WhatsApp Icon

Menjaga Kebersihan dalam Islam: Dari Kesucian Diri hingga Kepedulian Lingkungan

04/09/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Menjaga Kebersihan dalam Islam: Dari Kesucian Diri hingga Kepedulian Lingkungan

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

KEBERSIHAN memiliki tempat penting dalam ajaran Islam. Tidak hanya berkaitan dengan kebersihan tubuh, Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjaga pakaian, rumah, lingkungan, hingga kebersihan hati. Karena itu, hidup bersih bukan sekadar kebiasaan untuk menciptakan kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Kebersihan dan kesucian juga memiliki hubungan erat dengan ibadah. Wudu, mandi wajib, membersihkan pakaian dari najis, serta memastikan tempat salat dalam keadaan suci menjadi bagian dari keseharian seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Bersuci adalah setengah dari iman,” sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim 223. Hadis tersebut menunjukkan bahwa bersuci memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Kebersihan Dimulai dari Diri Sendiri

Menjaga kebersihan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mandi secara teratur, mencuci tangan, membersihkan gigi dan mulut, memotong kuku, merawat rambut, serta mengenakan pakaian bersih merupakan bentuk perhatian terhadap tubuh yang telah Allah SWT amanahkan.

Islam juga mengenal sunnah-sunnah fitrah yang berkaitan dengan kebersihan diri. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyebutkan lima perkara fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa kebersihan diri perlu dirawat secara rutin, bukan hanya ketika seseorang hendak beribadah. Tubuh yang bersih memberikan kenyamanan, mendukung aktivitas sehari-hari, serta menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan menghargai diri sendiri.

Wudu dan Mandi, Kebersihan yang Bernilai Ibadah

Wudu menjadi salah satu bentuk bersuci yang paling dekat dengan kehidupan umat Islam. Sebelum melaksanakan salat dalam kondisi yang mengharuskannya, seorang Muslim melakukan wudu dengan membasuh atau mengusap bagian tubuh tertentu sesuai ketentuan syariat.

Selain wudu, mandi juga menjadi bagian dari bersuci. Dalam kondisi tertentu, mandi wajib merupakan kewajiban bagi seorang Muslim. Di luar itu, mandi secara teratur juga menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kebersihan tubuh.

Dari sini terlihat bahwa Islam memadukan kebersihan dengan ibadah. Bersuci bukan hanya membuat tubuh lebih bersih, tetapi juga menjadi persiapan lahir dan batin sebelum menghadap Allah SWT.

Pakaian Bersih dan Layak untuk Beribadah

Kebersihan juga perlu diperhatikan melalui pakaian yang dikenakan. Seorang Muslim dianjurkan menggunakan pakaian yang bersih dan layak, terlebih ketika hendak melaksanakan salat. Pakaian yang terkena najis perlu dibersihkan sesuai ketentuan agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik.

Kebersihan pakaian juga berkaitan dengan kenyamanan diri dan orang lain. Pakaian yang bersih, rapi, dan terawat tidak harus mahal atau bermerek. Yang terpenting adalah layak digunakan, bersih, serta sesuai dengan ketentuan syariat.

Rumah dan Lingkungan Juga Perlu Dijaga

Islam tidak membatasi kebersihan pada diri sendiri. Rumah dan lingkungan tempat tinggal juga perlu dirawat karena menjadi ruang bersama untuk beraktivitas, beristirahat, dan berinteraksi dengan keluarga.

Membersihkan kamar, lantai, kamar mandi, dapur, tempat tidur, serta membuang sampah pada tempatnya merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan secara rutin. Sampah yang dibiarkan menumpuk bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan bau dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Tanggung jawab tersebut juga berlaku di ruang publik. Masjid, sekolah, kantor, pasar, taman, kendaraan umum, dan fasilitas masyarakat digunakan oleh banyak orang sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama. Tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengotori fasilitas umum, dan menjaga kebersihan tempat yang digunakan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, kebersihan memiliki dimensi sosial. Ketika seseorang menjaga lingkungan, ia bukan hanya menciptakan kenyamanan bagi dirinya, tetapi juga menghargai hak orang lain untuk menikmati lingkungan yang bersih dan layak.

Kebersihan Hati Tidak Kalah Penting

Selain kebersihan yang terlihat secara fisik, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan jiwa. Iri, dengki, kebencian, kesombongan, dan penyakit hati lainnya dapat memengaruhi perilaku serta hubungan seseorang dengan orang lain.

Membersihkan hati dapat dilakukan dengan memperbanyak istigfar, berdoa, membaca Al-Qur'an, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT. Kebersihan lahir idealnya berjalan bersama dengan kebersihan batin.

Seseorang dapat memiliki tubuh yang bersih dan rumah yang rapi, tetapi kebersihan tersebut akan semakin bermakna ketika disertai akhlak yang baik. Karena itu, menjaga kebersihan hati juga membutuhkan proses introspeksi dan perbaikan diri yang dilakukan secara terus-menerus.

Membiasakan Hidup Bersih dalam Keseharian

Menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Konsistensi terhadap kebiasaan sederhana justru menjadi langkah penting. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • menjaga kebersihan tubuh dan merawat diri secara rutin;
  • mengenakan serta merawat pakaian yang bersih;
  • menjaga kebersihan dan kerapian rumah;
  • membuang dan mengelola sampah dengan baik;
  • menjaga kebersihan fasilitas umum;
  • memperhatikan kesucian diri, pakaian, dan tempat sebelum beribadah; serta
  • membersihkan hati dengan introspeksi, doa, zikir, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Kebiasaan tersebut dapat dikenalkan sejak dini di lingkungan keluarga. Orang tua dapat menjadi contoh dengan membiasakan anak membersihkan kamar, merapikan barang setelah digunakan, dan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, kebersihan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga nilai yang melekat dalam kehidupan.

Pada akhirnya, kebersihan dalam Islam mencakup keselarasan antara kebersihan lahir dan batin. Menjaga tubuh, pakaian, rumah, dan lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab, sementara menjaga hati menjadi bagian dari upaya memperbaiki akhlak. Dengan membiasakan hidup bersih dan menjaga kesucian diri, seorang Muslim tidak hanya menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan nyaman, tetapi juga menjalankan salah satu nilai penting yang diajarkan dalam Islam.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →