WhatsApp Icon
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah

KEHIDUPAN yang baik dan penuh berkah merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, kebahagiaan dalam Islam tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keberhasilan meraih cita-cita. Kehidupan yang berkah juga tercermin dari hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang harmonis, serta kemampuan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Untuk mewujudkannya, seorang Muslim perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, bekerja dengan jujur, menyayangi keluarga, dan membantu sesama merupakan bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.

Kebiasaan baik tersebut tidak harus dimulai dari perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk kehidupan yang lebih terarah dan bermakna. Berikut 15 tips Islami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menjaga Salat Lima Waktu

Salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat. Menjaga salat tepat waktu menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Biasakan menunaikan salat ketika waktunya tiba. Jika memungkinkan, persiapkan diri lebih awal agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk.

Selain menjaga pelaksanaannya, usahakan memahami bacaan dan menghayati maknanya. Dengan demikian, salat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga pengingat untuk menjaga perilaku dan menjalankan tanggung jawab dengan baik.

2. Membiasakan Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca, memahami, dan berusaha mengamalkan ajarannya dapat membantu seorang Muslim menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.

Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang untuk mulai membaca Al-Qur'an. Sisihkan beberapa menit setiap hari, misalnya setelah salat Subuh atau sebelum tidur.

Bagi yang belum lancar membaca Al-Qur'an, belajarlah secara bertahap dengan bimbingan guru yang kompeten. Sementara itu, mereka yang sudah lancar dapat memperdalam pemahaman melalui terjemahan dan tafsir.

Konsistensi menjadi hal penting dalam membangun kebiasaan ini. Mulailah dengan target yang realistis agar membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.

3. Memperbanyak Doa dan Zikir

Doa dan zikir membantu seorang Muslim mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan. Ketika menghadapi kesulitan, doa menjadi sarana memohon pertolongan. Saat memperoleh kebahagiaan, zikir dan doa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan.

Kebiasaan ini dapat dimulai dengan membaca zikir pagi dan petang, beristigfar, berdoa setelah salat, serta membaca doa sebelum tidur.

Meski demikian, doa dan zikir perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Ketika menghadapi persoalan pekerjaan, misalnya, seorang Muslim tetap perlu mencari solusi, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki cara bekerja sembari memohon pertolongan Allah SWT.

4. Membiasakan Diri Bersyukur

Bersyukur membantu seseorang menghargai nikmat yang telah dimiliki. Kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat seseorang lupa terhadap berbagai kebaikan yang telah diterimanya.

Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila manusia bersyukur, Dia akan menambah nikmat kepadanya.

Syukur tidak hanya diwujudkan dengan mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan nikmat untuk tujuan yang baik. Kesehatan dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan bekerja, harta untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu sesama, dan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Mulailah dengan menghargai hal-hal sederhana, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, makanan, dan tempat tinggal. Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, melainkan menghargai apa yang dimiliki sambil terus memperbaiki keadaan.

5. Mencari Rezeki yang Halal dan Baik

Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki melalui cara yang halal. Rezeki yang baik tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendapatan, tetapi juga dengan cara memperolehnya dan bagaimana harta tersebut digunakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjaga kejujuran, menepati janji, menyelesaikan tanggung jawab, serta menghormati hak orang lain. Hindari penipuan, kecurangan, dan tindakan yang merugikan pihak lain.

Bagi yang menjalankan usaha, sampaikan informasi produk atau jasa secara jujur. Sementara itu, dalam mengelola penghasilan, dahulukan kebutuhan pokok, hindari utang konsumtif yang tidak perlu, dan sisihkan sebagian harta untuk sedekah sesuai kemampuan.

Rezeki yang berkah tidak selalu berarti kekayaan berlimpah. Keberkahan juga dapat tercermin dari kecukupan, ketenangan dalam menggunakannya, serta manfaat yang dihasilkan bagi keluarga dan masyarakat.

6. Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua merupakan ajaran penting dalam Islam. Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 23.

Berbakti dapat diwujudkan melalui perkataan yang sopan, kesediaan mendengarkan nasihat yang baik, membantu kebutuhan mereka, serta meluangkan waktu untuk menemani dan memperhatikan keadaan mereka.

Bagi yang tinggal berjauhan, menjaga komunikasi melalui telepon atau melakukan kunjungan secara berkala dapat menjadi bentuk perhatian.

Jika orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap dapat berbuat baik dengan mendoakan mereka, menjaga hubungan dengan kerabat, dan melakukan kebaikan yang dibenarkan dalam Islam.

Namun, berbakti tidak berarti harus memenuhi permintaan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dalam keadaan demikian, seorang Muslim tetap perlu menjaga adab dan memperlakukan orang tua dengan baik.

7. Menjaga Silaturahmi dan Hubungan Baik dengan Sesama

Keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan. Hubungan yang baik dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi kesulitan sekaligus sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperlakukan sesama dengan baik. Karena itu, usahakan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi yang tenang dan menghindari perkataan yang menyakiti.

Belajarlah meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memaafkan orang lain ketika mereka berusaha memperbaiki diri. Menghormati perbedaan, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari pembicaraan buruk tentang orang lain juga merupakan bagian dari menjaga hubungan sosial.

Dengan membangun komunikasi yang sehat, kehidupan bermasyarakat dapat berjalan lebih harmonis dan dipenuhi sikap saling menghormati.

8. Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama

Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Melalui sedekah, seorang Muslim belajar untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu tetangga, menyumbangkan pakaian yang layak, atau membagikan ilmu yang bermanfaat juga dapat menjadi bentuk kebaikan.

Sesuaikan sedekah dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga. Jangan memaksakan diri hingga mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungan.

Membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama dapat melatih kepedulian dan mengurangi sikap berlebihan dalam mencintai harta. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam juga dapat berkontribusi dalam membantu mustahik serta masyarakat yang membutuhkan.

9. Menjaga Lisan dan Akhlak

Akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang lain.

Biasakan berbicara jujur, menghindari perkataan kasar, tidak menghina, dan tidak menyebarkan fitnah. Sebelum berbicara, pertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik.

Menjaga lisan juga berlaku ketika menggunakan media sosial. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menulis komentar yang merendahkan orang lain, atau terlibat dalam pertengkaran yang tidak membawa manfaat.

Jika melakukan kesalahan, akui dan perbaiki. Meminta maaf merupakan bagian dari tanggung jawab atas perilaku sendiri sekaligus langkah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama.

10. Menuntut Ilmu dan Terus Memperbaiki Diri

Menuntut ilmu membantu seorang Muslim memahami ajaran agama sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Luangkan waktu untuk mempelajari Al-Qur'an, hadis, fikih dasar, dan akhlak. Selain ilmu agama, tingkatkan pula keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab masing-masing.

Pilih sumber belajar yang dapat dipercaya. Dalam urusan agama, pelajari penjelasan dari ulama dan lembaga keislaman yang kompeten agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

Selain menambah pengetahuan, biasakan mengevaluasi diri. Periksa kembali apakah ibadah telah terjaga, pekerjaan dilakukan dengan jujur, dan hubungan dengan keluarga dipelihara dengan baik.

Perbaikan diri merupakan proses berkelanjutan. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan perubahan.

11. Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Amanah

Tubuh merupakan amanah yang perlu dijaga. Kondisi fisik dan mental yang baik membantu seseorang menjalankan ibadah, bekerja, belajar, serta memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.

Terapkan kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menjaga waktu tidur. Hindari kebiasaan yang merusak kesehatan dan jangan mengabaikan keluhan yang membutuhkan pertolongan profesional.

Menjaga kesehatan juga berarti memahami batas kemampuan diri. Istirahat yang cukup bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kemampuan untuk menjalani aktivitas dengan baik.

Dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim dapat berusaha menjalankan berbagai amanah kehidupan secara lebih optimal.

12. Mengelola Waktu dengan Bijaksana

Waktu merupakan nikmat yang tidak dapat diulang. Karena itu, gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, baik dalam urusan ibadah, pekerjaan, keluarga, maupun pengembangan diri.

Buatlah jadwal harian sederhana yang memprioritaskan kewajiban utama. Sisihkan waktu untuk salat, bekerja, belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga.

Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk aktivitas digital yang tidak memberikan manfaat berarti.

Namun, mengelola waktu bukan berarti harus selalu sibuk. Istirahat, berolahraga, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga juga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup.

13. Bersabar dan Bertawakal kepada Allah SWT

Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Seseorang dapat menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kegagalan dalam pekerjaan, atau ujian kesehatan.

Dalam keadaan tersebut, Islam mengajarkan pentingnya kesabaran dan tawakal. Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha, sedangkan tawakal bukan berarti menunggu pertolongan tanpa melakukan apa pun.

Seorang Muslim perlu berusaha mencari jalan keluar, berdoa kepada Allah SWT, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Ketika mengalami kegagalan, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Jika menghadapi persoalan yang berat, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional yang sesuai.

Setiap orang memiliki ujian dan proses kehidupan yang berbeda. Karena itu, hindari mengukur keberhasilan diri hanya dengan membandingkan kehidupan dengan orang lain.

14. Membiasakan Istigfar dan Bertobat

Setiap manusia dapat melakukan kesalahan. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan senantiasa berusaha memperbaiki diri.

Membaca istigfar merupakan salah satu cara memohon ampun kepada Allah. Namun, istigfar hendaknya disertai kesungguhan untuk meninggalkan dosa dan memperbaiki perilaku.

Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, upayakan mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sesuai keadaan.

Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Sebaliknya, gunakan pengalaman tersebut sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Dengan membiasakan istigfar dan bertobat, seorang Muslim belajar bersikap rendah hati serta menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan ampunan dan bimbingan Allah SWT.

15. Membiasakan Doa agar Hidup Penuh Berkah

Selain melakukan berbagai ikhtiar, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kehidupan yang baik dan penuh keberkahan.

Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat dibaca sehari-hari.

“Ya Allah, berkahilah kehidupanku, keluargaku, pekerjaanku, dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku. Bimbinglah aku agar senantiasa berada di jalan yang benar. Jadikanlah aku hamba yang rajin beribadah, pandai bersyukur, sabar menghadapi ujian, dan ikhlas dalam melakukan kebaikan. Jauhkanlah aku dan keluargaku dari keburukan, serta berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Amin.”

Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan langsung dari Al-Qur'an atau hadis. Seorang Muslim dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahami dengan tetap memperhatikan tuntunan syariat.

Biasakan berdoa bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga ketika keadaan sedang baik. Dengan demikian, doa menjadi bagian dari kebiasaan untuk memohon petunjuk sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT.

Contoh Rutinitas Islami dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar berbagai kebiasaan baik di atas lebih mudah diterapkan, mulailah dengan rutinitas sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Pagi hari:

  • Bangun dan menunaikan salat Subuh.

  • Membaca Al-Qur'an atau zikir pagi.

  • Berdoa sebelum memulai aktivitas.

  • Menentukan prioritas pekerjaan dan tanggung jawab hari itu.

Siang hingga sore:

  • Menjaga salat lima waktu.

  • Bekerja atau belajar dengan jujur dan sungguh-sungguh.

  • Menjaga perkataan dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.

  • Menyempatkan diri membantu keluarga atau orang yang membutuhkan.

Malam hari:

  • Menunaikan salat Isya.

  • Meluangkan waktu bersama keluarga.

  • Mengevaluasi perilaku dan aktivitas sepanjang hari.

  • Membaca doa sebelum tidur serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Rutinitas tersebut bukan aturan wajib yang harus diikuti dengan susunan persis seperti di atas. Jadikanlah sebagai panduan yang dapat disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing.

Menjalani Hidup dengan Iman, Ikhtiar, dan Rasa Syukur

Kehidupan yang penuh berkah tidak selalu ditandai dengan kelimpahan materi atau terbebas dari berbagai ujian. Keberkahan juga dapat hadir melalui hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang saling mendukung, serta kesempatan untuk terus berbuat baik.

Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, bersyukur, mencari rezeki yang halal, berbakti kepada orang tua, dan membantu sesama merupakan beberapa kebiasaan yang dapat memperkuat kualitas kehidupan seorang Muslim.

Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan, kemudian pertahankan secara konsisten dan tingkatkan secara bertahap.

Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjalani kehidupan dengan iman yang kuat, akhlak yang mulia, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Lima Adab Bertetangga dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah SAW!

MENJAGA hubungan baik dengan tetangga merupakan salah satu akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam. Tetangga adalah orang-orang yang tinggal di sekitar kita dan dapat menjadi pihak terdekat untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan. Karena itu, hubungan bertetangga perlu dibangun atas dasar saling menghormati, kepedulian, dan sikap menjaga hak satu sama lain.

Rasulullah SAW memberikan banyak teladan tentang pentingnya memperlakukan tetangga dengan baik. Ajaran tersebut mencakup menjaga perkataan, tidak mengganggu kenyamanan orang lain, berbagi makanan, memberikan pertolongan, serta memelihara hubungan baik meskipun terdapat perbedaan atau kesalahpahaman.

Adab bertetangga juga tidak terbatas pada orang yang memiliki hubungan dekat atau seagama. Seorang Muslim dianjurkan untuk berbuat baik kepada tetangga yang berbeda agama, latar belakang, maupun kebiasaan, selama tetap berpegang pada prinsip ajaran Islam.

Lantas, apa saja adab bertetangga yang dicontohkan Rasulullah SAW dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut lima di antaranya.

1. Menghormati dan Berbuat Baik kepada Tetangga

Adab pertama adalah menghormati dan memperlakukan tetangga dengan baik. Islam menempatkan hubungan dengan tetangga sebagai bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah SWT memerintahkan umat manusia untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, dan golongan lainnya. Ayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada tetangga merupakan bagian dari tuntunan agama yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim bahwa siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berbuat baik kepada tetangganya.

Ajaran tersebut dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti menyapa ketika berpapasan, berbicara dengan sopan, menghargai privasi, dan tidak mencampuri urusan pribadi tetangga tanpa alasan yang tepat.

Ketika tetangga mengadakan acara keluarga, misalnya, kita dapat menunjukkan sikap saling menghormati dengan menjaga ketertiban dan membicarakan persoalan yang muncul melalui komunikasi yang baik.

Selain itu, hindari membeda-bedakan perlakuan berdasarkan status ekonomi, kedudukan sosial, atau latar belakang seseorang. Dengan membiasakan sikap saling menghormati, hubungan bertetangga dapat terjalin lebih harmonis dan lingkungan tempat tinggal menjadi lebih nyaman.

2. Tidak Mengganggu atau Menyakiti Tetangga

Adab berikutnya adalah menjaga diri agar tidak mengganggu atau menyakiti tetangga, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari, Rasulullah SAW memberikan peringatan tentang seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. Pesan ini menegaskan bahwa keimanan juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Seorang Muslim tidak cukup hanya memperhatikan ibadahnya sendiri, tetapi juga perlu menjaga hak dan kenyamanan orang lain. Beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari dalam kehidupan bertetangga antara lain:

  • Memutar musik atau menghasilkan suara keras hingga mengganggu waktu istirahat.

  • Membiarkan sampah menumpuk atau menimbulkan bau tidak sedap di sekitar rumah.

  • Memarkir kendaraan hingga menghalangi jalan atau akses rumah tetangga.

  • Membicarakan keburukan tetangga dan menyebarkan gosip yang belum jelas kebenarannya.

  • Menggunakan atau mengambil barang milik tetangga tanpa izin.

  • Melakukan aktivitas yang mengganggu ketenangan lingkungan tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Apabila tanpa sengaja menimbulkan gangguan, sebaiknya segera meminta maaf dan memperbaiki keadaan. Tindakan sederhana, seperti mengecilkan volume suara pada malam hari atau memastikan kendaraan tidak menghalangi akses rumah orang lain, merupakan bentuk kepedulian terhadap kenyamanan bersama.

Menjaga tetangga dari gangguan bukan hanya menciptakan lingkungan yang tertib, tetapi juga menjadi wujud nyata akhlak yang baik.

3. Berbagi Makanan dan Saling Memberi

Berbagi makanan merupakan salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan dengan tetangga. Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian sosial dan tidak bersikap egois terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah SAW menasihati Abu Dzar agar memperbanyak kuah ketika memasak dan memperhatikan tetangganya dengan membagikan sebagian makanan tersebut.

Nasihat ini mengajarkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui pemberian yang besar. Kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

Ketika memasak dalam jumlah lebih, misalnya, kita dapat berbagi makanan dengan tetangga. Berbagi juga dapat dilakukan dengan memberikan buah dari kebun atau mengirimkan hidangan sederhana pada kesempatan tertentu.

Jika tetangga sedang sakit, kita bisa menawarkan bantuan untuk membeli makanan atau memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara itu, ketika mereka mengalami musibah, perhatian dan dukungan sederhana dapat membantu meringankan beban yang dirasakan.

Meski demikian, berbagi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan keluarga sendiri. Islam tidak mengajarkan seseorang untuk memaksakan diri di luar kemampuannya.

Dengan membiasakan berbagi, hubungan bertetangga tidak sekadar terjalin karena tinggal berdekatan, tetapi juga tumbuh menjadi hubungan yang dilandasi kepedulian dan kebersamaan.

4. Menolong Tetangga Ketika Mengalami Kesulitan

Seorang Muslim hendaknya tidak bersikap acuh ketika mengetahui tetangganya membutuhkan pertolongan. Hubungan bertetangga yang baik dapat menjadi sumber dukungan, terutama ketika seseorang menghadapi situasi sulit.

Pertolongan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan tenaga dan dukungan moral hingga bantuan materi sesuai kemampuan.

Ketika tetangga sedang sakit, misalnya, kita dapat menjenguk, menanyakan kebutuhannya, atau membantu mengurus keperluan mendesak. Saat terjadi musibah seperti kebakaran atau banjir, kita dapat membantu proses evakuasi, menyediakan makanan, atau menghubungkan mereka dengan pihak yang mampu memberikan bantuan.

Perhatian juga dapat diberikan kepada tetangga lanjut usia yang tinggal sendiri. Menanyakan kabar atau membantu membawa barang belanjaan mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan manfaat bagi mereka.

Dalam memberikan pertolongan, penting untuk tetap menghormati privasi dan menjaga martabat orang yang dibantu. Bantuan sebaiknya diberikan dengan tulus, bukan untuk mencari pujian atau mengungkit kebaikan pada kemudian hari.

Menolong tetangga menjadi kesempatan untuk mengamalkan nilai kasih sayang dan kepedulian dalam Islam sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.

5. Menjaga Silaturahmi dan Memaafkan Kesalahan Tetangga

Perbedaan pendapat dan kesalahpahaman terkadang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bertetangga. Perbedaan kebiasaan, persoalan batas tanah, kebisingan, atau masalah parkir dapat memicu perselisihan apabila tidak diselesaikan dengan baik.

Karena itu, seorang Muslim perlu menjaga komunikasi, bersikap sabar, dan berusaha menyelesaikan persoalan secara bijaksana. Kebiasaan menyapa, mengunjungi ketika diperlukan, serta menghindari permusuhan berkepanjangan dapat membantu menjaga hubungan tetap baik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat hubungan dengan tetangga.

Pertama, menyelesaikan masalah melalui komunikasi yang sopan. Jika ada tindakan yang mengganggu, sampaikan keberatan secara baik-baik tanpa menghina atau mempermalukan pihak lain.

Kedua, tidak terburu-buru mempercayai kabar yang belum jelas. Ketika terjadi kesalahpahaman, cari penjelasan secara langsung dengan cara yang santun.

Ketiga, belajar memaafkan kesalahan yang tidak disengaja. Selama persoalan masih dapat diselesaikan secara wajar, sikap lapang dada dapat membantu mencegah konflik berkepanjangan.

Keempat, tidak memperbesar perselisihan. Hindari menyebarkan masalah kepada orang lain apabila hal tersebut justru memperburuk keadaan.

Meski demikian, menjaga hubungan baik tidak berarti membiarkan tindakan yang membahayakan atau melanggar hak. Jika terjadi ancaman, kekerasan, atau pelanggaran serius, kita tetap dapat meminta bantuan pihak berwenang melalui cara yang tepat.

Dengan mengedepankan komunikasi dan sikap saling menghormati, banyak persoalan dapat diselesaikan tanpa harus merusak hubungan bertetangga.

Manfaat Menerapkan Adab Bertetangga dalam Islam

Menerapkan adab bertetangga memberikan manfaat bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Sikap saling menghormati membantu mengurangi gangguan dan perselisihan.

  2. Mempererat hubungan sosial. Tetangga yang saling mengenal lebih mudah membangun komunikasi dan kerja sama.

  3. Menumbuhkan kepedulian. Kebiasaan saling membantu membuat masyarakat lebih siap menghadapi kesulitan bersama.

  4. Menghindari konflik yang tidak perlu. Komunikasi yang baik membantu menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi perselisihan besar.

  5. Mengamalkan ajaran Islam. Berbuat baik kepada tetangga merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Manfaat tersebut dapat dirasakan ketika setiap orang berusaha memulai kebaikan dari dirinya sendiri. Kita tidak perlu menunggu semua tetangga bersikap baik terlebih dahulu untuk mulai menunjukkan akhlak terpuji.

Membangun Lingkungan yang Harmonis Dimulai dari Diri Sendiri

Adab bertetangga bukan hanya tentang menghindari perselisihan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang lain, menjaga perkataan, berbagi makanan, menolong ketika dibutuhkan, dan memaafkan kesalahan merupakan tindakan sederhana yang dapat memperkuat kebersamaan.

Keteladanan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa akhlak mulia perlu tercermin dalam hubungan dengan sesama, termasuk dengan orang-orang yang tinggal paling dekat dengan kita.

Karena itu, membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian dapat dimulai dari rumah masing-masing. Dengan menjaga hak tetangga dan membiasakan diri untuk berbuat baik, kita turut menciptakan kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis dan sejalan dengan nilai-nilai Islam.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Ini Doa Memohon Anak Saleh dan Salehah, Dicontohkan Para Nabi

SETIAP orang tua Muslim tentu mendambakan anak yang saleh dan salehah, beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama. Anak bukan hanya anugerah yang membawa kebahagiaan dalam keluarga, tetapi juga amanah dari Allah SWT yang perlu dijaga dan dididik dengan penuh kasih sayang.

Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua adalah senantiasa mendoakan kebaikan bagi anak. Melalui doa, orang tua memohon agar Allah SWT memberikan petunjuk, menguatkan keimanan, memudahkan anak dalam beribadah, serta membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa.

Al-Qur'an mengajarkan sejumlah doa untuk memohon keturunan yang baik. Beberapa di antaranya merupakan doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria AS, serta doa agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati.

Lantas, apa saja doa memohon anak saleh dan salehah yang dapat diamalkan? Berikut bacaan, arti, dan maknanya, beserta ikhtiar mendidik anak agar tumbuh dalam kebaikan.

1. Doa dalam Surah Al-Furqan Ayat 74

Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon keluarga dan keturunan yang baik terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini berisi permohonan agar pasangan dan anak-anak menjadi penyejuk hati serta agar diri sendiri dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

Bacaan latin:

Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lil muttaqina imama.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).

Makna Doa

Doa ini mengandung harapan agar keluarga tumbuh dalam keimanan, ketaatan, dan akhlak yang baik. Anak yang menjadi penyejuk hati bukan semata-mata anak yang membanggakan orang tua, tetapi juga anak yang berusaha menjalankan ajaran agama dan menghadirkan kebaikan di lingkungannya.

Selain memohon keturunan yang baik, orang tua juga memohon agar dirinya menjadi teladan dalam ketakwaan. Artinya, harapan memiliki anak saleh dan salehah perlu disertai usaha memperbaiki diri, mulai dari menjaga salat, berkata jujur, bersikap sabar, hingga menghormati orang lain.

Doa ini dapat dibaca setelah salat atau ketika bermunajat kepada Allah SWT. Tidak ada keharusan menetapkan jumlah bacaan tertentu untuk mengamalkannya.

2. Doa Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa singkat untuk memohon keturunan yang termasuk golongan orang saleh. Doa ini terdapat dalam Surah As-Saffat ayat 100.

Bacaan latin: Rabbi hab li minas salihin.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. As-Saffat: 100).

Makna Doa 

Doa ini menunjukkan bahwa memiliki keturunan bukan satu-satunya harapan. Nabi Ibrahim AS juga memohon agar keturunannya menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.

Kesalehan merupakan karunia yang sangat berharga. Anak yang saleh dan salehah diharapkan memiliki keimanan yang kuat, menjaga ibadah, berperilaku baik, serta mampu membedakan perbuatan yang benar dan salah.

Bagi pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hati, doa ini dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon keturunan kepada Allah SWT. Bagi orang tua yang telah memiliki anak, doa yang sama dapat diamalkan untuk memohon agar anak-anak senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.

Doa juga menjadi wujud penghambaan dan tawakal. Karena itu, orang tua hendaknya terus memohon kepada Allah SWT sembari melakukan ikhtiar yang baik dan tidak kehilangan harapan ketika keinginan belum terwujud sesuai waktu yang diharapkan.

3. Doa Nabi Zakaria AS 

Al-Qur'an juga mengabadikan doa Nabi Zakaria AS ketika memohon keturunan yang baik. Doa tersebut terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 38.

Bacaan latin:

Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan tayyibatan innaka sami'ud du'a.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Pelajaran dari doa Nabi Zakaria 

Kisah Nabi Zakaria AS mengajarkan tentang ketekunan dalam berdoa dan keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT. Beliau memohon keturunan yang baik, mengingatkan umat Islam bahwa Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya.

Keturunan yang baik tidak hanya diukur dari kesehatan fisik atau keberhasilan duniawi. Keimanan, akhlak, dan perilaku yang terpuji juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang diharapkan orang tua.

Doa ini dapat diamalkan oleh pasangan yang mendambakan keturunan maupun orang tua yang memohon kebaikan bagi anak-anaknya. Permohonan juga dapat disampaikan menggunakan bahasa yang dipahami, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

4. Doa Keturunan Rajin Mendirikan Salat

Anak yang saleh dan salehah diharapkan tidak hanya memiliki perilaku yang baik, tetapi juga menjaga hubungannya dengan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah membiasakan diri mendirikan salat.

Dalam Surah Ibrahim ayat 40, terdapat doa Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan keturunannya senantiasa mendirikan salat.

Bacaan latin: Rabbij'alni muqimas salati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du'a.

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40).

Mengapa doa ini penting?

Salat merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam. Dengan memohon agar diri sendiri dan keturunan senantiasa mendirikan salat, orang tua diingatkan bahwa pendidikan agama perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua sebaiknya tidak hanya meminta anak untuk salat, tetapi juga memberikan contoh melalui kebiasaan beribadah secara konsisten. Ketika anak melihat orang tuanya menjaga salat, ia dapat belajar dari keteladanan yang nyata.

Selain itu, ajarkan salat secara bertahap sesuai usia anak. Pendekatan yang lembut, penjelasan yang mudah dipahami, dan suasana keluarga yang mendukung dapat membantu anak mengenal ibadah dengan lebih baik.

Doa ini sekaligus mengingatkan orang tua untuk memperbaiki kualitas ibadahnya sendiri sebelum berharap anak mengikuti jalan kebaikan tersebut.

5. Doa agar Anak Saleh dan Mendapat Keberkahan

Selain mengamalkan doa-doa dari Al-Qur'an, orang tua dapat memohon kepada Allah SWT menggunakan kalimat yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya, memohon agar anak diberikan kesehatan, dilindungi dari keburukan, dibimbing dalam ketaatan, dan dimudahkan untuk berbuat baik kepada sesama.

Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat diamalkan sebagai doa pribadi.

Bacaan doa: “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang saleh dan salehah. Jadikanlah mereka hamba-hamba-Mu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan senantiasa menjaga salat. Lindungilah mereka dari perbuatan buruk, pergaulan yang menyesatkan, serta segala sesuatu yang menjauhkan mereka dari jalan-Mu. Bimbinglah kami agar mampu mendidik mereka dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Jadikanlah anak-anak kami penyejuk hati di dunia dan bekal kebaikan bagi kami di akhirat. Amin.”

Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan ayat Al-Qur'an atau hadis. Orang tua dapat menyesuaikan susunan kata dan menyebut nama anak dalam doanya.

Hal terpenting bukan panjangnya rangkaian kalimat, melainkan ketulusan hati, keyakinan kepada Allah SWT, dan kesungguhan menjalankan ikhtiar yang baik.

6. Kapan Waktu Baik Membaca Doa Anak Saleh?

Pada dasarnya, doa untuk memohon kebaikan anak dapat dipanjatkan kapan saja. Tidak ada ketentuan bahwa doa memohon anak saleh dan salehah hanya boleh dibaca pada waktu tertentu.

Meski demikian, ada beberapa kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah salat wajib

Setelah menunaikan salat wajib, orang tua dapat meluangkan waktu untuk berzikir dan berdoa. Selain memohon ampunan serta kebaikan dunia dan akhirat, orang tua dapat memohon agar anak-anak diberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan ajaran Islam.

Mendoakan anak secara rutin dapat menjadi pengingat bahwa mendidik mereka merupakan amanah yang membutuhkan kesabaran dan pertolongan Allah SWT.

Saat salat malam

Salat malam, termasuk tahajud, dapat menjadi kesempatan untuk bermunajat dengan lebih khusyuk. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dijelaskan keutamaan berdoa kepada Allah pada sepertiga malam terakhir.

Orang tua dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk memohon kesehatan, keselamatan, ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia, dan keteguhan iman bagi anak-anaknya.

Ketika sujud

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang hamba berada dalam keadaan paling dekat dengan Tuhannya ketika bersujud, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memohon kebaikan bagi anak-anaknya dengan tetap memperhatikan ketentuan doa dalam salat sesuai tuntunan fikih yang diikuti.

Ketika anak menghadapi kesulitan

Doa tidak hanya dipanjatkan ketika anak sedang sehat, berprestasi, atau menunjukkan perilaku yang membanggakan. Ketika anak mengalami kesulitan belajar, menghadapi masalah pergaulan, atau sedang berusaha memperbaiki diri, orang tua juga perlu mendoakannya.

Rasa kecewa hendaknya tidak membuat orang tua berhenti berharap kepada Allah SWT. Sebaliknya, doa dapat menjadi penguat kesabaran sekaligus dorongan untuk mencari cara terbaik dalam mendampingi anak.

7. Cara Mendidik Anak agar Tumbuh Saleh

Doa merupakan ikhtiar spiritual yang penting, tetapi perlu disertai pendidikan, keteladanan, dan usaha nyata. Anak tidak hanya membutuhkan nasihat, melainkan juga lingkungan yang membantu mereka mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua.

1. Memberikan teladan yang baik

Anak banyak belajar melalui apa yang dilihat setiap hari. Karena itu, orang tua perlu berusaha menjadi contoh dalam menjalankan ibadah, menjaga perkataan, bersikap jujur, dan menghormati orang lain.

Jika ingin anak rajin salat, orang tua perlu menjaga salatnya sendiri. Jika ingin anak berkata jujur, biasakan kejujuran dalam keluarga. Keteladanan membantu anak memahami bahwa ajaran Islam bukan sekadar nasihat, melainkan pedoman hidup.

2. Mengenalkan Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak dini

Orang tua dapat mengenalkan Al-Qur'an, doa sehari-hari, kisah para nabi, serta dasar-dasar akhlak Islam sesuai usia anak. Lakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang menyenangkan.

Seiring bertambahnya usia, ajak anak memahami makna ibadah, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

3. Membiasakan ibadah dalam keluarga

Keluarga dapat membangun kebiasaan beribadah bersama, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur'an, dan berdoa sebelum melakukan kegiatan tertentu.

Kebiasaan tersebut membantu anak memahami bahwa agama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sesuatu yang dibicarakan ketika mereka melakukan kesalahan.

4. Menanamkan akhlak mulia

Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga dengan perilaku terhadap sesama manusia. Ajarkan anak menghormati orang tua, menyayangi saudara, berkata sopan, menepati janji, meminta maaf ketika bersalah, dan membantu orang yang membutuhkan.

5. Memperhatikan lingkungan pergaulan

Lingkungan dapat memengaruhi perkembangan perilaku anak. Orang tua perlu mengenal teman-teman anak, memperhatikan aktivitasnya, dan membangun komunikasi yang terbuka.

Pendampingan sebaiknya dilakukan dengan kasih sayang dan kepercayaan yang bertanggung jawab, bukan pengawasan berlebihan. Ajarkan anak memilih pergaulan yang baik serta berani menolak ajakan yang bertentangan dengan nilai agama dan moral.

6. Menasihati tanpa merendahkan

Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu memberikan nasihat dan konsekuensi yang sesuai. Namun, hindari melabeli anak sebagai nakal, gagal, atau tidak berguna.

Tegurlah perilakunya tanpa merendahkan martabatnya. Terus doakan kebaikannya, termasuk ketika ia sedang berusaha memperbaiki diri.

7. Mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian

Orang tua dapat mengajarkan tanggung jawab melalui tugas sederhana, seperti merapikan barang, menjaga kebersihan, menyelesaikan pekerjaan sekolah, dan membantu anggota keluarga.

Ketika anak melakukan kesalahan, ajak ia memahami akibat perbuatannya dan memperbaikinya. Dengan demikian, anak belajar untuk mengakui kesalahan serta bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.

8. Keutamaan Memiliki Anak Saleh

Anak yang saleh dan salehah merupakan salah satu karunia berharga dalam Islam. Kesalehan anak tidak hanya membawa harapan akan kebaikan dalam kehidupan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan manfaat yang dapat terus dirasakan orang tua setelah meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih riwayat Muslim bahwa apabila manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya mendidik anak agar mengenal Allah SWT, menjalankan ajaran agama, dan terbiasa mendoakan orang tuanya.

Meski demikian, kesalehan anak bukan sesuatu yang dapat dijamin hanya melalui satu doa. Anak tumbuh melalui berbagai proses, pengalaman, dan pembelajaran. Karena itu, orang tua perlu terus memberikan pendidikan terbaik sembari memohon pertolongan Allah SWT.

Anak yang saleh dan salehah juga diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, baik dengan bersikap jujur, bertanggung jawab, membantu sesama, maupun menjaga nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, tujuan mendidik anak bukan semata-mata agar orang tua merasa bangga, tetapi agar anak tumbuh menjadi hamba Allah yang baik dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.

9. Pertanyaan Umum tentang Doa Anak Saleh

Apakah doa anak saleh boleh dibaca setiap hari?

Ya. Orang tua boleh mendoakan kebaikan anak setiap hari. Beberapa doa yang dapat diamalkan antara lain doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74, Surah Ali Imran ayat 38, Surah As-Saffat ayat 100, dan Surah Ibrahim ayat 40.

Tidak ada ketentuan umum bahwa doa-doa tersebut harus dibaca dengan jumlah tertentu agar permohonan dikabulkan.

Apakah ibu dan ayah sama-sama boleh mendoakan anak?

Tentu. Ibu dan ayah sama-sama dapat memohon agar anak menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keduanya juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan serta keteladanan yang baik.

Bolehkah berdoa agar anak menjadi penghafal Al-Qur'an?

Boleh. Orang tua dapat memohon agar anak mencintai Al-Qur'an, dimudahkan menghafalnya, memahami ajarannya, serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Permohonan tersebut hendaknya disertai pendampingan yang baik, pembelajaran sesuai kemampuan anak, dan penghargaan terhadap proses belajarnya.

Bagaimana jika anak belum menunjukkan perilaku saleh?

Jangan langsung berputus asa. Anak masih berada dalam proses belajar dan berkembang. Orang tua dapat mengevaluasi pendekatan pendidikan, membuka komunikasi yang baik, memberikan nasihat secara bijaksana, dan terus mendoakan kebaikannya.

Jika masalah yang dihadapi cukup berat, orang tua juga dapat mencari bantuan dari guru, konselor, atau pembimbing agama yang kompeten.

Apakah pasangan yang belum memiliki anak boleh membaca doa memohon keturunan?

Boleh. Pasangan yang mendambakan keturunan dapat mengamalkan doa Nabi Zakaria AS dalam Surah Ali Imran ayat 38 atau doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah As-Saffat ayat 100.

Di samping berdoa, pasangan dapat melakukan ikhtiar yang sesuai, termasuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Belum hadirnya keturunan bukan alasan untuk menyalahkan diri sendiri atau menganggap bahwa doa seseorang tidak diterima Allah SWT.

Doa Bagian dari Pendidikan Anak

Memohon anak yang saleh dan salehah merupakan harapan yang dapat terus dipanjatkan oleh setiap orang tua Muslim. Al-Qur'an telah mengajarkan doa-doa yang dapat diamalkan untuk memohon keturunan yang baik, keluarga yang menenteramkan, serta anak-anak yang senantiasa menjaga ibadah.

Namun, doa perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar. Keteladanan orang tua, pendidikan agama, komunikasi yang sehat, dan lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Semoga Allah SWT menganugerahkan keturunan yang saleh dan salehah, menjadikan keluarga sebagai penyejuk hati, serta membimbing anak-anak agar senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya. Amin ya Rabbal alamin.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Kelola Keuangan Sesuai Islam, Ini Enam Prinsip yang Perlu Diterapkan

MENGELOLA keuangan bukan hanya soal memastikan pemasukan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan. Bagi seorang Muslim, harta merupakan amanah dari Allah SWT yang perlu diperoleh dan digunakan dengan cara yang baik.

Karena itu, kelola keuangan Islam tidak hanya memperhatikan jumlah pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga sumber rezeki, prioritas kebutuhan, kewajiban terhadap keluarga, serta kepedulian kepada sesama.

Islam mengajarkan keseimbangan dalam membelanjakan harta. Dalam QS. Al-Furqan ayat 67, Allah menggambarkan orang beriman sebagai mereka yang tidak berlebihan dan tidak pula kikir dalam menggunakan hartanya. Prinsip ini dapat menjadi dasar dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.

1. Pastikan Penghasilan Sumber Halal

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sumber penghasilan. Sebesar apa pun pendapatan yang diperoleh, seorang Muslim perlu memastikan bahwa pekerjaan, usaha, perdagangan, maupun investasi yang dilakukan tidak bertentangan dengan ketentuan syariat.

Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya memperoleh makanan dari hasil usaha sendiri. Dalam Sunan Ibn Majah 2137 disebutkan bahwa makanan terbaik yang dikonsumsi seseorang adalah yang berasal dari hasil usahanya sendiri.

Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pekerja perlu menjalankan tanggung jawab dengan amanah, sedangkan pelaku usaha harus menghindari penipuan, kecurangan, menyembunyikan cacat barang, maupun mengurangi timbangan.

Ketika menemukan transaksi yang meragukan, jangan terburu-buru mengejar keuntungan. Memahami akad, risiko, dan ketentuannya terlebih dahulu dapat membantu menjaga harta tetap berada dalam koridor yang baik.

2. Susun Anggaran dan Dahulukan Kebutuhan

Setelah memastikan sumber pendapatan, langkah berikutnya adalah mengatur penggunaannya. Membuat catatan pemasukan dan pengeluaran sederhana dapat membantu mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan.

Kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan keluarga perlu menjadi prioritas. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, barulah alokasi untuk keperluan lainnya disesuaikan dengan kemampuan.

Membedakan kebutuhan dan keinginan juga penting. Membeli sesuatu karena benar-benar diperlukan tentu berbeda dengan membeli hanya karena tergoda promosi atau ingin mengikuti tren.

Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Catatan di buku, spreadsheet, maupun aplikasi keuangan sudah cukup untuk membantu mengevaluasi pola pengeluaran dan menemukan pos yang dapat dikurangi.

3. Hindari Pemborosan dan Utang Konsumtif

Islam mengajarkan sikap pertengahan dalam menggunakan harta. Karena itu, pembelian impulsif dan gaya hidup berlebihan perlu dihindari.

Diskon atau promosi memang dapat menghemat pengeluaran jika barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan. Sebaliknya, membeli sesuatu hanya karena harganya sedang murah tetap dapat membuat keuangan menjadi tidak sehat.

Penggunaan utang juga perlu dipertimbangkan dengan matang. Seorang Muslim perlu memahami akad dan konsekuensi finansial sebelum mengambil utang, terutama jika digunakan untuk memenuhi keinginan yang sebenarnya berada di luar kemampuan.

Hidup sesuai kemampuan bukan berarti harus mengurangi seluruh kenyamanan. Justru dengan mengetahui batas kemampuan, seseorang dapat memenuhi kebutuhan secara lebih tenang tanpa terbebani pengeluaran yang tidak perlu.

4. Siapkan Tabungan dan Dana Darurat

Selain memenuhi kebutuhan hari ini, pengelolaan keuangan juga perlu memperhatikan kebutuhan di masa depan. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dapat membantu menghadapi berbagai keperluan yang sudah direncanakan.

Dana darurat juga penting untuk menghadapi kondisi tidak terduga, seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, perbaikan kendaraan, atau kebutuhan keluarga yang mendesak.

Perencanaan jangka panjang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya untuk pendidikan anak, tempat tinggal, maupun kebutuhan masa pensiun. Tidak perlu memulai dengan jumlah besar. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.

5. Sisihkan Harta untuk Zakat, Infak, dan Sedekah

Harta dalam Islam tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Ada kewajiban dan kepedulian sosial yang perlu diperhatikan, termasuk zakat bagi harta yang telah memenuhi ketentuannya.

Zakat memiliki aturan mengenai jenis harta, nisab, haul, kadar, serta golongan penerima. Karena itu, perhitungannya perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat.

Selain zakat, infak dan sedekah dapat menjadi bentuk kepedulian yang dilakukan sesuai kemampuan. Kebiasaan berbagi mengingatkan bahwa rezeki yang dimiliki juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain, terutama mereka yang membutuhkan.

Dengan memasukkan zakat, infak, dan sedekah dalam perencanaan keuangan, pengelolaan harta tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ibadah.

6. Bangun Komunikasi Keuangan dalam Keluarga

Pengelolaan keuangan juga berperan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Suami dan istri dapat membicarakan pemasukan, kebutuhan, kewajiban, tabungan, serta tujuan finansial keluarga secara terbuka.

Setiap keluarga tentu memiliki kondisi yang berbeda. Tidak ada satu pola anggaran yang harus diterapkan oleh semua orang. Yang penting adalah menjaga prinsip halal, bertanggung jawab, tidak berlebihan, serta menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan.

Anak juga dapat dikenalkan dengan kebiasaan finansial sejak dini. Misalnya dengan mengajarkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta mengenalkan pentingnya berbagi.

Evaluasi sederhana setiap bulan dapat membantu keluarga mengetahui kondisi keuangannya. Periksa kembali pemasukan, pengeluaran terbesar, jumlah tabungan, kewajiban yang telah dibayarkan, dan pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan.

Pada akhirnya, kelola keuangan Islam bukan semata-mata tentang bagaimana memiliki lebih banyak uang. Lebih dari itu, pengelolaan harta diarahkan agar kebutuhan dapat terpenuhi dengan cara yang halal, keluarga tetap terjaga, dan sebagian rezeki dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Dengan mengatur pemasukan secara bijak, menghindari pemborosan, mempersiapkan masa depan, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah, harta dapat dikelola sebagai amanah sekaligus menjadi jalan untuk menghadirkan kebermanfaatan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

08/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Menjaga Adab dan Akhlak, Cerminan Kehidupan Seorang Muslim

DALAM Islam, adab dan akhlak tidak hanya berkaitan dengan sopan santun, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Ibadah kepada Allah SWT juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga masyarakat di sekitarnya.

Rasulullah SAW menjadi teladan utama dalam hal akhlak. Beliau mengajarkan kelembutan, kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang dalam berinteraksi dengan sesama. Karena itu, menjaga perilaku bukan sekadar menunjukkan kepribadian yang baik, tetapi juga bagian dari upaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Adab dan Akhlak dalam Islam

Menjaga adab berarti berusaha menempatkan perkataan, sikap, dan tindakan sesuai dengan tuntunan Islam. Hal tersebut dapat dimulai dari perkara sederhana, seperti mengucapkan salam, berbicara dengan santun, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi anak-anak, serta membantu mereka yang membutuhkan.

Islam juga memberikan perhatian besar terhadap cara seseorang menjaga lisannya. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 11, Allah SWT melarang orang beriman untuk saling mengejek, mencela, maupun memanggil orang lain dengan gelar yang buruk.

Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati dalam berbicara. Perkataan yang kasar, hinaan, fitnah, atau ucapan yang menyakiti orang lain dapat merusak hubungan dan menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Menjaga adab juga berarti mampu mengendalikan diri ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Saat marah atau berbeda pendapat, seseorang perlu berusaha menahan emosi agar tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Kedudukan Penting Akhlak Baik

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap akhlak. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa beliau bukanlah orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang membiasakan perkataan keji.

Dalam Sunan Abi Dawud juga disebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Hadis tersebut menunjukkan bahwa akhlak bukan perkara sederhana, melainkan memiliki nilai besar dalam kehidupan seorang Muslim.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Pesan ini mengajarkan bahwa keberadaan seorang Muslim semestinya memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan kerugian atau ketakutan bagi orang lain.

Dengan demikian, akhlak yang baik tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas ibadah. Nilainya perlu hadir dalam cara seseorang berbicara, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memperlakukan orang lain.

Menerapkan Adab dalam Kehidupan

Di lingkungan keluarga, menjaga adab dapat dimulai dengan menghormati orang tua, memperlakukan pasangan dan saudara dengan baik, serta membangun komunikasi tanpa penghinaan maupun kekerasan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, akhlak dapat diwujudkan dengan menghormati tetangga, menjaga kebersihan lingkungan, membantu orang yang mengalami kesulitan, dan menghargai perbedaan.

Begitu pula di tempat kerja atau sekolah. Bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, menjaga amanah, serta tidak merendahkan orang lain merupakan bagian dari penerapan akhlak Islam.

Adab juga berlaku di ruang digital. Kebebasan menyampaikan pendapat tidak berarti seseorang bebas menghina, memfitnah, mempermalukan orang lain, atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Menjaga perilaku di media sosial merupakan bagian dari menjaga akhlak dalam kehidupan modern.

Membiasakan Diri Berakhlak Baik

Menjaga adab membutuhkan latihan dan konsistensi. Salah satu langkah awalnya adalah memperbaiki niat. Berbuat baik kepada orang lain seharusnya dilakukan karena mengharap rida Allah SWT, bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian.

Kebiasaan menjaga lisan juga perlu dilatih. Sebelum berbicara atau menulis sesuatu, kita dapat mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik.

Mempelajari kehidupan Rasulullah SAW dapat menjadi cara lain untuk memahami bagaimana akhlak diterapkan dalam berbagai situasi. Keteladanan beliau dalam memperlakukan keluarga, sahabat, tetangga, maupun orang yang berbeda pendapat dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi diri juga penting. Ketika menyadari telah menyakiti orang lain, seorang Muslim hendaknya berusaha memperbaiki kesalahan, memohon ampun kepada Allah SWT, dan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan.

Pada akhirnya, menjaga adab dan akhlak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. Akhlak yang baik menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku nyata.

Meneladani Rasulullah SAW berarti terus berusaha menjadi pribadi yang jujur, sabar, lembut, amanah, dan bermanfaat bagi orang lain. Perubahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam satu hari, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Semoga kita senantiasa diberikan kemampuan untuk menjaga lisan, memperbaiki perilaku, menghormati sesama, dan menghadirkan kebaikan di mana pun berada.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

08/10/2026 | Kontributor: MBL-01

Artikel Terbaru

Kalkulator Zakat Syariah: Solusi Praktis Muslim Modern untuk Hitung Zakat Tepat dan Akurat
Kalkulator Zakat Syariah: Solusi Praktis Muslim Modern untuk Hitung Zakat Tepat dan Akurat
DI era digital seperti sekarang, berbagai aktivitas ibadah ikut mengalami kemudahan berkat perkembangan teknologi. Salah satu inovasi yang sangat membantu umat Islam adalah hadirnya kalkulator zakat sesuai syariah, yang memungkinkan perhitungan zakat dilakukan secara cepat, praktis, dan tetap berlandaskan ketentuan Islam. Zakat sendiri merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai instrumen untuk membersihkan harta dan membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam praktiknya, banyak umat Islam yang masih merasa kesulitan dalam menentukan jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Di sinilah kalkulator zakat menjadi solusi yang relevan dan mudah diakses. Bagi muslim yang memiliki berbagai sumber penghasilan seperti gaji, usaha, investasi, maupun tabungan, kalkulator zakat membantu menyederhanakan proses perhitungan. Cukup dengan memasukkan data harta yang dimiliki, sistem akan membantu menentukan apakah sudah mencapai nisab serta berapa besar zakat yang wajib ditunaikan. Mengenal Zakat dalam Islam Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk mengeluarkan sebagian hartanya kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Tujuan utama zakat adalah membersihkan harta, menyucikan jiwa, serta menciptakan keadilan sosial di tengah masyarakat. Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama: 1. Zakat FitrahZakat yang wajib ditunaikan setiap muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. 2. Zakat MalZakat atas harta yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Jenisnya meliputi zakat penghasilan, emas dan perak, tabungan, perdagangan, perusahaan, investasi, pertanian, hingga peternakan. Keragaman jenis harta inilah yang membuat perhitungan zakat sering kali terasa rumit tanpa bantuan alat yang tepat. Mengapa Perhitungan Zakat Harus Sesuai Syariah? Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki aturan yang jelas dalam Islam. Kesalahan dalam perhitungan dapat menyebabkan zakat yang dikeluarkan tidak sesuai ketentuan, baik kurang maupun berlebihan. Beberapa aspek penting dalam perhitungan zakat antara lain: Nisab (batas minimum harta wajib zakat) Haul (masa kepemilikan satu tahun) Jenis harta Harta bersih setelah kewajiban Hutang jatuh tempo Ketentuan fikih yang berlaku Karena itu, penggunaan kalkulator zakat yang mengacu pada ketentuan syariah dari lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi pilihan yang lebih aman dan akurat. Keunggulan Kalkulator Zakat Sesuai Syariah Lebih praktis dan mudah digunakanPengguna cukup memasukkan data harta, lalu sistem akan menghitung secara otomatis. Meminimalkan kesalahan perhitunganTerutama bagi mereka yang memiliki banyak jenis aset. Mengacu pada standar syariah resmiMenggunakan ketentuan nisab dan fatwa ulama yang berlaku. Hemat waktuPerhitungan yang kompleks bisa selesai dalam hitungan menit. Membantu perencanaan keuangan IslamiMembuat pengelolaan zakat lebih teratur dan konsisten. Cara Kerja Kalkulator Zakat Secara sederhana, kalkulator zakat bekerja dengan mengolah data harta yang dimasukkan pengguna, lalu membandingkannya dengan ketentuan nisab yang berlaku. Contohnya pada zakat penghasilan: Masukkan total penghasilan Tambahkan pendapatan lain jika ada Sistem mengecek apakah sudah mencapai nisab Jika sudah, dihitung 2,5% sebagai zakat wajib Berdasarkan ketentuan BAZNAS, nisab zakat penghasilan setara dengan 85 gram emas per tahun. Jika terpenuhi, zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan bersih. Jenis Zakat yang Umumnya Tersedia di Kalkulator Zakat penghasilan Zakat emas Zakat tabungan Zakat perdagangan Zakat perusahaan Masing-masing jenis zakat memiliki perhitungan yang disesuaikan dengan karakter harta yang dimiliki. Pentingnya Menggunakan Layanan Terpercaya Di tengah banyaknya aplikasi perhitungan zakat yang tersedia, penting untuk memilih layanan dari lembaga resmi agar hasil perhitungan sesuai syariah. BAZNAS menjadi salah satu rujukan utama di Indonesia yang menyediakan kalkulator zakat berbasis ketentuan syariah nasional. Selain akurat, layanan ini juga: Menggunakan data nisab terbaru Mengacu pada fatwa dan regulasi resmi Terintegrasi dengan layanan pembayaran zakat Lebih terjamin keabsahannya Zakat dan Gaya Hidup Muslim Modern Perkembangan teknologi membuat cara beribadah menjadi lebih mudah, termasuk dalam urusan zakat. Jika dahulu perhitungan dilakukan secara manual, kini semuanya bisa dilakukan secara digital tanpa mengurangi nilai ibadah itu sendiri. Bagi muslim modern dengan penghasilan beragam, mulai dari gaji, usaha sampingan, hingga investasi, kalkulator zakat membantu memastikan setiap kewajiban zakat dihitung secara tepat dan sesuai syariat. Tips Agar Zakat Lebih Tertib Catat seluruh sumber penghasilan Cek harga emas dan nisab secara berkala Gunakan layanan resmi Konsultasikan jika memiliki kondisi keuangan kompleks Manfaatkan kalkulator zakat secara rutin Penutup Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang membawa keberkahan. Dengan bantuan kalkulator zakat sesuai syariah, proses perhitungan menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat tanpa mengabaikan ketentuan agama. Melalui layanan resmi seperti BAZNAS, umat Islam dapat menunaikan zakat dengan lebih yakin dan tepat sasaran. Pada akhirnya, kemudahan teknologi ini menjadi jembatan agar setiap muslim dapat menunaikan zakat dengan lebih disiplin, konsisten, dan penuh kesadaran. *** Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL25/06/2026 | MBL-01
Zakat Emas, Ini Cara Menghitung Disimpan atau Dipakai!
Zakat Emas, Ini Cara Menghitung Disimpan atau Dipakai!
PUNYA emas tapi bingung apakah sudah wajib zakat? Banyak muslim yang belum tahu bahwa emas yang disimpan baik dalam bentuk logam mulia, perhiasan, maupun tabungan emas bisa masuk kategori harta yang wajib dizakati. Artikel ini menjelaskan emas mana saja yang wajib dizakati, berapa batas nisabnya, dan bagaimana cara menghitungnya. Emas yang Wajib Dizakati Tidak semua emas otomatis wajib zakat. Ada beberapa kategori yang perlu dipahami terlebih dahulu. - Emas batangan atau logam mulia yang disimpan sebagai investasi - Tabungan emas di platform digital atau pegadaian - Perhiasan emas yang disimpan dan tidak dipakai - Perhiasan emas yang dipakai secara berlebihan, melebihi kebutuhan wajar Sebagai panduan praktis, jika total emas yang dimiliki baik yang disimpan maupun dipakai sudah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat wajib dikeluarkan. Nisab Emas Nisab zakat emas adalah 85 gram emas murni. Artinya, jika total emas yang dimiliki sudah mencapai 85 gram dan sudah dimiliki selama satu tahun penuh (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Karena nisab dihitung berdasarkan berat emas (bukan nilai rupiah yang tetap), nilai nisab dalam rupiah akan berubah mengikuti harga emas yang berlaku. Sebagai contoh ilustrasi: - Jika harga emas saat ini Rp1.600.000 per gram - Maka nisab = 85 gram × Rp1.600.000 = Rp136.000.000 Artinya, jika total nilai emas yang dimiliki sudah melampaui angka tersebut dan sudah dimiliki lebih dari satu tahun, zakat wajib dikeluarkan. Untuk mengetahui nilai nisab terkini yang digunakan BAZNAS, selalu cek di KALKULATOR ZAKAT resmi karena harga emas bergerak setiap hari. Contoh Perhitungan Rumus zakat emas sederhana: Zakat = Jumlah gram emas × Harga emas per gram × 2,5 persen Atau jika dihitung dari nilai: Zakat = Total nilai emas × 2,5 persen Contoh 1 — Emas batangan 100 gram - Jumlah emas: 100 gram (sudah melampaui nisab 85 gram) - Harga emas per gram: Rp1.600.000 - Total nilai emas: Rp160.000.000 - Zakat: Rp160.000.000 × 2,5 persen = Rp4.000.000 Contoh 2 — Perhiasan emas 50 gram - Jumlah emas: 50 gram - Nisab: 85 gram - Status: Belum wajib zakat (di bawah nisab) Contoh 3 — Gabungan emas batangan dan perhiasan - Emas batangan: 60 gram - Perhiasan yang disimpan: 30 gram - Total: 90 gram (sudah melampaui nisab 85 gram) - Harga emas per gram: Rp1.600.000 - Total nilai: Rp144.000.000 - Zakat: Rp144.000.000 × 2,5 persen = Rp3.600.000 Contoh 4 — Tabungan emas senilai Rp50.000.000 - Nilai tabungan emas: Rp50.000.000 - Setara gram: Rp50.000.000 : Rp1.600.000 = sekitar 31 gram - Status: Belum wajib zakat (di bawah nisab 85 gram) Catatan: angka harga emas di atas bersifat ilustrasi. Gunakan harga emas terkini saat menghitung agar hasilnya akurat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Menghitung Zakat Tabungan dengan Benar: Nisab, Haul, dan Perhitungannya!
Menghitung Zakat Tabungan dengan Benar: Nisab, Haul, dan Perhitungannya!
ZAKAT tabungan merupakan salah satu jenis zakat mal yang wajib ditunaikan oleh umat Islam apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami cara menghitung zakat tabungan dengan benar agar kewajiban zakat dapat ditunaikan secara tepat dan sesuai syariat. Apa Itu Zakat Tabungan? Zakat tabungan adalah zakat yang dikenakan atas harta berupa simpanan atau tabungan yang dimiliki secara penuh, berasal dari sumber yang halal, serta telah mencapai batas minimal harta (nisab) dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Bentuk tabungan yang termasuk objek zakat antara lain: Tabungan pada rekening bank; Deposito syariah; Simpanan atau investasi likuid lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya. Apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen dari total harta yang dimiliki. Nisab Zakat Tabungan Nisab zakat tabungan mengacu pada nilai 85 gram emas. Artinya, seseorang baru diwajibkan membayar zakat apabila total tabungan yang dimilikinya setara atau melebihi harga 85 gram emas dan telah tersimpan selama satu tahun. Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, maka nilai nisab zakat tabungan juga akan menyesuaikan dengan harga emas yang berlaku. Oleh sebab itu, sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu mengetahui nilai nisab terbaru agar perhitungan yang dilakukan lebih akurat. Cara Menghitung Zakat Tabungan Rumus menghitung zakat tabungan cukup sederhana, yaitu: Zakat Tabungan = Total Tabungan × 2,5% Namun, perhitungan ini hanya berlaku apabila jumlah tabungan telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun. Contoh Perhitungan Zakat Tabungan Misalnya, seseorang memiliki tabungan sebesar Rp100.000.000 yang telah tersimpan selama satu tahun. Jika jumlah tersebut telah melebihi nisab yang berlaku, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah: Rp100.000.000 × 2,5% = Rp2.500.000 Dengan demikian, zakat tabungan yang wajib ditunaikan sebesar Rp2.500.000. Metode perhitungan yang sama dapat diterapkan pada jumlah tabungan lainnya selama telah memenuhi syarat nisab dan haul. Hitung dan Tunaikan Zakat Tabungan Anda Menghitung zakat tabungan kini semakin mudah. Dengan mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat memastikan kewajiban zakat terlaksana sesuai syariat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik. Gunakan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk menghitung zakat tabungan secara cepat dan akurat. Setelah mengetahui jumlahnya, tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS agar amanah yang dititipkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Tabungan 100 Juta Zakatnya Berapa? Ini Cara Menghitungnya!
Tabungan 100 Juta Zakatnya Berapa? Ini Cara Menghitungnya!
MEMILIKI tabungan sebesar Rp100 juta sering kali memunculkan pertanyaan: Apakah sudah wajib dizakati? Jika iya, berapa zakat yang harus dibayar? Jawabannya bergantung pada dua syarat utama dalam zakat maal, yaitu nisab dan haul. Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, maka tabungan Rp100 juta wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Lalu, bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan berikut. Apa Itu Zakat Tabungan? Zakat tabungan merupakan bagian dari zakat maal, yaitu zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki secara penuh dan telah mencapai batas tertentu. Tabungan yang disimpan di rekening bank, baik konvensional maupun syariah, termasuk harta yang wajib dizakati apabila memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Tujuan zakat bukan hanya untuk menyucikan harta, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dengan membantu masyarakat yang berhak menerima zakat. Syarat Wajib Zakat Tabungan Sebelum mengetahui besaran zakat tabungan Rp100 juta, ada dua syarat yang harus dipenuhi: 1. Mencapai Nisab Nisab zakat maal setara dengan nilai 85 gram emas. Apabila total harta atau tabungan yang dimiliki mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka telah memenuhi syarat nisab. Karena harga emas terus berubah, nilai nisab dalam rupiah juga mengikuti harga emas yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengacu pada nilai nisab terbaru sebelum menghitung zakat. 2. Mencapai Haul Selain mencapai nisab, tabungan juga harus telah dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Jika selama periode tersebut jumlah tabungan tetap berada di atas nisab, maka zakat wajib ditunaikan. Tabungan Rp100 Juta Apakah Wajib Zakat? Secara umum, tabungan sebesar Rp100 juta berpotensi wajib dizakati, karena nilainya sering kali telah melebihi nisab zakat maal. Namun, kepastian kewajiban zakat tetap perlu melihat: Apakah nilai tabungan telah mencapai nisab yang berlaku saat itu; Apakah tabungan tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriah; Apakah harta tersebut merupakan kepemilikan penuh dan berasal dari sumber yang halal. Jika seluruh syarat tersebut terpenuhi, maka zakat wajib ditunaikan. Cara Menghitung Zakat Tabungan Rp100 Juta Besaran zakat tabungan adalah 2,5 persen dari total harta yang telah memenuhi nisab dan haul. Rumus: Zakat = Total Tabungan × 2,5% Contoh perhitungan: Total tabungan: Rp100.000.000 Tarif zakat: 2,5% Maka: Rp100.000.000 × 2,5% = Rp2.500.000 Jadi, zakat tabungan Rp100 juta adalah Rp2.500.000, dengan catatan bahwa tabungan tersebut telah memenuhi syarat nisab dan haul. Apakah Semua Saldo Rekening Dihitung? Dalam zakat maal, yang dihitung adalah total harta yang dimiliki secara penuh. Jika seseorang memiliki lebih dari satu rekening, deposito, emas, atau aset lain yang termasuk objek zakat, maka seluruhnya dapat dijumlahkan untuk mengetahui apakah telah mencapai nisab. Karena kondisi keuangan setiap orang berbeda, perhitungan zakat dapat dilakukan secara lebih rinci dengan memperhatikan aset dan kewajiban yang dimiliki sesuai ketentuan syariat. Gunakan Kalkulator Zakat untuk Perhitungan yang Lebih Mudah Saat ini, menghitung zakat tabungan dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu muzaki mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan secara cepat dan akurat berdasarkan jenis harta yang dimiliki. Selain itu, muzaki juga dapat langsung menunaikan zakat melalui berbagai kanal pembayaran yang tersedia sehingga proses berzakat menjadi lebih mudah, aman, dan terpercaya. Tunaikan Zakat, Sempurnakan Keberkahan Harta Menunaikan zakat bukan berarti mengurangi harta, melainkan menyucikan dan menghadirkan keberkahan atas rezeki yang Allah SWT titipkan. Dengan memahami nisab, haul, dan cara menghitung zakat tabungan, setiap Muslim dapat menunaikan kewajibannya secara tepat sesuai syariat. Jika tabungan Anda telah memenuhi syarat, jangan tunda untuk menunaikan zakat. Sebab, zakat yang Anda keluarkan akan menjadi jalan kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Mudah! Ini Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Sesuai Jenis Harta Anda
Mudah! Ini Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Sesuai Jenis Harta Anda
MENGHITUNG zakat secara manual memang memungkinkan, tetapi tidak selalu mudah, terutama jika penghasilan tidak tetap atau memiliki beberapa jenis harta yang harus dihitung sekaligus. Untuk mempermudah masyarakat, BAZNAS menyediakan Kalkulator Zakat Online yang dapat digunakan secara gratis melalui situs resmi BAZNAS. Pengguna hanya perlu memilih jenis zakat, mengisi data yang dibutuhkan, lalu sistem akan menghitung besaran zakat secara otomatis. Berikut panduan lengkap menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS. 1. Pilih Jenis Zakat yang Akan Dihitung Saat membuka halaman kalkulator, Anda akan menemukan beberapa pilihan jenis zakat, yaitu: Zakat Penghasilan Zakat Perusahaan Zakat Perdagangan Zakat Emas Setiap jenis zakat memiliki kolom input dan metode perhitungan yang berbeda. 2. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Penghasilan Untuk menghitung zakat penghasilan, masukkan data berikut: Gaji per bulan, yaitu penghasilan tetap dari pekerjaan utama. Penghasilan lain per bulan, seperti honorarium, bonus, atau pendapatan sampingan yang halal. Total penghasilan per bulan, yang biasanya akan terisi otomatis. Setelah data diisi, kalkulator akan menampilkan: Nisab per tahun; Nisab per bulan; Besaran zakat yang wajib dibayarkan. Jika total penghasilan telah melebihi nisab yang berlaku, maka zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen. 3. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Perusahaan Kalkulator zakat perusahaan menyediakan dua kategori, yaitu perusahaan jasa dan dagang/industri. a. Perusahaan Jasa Masukkan: Pendapatan sebelum pajak. Sistem akan secara otomatis menghitung besaran zakat yang wajib ditunaikan berdasarkan ketentuan yang berlaku. b. Perusahaan Dagang atau Industri Masukkan: Aktiva lancar, seperti kas, piutang, dan persediaan barang; Pasiva lancar, yaitu utang jangka pendek dan kewajiban lainnya; Jumlah bersih, yang biasanya dihitung otomatis oleh sistem. Kalkulator akan menampilkan nominal zakat yang wajib dibayarkan berdasarkan hasil perhitungan tersebut. 4. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Perdagangan Untuk menghitung zakat perdagangan, siapkan data berikut: Nilai aset lancar; Laba usaha; Total aset dan laba, yang umumnya terisi otomatis. Kalkulator kemudian akan menampilkan nisab sebagai acuan. Jika total harta perdagangan telah mencapai nisab, maka zakat wajib dikeluarkan sesuai ketentuan syariat. 5. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Emas Bagi Anda yang memiliki emas, masukkan dua data berikut: Jumlah emas yang dimiliki (dalam gram); Harga emas per gram sesuai harga pasar terkini. Sistem akan menghitung apakah emas yang dimiliki telah mencapai nisab 85 gram emas. Jika telah memenuhi nisab dan haul, maka zakat yang wajib ditunaikan sebesar 2,5 persen dari total nilai emas. Cara Membaca Hasil Perhitungan Hasil yang ditampilkan pada Kalkulator Zakat BAZNAS dapat berbeda sesuai jenis zakat yang dipilih. Pertama, kalkulator dapat menampilkan nisab sebagai acuan, seperti pada zakat penghasilan dan perdagangan. Anda cukup membandingkan jumlah penghasilan atau aset dengan nisab yang ditampilkan untuk mengetahui apakah sudah wajib zakat. Kedua, kalkulator dapat langsung menampilkan nominal zakat yang harus dibayar, seperti pada zakat perusahaan dan zakat emas. Jika hasil yang muncul belum sesuai atau bernilai nol, periksa kembali data yang dimasukkan dan pastikan seluruh kolom telah diisi dengan benar. Apa yang Dilakukan Setelah Mengetahui Besaran Zakat? Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut: Bayar zakat secara langsung melalui kanal pembayaran yang tersedia. Simpan bukti pembayaran, karena zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Buat pengingat rutin, terutama untuk zakat penghasilan yang umumnya ditunaikan setiap bulan, atau zakat maal yang dihitung berdasarkan haul. Hitung dan Tunaikan Zakat dengan Mudah Kalkulator zakat membantu masyarakat menghitung kewajiban zakat secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Dengan memanfaatkan layanan ini, muzaki dapat memastikan zakat ditunaikan sesuai syariat sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan dan kemaslahatan umat. Segera gunakan Kalkulator Zakat BAZNAS, pilih jenis zakat yang sesuai, hitung kewajiban Anda, dan tunaikan zakat dengan lebih praktis dalam satu layanan terpadu.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Ingat! Ini Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah Wajib Ditunaikan
Ingat! Ini Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah Wajib Ditunaikan
BANYAK umat Islam yang rutin menunaikan zakat, tetapi belum memahami perbedaan antara zakat penghasilan, zakat maal, dan zakat fitrah. Padahal, ketiga jenis zakat ini memiliki objek, waktu pembayaran, serta ketentuan yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut penting agar kewajiban zakat dapat ditunaikan secara tepat sesuai syariat dan tidak ada jenis zakat yang terlewat. Apa Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah? Secara sederhana, perbedaannya terletak pada objek yang dizakati: Zakat fitrah dikenakan atas setiap jiwa Muslim dan dibayarkan menjelang Idulfitri. Zakat maal dikenakan atas harta atau kekayaan yang telah mencapai nisab dan haul. Zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat maal yang dikenakan atas pendapatan dari pekerjaan atau profesi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. Zakat Fitrah: Zakat yang Wajib bagi Setiap Muslim Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama memiliki kemampuan untuk membayarnya. Besaran zakat fitrah tidak dihitung berdasarkan jumlah harta, melainkan berdasarkan jumlah jiwa, yaitu sebesar 1 sha’ atau setara sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk beras atau uang yang nilainya setara dengan harga beras tersebut. Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum salat Idulfitri. Adapun waktu yang paling utama adalah pada malam atau pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id. Zakat Maal: Zakat atas Harta dan Kekayaan Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang dimiliki seseorang. Jenis harta yang termasuk objek zakat maal cukup beragam, antara lain: Emas dan perak; Tabungan atau simpanan uang; Hasil perdagangan; Investasi; Hasil pertanian; Peternakan; dan Aset lain yang memenuhi ketentuan syariat. Zakat maal wajib ditunaikan apabila harta telah memenuhi dua syarat utama, yaitu: Mencapai nisab, yakni batas minimal harta yang wajib dizakati. Mencapai haul, yaitu telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Karena itu, waktu pembayaran zakat maal tidak terikat pada bulan tertentu, melainkan dihitung berdasarkan kapan harta tersebut pertama kali mencapai nisab dan telah melewati satu tahun kepemilikan. Zakat Penghasilan: Zakat atas Pendapatan atau Profesi Zakat penghasilan, yang juga dikenal sebagai zakat profesi, merupakan bagian dari zakat maal yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau jasa. Objek zakat penghasilan meliputi: Gaji atau upah; Honorarium; Pendapatan profesi; Pendapatan usaha; Bonus atau penghasilan halal lainnya. Berbeda dengan zakat maal pada umumnya, zakat penghasilan tidak mensyaratkan haul. Zakat ini biasanya ditunaikan setiap kali menerima penghasilan, umumnya setiap bulan. Apabila penghasilan telah mencapai nisab yang berlaku, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen. Perbedaan Waktu Pembayaran Salah satu perbedaan yang paling sering membingungkan adalah waktu pembayaran masing-masing zakat. Jenis ZakatObjek ZakatWaktu Pembayaran Zakat Fitrah Jiwa setiap Muslim Sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri Zakat Maal Harta atau kekayaan Setelah mencapai nisab dan haul Zakat Penghasilan Pendapatan atau profesi Saat menerima penghasilan atau setiap bulan Dari tabel tersebut terlihat bahwa zakat fitrah memiliki waktu pembayaran yang tetap setiap tahun, sedangkan zakat maal dan zakat penghasilan bergantung pada kondisi harta atau pendapatan yang dimiliki. Jenis Zakat Mana yang Berlaku untuk Anda? Jawabannya bisa jadi lebih dari satu. Zakat fitrah wajib bagi seluruh Muslim yang mampu. Zakat penghasilan berlaku bagi mereka yang memiliki pendapatan rutin, seperti karyawan, profesional, freelancer, maupun pengusaha. Zakat maal berlaku bagi mereka yang memiliki tabungan, emas, investasi, atau aset lain yang telah mencapai nisab dan haul. Tidak jarang seseorang wajib menunaikan ketiga jenis zakat tersebut dalam satu tahun yang sama. Misalnya, seorang pegawai dapat membayar zakat penghasilan setiap bulan, zakat maal atas tabungan atau emas yang dimiliki, serta zakat fitrah setiap Ramadan. Tunaikan Zakat dengan Tepat Memahami perbedaan zakat penghasilan, zakat maal, dan zakat fitrah membantu setiap Muslim menunaikan kewajiban zakat secara tepat sesuai ketentuan syariat. Dengan zakat, harta menjadi lebih bersih, keberkahan semakin bertambah, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Zakat Penghasilan 2,5 Persen: Cara Menghitung dan Contoh Perhitungannya
Zakat Penghasilan 2,5 Persen: Cara Menghitung dan Contoh Perhitungannya
BAGI banyak pekerja Muslim, pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa zakat penghasilan yang harus dibayarkan setiap bulan? Jawabannya adalah 2,5 persen, asalkan penghasilan yang diperoleh telah memenuhi syarat wajib zakat, terutama telah mencapai nisab yang ditetapkan. Lalu, mengapa zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dan bagaimana cara menghitungnya? Berikut penjelasannya. Mengapa Zakat Penghasilan Sebesar 2,5 Persen? Besaran zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bukanlah angka yang ditetapkan secara sembarangan. Ketentuan ini merujuk pada kadar zakat maal yang telah dikenal dalam syariat Islam, khususnya zakat atas emas dan perak. Para ulama kontemporer kemudian melakukan ijtihad dengan mengqiyaskan (menganalogikan) penghasilan atau pendapatan profesi dengan hasil usaha yang diperoleh secara berkala. Karena itu, zakat penghasilan dikeluarkan saat penghasilan diterima, dengan kadar sebesar 2,5 persen. Di Indonesia, ketentuan tersebut telah menjadi pedoman yang digunakan secara luas dan didukung oleh fatwa para ulama serta praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh BAZNAS. Syarat Wajib Zakat Penghasilan Zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila memenuhi beberapa syarat berikut: Beragama Islam; Penghasilan berasal dari sumber yang halal; Total penghasilan telah mencapai nisab; Zakat dikeluarkan saat penghasilan diterima tanpa harus menunggu satu tahun (haul). Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Agar lebih mudah diterapkan, nilai tersebut biasanya dikonversi menjadi nisab bulanan. Cara Menghitung Zakat Penghasilan 2,5 Persen Rumus menghitung zakat penghasilan sangat sederhana: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5% Namun, sebelum menghitung, pastikan terlebih dahulu bahwa penghasilan yang diterima telah mencapai nisab yang berlaku. Untuk mengetahui nisab bulanan, rumusnya adalah: Nisab bulanan = (Harga emas per gram × 85) ÷ 12 Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan. Oleh sebab itu, penting untuk selalu mengacu pada nilai nisab terbaru sebelum menghitung zakat. Jika penghasilan belum mencapai nisab, zakat belum wajib ditunaikan. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan infak sesuai kemampuan. Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan zakat penghasilan. 1. Gaji Rp5.000.000 per Bulan Misalkan nisab bulanan yang berlaku adalah Rp7.000.000. Penghasilan: Rp5.000.000 Status: Belum mencapai nisab Kewajiban zakat: Belum wajib Meski belum wajib zakat, tetap dianjurkan untuk bersedekah sesuai kemampuan. 2. Gaji Rp8.500.000 per Bulan Misalkan nisab bulanan adalah Rp7.000.000. Penghasilan: Rp8.500.000 Status: Sudah mencapai nisab Zakat: Rp8.500.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp212.500 per bulan 3. Gaji Rp10.000.000 per Bulan Jika penghasilan telah melebihi nisab, maka: Penghasilan: Rp10.000.000 Zakat: Rp10.000.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp250.000 per bulan 4. Gaji Rp15.000.000 per Bulan Penghasilan: Rp15.000.000 Zakat: Rp15.000.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp375.000 per bulan Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal yang mensyaratkan haul atau kepemilikan selama satu tahun, zakat penghasilan dibayarkan setiap kali menerima pendapatan, umumnya setiap bulan. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Tunaikan Zakat Penghasilan dengan Mudah Menghitung zakat penghasilan sebesar 2,5 persen sebenarnya cukup mudah. Yang terpenting adalah memastikan penghasilan telah mencapai nisab, kemudian mengeluarkan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Zakat yang Anda tunaikan hari ini dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui zakat, keberkahan harta semakin bertambah dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran, amanah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Nisab Zakat Penghasilan: Cara Menentukan dan Menghitungnya
Nisab Zakat Penghasilan: Cara Menentukan dan Menghitungnya
MEMAHAMI nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang sudah wajib membayar zakat atau belum. Dengan mengetahui nisab dan cara menentukannya, seorang Muslim dapat menghitung zakat penghasilan dengan lebih akurat serta memastikan kewajiban zakat ditunaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Apa Itu Nisab Zakat Penghasilan? Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang menjadi syarat wajib zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Artinya, apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun mencapai atau melebihi nilai 85 gram emas, maka seseorang telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan dan wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini berlaku untuk berbagai jenis pendapatan yang halal, baik yang berasal dari pekerjaan, profesi, maupun usaha. Cara Menentukan Nisab Zakat Penghasilan Menentukan nisab zakat penghasilan sebenarnya cukup sederhana. Berikut langkah-langkahnya: Ketahui harga emas yang berlaku saat ini. Karena nisab didasarkan pada 85 gram emas, maka harga emas menjadi acuan utama dalam menentukan besaran nisab. Hitung nilai nisab tahunan. Rumusnya: Nisab tahunan = Harga emas per gram × 85 gram Bandingkan total penghasilan selama satu tahun dengan nisab. Jika total penghasilan sama dengan atau melebihi nilai nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Hitung zakat yang harus dibayar. Besaran zakat penghasilan adalah Zakat = Total penghasilan × 2,5% Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan. Oleh sebab itu, penting untuk selalu memperbarui informasi mengenai nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Contoh Menentukan Nisab Zakat Penghasilan Sebagai ilustrasi, seseorang dapat terlebih dahulu mengetahui nilai 85 gram emas berdasarkan harga emas terkini. Nilai tersebut kemudian dijadikan acuan untuk membandingkan total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun. Jika total penghasilan melebihi nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Jika total penghasilan masih di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan. Dengan demikian, nisab berfungsi sebagai batas yang membantu umat Islam menentukan kewajiban zakat secara lebih adil dan proporsional. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menentukan Nisab Meski konsepnya cukup sederhana, masih banyak orang yang keliru dalam menentukan nisab zakat penghasilan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain: Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini; Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh selama satu tahun; Menganggap seluruh penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab; Tidak memperbarui informasi mengenai nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut akan membantu Anda menunaikan zakat secara lebih tepat dan sesuai syariat. Mengapa Penting Mengetahui Nisab? Mengetahui nisab bukan hanya membantu menentukan kewajiban zakat, tetapi juga memberikan kepastian bahwa zakat ditunaikan secara benar. Dengan memahami nisab, seorang Muslim dapat: Mengetahui apakah penghasilannya sudah wajib dizakati; Menghitung zakat secara tepat sesuai ketentuan syariat; Merencanakan pembayaran zakat secara rutin; Menunaikan zakat dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Cek Nisab dan Hitung Zakat dengan Mudah Jika Anda masih ragu apakah penghasilan yang dimiliki telah mencapai nisab, manfaatkan layanan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk mengetahui besaran nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, salurkan zakat Anda melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Apa Itu Zakat Penghasilan? Pengertian, Syarat, dan Siapa yang Wajib Dibayar!
Apa Itu Zakat Penghasilan? Pengertian, Syarat, dan Siapa yang Wajib Dibayar!
ZAKAT penghasilan menjadi salah satu jenis zakat yang semakin relevan di era modern. Seiring berkembangnya berbagai profesi dan sumber pendapatan, setiap Muslim perlu memahami apakah penghasilan yang diperoleh sudah termasuk harta yang wajib dizakati. Lantas, apa itu zakat penghasilan dan siapa saja yang berkewajiban membayarnya? Berikut penjelasannya. Pengertian Zakat Penghasilan Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, jasa, maupun usaha yang halal. Zakat ini termasuk bagian dari zakat maal, yaitu zakat atas harta yang dimiliki seseorang. Penghasilan yang menjadi objek zakat dapat berupa: Gaji atau upah; Honorarium; Tunjangan dan bonus; Pendapatan dari usaha; Penghasilan profesi, seperti dokter, konsultan, pengacara, arsitek, akuntan, maupun profesi lainnya. Zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila pendapatan yang diperoleh telah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang dikenai zakat. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan? Zakat penghasilan wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang memenuhi beberapa syarat berikut: Beragama Islam Zakat merupakan kewajiban ibadah yang diperuntukkan bagi umat Islam. Memiliki penghasilan yang halal Penghasilan yang diperoleh berasal dari pekerjaan, profesi, jasa, atau usaha yang sesuai dengan ketentuan syariat. Penghasilan telah mencapai nisab Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Jika total penghasilan selama satu tahun mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka zakat menjadi wajib ditunaikan. Memiliki kepemilikan penuh atas penghasilan Penghasilan yang diterima berada dalam penguasaan dan kepemilikan penuh sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya. Profesi Apa Saja yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan? Kewajiban zakat penghasilan tidak terbatas pada profesi tertentu. Selama memenuhi syarat nisab, zakat dapat dikenakan kepada berbagai kalangan, seperti: Pegawai negeri; Karyawan swasta; Dokter dan tenaga kesehatan; Guru dan dosen; Konsultan dan pengacara; Pengusaha; Freelancer atau pekerja lepas; Pelaku usaha digital dan profesi lainnya. Dengan kata lain, siapa pun yang memperoleh penghasilan secara halal dan telah mencapai nisab berkewajiban menunaikan zakat penghasilan. Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal pada umumnya yang mensyaratkan kepemilikan harta selama satu tahun (haul), zakat penghasilan dapat ditunaikan saat penghasilan diterima, biasanya setiap bulan. Cara ini memudahkan muzaki untuk menunaikan zakat secara rutin tanpa harus menunggu akumulasi harta selama satu tahun. Besaran zakat yang dibayarkan adalah: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5% Namun, perhitungan tersebut berlaku apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab yang berlaku. Dasar Kewajiban Zakat Penghasilan Kewajiban zakat penghasilan didasarkan pada perintah Allah SWT untuk menginfakkan sebagian harta yang diperoleh dari usaha yang baik. Salah satu landasannya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 yang memerintahkan kaum Muslim untuk mengeluarkan sebagian dari hasil usaha yang halal dan baik. Di Indonesia, ketentuan mengenai zakat penghasilan juga mengacu pada: Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan; Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui zakat penghasilan, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Cek Apakah Penghasilan Anda Sudah Wajib Zakat Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Saat ini, perhitungan zakat dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu Anda mengetahui besaran zakat penghasilan secara cepat dan akurat sesuai ketentuan syariat. Harta yang dimiliki akan menjadi lebih berkah ketika dibersihkan melalui zakat. Karena itu, jika penghasilan Anda telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan tunda untuk menunaikannya. Tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Ini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Bulanan dengan Mudah!
Ini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Bulanan dengan Mudah!
ZAKAT penghasilan merupakan kewajiban yang perlu dipahami oleh setiap Muslim yang memiliki pendapatan, baik dari pekerjaan tetap, profesi, jasa, maupun usaha yang halal. Dengan mengetahui cara menghitung zakat penghasilan bulanan, Anda dapat menunaikan kewajiban zakat secara tepat sesuai syariat sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran zakat yang amanah. Lalu, bagaimana cara menghitung zakat penghasilan bulanan? Berikut penjelasannya. Apa Itu Zakat Penghasilan? Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang halal, seperti gaji, honorarium, tunjangan, bonus, maupun penghasilan usaha. Zakat ini termasuk bagian dari zakat maal dan wajib ditunaikan apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang wajib dizakati. Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Apabila penghasilan telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen. Rumus Zakat Penghasilan Bulanan Cara menghitung zakat penghasilan sebenarnya cukup sederhana. Rumus yang digunakan adalah: Zakat Penghasilan = Total Penghasilan × 2,5% Total penghasilan yang dimaksud dapat mencakup: Gaji pokok; Tunjangan; Honorarium; Bonus; Pendapatan dari pekerjaan sampingan; Penghasilan halal lainnya. Namun sebelum menghitung, pastikan terlebih dahulu bahwa total penghasilan Anda telah mencapai nisab yang berlaku. Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan Bulanan Sebagai contoh, seseorang memiliki total penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan dan jumlah tersebut telah mencapai nisab yang berlaku. Maka perhitungannya adalah: Rp10.000.000 × 2,5% = Rp250.000 Dengan demikian, zakat penghasilan yang wajib ditunaikan adalah Rp250.000 per bulan. Perhitungan yang sama dapat diterapkan untuk jumlah penghasilan lainnya. Cukup kalikan total penghasilan dengan 2,5 persen, selama penghasilan tersebut telah memenuhi syarat wajib zakat. Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal yang umumnya mensyaratkan kepemilikan harta selama satu tahun (haul), zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap kali menerima penghasilan, biasanya setiap bulan. Cara ini memudahkan seorang Muslim untuk menunaikan zakat secara rutin tanpa harus menunggu akumulasi pendapatan selama satu tahun. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Zakat Penghasilan Meski rumusnya sederhana, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menghitung zakat penghasilan. Beberapa di antaranya adalah: Tidak memastikan terlebih dahulu apakah penghasilan telah mencapai nisab; Tidak menghitung seluruh komponen penghasilan yang diterima; Salah menghitung tarif zakat yang seharusnya sebesar 2,5 persen; Menunda pembayaran zakat meskipun telah memenuhi syarat wajib zakat; Menggunakan acuan nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini. Dengan memahami hal-hal tersebut, Anda dapat menghitung dan menunaikan zakat dengan lebih tepat sesuai ketentuan syariat. Mengapa Penting Membayar Zakat Penghasilan? Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui zakat penghasilan, sebagian rezeki yang kita terima dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, zakat juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat dan penghasilan yang Allah SWT anugerahkan. Hitung Zakat Penghasilan Anda Sekarang Masih ragu berapa zakat penghasilan yang harus ditunaikan? Anda dapat menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk menghitung kewajiban zakat secara cepat, mudah, dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Muharram: Bulan Mulia dalam Islam yang Penuh Sejarah, Keutamaan, dan Hikmah
Muharram: Bulan Mulia dalam Islam yang Penuh Sejarah, Keutamaan, dan Hikmah
MUHARRAM merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bagi umat Muslim, pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian waktu, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Memahami sejarah dan keutamaan Muharram dapat menjadi bekal bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Sejarah Bulan Muharram Nama Muharram berasal dari kata haram yang berarti "dimuliakan" atau "diharamkan". Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Arab telah menghormati bulan ini dengan menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang dianggap suci. Setelah Islam hadir, kemuliaan Muharram tetap dipertahankan dan diperkuat melalui ajaran Rasulullah SAW. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Muharram kemudian ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Meskipun peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Rabiul Awal, Muharram dipilih sebagai awal tahun karena pada bulan inilah kaum Muslim mulai mempersiapkan hijrah setelah terjadinya Baiat Aqabah. Penetapan tersebut menjadi simbol dimulainya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram sebagai Salah Satu Bulan Haram Allah SWT menetapkan empat bulan yang memiliki kemuliaan khusus, yaitu Zulqaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Keempatnya dikenal sebagai bulan haram, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk semakin menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan. Setiap ibadah yang dilakukan menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kemuliaan Muharram menjadi pengingat bahwa waktu tertentu memiliki nilai istimewa dalam Islam dan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh. Keutamaan Bulan Muharram 1. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT Sebagai salah satu bulan haram, Muharram memiliki kedudukan yang istimewa. Momentum ini menjadi waktu yang tepat bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas keimanan. 2. Bulan Terbaik untuk Melaksanakan Puasa Sunnah Setelah Ramadan Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Muharram. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama bulan ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selain berpahala, puasa sunnah juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Keutamaan Puasa Asyura Salah satu amalan yang paling dikenal pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini, dengan izin Allah SWT, dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Puasa Asyura juga berkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa tersebut. 4. Awal yang Baik untuk Memperbaiki Diri Muharram menjadi titik awal tahun Hijriah yang sering dimanfaatkan umat Islam untuk menyusun target ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Semangat memperbaiki diri inilah yang menjadi salah satu makna penting dari pergantian tahun Hijriah. Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram Muharram juga dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari kejaran Fir'aun yang menjadi dasar dianjurkannya puasa Asyura. Selain itu, tanggal 10 Muharram juga dikenal sebagai hari wafatnya Husain bin Ali, cucu Rasulullah SAW, dalam peristiwa Karbala. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Islam dan memberikan pelajaran tentang keberanian, keteguhan prinsip, serta perjuangan dalam mempertahankan kebenaran. Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai amalan yang dianjurkan. Memperbanyak Puasa Sunnah Selain puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Memperbanyak Sedekah Muharram juga menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Bersedekah kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dan membawa manfaat luas bagi sesama. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memasuki tahun Hijriah yang baru, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Amalan ini dapat menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual sekaligus memohon keberkahan dalam menjalani kehidupan. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas diri sepanjang tahun. Hikmah yang Dapat Dipetik dari Bulan Muharram Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa usia manusia terus bertambah, sementara kesempatan untuk beramal semakin berkurang. Karena itu, Muharram menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan. Muharram juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memberikan manfaat bagi sesama. Di sisi lain, berbagai kisah yang berkaitan dengan bulan Muharram menunjukkan bahwa pertolongan Allah SWT akan datang kepada mereka yang bersabar, istiqamah, dan tetap teguh di atas kebenaran. Makna Tahun Baru Hijriah bagi Umat Islam Pergantian tahun Hijriah bukan hanya pergantian angka dalam kalender, tetapi juga menjadi simbol hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, hingga menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat tersebut, setiap tahun Hijriah menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh sebagai Muslim yang lebih baik. Menjadikan Muharram sebagai Awal Perubahan Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan menyimpan banyak pelajaran bagi umat Islam. Melalui pemahaman terhadap sejarah, keutamaan, amalan yang dianjurkan, serta hikmah yang terkandung di dalamnya, setiap Muslim dapat menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah. Mari sambut tahun Hijriah dengan memperbanyak amal saleh, seperti berpuasa sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak dzikir dan doa. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan di bulan Muharram menjadi awal yang membawa keberkahan, ketenangan, dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | MBL-01
Amalan Utama di Bulan Muharram untuk Meraih Keberkahan dan Pahala Berlipat
Amalan Utama di Bulan Muharram untuk Meraih Keberkahan dan Pahala Berlipat
MUHARRAM merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh pada bulan Muharram. Selain menjadi waktu yang penuh kemuliaan, Muharram merupakan kesempatan untuk mengawali tahun Hijriah dengan berbagai amalan yang mendatangkan keberkahan dan pahala. Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama bulan Muharram? Keutamaan Bulan Muharram Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin menjaga diri dari perbuatan maksiat sekaligus memperbanyak amal saleh. Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan bulan haram menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan semangat memperbanyak kebaikan. 1. Menjalankan Puasa Asyura Salah satu amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu, dengan izin Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan membedakan pelaksanaannya dengan kaum Yahudi. 2. Memperbanyak Puasa Sunnah Tidak hanya pada tanggal 9 dan 10 Muharram, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Bagi yang memiliki kemampuan, memperbanyak puasa sunnah selama bulan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Selain berpahala besar, puasa juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 3. Memperbanyak Sedekah Muharram juga menjadi momen yang baik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Sedekah tidak terbatas pada pemberian materi, tetapi juga dapat berupa bantuan tenaga, makanan, ilmu, maupun bentuk kebaikan lainnya yang bermanfaat bagi sesama. Melalui sedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta serta mengharapkan keberkahan dari Allah SWT. 4. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang dianjurkan setiap waktu, termasuk di bulan Muharram. Awal tahun Hijriah dapat dijadikan momentum untuk membangun kebiasaan berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur'an. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami makna ayat-ayat yang dibaca, mempelajari tafsirnya, serta mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Memperbanyak Dzikir dan Doa Dzikir dan doa menjadi amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, maupun doa kepada Allah SWT dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus memohon keberkahan di awal tahun Hijriah. Dengan hati yang senantiasa mengingat Allah, seorang Muslim akan memperoleh ketenangan sekaligus memperkuat keimanan dalam menjalani kehidupan. 6. Meningkatkan Kualitas Salat Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kualitas salat. Menjaga salat lima waktu tepat pada waktunya, memperbanyak salat sunnah, serta berusaha menghadirkan kekhusyukan dalam setiap salat merupakan langkah penting untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Ketika salat menjadi lebih baik, diharapkan kualitas ibadah dan kehidupan sehari-hari pun ikut meningkat. 7. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun sesama Muslim juga termasuk amalan yang dianjurkan. Awal tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Silaturahmi bukan hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang membawa keberkahan dalam kehidupan. 8. Muhasabah dan Memperbaiki Diri Pergantian tahun Hijriah menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Evaluasi terhadap ibadah, akhlak, maupun hubungan dengan sesama dapat menjadi bekal untuk menjalani tahun yang lebih baik. Melalui muhasabah, seorang Muslim dapat menyadari kekurangan yang perlu diperbaiki sekaligus menyusun target ibadah yang lebih baik untuk masa mendatang. Hikmah Mengisi Muharram dengan Amal Saleh Menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai amal kebaikan tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan banyak hikmah dalam kehidupan. Semangat beribadah dapat tumbuh lebih kuat, kepedulian terhadap sesama semakin meningkat, dan hubungan dengan Allah SWT menjadi semakin erat. Momentum ini juga mengajarkan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Jadikan Muharram sebagai Awal Perubahan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Mulailah dengan amalan-amalan sederhana seperti berpuasa sunnah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, menjaga salat, mempererat silaturahmi, dan melakukan muhasabah. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengisi bulan Muharram dengan amal saleh, menerima setiap ibadah yang dilakukan, serta menjadikan tahun Hijriah yang baru sebagai awal kehidupan yang lebih berkah, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | MBL-01
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Resolusi Islami Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Resolusi Islami Menuju Pribadi yang Lebih Baik
TAHUN Baru Hijriah bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Dari refleksi tersebut, lahirlah semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menjalani tahun yang baru. Dalam Islam, muhasabah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dengan mengevaluasi hubungan kepada Allah SWT maupun sesama manusia, seorang Muslim dapat mengenali kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, menyusun resolusi Islami di awal tahun Hijriah dapat menjadi langkah awal untuk menjalani kehidupan yang lebih terarah dan penuh keberkahan. Mengapa Resolusi Islami Penting? Banyak orang menetapkan berbagai target ketika memasuki tahun baru. Bagi seorang Muslim, resolusi bukan hanya tentang pencapaian duniawi, tetapi juga tentang bagaimana menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada Allah SWT. Resolusi Islami membantu seseorang memiliki arah yang jelas dalam memperbaiki kualitas ibadah, membangun akhlak yang lebih baik, serta menumbuhkan semangat untuk terus melakukan kebaikan. Dengan tujuan yang terencana, setiap langkah yang dijalani pun menjadi lebih bermakna dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Inspirasi Resolusi Islami di Tahun Baru Hijriah Memulai perubahan tidak harus dengan target yang besar. Justru, kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih nyata dalam kehidupan. 1. Meningkatkan Kualitas Salat Salat merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Karena itu, menjadikan salat sebagai prioritas dalam resolusi tahun ini adalah langkah yang tepat. Perubahan sederhana dapat dimulai dengan membiasakan salat tepat waktu, meningkatkan kekhusyukan, memperbanyak salat sunnah, serta meluangkan waktu untuk berdoa setelah salat. 2. Membiasakan Membaca dan Memahami Al-Qur'an Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi setiap Muslim. Tahun Baru Hijriah dapat menjadi momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami maknanya. Target sederhana seperti membaca beberapa halaman setiap hari, mengkhatamkan Al-Qur'an dalam setahun, mempelajari tafsir, atau menghafal surat-surat pilihan dapat menjadi awal yang baik. 3. Memperbaiki Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari Keimanan seseorang juga tercermin melalui akhlaknya. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, sehingga memperbaiki perilaku menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri. Mulailah dengan menjaga lisan, mengurangi amarah, membiasakan kejujuran, menghormati orang tua dan guru, serta mempererat hubungan baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. 4. Membiasakan Bersedekah Sedekah merupakan salah satu amalan yang membawa banyak keberkahan. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan, membantu masyarakat yang membutuhkan, atau mendukung program sosial dan kemanusiaan dapat menjadi resolusi yang memberikan manfaat luas bagi sesama. Cara Mewujudkan Resolusi agar Tidak Hanya Menjadi Rencana Menyusun resolusi hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menjaga komitmen untuk menjalankannya secara konsisten. Mulailah dengan menetapkan target yang realistis sesuai kemampuan. Tuliskan tujuan secara spesifik agar lebih mudah diukur, misalnya membaca Al-Qur'an dua halaman setiap hari atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk sedekah setiap bulan. Selain itu, buatlah jadwal dan lakukan evaluasi secara berkala. Dengan begitu, perkembangan yang telah dicapai dapat dipantau sekaligus menjadi bahan perbaikan apabila masih terdapat kendala. Di atas semua itu, jangan lupa memohon pertolongan kepada Allah SWT. Setiap niat baik akan lebih mudah diwujudkan ketika disertai doa dan tawakal kepada-Nya. Menjaga Semangat di Tengah Tantangan Dalam perjalanan menjalankan resolusi, rasa malas, kesibukan, maupun lingkungan yang kurang mendukung sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang memulai tahun dengan penuh semangat, namun perlahan kembali pada kebiasaan lama. Karena itu, penting untuk selalu mengingat tujuan utama dari setiap perubahan, yaitu menjadi hamba Allah SWT yang lebih baik daripada sebelumnya. Sekecil apa pun kemajuan yang dicapai, selama dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah, tetap bernilai di sisi Allah SWT. Jadikan Muhasabah sebagai Kebiasaan Muhasabah tidak hanya dilakukan saat pergantian tahun. Seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa mengevaluasi dirinya setiap hari. Beberapa pertanyaan sederhana dapat menjadi bahan renungan, seperti apakah salat hari ini sudah lebih baik, apakah telah berbuat baik kepada sesama, apakah berhasil menjauhi larangan Allah SWT, serta amal apa saja yang telah dilakukan sepanjang hari. Dengan membiasakan evaluasi diri, semangat untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak akan tetap terjaga sepanjang tahun. Lingkungan yang Baik Mendukung Perubahan Perubahan akan lebih mudah diwujudkan apabila didukung oleh lingkungan yang positif. Bergaul dengan orang-orang saleh, mengikuti kajian, maupun aktif dalam kegiatan keislaman dapat menjadi sumber motivasi untuk tetap istiqamah dalam menjalankan resolusi. Lingkungan yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan memberikan semangat ketika rasa lelah atau malas mulai muncul. Awali Tahun Hijriah dengan Langkah Terbaik Tahun Baru Hijriah adalah waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru dengan semangat memperbaiki diri. Melalui resolusi Islami yang disusun dengan niat yang tulus dan dijalankan secara konsisten, setiap Muslim dapat terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah. Karena itu, tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai. Jadikan tahun Hijriah ini sebagai awal perjalanan menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih produktif dalam kebaikan, dan semakin dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | MBL-01
Gaji Anda 10 Juta? Apakah Wajib Zakat, Ini Cara Ceknya
Gaji Anda 10 Juta? Apakah Wajib Zakat, Ini Cara Ceknya
BANYAK pekerja muslim bertanya, apakah gaji Rp10 juta per bulan sudah wajib dikenakan zakat penghasilan? Untuk menjawabnya, perlu memahami terlebih dahulu ketentuan nisab zakat penghasilan yang berlaku sesuai syariat dan pedoman yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Memahami Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun jasa yang dilakukan secara halal. Penghasilan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, tunjangan, bonus, insentif, maupun pendapatan profesional lainnya. Besaran zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab. Berapa Nisab Zakat Penghasilan? Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS, nisab zakat penghasilan setara dengan nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Nisab ini kemudian dapat dikonversikan ke dalam perhitungan bulanan untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat secara rutin. Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab zakat penghasilan juga dapat mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengacu pada informasi nisab terbaru yang ditetapkan oleh BAZNAS. Apakah Gaji Rp10 Juta Sudah Wajib Zakat? Untuk mengetahui apakah gaji Rp10 juta per bulan sudah wajib zakat, langkah pertama adalah membandingkan jumlah penghasilan tersebut dengan batas nisab bulanan yang berlaku. Jika penghasilan bulanan telah mencapai atau melebihi nisab yang ditetapkan berdasarkan nilai 85 gram emas per tahun, maka penghasilan tersebut wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Sebaliknya, apabila penghasilan masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan, meskipun tetap dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Karena nilai nisab mengikuti perkembangan harga emas, status kewajiban zakat bagi pemilik gaji Rp10 juta per bulan dapat berbeda tergantung pada periode perhitungan yang digunakan. Cara Menghitung Zakat dari Gaji Rp10 Juta Apabila penghasilan telah memenuhi nisab, maka perhitungan zakat penghasilan dapat dilakukan dengan rumus sederhana: - Penghasilan bulanan × 2,5 persen Sebagai contoh: - Gaji bulanan: Rp10.000.000 - Zakat penghasilan: Rp10.000.000 × 2,5% - Zakat yang dibayarkan: Rp250.000 Perhitungan tersebut berlaku apabila penghasilan telah memenuhi ketentuan nisab yang berlaku pada saat itu. Gunakan Kalkulator Zakat untuk Hasil yang Lebih Akurat Untuk mempermudah proses perhitungan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kalkulator zakat yang disediakan BAZNAS. Melalui layanan ini, muzaki dapat mengetahui apakah penghasilannya telah mencapai nisab sekaligus menghitung jumlah zakat yang perlu dibayarkan. Kalkulator zakat juga membantu memastikan bahwa perhitungan dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat dan standar yang berlaku sehingga hasilnya lebih akurat dan praktis. Tunaikan Zakat untuk Membersihkan Harta Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. Melalui zakat penghasilan, setiap muslim dapat berbagi kebermanfaatan kepada masyarakat yang berhak menerima serta mendukung berbagai program pemberdayaan umat yang dijalankan oleh BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Kalkulator Zakat Penghasilan: Anda Bisa Hitung dan Bayar Sekaligus
Kalkulator Zakat Penghasilan: Anda Bisa Hitung dan Bayar Sekaligus
MENGHITUNG zakat penghasilan kini semakin mudah melalui layanan kalkulator zakat yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Fitur ini membantu masyarakat mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan sekaligus memfasilitasi pembayaran zakat secara cepat, mudah, dan sesuai syariat. Apa Itu Kalkulator Zakat Penghasilan? Kalkulator zakat penghasilan merupakan layanan yang dirancang untuk membantu muzaki menghitung kewajiban zakat berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi. Dengan memasukkan informasi terkait penghasilan, pengguna dapat mengetahui estimasi zakat yang harus dibayarkan tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual. Layanan ini hadir untuk meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus memastikan perhitungan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan Zakat Penghasilan Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh secara halal melalui pekerjaan, profesi, maupun usaha. Menurut ketentuan BAZNAS, zakat penghasilan dikenakan sebesar 2,5 persen apabila pendapatan telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas per tahun. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap menerima penghasilan bulanan atau dikumpulkan terlebih dahulu selama satu tahun, sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan muzaki. Namun, pembayaran secara rutin setiap bulan sering dipilih karena lebih praktis dan memudahkan dalam menunaikan kewajiban zakat tepat waktu. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Penghasilan Penggunaan kalkulator zakat penghasilan sangat sederhana. Muzaki hanya perlu memasukkan jumlah penghasilan yang diterima dalam periode tertentu sesuai petunjuk yang tersedia pada layanan kalkulator zakat. Setelah data dimasukkan, sistem akan menghitung besaran zakat yang wajib ditunaikan berdasarkan ketentuan syariat dan standar perhitungan yang digunakan oleh BAZNAS. Hasil perhitungan tersebut dapat langsung digunakan sebagai acuan untuk melakukan pembayaran zakat. Hitung dan Bayar dalam Satu Layanan Salah satu keunggulan layanan kalkulator zakat digital adalah kemampuannya mengintegrasikan proses perhitungan dan pembayaran dalam satu platform. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, muzaki dapat langsung melanjutkan ke tahap pembayaran tanpa perlu berpindah layanan. Kemudahan ini memungkinkan proses berzakat menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan terbiasa menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari. Mengapa Membayar Zakat Melalui BAZNAS? Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat secara nasional, BAZNAS mengelola dana zakat dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dana yang dihimpun disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan kemanusiaan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial. Tunaikan Zakat dengan Mudah dan Tepat Kehadiran kalkulator zakat penghasilan menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menghitung dan menunaikan zakat secara tepat. Dengan proses yang sederhana dan terintegrasi, muzaki dapat memastikan kewajiban zakat terlaksana dengan baik sekaligus mendukung berbagai program kemaslahatan yang dijalankan BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS, Ini Caranya!
Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS, Ini Caranya!
ZAKAT penghasilan kini dapat ditunaikan dengan lebih mudah melalui layanan pembayaran online yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kehadiran layanan digital ini memudahkan masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara cepat, aman, dan sesuai syariat tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Memahami Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh seseorang melalui pekerjaan, profesi, atau keahlian tertentu. Pendapatan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, tunjangan, insentif, maupun penghasilan lain yang halal dan telah mencapai nisab. Berdasarkan ketentuan BAZNAS, nisab zakat penghasilan disetarakan dengan nilai 85 gram emas per tahun. Apabila pendapatan seorang muslim telah mencapai nisab, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang diterima. Kemudahan Bayar Zakat Secara Online Perkembangan teknologi digital memungkinkan masyarakat menunaikan zakat penghasilan kapan saja dan di mana saja. Melalui layanan pembayaran zakat online BAZNAS, muzaki dapat menghitung besaran zakat yang harus dibayarkan sekaligus melakukan pembayaran melalui berbagai metode transaksi digital. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan, transparansi, dan kenyamanan dalam berzakat. Selain itu, setiap dana zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan. Cara Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS Masyarakat dapat menunaikan zakat penghasilan secara online dengan langkah-langkah berikut: 1. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS. 2. Memilih jenis zakat “Zakat Penghasilan”. 3. Mengisi nominal penghasilan atau menggunakan kalkulator zakat yang tersedia. 4. Memasukkan data diri sesuai kebutuhan. 5. Memilih metode pembayaran yang diinginkan. 6. Menyelesaikan transaksi hingga pembayaran berhasil. Setelah pembayaran selesai, muzaki akan menerima bukti pembayaran sebagai dokumentasi transaksi zakat yang telah ditunaikan. Manfaat Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memberikan berbagai manfaat, antara lain memastikan dana zakat disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai syariat, mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera, serta membantu penanganan berbagai program kemanusiaan di Indonesia. Dana zakat yang dihimpun juga dikelola dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih tenang dan percaya. Tunaikan Zakat, Tebarkan Kebermanfaatan Membayar zakat penghasilan bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan memanfaatkan layanan zakat online BAZNAS, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat secara mudah sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui zakat yang ditunaikan secara rutin, kebermanfaatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga tercipta kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Keutamaan Tahun Baru Islam dan Amalan Dianjurkan Mengawali Tahun Hijriah
Keutamaan Tahun Baru Islam dan Amalan Dianjurkan Mengawali Tahun Hijriah
KEUTAMAAN Tahun Baru Islam merupakan momen penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran agama. Tahun Baru Islam yang dikenal sebagai 1 Muharram adalah awal dari kalender Hijriah yang ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sebagai sistem penanggalan umat Islam. Momen ini bukan sekadar pergantian tahun seperti dalam kalender Masehi, tetapi memiliki nilai spiritual yang dalam karena berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan fisik, tetapi juga simbol perubahan besar menuju kehidupan yang lebih baik, penuh iman, dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, setiap datangnya Tahun Baru Islam seharusnya menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, meninggalkan keburukan, dan meningkatkan amal kebaikan. Sejarah dan Makna Keutamaan Tahun Baru Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah penetapan kalender Hijriah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, para sahabat sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai titik awal kalender Islam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peristiwa hijrah dalam perjalanan dakwah Islam. Hijrah memiliki makna yang sangat luas, yaitu meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Dalam konteks kehidupan modern, hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan sikap, perilaku, dan cara hidup agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam banyak riwayat, bulan ini disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi segala bentuk dosa. Keutamaan Tahun Baru dalam Perspektif Ibadah Dalam Islam, pergantian tahun bukanlah perayaan dengan pesta atau kemeriahan duniawi, tetapi lebih kepada momen introspeksi diri. Keutamaan Tahun Baru Islam terletak pada kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah seperti: 1. Muhasabah Diri Muhasabah atau introspeksi diri adalah amalan penting dalam menyambut Tahun Baru Islam. Umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi amal perbuatan selama satu tahun ke belakang, apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan yang dilakukan. 2. Memperbanyak Istighfar Memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan merupakan salah satu amalan utama. Istighfar menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memulai tahun baru dengan jiwa yang lebih bersih. 3. Berdoa untuk Tahun yang Lebih Baik Umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru. 4. Berpuasa di Bulan Muharram Puasa sunnah di bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah Ramadan. Amalan yang Dianjurkan Tahun Baru Islam Keutamaan Tahun Baru Islam juga tercermin dalam berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Muslim untuk mengisi awal tahun Hijriah dengan kebaikan: 1. Membaca Doa Awal Tahun Meskipun tidak ada doa khusus yang secara langsung diwajibkan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir di awal tahun sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. 2. Bersedekah Sedekah di awal tahun dapat menjadi pembuka pintu rezeki dan keberkahan. Memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang yang membutuhkan sangat dianjurkan. 3. Menyambung Silaturahmi Momen Tahun Baru Islam juga bisa dijadikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama Muslim. 4. Menuntut Ilmu Agama Mengawali tahun baru dengan meningkatkan pengetahuan agama akan membantu memperkuat keimanan dan ketakwaan. Hikmah dari Keutamaan Tahun Baru Keutamaan Tahun Baru Islam mengajarkan banyak hikmah bagi kehidupan umat Muslim, di antaranya: 1. Pentingnya Perubahan ke Arah yang Lebih Baik Tahun baru menjadi simbol bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. 2. Kesadaran Akan Waktu Islam sangat menghargai waktu. Pergantian tahun mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. 3. Motivasi untuk Meningkatkan Amal Dengan datangnya tahun baru, umat Islam diharapkan semakin semangat dalam beribadah dan melakukan kebaikan. 4. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah Momen ini juga dapat mempererat persaudaraan sesama Muslim melalui kegiatan positif seperti pengajian, doa bersama, dan kegiatan sosial. Kesalahan yang Dihindari Menyambut Tahun Baru Meskipun Keutamaan Tahun Baru Islam sangat besar, masih ada sebagian umat yang salah memahami makna perayaan ini dengan melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat, seperti: Perayaan berlebihan yang menyerupai budaya non-Islam Menganggap tahun baru sebagai ajang hura-hura Mengabaikan makna hijrah yang sebenarnya Dalam Islam, yang lebih ditekankan adalah perbaikan diri dan peningkatan ibadah, bukan sekadar perayaan lahiriah. Pandangan Ulama tentang Keutamaan Tahun Baru Banyak ulama menekankan bahwa Keutamaan Tahun Baru Islam adalah momentum spiritual, bukan ritual khusus yang harus dirayakan secara tertentu. Para ulama mendorong umat Islam untuk mengisi waktu ini dengan amal saleh, doa, dan refleksi diri. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, misalnya, menekankan pentingnya muhasabah diri sebelum datangnya ajal. Tahun baru bisa menjadi pengingat bahwa usia manusia terus berkurang, sehingga amal harus semakin ditingkatkan. Refleksi Kehidupan dalam Keutamaan Tahun Baru Ketika umat Islam memahami Keutamaan Tahun Baru Islam, maka akan muncul kesadaran bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju akhirat. Setiap tahun yang berlalu adalah bagian dari waktu yang tidak akan kembali. Oleh karena itu, tahun baru seharusnya menjadi titik awal untuk: Meninggalkan kebiasaan buruk Memperbaiki ibadah wajib Menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain Keutamaan Tahun Baru Islam Keutamaan Tahun Baru Islam bukan terletak pada perayaan meriah, tetapi pada makna mendalam yang terkandung di dalamnya sebagai momentum perubahan diri. Tahun Baru Hijriah mengingatkan umat Islam tentang pentingnya hijrah, yaitu berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Dengan memahami makna tersebut, setiap Muslim diharapkan mampu menjadikan Tahun Baru Islam sebagai awal yang penuh harapan, doa, dan amal kebaikan. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan mendapatkan keberkahan di setiap langkah kehidupan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Hikmah Tahun Baru Islam Dapat Mengubah Kehidupan Anda
Hikmah Tahun Baru Islam Dapat Mengubah Kehidupan Anda
TAHUN Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Momentum ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Banyak umat Islam yang menyambut datangnya 1 Muharram dengan doa, dzikir, kajian, hingga refleksi kehidupan agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Memahami Hikmah Tahun Baru Islam sangat penting agar perayaan tahun baru hijriah tidak hanya menjadi tradisi semata. Dengan memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, seseorang dapat memperoleh pelajaran hidup yang mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Apa Itu Tahun Baru Islam? Tahun Baru Islam adalah pergantian tahun dalam kalender hijriah yang dimulai pada tanggal 1 Muharram. Kalender hijriah sendiri dihitung berdasarkan peredaran bulan dan dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah tersebut menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, serta perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, Tahun Baru Islam selalu identik dengan semangat hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari lalai menuju taat, dan dari maksiat menuju kebaikan. Penting Memahami Hikmah Tahun Baru? Banyak orang menyambut pergantian tahun dengan berbagai perayaan, tetapi belum tentu memahami makna di baliknya. Dalam Islam, pergantian tahun seharusnya menjadi momen evaluasi diri. Apakah selama setahun terakhir kita semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh? Memahami Hikmah Tahun Baru Islam membantu umat Islam untuk: Menumbuhkan semangat memperbaiki diri Memperkuat iman dan takwa Menyusun tujuan hidup yang lebih baik Menjalani hidup dengan penuh rasa syukur Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain Berikut ini tujuh hikmah yang dapat mengubah kehidupan Anda. 1. Momentum Muhasabah Diri Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam yang paling utama adalah kesempatan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Datangnya tahun baru hijriah menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan umur semakin berkurang. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi diri: Apakah ibadah sudah lebih baik? Apakah akhlak sudah semakin mulia? Apakah hubungan dengan keluarga dan sesama sudah harmonis? Muhasabah membantu seseorang memahami kekurangan diri sehingga dapat memperbaikinya di masa depan. 2. Menumbuhkan Semangat Hijrah Hijrah adalah inti dari sejarah Tahun Baru Islam. Nabi Muhammad dan para sahabat melakukan hijrah demi mempertahankan keimanan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan modern, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk: Meninggalkan kebiasaan buruk Memperbaiki akhlak Menjaga lisan dari perkataan negatif Meninggalkan pergaulan yang tidak baik Memulai kebiasaan ibadah yang lebih konsisten Melalui pemahaman Hikmah Tahun Baru Islam, seseorang akan memiliki motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. 3. Mengingat Pentingnya Waktu Waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Sayangnya, banyak manusia yang menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Pergantian tahun hijriah menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Karena itu, umat Islam perlu memanfaatkan waktu dengan: Memperbanyak ibadah Menuntut ilmu Bekerja secara halal Menebar manfaat kepada sesama Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam adalah menyadarkan manusia agar lebih bijak dalam menggunakan waktu sebelum datang penyesalan. 4. Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan Tahun Baru Islam juga menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Banyak umat Islam memulai tahun hijriah dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian, dan melakukan amal kebaikan. Semangat spiritual ini sangat penting karena kehidupan modern sering kali membuat manusia lalai terhadap akhirat. Dengan memahami Hikmah Tahun Baru Islam, seseorang dapat kembali fokus memperbaiki hubungannya dengan Allah. Keimanan yang kuat akan membuat hati lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ketakwaan juga membantu seseorang menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. 5. Menumbuhkan Rasa Syukur Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan tahun yang baru. Karena itu, datangnya Tahun Baru Islam seharusnya disambut dengan rasa syukur kepada Allah. Bersyukur dapat dilakukan dengan: Memperbanyak ibadah Menjaga kesehatan Membantu sesama Menggunakan nikmat untuk kebaikan Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam adalah mengajarkan manusia agar tidak hanya fokus pada kekurangan hidup, tetapi juga menyadari begitu banyak nikmat yang telah diberikan Allah. Orang yang bersyukur cenderung memiliki hati yang lebih tenang, optimis, dan bahagia dalam menjalani kehidupan. 6. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Tahun Baru Islam sering dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, santunan anak yatim, doa bersama, dan kegiatan sosial lainnya. Semua kegiatan tersebut dapat mempererat persaudaraan sesama muslim. Dalam Islam, ukhuwah atau persaudaraan memiliki kedudukan yang sangat penting. Dengan persaudaraan yang kuat, umat Islam akan lebih mudah saling membantu dan mendukung dalam kebaikan. Melalui pemahaman Hikmah Tahun Baru Islam, umat Islam diingatkan untuk: Menghindari permusuhan Menjaga silaturahmi Saling memaafkan Saling menolong dalam kebaikan Masyarakat yang memiliki ukhuwah kuat akan lebih damai dan harmonis. 7. Menjadi Awal Perubahan Kehidupan Banyak orang ingin berubah tetapi menunda-nunda. Tahun Baru Islam dapat dijadikan titik awal untuk memulai perubahan tersebut. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Misalnya: Mulai shalat tepat waktu Membiasakan membaca Al-Qur'an Mengurangi ghibah Lebih menghormati orang tua Menjaga amanah dalam pekerjaan Inilah salah satu Hikmah Tahun Baru Islam yang sangat penting, yaitu memberikan motivasi untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Jika dilakukan secara konsisten, perubahan kecil tersebut akan membawa dampak besar bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Cara Menyambut Tahun Baru Islam dengan Positif Agar Tahun Baru Islam lebih bermakna, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan: Memperbanyak doa dan dzikir Melakukan evaluasi diri Membuat target ibadah Menghadiri kajian Islam Memperbanyak sedekah Mempererat hubungan keluarga Memohon ampunan kepada Allah Menyambut tahun baru dengan kegiatan positif akan membantu hati menjadi lebih tenang dan penuh harapan. Memahami Hikmah Tahun Baru Islam dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi kehidupan. Tahun baru hijriah bukan hanya pergantian kalender, melainkan momen untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meningkatkan kualitas hidup sebagai seorang muslim. Melalui muhasabah, semangat hijrah, rasa syukur, serta tekad untuk berubah menjadi lebih baik, Tahun Baru Islam dapat menjadi awal kehidupan yang lebih bermakna. Oleh karena itu, mari jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Semoga dengan memahami Hikmah Tahun Baru Islam, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih siap menghadapi kehidupan di masa depan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Makna Tahun Baru Islam yang Jarang Dipahami Umat Muslim
Makna Tahun Baru Islam yang Jarang Dipahami Umat Muslim
SETIAP memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai penjuru dunia memperingati pergantian tahun Hijriah. Namun sayangnya, tidak sedikit umat Muslim yang hanya memahami Tahun Baru Islam sebagai sekadar pergantian kalender semata. Padahal, Makna Tahun Baru Islam jauh lebih dalam dibandingkan hanya perubahan angka tahun. Tahun Baru Islam merupakan momentum penting untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Dalam pandangan Islam, pergantian tahun bukan hanya peristiwa biasa, melainkan kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah, introspeksi diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Sejarah Singkat Tahun Baru Islam Tahun Baru Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah. Peristiwa besar tersebut menjadi titik awal penanggalan Hijriah yang kemudian digunakan umat Islam hingga sekarang. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat tinggal. Lebih dari itu, hijrah adalah simbol perjuangan, pengorbanan, kesabaran, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari sinilah sebenarnya umat Islam dapat memahami bahwa Makna Tahun Baru Islam bukan sekadar seremoni tahunan. Penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi sebagai awal perhitungan tahun Islam karena memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dakwah Islam. Makna Tahun Baru Islam Sering Dilupakan 1. Momentum Muhasabah Diri Salah satu Makna Tahun Baru Islam yang paling penting adalah sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Umat Muslim diajak melihat kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir. Apakah ibadah semakin baik? Apakah hubungan dengan keluarga semakin harmonis? Apakah dosa dan kesalahan sudah mulai ditinggalkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk direnungkan agar setiap pergantian tahun membawa perubahan positif dalam kehidupan. 2. Semangat Hijrah Menjadi Pribadi Lebih Baik Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat. Dalam kehidupan modern, hijrah bisa berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Contohnya: Meninggalkan malas salat menjadi rajin beribadah Meninggalkan perkataan buruk menjadi lebih santun Meninggalkan sifat iri dan dengki menjadi pribadi yang ikhlas Inilah inti dari Makna Tahun Baru Islam yang sebenarnya, yaitu perubahan menuju kebaikan secara terus-menerus. 3. Mengingat Perjuangan Nabi Muhammad Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat atas perjuangan besar Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam. Hijrah dilakukan dalam situasi penuh ancaman dan tekanan dari kaum Quraisy. Meski menghadapi berbagai kesulitan, Nabi tetap sabar dan yakin bahwa pertolongan Allah selalu ada. Dari kisah tersebut, umat Islam belajar tentang keteguhan iman, keberanian, dan optimisme dalam menghadapi ujian hidup. 4. Memperkuat Persaudaraan Sesama Muslim Dalam sejarah hijrah, Nabi Muhammad mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persatuan tersebut menjadi kekuatan besar bagi perkembangan Islam di Madinah. Karena itu, Makna Tahun Baru Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Di tengah banyaknya perbedaan dan konflik saat ini, semangat persatuan sangat dibutuhkan. Amalan Dianjurkan Saat Tahun Baru Islam Memperingati Tahun Baru Islam sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan acara seremonial semata. Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk mengisi momen pergantian tahun Hijriah. Memperbanyak Doa dan Dzikir Awal tahun menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa agar kehidupan di tahun berikutnya lebih berkah dan diridhai Allah. Berpuasa Sunnah Bulan Muharram termasuk bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Salah satu yang paling utama adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Bersedekah Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk saat memasuki tahun baru Hijriah. Dengan bersedekah, hati menjadi lebih bersih dan tumbuh rasa kepedulian terhadap sesama. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama Tahun Baru Islam juga menjadi kesempatan baik untuk meminta maaf, memperbaiki hubungan keluarga, dan menyambung silaturahmi. Kesalahan Memahami Tahun Baru Islam Masih banyak umat Muslim yang salah memahami peringatan Tahun Baru Islam. Sebagian menganggapnya hanya tradisi budaya tanpa makna spiritual. Ada pula yang merayakannya secara berlebihan tanpa memahami nilai hijrah yang sebenarnya. Padahal, Makna Tahun Baru Islam seharusnya menjadi pengingat agar setiap Muslim semakin dekat kepada Allah dan memperbaiki akhlaknya. Islam tidak melarang umatnya bergembira, tetapi perayaan tersebut sebaiknya tetap berada dalam batas syariat dan tidak melupakan nilai ibadah. Hikmah Besar di Balik Tahun Baru Islam Terdapat banyak hikmah yang bisa dipetik dari pergantian tahun Hijriah, di antaranya: Mengingat bahwa usia terus bertambah dan waktu hidup semakin berkurang Menumbuhkan semangat memperbaiki diri Memotivasi umat Islam agar lebih disiplin dalam ibadah Mengingat perjuangan dakwah Nabi Muhammad Mempererat hubungan persaudaraan sesama Muslim Jika dipahami dengan benar, maka Makna Tahun Baru Islam akan membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Cara Menanamkan Semangat Tahun Baru kepada Anak Penting bagi orang tua mengenalkan nilai Tahun Baru Islam kepada anak-anak sejak dini. Caranya bisa dilakukan melalui: Menceritakan kisah hijrah Nabi Muhammad Mengajak anak berdoa bersama Mengajarkan pentingnya berbuat baik Memberikan contoh akhlak yang baik Mengajak anak bersedekah Dengan begitu, anak tidak hanya mengenal Tahun Baru Islam sebagai acara tahunan, tetapi juga memahami nilai spiritual di dalamnya. Makna Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan Pada akhirnya, Makna Tahun Baru Islam adalah tentang perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa hidup terus berjalan dan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Karena itu, momen Tahun Baru Islam seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki iman, ibadah, dan akhlak. Jangan biarkan Tahun Baru Islam berlalu tanpa perubahan apa pun dalam diri kita. Jadikan momen ini sebagai awal hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Bulan Muharram 1448 H: Ini Keutamaan dan Amalannya
Bulan Muharram 1448 H: Ini Keutamaan dan Amalannya
BULAN Muharram 1448 H menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Kehadiran bulan ini bukan sekadar pergantian tahun Islam, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah. Bagi umat Islam, Bulan Muharram 1448 H memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Di bulan ini terdapat banyak peluang pahala yang sayang jika dilewatkan. Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan betapa istimewanya bulan tersebut dibanding bulan lainnya. Momentum tahun baru Islam juga menjadi pengingat penting tentang hijrah. Tidak hanya hijrah secara fisik, tetapi juga hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada ajaran Islam. Karena itulah, umat Islam dianjurkan mengisi Muharram dengan berbagai amalan saleh. Keutamaan Bulan Muharram 1448 H dalam Islam 1. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan menjauhi perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan. Allah SWT menjelaskan tentang bulan-bulan mulia dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36. Para ulama menafsirkan bahwa amal baik pada bulan haram akan dilipatgandakan pahalanya, begitu pula dosa akan terasa lebih berat. Karena itu, Bulan Muharram 1448 H menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. 2. Puasa Muharram adalah Sunnah Terbaik Setelah Ramadan Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah puasa pada bulan tersebut. Puasa sunnah di bulan Muharram menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau dikenal dengan puasa Tasu’a. Melaksanakan puasa di Bulan Muharram 1448 H menjadi bentuk kecintaan seorang muslim terhadap sunnah Rasulullah SAW. 3. Momentum Introspeksi dan Hijrah Diri Tahun baru Islam sering dijadikan momen evaluasi diri. Umat Islam dapat menjadikan Bulan Muharram 1448 H sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Misalnya mulai memperbaiki salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, hingga mempererat silaturahmi. Amalan di Bulan Muharram 1448 H 1. Memperbanyak Puasa Sunnah Puasa menjadi amalan paling utama di bulan Muharram. Beberapa puasa sunnah yang dianjurkan antara lain: Puasa tanggal 9 Muharram (Tasu’a) Puasa tanggal 10 Muharram (Asyura) Puasa tanggal 11 Muharram untuk menyelisihi kaum Yahudi Puasa sunnah Senin dan Kamis Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan memanfaatkan kesempatan di Bulan Muharram 1448 H ini. 2. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang tidak mengenal waktu, namun memperbanyak sedekah di bulan mulia tentu memiliki nilai tersendiri. Memberi makan orang yang membutuhkan, membantu fakir miskin, atau berdonasi untuk kegiatan dakwah dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, sedekah juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. 3. Memperbanyak Dzikir dan Doa Mengisi Bulan Muharram 1448 H dengan dzikir dan doa akan membuat hati lebih tenang. Umat Islam dapat memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, awal tahun Hijriah juga sering dijadikan momen untuk memanjatkan doa agar diberi keberkahan, kesehatan, rezeki halal, dan keimanan yang lebih baik. 4. Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an. Tidak sedikit umat Islam yang menjadikan tahun baru Hijriah sebagai titik awal membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an akan membawa keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. 5. Menjaga Silaturahmi dan Meminta Maaf Salah satu bentuk hijrah hati adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Di Bulan Muharram 1448 H, umat Islam dianjurkan mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan menghindari permusuhan. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga persaudaraan. Bahkan, hubungan baik antarsesama dapat menjadi sebab datangnya keberkahan hidup. Hikmah dari Bulan Muharram 1448 H Muharram mengajarkan umat Islam tentang pentingnya perubahan menuju kebaikan. Setiap pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa usia semakin berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas. Ada beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari Bulan Muharram 1448 H, di antaranya: Menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik Mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu Memperkuat hubungan dengan Allah SWT Menambah kepedulian sosial terhadap sesama Menjadikan ibadah sebagai prioritas hidup Jika dimanfaatkan dengan baik, Muharram dapat menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan seorang muslim. Kesalahan yang Dihindari di Bulan Muharram Meski Muharram adalah bulan mulia, masih ada sebagian masyarakat yang melakukan berbagai tradisi tanpa dasar syariat yang jelas. Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati agar tetap berada dalam tuntunan agama. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain: Menganggap Muharram sebagai bulan sial Melakukan ritual yang tidak diajarkan Islam Bermalas-malasan dalam ibadah Mengabaikan kesempatan meraih pahala Sebaliknya, Bulan Muharram 1448 H seharusnya diisi dengan amal saleh dan kegiatan positif yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Muharram 1448 H adalah momen istimewa yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menghadirkan banyak kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Mulai dari puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga mempererat silaturahmi, semua amalan tersebut memiliki nilai pahala yang besar jika dilakukan dengan ikhlas. Jangan sampai kesempatan berharga di Bulan Muharram 1448 H berlalu begitu saja tanpa amal dan perubahan menuju kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mengisi Muharram dengan amal terbaik dan menjadikan tahun Hijriah ini lebih penuh keberkahan, keimanan, dan ketakwaan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →