Fakta Bulan Safar dalam Islam: Luruskan Mitos, Perkuat Keimanan
05/08/2026 | Penulis: MBL-01
Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali dikaitkan dengan berbagai anggapan negatif di tengah masyarakat. Sebagian orang masih meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk memulai suatu aktivitas. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam.
Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan merupakan ketetapan Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu. Oleh sebab itu, penting bagi setiap muslim memahami hakikat Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunah agar tidak terjebak dalam mitos yang bertentangan dengan akidah.
Berikut beberapa fakta penting tentang Bulan Safar yang perlu diketahui.
1. Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah
Bulan Safar menempati urutan kedua setelah Muharram dalam kalender Hijriah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, Allah SWT menetapkan satu tahun terdiri atas dua belas bulan. Masing-masing memiliki kedudukannya sendiri sebagai bagian dari ketetapan-Nya.
Meski bukan termasuk empat bulan haram, Safar tetap merupakan bagian dari sistem penanggalan Islam yang patut dipahami tanpa dikaitkan dengan keyakinan yang tidak berdasar.
2. Safar bukan bulan pembawa kesialan
Salah satu kesalahpahaman yang masih banyak ditemui adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa nasib buruk. Keyakinan ini sebenarnya berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah sebelum datangnya Islam.
Rasulullah SAW kemudian meluruskan anggapan tersebut melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Hal ini menegaskan bahwa segala bentuk keberuntungan maupun ujian hanya terjadi atas kehendak Allah SWT.
Karena itu, seorang muslim tidak sepatutnya mengaitkan suatu musibah dengan datangnya bulan tertentu.
3. Rasulullah SAW tetap beraktivitas pada Bulan Safar
Tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menghindari Bulan Safar atau menunda berbagai aktivitas penting ketika bulan tersebut tiba. Beliau tetap menjalankan perjalanan, berdakwah, serta melakukan berbagai urusan sebagaimana biasanya.
Hal ini menjadi bukti bahwa Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti ataupun dihindari. Umat Islam tetap dapat bekerja, berdagang, menikah, bepergian, maupun memulai berbagai rencana baik tanpa rasa khawatir terhadap mitos yang berkembang.
4. Islam melarang mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah
Islam mengajarkan umatnya untuk membangun keyakinan berdasarkan ilmu dan dalil, bukan pada kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat.
Menganggap suatu bulan sebagai pembawa kesialan dapat mengurangi kesempurnaan tawakal kepada Allah SWT. Seorang muslim dianjurkan untuk terus berikhtiar sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Sikap inilah yang akan melahirkan ketenangan hati sekaligus menjaga kemurnian tauhid.
5. Tidak ada amalan khusus yang diwajibkan pada Bulan Safar
Berbeda dengan beberapa bulan yang memiliki keutamaan tertentu, tidak terdapat hadis sahih yang menetapkan ibadah khusus hanya untuk Bulan Safar.
Meski demikian, bulan ini tetap menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagaimana bulan-bulan lainnya. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
-
Menjaga salat wajib dan memperbanyak salat sunnah.
-
Membaca Al-Qur'an secara rutin.
-
Memperbanyak zikir dan istigfar.
-
Bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.
-
Menjalin silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
-
Memperbanyak doa serta amal kebaikan lainnya.
Seluruh amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk selama Bulan Safar.
6. Safar menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam
Bulan Safar juga memiliki tempat dalam perjalanan sejarah umat Islam. Berbagai peristiwa penting, perjalanan dakwah, hingga aktivitas Rasulullah SAW dan para sahabat terjadi pada bulan ini.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Safar bukanlah bulan yang harus dihindari, melainkan bagian dari perjalanan perkembangan Islam yang penuh dengan nilai perjuangan dan keteladanan.
7. Memahami Bulan Safar membantu memperkuat keimanan
Pemahaman yang benar mengenai Bulan Safar akan membantu umat Islam membedakan antara ajaran agama dan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Ketika seorang muslim menyadari bahwa seluruh waktu adalah ciptaan Allah SWT, ia tidak lagi mudah dipengaruhi oleh mitos atau kepercayaan tanpa dasar. Sebaliknya, ia akan lebih fokus memperbanyak amal saleh dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Hikmah memahami Bulan Safar
Memahami hakikat Bulan Safar memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan seorang muslim. Selain memperkuat keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam ketetapan Allah SWT, pemahaman ini juga membantu kita menjauhi takhayul, meningkatkan tawakal, serta menjadikan setiap waktu sebagai peluang untuk beribadah dan berbuat baik.
Pada akhirnya, Bulan Safar hanyalah salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang tidak memiliki unsur kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan agar umatnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah, serta meninggalkan keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat dijalani dengan penuh optimisme, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
Artikel Lainnya
Sudah Memenuhi Syarat? Kenali Kewajiban Zakat dan Cara Menunaikannya
Ini Cara Bayar Zakat di BAZNAS Provinsi Lampung dengan Mudah dan Aman!
Kalkulator Zakat BAZNAS: Mudah Menghitung Kewajiban, Tepat Menunaikannya
Zakat Maal untuk Pemberdayaan Umat: Membantu Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi
Hitung Zakat dengan Tepat! Ini Wujudkan Manfaat 13 Program Prioritas BAZNAS
Bayar Zakat Melalui BAZNAS, Mudah, Aman, dan Berdampak bagi Sesama
Zakat untuk Kesehatan, Hadirkan Akses Pengobatan bagi Mustahik
Zakat Hadirkan Hunian Layak untuk Keluarga Mustahik
Ke Mana Zakat Anda Disalurkan? Ini 13 Program Prioritas BAZNAS Membangun Kesejahteraan Umat
Zakat untuk Korban Bencana, Hadirkan Bantuan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Zakat untuk Pendidikan: Membuka Jalan Masa Depan Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Zakat untuk Air Bersih, Hadirkan Manfaat bagi Kehidupan Mustahik
Dari Zakat Menjadi Modal Usaha, Dorong Mustahik Lebih Mandiri
Zakat untuk Mualaf, Menguatkan Iman dan Kemandirian Saudara Baru
Zakat Penghasilan, Ikhtiar Membantu Mustahik Bangkit dan Mandiri

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →