WhatsApp Icon
Cara Mudah Hitung Zakat dengan Kalkulator BAZNAS

MENUNAIKAN zakat merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian kepada sesama. Agar zakat yang ditunaikan sesuai dengan ketentuan, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui jumlah zakat yang perlu dikeluarkan.

Kini, menghitung zakat dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu masyarakat memperkirakan kewajiban zakat berdasarkan penghasilan atau harta yang dimiliki.

Khusus untuk zakat penghasilan, masyarakat dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat yang tersedia di website BAZNAS Provinsi Lampung. Dengan memasukkan nominal penghasilan, pengguna dapat mengetahui apakah penghasilannya telah mencapai nisab serta jumlah zakat yang perlu ditunaikan.

Cara Menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS

Menggunakan kalkulator zakat cukup sederhana. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka website BAZNAS Provinsi Lampung melalui lampung.baznas.go.id.
  2. Pilih menu "Kalkulator Zakat" yang tersedia di bagian bawah halaman website.
  3. Masukkan nominal gaji atau penghasilan yang diperoleh dalam satu bulan pada kolom yang tersedia.
  4. Setelah data dimasukkan, klik tombol "Hitung Zakat".
  5. Periksa hasil perhitungan yang ditampilkan. Jika penghasilan telah mencapai nisab sesuai ketentuan, kalkulator akan menunjukkan jumlah zakat yang perlu ditunaikan.
  6. Jika belum mencapai nisab, Anda tetap dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk infak atau sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Hitung Zakat Lebih Mudah

Kalkulator zakat hadir untuk membantu masyarakat melakukan perhitungan dengan lebih praktis. Meski demikian, kalkulator tetap merupakan alat bantu sehingga pengguna perlu memastikan data yang dimasukkan sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Selain itu, ketentuan nisab dapat berubah mengikuti ketentuan dan nilai emas yang berlaku. Karena itu, pastikan menggunakan informasi terbaru ketika melakukan perhitungan zakat.

Pada akhirnya, menghitung zakat bukan hanya tentang mendapatkan angka dari sebuah kalkulator. Lebih dari itu, perhitungan yang tepat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menunaikan amanah zakat dengan benar.

Yuk, cek kewajiban zakat Anda dengan Kalkulator Zakat BAZNAS Provinsi Lampung dan tunaikan zakat sesuai ketentuan. Bagi yang belum mencapai nisab, jangan lupa bahwa sebagian rezeki tetap dapat disalurkan melalui infak dan sedekah.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Kapan Zakat Mal Wajib Ditunaikan? Ini Aturannya!

HARTA yang dimiliki seorang Muslim bukan hanya menjadi sumber kebutuhan hidup, tetapi juga memiliki tanggung jawab yang perlu ditunaikan ketika telah memenuhi ketentuan zakat. Salah satunya adalah zakat mal.

Namun, masih banyak yang bertanya, kapan zakat mal mulai wajib dibayarkan? Apakah harus menunggu bulan Ramadan?

Pada dasarnya, zakat mal tidak memiliki satu waktu pembayaran yang sama bagi setiap orang. Waktu wajibnya bergantung pada jenis harta serta terpenuhinya syarat zakat, terutama nisab dan haul. Untuk sebagian besar jenis harta, zakat menjadi wajib ketika harta telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun Hijriah.

Karena itu, memahami ketentuan nisab dan haul penting agar kewajiban zakat dapat ditunaikan tepat waktu dan tidak terlewat.

Apa yang Menentukan Zakat Mal Menjadi Wajib?

Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum menentukan kapan zakat mal harus ditunaikan. Dua di antaranya yang paling umum adalah nisab dan haul.

Nisab merupakan batas minimum nilai atau jumlah harta yang menyebabkan seseorang terkena kewajiban zakat. Untuk uang dan tabungan, nisab umumnya mengacu pada nilai setara 85 gram emas.

Sementara itu, haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah untuk jenis harta yang memang mensyaratkan haul.

Dengan demikian, apabila seseorang memiliki harta yang halal dan berada dalam kepemilikan penuh, kemudian telah mencapai nisab serta memenuhi ketentuan haul, maka zakat mal menjadi kewajiban yang perlu segera ditunaikan.

Meski demikian, ketentuan tersebut tidak berlaku secara seragam untuk seluruh jenis harta. Hasil pertanian, misalnya, memiliki waktu pembayaran ketika panen. Karena itu, jenis harta yang dimiliki perlu diperhatikan sebelum menentukan cara dan waktu pembayaran zakat.

Mengenal Nisab Zakat Mal

Nisab dapat dipahami sebagai batas minimal harta yang menjadi penentu apakah seseorang telah memiliki kewajiban zakat atau belum.

Untuk zakat uang dan tabungan, nisab menggunakan acuan senilai 85 gram emas. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga dapat berubah dari waktu ke waktu.

Rumus sederhananya adalah:

Nisab = 85 gram × harga emas per gram

Sebagai contoh, apabila harga emas yang digunakan sebagai acuan adalah Rp1.600.000 per gram, maka:

85 × Rp1.600.000 = Rp136.000.000

Angka tersebut hanya merupakan ilustrasi. Dalam praktiknya, perhitungan perlu menggunakan harga emas dan ketentuan nisab yang berlaku saat zakat dihitung.

Apa itu Haul?

Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah. Ketentuan ini berlaku untuk sebagian besar jenis harta yang dikenai zakat mal.

Misalnya, seseorang memiliki tabungan yang telah mencapai nisab pada 1 Muharam. Jika tabungan tersebut tetap memenuhi ketentuan zakat hingga satu tahun Hijriah, maka ketika memasuki 1 Muharam tahun berikutnya, haul telah terpenuhi.

Karena itu, mencatat tanggal ketika harta pertama kali mencapai nisab dapat membantu menentukan kapan kewajiban zakat mulai jatuh tempo.

Untuk tabungan yang memenuhi ketentuan nisab dan haul, kadar zakat yang umum digunakan adalah 2,5 persen. Namun, perhitungan dapat berbeda sesuai jenis harta dan ketentuan yang berlaku.

Apa Saja Syarat Zakat Mal?

Sebelum menghitung zakat, pastikan harta yang dimiliki memenuhi syarat yang ditentukan. Secara umum, beberapa syarat tersebut meliputi:

  1. Harta dimiliki secara penuh dan berada dalam penguasaan pemiliknya.
  2. Harta diperoleh melalui cara yang halal.
  3. Nilainya telah mencapai nisab sesuai jenis harta.
  4. Telah memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
  5. Memenuhi ketentuan lain sesuai karakteristik harta yang akan dizakati.

Perlu diingat, tidak semua jenis zakat mal mensyaratkan haul. Karena itu, cara menghitung zakat tabungan tidak dapat begitu saja diterapkan pada seluruh jenis harta.

Apakah Zakat Mal Harus Dibayar Saat Ramadan?

Ramadan memang menjadi bulan yang banyak dipilih umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk menunaikan zakat. Namun, zakat mal tidak otomatis baru wajib ketika Ramadan tiba.

Jika kewajiban zakat telah jatuh tempo pada bulan lain, maka zakat sebaiknya ditunaikan pada saat kewajiban tersebut terpenuhi. Misalnya, apabila haul harta berakhir pada bulan Muharam dan seluruh syarat zakat telah terpenuhi, tidak perlu menunggu Ramadan berikutnya.

Hal ini berbeda dengan zakat fitrah yang waktu pelaksanaannya memang berkaitan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri.

Dengan demikian, Ramadan dapat menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak amal dan menunaikan zakat, tetapi bukan menjadi patokan utama kapan zakat mal wajib dibayarkan.

Contoh Menghitung Waktu Zakat Mal

Untuk memahami ketentuannya dengan lebih mudah, perhatikan contoh berikut.

Seseorang memiliki tabungan yang telah mencapai nisab pada 10 Safar. Setelah dipantau, tabungan tersebut tetap memenuhi ketentuan zakat selama satu tahun Hijriah.

Ketika memasuki 10 Safar tahun berikutnya, haul telah terpenuhi. Jika syarat zakat lainnya juga telah terpenuhi, maka zakat atas tabungan tersebut perlu dihitung dan ditunaikan.

Apabila kadar zakat yang digunakan adalah 2,5 persen dan harta yang menjadi dasar perhitungan berjumlah Rp200.000.000, maka:

2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000

Perhitungan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada jenis harta, komponen yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku.

Zakat Mal tidak Hanya Berupa Tabungan

Zakat mal memiliki cakupan yang cukup luas. Harta yang dapat menjadi objek zakat antara lain:

    • Emas, perak, dan logam mulia lainnya.
    • Uang dan surat berharga.
    • Harta perniagaan.
    • Hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
    • Peternakan dan perikanan.
    • Pertambangan.
    • Perindustrian.
    • Pendapatan dan jasa.
    • Rikaz atau harta temuan tertentu.

Setiap jenis harta memiliki ketentuan nisab, waktu pembayaran, serta metode perhitungan yang dapat berbeda.

Karena itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis harta yang dimiliki sebelum menentukan besaran zakat yang harus ditunaikan.

Bagaimana dengan Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan juga termasuk dalam cakupan zakat mal, tetapi memiliki ketentuan tersendiri.

Berbeda dengan tabungan yang umumnya dibahas menggunakan ketentuan nisab dan haul, zakat pendapatan dan jasa memiliki ketentuan yang berbeda. Dalam praktik pengelolaan zakat di Indonesia, pendapatan dan jasa termasuk kategori yang tidak menerapkan haul dengan cara yang sama seperti zakat tabungan.

Karena itu, seseorang yang memiliki penghasilan rutin sebaiknya tidak langsung menggunakan rumus zakat tabungan untuk menghitung kewajibannya.

Jika masih ragu, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami ketentuan fikih zakat agar perhitungan dilakukan sesuai dengan jenis harta dan ketentuan yang berlaku.

Berapa Besaran Zakat Mal?

Untuk beberapa jenis harta, kadar zakat yang umum digunakan adalah 2,5 persen. Salah satunya adalah zakat uang dan tabungan yang telah memenuhi syarat zakat.

Namun, tidak semua harta dapat langsung dihitung dengan mengalikan seluruh nilainya dengan 2,5 persen. Setiap kategori memiliki ketentuan tersendiri.

Misalnya, zakat hasil pertanian ditunaikan ketika panen, sedangkan zakat rikaz memiliki kadar yang berbeda. Begitu pula zakat perniagaan memiliki komponen perhitungan yang perlu diperhatikan.

Karena itu, memahami jenis harta menjadi langkah penting sebelum menentukan jumlah zakat.

Kapan Waktu yang Tepat Membayar Zakat Mal?

Setelah seluruh syarat zakat terpenuhi, waktu yang tepat untuk membayarnya adalah segera setelah kewajiban tersebut jatuh tempo.

Jangan menjadikan Ramadan sebagai satu-satunya patokan. Jika kewajiban zakat telah muncul pada bulan lain, zakat sebaiknya tidak sengaja ditunda tanpa alasan yang dibenarkan.

Agar lebih mudah mengingatnya, kita dapat mencatat tanggal ketika harta pertama kali mencapai nisab dan menggunakan kalender Hijriah untuk memantau haul.

Kebiasaan mengevaluasi harta secara berkala juga dapat membantu memastikan tidak ada kewajiban zakat yang terlewat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa hal yang sering membuat pembayaran zakat mal menjadi kurang tepat, di antaranya:

Pertama, menganggap semua zakat harus dibayar pada Ramadan. Padahal, waktu wajib zakat mal bergantung pada jenis harta dan terpenuhinya ketentuan zakat.

Kedua, tidak mengetahui nilai nisab. Nilai nisab yang menggunakan harga emas sebagai acuan dapat berubah.

Ketiga, lupa mencatat awal haul. Tanpa pencatatan, kita dapat kesulitan menentukan kapan kewajiban zakat mulai jatuh tempo.

Keempat, menyamakan semua jenis harta. Zakat tabungan, perdagangan, pertanian, penghasilan, dan harta lainnya memiliki ketentuan yang berbeda.

Kelima, menunda pembayaran setelah kewajiban telah terpenuhi. Setelah mengetahui bahwa zakat telah wajib ditunaikan, sebaiknya segera melaksanakannya.

Tips Agar Tidak Lupa Membayar Zakat

Menjaga keteraturan dalam membayar zakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Catat tanggal ketika harta mencapai nisab.
  2. Gunakan kalender Hijriah untuk memantau haul.
  3. Catat nilai atau saldo harta secara berkala.
  4. Pisahkan pencatatan zakat dari pengeluaran sehari-hari.
  5. Gunakan kalkulator zakat dari lembaga terpercaya untuk membantu perhitungan.
  6. Konsultasikan jenis harta yang memiliki perhitungan lebih kompleks kepada amil zakat atau ahli fikih.
  7. Segera tunaikan zakat setelah kewajibannya jatuh tempo.

BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga resmi yang dapat menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan zakat.

Tunaikan Zakat Tepat Waktu

Jadi, kapan zakat mal wajib ditunaikan? Jawabannya bergantung pada jenis harta dan terpenuhinya syarat zakat.

Untuk sebagian besar harta, zakat mal menjadi wajib setelah harta mencapai nisab dan memenuhi ketentuan haul. Namun, beberapa jenis harta memiliki ketentuan berbeda, seperti hasil pertanian yang zakatnya ditunaikan ketika panen.

Karena itu, kita tidak perlu menunggu Ramadan apabila kewajiban zakat mal telah jatuh tempo lebih dahulu. Yang terpenting adalah memastikan jenis harta, nisab, haul, dan ketentuan perhitungannya sesuai dengan syariat.

Dengan memahami kapan zakat mal wajib ditunaikan, kita dapat menjalankan kewajiban dengan lebih tertib dan tenang. Mari biasakan mencatat harta, memeriksa nisab dan haul, kemudian menunaikan zakat tepat pada waktunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian kepada sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Zakat Penghasilan: Nisab, Cara Hitung, dan Waktu Bayarnya

ZAKAT merupakan salah satu ibadah yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat. Melalui zakat, seorang Muslim menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT sekaligus berbagi sebagian rezeki dengan mereka yang berhak menerimanya.

Salah satu jenis zakat yang semakin relevan dalam kehidupan modern adalah zakat penghasilan. Kewajiban ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi, baik sebagai karyawan, pekerja lepas, maupun profesional yang mendapatkan penghasilan dari jasa.

Meski cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan seputar zakat penghasilan. Mulai dari berapa batas nisabnya, berapa kadar zakat yang harus dikeluarkan, kapan waktu pembayarannya, hingga pendapatan apa saja yang termasuk dalam perhitungannya.

BAZNAS menjelaskan bahwa zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat mal yang dikenakan atas pendapatan dari pekerjaan atau profesi yang halal. Pendapatan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, upah, tunjangan, bonus, jasa profesi, maupun bentuk penghasilan halal lainnya.

Apa itu Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi yang halal. Penghasilan tersebut tidak terbatas pada gaji bulanan seorang karyawan, tetapi juga dapat berupa honorarium, upah, tunjangan, bonus, jasa profesional, dan pendapatan halal lainnya.

Dokter, konsultan, pengacara, pegawai, karyawan, serta berbagai pekerja profesional dapat memiliki kewajiban zakat penghasilan apabila pendapatannya telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Zakat penghasilan juga sering disebut sebagai zakat profesi atau zakat pendapatan. Karena termasuk zakat mal, ketentuannya berbeda dengan zakat fitrah.

Zakat fitrah berkaitan dengan jiwa dan ditunaikan pada bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Sementara itu, zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan atau harta yang diperoleh dari pekerjaan dan profesi.

Dalam kehidupan saat ini, sumber pendapatan seseorang juga semakin beragam. Seorang karyawan, misalnya, dapat memperoleh gaji sekaligus tunjangan dan bonus. Seorang freelancer bisa mendapatkan penghasilan dari sejumlah klien, sedangkan seorang profesional memperoleh pendapatan berdasarkan jasa yang diberikan.

Karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali sumber pendapatan halal yang diperoleh, kemudian membandingkannya dengan nisab yang berlaku.

Syarat Wajib Zakat Penghasilan

Tidak setiap orang yang memiliki penghasilan otomatis wajib membayar zakat penghasilan. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah terpenuhinya nisab.

Penghasilan yang menjadi objek zakat juga harus berasal dari sumber yang halal. Zakat merupakan ibadah, sehingga pendapatan yang berasal dari aktivitas yang haram tidak dapat diperlakukan sebagai penghasilan halal yang kemudian cukup “dibersihkan” dengan zakat.

Berdasarkan ketentuan BAZNAS tahun 2026, nisab zakat pendapatan dan jasa ditetapkan sebesar 85 gram emas. Nilai tersebut setara dengan Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan apabila menggunakan pendekatan pembayaran bulanan.

Perlu diperhatikan bahwa nilai nisab dalam rupiah dapat berubah dari waktu ke waktu mengikuti nilai emas. Karena itu, masyarakat sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru sebelum menghitung kewajiban zakat.

Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap, seperti pekerja lepas atau profesional yang pendapatannya berubah setiap bulan, penghasilan dapat dihitung dalam periode satu tahun untuk melihat apakah telah mencapai nisab sesuai ketentuan yang berlaku.

Berapa Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026?

Nisab merupakan batas minimum yang menjadi salah satu syarat wajib zakat. Untuk zakat pendapatan dan jasa tahun 2026, BAZNAS menetapkan nisab sebesar 85 gram emas, dengan nilai:

  • Rp91.681.728 per tahun
  • Rp7.640.144 per bulan

Penetapan tersebut tercantum dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026.

Sebagai contoh, seseorang memperoleh penghasilan tetap sebesar Rp10 juta setiap bulan. Jumlah tersebut telah berada di atas nisab bulanan sebesar Rp7.640.144. Apabila memenuhi ketentuan lainnya, penghasilan tersebut dikenakan zakat sebesar 2,5 persen.

Sementara itu, seseorang yang memperoleh Rp5 juta per bulan belum mencapai nisab bulanan tersebut. Artinya, berdasarkan pendekatan nisab bulanan, ia tidak otomatis memiliki kewajiban zakat penghasilan. Meski demikian, tetap menyisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan.

Untuk penghasilan yang tidak tetap, perhitungan dapat dilakukan dengan melihat akumulasi pendapatan dalam satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Setelah mengetahui nisab, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah zakat yang harus ditunaikan.

Kadar zakat penghasilan yang digunakan BAZNAS adalah 2,5 persen dari jumlah penghasilan yang menjadi dasar perhitungan.

Rumus sederhananya:

Zakat = Penghasilan × 2,5%

Sebagai contoh, seseorang memperoleh penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab. Maka zakat yang perlu ditunaikan adalah:

Rp10.000.000 × 2,5% = Rp250.000

Dengan demikian, zakat penghasilan yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp250.000. Jika pendapatan dan pembayaran tersebut konsisten selama satu tahun, total zakat yang ditunaikan mencapai Rp3.000.000.

Contoh lainnya, seorang profesional memperoleh penghasilan Rp20.000.000 per bulan. Dengan asumsi seluruh pendapatan tersebut menjadi dasar perhitungan dan telah memenuhi nisab, zakatnya adalah:

Rp20.000.000 × 2,5% = Rp500.000 per bulan.

Untuk pekerja dengan penghasilan yang tidak tetap, pencatatan pendapatan menjadi penting. Dengan mencatat setiap pemasukan, seseorang dapat mengetahui jumlah penghasilan dalam periode tertentu dan menentukan apakah telah memenuhi nisab sesuai ketentuan.

Contoh Zakat Penghasilan untuk Karyawan dan Profesional

Bagi karyawan yang menerima gaji Rp8.000.000 per bulan, jumlah tersebut berada di atas nisab bulanan BAZNAS tahun 2026 sebesar Rp7.640.144.

Jika seluruh penghasilan tersebut menjadi dasar zakat, maka perhitungannya:

Rp8.000.000 × 2,5% = Rp200.000

Artinya, zakat penghasilan yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp200.000.

Contoh lainnya, seorang karyawan menerima gaji Rp15.000.000 setiap bulan. Maka zakatnya:

Rp15.000.000 × 2,5% = Rp375.000 per bulan.

Sementara itu, bagi dokter, konsultan, pengacara, desainer, programmer, fotografer, freelancer, atau pekerja profesional lainnya, perhitungan membutuhkan pencatatan pendapatan yang lebih teratur karena penghasilan dapat berasal dari banyak sumber dan jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Misalnya, seorang freelancer memperoleh Rp5 juta pada Januari, Rp12 juta pada Februari, dan Rp8 juta pada Maret. Pendapatan yang berubah-ubah tersebut perlu dicatat secara konsisten agar dapat dihitung dan dievaluasi berdasarkan ketentuan nisab yang berlaku.

Bagi pemilik usaha, perhitungan zakat juga dapat memiliki ketentuan tersendiri. Pendapatan pribadi perlu dibedakan dengan kewajiban zakat atas harta atau aktivitas usaha. Jika terdapat kondisi yang lebih kompleks, berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami fikih zakat dapat membantu memastikan perhitungannya.

Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan?

Zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan ketika pendapatan telah mencapai nisab bulanan. Cara ini cukup praktis karena zakat dapat langsung disisihkan ketika menerima penghasilan.

Misalnya, seseorang menerima gaji Rp12 juta dan telah memenuhi ketentuan nisab. Zakat yang dapat ditunaikan adalah:

Rp12.000.000 × 2,5% = Rp300.000

Dengan membayar secara rutin setiap bulan, kewajiban zakat menjadi lebih mudah dikelola dan tidak menumpuk hingga akhir tahun.

Sementara itu, bagi orang yang memiliki penghasilan tidak tetap, perhitungan berdasarkan pendapatan selama satu tahun dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi penghasilannya.

Apa pun pendekatan yang digunakan, pencatatan tetap penting. Catat pendapatan, jumlah zakat yang telah dibayarkan, serta ketentuan nisab yang digunakan agar pembayaran zakat dapat dilakukan secara tertib.

Niat dan Cara Membayar Zakat Penghasilan

Seperti ibadah lainnya, zakat juga perlu disertai niat karena Allah SWT.

Salah satu contoh niat zakat mal yang dicantumkan BAZNAS adalah: “Nawaitu an ukhrija zakatadz maali fardhan lillahi ta'ala.”

Artinya, “Saya berniat mengeluarkan zakat mal dari diri sendiri sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.”

Setelah menentukan jumlah zakat, masyarakat dapat menunaikannya melalui lembaga amil zakat resmi dan terpercaya. Pembayaran melalui lembaga zakat membantu agar dana yang dihimpun dapat dikelola serta disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai ketentuan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat BAZNAS untuk membantu menghitung kewajiban zakat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Jangan lupa menyimpan bukti pembayaran. Selain sebagai dokumentasi, bukti tersebut dapat membantu mencatat pembayaran zakat secara rutin dan memudahkan evaluasi pada akhir tahun.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Zakat

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perhitungan zakat penghasilan tidak keliru.

1. Menggunakan nisab yang sudah tidak berlaku.

Nilai nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti nilai emas. Karena itu, jangan langsung menggunakan angka dari tahun sebelumnya tanpa memeriksa ketentuan terbaru.

2. Langsung menghitung 2,5 persen tanpa memeriksa nisab.

Kadar zakat memang 2,5 persen, tetapi terlebih dahulu perlu dilihat apakah penghasilan telah memenuhi nisab sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Hanya menghitung gaji pokok.

Pendapatan halal dapat mencakup berbagai bentuk, seperti honorarium, tunjangan, bonus, upah, maupun jasa profesional sesuai ketentuan yang digunakan.

4. Menyamakan zakat penghasilan dengan zakat fitrah.

Keduanya merupakan jenis zakat yang berbeda. Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan, sedangkan zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan yang memenuhi ketentuan zakat mal.

5. Hanya mengandalkan informasi yang tidak diperbarui.

Ketentuan zakat, terutama nilai nisab dalam rupiah, dapat berubah. Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan informasi terbaru dari BAZNAS atau berkonsultasi dengan amil zakat apabila memiliki kondisi penghasilan yang lebih kompleks.

Tunaikan Zakat, Tumbuhkan Kebermanfaatan

Memahami zakat penghasilan bukan hanya soal mengetahui angka 2,5 persen. Lebih dari itu, zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa ketentuan terbaru sebelum membayar zakat karena nilai nisab dalam rupiah dapat berubah.

Dengan memahami nisab, kadar, waktu pembayaran, serta cara menghitungnya, semoga kita dapat menunaikan zakat dengan lebih tertib dan tepat. Sebab, sebagian rezeki yang kita keluarkan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga dapat menjadi jalan hadirnya manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, insyaallah menjadi keberkahan bagi harta dan kebermanfaatan bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Rabiul Awal: Momentum Meneladani Rasulullah SAW

BULAN Rabiul Awal memiliki tempat istimewa bagi umat Islam karena berkaitan erat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini dikenal sebagai bulan Maulid, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah, memperbanyak selawat, mempelajari sirah, dan meneladani akhlak beliau.

Rabiul Awal memang tidak termasuk empat bulan haram yang memiliki keutamaan khusus dalam syariat. Karena itu, tidak ada ketentuan sahih yang menetapkan pahala tertentu hanya karena seseorang melakukan ibadah pada bulan Rabiul Awal.

Namun, bulan ini tetap dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Nilai kebaikan tersebut berasal dari amal yang dilakukan, keikhlasan niat, serta kesesuaiannya dengan tuntunan agama.

Rabiul Awal dan Kehidupan Rasulullah SAW

Rabiul Awal dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Riwayat yang populer menyebutkan Rasulullah lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengenal kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW. Mengenang beliau tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah kelahirannya, tetapi juga dengan berusaha menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 bahwa Rasulullah SAW merupakan uswah hasanah atau teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kehidupan akhirat.

Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya tercermin dalam perilaku, seperti menjaga kejujuran, menepati amanah, menyayangi sesama, menghormati orang tua, serta menjaga lisan dan akhlak.

Memperbanyak Selawat sebagai Bentuk Kecintaan

Salah satu amalan yang dapat diperbanyak pada Rabiul Awal adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.

Selawat menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah. Namun, kecintaan tersebut hendaknya tidak berhenti pada ucapan. Semakin mengenal kehidupan Nabi, semakin besar pula dorongan untuk mengikuti ajaran dan akhlak beliau.

Selain berselawat, umat Islam dapat mengisi Rabiul Awal dengan membaca sirah Nabi, mempelajari hadis, mengikuti kajian, atau mengenalkan kisah Rasulullah kepada keluarga dan anak-anak.

Dengan begitu, momentum Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat pemahaman dan keteladanan terhadap Rasulullah SAW.

Mengisi Rabiul Awal dengan Amal Saleh

Di Indonesia, Rabiul Awal sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, pembacaan Al-Qur'an, selawat, kajian sirah, hingga kegiatan sosial.

Peringatan Maulid Nabi sendiri memiliki perbedaan pandangan di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkannya sebagai bentuk tradisi yang diisi dengan kegiatan baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Sementara sebagian lainnya tidak menjadikannya sebagai ibadah khusus yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan ilmu dan saling menghormati. Yang terpenting, setiap kegiatan tetap menjaga tauhid serta tidak mengandung kemaksiatan atau hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Karena itu, Rabiul Awal dapat diisi dengan berbagai amal yang memang dianjurkan dalam Islam, di antaranya:

1. Memperbanyak selawat

Selawat dapat menjadi sarana untuk mengingat dan mencintai Rasulullah SAW sekaligus mendorong kita untuk mengikuti sunnah beliau.

2. Mempelajari sirah Nabi

Membaca sejarah kehidupan Rasulullah membantu kita memahami perjuangan, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan keteguhan beliau dalam menyampaikan risalah Islam.

3. Bersedekah dan membantu sesama

Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari kemampuan masing-masing.

4. Memperbaiki akhlak

Mengenang Rasulullah seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki perilaku. Mulai dari berkata jujur, menepati janji, menghormati orang lain, menjaga lisan, hingga memperkuat kepedulian kepada sesama.

5. Meningkatkan ibadah

Kecintaan kepada Rasulullah juga dapat diwujudkan dengan semakin menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, dan menjalankan kewajiban lainnya.

Adakah Pahala Khusus di Bulan Rabiul Awal?

Hal ini penting untuk dipahami agar kita tidak salah dalam menyampaikan keutamaan Rabiul Awal.

Tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan jumlah pahala tertentu untuk setiap amal yang dilakukan hanya karena berada di bulan Rabiul Awal. Karena itu, kita perlu membedakan antara pahala suatu amal berdasarkan dalil umum dengan keutamaan khusus suatu waktu yang ditetapkan berdasarkan dalil tertentu.

Selawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, menuntut ilmu, dan membantu sesama merupakan amal yang memiliki dasar dalam Islam. Namun, tidak tepat jika menetapkan jumlah atau bentuk pahala tertentu untuk amal tersebut hanya karena dilakukan pada Rabiul Awal tanpa dalil yang sahih.

Kehati-hatian dalam menyampaikan informasi agama juga penting. Jangan sampai semangat memuliakan Rasulullah justru membuat kita menyebarkan riwayat atau janji pahala yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Menjadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Perubahan

Rabiul Awal sebaiknya tidak berhenti sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, bulan ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana kita telah mengikuti teladan beliau.

Sudahkah kita menjaga kejujuran? Sudahkah kita menepati amanah? Sudahkah kita memperlakukan keluarga dan tetangga dengan baik? Sudahkah kita peduli kepada mereka yang membutuhkan?

Pertanyaan tersebut penting karena kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perilaku.

Mengenal kehidupan Nabi seharusnya membuat kita semakin terdorong untuk memperbaiki diri. Selawat yang kita ucapkan dapat menjadi pengingat untuk mengikuti sunnah, sementara kisah perjuangan beliau dapat menjadi inspirasi untuk tetap sabar, amanah, dan peduli kepada sesama.

Pada akhirnya, Rabiul Awal merupakan momentum yang baik untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan sebagai seorang Muslim.

Mari mengisi bulan ini dengan amal saleh yang memiliki landasan, mulai dari memperbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, membaca Al-Qur'an, bersedekah, hingga memperbaiki akhlak.

Semoga Rabiul Awal tidak hanya menjadi waktu untuk mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi awal bagi kita untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan lebih sungguh-sungguh meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Amal Sholeh dalam Kehidupan Sehari-hari, Kebaikan Kecil Bernilai

MENJADI seorang Muslim tidak hanya tentang menjaga keimanan dalam hati, tetapi juga bagaimana keimanan tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuknya adalah melalui amal sholeh, yaitu berbagai perbuatan baik yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan sesuai dengan ajaran Islam.

Amal sholeh tidak selalu harus berupa ibadah yang besar. Bersedekah, membantu orang lain, berkata jujur, berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, hingga menjaga kebersihan juga dapat menjadi amal sholeh ketika dilakukan dengan niat yang baik.

Karena itu, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berbuat baik setiap hari, kapan pun dan di mana pun.

Apa Itu Amal Sholeh?

Secara sederhana, amal berarti perbuatan atau pekerjaan, sedangkan sholeh berarti baik dan sesuai dengan kebenaran. Amal sholeh dapat dipahami sebagai perbuatan baik yang dilakukan berdasarkan keimanan serta tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. Al-Buruj: 11)

Ayat tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara iman dan amal kebajikan. Keimanan tidak hanya diyakini, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan yang membawa kebaikan.

Mengapa Amal Sholeh Penting bagi Seorang Muslim?

Amal sholeh merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Melalui ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berpuasa, dan bersedekah, seorang Muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meningkatkan ketakwaan.

Setiap kebaikan juga memiliki nilai di sisi Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim tidak perlu menunggu memiliki banyak harta atau kesempatan besar untuk berbuat baik. Kebaikan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki arti.

Lebih dari itu, amal sholeh menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. Allah SWT mengingatkan dalam QS. Al-Kahfi ayat 46 bahwa harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang kekal lebih baik pahalanya di sisi-Nya.

Amal sholeh juga membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang terbiasa membantu, berbagi, menjaga lisan, dan beribadah dengan ikhlas, kebaikan tersebut dapat membentuk pribadi yang lebih peduli dan membuat kehidupan terasa lebih bermakna.

Amal Sholeh Tidak Harus Menunggu Kaya

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa berbuat baik tidak selalu membutuhkan kemampuan materi. Banyak amal sholeh yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya.

Membantu orang yang sedang kesulitan, memberikan senyum, berkata baik, menjaga amanah, menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan, mengajarkan ilmu, atau mendoakan orang lain merupakan contoh kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula dengan bersedekah. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan dan tidak harus menunggu memiliki kelebihan harta. Dengan keikhlasan dan niat yang benar, berbagi sebagian rezeki dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus amal kebaikan.

Membiasakan Amal Sholeh dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbuat baik akan terasa lebih ringan apabila dilakukan secara konsisten. Tidak perlu langsung menetapkan target yang besar. Mulailah dari kebiasaan sederhana yang mampu dilakukan setiap hari.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Menjaga salat dan membaca Al-Qur'an.
  • Berbakti kepada kedua orang tua.
  • Bersedekah sesuai kemampuan.
  • Membantu orang yang membutuhkan.
  • Berkata jujur dan menjaga amanah.
  • Menjaga silaturahmi.
  • Menuntut ilmu dan mengamalkannya.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Memberikan perkataan yang baik kepada orang lain.
  • Mendoakan kebaikan untuk sesama.

Yang terpenting bukan hanya seberapa besar amal yang dilakukan, tetapi bagaimana niat dan konsistensi dalam menjalaninya.

Mulai dari Kebaikan yang Bisa Dilakukan Hari Ini

Membiasakan amal sholeh membutuhkan niat, keikhlasan, dan kesungguhan. Jangan merasa bahwa kebaikan harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.

Setiap hari selalu ada kesempatan untuk berbuat baik. Ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan, membantu semampunya. Ketika memiliki rezeki lebih, berbagi. Ketika memiliki ilmu, mengajarkannya. Bahkan ketika tidak mampu melakukan banyak hal, mendoakan kebaikan bagi orang lain pun dapat menjadi bentuk kepedulian.

Amal sholeh pada akhirnya bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga tentang bagaimana seorang Muslim menghadirkan kebaikan dalam kehidupannya dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Karena itu, jangan menunggu memiliki kesempatan besar untuk berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana yang bisa dilakukan hari ini, lakukan dengan ikhlas, dan terus jaga konsistensinya. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT serta membawa manfaat bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

20/08/2026 | Kontributor: MBL-01

Artikel Terbaru

Zakat Emas, Ini Cara Menghitung Disimpan atau Dipakai!
Zakat Emas, Ini Cara Menghitung Disimpan atau Dipakai!
PUNYA emas tapi bingung apakah sudah wajib zakat? Banyak muslim yang belum tahu bahwa emas yang disimpan baik dalam bentuk logam mulia, perhiasan, maupun tabungan emas bisa masuk kategori harta yang wajib dizakati. Artikel ini menjelaskan emas mana saja yang wajib dizakati, berapa batas nisabnya, dan bagaimana cara menghitungnya. Emas yang Wajib Dizakati Tidak semua emas otomatis wajib zakat. Ada beberapa kategori yang perlu dipahami terlebih dahulu. - Emas batangan atau logam mulia yang disimpan sebagai investasi - Tabungan emas di platform digital atau pegadaian - Perhiasan emas yang disimpan dan tidak dipakai - Perhiasan emas yang dipakai secara berlebihan, melebihi kebutuhan wajar Sebagai panduan praktis, jika total emas yang dimiliki baik yang disimpan maupun dipakai sudah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat wajib dikeluarkan. Nisab Emas Nisab zakat emas adalah 85 gram emas murni. Artinya, jika total emas yang dimiliki sudah mencapai 85 gram dan sudah dimiliki selama satu tahun penuh (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Karena nisab dihitung berdasarkan berat emas (bukan nilai rupiah yang tetap), nilai nisab dalam rupiah akan berubah mengikuti harga emas yang berlaku. Sebagai contoh ilustrasi: - Jika harga emas saat ini Rp1.600.000 per gram - Maka nisab = 85 gram × Rp1.600.000 = Rp136.000.000 Artinya, jika total nilai emas yang dimiliki sudah melampaui angka tersebut dan sudah dimiliki lebih dari satu tahun, zakat wajib dikeluarkan. Untuk mengetahui nilai nisab terkini yang digunakan BAZNAS, selalu cek di KALKULATOR ZAKAT resmi karena harga emas bergerak setiap hari. Contoh Perhitungan Rumus zakat emas sederhana: Zakat = Jumlah gram emas × Harga emas per gram × 2,5 persen Atau jika dihitung dari nilai: Zakat = Total nilai emas × 2,5 persen Contoh 1 — Emas batangan 100 gram - Jumlah emas: 100 gram (sudah melampaui nisab 85 gram) - Harga emas per gram: Rp1.600.000 - Total nilai emas: Rp160.000.000 - Zakat: Rp160.000.000 × 2,5 persen = Rp4.000.000 Contoh 2 — Perhiasan emas 50 gram - Jumlah emas: 50 gram - Nisab: 85 gram - Status: Belum wajib zakat (di bawah nisab) Contoh 3 — Gabungan emas batangan dan perhiasan - Emas batangan: 60 gram - Perhiasan yang disimpan: 30 gram - Total: 90 gram (sudah melampaui nisab 85 gram) - Harga emas per gram: Rp1.600.000 - Total nilai: Rp144.000.000 - Zakat: Rp144.000.000 × 2,5 persen = Rp3.600.000 Contoh 4 — Tabungan emas senilai Rp50.000.000 - Nilai tabungan emas: Rp50.000.000 - Setara gram: Rp50.000.000 : Rp1.600.000 = sekitar 31 gram - Status: Belum wajib zakat (di bawah nisab 85 gram) Catatan: angka harga emas di atas bersifat ilustrasi. Gunakan harga emas terkini saat menghitung agar hasilnya akurat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Menghitung Zakat Tabungan dengan Benar: Nisab, Haul, dan Perhitungannya!
Menghitung Zakat Tabungan dengan Benar: Nisab, Haul, dan Perhitungannya!
ZAKAT tabungan merupakan salah satu jenis zakat mal yang wajib ditunaikan oleh umat Islam apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami cara menghitung zakat tabungan dengan benar agar kewajiban zakat dapat ditunaikan secara tepat dan sesuai syariat. Apa Itu Zakat Tabungan? Zakat tabungan adalah zakat yang dikenakan atas harta berupa simpanan atau tabungan yang dimiliki secara penuh, berasal dari sumber yang halal, serta telah mencapai batas minimal harta (nisab) dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Bentuk tabungan yang termasuk objek zakat antara lain: Tabungan pada rekening bank; Deposito syariah; Simpanan atau investasi likuid lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya. Apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen dari total harta yang dimiliki. Nisab Zakat Tabungan Nisab zakat tabungan mengacu pada nilai 85 gram emas. Artinya, seseorang baru diwajibkan membayar zakat apabila total tabungan yang dimilikinya setara atau melebihi harga 85 gram emas dan telah tersimpan selama satu tahun. Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, maka nilai nisab zakat tabungan juga akan menyesuaikan dengan harga emas yang berlaku. Oleh sebab itu, sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu mengetahui nilai nisab terbaru agar perhitungan yang dilakukan lebih akurat. Cara Menghitung Zakat Tabungan Rumus menghitung zakat tabungan cukup sederhana, yaitu: Zakat Tabungan = Total Tabungan × 2,5% Namun, perhitungan ini hanya berlaku apabila jumlah tabungan telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun. Contoh Perhitungan Zakat Tabungan Misalnya, seseorang memiliki tabungan sebesar Rp100.000.000 yang telah tersimpan selama satu tahun. Jika jumlah tersebut telah melebihi nisab yang berlaku, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah: Rp100.000.000 × 2,5% = Rp2.500.000 Dengan demikian, zakat tabungan yang wajib ditunaikan sebesar Rp2.500.000. Metode perhitungan yang sama dapat diterapkan pada jumlah tabungan lainnya selama telah memenuhi syarat nisab dan haul. Hitung dan Tunaikan Zakat Tabungan Anda Menghitung zakat tabungan kini semakin mudah. Dengan mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat memastikan kewajiban zakat terlaksana sesuai syariat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik. Gunakan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk menghitung zakat tabungan secara cepat dan akurat. Setelah mengetahui jumlahnya, tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS agar amanah yang dititipkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Tabungan 100 Juta Zakatnya Berapa? Ini Cara Menghitungnya!
Tabungan 100 Juta Zakatnya Berapa? Ini Cara Menghitungnya!
MEMILIKI tabungan sebesar Rp100 juta sering kali memunculkan pertanyaan: Apakah sudah wajib dizakati? Jika iya, berapa zakat yang harus dibayar? Jawabannya bergantung pada dua syarat utama dalam zakat maal, yaitu nisab dan haul. Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, maka tabungan Rp100 juta wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Lalu, bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan berikut. Apa Itu Zakat Tabungan? Zakat tabungan merupakan bagian dari zakat maal, yaitu zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki secara penuh dan telah mencapai batas tertentu. Tabungan yang disimpan di rekening bank, baik konvensional maupun syariah, termasuk harta yang wajib dizakati apabila memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Tujuan zakat bukan hanya untuk menyucikan harta, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dengan membantu masyarakat yang berhak menerima zakat. Syarat Wajib Zakat Tabungan Sebelum mengetahui besaran zakat tabungan Rp100 juta, ada dua syarat yang harus dipenuhi: 1. Mencapai Nisab Nisab zakat maal setara dengan nilai 85 gram emas. Apabila total harta atau tabungan yang dimiliki mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka telah memenuhi syarat nisab. Karena harga emas terus berubah, nilai nisab dalam rupiah juga mengikuti harga emas yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengacu pada nilai nisab terbaru sebelum menghitung zakat. 2. Mencapai Haul Selain mencapai nisab, tabungan juga harus telah dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Jika selama periode tersebut jumlah tabungan tetap berada di atas nisab, maka zakat wajib ditunaikan. Tabungan Rp100 Juta Apakah Wajib Zakat? Secara umum, tabungan sebesar Rp100 juta berpotensi wajib dizakati, karena nilainya sering kali telah melebihi nisab zakat maal. Namun, kepastian kewajiban zakat tetap perlu melihat: Apakah nilai tabungan telah mencapai nisab yang berlaku saat itu; Apakah tabungan tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriah; Apakah harta tersebut merupakan kepemilikan penuh dan berasal dari sumber yang halal. Jika seluruh syarat tersebut terpenuhi, maka zakat wajib ditunaikan. Cara Menghitung Zakat Tabungan Rp100 Juta Besaran zakat tabungan adalah 2,5 persen dari total harta yang telah memenuhi nisab dan haul. Rumus: Zakat = Total Tabungan × 2,5% Contoh perhitungan: Total tabungan: Rp100.000.000 Tarif zakat: 2,5% Maka: Rp100.000.000 × 2,5% = Rp2.500.000 Jadi, zakat tabungan Rp100 juta adalah Rp2.500.000, dengan catatan bahwa tabungan tersebut telah memenuhi syarat nisab dan haul. Apakah Semua Saldo Rekening Dihitung? Dalam zakat maal, yang dihitung adalah total harta yang dimiliki secara penuh. Jika seseorang memiliki lebih dari satu rekening, deposito, emas, atau aset lain yang termasuk objek zakat, maka seluruhnya dapat dijumlahkan untuk mengetahui apakah telah mencapai nisab. Karena kondisi keuangan setiap orang berbeda, perhitungan zakat dapat dilakukan secara lebih rinci dengan memperhatikan aset dan kewajiban yang dimiliki sesuai ketentuan syariat. Gunakan Kalkulator Zakat untuk Perhitungan yang Lebih Mudah Saat ini, menghitung zakat tabungan dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu muzaki mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan secara cepat dan akurat berdasarkan jenis harta yang dimiliki. Selain itu, muzaki juga dapat langsung menunaikan zakat melalui berbagai kanal pembayaran yang tersedia sehingga proses berzakat menjadi lebih mudah, aman, dan terpercaya. Tunaikan Zakat, Sempurnakan Keberkahan Harta Menunaikan zakat bukan berarti mengurangi harta, melainkan menyucikan dan menghadirkan keberkahan atas rezeki yang Allah SWT titipkan. Dengan memahami nisab, haul, dan cara menghitung zakat tabungan, setiap Muslim dapat menunaikan kewajibannya secara tepat sesuai syariat. Jika tabungan Anda telah memenuhi syarat, jangan tunda untuk menunaikan zakat. Sebab, zakat yang Anda keluarkan akan menjadi jalan kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Mudah! Ini Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Sesuai Jenis Harta Anda
Mudah! Ini Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Sesuai Jenis Harta Anda
MENGHITUNG zakat secara manual memang memungkinkan, tetapi tidak selalu mudah, terutama jika penghasilan tidak tetap atau memiliki beberapa jenis harta yang harus dihitung sekaligus. Untuk mempermudah masyarakat, BAZNAS menyediakan Kalkulator Zakat Online yang dapat digunakan secara gratis melalui situs resmi BAZNAS. Pengguna hanya perlu memilih jenis zakat, mengisi data yang dibutuhkan, lalu sistem akan menghitung besaran zakat secara otomatis. Berikut panduan lengkap menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS. 1. Pilih Jenis Zakat yang Akan Dihitung Saat membuka halaman kalkulator, Anda akan menemukan beberapa pilihan jenis zakat, yaitu: Zakat Penghasilan Zakat Perusahaan Zakat Perdagangan Zakat Emas Setiap jenis zakat memiliki kolom input dan metode perhitungan yang berbeda. 2. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Penghasilan Untuk menghitung zakat penghasilan, masukkan data berikut: Gaji per bulan, yaitu penghasilan tetap dari pekerjaan utama. Penghasilan lain per bulan, seperti honorarium, bonus, atau pendapatan sampingan yang halal. Total penghasilan per bulan, yang biasanya akan terisi otomatis. Setelah data diisi, kalkulator akan menampilkan: Nisab per tahun; Nisab per bulan; Besaran zakat yang wajib dibayarkan. Jika total penghasilan telah melebihi nisab yang berlaku, maka zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen. 3. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Perusahaan Kalkulator zakat perusahaan menyediakan dua kategori, yaitu perusahaan jasa dan dagang/industri. a. Perusahaan Jasa Masukkan: Pendapatan sebelum pajak. Sistem akan secara otomatis menghitung besaran zakat yang wajib ditunaikan berdasarkan ketentuan yang berlaku. b. Perusahaan Dagang atau Industri Masukkan: Aktiva lancar, seperti kas, piutang, dan persediaan barang; Pasiva lancar, yaitu utang jangka pendek dan kewajiban lainnya; Jumlah bersih, yang biasanya dihitung otomatis oleh sistem. Kalkulator akan menampilkan nominal zakat yang wajib dibayarkan berdasarkan hasil perhitungan tersebut. 4. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Perdagangan Untuk menghitung zakat perdagangan, siapkan data berikut: Nilai aset lancar; Laba usaha; Total aset dan laba, yang umumnya terisi otomatis. Kalkulator kemudian akan menampilkan nisab sebagai acuan. Jika total harta perdagangan telah mencapai nisab, maka zakat wajib dikeluarkan sesuai ketentuan syariat. 5. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Emas Bagi Anda yang memiliki emas, masukkan dua data berikut: Jumlah emas yang dimiliki (dalam gram); Harga emas per gram sesuai harga pasar terkini. Sistem akan menghitung apakah emas yang dimiliki telah mencapai nisab 85 gram emas. Jika telah memenuhi nisab dan haul, maka zakat yang wajib ditunaikan sebesar 2,5 persen dari total nilai emas. Cara Membaca Hasil Perhitungan Hasil yang ditampilkan pada Kalkulator Zakat BAZNAS dapat berbeda sesuai jenis zakat yang dipilih. Pertama, kalkulator dapat menampilkan nisab sebagai acuan, seperti pada zakat penghasilan dan perdagangan. Anda cukup membandingkan jumlah penghasilan atau aset dengan nisab yang ditampilkan untuk mengetahui apakah sudah wajib zakat. Kedua, kalkulator dapat langsung menampilkan nominal zakat yang harus dibayar, seperti pada zakat perusahaan dan zakat emas. Jika hasil yang muncul belum sesuai atau bernilai nol, periksa kembali data yang dimasukkan dan pastikan seluruh kolom telah diisi dengan benar. Apa yang Dilakukan Setelah Mengetahui Besaran Zakat? Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut: Bayar zakat secara langsung melalui kanal pembayaran yang tersedia. Simpan bukti pembayaran, karena zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Buat pengingat rutin, terutama untuk zakat penghasilan yang umumnya ditunaikan setiap bulan, atau zakat maal yang dihitung berdasarkan haul. Hitung dan Tunaikan Zakat dengan Mudah Kalkulator zakat membantu masyarakat menghitung kewajiban zakat secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Dengan memanfaatkan layanan ini, muzaki dapat memastikan zakat ditunaikan sesuai syariat sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan dan kemaslahatan umat. Segera gunakan Kalkulator Zakat BAZNAS, pilih jenis zakat yang sesuai, hitung kewajiban Anda, dan tunaikan zakat dengan lebih praktis dalam satu layanan terpadu.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Ingat! Ini Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah Wajib Ditunaikan
Ingat! Ini Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah Wajib Ditunaikan
BANYAK umat Islam yang rutin menunaikan zakat, tetapi belum memahami perbedaan antara zakat penghasilan, zakat maal, dan zakat fitrah. Padahal, ketiga jenis zakat ini memiliki objek, waktu pembayaran, serta ketentuan yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut penting agar kewajiban zakat dapat ditunaikan secara tepat sesuai syariat dan tidak ada jenis zakat yang terlewat. Apa Perbedaan Zakat Penghasilan, Zakat Maal, dan Zakat Fitrah? Secara sederhana, perbedaannya terletak pada objek yang dizakati: Zakat fitrah dikenakan atas setiap jiwa Muslim dan dibayarkan menjelang Idulfitri. Zakat maal dikenakan atas harta atau kekayaan yang telah mencapai nisab dan haul. Zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat maal yang dikenakan atas pendapatan dari pekerjaan atau profesi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. Zakat Fitrah: Zakat yang Wajib bagi Setiap Muslim Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama memiliki kemampuan untuk membayarnya. Besaran zakat fitrah tidak dihitung berdasarkan jumlah harta, melainkan berdasarkan jumlah jiwa, yaitu sebesar 1 sha’ atau setara sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk beras atau uang yang nilainya setara dengan harga beras tersebut. Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum salat Idulfitri. Adapun waktu yang paling utama adalah pada malam atau pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id. Zakat Maal: Zakat atas Harta dan Kekayaan Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang dimiliki seseorang. Jenis harta yang termasuk objek zakat maal cukup beragam, antara lain: Emas dan perak; Tabungan atau simpanan uang; Hasil perdagangan; Investasi; Hasil pertanian; Peternakan; dan Aset lain yang memenuhi ketentuan syariat. Zakat maal wajib ditunaikan apabila harta telah memenuhi dua syarat utama, yaitu: Mencapai nisab, yakni batas minimal harta yang wajib dizakati. Mencapai haul, yaitu telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Karena itu, waktu pembayaran zakat maal tidak terikat pada bulan tertentu, melainkan dihitung berdasarkan kapan harta tersebut pertama kali mencapai nisab dan telah melewati satu tahun kepemilikan. Zakat Penghasilan: Zakat atas Pendapatan atau Profesi Zakat penghasilan, yang juga dikenal sebagai zakat profesi, merupakan bagian dari zakat maal yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau jasa. Objek zakat penghasilan meliputi: Gaji atau upah; Honorarium; Pendapatan profesi; Pendapatan usaha; Bonus atau penghasilan halal lainnya. Berbeda dengan zakat maal pada umumnya, zakat penghasilan tidak mensyaratkan haul. Zakat ini biasanya ditunaikan setiap kali menerima penghasilan, umumnya setiap bulan. Apabila penghasilan telah mencapai nisab yang berlaku, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen. Perbedaan Waktu Pembayaran Salah satu perbedaan yang paling sering membingungkan adalah waktu pembayaran masing-masing zakat. Jenis ZakatObjek ZakatWaktu Pembayaran Zakat Fitrah Jiwa setiap Muslim Sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri Zakat Maal Harta atau kekayaan Setelah mencapai nisab dan haul Zakat Penghasilan Pendapatan atau profesi Saat menerima penghasilan atau setiap bulan Dari tabel tersebut terlihat bahwa zakat fitrah memiliki waktu pembayaran yang tetap setiap tahun, sedangkan zakat maal dan zakat penghasilan bergantung pada kondisi harta atau pendapatan yang dimiliki. Jenis Zakat Mana yang Berlaku untuk Anda? Jawabannya bisa jadi lebih dari satu. Zakat fitrah wajib bagi seluruh Muslim yang mampu. Zakat penghasilan berlaku bagi mereka yang memiliki pendapatan rutin, seperti karyawan, profesional, freelancer, maupun pengusaha. Zakat maal berlaku bagi mereka yang memiliki tabungan, emas, investasi, atau aset lain yang telah mencapai nisab dan haul. Tidak jarang seseorang wajib menunaikan ketiga jenis zakat tersebut dalam satu tahun yang sama. Misalnya, seorang pegawai dapat membayar zakat penghasilan setiap bulan, zakat maal atas tabungan atau emas yang dimiliki, serta zakat fitrah setiap Ramadan. Tunaikan Zakat dengan Tepat Memahami perbedaan zakat penghasilan, zakat maal, dan zakat fitrah membantu setiap Muslim menunaikan kewajiban zakat secara tepat sesuai ketentuan syariat. Dengan zakat, harta menjadi lebih bersih, keberkahan semakin bertambah, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Zakat Penghasilan 2,5 Persen: Cara Menghitung dan Contoh Perhitungannya
Zakat Penghasilan 2,5 Persen: Cara Menghitung dan Contoh Perhitungannya
BAGI banyak pekerja Muslim, pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa zakat penghasilan yang harus dibayarkan setiap bulan? Jawabannya adalah 2,5 persen, asalkan penghasilan yang diperoleh telah memenuhi syarat wajib zakat, terutama telah mencapai nisab yang ditetapkan. Lalu, mengapa zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dan bagaimana cara menghitungnya? Berikut penjelasannya. Mengapa Zakat Penghasilan Sebesar 2,5 Persen? Besaran zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bukanlah angka yang ditetapkan secara sembarangan. Ketentuan ini merujuk pada kadar zakat maal yang telah dikenal dalam syariat Islam, khususnya zakat atas emas dan perak. Para ulama kontemporer kemudian melakukan ijtihad dengan mengqiyaskan (menganalogikan) penghasilan atau pendapatan profesi dengan hasil usaha yang diperoleh secara berkala. Karena itu, zakat penghasilan dikeluarkan saat penghasilan diterima, dengan kadar sebesar 2,5 persen. Di Indonesia, ketentuan tersebut telah menjadi pedoman yang digunakan secara luas dan didukung oleh fatwa para ulama serta praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh BAZNAS. Syarat Wajib Zakat Penghasilan Zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila memenuhi beberapa syarat berikut: Beragama Islam; Penghasilan berasal dari sumber yang halal; Total penghasilan telah mencapai nisab; Zakat dikeluarkan saat penghasilan diterima tanpa harus menunggu satu tahun (haul). Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Agar lebih mudah diterapkan, nilai tersebut biasanya dikonversi menjadi nisab bulanan. Cara Menghitung Zakat Penghasilan 2,5 Persen Rumus menghitung zakat penghasilan sangat sederhana: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5% Namun, sebelum menghitung, pastikan terlebih dahulu bahwa penghasilan yang diterima telah mencapai nisab yang berlaku. Untuk mengetahui nisab bulanan, rumusnya adalah: Nisab bulanan = (Harga emas per gram × 85) ÷ 12 Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan. Oleh sebab itu, penting untuk selalu mengacu pada nilai nisab terbaru sebelum menghitung zakat. Jika penghasilan belum mencapai nisab, zakat belum wajib ditunaikan. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan infak sesuai kemampuan. Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan zakat penghasilan. 1. Gaji Rp5.000.000 per Bulan Misalkan nisab bulanan yang berlaku adalah Rp7.000.000. Penghasilan: Rp5.000.000 Status: Belum mencapai nisab Kewajiban zakat: Belum wajib Meski belum wajib zakat, tetap dianjurkan untuk bersedekah sesuai kemampuan. 2. Gaji Rp8.500.000 per Bulan Misalkan nisab bulanan adalah Rp7.000.000. Penghasilan: Rp8.500.000 Status: Sudah mencapai nisab Zakat: Rp8.500.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp212.500 per bulan 3. Gaji Rp10.000.000 per Bulan Jika penghasilan telah melebihi nisab, maka: Penghasilan: Rp10.000.000 Zakat: Rp10.000.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp250.000 per bulan 4. Gaji Rp15.000.000 per Bulan Penghasilan: Rp15.000.000 Zakat: Rp15.000.000 × 2,5% Zakat yang harus dibayarkan: Rp375.000 per bulan Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal yang mensyaratkan haul atau kepemilikan selama satu tahun, zakat penghasilan dibayarkan setiap kali menerima pendapatan, umumnya setiap bulan. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam membantu sesama dan mengurangi kesenjangan sosial. Tunaikan Zakat Penghasilan dengan Mudah Menghitung zakat penghasilan sebesar 2,5 persen sebenarnya cukup mudah. Yang terpenting adalah memastikan penghasilan telah mencapai nisab, kemudian mengeluarkan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Zakat yang Anda tunaikan hari ini dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui zakat, keberkahan harta semakin bertambah dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran, amanah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Nisab Zakat Penghasilan: Cara Menentukan dan Menghitungnya
Nisab Zakat Penghasilan: Cara Menentukan dan Menghitungnya
MEMAHAMI nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang sudah wajib membayar zakat atau belum. Dengan mengetahui nisab dan cara menentukannya, seorang Muslim dapat menghitung zakat penghasilan dengan lebih akurat serta memastikan kewajiban zakat ditunaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Apa Itu Nisab Zakat Penghasilan? Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang menjadi syarat wajib zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Artinya, apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun mencapai atau melebihi nilai 85 gram emas, maka seseorang telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan dan wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini berlaku untuk berbagai jenis pendapatan yang halal, baik yang berasal dari pekerjaan, profesi, maupun usaha. Cara Menentukan Nisab Zakat Penghasilan Menentukan nisab zakat penghasilan sebenarnya cukup sederhana. Berikut langkah-langkahnya: Ketahui harga emas yang berlaku saat ini. Karena nisab didasarkan pada 85 gram emas, maka harga emas menjadi acuan utama dalam menentukan besaran nisab. Hitung nilai nisab tahunan. Rumusnya: Nisab tahunan = Harga emas per gram × 85 gram Bandingkan total penghasilan selama satu tahun dengan nisab. Jika total penghasilan sama dengan atau melebihi nilai nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Hitung zakat yang harus dibayar. Besaran zakat penghasilan adalah Zakat = Total penghasilan × 2,5% Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan. Oleh sebab itu, penting untuk selalu memperbarui informasi mengenai nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Contoh Menentukan Nisab Zakat Penghasilan Sebagai ilustrasi, seseorang dapat terlebih dahulu mengetahui nilai 85 gram emas berdasarkan harga emas terkini. Nilai tersebut kemudian dijadikan acuan untuk membandingkan total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun. Jika total penghasilan melebihi nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Jika total penghasilan masih di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan. Dengan demikian, nisab berfungsi sebagai batas yang membantu umat Islam menentukan kewajiban zakat secara lebih adil dan proporsional. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menentukan Nisab Meski konsepnya cukup sederhana, masih banyak orang yang keliru dalam menentukan nisab zakat penghasilan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain: Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini; Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh selama satu tahun; Menganggap seluruh penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab; Tidak memperbarui informasi mengenai nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut akan membantu Anda menunaikan zakat secara lebih tepat dan sesuai syariat. Mengapa Penting Mengetahui Nisab? Mengetahui nisab bukan hanya membantu menentukan kewajiban zakat, tetapi juga memberikan kepastian bahwa zakat ditunaikan secara benar. Dengan memahami nisab, seorang Muslim dapat: Mengetahui apakah penghasilannya sudah wajib dizakati; Menghitung zakat secara tepat sesuai ketentuan syariat; Merencanakan pembayaran zakat secara rutin; Menunaikan zakat dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Cek Nisab dan Hitung Zakat dengan Mudah Jika Anda masih ragu apakah penghasilan yang dimiliki telah mencapai nisab, manfaatkan layanan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk mengetahui besaran nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, salurkan zakat Anda melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Apa Itu Zakat Penghasilan? Pengertian, Syarat, dan Siapa yang Wajib Dibayar!
Apa Itu Zakat Penghasilan? Pengertian, Syarat, dan Siapa yang Wajib Dibayar!
ZAKAT penghasilan menjadi salah satu jenis zakat yang semakin relevan di era modern. Seiring berkembangnya berbagai profesi dan sumber pendapatan, setiap Muslim perlu memahami apakah penghasilan yang diperoleh sudah termasuk harta yang wajib dizakati. Lantas, apa itu zakat penghasilan dan siapa saja yang berkewajiban membayarnya? Berikut penjelasannya. Pengertian Zakat Penghasilan Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, jasa, maupun usaha yang halal. Zakat ini termasuk bagian dari zakat maal, yaitu zakat atas harta yang dimiliki seseorang. Penghasilan yang menjadi objek zakat dapat berupa: Gaji atau upah; Honorarium; Tunjangan dan bonus; Pendapatan dari usaha; Penghasilan profesi, seperti dokter, konsultan, pengacara, arsitek, akuntan, maupun profesi lainnya. Zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila pendapatan yang diperoleh telah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang dikenai zakat. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan? Zakat penghasilan wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang memenuhi beberapa syarat berikut: Beragama Islam Zakat merupakan kewajiban ibadah yang diperuntukkan bagi umat Islam. Memiliki penghasilan yang halal Penghasilan yang diperoleh berasal dari pekerjaan, profesi, jasa, atau usaha yang sesuai dengan ketentuan syariat. Penghasilan telah mencapai nisab Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Jika total penghasilan selama satu tahun mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka zakat menjadi wajib ditunaikan. Memiliki kepemilikan penuh atas penghasilan Penghasilan yang diterima berada dalam penguasaan dan kepemilikan penuh sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya. Profesi Apa Saja yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan? Kewajiban zakat penghasilan tidak terbatas pada profesi tertentu. Selama memenuhi syarat nisab, zakat dapat dikenakan kepada berbagai kalangan, seperti: Pegawai negeri; Karyawan swasta; Dokter dan tenaga kesehatan; Guru dan dosen; Konsultan dan pengacara; Pengusaha; Freelancer atau pekerja lepas; Pelaku usaha digital dan profesi lainnya. Dengan kata lain, siapa pun yang memperoleh penghasilan secara halal dan telah mencapai nisab berkewajiban menunaikan zakat penghasilan. Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal pada umumnya yang mensyaratkan kepemilikan harta selama satu tahun (haul), zakat penghasilan dapat ditunaikan saat penghasilan diterima, biasanya setiap bulan. Cara ini memudahkan muzaki untuk menunaikan zakat secara rutin tanpa harus menunggu akumulasi harta selama satu tahun. Besaran zakat yang dibayarkan adalah: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5% Namun, perhitungan tersebut berlaku apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab yang berlaku. Dasar Kewajiban Zakat Penghasilan Kewajiban zakat penghasilan didasarkan pada perintah Allah SWT untuk menginfakkan sebagian harta yang diperoleh dari usaha yang baik. Salah satu landasannya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 yang memerintahkan kaum Muslim untuk mengeluarkan sebagian dari hasil usaha yang halal dan baik. Di Indonesia, ketentuan mengenai zakat penghasilan juga mengacu pada: Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan; Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui zakat penghasilan, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Cek Apakah Penghasilan Anda Sudah Wajib Zakat Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Saat ini, perhitungan zakat dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu Anda mengetahui besaran zakat penghasilan secara cepat dan akurat sesuai ketentuan syariat. Harta yang dimiliki akan menjadi lebih berkah ketika dibersihkan melalui zakat. Karena itu, jika penghasilan Anda telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan tunda untuk menunaikannya. Tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Ini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Bulanan dengan Mudah!
Ini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Bulanan dengan Mudah!
ZAKAT penghasilan merupakan kewajiban yang perlu dipahami oleh setiap Muslim yang memiliki pendapatan, baik dari pekerjaan tetap, profesi, jasa, maupun usaha yang halal. Dengan mengetahui cara menghitung zakat penghasilan bulanan, Anda dapat menunaikan kewajiban zakat secara tepat sesuai syariat sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran zakat yang amanah. Lalu, bagaimana cara menghitung zakat penghasilan bulanan? Berikut penjelasannya. Apa Itu Zakat Penghasilan? Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang halal, seperti gaji, honorarium, tunjangan, bonus, maupun penghasilan usaha. Zakat ini termasuk bagian dari zakat maal dan wajib ditunaikan apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang wajib dizakati. Nisab zakat penghasilan mengacu pada nilai 85 gram emas per tahun. Apabila penghasilan telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen. Rumus Zakat Penghasilan Bulanan Cara menghitung zakat penghasilan sebenarnya cukup sederhana. Rumus yang digunakan adalah: Zakat Penghasilan = Total Penghasilan × 2,5% Total penghasilan yang dimaksud dapat mencakup: Gaji pokok; Tunjangan; Honorarium; Bonus; Pendapatan dari pekerjaan sampingan; Penghasilan halal lainnya. Namun sebelum menghitung, pastikan terlebih dahulu bahwa total penghasilan Anda telah mencapai nisab yang berlaku. Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan Bulanan Sebagai contoh, seseorang memiliki total penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan dan jumlah tersebut telah mencapai nisab yang berlaku. Maka perhitungannya adalah: Rp10.000.000 × 2,5% = Rp250.000 Dengan demikian, zakat penghasilan yang wajib ditunaikan adalah Rp250.000 per bulan. Perhitungan yang sama dapat diterapkan untuk jumlah penghasilan lainnya. Cukup kalikan total penghasilan dengan 2,5 persen, selama penghasilan tersebut telah memenuhi syarat wajib zakat. Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan? Berbeda dengan zakat maal yang umumnya mensyaratkan kepemilikan harta selama satu tahun (haul), zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap kali menerima penghasilan, biasanya setiap bulan. Cara ini memudahkan seorang Muslim untuk menunaikan zakat secara rutin tanpa harus menunggu akumulasi pendapatan selama satu tahun. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Zakat Penghasilan Meski rumusnya sederhana, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menghitung zakat penghasilan. Beberapa di antaranya adalah: Tidak memastikan terlebih dahulu apakah penghasilan telah mencapai nisab; Tidak menghitung seluruh komponen penghasilan yang diterima; Salah menghitung tarif zakat yang seharusnya sebesar 2,5 persen; Menunda pembayaran zakat meskipun telah memenuhi syarat wajib zakat; Menggunakan acuan nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini. Dengan memahami hal-hal tersebut, Anda dapat menghitung dan menunaikan zakat dengan lebih tepat sesuai ketentuan syariat. Mengapa Penting Membayar Zakat Penghasilan? Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui zakat penghasilan, sebagian rezeki yang kita terima dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, zakat juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat dan penghasilan yang Allah SWT anugerahkan. Hitung Zakat Penghasilan Anda Sekarang Masih ragu berapa zakat penghasilan yang harus ditunaikan? Anda dapat menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk menghitung kewajiban zakat secara cepat, mudah, dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin
Muharram: Bulan Mulia dalam Islam yang Penuh Sejarah, Keutamaan, dan Hikmah
Muharram: Bulan Mulia dalam Islam yang Penuh Sejarah, Keutamaan, dan Hikmah
MUHARRAM merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bagi umat Muslim, pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian waktu, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Memahami sejarah dan keutamaan Muharram dapat menjadi bekal bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Sejarah Bulan Muharram Nama Muharram berasal dari kata haram yang berarti "dimuliakan" atau "diharamkan". Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Arab telah menghormati bulan ini dengan menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang dianggap suci. Setelah Islam hadir, kemuliaan Muharram tetap dipertahankan dan diperkuat melalui ajaran Rasulullah SAW. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Muharram kemudian ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Meskipun peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Rabiul Awal, Muharram dipilih sebagai awal tahun karena pada bulan inilah kaum Muslim mulai mempersiapkan hijrah setelah terjadinya Baiat Aqabah. Penetapan tersebut menjadi simbol dimulainya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram sebagai Salah Satu Bulan Haram Allah SWT menetapkan empat bulan yang memiliki kemuliaan khusus, yaitu Zulqaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Keempatnya dikenal sebagai bulan haram, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk semakin menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan. Setiap ibadah yang dilakukan menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kemuliaan Muharram menjadi pengingat bahwa waktu tertentu memiliki nilai istimewa dalam Islam dan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh. Keutamaan Bulan Muharram 1. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT Sebagai salah satu bulan haram, Muharram memiliki kedudukan yang istimewa. Momentum ini menjadi waktu yang tepat bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas keimanan. 2. Bulan Terbaik untuk Melaksanakan Puasa Sunnah Setelah Ramadan Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Muharram. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama bulan ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selain berpahala, puasa sunnah juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Keutamaan Puasa Asyura Salah satu amalan yang paling dikenal pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini, dengan izin Allah SWT, dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Puasa Asyura juga berkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa tersebut. 4. Awal yang Baik untuk Memperbaiki Diri Muharram menjadi titik awal tahun Hijriah yang sering dimanfaatkan umat Islam untuk menyusun target ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Semangat memperbaiki diri inilah yang menjadi salah satu makna penting dari pergantian tahun Hijriah. Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram Muharram juga dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari kejaran Fir'aun yang menjadi dasar dianjurkannya puasa Asyura. Selain itu, tanggal 10 Muharram juga dikenal sebagai hari wafatnya Husain bin Ali, cucu Rasulullah SAW, dalam peristiwa Karbala. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Islam dan memberikan pelajaran tentang keberanian, keteguhan prinsip, serta perjuangan dalam mempertahankan kebenaran. Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai amalan yang dianjurkan. Memperbanyak Puasa Sunnah Selain puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Memperbanyak Sedekah Muharram juga menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Bersedekah kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dan membawa manfaat luas bagi sesama. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memasuki tahun Hijriah yang baru, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Amalan ini dapat menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual sekaligus memohon keberkahan dalam menjalani kehidupan. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas diri sepanjang tahun. Hikmah yang Dapat Dipetik dari Bulan Muharram Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa usia manusia terus bertambah, sementara kesempatan untuk beramal semakin berkurang. Karena itu, Muharram menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan. Muharram juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memberikan manfaat bagi sesama. Di sisi lain, berbagai kisah yang berkaitan dengan bulan Muharram menunjukkan bahwa pertolongan Allah SWT akan datang kepada mereka yang bersabar, istiqamah, dan tetap teguh di atas kebenaran. Makna Tahun Baru Hijriah bagi Umat Islam Pergantian tahun Hijriah bukan hanya pergantian angka dalam kalender, tetapi juga menjadi simbol hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, hingga menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat tersebut, setiap tahun Hijriah menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh sebagai Muslim yang lebih baik. Menjadikan Muharram sebagai Awal Perubahan Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan menyimpan banyak pelajaran bagi umat Islam. Melalui pemahaman terhadap sejarah, keutamaan, amalan yang dianjurkan, serta hikmah yang terkandung di dalamnya, setiap Muslim dapat menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah. Mari sambut tahun Hijriah dengan memperbanyak amal saleh, seperti berpuasa sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak dzikir dan doa. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan di bulan Muharram menjadi awal yang membawa keberkahan, ketenangan, dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | MBL-01
Amalan Utama di Bulan Muharram untuk Meraih Keberkahan dan Pahala Berlipat
Amalan Utama di Bulan Muharram untuk Meraih Keberkahan dan Pahala Berlipat
MUHARRAM merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh pada bulan Muharram. Selain menjadi waktu yang penuh kemuliaan, Muharram merupakan kesempatan untuk mengawali tahun Hijriah dengan berbagai amalan yang mendatangkan keberkahan dan pahala. Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama bulan Muharram? Keutamaan Bulan Muharram Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin menjaga diri dari perbuatan maksiat sekaligus memperbanyak amal saleh. Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan bulan haram menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan semangat memperbanyak kebaikan. 1. Menjalankan Puasa Asyura Salah satu amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu, dengan izin Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan membedakan pelaksanaannya dengan kaum Yahudi. 2. Memperbanyak Puasa Sunnah Tidak hanya pada tanggal 9 dan 10 Muharram, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Bagi yang memiliki kemampuan, memperbanyak puasa sunnah selama bulan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Selain berpahala besar, puasa juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 3. Memperbanyak Sedekah Muharram juga menjadi momen yang baik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Sedekah tidak terbatas pada pemberian materi, tetapi juga dapat berupa bantuan tenaga, makanan, ilmu, maupun bentuk kebaikan lainnya yang bermanfaat bagi sesama. Melalui sedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta serta mengharapkan keberkahan dari Allah SWT. 4. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang dianjurkan setiap waktu, termasuk di bulan Muharram. Awal tahun Hijriah dapat dijadikan momentum untuk membangun kebiasaan berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur'an. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami makna ayat-ayat yang dibaca, mempelajari tafsirnya, serta mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Memperbanyak Dzikir dan Doa Dzikir dan doa menjadi amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, maupun doa kepada Allah SWT dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus memohon keberkahan di awal tahun Hijriah. Dengan hati yang senantiasa mengingat Allah, seorang Muslim akan memperoleh ketenangan sekaligus memperkuat keimanan dalam menjalani kehidupan. 6. Meningkatkan Kualitas Salat Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kualitas salat. Menjaga salat lima waktu tepat pada waktunya, memperbanyak salat sunnah, serta berusaha menghadirkan kekhusyukan dalam setiap salat merupakan langkah penting untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Ketika salat menjadi lebih baik, diharapkan kualitas ibadah dan kehidupan sehari-hari pun ikut meningkat. 7. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun sesama Muslim juga termasuk amalan yang dianjurkan. Awal tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Silaturahmi bukan hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang membawa keberkahan dalam kehidupan. 8. Muhasabah dan Memperbaiki Diri Pergantian tahun Hijriah menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Evaluasi terhadap ibadah, akhlak, maupun hubungan dengan sesama dapat menjadi bekal untuk menjalani tahun yang lebih baik. Melalui muhasabah, seorang Muslim dapat menyadari kekurangan yang perlu diperbaiki sekaligus menyusun target ibadah yang lebih baik untuk masa mendatang. Hikmah Mengisi Muharram dengan Amal Saleh Menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai amal kebaikan tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan banyak hikmah dalam kehidupan. Semangat beribadah dapat tumbuh lebih kuat, kepedulian terhadap sesama semakin meningkat, dan hubungan dengan Allah SWT menjadi semakin erat. Momentum ini juga mengajarkan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Jadikan Muharram sebagai Awal Perubahan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Mulailah dengan amalan-amalan sederhana seperti berpuasa sunnah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, menjaga salat, mempererat silaturahmi, dan melakukan muhasabah. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengisi bulan Muharram dengan amal saleh, menerima setiap ibadah yang dilakukan, serta menjadikan tahun Hijriah yang baru sebagai awal kehidupan yang lebih berkah, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/06/2026 | MBL-01
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Resolusi Islami Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Resolusi Islami Menuju Pribadi yang Lebih Baik
TAHUN Baru Hijriah bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Dari refleksi tersebut, lahirlah semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menjalani tahun yang baru. Dalam Islam, muhasabah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dengan mengevaluasi hubungan kepada Allah SWT maupun sesama manusia, seorang Muslim dapat mengenali kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, menyusun resolusi Islami di awal tahun Hijriah dapat menjadi langkah awal untuk menjalani kehidupan yang lebih terarah dan penuh keberkahan. Mengapa Resolusi Islami Penting? Banyak orang menetapkan berbagai target ketika memasuki tahun baru. Bagi seorang Muslim, resolusi bukan hanya tentang pencapaian duniawi, tetapi juga tentang bagaimana menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada Allah SWT. Resolusi Islami membantu seseorang memiliki arah yang jelas dalam memperbaiki kualitas ibadah, membangun akhlak yang lebih baik, serta menumbuhkan semangat untuk terus melakukan kebaikan. Dengan tujuan yang terencana, setiap langkah yang dijalani pun menjadi lebih bermakna dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Inspirasi Resolusi Islami di Tahun Baru Hijriah Memulai perubahan tidak harus dengan target yang besar. Justru, kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih nyata dalam kehidupan. 1. Meningkatkan Kualitas Salat Salat merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Karena itu, menjadikan salat sebagai prioritas dalam resolusi tahun ini adalah langkah yang tepat. Perubahan sederhana dapat dimulai dengan membiasakan salat tepat waktu, meningkatkan kekhusyukan, memperbanyak salat sunnah, serta meluangkan waktu untuk berdoa setelah salat. 2. Membiasakan Membaca dan Memahami Al-Qur'an Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi setiap Muslim. Tahun Baru Hijriah dapat menjadi momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami maknanya. Target sederhana seperti membaca beberapa halaman setiap hari, mengkhatamkan Al-Qur'an dalam setahun, mempelajari tafsir, atau menghafal surat-surat pilihan dapat menjadi awal yang baik. 3. Memperbaiki Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari Keimanan seseorang juga tercermin melalui akhlaknya. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, sehingga memperbaiki perilaku menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri. Mulailah dengan menjaga lisan, mengurangi amarah, membiasakan kejujuran, menghormati orang tua dan guru, serta mempererat hubungan baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. 4. Membiasakan Bersedekah Sedekah merupakan salah satu amalan yang membawa banyak keberkahan. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan, membantu masyarakat yang membutuhkan, atau mendukung program sosial dan kemanusiaan dapat menjadi resolusi yang memberikan manfaat luas bagi sesama. Cara Mewujudkan Resolusi agar Tidak Hanya Menjadi Rencana Menyusun resolusi hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menjaga komitmen untuk menjalankannya secara konsisten. Mulailah dengan menetapkan target yang realistis sesuai kemampuan. Tuliskan tujuan secara spesifik agar lebih mudah diukur, misalnya membaca Al-Qur'an dua halaman setiap hari atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk sedekah setiap bulan. Selain itu, buatlah jadwal dan lakukan evaluasi secara berkala. Dengan begitu, perkembangan yang telah dicapai dapat dipantau sekaligus menjadi bahan perbaikan apabila masih terdapat kendala. Di atas semua itu, jangan lupa memohon pertolongan kepada Allah SWT. Setiap niat baik akan lebih mudah diwujudkan ketika disertai doa dan tawakal kepada-Nya. Menjaga Semangat di Tengah Tantangan Dalam perjalanan menjalankan resolusi, rasa malas, kesibukan, maupun lingkungan yang kurang mendukung sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang memulai tahun dengan penuh semangat, namun perlahan kembali pada kebiasaan lama. Karena itu, penting untuk selalu mengingat tujuan utama dari setiap perubahan, yaitu menjadi hamba Allah SWT yang lebih baik daripada sebelumnya. Sekecil apa pun kemajuan yang dicapai, selama dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah, tetap bernilai di sisi Allah SWT. Jadikan Muhasabah sebagai Kebiasaan Muhasabah tidak hanya dilakukan saat pergantian tahun. Seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa mengevaluasi dirinya setiap hari. Beberapa pertanyaan sederhana dapat menjadi bahan renungan, seperti apakah salat hari ini sudah lebih baik, apakah telah berbuat baik kepada sesama, apakah berhasil menjauhi larangan Allah SWT, serta amal apa saja yang telah dilakukan sepanjang hari. Dengan membiasakan evaluasi diri, semangat untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak akan tetap terjaga sepanjang tahun. Lingkungan yang Baik Mendukung Perubahan Perubahan akan lebih mudah diwujudkan apabila didukung oleh lingkungan yang positif. Bergaul dengan orang-orang saleh, mengikuti kajian, maupun aktif dalam kegiatan keislaman dapat menjadi sumber motivasi untuk tetap istiqamah dalam menjalankan resolusi. Lingkungan yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan memberikan semangat ketika rasa lelah atau malas mulai muncul. Awali Tahun Hijriah dengan Langkah Terbaik Tahun Baru Hijriah adalah waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru dengan semangat memperbaiki diri. Melalui resolusi Islami yang disusun dengan niat yang tulus dan dijalankan secara konsisten, setiap Muslim dapat terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah. Karena itu, tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai. Jadikan tahun Hijriah ini sebagai awal perjalanan menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih produktif dalam kebaikan, dan semakin dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | MBL-01
Gaji Anda 10 Juta? Apakah Wajib Zakat, Ini Cara Ceknya
Gaji Anda 10 Juta? Apakah Wajib Zakat, Ini Cara Ceknya
BANYAK pekerja muslim bertanya, apakah gaji Rp10 juta per bulan sudah wajib dikenakan zakat penghasilan? Untuk menjawabnya, perlu memahami terlebih dahulu ketentuan nisab zakat penghasilan yang berlaku sesuai syariat dan pedoman yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Memahami Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun jasa yang dilakukan secara halal. Penghasilan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, tunjangan, bonus, insentif, maupun pendapatan profesional lainnya. Besaran zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab. Berapa Nisab Zakat Penghasilan? Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS, nisab zakat penghasilan setara dengan nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Nisab ini kemudian dapat dikonversikan ke dalam perhitungan bulanan untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat secara rutin. Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab zakat penghasilan juga dapat mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengacu pada informasi nisab terbaru yang ditetapkan oleh BAZNAS. Apakah Gaji Rp10 Juta Sudah Wajib Zakat? Untuk mengetahui apakah gaji Rp10 juta per bulan sudah wajib zakat, langkah pertama adalah membandingkan jumlah penghasilan tersebut dengan batas nisab bulanan yang berlaku. Jika penghasilan bulanan telah mencapai atau melebihi nisab yang ditetapkan berdasarkan nilai 85 gram emas per tahun, maka penghasilan tersebut wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Sebaliknya, apabila penghasilan masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan, meskipun tetap dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Karena nilai nisab mengikuti perkembangan harga emas, status kewajiban zakat bagi pemilik gaji Rp10 juta per bulan dapat berbeda tergantung pada periode perhitungan yang digunakan. Cara Menghitung Zakat dari Gaji Rp10 Juta Apabila penghasilan telah memenuhi nisab, maka perhitungan zakat penghasilan dapat dilakukan dengan rumus sederhana: - Penghasilan bulanan × 2,5 persen Sebagai contoh: - Gaji bulanan: Rp10.000.000 - Zakat penghasilan: Rp10.000.000 × 2,5% - Zakat yang dibayarkan: Rp250.000 Perhitungan tersebut berlaku apabila penghasilan telah memenuhi ketentuan nisab yang berlaku pada saat itu. Gunakan Kalkulator Zakat untuk Hasil yang Lebih Akurat Untuk mempermudah proses perhitungan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kalkulator zakat yang disediakan BAZNAS. Melalui layanan ini, muzaki dapat mengetahui apakah penghasilannya telah mencapai nisab sekaligus menghitung jumlah zakat yang perlu dibayarkan. Kalkulator zakat juga membantu memastikan bahwa perhitungan dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat dan standar yang berlaku sehingga hasilnya lebih akurat dan praktis. Tunaikan Zakat untuk Membersihkan Harta Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. Melalui zakat penghasilan, setiap muslim dapat berbagi kebermanfaatan kepada masyarakat yang berhak menerima serta mendukung berbagai program pemberdayaan umat yang dijalankan oleh BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Kalkulator Zakat Penghasilan: Anda Bisa Hitung dan Bayar Sekaligus
Kalkulator Zakat Penghasilan: Anda Bisa Hitung dan Bayar Sekaligus
MENGHITUNG zakat penghasilan kini semakin mudah melalui layanan kalkulator zakat yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Fitur ini membantu masyarakat mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan sekaligus memfasilitasi pembayaran zakat secara cepat, mudah, dan sesuai syariat. Apa Itu Kalkulator Zakat Penghasilan? Kalkulator zakat penghasilan merupakan layanan yang dirancang untuk membantu muzaki menghitung kewajiban zakat berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi. Dengan memasukkan informasi terkait penghasilan, pengguna dapat mengetahui estimasi zakat yang harus dibayarkan tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual. Layanan ini hadir untuk meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus memastikan perhitungan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan Zakat Penghasilan Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh secara halal melalui pekerjaan, profesi, maupun usaha. Menurut ketentuan BAZNAS, zakat penghasilan dikenakan sebesar 2,5 persen apabila pendapatan telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas per tahun. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap menerima penghasilan bulanan atau dikumpulkan terlebih dahulu selama satu tahun, sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan muzaki. Namun, pembayaran secara rutin setiap bulan sering dipilih karena lebih praktis dan memudahkan dalam menunaikan kewajiban zakat tepat waktu. Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Penghasilan Penggunaan kalkulator zakat penghasilan sangat sederhana. Muzaki hanya perlu memasukkan jumlah penghasilan yang diterima dalam periode tertentu sesuai petunjuk yang tersedia pada layanan kalkulator zakat. Setelah data dimasukkan, sistem akan menghitung besaran zakat yang wajib ditunaikan berdasarkan ketentuan syariat dan standar perhitungan yang digunakan oleh BAZNAS. Hasil perhitungan tersebut dapat langsung digunakan sebagai acuan untuk melakukan pembayaran zakat. Hitung dan Bayar dalam Satu Layanan Salah satu keunggulan layanan kalkulator zakat digital adalah kemampuannya mengintegrasikan proses perhitungan dan pembayaran dalam satu platform. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, muzaki dapat langsung melanjutkan ke tahap pembayaran tanpa perlu berpindah layanan. Kemudahan ini memungkinkan proses berzakat menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan terbiasa menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari. Mengapa Membayar Zakat Melalui BAZNAS? Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat secara nasional, BAZNAS mengelola dana zakat dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dana yang dihimpun disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan kemanusiaan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial. Tunaikan Zakat dengan Mudah dan Tepat Kehadiran kalkulator zakat penghasilan menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menghitung dan menunaikan zakat secara tepat. Dengan proses yang sederhana dan terintegrasi, muzaki dapat memastikan kewajiban zakat terlaksana dengan baik sekaligus mendukung berbagai program kemaslahatan yang dijalankan BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS, Ini Caranya!
Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS, Ini Caranya!
ZAKAT penghasilan kini dapat ditunaikan dengan lebih mudah melalui layanan pembayaran online yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kehadiran layanan digital ini memudahkan masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara cepat, aman, dan sesuai syariat tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Memahami Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh seseorang melalui pekerjaan, profesi, atau keahlian tertentu. Pendapatan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, tunjangan, insentif, maupun penghasilan lain yang halal dan telah mencapai nisab. Berdasarkan ketentuan BAZNAS, nisab zakat penghasilan disetarakan dengan nilai 85 gram emas per tahun. Apabila pendapatan seorang muslim telah mencapai nisab, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang diterima. Kemudahan Bayar Zakat Secara Online Perkembangan teknologi digital memungkinkan masyarakat menunaikan zakat penghasilan kapan saja dan di mana saja. Melalui layanan pembayaran zakat online BAZNAS, muzaki dapat menghitung besaran zakat yang harus dibayarkan sekaligus melakukan pembayaran melalui berbagai metode transaksi digital. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan, transparansi, dan kenyamanan dalam berzakat. Selain itu, setiap dana zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan. Cara Bayar Zakat Penghasilan Online di BAZNAS Masyarakat dapat menunaikan zakat penghasilan secara online dengan langkah-langkah berikut: 1. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS. 2. Memilih jenis zakat “Zakat Penghasilan”. 3. Mengisi nominal penghasilan atau menggunakan kalkulator zakat yang tersedia. 4. Memasukkan data diri sesuai kebutuhan. 5. Memilih metode pembayaran yang diinginkan. 6. Menyelesaikan transaksi hingga pembayaran berhasil. Setelah pembayaran selesai, muzaki akan menerima bukti pembayaran sebagai dokumentasi transaksi zakat yang telah ditunaikan. Manfaat Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memberikan berbagai manfaat, antara lain memastikan dana zakat disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai syariat, mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera, serta membantu penanganan berbagai program kemanusiaan di Indonesia. Dana zakat yang dihimpun juga dikelola dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih tenang dan percaya. Tunaikan Zakat, Tebarkan Kebermanfaatan Membayar zakat penghasilan bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan memanfaatkan layanan zakat online BAZNAS, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat secara mudah sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui zakat yang ditunaikan secara rutin, kebermanfaatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga tercipta kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 BCA Syariah: 0660170101 BRI: 0098 0103 1532 538 Bank Lampung: 3800003031093 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin
Keutamaan Tahun Baru Islam dan Amalan Dianjurkan Mengawali Tahun Hijriah
Keutamaan Tahun Baru Islam dan Amalan Dianjurkan Mengawali Tahun Hijriah
KEUTAMAAN Tahun Baru Islam merupakan momen penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran agama. Tahun Baru Islam yang dikenal sebagai 1 Muharram adalah awal dari kalender Hijriah yang ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sebagai sistem penanggalan umat Islam. Momen ini bukan sekadar pergantian tahun seperti dalam kalender Masehi, tetapi memiliki nilai spiritual yang dalam karena berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan fisik, tetapi juga simbol perubahan besar menuju kehidupan yang lebih baik, penuh iman, dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, setiap datangnya Tahun Baru Islam seharusnya menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, meninggalkan keburukan, dan meningkatkan amal kebaikan. Sejarah dan Makna Keutamaan Tahun Baru Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah penetapan kalender Hijriah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, para sahabat sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai titik awal kalender Islam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peristiwa hijrah dalam perjalanan dakwah Islam. Hijrah memiliki makna yang sangat luas, yaitu meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Dalam konteks kehidupan modern, hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan sikap, perilaku, dan cara hidup agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam banyak riwayat, bulan ini disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi segala bentuk dosa. Keutamaan Tahun Baru dalam Perspektif Ibadah Dalam Islam, pergantian tahun bukanlah perayaan dengan pesta atau kemeriahan duniawi, tetapi lebih kepada momen introspeksi diri. Keutamaan Tahun Baru Islam terletak pada kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah seperti: 1. Muhasabah Diri Muhasabah atau introspeksi diri adalah amalan penting dalam menyambut Tahun Baru Islam. Umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi amal perbuatan selama satu tahun ke belakang, apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan yang dilakukan. 2. Memperbanyak Istighfar Memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan merupakan salah satu amalan utama. Istighfar menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memulai tahun baru dengan jiwa yang lebih bersih. 3. Berdoa untuk Tahun yang Lebih Baik Umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru. 4. Berpuasa di Bulan Muharram Puasa sunnah di bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah Ramadan. Amalan yang Dianjurkan Tahun Baru Islam Keutamaan Tahun Baru Islam juga tercermin dalam berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Muslim untuk mengisi awal tahun Hijriah dengan kebaikan: 1. Membaca Doa Awal Tahun Meskipun tidak ada doa khusus yang secara langsung diwajibkan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir di awal tahun sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. 2. Bersedekah Sedekah di awal tahun dapat menjadi pembuka pintu rezeki dan keberkahan. Memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang yang membutuhkan sangat dianjurkan. 3. Menyambung Silaturahmi Momen Tahun Baru Islam juga bisa dijadikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama Muslim. 4. Menuntut Ilmu Agama Mengawali tahun baru dengan meningkatkan pengetahuan agama akan membantu memperkuat keimanan dan ketakwaan. Hikmah dari Keutamaan Tahun Baru Keutamaan Tahun Baru Islam mengajarkan banyak hikmah bagi kehidupan umat Muslim, di antaranya: 1. Pentingnya Perubahan ke Arah yang Lebih Baik Tahun baru menjadi simbol bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. 2. Kesadaran Akan Waktu Islam sangat menghargai waktu. Pergantian tahun mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. 3. Motivasi untuk Meningkatkan Amal Dengan datangnya tahun baru, umat Islam diharapkan semakin semangat dalam beribadah dan melakukan kebaikan. 4. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah Momen ini juga dapat mempererat persaudaraan sesama Muslim melalui kegiatan positif seperti pengajian, doa bersama, dan kegiatan sosial. Kesalahan yang Dihindari Menyambut Tahun Baru Meskipun Keutamaan Tahun Baru Islam sangat besar, masih ada sebagian umat yang salah memahami makna perayaan ini dengan melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat, seperti: Perayaan berlebihan yang menyerupai budaya non-Islam Menganggap tahun baru sebagai ajang hura-hura Mengabaikan makna hijrah yang sebenarnya Dalam Islam, yang lebih ditekankan adalah perbaikan diri dan peningkatan ibadah, bukan sekadar perayaan lahiriah. Pandangan Ulama tentang Keutamaan Tahun Baru Banyak ulama menekankan bahwa Keutamaan Tahun Baru Islam adalah momentum spiritual, bukan ritual khusus yang harus dirayakan secara tertentu. Para ulama mendorong umat Islam untuk mengisi waktu ini dengan amal saleh, doa, dan refleksi diri. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, misalnya, menekankan pentingnya muhasabah diri sebelum datangnya ajal. Tahun baru bisa menjadi pengingat bahwa usia manusia terus berkurang, sehingga amal harus semakin ditingkatkan. Refleksi Kehidupan dalam Keutamaan Tahun Baru Ketika umat Islam memahami Keutamaan Tahun Baru Islam, maka akan muncul kesadaran bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju akhirat. Setiap tahun yang berlalu adalah bagian dari waktu yang tidak akan kembali. Oleh karena itu, tahun baru seharusnya menjadi titik awal untuk: Meninggalkan kebiasaan buruk Memperbaiki ibadah wajib Menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain Keutamaan Tahun Baru Islam Keutamaan Tahun Baru Islam bukan terletak pada perayaan meriah, tetapi pada makna mendalam yang terkandung di dalamnya sebagai momentum perubahan diri. Tahun Baru Hijriah mengingatkan umat Islam tentang pentingnya hijrah, yaitu berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Dengan memahami makna tersebut, setiap Muslim diharapkan mampu menjadikan Tahun Baru Islam sebagai awal yang penuh harapan, doa, dan amal kebaikan. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan mendapatkan keberkahan di setiap langkah kehidupan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Hikmah Tahun Baru Islam Dapat Mengubah Kehidupan Anda
Hikmah Tahun Baru Islam Dapat Mengubah Kehidupan Anda
TAHUN Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Momentum ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Banyak umat Islam yang menyambut datangnya 1 Muharram dengan doa, dzikir, kajian, hingga refleksi kehidupan agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Memahami Hikmah Tahun Baru Islam sangat penting agar perayaan tahun baru hijriah tidak hanya menjadi tradisi semata. Dengan memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, seseorang dapat memperoleh pelajaran hidup yang mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Apa Itu Tahun Baru Islam? Tahun Baru Islam adalah pergantian tahun dalam kalender hijriah yang dimulai pada tanggal 1 Muharram. Kalender hijriah sendiri dihitung berdasarkan peredaran bulan dan dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah tersebut menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, serta perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, Tahun Baru Islam selalu identik dengan semangat hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari lalai menuju taat, dan dari maksiat menuju kebaikan. Penting Memahami Hikmah Tahun Baru? Banyak orang menyambut pergantian tahun dengan berbagai perayaan, tetapi belum tentu memahami makna di baliknya. Dalam Islam, pergantian tahun seharusnya menjadi momen evaluasi diri. Apakah selama setahun terakhir kita semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh? Memahami Hikmah Tahun Baru Islam membantu umat Islam untuk: Menumbuhkan semangat memperbaiki diri Memperkuat iman dan takwa Menyusun tujuan hidup yang lebih baik Menjalani hidup dengan penuh rasa syukur Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain Berikut ini tujuh hikmah yang dapat mengubah kehidupan Anda. 1. Momentum Muhasabah Diri Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam yang paling utama adalah kesempatan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Datangnya tahun baru hijriah menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan umur semakin berkurang. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi diri: Apakah ibadah sudah lebih baik? Apakah akhlak sudah semakin mulia? Apakah hubungan dengan keluarga dan sesama sudah harmonis? Muhasabah membantu seseorang memahami kekurangan diri sehingga dapat memperbaikinya di masa depan. 2. Menumbuhkan Semangat Hijrah Hijrah adalah inti dari sejarah Tahun Baru Islam. Nabi Muhammad dan para sahabat melakukan hijrah demi mempertahankan keimanan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan modern, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk: Meninggalkan kebiasaan buruk Memperbaiki akhlak Menjaga lisan dari perkataan negatif Meninggalkan pergaulan yang tidak baik Memulai kebiasaan ibadah yang lebih konsisten Melalui pemahaman Hikmah Tahun Baru Islam, seseorang akan memiliki motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. 3. Mengingat Pentingnya Waktu Waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Sayangnya, banyak manusia yang menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Pergantian tahun hijriah menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Karena itu, umat Islam perlu memanfaatkan waktu dengan: Memperbanyak ibadah Menuntut ilmu Bekerja secara halal Menebar manfaat kepada sesama Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam adalah menyadarkan manusia agar lebih bijak dalam menggunakan waktu sebelum datang penyesalan. 4. Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan Tahun Baru Islam juga menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Banyak umat Islam memulai tahun hijriah dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian, dan melakukan amal kebaikan. Semangat spiritual ini sangat penting karena kehidupan modern sering kali membuat manusia lalai terhadap akhirat. Dengan memahami Hikmah Tahun Baru Islam, seseorang dapat kembali fokus memperbaiki hubungannya dengan Allah. Keimanan yang kuat akan membuat hati lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ketakwaan juga membantu seseorang menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. 5. Menumbuhkan Rasa Syukur Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan tahun yang baru. Karena itu, datangnya Tahun Baru Islam seharusnya disambut dengan rasa syukur kepada Allah. Bersyukur dapat dilakukan dengan: Memperbanyak ibadah Menjaga kesehatan Membantu sesama Menggunakan nikmat untuk kebaikan Salah satu Hikmah Tahun Baru Islam adalah mengajarkan manusia agar tidak hanya fokus pada kekurangan hidup, tetapi juga menyadari begitu banyak nikmat yang telah diberikan Allah. Orang yang bersyukur cenderung memiliki hati yang lebih tenang, optimis, dan bahagia dalam menjalani kehidupan. 6. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Tahun Baru Islam sering dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, santunan anak yatim, doa bersama, dan kegiatan sosial lainnya. Semua kegiatan tersebut dapat mempererat persaudaraan sesama muslim. Dalam Islam, ukhuwah atau persaudaraan memiliki kedudukan yang sangat penting. Dengan persaudaraan yang kuat, umat Islam akan lebih mudah saling membantu dan mendukung dalam kebaikan. Melalui pemahaman Hikmah Tahun Baru Islam, umat Islam diingatkan untuk: Menghindari permusuhan Menjaga silaturahmi Saling memaafkan Saling menolong dalam kebaikan Masyarakat yang memiliki ukhuwah kuat akan lebih damai dan harmonis. 7. Menjadi Awal Perubahan Kehidupan Banyak orang ingin berubah tetapi menunda-nunda. Tahun Baru Islam dapat dijadikan titik awal untuk memulai perubahan tersebut. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Misalnya: Mulai shalat tepat waktu Membiasakan membaca Al-Qur'an Mengurangi ghibah Lebih menghormati orang tua Menjaga amanah dalam pekerjaan Inilah salah satu Hikmah Tahun Baru Islam yang sangat penting, yaitu memberikan motivasi untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Jika dilakukan secara konsisten, perubahan kecil tersebut akan membawa dampak besar bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Cara Menyambut Tahun Baru Islam dengan Positif Agar Tahun Baru Islam lebih bermakna, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan: Memperbanyak doa dan dzikir Melakukan evaluasi diri Membuat target ibadah Menghadiri kajian Islam Memperbanyak sedekah Mempererat hubungan keluarga Memohon ampunan kepada Allah Menyambut tahun baru dengan kegiatan positif akan membantu hati menjadi lebih tenang dan penuh harapan. Memahami Hikmah Tahun Baru Islam dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi kehidupan. Tahun baru hijriah bukan hanya pergantian kalender, melainkan momen untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meningkatkan kualitas hidup sebagai seorang muslim. Melalui muhasabah, semangat hijrah, rasa syukur, serta tekad untuk berubah menjadi lebih baik, Tahun Baru Islam dapat menjadi awal kehidupan yang lebih bermakna. Oleh karena itu, mari jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Semoga dengan memahami Hikmah Tahun Baru Islam, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih siap menghadapi kehidupan di masa depan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Makna Tahun Baru Islam yang Jarang Dipahami Umat Muslim
Makna Tahun Baru Islam yang Jarang Dipahami Umat Muslim
SETIAP memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai penjuru dunia memperingati pergantian tahun Hijriah. Namun sayangnya, tidak sedikit umat Muslim yang hanya memahami Tahun Baru Islam sebagai sekadar pergantian kalender semata. Padahal, Makna Tahun Baru Islam jauh lebih dalam dibandingkan hanya perubahan angka tahun. Tahun Baru Islam merupakan momentum penting untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Dalam pandangan Islam, pergantian tahun bukan hanya peristiwa biasa, melainkan kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah, introspeksi diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Sejarah Singkat Tahun Baru Islam Tahun Baru Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah. Peristiwa besar tersebut menjadi titik awal penanggalan Hijriah yang kemudian digunakan umat Islam hingga sekarang. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat tinggal. Lebih dari itu, hijrah adalah simbol perjuangan, pengorbanan, kesabaran, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari sinilah sebenarnya umat Islam dapat memahami bahwa Makna Tahun Baru Islam bukan sekadar seremoni tahunan. Penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi sebagai awal perhitungan tahun Islam karena memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dakwah Islam. Makna Tahun Baru Islam Sering Dilupakan 1. Momentum Muhasabah Diri Salah satu Makna Tahun Baru Islam yang paling penting adalah sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Umat Muslim diajak melihat kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir. Apakah ibadah semakin baik? Apakah hubungan dengan keluarga semakin harmonis? Apakah dosa dan kesalahan sudah mulai ditinggalkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk direnungkan agar setiap pergantian tahun membawa perubahan positif dalam kehidupan. 2. Semangat Hijrah Menjadi Pribadi Lebih Baik Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat. Dalam kehidupan modern, hijrah bisa berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Contohnya: Meninggalkan malas salat menjadi rajin beribadah Meninggalkan perkataan buruk menjadi lebih santun Meninggalkan sifat iri dan dengki menjadi pribadi yang ikhlas Inilah inti dari Makna Tahun Baru Islam yang sebenarnya, yaitu perubahan menuju kebaikan secara terus-menerus. 3. Mengingat Perjuangan Nabi Muhammad Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat atas perjuangan besar Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam. Hijrah dilakukan dalam situasi penuh ancaman dan tekanan dari kaum Quraisy. Meski menghadapi berbagai kesulitan, Nabi tetap sabar dan yakin bahwa pertolongan Allah selalu ada. Dari kisah tersebut, umat Islam belajar tentang keteguhan iman, keberanian, dan optimisme dalam menghadapi ujian hidup. 4. Memperkuat Persaudaraan Sesama Muslim Dalam sejarah hijrah, Nabi Muhammad mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persatuan tersebut menjadi kekuatan besar bagi perkembangan Islam di Madinah. Karena itu, Makna Tahun Baru Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Di tengah banyaknya perbedaan dan konflik saat ini, semangat persatuan sangat dibutuhkan. Amalan Dianjurkan Saat Tahun Baru Islam Memperingati Tahun Baru Islam sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan acara seremonial semata. Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk mengisi momen pergantian tahun Hijriah. Memperbanyak Doa dan Dzikir Awal tahun menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa agar kehidupan di tahun berikutnya lebih berkah dan diridhai Allah. Berpuasa Sunnah Bulan Muharram termasuk bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Salah satu yang paling utama adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Bersedekah Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk saat memasuki tahun baru Hijriah. Dengan bersedekah, hati menjadi lebih bersih dan tumbuh rasa kepedulian terhadap sesama. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama Tahun Baru Islam juga menjadi kesempatan baik untuk meminta maaf, memperbaiki hubungan keluarga, dan menyambung silaturahmi. Kesalahan Memahami Tahun Baru Islam Masih banyak umat Muslim yang salah memahami peringatan Tahun Baru Islam. Sebagian menganggapnya hanya tradisi budaya tanpa makna spiritual. Ada pula yang merayakannya secara berlebihan tanpa memahami nilai hijrah yang sebenarnya. Padahal, Makna Tahun Baru Islam seharusnya menjadi pengingat agar setiap Muslim semakin dekat kepada Allah dan memperbaiki akhlaknya. Islam tidak melarang umatnya bergembira, tetapi perayaan tersebut sebaiknya tetap berada dalam batas syariat dan tidak melupakan nilai ibadah. Hikmah Besar di Balik Tahun Baru Islam Terdapat banyak hikmah yang bisa dipetik dari pergantian tahun Hijriah, di antaranya: Mengingat bahwa usia terus bertambah dan waktu hidup semakin berkurang Menumbuhkan semangat memperbaiki diri Memotivasi umat Islam agar lebih disiplin dalam ibadah Mengingat perjuangan dakwah Nabi Muhammad Mempererat hubungan persaudaraan sesama Muslim Jika dipahami dengan benar, maka Makna Tahun Baru Islam akan membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Cara Menanamkan Semangat Tahun Baru kepada Anak Penting bagi orang tua mengenalkan nilai Tahun Baru Islam kepada anak-anak sejak dini. Caranya bisa dilakukan melalui: Menceritakan kisah hijrah Nabi Muhammad Mengajak anak berdoa bersama Mengajarkan pentingnya berbuat baik Memberikan contoh akhlak yang baik Mengajak anak bersedekah Dengan begitu, anak tidak hanya mengenal Tahun Baru Islam sebagai acara tahunan, tetapi juga memahami nilai spiritual di dalamnya. Makna Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan Pada akhirnya, Makna Tahun Baru Islam adalah tentang perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa hidup terus berjalan dan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Karena itu, momen Tahun Baru Islam seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki iman, ibadah, dan akhlak. Jangan biarkan Tahun Baru Islam berlalu tanpa perubahan apa pun dalam diri kita. Jadikan momen ini sebagai awal hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Bulan Muharram 1448 H: Ini Keutamaan dan Amalannya
Bulan Muharram 1448 H: Ini Keutamaan dan Amalannya
BULAN Muharram 1448 H menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Kehadiran bulan ini bukan sekadar pergantian tahun Islam, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah. Bagi umat Islam, Bulan Muharram 1448 H memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Di bulan ini terdapat banyak peluang pahala yang sayang jika dilewatkan. Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan betapa istimewanya bulan tersebut dibanding bulan lainnya. Momentum tahun baru Islam juga menjadi pengingat penting tentang hijrah. Tidak hanya hijrah secara fisik, tetapi juga hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada ajaran Islam. Karena itulah, umat Islam dianjurkan mengisi Muharram dengan berbagai amalan saleh. Keutamaan Bulan Muharram 1448 H dalam Islam 1. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan menjauhi perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan. Allah SWT menjelaskan tentang bulan-bulan mulia dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36. Para ulama menafsirkan bahwa amal baik pada bulan haram akan dilipatgandakan pahalanya, begitu pula dosa akan terasa lebih berat. Karena itu, Bulan Muharram 1448 H menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. 2. Puasa Muharram adalah Sunnah Terbaik Setelah Ramadan Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah puasa pada bulan tersebut. Puasa sunnah di bulan Muharram menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau dikenal dengan puasa Tasu’a. Melaksanakan puasa di Bulan Muharram 1448 H menjadi bentuk kecintaan seorang muslim terhadap sunnah Rasulullah SAW. 3. Momentum Introspeksi dan Hijrah Diri Tahun baru Islam sering dijadikan momen evaluasi diri. Umat Islam dapat menjadikan Bulan Muharram 1448 H sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Misalnya mulai memperbaiki salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, hingga mempererat silaturahmi. Amalan di Bulan Muharram 1448 H 1. Memperbanyak Puasa Sunnah Puasa menjadi amalan paling utama di bulan Muharram. Beberapa puasa sunnah yang dianjurkan antara lain: Puasa tanggal 9 Muharram (Tasu’a) Puasa tanggal 10 Muharram (Asyura) Puasa tanggal 11 Muharram untuk menyelisihi kaum Yahudi Puasa sunnah Senin dan Kamis Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan memanfaatkan kesempatan di Bulan Muharram 1448 H ini. 2. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang tidak mengenal waktu, namun memperbanyak sedekah di bulan mulia tentu memiliki nilai tersendiri. Memberi makan orang yang membutuhkan, membantu fakir miskin, atau berdonasi untuk kegiatan dakwah dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, sedekah juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. 3. Memperbanyak Dzikir dan Doa Mengisi Bulan Muharram 1448 H dengan dzikir dan doa akan membuat hati lebih tenang. Umat Islam dapat memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, awal tahun Hijriah juga sering dijadikan momen untuk memanjatkan doa agar diberi keberkahan, kesehatan, rezeki halal, dan keimanan yang lebih baik. 4. Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an. Tidak sedikit umat Islam yang menjadikan tahun baru Hijriah sebagai titik awal membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an akan membawa keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. 5. Menjaga Silaturahmi dan Meminta Maaf Salah satu bentuk hijrah hati adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Di Bulan Muharram 1448 H, umat Islam dianjurkan mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan menghindari permusuhan. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga persaudaraan. Bahkan, hubungan baik antarsesama dapat menjadi sebab datangnya keberkahan hidup. Hikmah dari Bulan Muharram 1448 H Muharram mengajarkan umat Islam tentang pentingnya perubahan menuju kebaikan. Setiap pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa usia semakin berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas. Ada beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari Bulan Muharram 1448 H, di antaranya: Menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik Mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu Memperkuat hubungan dengan Allah SWT Menambah kepedulian sosial terhadap sesama Menjadikan ibadah sebagai prioritas hidup Jika dimanfaatkan dengan baik, Muharram dapat menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan seorang muslim. Kesalahan yang Dihindari di Bulan Muharram Meski Muharram adalah bulan mulia, masih ada sebagian masyarakat yang melakukan berbagai tradisi tanpa dasar syariat yang jelas. Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati agar tetap berada dalam tuntunan agama. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain: Menganggap Muharram sebagai bulan sial Melakukan ritual yang tidak diajarkan Islam Bermalas-malasan dalam ibadah Mengabaikan kesempatan meraih pahala Sebaliknya, Bulan Muharram 1448 H seharusnya diisi dengan amal saleh dan kegiatan positif yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Muharram 1448 H adalah momen istimewa yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menghadirkan banyak kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Mulai dari puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga mempererat silaturahmi, semua amalan tersebut memiliki nilai pahala yang besar jika dilakukan dengan ikhlas. Jangan sampai kesempatan berharga di Bulan Muharram 1448 H berlalu begitu saja tanpa amal dan perubahan menuju kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mengisi Muharram dengan amal terbaik dan menjadikan tahun Hijriah ini lebih penuh keberkahan, keimanan, dan ketakwaan. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL12/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik
Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik
TAHUN Baru Islam 1448 H menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui semangat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perpindahan angka dari satu tahun ke tahun berikutnya, melainkan sebuah pengingat akan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak sejarah peradaban Islam. Bagi seorang muslim, Tahun Baru Islam 1448 H merupakan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Apakah ibadah semakin baik, akhlak semakin mulia, dan hubungan dengan sesama manusia semakin harmonis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak menjadi bahan muhasabah agar tahun yang baru dapat dijalani dengan kualitas keimanan yang lebih tinggi. Momentum pergantian tahun Hijriah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan membutuhkan tekad, kesabaran, dan konsistensi. Sebagaimana Rasulullah SAW melakukan hijrah demi menjaga dan mengembangkan dakwah Islam, umat Islam masa kini juga dituntut untuk melakukan hijrah dalam berbagai aspek kehidupan menuju pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah SWT. Makna Tahun Baru Islam dalam Sejarah Kalender Hijriah dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Penetapan kalender ini dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar yang mengubah perjalanan umat Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi juga simbol perjuangan, pengorbanan, dan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap datangnya Tahun Baru Islam 1448 H, umat Islam diajak untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam peristiwa hijrah tersebut. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui." (QS. An-Nahl: 41) Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah merupakan langkah mulia yang dilakukan demi mendapatkan ridha Allah SWT. Mengapa Menjadi Momentum Muhasabah? Muhasabah atau introspeksi diri merupakan salah satu amalan penting dalam Islam. Pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk menilai kembali berbagai aspek kehidupan. Pada Tahun Baru Islam 1448 H, umat Islam dapat melakukan evaluasi terhadap: 1. Kualitas Ibadah Apakah shalat lima waktu sudah dilaksanakan tepat waktu? Apakah bacaan Al-Qur'an semakin rutin? Apakah dzikir dan doa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari? Muhasabah dalam aspek ibadah membantu seorang muslim mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki pada tahun berikutnya. 2. Akhlak dan Perilaku Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, setiap muslim perlu mengevaluasi bagaimana sikapnya terhadap keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat. 3. Hubungan Sosial Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan membantu sesama. Pergantian tahun Hijriah menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. 4. Tujuan Hidup Seorang muslim hendaknya memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu menggapai ridha Allah SWT. Muhasabah membantu memastikan bahwa setiap langkah kehidupan tetap berada dalam koridor syariat Islam. Hikmah Hijrah Relevan pada Tahun Baru Islam 1. Keberanian untuk Berubah Salah satu pelajaran terbesar dari hijrah Rasulullah SAW adalah keberanian untuk melakukan perubahan. Perubahan tidak selalu mudah karena sering kali menuntut pengorbanan dan keluar dari zona nyaman. Dalam konteks modern, hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik, seperti: Meninggalkan kemalasan dalam beribadah. Mengurangi perbuatan maksiat. Memperbaiki cara berbicara dan bersikap. Meningkatkan kepedulian terhadap sesama. 2. Optimisme dalam Menghadapi Tantangan Perjalanan hijrah Rasulullah SAW penuh dengan tantangan dan ancaman. Namun, beliau tetap optimis karena yakin akan pertolongan Allah SWT. Semangat ini sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern seperti tekanan ekonomi, masalah keluarga, maupun tantangan sosial. 3. Pentingnya Perencanaan yang Matang Hijrah Rasulullah SAW dilakukan dengan strategi yang terencana. Hal ini mengajarkan bahwa seorang muslim perlu memiliki perencanaan dalam setiap langkah kehidupannya. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, setiap muslim dapat membuat target-target positif seperti: Menyelesaikan bacaan Al-Qur'an secara rutin. Menambah hafalan surah pendek. Meningkatkan sedekah. Memperbaiki kualitas hubungan keluarga. Menambah ilmu agama. 4. Tawakal kepada Allah SWT Setelah berusaha secara maksimal, seorang muslim harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Inilah makna tawakal yang diajarkan dalam peristiwa hijrah. Amalan Dianjurkan Saat Tahun Baru Islam Walaupun tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan pada pergantian tahun Hijriah, terdapat beberapa amalan baik yang dapat dilakukan. Memperbanyak Dzikir dan Doa Dzikir merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengawali tahun baru dengan memperbanyak dzikir menjadi langkah positif dalam memperkuat keimanan. Membaca Al-Qur'an Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari dapat menjadi target utama pada Tahun Baru Islam 1448 H. Bersedekah Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidup. Menjalin Silaturahmi Silaturahmi memiliki banyak keutamaan, termasuk memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Memperbanyak Istighfar Istighfar menjadi sarana memohon ampunan kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Resolusi Islami di Tahun Baru Islam Banyak orang membuat resolusi ketika memasuki tahun baru. Dalam perspektif Islam, resolusi hendaknya diarahkan pada peningkatan kualitas diri dan keimanan. Beberapa contoh resolusi Islami yang dapat diterapkan antara lain: Menjaga Shalat Tepat Waktu Shalat adalah tiang agama. Menjadikan shalat tepat waktu sebagai prioritas utama merupakan langkah penting menuju pribadi yang lebih baik. Memperbanyak Tilawah Al-Qur'an Target membaca satu juz setiap hari atau beberapa halaman setiap selesai shalat dapat menjadi kebiasaan yang sangat bermanfaat. Mengurangi Penggunaan Media Sosial tak Bermanfaat Era digital menghadirkan banyak tantangan. Seorang muslim perlu bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak melalaikan kewajiban kepada Allah SWT. Menambah Ilmu Agama Belajar agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Mengikuti kajian, membaca buku Islami, atau mendengarkan ceramah dapat menjadi bagian dari resolusi tahun baru. Memperbaiki Akhlak Akhlak yang baik merupakan cerminan keimanan yang kuat. Oleh karena itu, memperbaiki sikap dan perilaku harus menjadi prioritas dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. Peran Keluarga Menyambut Tahun Baru Islam Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seorang muslim. Momentum pergantian tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dalam keluarga. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama keluarga antara lain: Mengadakan kajian keluarga. Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW. Mengajak anak-anak memahami sejarah Islam. Membuat target ibadah keluarga. Melakukan kegiatan sosial bersama. Dengan demikian, Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi momen pribadi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan seluruh anggota keluarga. Menjadikan Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, jangan menunggu kondisi sempurna untuk memulai perubahan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11) Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam 1448 H hendaknya menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas iman, ilmu, dan amal. Tahun Baru Islam 1448 H bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi merupakan momentum berharga bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan nilai perjuangan, pengorbanan, perencanaan, serta tawakal yang relevan sepanjang zaman. Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 H, setiap muslim diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama. Dengan menjadikan hijrah sebagai inspirasi kehidupan, umat Islam dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan diridhai oleh Allah SWT. Semoga Tahun Baru Islam 1448 H menjadi titik awal lahirnya pribadi-pribadi muslim yang lebih bertakwa, lebih bermanfaat bagi sesama, dan semakin dekat dengan Allah SWT. Aamiin. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL09/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →