Bulan Safar dalam Islam: Meluruskan Mitos dan Memahami Makna yang Sebenarnya
03/08/2026 | Penulis: MBL-01
Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Meski telah lama dikenal dalam tradisi Islam, masih banyak anggapan yang keliru tentang bulan ini. Sebagian masyarakat meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan, memulai usaha, hingga bepergian.
Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW justru meluruskan berbagai mitos yang berkembang sejak masa jahiliah dan menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan dengan sendirinya.
Melalui artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat hakikat Bulan Safar dalam Islam, mulai dari sejarahnya, dalil-dalil yang berkaitan dengannya, hingga amalan yang dianjurkan agar bulan ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Asal Usul Bulan Safar
Nama Safar telah dikenal masyarakat Arab jauh sebelum Islam datang. Saat itu mereka menggunakan sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan yang kemudian menjadi dasar kalender Hijriah.
Para ulama memiliki beberapa penjelasan mengenai asal-usul nama "Safar". Salah satu pendapat menyebutkan bahwa kata Safar berasal dari makna "kosong". Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang meninggalkan rumah untuk berdagang, merantau, atau berperang setelah berakhirnya Muharam, sehingga perkampungan menjadi sepi.
Pendapat lain menyebutkan bahwa nama tersebut berkaitan dengan kebiasaan sebagian suku Arab yang melakukan penyerangan hingga membuat harta musuh menjadi "kosong" karena dirampas.
Apa pun asal-usulnya, penamaan Bulan Safar hanyalah bagian dari sistem penanggalan dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa bulan ini memiliki unsur kesialan.
Kedudukan Bulan Safar dalam Islam
Dalam pandangan Islam, Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak ada ayat Al-Qur'an maupun hadis sahih yang menyatakan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa nasib buruk.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan sebagaimana ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi."
Ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh bulan merupakan ciptaan Allah SWT yang memiliki hikmah masing-masing. Tidak ada satu pun bulan yang secara khusus membawa keberuntungan ataupun kesialan.
Dalil Mengenai Bulan Safar
Salah satu hadis yang menjadi landasan utama dalam memahami Bulan Safar adalah sabda Rasulullah SAW: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu sebagaimana keyakinan jahiliah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini secara tegas membatalkan berbagai kepercayaan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap Bulan Safar sebagai waktu yang membawa musibah.
Para ulama menjelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak Allah SWT. Tidak ada bulan yang memiliki kekuatan membawa keberuntungan ataupun bencana secara mandiri.
Mitos yang Masih Berkembang tentang Bulan Safar
Hingga saat ini, masih ditemukan berbagai anggapan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam mengenai Bulan Safar, di antaranya:
1. Safar dianggap sebagai bulan sial
Keyakinan ini berasal dari tradisi masyarakat jahiliah dan telah diluruskan oleh Rasulullah SAW.
2. Tidak boleh menikah pada Bulan Safar
Islam tidak pernah melarang akad nikah dilakukan pada bulan tertentu. Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa pernikahan di Bulan Safar membawa kesialan.
3. Tidak dianjurkan pindah rumah
Tidak terdapat ajaran dalam Islam yang melarang seseorang berpindah tempat tinggal karena memasuki Bulan Safar.
4. Tidak baik memulai usaha
Keberhasilan usaha bergantung pada ikhtiar, doa, dan ketentuan Allah SWT, bukan ditentukan oleh nama suatu bulan.
Tradisi Bulan Safar di Tengah Masyarakat
Di sejumlah daerah di Indonesia, Bulan Safar sering diwarnai berbagai tradisi, seperti doa bersama, sedekah, hingga kegiatan yang dikenal sebagai ritual tolak bala.
Pada dasarnya, kegiatan seperti berdoa kepada Allah SWT, membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, maupun mempererat silaturahmi merupakan amalan yang baik selama tidak disertai keyakinan bahwa Safar adalah bulan pembawa musibah atau menganggap ritual tertentu sebagai kewajiban agama.
Sebaliknya, apabila sebuah tradisi didasarkan pada keyakinan bahwa musibah pasti turun pada Bulan Safar sehingga harus ditolak melalui ritual yang tidak memiliki dasar syariat, maka keyakinan tersebut perlu ditinggalkan.
Memahami hakikat Bulan Safar secara benar akan membantu umat Islam membedakan antara tradisi budaya dan ajaran agama.
Apakah Ada Amalan Khusus pada Bulan Safar?
Tidak terdapat hadis sahih yang menetapkan ibadah khusus hanya untuk Bulan Safar. Meski demikian, setiap muslim tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan lainnya, seperti:
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak zikir dan istigfar.
- Bersedekah kepada yang membutuhkan.
- Menjaga silaturahmi.
- Melaksanakan salat sunnah.
- Memperbanyak doa.
- Menuntut ilmu agama.
- Membantu sesama.
Seluruh amalan tersebut dianjurkan sepanjang tahun dan menjadi cara terbaik untuk mengisi Bulan Safar dengan aktivitas yang bernilai ibadah.
Hikmah Memahami Bulan Safar
Mengetahui penjelasan yang benar tentang Bulan Safar memberikan banyak pelajaran berharga bagi seorang muslim, di antaranya:
Menguatkan akidah, karena meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas ketetapan Allah SWT.
Menjauhkan diri dari takhayul, sehingga tidak mudah mempercayai mitos yang bertentangan dengan syariat.
Menambah pemahaman agama, sehingga mampu membedakan antara ajaran Islam dan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Meningkatkan sikap tawakal, dengan menyandarkan setiap usaha kepada Allah tanpa dipengaruhi anggapan mengenai waktu tertentu.
Menjaga kemurnian syariat, karena setiap ibadah dilakukan berdasarkan dalil yang sahih.
Kesalahan yang Masih Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan yang masih dijumpai di tengah masyarakat antara lain:
- Menganggap Bulan Safar sebagai bulan penuh kesialan.
- Menunda pernikahan karena memasuki Bulan Safar.
- Menghindari perjalanan jauh.
- Mempercayai ramalan tertentu yang dikaitkan dengan Bulan Safar.
- Melakukan ritual yang tidak memiliki dasar dalam syariat.
Islam mengajarkan bahwa setiap keyakinan dan ibadah harus berlandaskan Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW yang sahih.
Pandangan Ulama tentang Bulan Safar
Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa Bulan Safar tidak memiliki unsur kesialan. Penjelasan mereka merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang membatalkan keyakinan masyarakat jahiliah mengenai Safar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi berbagai anggapan yang bertentangan dengan tauhid dan menggantinya dengan memperbanyak amal saleh serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
Artikel Lainnya
Ke Mana Zakat Anda Disalurkan? Ini 13 Program Prioritas BAZNAS Membangun Kesejahteraan Umat
Zakat Maal untuk Pemberdayaan Umat: Membantu Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi
Sedekah di Bulan Safar: Cara Berbagi Lebih Bermakna dan Penuh Berkah
Menyalurkan Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar, Wujud Kepedulian yang Tepat Sasaran
Zakat Jadi Jalan Mustahik Bangkit Menuju Kehidupan Lebih Baik
Hitung Zakat dengan Tepat! Ini Wujudkan Manfaat 13 Program Prioritas BAZNAS
Fakta Bulan Safar dalam Islam: Luruskan Mitos, Perkuat Keimanan
Zakat untuk Pendidikan: Investasi Membangun Generasi Unggul dan Masa Depan Anak Dhuafa
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan Baru bagi Mustahik
Mengisi Bulan Safar dengan Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Wujud Nyata Zakat untuk Membangun Kesejahteraan Umat
Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
Bulan Safar Jadi Momentum Berbagi: Raih Keberkahan Menebar Kebaikan
Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini Keutamaan Sedekah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat
Amalan Sunnah di Bulan Safar: Momentum Memperbanyak Ibadah dan Menepis Mitos

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →