WhatsApp Icon

Safar Bukan Bulan Sial, Ini Amalan Pembuka Rezeki Dianjurkan dalam Islam

21/07/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Safar Bukan Bulan Sial, Ini Amalan Pembuka Rezeki Dianjurkan dalam Islam

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

BULAN Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan atau kesempitan rezeki. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Sebaliknya, setiap waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Tidak ada ibadah khusus yang hanya diperuntukkan pada Bulan Safar sebagai pembuka rezeki. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di Bulan Safar, sebagai bentuk ikhtiar untuk meraih rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.

Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?

Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa Bulan Safar identik dengan musibah atau nasib buruk. Padahal, Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut melalui hadis sahih:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menegaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan yang mengaitkan kesialan dengan waktu atau bulan tertentu. Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena Bulan Safar ataupun waktu lainnya.

Karena itu, Bulan Safar sebaiknya diisi dengan berbagai amal kebaikan, bukan dengan rasa khawatir terhadap mitos yang tidak memiliki landasan syariat.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Dalam Islam, rezeki sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT. Setiap makhluk telah dijamin rezekinya, sebagaimana firman Allah SWT:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6)

Meski demikian, Islam juga mengajarkan agar setiap muslim terus berusaha, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan yang diyakini dapat membuka pintu rezeki bukanlah ritual tertentu, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.

Amalan yang Dianjurkan untuk Memohon Kelapangan Rezeki

Berikut beberapa amalan yang memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan hadis serta dapat diamalkan di Bulan Safar maupun sepanjang tahun.

1. Memperbanyak Istighfar

Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Allah SWT menjelaskan bahwa memohon ampun dapat menjadi sebab datangnya berbagai nikmat, termasuk kelapangan rezeki.

Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT berfirman bahwa orang yang memperbanyak istighfar akan diberikan hujan, harta, dan keturunan sebagai bentuk karunia-Nya.

2. Memperbanyak Doa

Doa merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar seorang muslim. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan rezeki adalah:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat dibaca setelah salat maupun pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa.

3. Menjaga Salat Lima Waktu

Salat merupakan ibadah utama sekaligus sumber keberkahan hidup. Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132)

Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT, sementara salat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang mendekatkan seorang hamba kepada-Nya.

4. Memperbanyak Sedekah

Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menjadi jalan datangnya keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim)

Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

5. Menjalin Silaturahmi

Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat juga menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Meningkatkan Ketakwaan

Allah SWT menjanjikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertakwa.

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi fondasi utama dalam meraih keberkahan hidup, termasuk dalam urusan rezeki.

7. Berusaha dan Bertawakal

Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah SAW mengibaratkan burung yang setiap pagi keluar mencari makan, lalu pulang dalam keadaan kenyang karena bertawakal kepada Allah.

Hadis tersebut mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan bersungguh-sungguh bekerja kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Hindari Mitos yang Tidak Berdasar

Dalam mengisi Bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari berbagai keyakinan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti:

- Meyakini Bulan Safar membawa kesialan.
- Menganggap ada ritual tertentu yang pasti mendatangkan rezeki tanpa dalil.
- Mempercayai jimat atau benda tertentu sebagai penarik rezeki.
- Mengamalkan tradisi atau hadis yang tidak memiliki dasar yang sahih.

Islam mengajarkan agar setiap ibadah dan keyakinan berlandaskan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Isi Bulan Safar dengan Amal Kebaikan

Selain amalan di atas, Bulan Safar juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir pagi dan petang, melaksanakan salat sunnah, membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga kejujuran dalam bekerja, menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat, serta memperbanyak doa untuk keluarga dan kehidupan yang lebih berkah.

Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah

Pada dasarnya, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada Bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Yang dianjurkan adalah memperbanyak amal saleh yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan dapat diamalkan sepanjang tahun.

Dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, gemar bersedekah, menyambung silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta berusaha dan bertawakal kepada Allah SWT, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Pada akhirnya, keberkahan rezeki tidak ditentukan oleh datangnya bulan tertentu, melainkan oleh kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Semoga Bulan Safar menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta meraih rezeki yang penuh keberkahan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →