WhatsApp Icon
Kurban untuk Ekonomi Desa: Membantu UMKM dan Peternak Lokal

KURBAN untuk ekonomi desa bukan sekadar konsep, tetapi sebuah gerakan nyata dalam Islam yang menggabungkan nilai ibadah dan pemberdayaan umat. Dalam perspektif seorang muslim, ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat kuat. Di Indonesia, praktik kurban telah berkembang menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat desa, khususnya pelaku UMKM dan peternak lokal.

Potensi ekonomi dari ibadah kurban sangat besar. Data menunjukkan bahwa nilai kurban nasional dapat mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya, yang jika dikelola dengan baik akan mampu menggerakkan ekonomi desa secara signifikan.

Melalui pendekatan yang tepat, kurban untuk ekonomi desa mampu menciptakan ekosistem ekonomi berbasis umat yang berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang distribusi daging, tetapi juga tentang menciptakan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat desa.

Peran Kurban dalam Ekonomi Desa

Kurban untuk ekonomi desa memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian masyarakat pedesaan. Ibadah ini menjadi momentum tahunan yang mampu mengalirkan dana dari kota ke desa secara langsung.

Pertama, kurban menciptakan permintaan besar terhadap hewan ternak. Hal ini secara langsung meningkatkan pendapatan peternak lokal. Program seperti yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional menunjukkan bahwa hewan kurban dapat berasal dari peternak binaan desa, sehingga manfaat ekonomi dirasakan sejak hulu.

Kedua, kurban mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM) di desa. Aktivitas seperti penyediaan pakan ternak, transportasi, hingga pengolahan daging membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Ketiga, distribusi daging kurban ke daerah terpencil membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa. Ini menjadi bentuk nyata keadilan sosial dalam Islam.

Keempat, program kurban modern telah dirancang tidak hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi jangka panjang melalui pendampingan peternak.

Kelima, kurban untuk ekonomi desa juga memperkuat solidaritas sosial antara masyarakat kota dan desa, sehingga tercipta keseimbangan ekonomi yang lebih adil.

Pemberdayaan Peternak Lokal

Salah satu dampak terbesar dari kurban untuk ekonomi desa adalah pemberdayaan peternak lokal. Dalam Islam, membantu sesama merupakan bagian dari ibadah, dan program kurban menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkannya.

Program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” menekankan bahwa hewan kurban berasal dari peternak binaan. Para peternak ini tidak hanya diberi bantuan ternak, tetapi juga pendampingan dalam pengelolaan usaha.

Pendampingan tersebut meliputi pelatihan budidaya, manajemen pakan, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, peternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku ekonomi yang mandiri.

Selain itu, adanya jaminan pasar melalui program kurban membuat peternak memiliki kepastian dalam menjual hasil ternaknya. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Lebih jauh lagi, pendekatan ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Dana dari pekurban tidak berhenti pada pembelian hewan, tetapi terus berputar dalam ekonomi desa.

Dengan demikian, kurban untuk ekonomi desa menjadi solusi konkret dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.

Dampak Kurban terhadap UMKM

Selain peternak, kurban untuk ekonomi desa juga memberikan dampak positif bagi UMKM di desa. Momentum Iduladha menciptakan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi.

UMKM yang bergerak di bidang pakan ternak, logistik, hingga jasa penyembelihan mendapatkan peningkatan permintaan yang signifikan. Hal ini membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tidak hanya itu, UMKM pengolahan daging juga berkembang pesat. Produk seperti rendang, abon, dan olahan lainnya menjadi nilai tambah dari daging kurban.

Program kurban yang terorganisir juga membantu UMKM dalam mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Ini penting untuk meningkatkan daya saing usaha kecil di desa.

Selain itu, dengan adanya distribusi kurban ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), UMKM lokal di wilayah tersebut juga ikut terdorong untuk berkembang.

Oleh karena itu, kurban untuk ekonomi desa tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga pada seluruh ekosistem ekonomi desa.

Inovasi Modern, dari Ibadah ke Pemberdayaan

Di era modern, konsep kurban untuk ekonomi desa terus mengalami inovasi. Salah satunya adalah digitalisasi layanan kurban yang memudahkan umat Islam dalam beribadah.

Melalui berbagai kanal online, masyarakat dapat berkurban dengan mudah tanpa harus datang langsung ke lokasi. Hal ini meningkatkan partisipasi umat dalam ibadah kurban.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan kurban juga semakin meningkat. Masyarakat dapat memantau proses mulai dari pembelian hewan hingga distribusi daging.

Program kurban modern juga memperluas jangkauan distribusi hingga ke wilayah bencana dan bahkan internasional seperti Palestina.

Menariknya, sebagian alokasi kurban juga ditujukan untuk wilayah terdampak bencana agar manfaatnya lebih merata dan adil.

Dengan inovasi ini, kurban untuk ekonomi desa tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Nilai Spiritual dan Sosial

Sebagai umat Islam, kita memahami bahwa tujuan utama kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, Islam juga mengajarkan pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Kurban untuk ekonomi desa merupakan wujud nyata dari nilai-nilai tersebut. Ibadah ini mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan solidaritas sosial.

Dalam konteks modern, kurban menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara kota dan desa. Ini sejalan dengan prinsip keadilan dalam Islam.

Selain itu, kurban juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, baik di tingkat lokal maupun global. Distribusi kurban ke berbagai daerah menunjukkan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan.

Dengan demikian, kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat luas.

Kurban untuk ekonomi desa adalah bukti bahwa Islam merupakan agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Ibadah kurban memiliki potensi besar dalam memberdayakan ekonomi desa, membantu UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Dengan pengelolaan yang baik, kurban dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan ekonomi. Program-program seperti yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional menunjukkan bahwa kurban dapat memberikan dampak berlapis, mulai dari spiritual hingga ekonomi.

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita memaknai kurban tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

06/05/2026 | Kontributor: Admin
Kurban Berkelanjutan Desa: Konsep Baru Kurban Lebih Berdaya

DALAM beberapa tahun terakhir, konsep kurban berkelanjutan desa mulai menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Kurban tidak lagi hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan semata, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Perspektif ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang tidak hanya menekankan ibadah ritual, tetapi juga kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.

Melalui pendekatan kurban berkelanjutan desa, pelaksanaan kurban diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang, khususnya bagi masyarakat desa, peternak kecil, dan wilayah yang membutuhkan. Inilah wajah baru ibadah kurban yang lebih berdaya, inklusif, dan berkelanjutan.

Program yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kurban dapat dikelola secara profesional dan berdampak luas. Dalam program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, masyarakat dimudahkan untuk berkurban melalui berbagai kanal, sekaligus memberikan manfaat bagi peternak dan penerima manfaat di pelosok negeri.

Konsep Dasar Berkelanjutan Desa 

Konsep kurban berkelanjutan desa sejatinya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Justru, konsep ini memperluas makna ibadah kurban agar lebih sesuai dengan maqashid syariah, yaitu menjaga kemaslahatan umat.

Pertama, kurban adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang memiliki dimensi spiritual tinggi. Namun dalam Islam, setiap ibadah juga memiliki dimensi sosial. Dengan konsep kurban berkelanjutan desa, nilai sosial tersebut diperkuat melalui distribusi yang lebih merata dan tepat sasaran.

Kedua, Islam mendorong pemerataan kesejahteraan. Dengan menyalurkan kurban ke desa-desa yang minim akses pangan, konsep ini membantu mengurangi kesenjangan sosial. Bahkan, distribusi kurban kini menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah rawan pangan.

Ketiga, dalam konteks ekonomi umat, kurban memiliki potensi besar. Data menunjukkan potensi ekonomi kurban di Indonesia mencapai puluhan triliun rupiah, yang jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Keempat, konsep ini juga sejalan dengan semangat ukhuwah Islamiyah. Tidak hanya masyarakat lokal, bahkan kurban dapat disalurkan ke wilayah konflik dan bencana sebagai bentuk solidaritas global umat Islam.

Kelima, dengan pendekatan sistematis, kurban berkelanjutan desa mampu mengubah pola distribusi dari sekadar konsumtif menjadi produktif dan memberdayakan.

Peran Strategis Kurban dalam Pemberdayaan 

Pelaksanaan kurban berkelanjutan desa memiliki dampak yang sangat luas bagi pembangunan desa. Tidak hanya dalam aspek konsumsi, tetapi juga produksi dan ekonomi lokal.

Pertama, kurban dapat meningkatkan kesejahteraan peternak desa. Program kurban modern biasanya melibatkan peternak binaan, sehingga mereka mendapatkan pasar yang jelas dan harga yang stabil.

Kedua, adanya balai ternak atau program pembinaan membuat peternak mendapatkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Hal ini meningkatkan kualitas hewan ternak sekaligus produktivitas peternak.

Ketiga, distribusi kurban yang tepat sasaran membantu masyarakat desa yang jarang mendapatkan akses daging. Ini menjadi solusi nyata bagi masalah gizi di daerah terpencil.

Keempat, program ini menciptakan efek ekonomi berlapis (multiplier effect). Dari peternak, distributor, hingga masyarakat penerima manfaat, semua merasakan dampaknya.

Kelima, sebagaimana disampaikan oleh pimpinan BAZNAS, kurban memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat.

Inovasi Digital dalam Berkelanjutan Desa

Salah satu keunggulan kurban berkelanjutan desa adalah pemanfaatan teknologi digital untuk memudahkan umat Islam dalam berkurban.

Pertama, kini masyarakat dapat berkurban secara online melalui berbagai platform. Hal ini memudahkan generasi muda dan masyarakat urban untuk tetap menjalankan ibadah kurban.

Kedua, integrasi kanal digital dan kasir ritel membuat proses pembayaran lebih fleksibel, cepat, dan transparan.

Ketiga, sistem digital juga memungkinkan pelaporan yang lebih akuntabel. Pekurban dapat mengetahui lokasi penyembelihan dan distribusi hewan kurban mereka.

Keempat, inovasi dalam bentuk pengolahan daging kurban seperti pengalengan membuat distribusi bisa menjangkau daerah sulit akses.

Kelima, dengan digitalisasi, konsep kurban berkelanjutan desa menjadi lebih inklusif dan dapat menjangkau lebih banyak umat.

Distribusi Global dan Kemanusiaan

Salah satu aspek penting dari kurban berkelanjutan desa adalah perluasan distribusi hingga ke tingkat global.

Pertama, kurban tidak hanya disalurkan di dalam negeri, tetapi juga ke wilayah konflik seperti Palestina. Hal ini menjadi bentuk nyata solidaritas umat Islam.

Kedua, wilayah bencana juga menjadi prioritas penyaluran kurban. Dengan demikian, kurban menjadi bagian dari respon kemanusiaan.

Ketiga, distribusi ini dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, dan kebutuhan daerah.

Keempat, konsep ini menunjukkan bahwa kurban dapat menjadi alat diplomasi kemanusiaan Islam yang penuh kasih dan kepedulian.

Kelima, kurban berkelanjutan desa memperkuat citra Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.

Tantangan dan Masa Depan Kurban

Meski memiliki banyak keunggulan, penerapan kurban berkelanjutan desa juga menghadapi beberapa tantangan.

Pertama, masih ada masyarakat yang memahami kurban hanya sebagai ibadah ritual tanpa dimensi sosial yang luas.

Kedua, distribusi yang merata membutuhkan sistem logistik yang kuat dan terintegrasi.

Ketiga, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar konsep ini dapat diterima secara luas.

Keempat, transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga agar kepercayaan masyarakat meningkat.

Kelima, ke depan, konsep kurban berkelanjutan desa berpotensi menjadi model global dalam pengelolaan kurban yang modern, profesional, dan berdampak luas.

Sebagai umat Islam, kita perlu memahami bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana untuk membangun kesejahteraan umat. Konsep kurban berkelanjutan desa menghadirkan paradigma baru dalam berkurban yang lebih berdaya dan bermakna.

Melalui pengelolaan yang baik, kurban dapat menjadi solusi nyata bagi kemiskinan, ketimpangan sosial, dan krisis pangan di berbagai daerah. Program yang dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional menunjukkan bahwa kurban dapat memberikan dampak berlapis bagi umat, mulai dari peternak hingga penerima manfaat.

Akhirnya, mari kita jadikan momentum Idul Adha sebagai sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperluas manfaat ibadah kita. Dengan mendukung kurban berkelanjutan desa, kita tidak hanya beribadah kepada Allah SWT, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang lebih adil dan sejahtera.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

06/05/2026 | Kontributor: Admin
Kurban Produktif BAZNAS: Ibadah yang Memberi Manfaat Jangka Panjang

DALAM ajaran Islam, ibadah kurban bukan hanya sekadar ritual penyembelihan hewan pada Hari Raya Iduladha. Lebih dari itu, kurban memiliki dimensi sosial yang sangat kuat, terutama dalam membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Konsep inilah yang kemudian dikembangkan menjadi kurban produktif BAZNAS, sebuah pendekatan ibadah yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan sosial, kehadiran kurban produktif BAZNAS menjadi solusi nyata. Program ini tidak hanya menyalurkan daging kurban kepada yang membutuhkan, tetapi juga memberdayakan peternak lokal dan masyarakat desa agar lebih mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, kurban menjadi instrumen pembangunan umat, bukan sekadar konsumsi sesaat.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan inovasi melalui program “Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026” yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berkurban sekaligus menciptakan dampak luas. Melalui integrasi kanal digital dan distribusi yang terencana, program ini menjangkau berbagai wilayah termasuk daerah terpencil dan terdampak bencana .

Konsep Kurban Produktif dalam Perspektif Islam

Konsep kurban produktif BAZNAS lahir dari pemahaman bahwa ibadah dalam Islam selalu memiliki nilai maslahat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang besar dalam membantu sesama manusia.

Dalam perspektif syariat, kurban merupakan bentuk ketakwaan yang diwujudkan melalui pengorbanan harta terbaik. Namun, Islam juga mendorong agar setiap ibadah memberikan manfaat luas bagi umat. Oleh karena itu, pendekatan produktif menjadi relevan untuk mengoptimalkan potensi kurban.

Melalui kurban produktif BAZNAS, hewan kurban tidak hanya dibeli dari pasar, tetapi berasal dari program pemberdayaan peternak mustahik. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat, di mana penerima zakat dapat naik kelas menjadi pelaku usaha yang mandiri.

Data menunjukkan bahwa potensi ekonomi kurban di Indonesia sangat besar, bahkan mencapai sekitar Rp34,85 triliun pada tahun 2025 . Potensi ini jika dikelola secara optimal dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Dengan demikian, kurban produktif BAZNAS bukan hanya ibadah personal, tetapi juga strategi pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Kurban Produktif

Salah satu keunggulan utama dari kurban produktif BAZNAS adalah dampaknya yang berlapis (multiplier effect). Program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima daging kurban, tetapi juga kepada peternak dan pelaku ekonomi di desa.

Pertama, dari sisi sosial, kurban membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama di daerah yang rawan pangan. Momentum Iduladha menjadi kesempatan untuk mendistribusikan protein hewani kepada masyarakat kurang mampu.

Kedua, dari sisi ekonomi, program ini memberdayakan peternak lokal. Hewan kurban disuplai dari peternak binaan BAZNAS, sehingga meningkatkan pendapatan mereka dan mendorong kemandirian ekonomi desa .

Ketiga, kurban produktif BAZNAS juga berperan dalam pemerataan kesejahteraan. Distribusi kurban tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menjangkau daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.

Keempat, program ini membantu mengurangi kesenjangan distribusi daging kurban antara kota dan desa. BAZNAS secara strategis mengatur distribusi agar lebih merata .

Kelima, manfaat jangka panjangnya adalah terbentuknya ekosistem ekonomi berbasis syariah yang kuat dan berkelanjutan.

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa

Program ini merupakan implementasi nyata dari konsep kurban produktif BAZNAS. Melalui program ini, masyarakat dapat berkurban dengan mudah melalui berbagai kanal digital dan layanan modern.

BAZNAS menghadirkan sistem yang memudahkan masyarakat dalam menunaikan kurban secara cepat, aman, dan terpercaya. Hal ini menjadi solusi di era digital, di mana kemudahan akses sangat dibutuhkan .

Program ini juga dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. Hewan kurban berasal dari peternak binaan, sehingga setiap transaksi kurban turut mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Selain itu, distribusi kurban diperluas hingga ke wilayah bencana dan bahkan ke Palestina. Ini menunjukkan bahwa kurban produktif BAZNAS memiliki dimensi kemanusiaan global .

BAZNAS juga menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban setiap tahun sebagai bagian dari optimalisasi potensi ekonomi umat. Dengan pengelolaan yang profesional, kurban menjadi instrumen pembangunan sosial yang efektif.

Program ini menjadi bukti bahwa ibadah dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan dan pembangunan.

Peran Kurban Produktif dalam Pemberdayaan Desa

Salah satu fokus utama dari kurban produktif BAZNAS adalah pemberdayaan desa. Desa menjadi titik awal pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Melalui program ini, BAZNAS membina peternak lokal agar mampu menghasilkan hewan kurban berkualitas. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, program ini mendorong transformasi sosial di desa. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang aktif.

BAZNAS juga memastikan bahwa manfaat kurban dirasakan secara luas oleh masyarakat desa, termasuk dalam bentuk peningkatan kesejahteraan dan akses terhadap pangan bergizi .

Dengan demikian, kurban produktif BAZNAS menjadi solusi konkret dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan bahwa setiap ibadah memiliki nilai yang lebih luas dari sekadar ritual. Kurban produktif BAZNAS adalah contoh nyata bagaimana ibadah dapat menjadi sarana pemberdayaan dan pembangunan umat.

Melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, kurban produktif BAZNAS mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang merata.

Dengan potensi ekonomi kurban yang sangat besar, umat Islam memiliki peluang untuk menjadikan kurban sebagai kekuatan sosial yang luar biasa. Pengelolaan yang profesional dan amanah menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

06/05/2026 | Kontributor: Admin
Solusi Kurban Amanah dan Tepat Sasaran di Indonesia

IBADAH kurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Di tengah perkembangan zaman, kebutuhan akan sistem pengelolaan kurban yang lebih profesional, transparan, dan berdampak luas menjadi semakin penting.

Dalam konteks ini, kurban BAZNAS yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional hadir sebagai solusi yang menjawab tantangan tersebut. Program ini tidak hanya memudahkan umat Islam dalam berkurban, tetapi juga memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terpencil dan tertinggal.

Transformasi Ibadah jadi Pemberdayaan

Seiring perkembangan program kurban nasional, kurban BAZNAS kini tidak lagi sekadar berfokus pada penyembelihan dan distribusi daging. Melalui program terbaru bertajuk Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, BAZNAS menghadirkan konsep kurban yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

Program ini memberikan kemudahan akses kepada masyarakat melalui berbagai kanal, baik offline maupun digital, sehingga siapa pun dapat berpartisipasi dengan mudah.

Lebih dari itu, kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi daging bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi desa, khususnya melalui pemberdayaan peternak lokal.

Hdupkan Desa

Dalam pelaksanaan program tahun 2026, kurban BAZNAS membawa semangat baru bahwa ibadah kurban harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat. Melalui konsep “berdayakan desa”, seluruh hewan kurban yang dihimpun berasal dari Balai Ternak BAZNAS yang dikelola oleh para peternak mustahik.

Para peternak ini tidak hanya menjadi penyedia hewan kurban, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif dari BAZNAS, mulai dari teknik beternak, manajemen usaha, hingga pemasaran. Dengan demikian, dana yang dikeluarkan oleh pekurban tidak berhenti pada proses penyembelihan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi umat.

Program ini menunjukkan bahwa kurban BAZNAS mampu mengubah pola ibadah konsumtif menjadi produktif, di mana setiap hewan kurban memiliki nilai keberlanjutan yang lebih luas.

Distribusi Luas hingga Wilayah Krisis

Salah satu keunggulan utama kurban BAZNAS adalah distribusinya yang menjangkau wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses daging kurban. BAZNAS secara khusus mengalokasikan distribusi ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta wilayah terdampak bencana.

Bahkan pada program 2026, sebagian hewan kurban juga disalurkan ke wilayah bencana dan luar negeri seperti Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Selain itu, sekitar 10% alokasi kurban difokuskan untuk daerah terdampak bencana di Sumatera, dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat.

Hal ini menegaskan bahwa kurban BAZNAS tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki cakupan nasional hingga global dalam membantu sesama.

Kemudahan Akses Kurban di Era Digital

Salah satu inovasi penting dalam kurban BAZNAS adalah kemudahan akses layanan melalui berbagai kanal. Masyarakat kini dapat menunaikan kurban dengan lebih praktis tanpa harus datang langsung ke lokasi penyembelihan.

BAZNAS menyediakan layanan digital yang memungkinkan pemilihan hewan kurban, pembayaran, hingga pelaporan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dengan sistem ini, masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang, meskipun memiliki keterbatasan waktu atau lokasi.

Kemudahan ini menjadi bukti bahwa kurban BAZNAS mampu beradaptasi dengan kebutuhan umat di era modern tanpa mengurangi nilai-nilai syariat.

Dampak Nyata Kurban bagi Umat

Program kurban BAZNAS memberikan berbagai dampak positif yang signifikan, di antaranya:

Memberikan akses daging kurban kepada masyarakat yang jarang mendapatkannya
Mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemberdayaan peternak
Memperkuat solidaritas sosial antarumat
Menjadikan kurban sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar konsumsi

Pada tahun-tahun sebelumnya, distribusi kurban BAZNAS bahkan mampu menjangkau puluhan provinsi dengan ratusan ribu penerima manfaat.

Hal ini menunjukkan bahwa kurban BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial berbasis keagamaan di Indonesia.

Investasi Sosial dan Spiritual

Dalam Islam, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan berlipat ganda. Melalui kurban BAZNAS, ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan.

BAZNAS mengajak masyarakat untuk melihat kurban sebagai sarana membangun keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Dengan konsep ini, kurban tidak hanya dirasakan pada hari raya, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.

Sebagaimana disampaikan dalam program Kurban Berkah Berdayakan Desa, kurban diharapkan mampu “menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial.”

Saatnya Memilih yang Lebih Berdampak

Di era modern yang penuh tantangan ini, umat Islam dituntut untuk menjalankan ibadah dengan lebih bijak dan berdampak luas. Kurban BAZNAS hadir sebagai solusi yang menggabungkan nilai ibadah, profesionalitas, dan pemberdayaan sosial dalam satu program terpadu.

Dengan sistem yang amanah, distribusi yang tepat sasaran, serta dampak yang berkelanjutan, kurban BAZNAS menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkurban dengan lebih bermakna.

Melalui kurban BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga turut serta dalam membangun kesejahteraan umat dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

03/05/2026 | Kontributor: Admin
Kurban Berkah BAZNAS: Berbagi Sekaligus Memberdayakan Desa

IBADAH kurban bukan sekadar ritual tahunan yang dilaksanakan saat Iduladha, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan. Dalam konteks modern, pelaksanaan kurban semakin berkembang dengan hadirnya berbagai program terstruktur yang memberikan dampak lebih luas bagi umat. Salah satunya adalah kurban berkah baznas, sebuah program yang dirancang untuk tidak hanya menyalurkan daging kurban, tetapi juga memberdayakan masyarakat, khususnya di pedesaan.

Melalui program ini, umat Islam diajak untuk memahami bahwa kurban tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan yang terorganisir dan profesional, kurban berkah baznas menjadi solusi ibadah kurban yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

Konsep Kurban Berkah

Program kurban berkah baznas tahun 2026 mengusung konsep “Berdayakan Desa”, yang menekankan pada pemberdayaan peternak lokal sebagai bagian dari ekosistem kurban. Seluruh hewan kurban yang disalurkan berasal dari Balai Ternak BAZNAS yang dikelola oleh para mustahik (penerima zakat).

Hal ini menunjukkan bahwa dana dari para pekurban tidak hanya digunakan untuk pembelian hewan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi peternak kecil di desa. BAZNAS bahkan memberikan pendampingan intensif, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan pakan, hingga manajemen usaha ternak.

Dengan demikian, kurban berkah baznas menciptakan siklus kebaikan:

Pekurban mendapatkan pahala ibadah
Mustahik mendapatkan manfaat ekonomi
Masyarakat luas mendapatkan distribusi daging kurban

Akses Mudah Berkurban di Era Digital

Salah satu keunggulan dari program kurban berkah baznas adalah kemudahan akses bagi masyarakat. BAZNAS menyediakan berbagai kanal layanan, baik offline maupun online, sehingga memudahkan umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban tanpa hambatan geografis.

Kemudahan ini menjadi sangat penting di era digital, di mana mobilitas masyarakat tinggi dan kebutuhan akan layanan praktis semakin meningkat. Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, masyarakat dapat memantau proses kurban dari awal hingga distribusi.

Selain itu, program ini juga memastikan bahwa hewan kurban yang disediakan telah memenuhi syariat Islam dan standar kesehatan, sehingga ibadah menjadi lebih tenang dan sah secara agama.

Distribusi Tepat Sasaran hingga Wilayah Bencana

Keunggulan lain dari kurban berkah baznas adalah distribusi yang merata dan tepat sasaran. BAZNAS menyalurkan daging kurban ke berbagai wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Bahkan pada tahun 2026, BAZNAS memperluas jangkauan distribusi hingga ke wilayah bencana dan internasional seperti Palestina.

Langkah ini menunjukkan komitmen bahwa ibadah kurban tidak hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas global umat Islam. Dengan demikian, kurban berkah baznas menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas negara.

Dampak Ekonomi dari Kurban Berkah 

Potensi ekonomi dari ibadah kurban sangat besar. BAZNAS mencatat bahwa nilai kurban di Indonesia mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.

Melalui program kurban berkah baznas, potensi ini dikelola secara produktif untuk:

Memberdayakan peternak desa
Mengurangi kemiskinan
Meningkatkan ketahanan pangan
Mendorong ekonomi berbasis umat

Selain itu, program ini juga memperluas manfaat sosial dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Pada tahun sebelumnya, distribusi kurban bahkan menjangkau puluhan ribu penerima di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan ini, kurban berkah baznas menjadi instrumen pembangunan sosial yang nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Nilai Spiritual dan Keberkahan

Sebagai umat Islam, tujuan utama berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, Islam juga mengajarkan pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Program kurban berkah baznas menggabungkan kedua nilai tersebut secara harmonis. Ibadah yang dilakukan tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sebagaimana disampaikan dalam program ini, kurban diharapkan menjadi ibadah yang membawa keberkahan luas, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan.

Dengan demikian, berkurban melalui BAZNAS bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menebar kebaikan yang berkelanjutan.

Mengapa Memilih Kurban Berkah BAZNAS?

Ada beberapa alasan mengapa program kurban berkah baznas layak menjadi pilihan umat Islam:

Amanah dan terpercaya, dikelola oleh lembaga resmi negara yang memiliki kredibilitas tinggi.
Memberdayakan ekonomi umat, hewan kurban berasal dari peternak binaan BAZNAS.
Distribusi luas dan merata, menjangkau daerah terpencil hingga wilayah bencana dan luar negeri.
Mudah dan praktis, tersedia layanan digital yang memudahkan proses berkurban.
Dampak berkelanjutan, tidak hanya memberi manfaat sesaat, tetapi juga jangka panjang.

Kurban Berkah sebagai Solusi Ibadah Modern

Di era yang semakin kompleks, umat Islam membutuhkan solusi ibadah yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sosial. kurban berkah baznas hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Melalui program ini, ibadah kurban menjadi lebih dari sekadar ritual. Ia menjadi sarana pemberdayaan, pemerataan, dan penguatan solidaritas umat. Dari desa hingga dunia internasional, manfaatnya dirasakan secara luas.

Sebagai muslim, memilih kurban berkah baznas berarti kita tidak hanya beribadah, tetapi juga ikut serta dalam membangun kesejahteraan umat. Inilah esensi kurban yang sesungguhnya: mendekat kepada Allah sekaligus memberi manfaat bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

03/05/2026 | Kontributor: Admin

Artikel Terbaru

Puasa Senin dan Kamis, Rasakan Manfaatnya
Puasa Senin dan Kamis, Rasakan Manfaatnya
Lampung -- Ibadah puasa tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadhan. Umat Islam juga dapat melaksanakan puasa di hari biasa guna mendapatkan manfaat kesehatan dan spiritual, seperti puasa sunah Senin Kamis yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Manfaat puasa Senin Kamis sangat berlimpah, dari sisi kesehatan maupun spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda :"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa dalam kondisi berpuasa". (HR.Tarmidzi). Hari Senin dan Kamis dipilih karena Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari Kamis adalah hari saat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di peperangan Tabuk. Sebelum mengetahui manfaat puasa Senin Kamis, umat muslim diharuskan membaca niat terlebih dulu. Dalam fiqih Islam, semua ulama sepakat, bahwa tempatnya niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunah dengan tujuan membantu hati dalam menghadirkan niat. Doa Puasa Sunah Senin Kamis 1. Niat Puasa Hari Senin "Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Taala". 2. Niat Puasa Hari Kamis "Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala". Dengan melaksanakan puasa Senin Kamis secara teratur dapat memberikan banyak manfaat positif. Puasa sunah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga dapat menjadikan kita lebih disiplin dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, puasa Senin Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna. Berikut manfaat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari beberapa sumber : Manfaat Puasa Senin Kamis untuk Kesehatan 1. Menurunkan Kadar Lemak Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan begitu, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol. 2. Mengontrol Gula Darah Puasa membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi. Hal ini dapat menurunkan produksi insulin tubuh, dan hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. 3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Saat kita berpuasa, hormon adrenalin dan non-adrenalin sebagai cadangan energi dapat berkurang. Lemak akan dipakai oleh tubuh sebagai cadangan energi dan risiko aterosklerosis atau penyumbatan arteri akibat lemak dapat menurun. 4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan Puasa Senin Kamis, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mmencerna makanan. Dengan begitu fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya, sehingga terhindar dari penyakit seperti lambung, sembelit, dan diare. 5. Meremajakan Sel-Sel Kulit Saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi, sel-sel terkait dapat beristirahat, sehingga berdampak pada peremajaan kulit menjadi lebih kencang. 6. Menurunkan Berat Badan Puasa dapat membatasi asupan kalori harian, sehingga dapat menurunkan berat badan dan tubuh lebih sehat. Manfaat Puasa Senin Kamis secara Spiritual 1. Meningkatkan Ketaqwaan dan Keimanan Saat melaksanakan puasa Senin Kamis, kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT. Kualitas ibadah kita juga dapat meningkat karena saat berpuasa, kita akan memiliki keinginan untuk menambah amal baik kita. 2. Terhindar dari Godaan Setan Puasa Senin Kamis adalah cara ibadah terbaik untuk mencegah upaya setan mempengaruhi jiwa kita. Dengan niat yang sudah kita panjatkan pada Allah SWT, pengaruh-pengaruh setan dapat dihindari. 3. Menumbuhkan Kesabaran Salah satu manfaat dari puasa Senin Kamis adalah melatih kesabaran untuk mengendalikan diri dan hawa nafsunya. 4. Bersyukur Puasa Senin Kamis dapat membuat kita lebih pintar dalam menahan diri dan bersyukur akan nikmat serta anugerah. 5. Disiplin Kita harus bisa mendisiplinkan otak dan pikiran. Segala pemikiran yang buruk dapat membatalkan puasa kita. Allah SWT mengetahui segala bentuk perbuatan kita, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 6. Memperkuat Koneksi dengan Sesama Puasa juga membantu kita memahami pengalaman orang-orang yang kurang beruntung. Ini dapat mendorong kita untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Itulah beberapa manfaat kesehatan dan spiritual dari puasa Senin Kamis yang dapat kita ambil hikmahnya. ***
ARTIKEL11/09/2025 | BL-01
Sudahkah Anda Bersedekah, Ini Lima Keutamaannya
Sudahkah Anda Bersedekah, Ini Lima Keutamaannya
Lampung -- Sedekah berasal kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271 : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.(HR. At-Tirmidzi). Melihat ada banyak cara untuk berbuat baik dengan melakukan sedekah, rasanya tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Apalagi, jika mengetahui banyaknya manfaat dan keutamaan dari bersedekah. Berikut 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits 1. Pasti diganti dan dibalas dengan pahala dan harta yang berlipat ganda Keistimewaan dari bersedekah adalah mendapatkan limpahan pahala yang terus menerus mengalir walaupun ia telah mati, Amalan ini yang biasa kita kenal dengan amal jariyah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.” Allah SWT juga berjanji bahwa siapapun yang melakukan amalan kebaikan dengan melakukan sedekah maka akan ia lipat gandakan pahala kebaikannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 2. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 3. Sedekah sebagai penghapus dosa Orang yang banyak bersedekah maka ia seperti air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah. Dengan sedekah, Allah SWTakan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu dan menolak untuk bersedekah. Kita juga tidak pernah tahu, berapa besar dosa-dosa yang kita miliki. Untuk itulah, sedekah bisa menjadi salah satu amalan yang harus konsisten kita lakukan. Rasulullah Saw bersabda. “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi) 4. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.”(Muttafaqun ‘alaih) 5. Mendapat naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.”(HR Ahmad). Itulah lima keutamaan sedekah yang tentunya akan menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. (Baznas Kota Sukambumi/BL-01) ***
ARTIKEL10/09/2025 | BL-01
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →