek dan ketentuan yang berbeda.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah ditunaikan pada akhir Ramadan hingga menjelang Idulfitri sesuai ketentuan waktunya. Zakat ini berkaitan dengan setiap Muslim yang memenuhi persyaratan wajibnya dan bertujuan, antara lain, membantu orang yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.
Zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran menggunakan uang mengikuti ketentuan fikih dan pedoman lembaga berwenang yang dijadikan acuan.
2. Zakat Mal
Zakat mal merupakan zakat atas harta yang telah memenuhi persyaratan syariat. Jenis harta yang dapat dikenai zakat antara lain emas dan perak, uang atau simpanan tertentu, harta perdagangan, hasil pertanian, serta jenis harta lainnya yang diatur dalam fikih.
Perhitungan zakat mal perlu memperhatikan nisab, haul apabila dipersyaratkan, kadar zakat, dan ketentuan khusus untuk setiap jenis harta.
3. Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan dikenakan atas harta perdagangan yang memenuhi ketentuan zakat. Dalam perhitungannya, nilai barang dagangan serta unsur aset dan kewajiban usaha yang diperhitungkan perlu mengikuti pedoman fikih yang digunakan.
4. Zakat Pertanian
Zakat pertanian berkaitan dengan hasil panen yang memenuhi ketentuan nisab dan persyaratan lainnya. Kadar zakatnya dapat berbeda berdasarkan cara pengairan yang digunakan. Karena itu, perhitungannya tidak dapat disamakan begitu saja dengan jenis zakat lainnya.
5. Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dibahas dalam fatwa dan pedoman sejumlah lembaga zakat di Indonesia. Penghasilan halal seperti gaji, honorarium, upah, dan pendapatan profesional dapat menjadi objek zakat sesuai ketentuan yang digunakan, termasuk mengenai nisab dan cara perhitungannya.
Muzaki sebaiknya merujuk pada pedoman resmi lembaga zakat yang tepercaya atau berkonsultasi dengan ahli fikih jika memiliki kondisi penghasilan yang kompleks.
Perbedaan Muzaki, Mustahik, dan Amil Zakat
Dalam pengelolaan zakat, muzaki, mustahik, dan amil zakat memiliki peran yang berbeda, tetapi saling berkaitan.
Muzaki adalah orang yang berkewajiban menunaikan zakat setelah memenuhi persyaratan syariat. Ia mengeluarkan sebagian harta yang wajib dizakati untuk disalurkan kepada golongan yang berhak.
Mustahik adalah orang atau golongan yang berhak menerima zakat. Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, terdapat delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Penyaluran zakat perlu memperhatikan kriteria masing-masing golongan sesuai ketentuan syariat.
Amil zakat adalah pihak yang bertugas mengelola zakat, termasuk penghimpunan, pencatatan, pengelolaan, dan penyaluran sesuai ketentuan. Di Indonesia, badan dan lembaga amil zakat membantu masyarakat menunaikan kewajibannya secara terorganisasi serta mendukung penyaluran dana kepada pihak yang berhak.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kegiatan memberi dan menerima harta. Zakat merupakan ibadah yang memiliki aturan mengenai kewajiban, pengelolaan, dan penerimaannya. Pemahaman yang tepat dapat membantu masyarakat menunaikan zakat secara benar sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat.
Cara Menunaikan Zakat dengan Benar
Setelah memahami pengertian muzaki dan jenis zakat, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menunaikan zakat sesuai ketentuan.
Pertama, kenali jenis zakat yang menjadi kewajiban. Tentukan apakah zakat yang perlu ditunaikan berupa zakat fitrah, zakat emas, zakat perdagangan, zakat pertanian, atau zakat penghasilan. Setiap jenis memiliki syarat dan cara perhitungan yang berbeda.
Kedua, periksa persyaratan zakat. Untuk jenis zakat tertentu, periksa apakah harta telah mencapai nisab dan apakah haul telah terpenuhi apabila disyaratkan. Perhatikan pula kadar zakat dan ketentuan lain yang berlaku.
Ketiga, hitung jumlah zakat dengan cermat. Perhitungan perlu disesuaikan dengan jenis harta dan pedoman yang digunakan. Muzaki dapat memanfaatkan kalkulator zakat dari lembaga resmi sebagai alat bantu, dengan tetap memperhatikan asumsi dan ketentuan perhitungannya.
Keempat, niatkan pembayaran karena Allah SWT. Zakat merupakan ibadah sehingga perlu ditunaikan dengan niat yang ikhlas, bukan untuk memperoleh pujian atau pengakuan dari orang lain.
Kelima, salurkan zakat kepada pihak yang berhak. Penyaluran dapat dilakukan melalui badan atau lembaga amil zakat yang tepercaya. Jika disalurkan secara langsung, pastikan penerima memenuhi kriteria mustahik sesuai ketentuan syariat.
Terakhir, simpan catatan pembayaran agar kewajiban zakat dapat dipantau dengan lebih tertib, terutama bagi orang yang memiliki usaha atau berbagai jenis harta. Apabila masih terdapat keraguan dalam perhitungan, muzaki dapat meminta penjelasan dari amil zakat atau ahli fikih.
Manfaat Zakat bagi Muzaki dan Masyarakat
Zakat memiliki manfaat spiritual bagi orang yang menunaikannya. Ibadah ini menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana mendidik diri agar tidak dikuasai sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta. Bagi muzaki, zakat juga menjadi kesempatan untuk mensyukuri rezeki yang telah diterima dengan menunaikan kewajiban sesuai ketentuan.
Dari sisi sosial, zakat dapat membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokok serta mendukung golongan lain yang berhak menerimanya. Jika dikelola dengan baik, zakat juga dapat mendukung program pemberdayaan yang sesuai dengan ketentuan penerimaan zakat dan kebutuhan masyarakat.
Zakat turut memperkuat solidaritas sosial dengan menghubungkan orang yang memiliki kewajiban zakat dengan kelompok yang berhak menerima. Penyaluran yang tepat dapat membantu meringankan kesulitan sekaligus membuka kesempatan bagi mustahik untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.
Manfaat tersebut memerlukan peran bersama. Muzaki perlu menunaikan kewajibannya dengan benar, sementara amil zakat bertanggung jawab mengelola dan menyalurkan dana sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat dapat menjalankan fungsi ibadah sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Tunaikan Zakat Sesuai Ketentuan
Muzaki adalah orang yang wajib membayar zakat setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Kewajiban ini tidak ditentukan semata-mata oleh pekerjaan, besarnya penghasilan, atau anggapan bahwa seseorang tergolong kaya. Jenis harta, nisab, haul apabila berlaku, serta ketentuan khusus lainnya perlu diperhatikan sebelum menentukan kewajiban zakat.
Memahami dasar hukum, jenis zakat, dan cara menghitungnya membantu umat Islam menunaikan ibadah dengan lebih tepat. Jika menghadapi kondisi yang belum jelas, berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih dapat membantu memastikan perhitungan sesuai ketentuan.
Dengan menunaikan zakat secara benar dan menyalurkannya kepada golongan yang berhak, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga ikut memperkuat kepedulian dan kesejahteraan masyarakat. Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam menunaikan zakat, menerima amal ibadah, serta menjadikan harta yang dimiliki sebagai jalan hadirnya keberkahan dan manfaat bagi sesama.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Fitrah Online, Ini Cara dan Ketentuannya
ZAKAT fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat dan ditunaikan pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Seiring perkembangan teknologi, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor lembaga amil zakat.
Melalui layanan digital, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah dengan lebih praktis sekaligus mendukung penyaluran dana kepada mustahik yang berhak menerimanya. BAZNAS Provinsi Lampung menyediakan layanan pembayaran zakat secara online melalui situs resmi lampung.baznas.go.id, sehingga masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat dari mana saja.
Meski pembayaran dilakukan secara digital, ketentuan zakat fitrah tetap perlu diperhatikan. Muzaki perlu memastikan jenis dana yang dipilih, nominal pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku, serta waktu penunaian agar zakat dapat dikelola dan disalurkan dengan tepat.
Apa Itu Zakat Fitrah Online?
Zakat fitrah online adalah cara menunaikan zakat fitrah melalui layanan digital yang disediakan oleh lembaga pengelola zakat. Pembayaran dilakukan melalui platform resmi dengan mengikuti tahapan yang tersedia, mulai dari memilih jenis dana hingga menyelesaikan transaksi.
Cara ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak untuk datang langsung ke kantor layanan zakat. Melalui situs BAZNAS Provinsi Lampung, muzaki dapat memilih jenis zakat yang akan ditunaikan, mengisi data diri, menentukan nominal, dan memilih metode pembayaran yang tersedia.
Namun, kemudahan teknologi tidak menggantikan niat dalam beribadah. Zakat fitrah tetap ditunaikan karena Allah SWT dengan mengikuti ketentuan syariat, termasuk memastikan dana yang dibayarkan memang diperuntukkan bagi zakat fitrah, bukan infak atau sedekah.
Zakat fitrah juga memiliki tujuan sosial, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat menyambut Idulfitri dengan lebih baik. Karena itu, ketepatan waktu pembayaran dan penyalurannya menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Cara Bayar Zakat Fitrah Online melalui BAZNAS Provinsi Lampung
Masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
Buka website resmi BAZNAS Provinsi Lampung. Akses lampung.baznas.go.id.
Pilih menu “Bayar Zakat”. Menu ini tersedia pada website untuk mengakses layanan pembayaran secara daring.
Pilih jenis dana dan subjenis zakat. Pilih kategori zakat, kemudian tentukan subjenisnya, yaitu zakat fitrah.
Masukkan nominal pembayaran. Isi jumlah zakat sesuai ketentuan yang berlaku dan jumlah jiwa yang akan ditunaikan zakat fitrahnya.
Lengkapi data diri. Masukkan nama, nomor telepon seluler, serta alamat email yang aktif sesuai formulir.
Selesaikan verifikasi. Centang CAPTCHA dan persetujuan yang tersedia sebelum melanjutkan.
Pilih metode pembayaran. Gunakan metode yang tersedia pada halaman pembayaran, seperti layanan perbankan atau dompet digital.
Selesaikan transaksi. Ikuti instruksi pembayaran dan pastikan transaksi berhasil.
Simpan bukti pembayaran. Setelah transaksi selesai, bukti pembayaran atau invoice akan dikirim melalui kontak yang telah dicantumkan sesuai layanan yang tersedia.
Sebelum menyelesaikan pembayaran, periksa kembali jenis dana, nominal, dan data yang dimasukkan. Langkah ini membantu mengurangi kesalahan transaksi serta memastikan pembayaran tercatat dengan benar.
Berapa Besaran Zakat Fitrah yang Harus Dibayar?
Zakat fitrah pada dasarnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok sebanyak satu sha’. Dalam praktik di Indonesia, ukurannya umumnya disetarakan dengan sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per jiwa. Pembayaran menggunakan uang mengikuti ketentuan fikih dan penetapan otoritas atau lembaga berwenang di wilayah masing-masing.
Untuk Ramadan 1447 H/2026 M, MUI Provinsi Lampung menetapkan zakat fitrah sebesar 2,7 kilogram beras atau Rp40.000 per jiwa. Ketetapan tersebut menjadi pedoman di wilayah Provinsi Lampung untuk periode tersebut.
Sementara itu, BAZNAS RI menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa untuk wilayah Jabodetabek pada Ramadan 1447 H/2026 M. Perbedaan nominal ini menunjukkan bahwa besaran zakat fitrah dalam bentuk uang dapat disesuaikan dengan ketentuan wilayah dan harga bahan pokok setempat.
Karena nominal dapat berubah setiap tahun, masyarakat perlu memeriksa pengumuman terbaru dari BAZNAS Provinsi Lampung atau otoritas terkait sebelum melakukan pembayaran. Jangan langsung menggunakan nominal tahun sebelumnya tanpa memastikan ketentuan yang berlaku pada Ramadan saat zakat ditunaikan.
Apakah Bayar Zakat Fitrah Online Sesuai Syariat?
Pembayaran zakat melalui sarana digital dapat digunakan sebagai cara untuk menunaikan zakat selama pelaksanaannya memenuhi ketentuan syariat. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi niat, jumlah zakat yang sesuai, waktu penunaian, serta penyaluran kepada golongan yang berhak.
Zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum salat Idulfitri agar dapat disalurkan kepada mustahik tepat waktu. Oleh karena itu, muzaki sebaiknya tidak menunggu hingga saat-saat terakhir untuk melakukan transaksi. Waktu pemrosesan pembayaran dan proses penyaluran oleh lembaga juga perlu diperhatikan.
Melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung, masyarakat dapat menunaikan zakat secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor. Setelah pembayaran berhasil, simpan bukti transaksi sebagai catatan bahwa pembayaran telah dilakukan.
Apabila terdapat pertanyaan mengenai nominal, waktu pembayaran, atau ketentuan zakat fitrah, masyarakat dapat merujuk pada informasi resmi BAZNAS Provinsi Lampung atau berkonsultasi dengan amil zakat.
Tips Aman Membayar Zakat Fitrah Online
Kemudahan pembayaran digital perlu disertai kehati-hatian agar dana disalurkan melalui jalur yang benar. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum melakukan transaksi:
Gunakan website resmi. Pastikan mengakses lampung.baznas.go.id dan memilih menu pembayaran zakat yang tersedia.
Periksa jenis dana. Pastikan memilih zakat fitrah apabila ingin menunaikan zakat menjelang Idulfitri.
Pastikan nominal sesuai. Periksa ketentuan zakat fitrah yang berlaku di Provinsi Lampung pada tahun pembayaran.
Lengkapi data dengan benar. Gunakan nomor telepon dan email aktif agar informasi transaksi dapat diterima.
Jangan membagikan data rahasia. Hindari memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain.
Simpan bukti transaksi. Periksa status pembayaran dan simpan bukti atau invoice yang diterima.
Apabila pembayaran telah dilakukan tetapi status transaksi belum jelas, hubungi layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung untuk memperoleh konfirmasi.
Tunaikan Zakat Fitrah dengan Mudah dan Tepat Waktu
Pembayaran zakat fitrah secara online memberikan pilihan yang praktis bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban menjelang Idulfitri. Melalui website resmi BAZNAS Provinsi Lampung, muzaki dapat memilih jenis zakat, mengisi data, menentukan nominal, serta menyelesaikan pembayaran melalui metode yang tersedia.
Meski prosesnya lebih mudah, ketepatan dalam memilih jenis dana, menghitung nominal, dan memperhatikan waktu penunaian tetap menjadi hal utama. Zakat fitrah yang ditunaikan sesuai ketentuan diharapkan dapat membantu memenuhi hak mustahik dan mendukung mereka menyambut hari raya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
26/10/2026 | MBL-01
BAZNAS TV
MARS BAZNAS
Penulis: Yuri











