
Berita Terkini
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Penyintas Gempa NTT
Jakarta -- Di tengah situasi pascagempa yang masih penuh keterbatasan, masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mendapatkan dukungan layanan kesehatan. Rumah Sehat BAZNAS (RSB) mendirikan pos pelayanan kesehatan di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sebagai bagian dari respons cepat BAZNAS RI terhadap bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Posko medis ini menjadi tempat masyarakat terdampak untuk memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Kehadiran tim medis di tengah kondisi darurat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga sekaligus memberikan rasa aman bagi para penyintas yang sedang menghadapi masa sulit.
“Tim RSB alhamdulillah pagi ini sudah standby membuka pos layanan kesehatan untuk para korban gempa NTT,” ujar Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
Bergerak Menjawab Kebutuhan Warga
Gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Berdasarkan data per pukul 16.00 WIB, Selasa (18/8/2026), bencana tersebut telah menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang mengalami luka-luka.
Selain itu, sebanyak 40.040 orang harus mengungsi dan 11.952 rumah terdampak. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat semakin beragam, mulai dari layanan kesehatan, makanan, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan bagi kelompok rentan.
Untuk merespons kondisi tersebut, BAZNAS mengerahkan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Kedua tim bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa tanggap darurat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka posko kesehatan di Pondok Pesantren Pancasila, Manggarai. Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses di lokasi bencana, tim medis RSB memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi para penyintas, kehadiran tenaga kesehatan bukan hanya soal mendapatkan pemeriksaan atau obat. Pelayanan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian yang membantu mereka melewati situasi darurat dengan lebih tenang.
Bantuan Menjangkau Kebutuhan Dasar
Respons BAZNAS di NTT tidak berhenti pada pelayanan kesehatan. Berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga menjadi perhatian dalam penanganan bencana. BAZNAS turut menyiapkan dapur umum di Kelurahan Mbay 1, Kabupaten Nagekeo, serta membagikan makanan siap saji kepada masyarakat di Desa Reo, Manggarai.
Selain pangan, bantuan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan lainnya, termasuk fasilitas kesehatan, tenda, serta perlengkapan bagi ibu dan anak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Sebab, dalam situasi bencana, kebutuhan warga dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi dan proses pemulihan.
Zakat dan Donasi untuk Kemanusiaan
Respons kemanusiaan BAZNAS di NTT tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang mempercayakan zakat dan donasinya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Hingga saat ini, dana bantuan yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp6 miliar. Dana tersebut akan terus dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan, baik selama masa tanggap darurat maupun pada tahap pemulihan.
Dukungan masyarakat juga datang dari berbagai daerah. BAZNAS Provinsi Lampung turut menggalang dana bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para penyintas.
Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan bantuan di tengah bencana. Dana yang dihimpun kemudian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk manfaat, mulai dari makanan bagi pengungsi, layanan kesehatan, perlengkapan kebutuhan dasar, hingga dukungan bagi proses pemulihan masyarakat.
Bersama Membantu Masyarakat Bangkit
Bencana tidak hanya menghadirkan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan tantangan yang harus dihadapi masyarakat dalam waktu yang tidak singkat. Setelah masa tanggap darurat berakhir, para penyintas masih perlu memulihkan kesehatan, tempat tinggal, penghasilan, dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Kehadiran relawan, tenaga kesehatan, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat yang memberikan bantuan menjadi bentuk nyata kepedulian kepada mereka yang terdampak.
Melalui pengerahan BTB dan RSB, BAZNAS terus berupaya hadir memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa NTT. Posko kesehatan yang didirikan mungkin sederhana, tetapi kehadirannya membawa manfaat bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Gerak cepat ini menjadi wujud bahwa zakat dan kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan kemanusiaan. Dari bantuan yang diberikan, tumbuh harapan agar masyarakat NTT dapat melalui masa sulit dan perlahan kembali menata kehidupannya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/08/2026 | MBL-01
Dari Dapur Umum BAZNAS, Hadir Harapan bagi Penyintas Gempa NTT
Jakarta -- Gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga mengubah kehidupan masyarakat dalam sekejap. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung harus ditinggalkan, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi di tengah kondisi yang serba terbatas.
Bagi masyarakat yang berada di pengungsian, kebutuhan sederhana seperti makanan hangat menjadi sangat berarti. Di tengah situasi tersebut, BAZNAS RI hadir melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dengan mendirikan dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dapur umum tersebut menjadi salah satu bentuk respons BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa. Bersama relawan dan warga setempat, makanan siap saji disiapkan untuk kemudian diberikan kepada para pengungsi.
Memenuhi Kebutuhan Dasar di Situasi Darurat
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, menjadi salah satu prioritas BAZNAS dalam penanganan gempa NTT.
“Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian,” ujar Idy, Selasa (18/8/2026).
Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam operasional dapur umum. Selain membantu mempercepat penyediaan makanan, kolaborasi tersebut juga memungkinkan bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.
Jumlah makanan yang diproduksi pun akan terus menyesuaikan kebutuhan para pengungsi. Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak sekadar hadir dalam jumlah banyak, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sepiring Makanan, Seberkas Harapan
Bagi masyarakat yang sedang berada di pengungsian, makanan bukan sekadar kebutuhan untuk mengisi tenaga. Sepiring makanan hangat dapat menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, masih ada orang-orang yang peduli dan bersedia membantu.
Dapur umum BAZNAS menjadi salah satu ruang tempat kepedulian itu diwujudkan. Relawan dan warga bergotong royong menyiapkan makanan, sementara bantuan terus diarahkan kepada masyarakat yang terdampak.
BAZNAS juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat mengikuti kebutuhan masyarakat. Sebab, penanganan bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan di hari-hari pertama, tetapi perlu dilanjutkan sesuai perkembangan kondisi hingga memasuki tahap pemulihan.
Idy menyampaikan bahwa BAZNAS prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat NTT dan berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak.
“BAZNAS sangat prihatin atas musibah yang terjadi di NTT. Kita tahu banyak saudara-saudara kita yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana hingga masa pemulihan,” ujarnya.
Bersama Menguatkan Masyarakat
Gempa yang melanda NTT menjadi pengingat bahwa bencana dapat mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Ketika kebutuhan dasar menjadi sulit dipenuhi, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
Melalui dapur umum yang didirikan di Pondok Pesantren Pancasila, BAZNAS berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan makanan selama masa tanggap darurat. Kolaborasi antara relawan, warga setempat, dan BAZNAS menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan bantuan yang tepat bagi para pengungsi.
Dari sebuah dapur sederhana, lahir banyak manfaat. Ada makanan yang menguatkan tubuh, ada gotong royong yang menguatkan kebersamaan, dan ada kepedulian yang memberikan harapan.
Sebab, di tengah bencana, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan adalah tentang memastikan mereka yang sedang berada dalam kesulitan tahu bahwa mereka tidak menghadapi semuanya sendirian.
Melalui zakat, infak, sedekah, dan donasi kemanusiaan, masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara kita di NTT. Semoga dukungan yang diberikan menjadi kekuatan bagi para penyintas untuk melewati masa sulit dan perlahan kembali menata kehidupan mereka.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/08/2026 | MBL-01
BAZNAS Bergerak Bantu Korban Gempa NTT, Respons Kemanusiaan Berlanjut
Jakarta -- Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (15/8/2026) meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi, 47 orang meninggal dunia, serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk melakukan penanganan langsung di wilayah terdampak. Tim diberangkatkan untuk melakukan evakuasi, pencarian dan pertolongan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Tim Tanggap Bencana
Tim BTB diberangkatkan dari Jakarta pada Minggu (16/8/2026) dengan membawa misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Selain melakukan proses evakuasi, tim juga disiapkan untuk mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, serta memberikan dukungan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Dalam menjalankan tugasnya, BTB berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah terdampak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan yang diperlukan di lapangan.
BAZNAS juga menyiapkan respons secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan situasi yang dihadapi para penyintas.
Dapur Umum untuk Pengungsi
Selain penanganan di lapangan, BAZNAS RI turut memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak melalui dapur umum. Dapur umum tersebut mulai memproduksi makanan siap saji dengan melibatkan relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan bagi masyarakat yang berada di pengungsian.
Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam proses pelayanan dan distribusi bantuan. Dengan adanya dapur umum, kebutuhan makanan para pengungsi dapat dipenuhi secara lebih cepat selama masa tanggap darurat.
Jumlah makanan yang diproduksi juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
BAZNAS menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu bagian dari respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat pascagempa. Selain pangan, pemantauan terhadap perkembangan kondisi masyarakat dan kebutuhan di lapangan terus dilakukan agar bantuan dapat diberikan sesuai prioritas.
Respons terhadap bencana juga mendapat dukungan dari BAZNAS di berbagai daerah. Salah satunya BAZNAS Provinsi Lampung yang turut menggalang dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
Penggalangan dana tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan terhadap upaya penanganan bencana yang dilakukan BAZNAS. Partisipasi masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat membantu memperluas manfaat bantuan bagi mereka yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bencana membawa kehilangan dan mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Karena itu, kehadiran bantuan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penting untuk membantu para penyintas melewati masa sulit.
Melalui gerakan kemanusiaan ini, BAZNAS terus berupaya memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat dapat hadir dalam situasi yang membutuhkan. Dukungan bersama diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak gempa NTT dan menjadi bagian dari proses pemulihan mereka.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/08/2026 | MBL-01
Berita Pendistribusian

BAZNAS Lampung Salurkan Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa
Lampung — BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan pangan kepada 100 kaum dhuafa melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bintang Mandiri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk paket sembako sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan.
Setiap paket sembako yang disalurkan berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng, tepung terigu, mi instan, dan gula pasir. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
LKS Bintang Mandiri merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang berada di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Dalam pelayanannya, lembaga tersebut turut mendampingi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial. Sebelumnya, LKS Bintang Mandiri juga tercatat terlibat dalam penyaluran bantuan sosial bagi kelompok rentan di Lampung Selatan.
Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Lampung dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. Bantuan sembako diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus membantu meringankan pengeluaran penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari amanah dana yang dihimpun BAZNAS Provinsi Lampung dari para muzaki dan masyarakat. Melalui pengelolaan serta penyaluran yang tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelayanan dan pendayagunaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan dari para muzaki dan masyarakat menjadi bagian penting agar semakin banyak keluarga dan kelompok rentan yang dapat merasakan manfaat dari dana yang telah diamanahkan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
15/08/2026 | MBL-01

BAZNAS Salurkan Beras Premium bagi Penerima Manfaat Penyandang Gangguan Jiwa
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan pangan berupa 100 paket beras premium masing-masing seberat 5 kilogram kepada Yayasan Srikandi Bandar Surabaya, Lampung Tengah, Kamis (13/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian BAZNAS dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan, termasuk para penerima manfaat yang berada dalam pembinaan Yayasan Srikandi.
Yayasan Srikandi Bandar Surabaya merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada berbagai kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Berdasarkan informasi publik, yayasan ini memberikan layanan sosial kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dengan gangguan kejiwaan, lansia, anak terlantar, serta kelompok lainnya.
Dalam menjalankan pelayanannya, pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Bantuan beras yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan para penerima manfaat sekaligus meringankan kebutuhan operasional yayasan.
Saat ini, Yayasan Srikandi juga menangani sekitar 300 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan latar belakang dan usia yang beragam. Para penerima manfaat terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus dipenuhi secara rutin. Karena itu, bantuan berupa beras diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima manfaat yang berada dalam pendampingan Yayasan Srikandi.
Bantuan ini merupakan bagian dari amanah dana yang dihimpun BAZNAS Provinsi Lampung dari para muzaki. Melalui pengelolaan dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam berbagai kondisi.
BAZNAS Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pelayanan dan pendayagunaan yang dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Dukungan dari masyarakat menjadi bagian penting agar manfaat tersebut dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
14/08/2026 | MBL-01

BAZNAS Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Pondok Pesantren
Lampung – BAZNAS Provinsi Lampung menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan beras kepada tiga pondok pesantren di Provinsi Lampung, Kamis (16/07/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari pendistribusian dana zakat yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan para santri sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.
Adapun pondok pesantren yang menerima bantuan tersebut yakni Pondok Pesantren Nurul Muthainnah Assalafiyah, Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Al Muyassaroh, dan Pondok Pesantren Husnul Huda. Masing-masing pondok pesantren menerima bantuan sebanyak 15 karung beras kemasan 5 kilogram, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 75 kilogram beras untuk setiap pesantren.
Bantuan beras ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi para santri yang setiap harinya menjalani aktivitas belajar di lingkungan pondok pesantren. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar, penyaluran bantuan ini juga merupakan wujud dukungan BAZNAS Provinsi Lampung terhadap lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.
Melalui program pendistribusian zakat, BAZNAS Provinsi Lampung terus berupaya menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pondok pesantren menjadi salah satu sasaran penerima manfaat karena memiliki kontribusi besar dalam pembinaan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
BAZNAS Provinsi Lampung berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi para santri serta membantu meringankan kebutuhan operasional pondok pesantren. Ke depan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat serta memperkuat berbagai program sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
06/08/2026 | MBL-01
Artikel Terbaru
Ikhlas dalam Berbuat Baik, Menjaga Niat Hanya untuk Allah SWT
SETIAP hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk berbuat baik. Membantu keluarga, bersedekah, menolong orang yang sedang kesulitan, bekerja dengan sungguh-sungguh, atau meluangkan waktu untuk orang lain.
Namun, di balik setiap kebaikan, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan: niat.
Sebab, dalam Islam, sebuah amal tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat, tetapi juga dari tujuan yang ada di baliknya. Di sinilah keikhlasan memiliki peran penting. Ikhlas berarti berusaha memurnikan niat dalam beribadah dan berbuat baik semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
Seseorang mungkin melakukan kebaikan yang sama seperti orang lain, tetapi nilai amal tersebut dapat berbeda karena niat yang menyertainya.
Apa Makna Ikhlas dalam Islam?
Secara sederhana, ikhlas berarti melakukan amal karena Allah SWT, bukan menjadikannya sebagai jalan untuk memperoleh pujian, pengakuan, popularitas, atau keuntungan dari manusia.
Ikhlas bukan berarti seseorang tidak boleh menerima apresiasi atas kebaikannya. Yang perlu dijaga adalah agar pujian tersebut tidak menjadi alasan utama ketika melakukan sebuah amal.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.”
Hadis tersebut mengingatkan bahwa niat memiliki kedudukan penting dalam setiap amal. Karena itu, menjaga keikhlasan merupakan bagian dari perjalanan seorang Muslim dalam memperbaiki diri.
Mengapa Keikhlasan Penting dalam Beramal?
Keikhlasan membuat seorang Muslim tidak terlalu bergantung pada penilaian manusia. Ketika kebaikan dilakukan karena Allah SWT, pujian tidak menjadi tujuan utama dan celaan tidak seharusnya membuat seseorang berhenti berbuat baik.
Hal ini juga berlaku dalam bersedekah. Seseorang mungkin memberikan harta dalam jumlah besar, tetapi tetap perlu menjaga niat agar pemberiannya tidak semata-mata untuk mendapatkan pengakuan. Sebaliknya, sedekah yang sederhana dapat menjadi amal yang berarti ketika dilakukan dengan tulus karena Allah SWT.
Dengan menjaga niat, seorang Muslim belajar bahwa balasan terbaik bukan selalu datang dalam bentuk ucapan terima kasih atau penghargaan dari manusia.
Seperti Apa Sikap Orang yang Berusaha Ikhlas?
Keikhlasan merupakan perkara hati yang tidak dapat dinilai hanya dari penampilan seseorang. Hanya Allah SWT yang benar-benar mengetahui isi hati manusia. Meski demikian, ada beberapa sikap yang dapat menjadi bagian dari latihan menjaga keikhlasan.
Tidak menjadikan pujian sebagai tujuan.Seseorang tetap berusaha melakukan kebaikan meskipun tidak mendapatkan perhatian atau penghargaan dari orang lain.
Tidak mudah kecewa ketika kebaikannya tidak diketahui.Tidak semua kebaikan akan mendapatkan ucapan terima kasih. Ketika seseorang tetap berusaha tenang dan mengharap balasan dari Allah, hal tersebut dapat menjadi latihan untuk menjaga hati.
Tidak mengungkit kebaikan.Kebaikan sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk membuat orang lain merasa berutang atau terus-menerus memberikan pengakuan.
Tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat.Justru ketika tidak ada manusia yang menyaksikan, seseorang dapat belajar menguatkan keyakinan bahwa Allah SWT selalu mengetahui setiap amal yang dilakukan.
Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikhlas tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual. Nilai ini dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Ikhlas dalam Bersedekah
Sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada sesama. Ketika bersedekah, niatkan pemberian tersebut karena Allah SWT dan berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh orang yang membutuhkan.
Tidak semua kebaikan harus diketahui banyak orang. Terkadang, berbagi secara sederhana tanpa mencari perhatian justru menjadi kesempatan untuk melatih keikhlasan.
Ikhlas dalam Membantu Sesama
Membantu tetangga, menolong teman, merawat orang tua, atau memberikan pertolongan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan juga dapat menjadi amal kebaikan.
Pertolongan tidak selalu harus besar. Yang terpenting adalah dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan kemampuan.
Ikhlas dalam Bekerja
Bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan memberikan hasil terbaik juga dapat menjadi amal ketika diniatkan dengan benar.
Seorang Muslim dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjalankan amanah dan mencari rezeki yang halal. Dengan niat yang baik, aktivitas sehari-hari pun dapat bernilai ibadah.
Ikhlas dalam Menghadapi Ujian
Ikhlas juga berkaitan dengan cara seseorang menghadapi hal-hal yang berada di luar kendalinya.
Ikhlas bukan berarti berhenti berusaha atau menerima keadaan tanpa ikhtiar. Seorang Muslim tetap perlu berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan sabar dan tawakal.
Bagaimana Cara Melatih Keikhlasan?
Menjaga keikhlasan bukan sesuatu yang selesai dalam sekali usaha. Hati manusia dapat berubah, sehingga niat perlu terus diperiksa dan diperbaiki.
Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
1. Luruskan niat sebelum beramal.Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri apakah kebaikan tersebut dilakukan untuk mencari ridha Allah atau karena ingin mendapatkan pengakuan dari manusia.
2. Evaluasi diri setelah beramal.Perhatikan bagaimana perasaan setelah melakukan kebaikan. Apakah muncul rasa kecewa karena tidak dipuji? Apakah ada keinginan agar orang lain mengetahui amal tersebut? Evaluasi seperti ini dapat membantu kita mengenali kondisi hati.
3. Biasakan melakukan kebaikan yang tidak diketahui orang lain.Amal yang tidak diketahui banyak orang dapat menjadi latihan agar hati tidak terlalu bergantung pada penilaian manusia.
4. Ingat bahwa Allah mengetahui setiap amal.Tidak semua kebaikan harus disaksikan manusia. Allah SWT mengetahui apa yang dilakukan, termasuk amal yang tidak diketahui oleh siapa pun.
5. Perbanyak doa.Keikhlasan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim perlu terus memohon agar diberikan hati yang tulus dan kemampuan untuk menjaga niat dalam setiap amal.
Ikhlas Bukan Berarti Tidak Boleh Lelah
Menjaga keikhlasan bukan berarti seseorang tidak boleh merasa lelah, sedih, kecewa, atau membutuhkan dukungan.
Manusia tetap memiliki perasaan. Yang perlu dijaga adalah agar perasaan tersebut tidak membuat kita kehilangan niat baik atau menjadikan kebaikan semata-mata sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan.
Ketika seseorang menyadari bahwa amalnya ditujukan kepada Allah SWT, ia dapat belajar untuk tidak terlalu bergantung pada validasi manusia. Pujian mungkin datang atau tidak, tetapi niat untuk berbuat baik tetap dijaga.
Berbuat Baik Tanpa Menghitung Balasan Manusia
Pada akhirnya, ikhlas mengajarkan kita untuk berbuat baik tanpa menjadikan balasan manusia sebagai tujuan utama.
Mungkin ketika membantu seseorang, tidak ada ucapan terima kasih. Ketika bersedekah, tidak ada yang mengetahui. Ketika berbuat baik, nama kita mungkin tidak disebut.
Namun, bagi seorang Muslim, kebaikan tidak menjadi sia-sia selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan tuntunan agama.
Ikhlas merupakan perjalanan untuk terus membersihkan hati. Ia dimulai dari niat sebelum beramal, diuji ketika kebaikan tidak mendapatkan penghargaan, dan dikuatkan dengan keyakinan bahwa balasan terbaik berasal dari Allah SWT.
Karena itu, mari terus belajar memperbaiki niat dalam setiap kebaikan. Bersedekah dengan tulus, membantu tanpa mengharap pujian, bekerja dengan amanah, dan melakukan amal saleh karena mengharap ridha Allah SWT.
Sebab, ketika niat telah diarahkan kepada Allah, kebaikan tidak lagi bergantung pada siapa yang melihat atau siapa yang memberikan penghargaan. Yang terpenting adalah Allah mengetahui setiap usaha dan amal yang kita lakukan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
20/08/2026 | MBL-01
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031, Zakat Hadir Berbagai Kebutuhan Umat
ZAKAT bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga amanah yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaan zakat perlu dilakukan secara terarah agar mampu menjawab kebutuhan mustahik, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun membangun kemandirian dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari arah pengelolaan zakat periode 2026–2031, BAZNAS menetapkan 13 Program Prioritas yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pangan, hunian, pemberdayaan ekonomi, hingga lingkungan dan kebencanaan.
Melalui program-program tersebut, zakat diupayakan hadir lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dana yang ditunaikan para muzaki diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mustahik.
Mengenal 13 Program Prioritas BAZNAS
Ke-13 program ini memiliki fokus yang berbeda, namun berada dalam satu tujuan, yaitu menghadirkan kemaslahatan dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
1. BAZNAS Siaga Kemiskinan
Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan rentan. Dukungan diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat sebagai bagian dari upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan.
2. BAZNAS Tanggap Bencana
Bencana dapat menghilangkan tempat tinggal, sumber penghasilan, hingga akses terhadap kebutuhan dasar. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
3. Beasiswa Cendekia BAZNAS
Pendidikan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS, penerima manfaat memperoleh dukungan untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
4. Rumah Sehat BAZNAS dan Kartu Sehat BAZNAS
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup. Rumah Sehat BAZNAS dan Kartu Sehat BAZNAS menjadi bagian dari upaya memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
5. Rumah Layak Huni BAZNAS
Tempat tinggal yang aman dan sehat menjadi kebutuhan penting bagi setiap keluarga. Program Rumah Layak Huni BAZNAS hadir untuk membantu mustahik memperoleh hunian yang lebih layak, sehingga dapat memberikan rasa aman dan mendukung kehidupan keluarga yang lebih baik.
6. Bantuan Permodalan Berbasis Masjid dan Majelis Taklim
Zakat juga dapat menjadi penggerak kemandirian ekonomi. Melalui bantuan permodalan berbasis masjid dan majelis taklim, BAZNAS berupaya membuka peluang bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
7. Rumah Terang BAZNAS
Akses listrik dan penerangan sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Program Rumah Terang BAZNAS membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap penerangan dan listrik.
8. BAZNAS Balai Ternak
Sektor peternakan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi. Melalui BAZNAS Balai Ternak, penerima manfaat didorong untuk mengembangkan usaha sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
9. Lumbung Pangan BAZNAS
Ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lumbung Pangan BAZNAS mendukung pemberdayaan di sektor pangan, termasuk melalui bantuan modal, sarana produksi, teknologi pertanian, pendampingan budidaya, hingga akses pemasaran bagi petani mustahik.
10. Mualaf Center BAZNAS
Mualaf Center BAZNAS memberikan perhatian dan pendampingan kepada saudara mualaf. Program ini diarahkan untuk membantu proses pembinaan dan penguatan agar para mualaf dapat menjalani kehidupan setelah memeluk Islam dengan lebih baik.
11. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS
Lingkungan pendidikan yang layak turut mendukung proses belajar yang optimal. Program ini diarahkan untuk membantu menciptakan fasilitas dan lingkungan belajar yang lebih baik bagi sekolah dan pesantren penerima manfaat.
12. Air Bersih BAZNAS
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Program Air Bersih BAZNAS membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
13. Bank Sampah BAZNAS
Perhatian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pengelolaan zakat. Melalui Bank Sampah BAZNAS, pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga sampah memiliki nilai dan dapat dikelola secara lebih produktif.
Zakat yang Dikelola untuk Memberikan Dampak
Ke-13 program tersebut menunjukkan bahwa manfaat zakat dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, membuka akses pendidikan dan kesehatan, memenuhi kebutuhan pangan dan air bersih, menyediakan hunian yang lebih layak, hingga memperkuat ekonomi dan menjaga lingkungan.
Setiap zakat yang ditunaikan muzaki merupakan amanah yang perlu dikelola dengan baik. Karena itu, penyaluran zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung program pemberdayaan yang dapat membantu penerima manfaat meningkatkan kemampuan dan kemandiriannya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/08/2026 | MBL-01
Mengisi Rabiul Awal dengan Amal Saleh dan Meneladani Rasulullah SAW
RABIUL Awal merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang lekat dengan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Bulan ini dikenal sebagai bulan kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengenal perjalanan hidup, perjuangan, dan akhlak beliau.
Memasuki Rabiul Awal, umat Islam dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Namun, setiap amalan tetap perlu dilakukan dengan berlandaskan syariat dan tidak mengkhususkan suatu ibadah tanpa dasar yang jelas.
Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah SAW
Salah satu amalan yang dapat dilakukan sepanjang tahun, termasuk pada bulan Rabiul Awal, adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat menjadi salah satu bentuk penghormatan dan ungkapan cinta seorang Muslim kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56)
Shalawat dapat dibaca setelah salat, saat memiliki waktu luang, dalam majelis ilmu, maupun pada kesempatan lainnya. Tidak perlu menetapkan jumlah tertentu apabila tidak terdapat dalil khusus yang menetapkannya.
Menjalankan Puasa Sunnah
Rabiul Awal juga dapat diisi dengan puasa sunnah yang memiliki dasar dalam syariat. Salah satunya adalah puasa Senin, yang memiliki keutamaan tersendiri dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Ketika ditanya mengenai puasa Senin, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari kelahirannya dan hari ketika beliau menerima wahyu. Karena itu, apabila hari Senin bertepatan dengan Rabiul Awal, umat Islam dapat menjalankan puasa sunnah Senin tanpa menganggapnya sebagai puasa khusus Rabiul Awal.
Selain itu, umat Islam tetap dapat menjalankan berbagai puasa sunnah lainnya sesuai tuntunan yang berlaku.
Mempelajari Sirah dan Keteladanan Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan mengenal dan meneladani kehidupan beliau. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk kembali membaca sirah Nabi dan mempelajari bagaimana beliau menjalankan ibadah, berdakwah, memperlakukan keluarga, serta berinteraksi dengan masyarakat.
Dari perjalanan Rasulullah SAW, umat Islam dapat belajar tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kerendahan hati, dan berbagai akhlak mulia lainnya.
Mempelajari sirah juga dapat dilakukan bersama keluarga. Orang tua dapat mengenalkan kisah Rasulullah SAW kepada anak-anak melalui cerita yang sederhana dan mudah dipahami sehingga kecintaan kepada beliau dapat tumbuh sejak dini.
Bersedekah dan Peduli kepada Sesama
Rabiul Awal juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik dengan memberikan makanan, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, maupun membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Jika terdapat kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut dapat diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat, seperti pengajian, pembelajaran agama, santunan, pembagian makanan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui peringatan, tetapi juga melalui kepedulian dan manfaat yang dirasakan oleh sesama.
Mengikuti Majelis Ilmu dan Memperbaiki Akhlak
Selain memperbanyak ibadah, Rabiul Awal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman agama melalui majelis ilmu atau kajian keislaman. Mempelajari Al-Qur'an, hadis, sirah, fikih, dan akhlak dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih baik.
Semangat menuntut ilmu juga penting agar kita dapat memahami mana amalan yang memiliki tuntunan yang jelas dan mana amalan yang masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Yang tidak kalah penting, pengetahuan tentang Rasulullah SAW hendaknya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan, menghormati orang tua, menyayangi keluarga, bersikap jujur, amanah, dan membantu sesama merupakan bentuk nyata dalam meneladani akhlak beliau.
Menyikapi Peringatan Maulid dengan Bijaksana
Peringatan Maulid Nabi merupakan persoalan yang memiliki perbedaan pandangan di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkan kegiatan tersebut selama diisi dengan hal-hal yang sesuai dengan syariat, seperti membaca Al-Qur'an, bershalawat, mempelajari sirah, bersedekah, dan menyampaikan nasihat agama.
Sementara itu, terdapat pula ulama yang berpandangan bahwa peringatan Maulid bukan merupakan ibadah khusus yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Perbedaan tersebut sebaiknya disikapi dengan ilmu dan saling menghormati. Umat Islam tidak perlu menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Yang terpenting, setiap kegiatan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan syariat.
Menjadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Perubahan
Pada akhirnya, Rabiul Awal bukan hanya tentang mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, bulan ini dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kehidupan.
Sudahkah kita menjaga salat? Sudahkah kita memperbaiki akhlak? Sudahkah kita menjaga lisan dan memperlakukan keluarga dengan baik? Sudahkah kita menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain?
Kecintaan kepada Rasulullah SAW idealnya tidak berhenti pada Rabiul Awal. Memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, bersedekah, menjaga akhlak, dan mengikuti sunnah merupakan amal yang dapat terus dilakukan sepanjang kehidupan.
Dengan menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk memperkuat ibadah dan meneladani Rasulullah SAW, semoga kecintaan kepada beliau tidak hanya hadir dalam ucapan, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bish-shawab.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
19/08/2026 | MBL-01
BAZNAS TV
Giat Penyaluran BAZNAS Provinsi Lampung
Penulis: PBL-02
Hari yang pas untuk menguatkan gerakan kebaikan di Lampung
Penulis: PBL-02









