WhatsApp Icon

Hari Ketiga BSD 2026 Bahas Reputasi Lembaga dan Penguatan Problem Solving BAZNAS

19/09/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Hari Ketiga BSD 2026 Bahas Reputasi Lembaga dan Penguatan Problem Solving BAZNAS

Dokumentasi Kegiatan BAZNAS Provinsi Lampung

Lampung -- Rangkaian BAZNAS Strategic Development (BSD) 2026 memasuki hari ketiga, Sabtu (19/9/2026), dengan pembekalan yang berfokus pada penguatan reputasi lembaga, komunikasi publik, manajemen konflik, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis. Kegiatan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian pengembangan kapasitas Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Materi pertama, “Strategi Mengelola Reputasi Lembaga: Manajemen Komunikasi Publik BAZNAS”, disampaikan Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati. Materi tersebut menekankan bahwa reputasi BAZNAS sangat berkaitan dengan kepercayaan publik. Reputasi tidak hanya dibentuk melalui publikasi, tetapi merupakan hasil dari pengalaman masyarakat terhadap lembaga.

Dalam pengelolaan reputasi, terdapat tiga aspek yang saling berkaitan, yaitu reputasi pimpinan, reputasi program, dan reputasi lembaga. Reputasi pimpinan dibangun melalui integritas, kompetensi, empati, dan keteladanan. Sementara reputasi program berkaitan dengan dampak, kebermanfaatan, inovasi, dan keberlanjutan. Adapun reputasi lembaga diperkuat melalui tata kelola, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan.

Materi tersebut juga membahas pentingnya manajemen komunikasi yang terukur. Melalui AMEC Framework, komunikasi diarahkan mulai dari penetapan tujuan, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan pencarian insight, hingga melihat dampak komunikasi terhadap tujuan organisasi. Dengan pendekatan tersebut, publikasi tidak hanya dinilai dari jumlah tayangan atau liputan, tetapi juga dari pemahaman, perubahan sikap, tindakan audiens, hingga dampaknya bagi organisasi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi “Manajemen Konflik & Problem Solving: Membangun Kolaborasi dan Solusi dalam Organisasi” yang disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. Materi ini menempatkan konflik sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan organisasi. Konflik dapat muncul karena perbedaan tujuan, persepsi, nilai, kepentingan, maupun keterbatasan sumber daya.

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa konflik tidak selalu berdampak negatif. Konflik yang dikelola dengan baik dapat membuka ruang bagi munculnya inovasi, memperjelas akar masalah, dan memperkuat hubungan kerja. Karena itu, yang menjadi persoalan bukan semata-mata keberadaan konflik, tetapi bagaimana konflik tersebut dikelola.

Untuk mengelola konflik, peserta diperkenalkan dengan Thomas-Kilmann Conflict Mode (TKI) yang mencakup lima gaya, yaitu competing, avoiding, accommodating, compromising, dan collaborating. Pemilihan gaya disesuaikan dengan situasi yang dihadapi, sehingga pemimpin tidak terpaku pada satu pendekatan dalam setiap persoalan.

Selain manajemen konflik, materi juga membahas pendekatan problem solving dengan menggali akar persoalan, bukan hanya menangani gejala. Teknik yang diperkenalkan antara lain Root Cause Analysis, 5 Whys, Fishbone Diagram, serta kerangka PDCA (Plan, Do, Check, Act) untuk membangun perbaikan berkelanjutan.

Melalui pembekalan tersebut, pemimpin BAZNAS didorong untuk berperan sebagai mediator, fasilitator, problem solver, dan pengambil keputusan. Alur penyelesaian yang dibangun dimulai dari mengenali konflik, membuka dialog, menganalisis akar masalah, menyepakati solusi, hingga melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Setelah rangkaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan BSD 2026 oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Zainut Tauhid Sa’adi dengan pemberian piagam penghargaan dari Pimpinan BAZNAS RI kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. Iskandar Zulkarnain, MH. Rangkaian hari ketiga tersebut melengkapi pembekalan BSD 2026 yang sebelumnya membahas tata kelola kelembagaan, fundraising, kepercayaan publik, profesionalisme amil, serta program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang berdampak.

Melalui BSD 2026, penguatan kapasitas BAZNAS tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis pengelolaan zakat, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan, mengelola komunikasi, menghadapi konflik, dan mengambil keputusan secara sistematis. Dengan bekal tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung dan BAZNAS Kabupaten/Kota diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola dan memberikan pelayanan serta manfaat yang semakin baik bagi masyarakat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →