WhatsApp Icon

Tiga Strategi Komunikasi Penghimpunan ZIS untuk 2027, ini Kata BAZNAS!

29/09/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Tiga Strategi Komunikasi Penghimpunan ZIS untuk 2027, ini Kata BAZNAS!

Dok. BAZNAS RI/Humas

Jakarta -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan strategi komunikasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan menempatkan kepercayaan publik sebagai bagian penting dalam perjalanan masyarakat sebelum memutuskan untuk menyalurkan ZIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM., dalam acara NGO Communication Strategic Direction for 2027: Closing the Evidence Gap in Communication Measurement yang digelar secara daring, pakan ini.

Dalam paparannya, Fahrudin menyampaikan tiga langkah strategis yang perlu diperkuat lembaga filantropi untuk merespons perubahan perilaku masyarakat sekaligus perkembangan ekosistem komunikasi digital.

Langkah Strategis

Langkah pertama adalah Connect the Data, yakni mengintegrasikan data komunikasi, media, digital, donatur, dan fundraising. Menurut Fahrudin, komunikasi dan fundraising perlu dipandang sebagai satu perjalanan yang saling terhubung, bukan dua fungsi yang berjalan sendiri-sendiri.

Langkah kedua, Measure Trust, yaitu membangun kerangka pengukuran kepercayaan yang lebih luas. Pengukuran komunikasi tidak cukup hanya melihat reach, engagement, atau nilai publikasi, tetapi juga perlu memperhatikan sentimen, kredibilitas pesan, tingkat kepercayaan donatur, conversion, retention, hingga repeat donation.

Sementara itu, langkah ketiga adalah Turn Data into Decision. Setiap hasil pengukuran perlu diterjemahkan menjadi keputusan dan tindak lanjut yang konkret. Dengan demikian, laporan komunikasi tidak berhenti pada penyajian angka, tetapi dapat menjawab pertanyaan “So what?” dan “What’s next?” sebagai dasar menentukan pesan, kanal, audiens, waktu, maupun alokasi anggaran.

“Dalam penghimpunan ZIS, kepercayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat sebelum memutuskan berdonasi. Prosesnya dimulai dari mengenal lembaga, mempertimbangkan, membangun kepercayaan, kemudian berdonasi, kembali berdonasi, hingga merekomendasikan kepada orang lain,” ujar Fahrudin.

Komunikasi Tidak Berhenti

Menurut Fahrudin, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sebatas membuat sebanyak mungkin masyarakat melihat atau berinteraksi dengan sebuah pesan. Komunikasi perlu diukur dari sejauh mana pesan tersebut mampu membangun kepercayaan dan mendorong perubahan perilaku.

Kerangka yang dikembangkan dalam paparannya menggambarkan perjalanan komunikasi mulai dari attention, trust, confidence, action, hingga long-term relationship. Rangkaian tersebut kemudian dapat dihubungkan dengan indikator fundraising, seperti akuisisi donatur, retensi, dan lifetime value.

Dalam konteks komunikasi BAZNAS, indikator seperti reach, engagement, traffic, click-through rate (CTR), dan media coverage tetap penting. Namun, pengukuran perlu dilanjutkan dengan melihat apakah traffic menghasilkan donasi, apakah donatur kembali menyalurkan ZIS, serta apakah tingkat kepercayaan mereka terhadap lembaga mengalami peningkatan.

“Yang kita ukur bukan hanya apakah masyarakat melihat kita, tetapi apakah komunikasi membantu masyarakat percaya kepada kita. Karena pada akhirnya, kepercayaan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan masyarakat untuk memberikan dukungan,” jelasnya.

Data dengan Perilaku Donatur

Fahrudin menambahkan bahwa pendekatan berbasis data semakin penting bagi lembaga filantropi karena masyarakat kini menerima informasi melalui berbagai kanal. Kondisi tersebut membuat pengukuran komunikasi perlu melihat hubungan antara apa yang dikatakan masyarakat, apa yang dirasakan, dan apa yang benar-benar dilakukan.

Karena itu, data kuantitatif perlu dilengkapi dengan bukti kualitatif agar lembaga memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai respons masyarakat. Data tidak hanya digunakan untuk mengetahui performa suatu kanal atau konten, tetapi juga untuk memahami perjalanan masyarakat hingga menjadi donatur dan mempertahankan hubungan dengan lembaga.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu BAZNAS mengembangkan komunikasi yang lebih terukur dan relevan dengan tujuan penghimpunan ZIS. Dengan menghubungkan data komunikasi dan fundraising, setiap aktivitas komunikasi dapat dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap kepercayaan dan perilaku donatur.

Melalui penguatan tiga langkah tersebut, BAZNAS mendorong komunikasi penghimpunan ZIS agar tidak hanya berorientasi pada aktivitas dan eksposur. Pengukuran perlu diarahkan untuk menghasilkan evidence of trust sekaligus melihat keterkaitannya dengan dampak terhadap fundraising.

“Ke depan, pengukuran komunikasi perlu bergerak dari sekadar membuktikan bahwa masyarakat melihat kita menuju pembuktian bahwa komunikasi membantu masyarakat percaya dan pada akhirnya memilih untuk memberikan dukungan,” ucapnya.

Penguatan strategi komunikasi dan pengukuran berbasis kepercayaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan arah komunikasi penghimpunan ZIS BAZNAS pada 2027. Dengan data yang terhubung dan diterjemahkan menjadi keputusan, komunikasi diharapkan dapat semakin dekat dengan tujuan utama lembaga dalam membangun kepercayaan sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan muzaki dan donatur.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →