WhatsApp Icon

Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam: Kewajiban, Keutamaan, dan Bentuk Baktinya

04/09/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam: Kewajiban, Keutamaan, dan Bentuk Baktinya

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

BERBAKTI kepada orang tua merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Allah SWT tidak hanya memerintahkan manusia untuk beribadah kepada-Nya, tetapi juga menempatkan kewajiban berbuat baik kepada ayah dan ibu pada kedudukan yang tinggi. Dalam sejumlah ayat Al-Qur'an, perintah berbuat baik kepada orang tua bahkan disebut setelah larangan menyekutukan Allah SWT.

Besarnya kedudukan tersebut tidak terlepas dari pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak. Ibu mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat dengan penuh kasih sayang, sementara ayah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, melindungi, dan mendidik anak. Karena itu, berbakti kepada orang tua bukan sekadar membalas jasa, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Bakti dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti berbicara dengan lembut, membantu kebutuhan mereka, menghormati pendapat, memberikan perhatian, mendoakan, hingga membantu secara finansial ketika mereka membutuhkan.

Hukum Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam

Hukum berbakti kepada orang tua adalah wajib. Salah satu landasannya terdapat dalam QS. Al-Isra ayat 23–24. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyembah-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Seorang anak juga dilarang mengucapkan perkataan yang menunjukkan kejengkelan, bahkan sekadar mengatakan “ah”, terlebih membentak atau berkata kasar kepada mereka.

Perintah tersebut juga terdapat dalam QS. Luqman ayat 14 yang mengingatkan manusia tentang perjuangan seorang ibu selama mengandung dan menyusui. Allah SWT memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya sekaligus kepada kedua orang tua.

Dengan demikian, berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari ibadah. Namun, kewajiban tersebut tetap memiliki batas. Seorang anak tidak boleh menaati orang tua dalam perkara yang mengandung kemaksiatan kepada Allah SWT. Meski demikian, penolakan tetap harus disampaikan dengan sikap santun dan penuh hormat.

Dalil tentang Berbakti kepada Orang Tua

Al-Qur'an memberikan perhatian besar terhadap hubungan anak dan orang tua. Selain QS. Al-Isra ayat 23–24 dan QS. Luqman ayat 14, QS. Al-Ahqaf ayat 15 juga memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua serta mengingatkan pengorbanan seorang ibu selama kehamilan dan persalinan.

Rasulullah SAW juga menempatkan bakti kepada orang tua sebagai salah satu amal yang utama. Dalam hadis riwayat Muslim, ketika Abdullah bin Mas'ud bertanya mengenai amal yang paling utama, Rasulullah SAW menyebutkan salat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, lalu berjihad di jalan Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan dengan orang tua bukan perkara yang dapat dipandang ringan. Selama mereka masih hidup, kesempatan untuk berbuat baik kepada ayah dan ibu merupakan kesempatan berharga yang sebaiknya tidak ditunda.

Bentuk Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Hal sederhana yang dilakukan dengan tulus justru dapat menjadi bentuk bakti yang berarti.

Menjaga ucapan menjadi salah satu bentuk yang paling mendasar. Anak hendaknya berbicara dengan lembut, tidak meninggikan suara, membentak, atau mengucapkan sesuatu yang menyakiti hati orang tua.

Selain itu, seorang anak dapat membantu kebutuhan orang tua, baik dengan tenaga, waktu, perhatian, maupun harta. Ketika orang tua sudah lanjut usia atau berada dalam kondisi membutuhkan, bantuan anak menjadi semakin penting. Jika memiliki kemampuan, memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka juga dapat menjadi bentuk bakti.

Bakti juga berarti menghormati orang tua ketika terjadi perbedaan pendapat. Menghormati bukan berarti selalu menganggap semua pendapat mereka benar, tetapi tetap menjaga adab dan menyampaikan pandangan dengan bahasa yang baik.

Tidak kalah penting, seorang anak hendaknya mendoakan orang tuanya. Ketika mereka masih hidup, doa dapat dipanjatkan untuk kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kebaikan mereka. Setelah mereka meninggal dunia, doa dan permohonan ampun tetap dapat menjadi bentuk bakti seorang anak.

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Salah satu keutamaannya adalah menjadi jalan untuk mendapatkan keridaan Allah SWT. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan sejumlah ulama hadis disebutkan bahwa keridaan Allah berkaitan dengan keridaan orang tua, sedangkan kemurkaan Allah berkaitan dengan kemurkaan orang tua.

Bakti kepada orang tua juga merupakan salah satu jalan menuju surga. Rasulullah SAW menggambarkan orang tua sebagai salah satu pintu menuju surga. Karena itu, ketika seorang anak masih memiliki kesempatan untuk merawat dan membahagiakan ayah serta ibunya, kesempatan tersebut sebaiknya tidak disia-siakan.

Sebaliknya, durhaka kepada orang tua merupakan perkara serius dan termasuk dosa besar. Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati dalam perkataan maupun perbuatannya agar tidak menyakiti atau merendahkan orang tua.

Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Lanjut Usia

Ketika memasuki usia lanjut, orang tua mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan dan perhatian. Kondisi fisik yang menurun, keterbatasan aktivitas, hingga perubahan daya ingat membutuhkan kesabaran dari anak.

Pada masa ini, bakti dapat diwujudkan dengan menemani, membantu aktivitas sehari-hari, mendengarkan cerita, memperhatikan kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan sesuai kemampuan. Tidak semua bentuk perhatian harus berupa materi. Waktu dan kehadiran anak sering kali menjadi hal yang sangat berarti bagi orang tua.

Karena itu, merawat orang tua yang telah lanjut usia hendaknya tidak dianggap sebagai beban. Masa tersebut justru menjadi kesempatan bagi anak untuk menunjukkan kasih sayang dan membalas sebagian kecil dari pengorbanan yang telah diberikan sejak kecil.

Tetap Berbakti Setelah Orang Tua Meninggal Dunia

Meninggalnya orang tua tidak membuat kesempatan berbakti sepenuhnya berakhir. Seorang anak masih dapat menunjukkan kasih sayangnya melalui doa dan amal kebaikan.

Anak dapat mendoakan agar Allah SWT mengampuni dosa orang tua, memberikan rahmat, serta menempatkan mereka di tempat yang baik. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa setelah manusia meninggal, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakannya.

Menjaga silaturahmi dengan keluarga dan kerabat yang dahulu dekat dengan orang tua juga dapat menjadi bentuk penghormatan kepada mereka. Dengan begitu, kasih sayang kepada orang tua tetap dapat diwujudkan meskipun mereka telah tiada.

Batasan dalam Berbakti kepada Orang Tua

Kewajiban berbakti tidak berarti seorang anak harus mengikuti semua perintah orang tua tanpa batas. Jika orang tua meminta sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, perintah tersebut tidak boleh ditaati. Ketaatan kepada Allah SWT tetap menjadi yang utama.

Namun, penolakan terhadap perintah yang salah harus dilakukan dengan cara yang baik. Anak tetap wajib menjaga ucapan, menghormati orang tua, dan menghindari sikap kasar. Perbedaan pendapat pun sebaiknya disampaikan dengan tenang tanpa merendahkan atau mempermalukan mereka.

Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan: menaati orang tua dalam perkara yang baik, sekaligus tetap teguh dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Bakti yang Bisa Dimulai Hari Ini

Berbakti kepada orang tua tidak harus menunggu memiliki banyak uang atau mencapai kesuksesan. Ia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menghubungi mereka, menanyakan kabar, membantu pekerjaan, mendengarkan dengan sabar, berbicara dengan lembut, memberikan perhatian, dan mendoakan mereka.

Kesempatan tersebut semakin berharga ketika orang tua telah lanjut usia. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui berapa lama kesempatan untuk bersama dan berbuat baik kepada mereka akan diberikan.

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban sekaligus kesempatan untuk meraih kebaikan. Melalui sikap hormat, perhatian, bantuan, dan doa, seorang anak dapat menunjukkan rasa syukur atas pengorbanan ayah dan ibunya sekaligus menjalankan perintah Allah SWT.

Selama orang tua masih diberi kesempatan untuk hadir dalam kehidupan kita, jangan menunggu momen besar untuk menunjukkan kasih sayang. Mulailah dari kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus, karena bagi orang tua, perhatian sederhana dari anak dapat memiliki makna yang besar.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →