Buka Puasa, Doa, dan Berbagi: Tiga Kebaikan dalam Satu Waktu
23/02/2026 | Penulis: Admin
Tiga Kebaikan dalam Satu Waktu
BULAN Ramadan selalu menghadirkan suasana yang istimewa bagi umat Islam. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, setiap muslim menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ketika adzan maghrib berkumandang, tibalah saat yang paling dinanti: buka puasa.
Namun sejatinya, buka puasa bukan sekadar waktu untuk makan dan minum. Ia adalah momen spiritual yang sarat makna—waktu mustajab untuk berdoa, saat terbaik untuk bersyukur, dan kesempatan luas untuk berbagi kepada sesama.
Buka Puasa sebagai Wujud Ketaatan dan Syukur
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka ketika waktu maghrib tiba. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.
Anjuran ini bukan semata soal waktu, melainkan tentang kepatuhan terhadap sunnah. Berbuka tepat waktu mencerminkan keseimbangan dalam Islam: menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh tanpa melupakan kebutuhan jasmani.
Rasulullah SAW juga mencontohkan berbuka dengan kurma atau air putih sebelum melaksanakan salat maghrib. Kesederhanaan ini mengajarkan umat untuk tidak berlebihan serta menjaga adab dalam menikmati rezeki yang Allah SWT berikan.
Di balik hidangan sederhana itu, tersimpan rasa syukur yang mendalam. Setelah seharian berpuasa, setiap teguk air dan setiap suap makanan menjadi pengingat bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT.
Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa
Salah satu keistimewaan waktu berbuka adalah dikabulkannya doa orang yang berpuasa. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa terdapat doa yang tidak tertolak ketika seorang hamba berbuka puasa.
Doa yang sering dibaca saat berbuka adalah:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.”
Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.
Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta keselamatan bagi keluarga dan masyarakat. Waktu berbuka bukan hanya tentang menyiapkan hidangan, tetapi juga tentang mengangkat tangan dengan penuh harap kepada Allah SWT.
Di sinilah letak keindahan Ramadan: saat fisik terasa lemah, jiwa justru semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Berbagi Saat Berbuka: Menguatkan Kepedulian Sosial
Ramadan juga identik dengan tradisi berbagi. Memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Semangat berbagi ini terlihat dalam berbagai kegiatan seperti pembagian takjil, buka puasa bersama, serta santunan bagi kaum dhuafa. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Berbagi saat berbuka bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang menghadirkan harapan dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang berjuang dalam keterbatasan.
Adab Berbuka yang Mengandung Nilai Ibadah
Agar buka puasa bernilai ibadah sempurna, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan:
1. Menyegerakan berbuka saat adzan maghrib
2. Membaca doa sebelum makan dan minum
3. Mengutamakan kurma atau air putih
4. Tidak berlebihan dalam menyantap hidangan
5. Bersyukur atas nikmat yang diterima
6. Menghindari pemborosan
Adab-adab ini menegaskan bahwa buka puasa bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga proses pembinaan akhlak dan spiritual.
Momentum Perbaikan Diri
Ramadan adalah bulan pembentukan karakter. Waktu berbuka dapat menjadi momen refleksi: sudahkah puasa hari ini dijalankan dengan penuh kesabaran? Sudahkah lisan dan hati dijaga dari hal-hal yang mengurangi pahala?
Mengisi waktu menjelang berbuka dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah akan semakin menyempurnakan ibadah puasa. Kebiasaan ini, jika terus dijaga, akan membentuk pribadi muslim yang disiplin, sabar, dan peduli terhadap sesama.
Menggapai Keberkahan Bersama
Buka puasa adalah pertemuan antara rasa syukur, doa, dan kepedulian sosial dalam satu waktu yang penuh rahmat. Saat seorang muslim berbuka, ia tidak hanya menghilangkan rasa lapar, tetapi juga membuka pintu keberkahan.
BAZNAS Provinsi Lampung mengajak masyarakat untuk menjadikan setiap waktu berbuka sebagai momentum berbagi. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar setiap hidangan berbuka yang kita nikmati juga menghadirkan kebahagiaan bagi mustahik.
Karena sejatinya, keberkahan bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi tentang apa yang kita berikan.
Semoga setiap buka puasa yang kita jalani menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:
- BSI: 771 166 4477
- BCA Syariah: 0660 1701 01
- BTN Syariah: 817 1000 036
- Bank Lampung: 3800 003031 093
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***
Artikel Lainnya
Bencana: Antara Alam, Manusia, dan Makna
Empat Akibat tidak Membayar Zakat Menurut Islam
Puasa Tinggal Berapa Hari Lagi, Apa yang Harus Ditunaikan!
Tujuh Perbedaan Zakat dan Wakaf yang Perlu Anda Dipahami
Muzaki, Kriteria Orang Wajib Berzakat
Bayar Zakat Online Lewat BAZNAS, Begini Caranya!

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
