WhatsApp Icon

Ketika Jembatan Terputus, BAZNAS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan

08/12/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS RI/BL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Ketika Jembatan Terputus, BAZNAS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS Tanggap Bencana salurkan bantuan kemanusiaan.

Aceh — Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Aceh Utara dan sekitarnya kembali menunjukkan betapa pentingnya kehadiran lembaga kemanusiaan di tengah situasi darurat. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dengan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan meski akses menuju lokasi terdampak terputus.

Pada Selasa, (02/12), tim BTB melakukan langkah sigap dengan membawa bantuan berupa beras untuk kebutuhan Dapur Umum (DU) di Aceh Utara. Bantuan tersebut dibawa menggunakan perahu karet Polairud, setelah jalur darat sepenuhnya tidak bisa digunakan. Musibah banjir kali ini tidak hanya menenggelamkan pemukiman warga, tetapi juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan.

Tiga jembatan utama penghubung antara Bireun dan Aceh Utara—termasuk jembatan utama di Kutablang—mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui. Akibat terputusnya jalur transportasi tersebut, distribusi logistik menjadi tantangan besar bagi petugas maupun relawan kemanusiaan. Jalan yang biasanya dapat dilalui kendaraan roda empat kini hanya dapat ditembus menggunakan perahu atau jalur alternatif yang berbahaya. Namun, kondisi ini tidak menghentikan gerak cepat tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi.

Bantuan beras yang dibawa bukan hanya sekadar logistik, tetapi merupakan penopang utama keberlangsungan Dapur Umum yang menjadi penyedia makanan harian bagi warga terdampak. Di tengah banjir yang masih merendam sebagian besar wilayah, warga sangat bergantung pada pasokan makanan siap saji yang disiapkan relawan. Dengan masuknya tambahan logistik ini, operasional Dapur Umum bisa terus berjalan dan menyediakan kebutuhan makan bagi ratusan warga setiap harinya.

Perjalanan menuju Aceh Utara menggunakan perahu karet bukanlah hal mudah. Arus sungai yang cukup deras, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan risiko keselamatan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh tim BAZNAS dan Polairud. Namun kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami masa sulit menjadi alasan terbesar bagi para relawan untuk tetap melanjutkan misi kemanusiaan tersebut. Semangat kolaborasi antara BAZNAS dan Polairud menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting dalam penanganan bencana.

Selain menyalurkan logistik untuk Dapur Umum, tim BAZNAS Tanggap Bencana juga melakukan pemantauan kondisi warga dan memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Banyak warga yang masih bertahan di rumah karena akses keluar terputus, sementara beberapa lainnya mengungsi di titik aman yang telah disiapkan. Kehadiran BAZNAS di tengah mereka bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral yang sangat berarti. Warga merasa tidak sendirian menghadapi bencana yang menimpa daerah mereka.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja dan memutus akses vital yang selama ini dianggap aman. Namun, ketangguhan masyarakat Aceh Utara serta respons cepat berbagai pihak, termasuk BAZNAS, membuktikan bahwa harapan selalu ada. Selama bantuan terus mengalir dan solidaritas tetap terjaga, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kehidupan warga dapat kembali normal.

Dengan tetap bergerak meski jembatan terputus, BAZNAS menunjukkan komitmennya bahwa tidak ada hambatan yang mampu menghentikan niat baik untuk membantu sesama. Solidaritas, keberanian, dan kepedulian menjadi pijakan kuat dalam setiap langkah mereka di lapangan.

Bantuan BAZNAS Lampung

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan sebesar Rp150 juta salah bentuk kepedulian masyarakat Lampung membantu meringankan warga yang terdampak langsung dari bencana banjir dan longsor.

“Saatnya kita saling bahu membahu membantu saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian dari Allah. Bantuan ini bentuk rasa empati dan turut meringankan kesulitan yang dihadapi korban bencana akibat banjir dan longsor,” kata Gubernur Mirza usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Lampung dan Gerakan Sadar Zakat di Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025).

Bantuan sebesar Rp150 juta itu berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Lampung melalui BAZNAS Lampung. Gubernur menyerahkan langsung kepada Pimpinan BAZNAS RI, Prof Muhammad Nadratuzzaman Hosen disaksikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, Sekdaprov Marindo Kurniawan, para bupati dan wali kota di Lampung, serta unsur Forkopimda Lampung. ***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat