WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Cetak Generasi Unggul, Mayoritas Lulusan SCB Diterima di PTN
BAZNAS Cetak Generasi Unggul, Mayoritas Lulusan SCB Diterima di PTN
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 54 santri atau sekitar 75 persen dari total lulusan tahun 2026 berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui sejumlah jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru. Jumlah lulusan SCB yang diterima di PTN terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun sebelumnya persentase santri yang diterima di PTN berada pada kisaran 40 hingga 50 persen, kini angka tersebut meningkat menjadi 75 persen. Dari total santri yang diterima, sebanyak 13 orang lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), 9 orang melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 28 orang melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), dan 4 orang melalui jalur prestasi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh santri Angkatan 4 SMA Cendekia BAZNAS yang berhasil lulus dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, keberhasilan para santri masuk perguruan tinggi merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan selama menempuh pendidikan di SCB. "Alhamdulillah, para siswa hari ini telah lulus dari SCB. Kegembiraan tersebut semakin bertambah karena sebagian besar lulusan juga telah diterima di berbagai kampus unggulan," ucap Idy, dalam acara Wisuda Santri "Lepas Tunas Muzaki" Sekolah Cendekia BAZNAS, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). Idy menegaskan, BAZNAS RI akan terus mendukung pengembangan SCB agar mampu melahirkan lebih banyak generasi unggul yang tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan nilai-nilai keislaman yang kuat. "Terkait dengan indeks kualitas sekolah, lulusan SCB diharapkan terus berprestasi karena kualitas alumni menjadi salah satu ukuran keberhasilan sekolah," ujar Idy. Seluruh lulusan SCB menjadi generasi unggul yang mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Sementara itu, Deputi II Bidang Pendistribusiaan dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan, SCB merupakan salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian khusus dari BAZNAS RI. "Dari sisi perhatian kelembagaan, SCB mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan program-program lainnya. Dan yang paling penting adalah alokasi anggaran. SCB termasuk unit dengan biaya pendidikan per siswa yang cukup besar dibandingkan program lainnya. Ini menunjukkan bahwa BAZNAS memiliki harapan yang sangat besar terhadap pendidikan," katanya. Imdadun juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki, donatur, dan mitra yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di SCB sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) Ahmad Kamaluddin Afif., S.Pi., M.M., Gr., menyampaikan, SCB mencatat kemajuan yang siginifikan. Jumlah santri tahun 2026 yang lolos diterima PTN meningkat hingga 75 persen dari tahun sebelumnya. "Selain di PTN, sebagian santri yang lulus juga ada yang sengaja memilih perguruan tinggi swasta unggulan. Mengapa demikian? Karena beberapa di antaranya memperoleh skema beasiswa penuh (full funded) dan kualitas kampus yang mumpuni," ujar Ahmad. Ia mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan BAZNAS RI, para muzaki, donatur, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembinaan santri. Pada kesempatan tersebut, JNE turut menyalurkan bantuan sarana pendukung belajar-mengajar di Sekolah Cendekia BAZANS berupa sejumlah unit laptop senilai Rp101 juta. *** Berikut para Santri SCB yang berhasil masuk PTN tahun 2026: Jalur SNBT: 1. Aditya Pratama – Institut Teknologi Bandung (ITB) – Matematika (FMIPA) 2. M. Faid El Farras – Universitas Negeri Makassar (UNM) – Pendidikan Khusus 3. Fitri Mevanda Pianaung – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) – Manajemen 4. Naura Kamila Tumanggor – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Pendidikan Bahasa Inggris 5. Noni Elfiza – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) – Pendidikan Khusus 6. Wildan Fauzan – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) – Manajemen 7. Muhammad Rahman – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Kepelatihan Kecabangan Olahraga 8. Dien Anugrah – Politeknik Negeri Subang – Pemeliharaan Mesin 9. Haya Shofiyah Adibah – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) – Pendidikan Khusus 10. Fatimah Azzahra – Universitas Negeri Padang (UNP) – Antropologi 11. Achmad Fachri – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Fisika 12. Nailah Mumtazah – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) – Ilmu Komunikasi 13. Alif Syah Nur Rahman – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) – Pendidikan Sejarah Jalur SNBP : 1. Ghazi – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam 2. Keyla Bilqis Ashilah – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Ilmu Keluarga dan Konsumen 3. Hersyathia Safara Zahra – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Biologi 4. Cahaya Dewi Bahriati – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Teknik dan Manajemen Lingkungan 5. Novita Sari – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian 6. Muhammad Fachri Yurisman – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Fisika 7. Firda Sari – Universitas Cenderawasih (Uncen) – Akuntansi 8. Nur Azijah – Universitas Cenderawasih (Uncen) – Manajemen 9. Zaskia Faras – Universitas Indonesia (UI) – Administrasi Perkantoran Jalur SPAN-PTKIN: 1. Aditya Pratama – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Tadris Fisika 2. Nur Azijah – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Perbandingan Mazhab 3. Zaskia Faras – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Manajemen Pendidikan 4. Novita Sari – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Manajemen Pendidikan Islam 5. Noni Elfiza – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Pengembangan Masyarakat Islam 6. Fatimah Azzahra – UIN Walisongo Semarang – Bimbingan dan Konseling Islam 7. Desti Lusiani – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten – Perbankan Syariah 8. Siti Rohani – UIN Walisongo Semarang – Manajemen Dakwah 9. Raisa Rahmati Ningsih – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten – Pengembangan Masyarakat Islam 10. Wildan Fauzan – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir 11. Wildanisa Aulia – UIN Walisongo Semarang – Pengembangan Masyarakat Islam 12. Nuraniyyah – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon – Sejarah Peradaban Islam 13. Zaidan QMH – UIN Walisongo Semarang – Pendidikan Kimia 14. Rafa Izzatul Aliyah – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten – Ekonomi Syariah 15. Muhammad Rizky Santoso – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Ilmu Hadis 16. Fais Suhada Waroy – IAIN Fattahul Muluk Papua – Pendidikan Agama Islam 17. Firda Sari – IAIN Fattahul Muluk Papua – Manajemen Bisnis Syariah 18. M. Faid El Farras – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Sejarah Peradaban Islam 19. Muhammad Aditya – UIN Raden Fatah Palembang – Perbankan Syariah 20. Nada Anindia – UIN Raden Intan Lampung – Pendidikan Matematika 21. Fitri Mevanda Pianaung – IAIN Manado – Tadris Bahasa Inggris 22. Muhammad Rizki – UIN Imam Bonjol Padang – Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir 23. Keyla Bilqis Ashilah – UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Bimbingan dan Konseling Islam 24. Diara Ayu Darmawan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Sejarah Peradaban Islam 25. Sherly Ramadina Jhelita – UIN Imam Bonjol Padang – Perbankan Syariah 26. Alif Syah Nur Rahman – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten – Komunikasi dan Penyiaran Islam 27. Apinia Umar – IAIN Ternate – Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam 28. Muhamad Arqam – UIN Walisongo Semarang – Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (Tafsir Hadis) Jalur PRESTASI : 1. Ihza Fauzan H. – Universitas Negeri Malang (UM) – Ekonomi Pembangunan 2. Diara Ayu Darmawan – MNC University – Ilmu Komunikasi 3. Ihza Fauzan H. – Universitas Trisakti – Ekonomi Pembangunan 4. Khany Suctiani – Universitas Internasional Batam – Ilmu Gizi. *** Hayo ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
10/06/2026 | Humas/BL-01
Standar Mutu Internasional Jadi Landasan BAZNAS Perkuat Tata Kelola ZIS
Standar Mutu Internasional Jadi Landasan BAZNAS Perkuat Tata Kelola ZIS
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui penerapan Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 secara konsisten di seluruh unit kerja BAZNAS di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS menjaga profesionalitas lembaga, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Refreshment Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/6). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., Konsultan ISO BAZNAS Ir. Boby IM Sibarani. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan penerapan standar ISO tidak hanya bertujuan menjamin kualitas layanan, tetapi juga mendorong efisiensi tata kelola organisasi. Menurutnya, peningkatan mutu harus berjalan seiring dengan penguatan efektivitas dan efisiensi kerja. "Kita harus bertumpu pada mutu dan kualitas. Karena saat ini orientasi masyarakat adalah pada kualitas layanan yang diberikan," ujar Sodik. Ia menilai penerapan standar mutu perlu terus diperluas ke berbagai unit layanan dan program pemberdayaan BAZNAS. Setiap sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, peternakan, hingga bidang lainnya, memiliki standar yang harus dipenuhi agar kualitas layanan tetap terjaga. Sodik menjelaskan, saat ini BAZNAS menggunakan ISO 9001:2015 sebagai kerangka utama sistem manajemen mutu. Ke depan, BAZNAS juga akan mengembangkan penerapan berbagai standar mutu lain yang relevan guna meningkatkan kualitas pengelolaan program dan layanan, termasuk program pemberdayaan mustahik. "Dengan mutu yang baik dan efisiensi yang semakin meningkat, Insyaallah para muzaki dan donatur akan semakin percaya dan semakin puas terhadap kinerja yang dilakukan BAZNAS," katanya. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat nasional terus berkomitmen melakukan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan untuk menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan berkualitas. "Perlu kita ingat kembali bahwa komitmen ini bukanlah hal baru. Ini merupakan upaya yang secara konsisten telah kita lakukan sejak tahun 2010," ujar Zainut. Menurutnya, selain menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, BAZNAS juga mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 di seluruh lini organisasi. Implementasi kedua standar tersebut diperkuat oleh berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011, serta Keputusan Sestama BAZNAS RI Nomor 009 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengendali Dokumen Sistem Manajemen ISO 9001 dan ISO 37001 pada unit kerja BAZNAS. Zainut menekankan bahwa sistem manajemen mutu ISO menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh proses kerja organisasi berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. "Tujuannya tidak lain untuk memastikan bahwa layanan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang diamanahkan kepada BAZNAS mampu memenuhi persyaratan mutu muzaki dan mustahik serta patuh terhadap regulasi yang menjadi acuan bersama," jelasnya. Ia berharap kegiatan penyegaran sistem manajemen mutu ini dapat menjadi momentum bagi seluruh insan BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat budaya kerja yang profesional. Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, Ahmad Hambali, menyampaikan penerapan ISO merupakan bagian penting dalam menjaga tata kelola organisasi agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. "Alhamdulillah, setiap tahun kita selalu memperoleh sertifikasi ISO. Namun tujuan kami bukan sekadar mendapatkan sertifikat, melainkan memperbaiki tata kelola organisasi dan mendorong perbaikan di setiap lini kerja agar BAZNAS semakin profesional dan semakin dipercaya oleh umat," ujar Ahmad Hambali. Melalui penguatan implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, layanan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan zakat nasional demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
09/06/2026 | PBL-02
Pengukuhan Pimpinan BAZNAS Tuba Momentum Perkuat Tata Kelola Zakat
Pengukuhan Pimpinan BAZNAS Tuba Momentum Perkuat Tata Kelola Zakat
Tulang Bawang -- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) Masa Jabatan 2026–2028 resmi dikukuhkan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Lampung menyambut baik dan mengapresiasi pengukuhan pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang yang baru. Dengan kepengurusan yang telah resmi dikukuhkan, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Tulang Bawang semakin optimal serta mampu menjangkau lebih banyak mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyampaikan harapannya agar BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang dapat terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang efektif dan tepat sasaran. "Kolaborasi program untuk meustahik baik itu zakat produktif maupun konsumtif, upaya percepatan pengentasan kemiskinan," kata Bupati di Menggala, Selasa (9/6/2026). Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, serta menghadirkan berbagai inovasi program yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat. Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan kepada umat, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sosial keagamaan di daerah serta berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang.*** Humas BAZNAS Provinsi Lampung Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
09/06/2026 | Admin

Berita Pendistribusian

BAZNAS Lampung Hadir Bantu Korban Rumah Roboh Akibat Puting Beliung
BAZNAS Lampung Hadir Bantu Korban Rumah Roboh Akibat Puting Beliung
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung melalui program Baznas Tanggap Bencana (BTB) hadir memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang rumahnya roboh akibat angin puting beliung di Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung. Tim BAZNAS Provinsi Lampung turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei kondisi rumah terdampak serta mendengarkan kronologi kejadian dari korban. Selain meninjau lokasi rumah yang tertimpa pohon besar akibat cuaca ekstrem, tim juga mengunjungi toko bangunan guna memastikan kebutuhan material yang diperlukan untuk proses perbaikan rumah. Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap musibah yang terjadi, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu pembelian material bangunan dan biaya tukang, agar rumah korban dapat segera dibangun kembali dan kembali layak ditempati. Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat meringankan beban korban serta menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
19/05/2026 | Admin
Ringankan Beban Mustahik BAZNAS Lampung Bantu Pengobatan Pasien Kelainan Jantung
Ringankan Beban Mustahik BAZNAS Lampung Bantu Pengobatan Pasien Kelainan Jantung
Lampung -- BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan pengobatan kepada seorang mustahik asal Rajabasa, Lampung, yang sedang menjalani pengobatan penyakit jantung di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Mustahik penerima bantuan tersebut adalah ananda Veni (11), seorang anak perempuan yang didiagnosis mengalami MR Severe, TR Mild, Thickening PVML. Berdasarkan kondisi kesehatannya, Veni harus menjalani penanganan medis lanjutan dan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pengobatan serta biaya pendampingan selama proses perawatan di luar daerah. Oleh karena itu, keluarga mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Lampung. Menindaklanjuti permohonan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang membutuhkan layanan kesehatan. Program bantuan kesehatan ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang membutuhkan rujukan pengobatan ke rumah sakit di luar daerah. Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta mendukung kelancaran proses pengobatan ananda Veni hingga memperoleh penanganan yang optimal.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
12/05/2026 | Admin
Sinergi BAZNAS Lampung dan Tulang Bawang Hadirkan Rumah Layak Huni
Sinergi BAZNAS Lampung dan Tulang Bawang Hadirkan Rumah Layak Huni
Tulang Bawang -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang bersama BAZNAS Provinsi Lampung resmi meluncurkan program bantuan bedah rumah tinggal layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan UGU, Kecamatan Menggala, Selasa (05/05/2025). Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Tulang Bawang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Indra Permana Amurwaraharja, S. Hut., M. Si., yang hadir mewakili Bupati Tulang Bawang. Turut hadir pula Ketua TP PKK Tulang Bawang Ny. Herlinawati Qudrotul, S.H., Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., unsur Forkopimda Tulang Bawang, Ketua IKAD DPRD Tulang Bawang, serta Camat Menggala. Program ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS kabupaten dan provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya bagi para mustahik yang membutuhkan hunian layak. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung menegaskan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai program, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif yang berkelanjutan. “Setiap program BAZNAS adalah upaya nyata membangun kemandirian dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan BAZNAS berlandaskan prinsip 3A, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan dana umat. Kegiatan launching ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat program bedah rumah di Kecamatan Menggala. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis untuk warga Kecamatan Rawapitu yang diterima oleh Camat Rawapitu. Melalui program ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta mendorong kemandirian ekonomi ke depan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
06/05/2026 | Admin

Artikel Terbaru

Prinsip-prinsip Dasar Perhitungan Zakat Perusahaan
Prinsip-prinsip Dasar Perhitungan Zakat Perusahaan
ZAKAT merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana pemerataan kesejahteraan sosial dan pembangunan ekonomi umat. Dalam konteks perusahaan, zakat menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual atas harta yang berkembang melalui aktivitas usaha. Oleh karena itu, perhitungan zakat perusahaan perlu dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seiring berkembangnya praktik bisnis modern, para ulama dan lembaga zakat kemudian mengadopsi konsep fikih zakat klasik ke dalam pendekatan akuntansi dan pelaporan perusahaan. Tujuannya agar zakat perusahaan dapat dihitung secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah yang menjadi landasannya. Berikut beberapa prinsip dasar dalam perhitungan zakat perusahaan: Prinsip Tahunan (Haul) Salah satu syarat wajib zakat adalah kepemilikan harta selama satu tahun penuh atau yang dikenal dengan istilah haul. Dalam praktik perusahaan, penentuan haul menjadi penting karena berkaitan langsung dengan periode perhitungan zakat. Perusahaan perlu menetapkan awal dan akhir tahun zakat secara konsisten, baik menggunakan kalender hijriah maupun kalender masehi. Penentuan ini biasanya disesuaikan dengan periode laporan keuangan perusahaan agar memudahkan proses audit, evaluasi, dan pelaporan zakat. Penggunaan kalender hijriah lebih dekat dengan ketentuan syariah, namun penggunaan kalender masehi juga diperbolehkan selama dilakukan secara konsisten dan memperhatikan penyesuaian tarif perhitungan bila diperlukan. Prinsip haul ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban sesaat, melainkan kewajiban periodik yang menggambarkan kesinambungan pertumbuhan harta perusahaan. Independensi Tahun Zakat Dalam syariat Islam, setiap tahun zakat berdiri sendiri dan tidak bercampur dengan periode sebelumnya ataupun sesudahnya. Artinya, satu harta tidak boleh dikenakan zakat dua kali dalam tahun yang sama. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah: “Tidak ada dua kali pembayaran dalam zakat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip ini memberikan kepastian dan keadilan dalam pengelolaan zakat perusahaan. Setiap periode perhitungan memiliki titik awal dan titik akhir yang jelas, sehingga tidak terjadi penggandaan kewajiban zakat terhadap harta yang sama. Dalam praktik akuntansi zakat, independensi tahun zakat juga membantu perusahaan menyusun laporan zakat secara lebih tertib, transparan, dan mudah ditelusuri. Adanya Perkembangan Harta (An-Nama’) Harta wajib zakat haruslah harta yang berkembang secara riil atau diperkirakan bisa berkembang jika diberi peluang untuk dikelola dan diinvestasikan. Berdasarkan ini, maka aset tetap dan yang semisalnya tidak termasuk kepada zakat, karena ia sebatas digunakan untuk pemakaian pribadi dan bukan untuk investasi ataupun perdagangan. Hanya pertumbuhan (laba dan pendapatan) yang lahir dari modal yang dianggap sebagai harta wajib zakat. Nishab Zakat dengan Menggabungkan Seluruh Harta Zakat Nishab adalah batas minimum harta yang menyebabkan seseorang atau perusahaan wajib membayar zakat. Dalam zakat perusahaan, seluruh harta yang memiliki karakteristik wajib zakat digabungkan menjadi satu kesatuan perhitungan. Misalnya: kas dan setara kas piutang lancar persediaan barang dagangan investasi jangka pendek serta keuntungan usaha Semua komponen tersebut dihitung secara kolektif untuk menentukan apakah telah mencapai nishab atau belum. Prinsip penggabungan ini bertujuan mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara menyeluruh. Dengan demikian, perusahaan tidak memisahkan setiap jenis harta untuk menghindari kewajiban zakat, melainkan melihat total kemampuan ekonominya secara utuh. Zakat Dihitung dari Harta Bersih Dalam perhitungan zakat perusahaan, yang menjadi dasar pengenaan zakat bukanlah total seluruh aset, melainkan harta bersih yang benar-benar dimiliki perusahaan setelah dikurangi kewajiban jangka pendek atau pengeluaran wajib. Kewajiban tersebut dapat berupa: utang dagang biaya operasional yang jatuh tempo kewajiban lancar (current liabilities) maupun kewajiban lain yang harus segera dibayarkan Selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar inilah yang kemudian disebut sebagai dasar atau wi’a zakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan prinsip keadilan dalam kewajiban zakat. Perusahaan tidak dibebani zakat atas harta yang secara nyata masih menjadi tanggungan atau kewajiban kepada pihak lain. Dengan demikian, zakat dihitung berdasarkan kemampuan ekonomi riil yang dimiliki perusahaan. Pembebanan Zakat kepada Pemilik Modal atau Pemegang Saham Pada hakikatnya, zakat perusahaan merupakan representasi zakat atas kepemilikan para pemegang saham atau pemilik modal yang dihimpun dalam suatu entitas usaha. Karena itu, beban zakat pada akhirnya dikembalikan kepada para pemilik perusahaan sesuai dengan proporsi kepemilikan modal masing-masing. Dalam praktik modern, perusahaan dapat: membayarkan zakat langsung atas nama perusahaan, atau menghitung kewajiban zakat yang kemudian menjadi tanggungan para pemegang saham. Prinsip ini memperlihatkan bahwa perusahaan hanyalah media pengelolaan harta, sedangkan kepemilikan hakiki tetap berada pada para pemodal. Di sisi lain, pembayaran zakat perusahaan secara kolektif juga mencerminkan komitmen sosial perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi umat. Penutup Prinsip-prinsip dasar perhitungan zakat perusahaan menunjukkan bahwa zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai sistem ekonomi yang memiliki metodologi, akuntabilitas, dan nilai keadilan. Melalui penerapan prinsip haul, perkembangan harta, nishab, perhitungan harta bersih, hingga pembebanan kepada pemilik modal, perusahaan dapat melaksanakan kewajiban zakat secara lebih tepat, profesional, dan sesuai syariat. Di tengah berkembangnya dunia usaha modern, pengelolaan zakat perusahaan yang baik diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan agama, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan pemerataan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan keberkahan usaha. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
09/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Cara Menyambut Muharram dengan Ibadah dan Semangat Hijrah
Cara Menyambut Muharram dengan Ibadah dan Semangat Hijrah
MUHARRAM merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi penanda awal tahun baru Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal, dan memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Oleh karena itu, memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar sangat penting agar pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan. Sebagai seorang muslim, datangnya Muharram seharusnya disambut dengan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan hidup dan memperbanyak amal saleh. Semangat hijrah yang diwariskan dari peristiwa perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dapat menjadi inspirasi bagi setiap muslim untuk meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik. Artikel ini akan membahas secara lengkap Cara Menyambut Muharram dengan ibadah dan semangat hijrah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Keutamaan Muharram juga terlihat dari berbagai hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut. Selain itu, Muharram menjadi pengingat akan sejarah besar umat Islam, yaitu hijrah Rasulullah SAW yang menjadi titik awal perkembangan peradaban Islam hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia. Mengapa Muharram Identik dengan Semangat Hijrah? Ketika membahas Cara Menyambut Muharram, kita tidak dapat melepaskan pembahasan tentang hijrah. Secara umum, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu menuju keadaan yang lebih baik. Dalam konteks kehidupan seorang muslim saat ini, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain: Meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Meninggalkan kemalasan menuju semangat beribadah. Meninggalkan perbuatan maksiat menuju ketaatan. Meninggalkan sikap negatif menuju akhlak yang lebih mulia. Semangat hijrah bukan sekadar perubahan penampilan luar, melainkan transformasi hati, pola pikir, dan perilaku agar semakin dekat kepada Allah SWT. Cara Menyambut Muharram Memperbanyak Muhasabah Salah satu Cara Menyambut Muharram yang sangat dianjurkan adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk meninjau kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir. Muhasabah dapat dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri: Apakah kualitas salat sudah semakin baik? Apakah hubungan dengan keluarga sudah harmonis? Apakah masih ada kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan? Apakah target ibadah tahun lalu sudah tercapai? Melalui muhasabah, seorang muslim dapat mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki dan merancang langkah-langkah positif untuk masa depan. Memperbanyak Taubat kepada Allah SWT Muharram merupakan momen yang tepat untuk memperbarui taubat. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan dan dosa, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Karena itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang paling utama adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Taubat yang sungguh-sungguh mencakup beberapa hal: Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Berhenti dari perbuatan tersebut. Bertekad tidak mengulanginya kembali. Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan sesama manusia. Dengan taubat yang tulus, seorang muslim dapat memasuki tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan. Memperbanyak Ibadah Sunnah Muharram merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan ibadah wajib dengan baik, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah. Beberapa ibadah sunnah yang dapat dilakukan antara lain: 1. Puasa Sunnah Muharram Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, dianjurkan pula berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasua sebagai pembeda dari tradisi umat lain. 2. Membaca Al-Qur'an Muharram dapat menjadi momentum untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Misalnya dengan: Menambah target tilawah harian. Memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an. Menghafalkan surat-surat pendek. Mengikuti kajian tafsir. 3. Memperbanyak Zikir dan Doa Zikir membantu hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT. Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan pengingat untuk lebih sering mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Menyusun Target Kebaikan di Tahun Baru Hijriah Sebagian orang membuat resolusi ketika memasuki tahun baru Masehi. Demikian pula dalam Islam, Muharram dapat dijadikan momen untuk menetapkan target kebaikan. Dalam praktik Cara Menyambut Muharram, menyusun target ibadah sangat bermanfaat agar kehidupan menjadi lebih terarah. Contoh target yang bisa dibuat: Salat berjamaah lebih rutin. Menambah hafalan Al-Qur'an. Bersedekah secara konsisten setiap bulan. Mengikuti majelis ilmu secara berkala. Menjaga hubungan baik dengan keluarga. Target yang realistis dan terukur akan membantu seseorang lebih mudah mencapainya. Mempererat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Tidak sedikit konflik yang berlangsung bertahun-tahun hanya karena kesalahpahaman kecil. Oleh sebab itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang bernilai besar adalah mempererat silaturahmi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: Menghubungi keluarga yang lama tidak berkomunikasi. Meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Mengunjungi kerabat dan sahabat. Membantu sesama yang membutuhkan. Silaturahmi bukan hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Menumbuhkan Semangat Hijrah Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Muharram tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum perubahan diri. Berikut beberapa bentuk hijrah yang relevan saat ini: Hijrah dalam Ibadah Meningkatkan kualitas salat, memperbanyak doa, dan lebih disiplin menjalankan kewajiban agama. Hijrah dalam Akhlak Mengurangi amarah, menjaga lisan, menghormati orang tua, dan memperlakukan sesama dengan baik. Hijrah dalam Pergaulan Memilih lingkungan yang mendukung kebaikan dan menjauhkan diri dari pergaulan yang dapat merusak iman. Hijrah dalam Pemanfaatan Waktu Menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat seperti belajar, bekerja secara produktif, dan beribadah. Mengajarkan Makna Muharram kepada Keluarga Muharram juga dapat menjadi sarana pendidikan Islam dalam keluarga. Orang tua dapat mengenalkan nilai-nilai hijrah kepada anak-anak sejak dini. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga: Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW. Mengadakan diskusi ringan tentang makna tahun baru Hijriah. Mengajak anak berpuasa sunnah sesuai kemampuannya. Membiasakan doa dan zikir bersama. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Menyambut Muharram Dalam menjalankan Cara Menyambut Muharram, umat Islam juga perlu menghindari berbagai praktik yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam syariat. Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain: Menganggap Muharram sebagai bulan sial. Melakukan ritual yang tidak memiliki landasan agama. Berlebihan dalam perayaan hingga melalaikan ibadah. Mempercayai mitos atau takhayul yang bertentangan dengan ajaran Islam. Muharram seharusnya diisi dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan dengan hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Hikmah Menyambut Bulan Muharram Ada banyak hikmah yang dapat diperoleh ketika seorang muslim memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar. Di antaranya adalah: Meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT. Menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri. Menambah semangat dalam menjalankan ibadah. Memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat. Menjadikan kehidupan lebih terarah dan bermakna. Muharram bukan hanya pergantian angka dalam kalender, tetapi kesempatan untuk membuka lembaran baru yang lebih baik. Pada akhirnya, Cara Menyambut Muharram tidak cukup hanya dengan mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah, muhasabah diri, taubat yang tulus, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram adalah momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal saleh. Dengan memahami dan menerapkan Cara Menyambut Muharram secara benar, setiap muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan positif yang berkelanjutan. Semoga Muharram menjadi bulan yang membawa keberkahan, meningkatkan ketakwaan, dan menguatkan semangat hijrah dalam setiap aspek kehidupan kita. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
09/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Amalan Sunnah Muharram yang Sayang Jika Dilewatkan
Amalan Sunnah Muharram yang Sayang Jika Dilewatkan
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, bulan ini memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Karena itu, memahami dan mengamalkan berbagai Amalan Sunnah Muharram menjadi langkah yang sangat baik untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala yang berlimpah. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan amal saleh. Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum mengetahui berbagai Amalan Sunnah Muharram yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan penuh keberkahan ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Muharram, keutamaannya, serta dalil yang menjadi landasannya sehingga dapat menjadi panduan bagi kaum muslimin dalam menghidupkan bulan yang mulia ini. Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Keistimewaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan dan di antaranya terdapat empat bulan haram. Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa serta memperbanyak amal kebaikan. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai "bulan Allah", sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya dibandingkan bulan lainnya. Karena itulah, memperbanyak Amalan Sunnah Muharram menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengapa Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Amalan di Bulan Muharram? Setiap waktu memiliki keutamaan yang berbeda dalam Islam. Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperbanyak pahala pada waktu-waktu tertentu, salah satunya adalah bulan Muharram. Amalan yang dilakukan pada bulan mulia ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Selain itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Dengan menjalankan berbagai Amalan Sunnah Muharram, seorang muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. Amalan Sunnah Muharram yang Dianjurkan 1. Berpuasa di Bulan Muharram Salah satu Amalan Sunnah Muharram yang paling utama adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Umat Islam dapat memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing. Puasa ini menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT. 2. Melaksanakan Puasa Asyura Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan merupakan salah satu amalan yang paling terkenal pada bulan ini. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Keutamaan yang luar biasa ini menjadikan puasa Asyura sebagai Amalan Sunnah Muharram yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Selain menghapus dosa, puasa Asyura juga menjadi bentuk syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. 3. Melaksanakan Puasa Tasu'a Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Rasulullah SAW berkeinginan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus sebagai pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura secara bersamaan. Kombinasi kedua puasa ini menjadi salah satu Amalan Sunnah Muharram yang memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan oleh para ulama. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, termasuk pada bulan Muharram. Memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang membutuhkan menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membantu sesama tetapi juga membersihkan harta dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah termasuk Amalan Sunnah Muharram yang sangat baik untuk dilakukan. 5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak mengingat Allah SWT. Dzikir dan istighfar membantu seorang muslim membersihkan hati, memperkuat iman, serta mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, istighfar menjadi sarana memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini. Memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak dzikir dan istighfar merupakan bagian penting dari Amalan Sunnah Muharram yang dapat dilakukan oleh siapa saja. 6. Membaca dan Mempelajari Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang mendatangkan banyak pahala. Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an, baik melalui tilawah, tadabbur, maupun mempelajari maknanya. Semakin sering seorang muslim membaca dan memahami Al-Qur'an, semakin besar pula manfaat yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, membaca Al-Qur'an menjadi salah satu Amalan Sunnah Muharram yang tidak boleh diabaikan. 7. Menyambung Silaturahmi Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama muslim. Muharram dapat dijadikan momentum untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin renggang. Menyambung silaturahmi termasuk amalan yang mendatangkan keberkahan usia dan rezeki. Oleh sebab itu, amalan ini termasuk dalam daftar Amalan Sunnah Muharram yang sangat dianjurkan. 8. Memperbanyak Doa dan Muhasabah Diri Awal tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Seorang muslim dapat merenungkan perjalanan hidupnya selama setahun terakhir, memperbaiki kekurangan, dan menyusun target ibadah yang lebih baik. Selain itu, memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru juga menjadi amalan yang sangat baik. Muhasabah dan doa merupakan bagian penting dari Amalan Sunnah Muharram yang dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan spiritual seorang muslim. Kesalahan yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram Selain memperbanyak amalan, umat Islam juga perlu menghindari berbagai praktik yang tidak memiliki dasar syariat. Beberapa tradisi yang berkembang di masyarakat terkadang dikaitkan dengan Muharram tanpa adanya dalil yang kuat. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memastikan bahwa ibadah yang dilakukan memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Fokus utama dalam menjalankan Amalan Sunnah Muharram adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang tidak memiliki dasar yang kuat. Hikmah Menjalankan Amalan Sunnah Muharram Terdapat banyak hikmah yang dapat diperoleh dari pelaksanaan berbagai amalan sunnah pada bulan Muharram, antara lain: Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil. Menumbuhkan semangat beribadah di awal tahun Hijriah. Melatih keikhlasan dan kesabaran. Mempererat hubungan dengan sesama muslim. Menambah pahala dan keberkahan hidup. Membantu membangun kebiasaan ibadah yang konsisten. Dengan memahami hikmah tersebut, umat Islam dapat lebih termotivasi untuk menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai amal saleh yang bermanfaat. Bulan Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Berbagai Amalan Sunnah Muharram seperti puasa Muharram, puasa Tasu'a, puasa Asyura, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur'an, menyambung silaturahmi, serta memperbanyak doa dan muhasabah diri merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Melalui pelaksanaan Amalan Sunnah Muharram, seorang muslim dapat memulai tahun baru Hijriah dengan semangat memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Jangan sampai kesempatan emas yang hadir setiap tahun ini berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amal saleh yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
09/06/2026 | Humas BAZNAS RI

BAZNAS TV