WhatsApp Icon

Sebentar Lagi Idul Adha, Ini Tata Cara dan Niat Shalat Ied!

27/04/2026  |  Penulis: Admin

Bagikan:URL telah tercopy
Sebentar Lagi Idul Adha, Ini Tata Cara dan Niat Shalat Ied!

Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha

SHALAT Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Ibadah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari besar umat Islam yang juga identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dari sudut pandang seorang muslim, Shalat Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual yang sarat makna. Ia mengingatkan kita pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS. Nilai utama yang dapat diambil adalah keikhlasan, kepatuhan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT.

Selain itu, pelaksanaan Shalat Idul Adha secara berjamaah juga memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Umat Islam berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat bersama, mendengarkan khutbah, serta saling mendoakan.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Hukum Shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan sekalipun.

Waktu pelaksanaan Shalat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya.

Niat Shalat Idul Adha

Dalam melaksanakan Shalat Idul Adha, niat merupakan bagian penting yang harus ada di dalam hati. Berikut bacaan niatnya:

Sebagai makmum:

"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala"

Sebagai imam:

"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Shalat Idul Adha

Pelaksanaan Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya:

Rakaat Pertama

  1. Niat di dalam hati.
  2. Takbiratul ihram (Allahu Akbar).
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram).
  5. Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
  6. Membaca surat Al-Fatihah.
  7. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la.
  8. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa.

Rakaat Kedua

  1. Berdiri kembali.
  2. Takbir sebanyak 5 kali.
  3. Di antara takbir membaca dzikir seperti pada rakaat pertama.
  4. Membaca Al-Fatihah.
  5. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah.
  6. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  7. Tasyahud akhir dan salam.

Setelah selesai Shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib.

Khutbah Setelah Shalat Idul Adha

Khutbah dalam Shalat Idul Adha hukumnya sunnah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya wajib. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

Isi khutbah umumnya meliputi:

  • Takwa kepada Allah SWT
  • Penjelasan tentang makna Idul Adha
  • Anjuran berkurban
  • Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
  • Doa untuk umat Islam

Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran.

Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha

Agar pelaksanaan Shalat Idul Adha semakin sempurna, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain:

  1. Mandi sebelum berangkat shalat.
  2. Memakai pakaian terbaik.
  3. Menggunakan wewangian.
  4. Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan.
  5. Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik.
  6. Tidak makan sebelum shalat (berbeda dengan Idul Fitri).
  7. Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.

Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah.

Hikmah dan Makna Shalat Idul Adha

Di balik pelaksanaan Shalat Idul Adha, terdapat berbagai hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan seorang muslim.

Pertama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan ibadah ini, seorang muslim menunjukkan kepatuhan dan kecintaannya kepada Sang Pencipta.

Kedua, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Hal ini sangat erat kaitannya dengan ibadah kurban yang dilakukan setelah Shalat Idul Adha. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar.

Ketiga, mempererat tali silaturahmi. Momen berkumpul saat Shalat Idul Adha menciptakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama muslim.

Keempat, mengingatkan tentang pentingnya pengorbanan dalam hidup. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Shalat Idul Adha

Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat Shalat Idul Adha, di antaranya:

  • Tidak mengikuti jumlah takbir dengan benar.
  • Datang terlambat sehingga tertinggal shalat berjamaah.
  • Tidak mendengarkan khutbah.
  • Menganggap shalat ini tidak penting karena hukumnya sunnah.

Padahal, meskipun sunnah, Shalat Idul Adha memiliki nilai pahala yang besar dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Sebagai umat Islam, memahami dan melaksanakan Shalat Idul Adha dengan benar merupakan bagian dari bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Melalui Shalat Idul Adha, kita diajak untuk merenungkan makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →