WhatsApp Icon
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah

KEHIDUPAN yang baik dan penuh berkah merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, kebahagiaan dalam Islam tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keberhasilan meraih cita-cita. Kehidupan yang berkah juga tercermin dari hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang harmonis, serta kemampuan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Untuk mewujudkannya, seorang Muslim perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, bekerja dengan jujur, menyayangi keluarga, dan membantu sesama merupakan bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.

Kebiasaan baik tersebut tidak harus dimulai dari perubahan besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk kehidupan yang lebih terarah dan bermakna. Berikut 15 tips Islami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menjaga Salat Lima Waktu

Salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat. Menjaga salat tepat waktu menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Biasakan menunaikan salat ketika waktunya tiba. Jika memungkinkan, persiapkan diri lebih awal agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk.

Selain menjaga pelaksanaannya, usahakan memahami bacaan dan menghayati maknanya. Dengan demikian, salat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga pengingat untuk menjaga perilaku dan menjalankan tanggung jawab dengan baik.

2. Membiasakan Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca, memahami, dan berusaha mengamalkan ajarannya dapat membantu seorang Muslim menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.

Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang untuk mulai membaca Al-Qur'an. Sisihkan beberapa menit setiap hari, misalnya setelah salat Subuh atau sebelum tidur.

Bagi yang belum lancar membaca Al-Qur'an, belajarlah secara bertahap dengan bimbingan guru yang kompeten. Sementara itu, mereka yang sudah lancar dapat memperdalam pemahaman melalui terjemahan dan tafsir.

Konsistensi menjadi hal penting dalam membangun kebiasaan ini. Mulailah dengan target yang realistis agar membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.

3. Memperbanyak Doa dan Zikir

Doa dan zikir membantu seorang Muslim mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan. Ketika menghadapi kesulitan, doa menjadi sarana memohon pertolongan. Saat memperoleh kebahagiaan, zikir dan doa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan.

Kebiasaan ini dapat dimulai dengan membaca zikir pagi dan petang, beristigfar, berdoa setelah salat, serta membaca doa sebelum tidur.

Meski demikian, doa dan zikir perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Ketika menghadapi persoalan pekerjaan, misalnya, seorang Muslim tetap perlu mencari solusi, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki cara bekerja sembari memohon pertolongan Allah SWT.

4. Membiasakan Diri Bersyukur

Bersyukur membantu seseorang menghargai nikmat yang telah dimiliki. Kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat seseorang lupa terhadap berbagai kebaikan yang telah diterimanya.

Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila manusia bersyukur, Dia akan menambah nikmat kepadanya.

Syukur tidak hanya diwujudkan dengan mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan nikmat untuk tujuan yang baik. Kesehatan dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan bekerja, harta untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu sesama, dan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Mulailah dengan menghargai hal-hal sederhana, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, makanan, dan tempat tinggal. Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, melainkan menghargai apa yang dimiliki sambil terus memperbaiki keadaan.

5. Mencari Rezeki yang Halal dan Baik

Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki melalui cara yang halal. Rezeki yang baik tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendapatan, tetapi juga dengan cara memperolehnya dan bagaimana harta tersebut digunakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjaga kejujuran, menepati janji, menyelesaikan tanggung jawab, serta menghormati hak orang lain. Hindari penipuan, kecurangan, dan tindakan yang merugikan pihak lain.

Bagi yang menjalankan usaha, sampaikan informasi produk atau jasa secara jujur. Sementara itu, dalam mengelola penghasilan, dahulukan kebutuhan pokok, hindari utang konsumtif yang tidak perlu, dan sisihkan sebagian harta untuk sedekah sesuai kemampuan.

Rezeki yang berkah tidak selalu berarti kekayaan berlimpah. Keberkahan juga dapat tercermin dari kecukupan, ketenangan dalam menggunakannya, serta manfaat yang dihasilkan bagi keluarga dan masyarakat.

6. Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua merupakan ajaran penting dalam Islam. Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 23.

Berbakti dapat diwujudkan melalui perkataan yang sopan, kesediaan mendengarkan nasihat yang baik, membantu kebutuhan mereka, serta meluangkan waktu untuk menemani dan memperhatikan keadaan mereka.

Bagi yang tinggal berjauhan, menjaga komunikasi melalui telepon atau melakukan kunjungan secara berkala dapat menjadi bentuk perhatian.

Jika orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap dapat berbuat baik dengan mendoakan mereka, menjaga hubungan dengan kerabat, dan melakukan kebaikan yang dibenarkan dalam Islam.

Namun, berbakti tidak berarti harus memenuhi permintaan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dalam keadaan demikian, seorang Muslim tetap perlu menjaga adab dan memperlakukan orang tua dengan baik.

7. Menjaga Silaturahmi dan Hubungan Baik dengan Sesama

Keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan. Hubungan yang baik dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi kesulitan sekaligus sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperlakukan sesama dengan baik. Karena itu, usahakan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi yang tenang dan menghindari perkataan yang menyakiti.

Belajarlah meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memaafkan orang lain ketika mereka berusaha memperbaiki diri. Menghormati perbedaan, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari pembicaraan buruk tentang orang lain juga merupakan bagian dari menjaga hubungan sosial.

Dengan membangun komunikasi yang sehat, kehidupan bermasyarakat dapat berjalan lebih harmonis dan dipenuhi sikap saling menghormati.

8. Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama

Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Melalui sedekah, seorang Muslim belajar untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu tetangga, menyumbangkan pakaian yang layak, atau membagikan ilmu yang bermanfaat juga dapat menjadi bentuk kebaikan.

Sesuaikan sedekah dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga. Jangan memaksakan diri hingga mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungan.

Membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama dapat melatih kepedulian dan mengurangi sikap berlebihan dalam mencintai harta. Melalui zakat, infak, dan sedekah, umat Islam juga dapat berkontribusi dalam membantu mustahik serta masyarakat yang membutuhkan.

9. Menjaga Lisan dan Akhlak

Akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang lain.

Biasakan berbicara jujur, menghindari perkataan kasar, tidak menghina, dan tidak menyebarkan fitnah. Sebelum berbicara, pertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik.

Menjaga lisan juga berlaku ketika menggunakan media sosial. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menulis komentar yang merendahkan orang lain, atau terlibat dalam pertengkaran yang tidak membawa manfaat.

Jika melakukan kesalahan, akui dan perbaiki. Meminta maaf merupakan bagian dari tanggung jawab atas perilaku sendiri sekaligus langkah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama.

10. Menuntut Ilmu dan Terus Memperbaiki Diri

Menuntut ilmu membantu seorang Muslim memahami ajaran agama sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Luangkan waktu untuk mempelajari Al-Qur'an, hadis, fikih dasar, dan akhlak. Selain ilmu agama, tingkatkan pula keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab masing-masing.

Pilih sumber belajar yang dapat dipercaya. Dalam urusan agama, pelajari penjelasan dari ulama dan lembaga keislaman yang kompeten agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

Selain menambah pengetahuan, biasakan mengevaluasi diri. Periksa kembali apakah ibadah telah terjaga, pekerjaan dilakukan dengan jujur, dan hubungan dengan keluarga dipelihara dengan baik.

Perbaikan diri merupakan proses berkelanjutan. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan perubahan.

11. Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Amanah

Tubuh merupakan amanah yang perlu dijaga. Kondisi fisik dan mental yang baik membantu seseorang menjalankan ibadah, bekerja, belajar, serta memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.

Terapkan kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menjaga waktu tidur. Hindari kebiasaan yang merusak kesehatan dan jangan mengabaikan keluhan yang membutuhkan pertolongan profesional.

Menjaga kesehatan juga berarti memahami batas kemampuan diri. Istirahat yang cukup bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kemampuan untuk menjalani aktivitas dengan baik.

Dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim dapat berusaha menjalankan berbagai amanah kehidupan secara lebih optimal.

12. Mengelola Waktu dengan Bijaksana

Waktu merupakan nikmat yang tidak dapat diulang. Karena itu, gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, baik dalam urusan ibadah, pekerjaan, keluarga, maupun pengembangan diri.

Buatlah jadwal harian sederhana yang memprioritaskan kewajiban utama. Sisihkan waktu untuk salat, bekerja, belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga.

Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk aktivitas digital yang tidak memberikan manfaat berarti.

Namun, mengelola waktu bukan berarti harus selalu sibuk. Istirahat, berolahraga, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga juga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup.

13. Bersabar dan Bertawakal kepada Allah SWT

Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Seseorang dapat menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kegagalan dalam pekerjaan, atau ujian kesehatan.

Dalam keadaan tersebut, Islam mengajarkan pentingnya kesabaran dan tawakal. Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha, sedangkan tawakal bukan berarti menunggu pertolongan tanpa melakukan apa pun.

Seorang Muslim perlu berusaha mencari jalan keluar, berdoa kepada Allah SWT, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Ketika mengalami kegagalan, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Jika menghadapi persoalan yang berat, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional yang sesuai.

Setiap orang memiliki ujian dan proses kehidupan yang berbeda. Karena itu, hindari mengukur keberhasilan diri hanya dengan membandingkan kehidupan dengan orang lain.

14. Membiasakan Istigfar dan Bertobat

Setiap manusia dapat melakukan kesalahan. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan senantiasa berusaha memperbaiki diri.

Membaca istigfar merupakan salah satu cara memohon ampun kepada Allah. Namun, istigfar hendaknya disertai kesungguhan untuk meninggalkan dosa dan memperbaiki perilaku.

Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, upayakan mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sesuai keadaan.

Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Sebaliknya, gunakan pengalaman tersebut sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Dengan membiasakan istigfar dan bertobat, seorang Muslim belajar bersikap rendah hati serta menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan ampunan dan bimbingan Allah SWT.

15. Membiasakan Doa agar Hidup Penuh Berkah

Selain melakukan berbagai ikhtiar, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kehidupan yang baik dan penuh keberkahan.

Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat dibaca sehari-hari.

“Ya Allah, berkahilah kehidupanku, keluargaku, pekerjaanku, dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku. Bimbinglah aku agar senantiasa berada di jalan yang benar. Jadikanlah aku hamba yang rajin beribadah, pandai bersyukur, sabar menghadapi ujian, dan ikhlas dalam melakukan kebaikan. Jauhkanlah aku dan keluargaku dari keburukan, serta berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Amin.”

Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan langsung dari Al-Qur'an atau hadis. Seorang Muslim dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahami dengan tetap memperhatikan tuntunan syariat.

Biasakan berdoa bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga ketika keadaan sedang baik. Dengan demikian, doa menjadi bagian dari kebiasaan untuk memohon petunjuk sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT.

Contoh Rutinitas Islami dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar berbagai kebiasaan baik di atas lebih mudah diterapkan, mulailah dengan rutinitas sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Pagi hari:

  • Bangun dan menunaikan salat Subuh.

  • Membaca Al-Qur'an atau zikir pagi.

  • Berdoa sebelum memulai aktivitas.

  • Menentukan prioritas pekerjaan dan tanggung jawab hari itu.

Siang hingga sore:

  • Menjaga salat lima waktu.

  • Bekerja atau belajar dengan jujur dan sungguh-sungguh.

  • Menjaga perkataan dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.

  • Menyempatkan diri membantu keluarga atau orang yang membutuhkan.

Malam hari:

  • Menunaikan salat Isya.

  • Meluangkan waktu bersama keluarga.

  • Mengevaluasi perilaku dan aktivitas sepanjang hari.

  • Membaca doa sebelum tidur serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Rutinitas tersebut bukan aturan wajib yang harus diikuti dengan susunan persis seperti di atas. Jadikanlah sebagai panduan yang dapat disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing.

Menjalani Hidup dengan Iman, Ikhtiar, dan Rasa Syukur

Kehidupan yang penuh berkah tidak selalu ditandai dengan kelimpahan materi atau terbebas dari berbagai ujian. Keberkahan juga dapat hadir melalui hati yang tenang, rezeki yang halal, keluarga yang saling mendukung, serta kesempatan untuk terus berbuat baik.

Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, bersyukur, mencari rezeki yang halal, berbakti kepada orang tua, dan membantu sesama merupakan beberapa kebiasaan yang dapat memperkuat kualitas kehidupan seorang Muslim.

Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan, kemudian pertahankan secara konsisten dan tingkatkan secara bertahap.

Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjalani kehidupan dengan iman yang kuat, akhlak yang mulia, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Lima Adab Bertetangga dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah SAW!

MENJAGA hubungan baik dengan tetangga merupakan salah satu akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam. Tetangga adalah orang-orang yang tinggal di sekitar kita dan dapat menjadi pihak terdekat untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan. Karena itu, hubungan bertetangga perlu dibangun atas dasar saling menghormati, kepedulian, dan sikap menjaga hak satu sama lain.

Rasulullah SAW memberikan banyak teladan tentang pentingnya memperlakukan tetangga dengan baik. Ajaran tersebut mencakup menjaga perkataan, tidak mengganggu kenyamanan orang lain, berbagi makanan, memberikan pertolongan, serta memelihara hubungan baik meskipun terdapat perbedaan atau kesalahpahaman.

Adab bertetangga juga tidak terbatas pada orang yang memiliki hubungan dekat atau seagama. Seorang Muslim dianjurkan untuk berbuat baik kepada tetangga yang berbeda agama, latar belakang, maupun kebiasaan, selama tetap berpegang pada prinsip ajaran Islam.

Lantas, apa saja adab bertetangga yang dicontohkan Rasulullah SAW dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut lima di antaranya.

1. Menghormati dan Berbuat Baik kepada Tetangga

Adab pertama adalah menghormati dan memperlakukan tetangga dengan baik. Islam menempatkan hubungan dengan tetangga sebagai bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah SWT memerintahkan umat manusia untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, dan golongan lainnya. Ayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada tetangga merupakan bagian dari tuntunan agama yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim bahwa siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berbuat baik kepada tetangganya.

Ajaran tersebut dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti menyapa ketika berpapasan, berbicara dengan sopan, menghargai privasi, dan tidak mencampuri urusan pribadi tetangga tanpa alasan yang tepat.

Ketika tetangga mengadakan acara keluarga, misalnya, kita dapat menunjukkan sikap saling menghormati dengan menjaga ketertiban dan membicarakan persoalan yang muncul melalui komunikasi yang baik.

Selain itu, hindari membeda-bedakan perlakuan berdasarkan status ekonomi, kedudukan sosial, atau latar belakang seseorang. Dengan membiasakan sikap saling menghormati, hubungan bertetangga dapat terjalin lebih harmonis dan lingkungan tempat tinggal menjadi lebih nyaman.

2. Tidak Mengganggu atau Menyakiti Tetangga

Adab berikutnya adalah menjaga diri agar tidak mengganggu atau menyakiti tetangga, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari, Rasulullah SAW memberikan peringatan tentang seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. Pesan ini menegaskan bahwa keimanan juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Seorang Muslim tidak cukup hanya memperhatikan ibadahnya sendiri, tetapi juga perlu menjaga hak dan kenyamanan orang lain. Beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari dalam kehidupan bertetangga antara lain:

  • Memutar musik atau menghasilkan suara keras hingga mengganggu waktu istirahat.

  • Membiarkan sampah menumpuk atau menimbulkan bau tidak sedap di sekitar rumah.

  • Memarkir kendaraan hingga menghalangi jalan atau akses rumah tetangga.

  • Membicarakan keburukan tetangga dan menyebarkan gosip yang belum jelas kebenarannya.

  • Menggunakan atau mengambil barang milik tetangga tanpa izin.

  • Melakukan aktivitas yang mengganggu ketenangan lingkungan tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Apabila tanpa sengaja menimbulkan gangguan, sebaiknya segera meminta maaf dan memperbaiki keadaan. Tindakan sederhana, seperti mengecilkan volume suara pada malam hari atau memastikan kendaraan tidak menghalangi akses rumah orang lain, merupakan bentuk kepedulian terhadap kenyamanan bersama.

Menjaga tetangga dari gangguan bukan hanya menciptakan lingkungan yang tertib, tetapi juga menjadi wujud nyata akhlak yang baik.

3. Berbagi Makanan dan Saling Memberi

Berbagi makanan merupakan salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan dengan tetangga. Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian sosial dan tidak bersikap egois terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah SAW menasihati Abu Dzar agar memperbanyak kuah ketika memasak dan memperhatikan tetangganya dengan membagikan sebagian makanan tersebut.

Nasihat ini mengajarkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui pemberian yang besar. Kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

Ketika memasak dalam jumlah lebih, misalnya, kita dapat berbagi makanan dengan tetangga. Berbagi juga dapat dilakukan dengan memberikan buah dari kebun atau mengirimkan hidangan sederhana pada kesempatan tertentu.

Jika tetangga sedang sakit, kita bisa menawarkan bantuan untuk membeli makanan atau memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara itu, ketika mereka mengalami musibah, perhatian dan dukungan sederhana dapat membantu meringankan beban yang dirasakan.

Meski demikian, berbagi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan keluarga sendiri. Islam tidak mengajarkan seseorang untuk memaksakan diri di luar kemampuannya.

Dengan membiasakan berbagi, hubungan bertetangga tidak sekadar terjalin karena tinggal berdekatan, tetapi juga tumbuh menjadi hubungan yang dilandasi kepedulian dan kebersamaan.

4. Menolong Tetangga Ketika Mengalami Kesulitan

Seorang Muslim hendaknya tidak bersikap acuh ketika mengetahui tetangganya membutuhkan pertolongan. Hubungan bertetangga yang baik dapat menjadi sumber dukungan, terutama ketika seseorang menghadapi situasi sulit.

Pertolongan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan tenaga dan dukungan moral hingga bantuan materi sesuai kemampuan.

Ketika tetangga sedang sakit, misalnya, kita dapat menjenguk, menanyakan kebutuhannya, atau membantu mengurus keperluan mendesak. Saat terjadi musibah seperti kebakaran atau banjir, kita dapat membantu proses evakuasi, menyediakan makanan, atau menghubungkan mereka dengan pihak yang mampu memberikan bantuan.

Perhatian juga dapat diberikan kepada tetangga lanjut usia yang tinggal sendiri. Menanyakan kabar atau membantu membawa barang belanjaan mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan manfaat bagi mereka.

Dalam memberikan pertolongan, penting untuk tetap menghormati privasi dan menjaga martabat orang yang dibantu. Bantuan sebaiknya diberikan dengan tulus, bukan untuk mencari pujian atau mengungkit kebaikan pada kemudian hari.

Menolong tetangga menjadi kesempatan untuk mengamalkan nilai kasih sayang dan kepedulian dalam Islam sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.

5. Menjaga Silaturahmi dan Memaafkan Kesalahan Tetangga

Perbedaan pendapat dan kesalahpahaman terkadang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bertetangga. Perbedaan kebiasaan, persoalan batas tanah, kebisingan, atau masalah parkir dapat memicu perselisihan apabila tidak diselesaikan dengan baik.

Karena itu, seorang Muslim perlu menjaga komunikasi, bersikap sabar, dan berusaha menyelesaikan persoalan secara bijaksana. Kebiasaan menyapa, mengunjungi ketika diperlukan, serta menghindari permusuhan berkepanjangan dapat membantu menjaga hubungan tetap baik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat hubungan dengan tetangga.

Pertama, menyelesaikan masalah melalui komunikasi yang sopan. Jika ada tindakan yang mengganggu, sampaikan keberatan secara baik-baik tanpa menghina atau mempermalukan pihak lain.

Kedua, tidak terburu-buru mempercayai kabar yang belum jelas. Ketika terjadi kesalahpahaman, cari penjelasan secara langsung dengan cara yang santun.

Ketiga, belajar memaafkan kesalahan yang tidak disengaja. Selama persoalan masih dapat diselesaikan secara wajar, sikap lapang dada dapat membantu mencegah konflik berkepanjangan.

Keempat, tidak memperbesar perselisihan. Hindari menyebarkan masalah kepada orang lain apabila hal tersebut justru memperburuk keadaan.

Meski demikian, menjaga hubungan baik tidak berarti membiarkan tindakan yang membahayakan atau melanggar hak. Jika terjadi ancaman, kekerasan, atau pelanggaran serius, kita tetap dapat meminta bantuan pihak berwenang melalui cara yang tepat.

Dengan mengedepankan komunikasi dan sikap saling menghormati, banyak persoalan dapat diselesaikan tanpa harus merusak hubungan bertetangga.

Manfaat Menerapkan Adab Bertetangga dalam Islam

Menerapkan adab bertetangga memberikan manfaat bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Sikap saling menghormati membantu mengurangi gangguan dan perselisihan.

  2. Mempererat hubungan sosial. Tetangga yang saling mengenal lebih mudah membangun komunikasi dan kerja sama.

  3. Menumbuhkan kepedulian. Kebiasaan saling membantu membuat masyarakat lebih siap menghadapi kesulitan bersama.

  4. Menghindari konflik yang tidak perlu. Komunikasi yang baik membantu menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi perselisihan besar.

  5. Mengamalkan ajaran Islam. Berbuat baik kepada tetangga merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Manfaat tersebut dapat dirasakan ketika setiap orang berusaha memulai kebaikan dari dirinya sendiri. Kita tidak perlu menunggu semua tetangga bersikap baik terlebih dahulu untuk mulai menunjukkan akhlak terpuji.

Membangun Lingkungan yang Harmonis Dimulai dari Diri Sendiri

Adab bertetangga bukan hanya tentang menghindari perselisihan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang lain, menjaga perkataan, berbagi makanan, menolong ketika dibutuhkan, dan memaafkan kesalahan merupakan tindakan sederhana yang dapat memperkuat kebersamaan.

Keteladanan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa akhlak mulia perlu tercermin dalam hubungan dengan sesama, termasuk dengan orang-orang yang tinggal paling dekat dengan kita.

Karena itu, membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian dapat dimulai dari rumah masing-masing. Dengan menjaga hak tetangga dan membiasakan diri untuk berbuat baik, kita turut menciptakan kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis dan sejalan dengan nilai-nilai Islam.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Ini Doa Memohon Anak Saleh dan Salehah, Dicontohkan Para Nabi

SETIAP orang tua Muslim tentu mendambakan anak yang saleh dan salehah, beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama. Anak bukan hanya anugerah yang membawa kebahagiaan dalam keluarga, tetapi juga amanah dari Allah SWT yang perlu dijaga dan dididik dengan penuh kasih sayang.

Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua adalah senantiasa mendoakan kebaikan bagi anak. Melalui doa, orang tua memohon agar Allah SWT memberikan petunjuk, menguatkan keimanan, memudahkan anak dalam beribadah, serta membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa.

Al-Qur'an mengajarkan sejumlah doa untuk memohon keturunan yang baik. Beberapa di antaranya merupakan doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria AS, serta doa agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati.

Lantas, apa saja doa memohon anak saleh dan salehah yang dapat diamalkan? Berikut bacaan, arti, dan maknanya, beserta ikhtiar mendidik anak agar tumbuh dalam kebaikan.

1. Doa dalam Surah Al-Furqan Ayat 74

Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon keluarga dan keturunan yang baik terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini berisi permohonan agar pasangan dan anak-anak menjadi penyejuk hati serta agar diri sendiri dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

Bacaan latin:

Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lil muttaqina imama.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).

Makna Doa

Doa ini mengandung harapan agar keluarga tumbuh dalam keimanan, ketaatan, dan akhlak yang baik. Anak yang menjadi penyejuk hati bukan semata-mata anak yang membanggakan orang tua, tetapi juga anak yang berusaha menjalankan ajaran agama dan menghadirkan kebaikan di lingkungannya.

Selain memohon keturunan yang baik, orang tua juga memohon agar dirinya menjadi teladan dalam ketakwaan. Artinya, harapan memiliki anak saleh dan salehah perlu disertai usaha memperbaiki diri, mulai dari menjaga salat, berkata jujur, bersikap sabar, hingga menghormati orang lain.

Doa ini dapat dibaca setelah salat atau ketika bermunajat kepada Allah SWT. Tidak ada keharusan menetapkan jumlah bacaan tertentu untuk mengamalkannya.

2. Doa Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa singkat untuk memohon keturunan yang termasuk golongan orang saleh. Doa ini terdapat dalam Surah As-Saffat ayat 100.

Bacaan latin: Rabbi hab li minas salihin.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. As-Saffat: 100).

Makna Doa 

Doa ini menunjukkan bahwa memiliki keturunan bukan satu-satunya harapan. Nabi Ibrahim AS juga memohon agar keturunannya menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.

Kesalehan merupakan karunia yang sangat berharga. Anak yang saleh dan salehah diharapkan memiliki keimanan yang kuat, menjaga ibadah, berperilaku baik, serta mampu membedakan perbuatan yang benar dan salah.

Bagi pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hati, doa ini dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon keturunan kepada Allah SWT. Bagi orang tua yang telah memiliki anak, doa yang sama dapat diamalkan untuk memohon agar anak-anak senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.

Doa juga menjadi wujud penghambaan dan tawakal. Karena itu, orang tua hendaknya terus memohon kepada Allah SWT sembari melakukan ikhtiar yang baik dan tidak kehilangan harapan ketika keinginan belum terwujud sesuai waktu yang diharapkan.

3. Doa Nabi Zakaria AS 

Al-Qur'an juga mengabadikan doa Nabi Zakaria AS ketika memohon keturunan yang baik. Doa tersebut terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 38.

Bacaan latin:

Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan tayyibatan innaka sami'ud du'a.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Pelajaran dari doa Nabi Zakaria 

Kisah Nabi Zakaria AS mengajarkan tentang ketekunan dalam berdoa dan keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT. Beliau memohon keturunan yang baik, mengingatkan umat Islam bahwa Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya.

Keturunan yang baik tidak hanya diukur dari kesehatan fisik atau keberhasilan duniawi. Keimanan, akhlak, dan perilaku yang terpuji juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang diharapkan orang tua.

Doa ini dapat diamalkan oleh pasangan yang mendambakan keturunan maupun orang tua yang memohon kebaikan bagi anak-anaknya. Permohonan juga dapat disampaikan menggunakan bahasa yang dipahami, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

4. Doa Keturunan Rajin Mendirikan Salat

Anak yang saleh dan salehah diharapkan tidak hanya memiliki perilaku yang baik, tetapi juga menjaga hubungannya dengan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah membiasakan diri mendirikan salat.

Dalam Surah Ibrahim ayat 40, terdapat doa Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan keturunannya senantiasa mendirikan salat.

Bacaan latin: Rabbij'alni muqimas salati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du'a.

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40).

Mengapa doa ini penting?

Salat merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam. Dengan memohon agar diri sendiri dan keturunan senantiasa mendirikan salat, orang tua diingatkan bahwa pendidikan agama perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua sebaiknya tidak hanya meminta anak untuk salat, tetapi juga memberikan contoh melalui kebiasaan beribadah secara konsisten. Ketika anak melihat orang tuanya menjaga salat, ia dapat belajar dari keteladanan yang nyata.

Selain itu, ajarkan salat secara bertahap sesuai usia anak. Pendekatan yang lembut, penjelasan yang mudah dipahami, dan suasana keluarga yang mendukung dapat membantu anak mengenal ibadah dengan lebih baik.

Doa ini sekaligus mengingatkan orang tua untuk memperbaiki kualitas ibadahnya sendiri sebelum berharap anak mengikuti jalan kebaikan tersebut.

5. Doa agar Anak Saleh dan Mendapat Keberkahan

Selain mengamalkan doa-doa dari Al-Qur'an, orang tua dapat memohon kepada Allah SWT menggunakan kalimat yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya, memohon agar anak diberikan kesehatan, dilindungi dari keburukan, dibimbing dalam ketaatan, dan dimudahkan untuk berbuat baik kepada sesama.

Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat diamalkan sebagai doa pribadi.

Bacaan doa: “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang saleh dan salehah. Jadikanlah mereka hamba-hamba-Mu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan senantiasa menjaga salat. Lindungilah mereka dari perbuatan buruk, pergaulan yang menyesatkan, serta segala sesuatu yang menjauhkan mereka dari jalan-Mu. Bimbinglah kami agar mampu mendidik mereka dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Jadikanlah anak-anak kami penyejuk hati di dunia dan bekal kebaikan bagi kami di akhirat. Amin.”

Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan ayat Al-Qur'an atau hadis. Orang tua dapat menyesuaikan susunan kata dan menyebut nama anak dalam doanya.

Hal terpenting bukan panjangnya rangkaian kalimat, melainkan ketulusan hati, keyakinan kepada Allah SWT, dan kesungguhan menjalankan ikhtiar yang baik.

6. Kapan Waktu Baik Membaca Doa Anak Saleh?

Pada dasarnya, doa untuk memohon kebaikan anak dapat dipanjatkan kapan saja. Tidak ada ketentuan bahwa doa memohon anak saleh dan salehah hanya boleh dibaca pada waktu tertentu.

Meski demikian, ada beberapa kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah salat wajib

Setelah menunaikan salat wajib, orang tua dapat meluangkan waktu untuk berzikir dan berdoa. Selain memohon ampunan serta kebaikan dunia dan akhirat, orang tua dapat memohon agar anak-anak diberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan ajaran Islam.

Mendoakan anak secara rutin dapat menjadi pengingat bahwa mendidik mereka merupakan amanah yang membutuhkan kesabaran dan pertolongan Allah SWT.

Saat salat malam

Salat malam, termasuk tahajud, dapat menjadi kesempatan untuk bermunajat dengan lebih khusyuk. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dijelaskan keutamaan berdoa kepada Allah pada sepertiga malam terakhir.

Orang tua dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk memohon kesehatan, keselamatan, ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia, dan keteguhan iman bagi anak-anaknya.

Ketika sujud

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang hamba berada dalam keadaan paling dekat dengan Tuhannya ketika bersujud, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memohon kebaikan bagi anak-anaknya dengan tetap memperhatikan ketentuan doa dalam salat sesuai tuntunan fikih yang diikuti.

Ketika anak menghadapi kesulitan

Doa tidak hanya dipanjatkan ketika anak sedang sehat, berprestasi, atau menunjukkan perilaku yang membanggakan. Ketika anak mengalami kesulitan belajar, menghadapi masalah pergaulan, atau sedang berusaha memperbaiki diri, orang tua juga perlu mendoakannya.

Rasa kecewa hendaknya tidak membuat orang tua berhenti berharap kepada Allah SWT. Sebaliknya, doa dapat menjadi penguat kesabaran sekaligus dorongan untuk mencari cara terbaik dalam mendampingi anak.

7. Cara Mendidik Anak agar Tumbuh Saleh

Doa merupakan ikhtiar spiritual yang penting, tetapi perlu disertai pendidikan, keteladanan, dan usaha nyata. Anak tidak hanya membutuhkan nasihat, melainkan juga lingkungan yang membantu mereka mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua.

1. Memberikan teladan yang baik

Anak banyak belajar melalui apa yang dilihat setiap hari. Karena itu, orang tua perlu berusaha menjadi contoh dalam menjalankan ibadah, menjaga perkataan, bersikap jujur, dan menghormati orang lain.

Jika ingin anak rajin salat, orang tua perlu menjaga salatnya sendiri. Jika ingin anak berkata jujur, biasakan kejujuran dalam keluarga. Keteladanan membantu anak memahami bahwa ajaran Islam bukan sekadar nasihat, melainkan pedoman hidup.

2. Mengenalkan Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak dini

Orang tua dapat mengenalkan Al-Qur'an, doa sehari-hari, kisah para nabi, serta dasar-dasar akhlak Islam sesuai usia anak. Lakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang menyenangkan.

Seiring bertambahnya usia, ajak anak memahami makna ibadah, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

3. Membiasakan ibadah dalam keluarga

Keluarga dapat membangun kebiasaan beribadah bersama, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur'an, dan berdoa sebelum melakukan kegiatan tertentu.

Kebiasaan tersebut membantu anak memahami bahwa agama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sesuatu yang dibicarakan ketika mereka melakukan kesalahan.

4. Menanamkan akhlak mulia

Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga dengan perilaku terhadap sesama manusia. Ajarkan anak menghormati orang tua, menyayangi saudara, berkata sopan, menepati janji, meminta maaf ketika bersalah, dan membantu orang yang membutuhkan.

5. Memperhatikan lingkungan pergaulan

Lingkungan dapat memengaruhi perkembangan perilaku anak. Orang tua perlu mengenal teman-teman anak, memperhatikan aktivitasnya, dan membangun komunikasi yang terbuka.

Pendampingan sebaiknya dilakukan dengan kasih sayang dan kepercayaan yang bertanggung jawab, bukan pengawasan berlebihan. Ajarkan anak memilih pergaulan yang baik serta berani menolak ajakan yang bertentangan dengan nilai agama dan moral.

6. Menasihati tanpa merendahkan

Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu memberikan nasihat dan konsekuensi yang sesuai. Namun, hindari melabeli anak sebagai nakal, gagal, atau tidak berguna.

Tegurlah perilakunya tanpa merendahkan martabatnya. Terus doakan kebaikannya, termasuk ketika ia sedang berusaha memperbaiki diri.

7. Mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian

Orang tua dapat mengajarkan tanggung jawab melalui tugas sederhana, seperti merapikan barang, menjaga kebersihan, menyelesaikan pekerjaan sekolah, dan membantu anggota keluarga.

Ketika anak melakukan kesalahan, ajak ia memahami akibat perbuatannya dan memperbaikinya. Dengan demikian, anak belajar untuk mengakui kesalahan serta bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.

8. Keutamaan Memiliki Anak Saleh

Anak yang saleh dan salehah merupakan salah satu karunia berharga dalam Islam. Kesalehan anak tidak hanya membawa harapan akan kebaikan dalam kehidupan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan manfaat yang dapat terus dirasakan orang tua setelah meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih riwayat Muslim bahwa apabila manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya mendidik anak agar mengenal Allah SWT, menjalankan ajaran agama, dan terbiasa mendoakan orang tuanya.

Meski demikian, kesalehan anak bukan sesuatu yang dapat dijamin hanya melalui satu doa. Anak tumbuh melalui berbagai proses, pengalaman, dan pembelajaran. Karena itu, orang tua perlu terus memberikan pendidikan terbaik sembari memohon pertolongan Allah SWT.

Anak yang saleh dan salehah juga diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, baik dengan bersikap jujur, bertanggung jawab, membantu sesama, maupun menjaga nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, tujuan mendidik anak bukan semata-mata agar orang tua merasa bangga, tetapi agar anak tumbuh menjadi hamba Allah yang baik dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.

9. Pertanyaan Umum tentang Doa Anak Saleh

Apakah doa anak saleh boleh dibaca setiap hari?

Ya. Orang tua boleh mendoakan kebaikan anak setiap hari. Beberapa doa yang dapat diamalkan antara lain doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74, Surah Ali Imran ayat 38, Surah As-Saffat ayat 100, dan Surah Ibrahim ayat 40.

Tidak ada ketentuan umum bahwa doa-doa tersebut harus dibaca dengan jumlah tertentu agar permohonan dikabulkan.

Apakah ibu dan ayah sama-sama boleh mendoakan anak?

Tentu. Ibu dan ayah sama-sama dapat memohon agar anak menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keduanya juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan serta keteladanan yang baik.

Bolehkah berdoa agar anak menjadi penghafal Al-Qur'an?

Boleh. Orang tua dapat memohon agar anak mencintai Al-Qur'an, dimudahkan menghafalnya, memahami ajarannya, serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Permohonan tersebut hendaknya disertai pendampingan yang baik, pembelajaran sesuai kemampuan anak, dan penghargaan terhadap proses belajarnya.

Bagaimana jika anak belum menunjukkan perilaku saleh?

Jangan langsung berputus asa. Anak masih berada dalam proses belajar dan berkembang. Orang tua dapat mengevaluasi pendekatan pendidikan, membuka komunikasi yang baik, memberikan nasihat secara bijaksana, dan terus mendoakan kebaikannya.

Jika masalah yang dihadapi cukup berat, orang tua juga dapat mencari bantuan dari guru, konselor, atau pembimbing agama yang kompeten.

Apakah pasangan yang belum memiliki anak boleh membaca doa memohon keturunan?

Boleh. Pasangan yang mendambakan keturunan dapat mengamalkan doa Nabi Zakaria AS dalam Surah Ali Imran ayat 38 atau doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah As-Saffat ayat 100.

Di samping berdoa, pasangan dapat melakukan ikhtiar yang sesuai, termasuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Belum hadirnya keturunan bukan alasan untuk menyalahkan diri sendiri atau menganggap bahwa doa seseorang tidak diterima Allah SWT.

Doa Bagian dari Pendidikan Anak

Memohon anak yang saleh dan salehah merupakan harapan yang dapat terus dipanjatkan oleh setiap orang tua Muslim. Al-Qur'an telah mengajarkan doa-doa yang dapat diamalkan untuk memohon keturunan yang baik, keluarga yang menenteramkan, serta anak-anak yang senantiasa menjaga ibadah.

Namun, doa perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar. Keteladanan orang tua, pendidikan agama, komunikasi yang sehat, dan lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Semoga Allah SWT menganugerahkan keturunan yang saleh dan salehah, menjadikan keluarga sebagai penyejuk hati, serta membimbing anak-anak agar senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya. Amin ya Rabbal alamin.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

13/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Kelola Keuangan Sesuai Islam, Ini Enam Prinsip yang Perlu Diterapkan

MENGELOLA keuangan bukan hanya soal memastikan pemasukan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan. Bagi seorang Muslim, harta merupakan amanah dari Allah SWT yang perlu diperoleh dan digunakan dengan cara yang baik.

Karena itu, kelola keuangan Islam tidak hanya memperhatikan jumlah pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga sumber rezeki, prioritas kebutuhan, kewajiban terhadap keluarga, serta kepedulian kepada sesama.

Islam mengajarkan keseimbangan dalam membelanjakan harta. Dalam QS. Al-Furqan ayat 67, Allah menggambarkan orang beriman sebagai mereka yang tidak berlebihan dan tidak pula kikir dalam menggunakan hartanya. Prinsip ini dapat menjadi dasar dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.

1. Pastikan Penghasilan Sumber Halal

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sumber penghasilan. Sebesar apa pun pendapatan yang diperoleh, seorang Muslim perlu memastikan bahwa pekerjaan, usaha, perdagangan, maupun investasi yang dilakukan tidak bertentangan dengan ketentuan syariat.

Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya memperoleh makanan dari hasil usaha sendiri. Dalam Sunan Ibn Majah 2137 disebutkan bahwa makanan terbaik yang dikonsumsi seseorang adalah yang berasal dari hasil usahanya sendiri.

Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pekerja perlu menjalankan tanggung jawab dengan amanah, sedangkan pelaku usaha harus menghindari penipuan, kecurangan, menyembunyikan cacat barang, maupun mengurangi timbangan.

Ketika menemukan transaksi yang meragukan, jangan terburu-buru mengejar keuntungan. Memahami akad, risiko, dan ketentuannya terlebih dahulu dapat membantu menjaga harta tetap berada dalam koridor yang baik.

2. Susun Anggaran dan Dahulukan Kebutuhan

Setelah memastikan sumber pendapatan, langkah berikutnya adalah mengatur penggunaannya. Membuat catatan pemasukan dan pengeluaran sederhana dapat membantu mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan.

Kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan keluarga perlu menjadi prioritas. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, barulah alokasi untuk keperluan lainnya disesuaikan dengan kemampuan.

Membedakan kebutuhan dan keinginan juga penting. Membeli sesuatu karena benar-benar diperlukan tentu berbeda dengan membeli hanya karena tergoda promosi atau ingin mengikuti tren.

Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Catatan di buku, spreadsheet, maupun aplikasi keuangan sudah cukup untuk membantu mengevaluasi pola pengeluaran dan menemukan pos yang dapat dikurangi.

3. Hindari Pemborosan dan Utang Konsumtif

Islam mengajarkan sikap pertengahan dalam menggunakan harta. Karena itu, pembelian impulsif dan gaya hidup berlebihan perlu dihindari.

Diskon atau promosi memang dapat menghemat pengeluaran jika barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan. Sebaliknya, membeli sesuatu hanya karena harganya sedang murah tetap dapat membuat keuangan menjadi tidak sehat.

Penggunaan utang juga perlu dipertimbangkan dengan matang. Seorang Muslim perlu memahami akad dan konsekuensi finansial sebelum mengambil utang, terutama jika digunakan untuk memenuhi keinginan yang sebenarnya berada di luar kemampuan.

Hidup sesuai kemampuan bukan berarti harus mengurangi seluruh kenyamanan. Justru dengan mengetahui batas kemampuan, seseorang dapat memenuhi kebutuhan secara lebih tenang tanpa terbebani pengeluaran yang tidak perlu.

4. Siapkan Tabungan dan Dana Darurat

Selain memenuhi kebutuhan hari ini, pengelolaan keuangan juga perlu memperhatikan kebutuhan di masa depan. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dapat membantu menghadapi berbagai keperluan yang sudah direncanakan.

Dana darurat juga penting untuk menghadapi kondisi tidak terduga, seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, perbaikan kendaraan, atau kebutuhan keluarga yang mendesak.

Perencanaan jangka panjang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya untuk pendidikan anak, tempat tinggal, maupun kebutuhan masa pensiun. Tidak perlu memulai dengan jumlah besar. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.

5. Sisihkan Harta untuk Zakat, Infak, dan Sedekah

Harta dalam Islam tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Ada kewajiban dan kepedulian sosial yang perlu diperhatikan, termasuk zakat bagi harta yang telah memenuhi ketentuannya.

Zakat memiliki aturan mengenai jenis harta, nisab, haul, kadar, serta golongan penerima. Karena itu, perhitungannya perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat.

Selain zakat, infak dan sedekah dapat menjadi bentuk kepedulian yang dilakukan sesuai kemampuan. Kebiasaan berbagi mengingatkan bahwa rezeki yang dimiliki juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain, terutama mereka yang membutuhkan.

Dengan memasukkan zakat, infak, dan sedekah dalam perencanaan keuangan, pengelolaan harta tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ibadah.

6. Bangun Komunikasi Keuangan dalam Keluarga

Pengelolaan keuangan juga berperan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Suami dan istri dapat membicarakan pemasukan, kebutuhan, kewajiban, tabungan, serta tujuan finansial keluarga secara terbuka.

Setiap keluarga tentu memiliki kondisi yang berbeda. Tidak ada satu pola anggaran yang harus diterapkan oleh semua orang. Yang penting adalah menjaga prinsip halal, bertanggung jawab, tidak berlebihan, serta menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan.

Anak juga dapat dikenalkan dengan kebiasaan finansial sejak dini. Misalnya dengan mengajarkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta mengenalkan pentingnya berbagi.

Evaluasi sederhana setiap bulan dapat membantu keluarga mengetahui kondisi keuangannya. Periksa kembali pemasukan, pengeluaran terbesar, jumlah tabungan, kewajiban yang telah dibayarkan, dan pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan.

Pada akhirnya, kelola keuangan Islam bukan semata-mata tentang bagaimana memiliki lebih banyak uang. Lebih dari itu, pengelolaan harta diarahkan agar kebutuhan dapat terpenuhi dengan cara yang halal, keluarga tetap terjaga, dan sebagian rezeki dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Dengan mengatur pemasukan secara bijak, menghindari pemborosan, mempersiapkan masa depan, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah, harta dapat dikelola sebagai amanah sekaligus menjadi jalan untuk menghadirkan kebermanfaatan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

08/10/2026 | Kontributor: MBL-01
Menjaga Adab dan Akhlak, Cerminan Kehidupan Seorang Muslim

DALAM Islam, adab dan akhlak tidak hanya berkaitan dengan sopan santun, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Ibadah kepada Allah SWT juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga masyarakat di sekitarnya.

Rasulullah SAW menjadi teladan utama dalam hal akhlak. Beliau mengajarkan kelembutan, kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang dalam berinteraksi dengan sesama. Karena itu, menjaga perilaku bukan sekadar menunjukkan kepribadian yang baik, tetapi juga bagian dari upaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Adab dan Akhlak dalam Islam

Menjaga adab berarti berusaha menempatkan perkataan, sikap, dan tindakan sesuai dengan tuntunan Islam. Hal tersebut dapat dimulai dari perkara sederhana, seperti mengucapkan salam, berbicara dengan santun, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi anak-anak, serta membantu mereka yang membutuhkan.

Islam juga memberikan perhatian besar terhadap cara seseorang menjaga lisannya. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 11, Allah SWT melarang orang beriman untuk saling mengejek, mencela, maupun memanggil orang lain dengan gelar yang buruk.

Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati dalam berbicara. Perkataan yang kasar, hinaan, fitnah, atau ucapan yang menyakiti orang lain dapat merusak hubungan dan menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Menjaga adab juga berarti mampu mengendalikan diri ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Saat marah atau berbeda pendapat, seseorang perlu berusaha menahan emosi agar tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Kedudukan Penting Akhlak Baik

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap akhlak. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa beliau bukanlah orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang membiasakan perkataan keji.

Dalam Sunan Abi Dawud juga disebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Hadis tersebut menunjukkan bahwa akhlak bukan perkara sederhana, melainkan memiliki nilai besar dalam kehidupan seorang Muslim.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Pesan ini mengajarkan bahwa keberadaan seorang Muslim semestinya memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan kerugian atau ketakutan bagi orang lain.

Dengan demikian, akhlak yang baik tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas ibadah. Nilainya perlu hadir dalam cara seseorang berbicara, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memperlakukan orang lain.

Menerapkan Adab dalam Kehidupan

Di lingkungan keluarga, menjaga adab dapat dimulai dengan menghormati orang tua, memperlakukan pasangan dan saudara dengan baik, serta membangun komunikasi tanpa penghinaan maupun kekerasan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, akhlak dapat diwujudkan dengan menghormati tetangga, menjaga kebersihan lingkungan, membantu orang yang mengalami kesulitan, dan menghargai perbedaan.

Begitu pula di tempat kerja atau sekolah. Bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, menjaga amanah, serta tidak merendahkan orang lain merupakan bagian dari penerapan akhlak Islam.

Adab juga berlaku di ruang digital. Kebebasan menyampaikan pendapat tidak berarti seseorang bebas menghina, memfitnah, mempermalukan orang lain, atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Menjaga perilaku di media sosial merupakan bagian dari menjaga akhlak dalam kehidupan modern.

Membiasakan Diri Berakhlak Baik

Menjaga adab membutuhkan latihan dan konsistensi. Salah satu langkah awalnya adalah memperbaiki niat. Berbuat baik kepada orang lain seharusnya dilakukan karena mengharap rida Allah SWT, bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian.

Kebiasaan menjaga lisan juga perlu dilatih. Sebelum berbicara atau menulis sesuatu, kita dapat mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan cara yang baik.

Mempelajari kehidupan Rasulullah SAW dapat menjadi cara lain untuk memahami bagaimana akhlak diterapkan dalam berbagai situasi. Keteladanan beliau dalam memperlakukan keluarga, sahabat, tetangga, maupun orang yang berbeda pendapat dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi diri juga penting. Ketika menyadari telah menyakiti orang lain, seorang Muslim hendaknya berusaha memperbaiki kesalahan, memohon ampun kepada Allah SWT, dan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan.

Pada akhirnya, menjaga adab dan akhlak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. Akhlak yang baik menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku nyata.

Meneladani Rasulullah SAW berarti terus berusaha menjadi pribadi yang jujur, sabar, lembut, amanah, dan bermanfaat bagi orang lain. Perubahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam satu hari, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Semoga kita senantiasa diberikan kemampuan untuk menjaga lisan, memperbaiki perilaku, menghormati sesama, dan menghadirkan kebaikan di mana pun berada.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

08/10/2026 | Kontributor: MBL-01

Artikel Terbaru

Kalkulator Zakat BAZNAS: Mudah Menghitung Kewajiban, Tepat Menunaikannya
Kalkulator Zakat BAZNAS: Mudah Menghitung Kewajiban, Tepat Menunaikannya
MENUNAIKAN zakat merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan syariat. Namun, bagi sebagian orang, menentukan besaran zakat yang harus ditunaikan masih menjadi hal yang cukup membingungkan. Jenis harta yang beragam, seperti penghasilan, tabungan, emas, maupun hasil usaha, memiliki ketentuan perhitungan yang perlu diperhatikan. Untuk membantu masyarakat menghitung kewajiban zakat dengan lebih mudah, BAZNAS menyediakan Kalkulator Zakat, sebuah layanan digital yang dapat digunakan untuk mengetahui estimasi zakat berdasarkan jenis harta yang dimiliki. Kehadiran layanan ini membuat proses perhitungan zakat menjadi lebih praktis tanpa harus melakukan perhitungan secara manual. Dengan mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan, masyarakat dapat lebih yakin dalam menjalankan kewajiban sekaligus ikut mendukung penyaluran zakat kepada mereka yang berhak menerimanya. Mengenal Kalkulator Zakat BAZNAS Kalkulator Zakat BAZNAS merupakan layanan digital yang dirancang untuk membantu masyarakat menghitung kewajiban zakat berdasarkan jenis harta atau penghasilan yang dimiliki. Perhitungan zakat juga menjadi langkah penting sebelum melakukan pembayaran. Dengan mengetahui nominal yang harus ditunaikan, muzaki dapat memastikan kewajiban zakatnya dipenuhi sesuai dengan perhitungan yang berlaku. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan: Buka website BAZNAS Provinsi Lampung lampung.baznas.go.id Pilih menu 'Kalkulator Zakat' yang tersedia di bagian bawah halaman Masukkan nominal gaji atau penghasilan yang diperoleh dalam satu bulan Lalu klik tombol 'Hitung Zakat' Periksa hasil perhitungan yang ditampilkan. Jika penghasilan Anda telah mencapai nisab sesuai ketentuan, hasil perhitungan akan menunjukkan kewajiban zakat yang perlu ditunaikan Namun jika belum mencapai nisab, Anda tetap dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk infak atau sedekah. Mengapa Perlu Menghitung Zakat dengan Tepat? Menghitung zakat dengan tepat penting agar jumlah yang ditunaikan sesuai dengan kewajiban yang harus dipenuhi. Setiap jenis harta memiliki ketentuan tersendiri, termasuk mengenai nisab dan kadar zakat. Kesalahan dalam menghitung dapat membuat seseorang membayar zakat kurang dari kewajibannya atau justru mengeluarkan nominal yang tidak sesuai dengan perhitungan yang seharusnya. Karena itu, penggunaan Kalkulator Zakat dapat menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai jumlah zakat yang perlu ditunaikan. Layanan digital ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menghitung zakat tanpa harus melakukan perhitungan secara manual. Zakat yang Ditunaikan Memberikan Manfaat bagi Mustahik Zakat tidak berhenti pada proses perhitungan dan pembayaran. Dana yang dihimpun melalui pengelolaan zakat kemudian disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan zakat dapat mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, hingga penanganan kondisi darurat. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung pemberdayaan agar mustahik dapat menjadi lebih mandiri. Di tingkat daerah, pengelolaan dan penyaluran zakat juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Lampung dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Setelah Menghitung Zakat, Tunaikan Melalui Layanan Resmi Kalkulator Zakat merupakan langkah awal untuk mengetahui perkiraan kewajiban zakat. Setelah mengetahui nominal yang perlu ditunaikan, masyarakat dapat melanjutkan pembayaran melalui layanan resmi sesuai kebutuhan. Kemudahan teknologi membuat proses menunaikan zakat kini semakin sederhana. Mulai dari menghitung kewajiban hingga melakukan pembayaran, semuanya dapat dilakukan dengan lebih praktis. Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang nominal yang dikeluarkan, tetapi juga tentang manfaat yang dapat terus mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Dengan menghitung zakat secara tepat dan menunaikannya melalui pengelolaan yang amanah, setiap zakat dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi mustahik.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Zakat untuk Pendidikan: Membuka Jalan Masa Depan Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Zakat untuk Pendidikan: Membuka Jalan Masa Depan Anak dari Keluarga Kurang Mampu
PENDIDIKAN menjadi salah satu jalan penting untuk membuka peluang hidup yang lebih baik. Namun, bagi keluarga kurang mampu, keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu hambatan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka. Biaya pendidikan yang terus meningkat dapat membuat sebagian anak berisiko kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah. Di tengah kondisi tersebut, zakat dapat mengambil peran penting. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan melalui program yang tepat, dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat membuka akses pendidikan dan membangun kemandirian penerima manfaat. Mengapa Pendidikan Penting bagi Mustahik? Bagi mustahik, pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Anak yang memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan keterampilan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak serta meningkatkan taraf hidupnya. Manfaat pendidikan juga tidak berhenti pada individu. Ketika seseorang mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik, kondisi ekonomi keluarganya dapat ikut meningkat. Dalam jangka panjang, perubahan tersebut diharapkan mampu mendorong keluarga menjadi lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan. Lebih dari sekadar memperoleh ijazah, pendidikan juga membantu membangun kepercayaan diri, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Beasiswa Cendekia BAZNAS, Dukungan untuk Pendidikan Salah satu bentuk pemanfaatan zakat di bidang pendidikan adalah melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Program ini ditujukan untuk membantu pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kebutuhan biaya pendidikan. Para penerima manfaat juga mendapatkan pembinaan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta pendampingan yang membantu mereka mengembangkan potensi diri. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan yang didukung melalui dana zakat diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Zakat sebagai Investasi untuk Masa Depan Ketika dana zakat disalurkan untuk mendukung pendidikan, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Bantuan yang diberikan kepada seorang anak atau mahasiswa hari ini dapat menjadi bekal untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, dan kesempatan yang lebih baik di masa depan. Dari sana, manfaat zakat dapat berkembang lebih luas. Seorang penerima manfaat yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh kehidupan yang lebih mandiri berpotensi memberikan manfaat kembali kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, zakat tidak hanya dapat dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Dengan pengelolaan dan penyaluran yang tepat, zakat juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Menunaikan Zakat, Mendukung Akses Pendidikan Setiap zakat yang ditunaikan melalui lembaga pengelola zakat dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dana yang dihimpun kemudian dikelola dan disalurkan melalui berbagai program, termasuk program di bidang pendidikan. Di Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Lampung juga menjalankan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan kesempatan untuk belajar, tetapi juga tentang membuka peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dukungan melalui zakat dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan dan mengembangkan potensi mereka. Zakat hari ini dapat menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang lebih berpendidikan, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Zakat untuk Korban Bencana, Hadirkan Bantuan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Zakat untuk Korban Bencana, Hadirkan Bantuan di Tengah Krisis Kemanusiaan
BENCANA alam dan krisis kemanusiaan dapat mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Rumah rusak atau hilang, sumber penghasilan terputus, hingga kesulitan memperoleh makanan dan layanan kesehatan menjadi kondisi yang harus dihadapi oleh masyarakat terdampak. Dalam situasi seperti ini, kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran dapat menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjalani proses pemulihan setelah bencana. Melalui pengelolaan zakat, BAZNAS berupaya menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak bencana dan kondisi darurat kemanusiaan. Zakat sebagai Wujud Kepedulian Kemanusiaan Zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mengandung nilai kepedulian terhadap sesama. Ketika bencana terjadi, kebutuhan masyarakat terdampak dapat meningkat secara signifikan, mulai dari pangan, layanan kesehatan, tempat tinggal, hingga dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, penyaluran zakat secara terarah dapat membantu meringankan beban para penyintas. Bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga dapat mendukung proses pemulihan agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit. Dengan demikian, zakat yang ditunaikan masyarakat dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat solidaritas dan membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit. BAZNAS Tanggap Bencana Hadir untuk Masyarakat Terdampak Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Penanganan dilakukan tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup proses pemulihan pascabencana serta upaya pengurangan risiko bencana. BTB memberikan berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Di antaranya layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, serta dukungan psikososial bagi para penyintas. Kecepatan dalam merespons menjadi hal penting dalam situasi darurat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dasar sekaligus memberikan rasa aman di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian. Menunaikan Zakat untuk Mendukung Masyarakat Terdampak Masyarakat dapat turut mengambil bagian dalam membantu sesama dengan menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat resmi. Zakat yang dihimpun kemudian dikelola dan disalurkan sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan penerima manfaat. Zakat yang ditunaikan bukan hanya tentang nominal yang dikeluarkan, tetapi juga tentang manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Di tengah bencana dan krisis kemanusiaan, dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, memulihkan kehidupan, dan kembali bangkit. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran, kepedulian dapat diubah menjadi bantuan nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Zakat Hadirkan Akses Kesehatan bagi Mustahik yang Membutuhkan
Zakat Hadirkan Akses Kesehatan bagi Mustahik yang Membutuhkan
KESEHATAN merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Namun, bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, biaya pemeriksaan dan pengobatan masih menjadi salah satu hambatan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Dalam kondisi tersebut, zakat dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai layanan kesehatan bagi mustahik, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan hingga edukasi serta pendampingan kesehatan. Bagi mustahik, persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pengobatan. Ketika seseorang mengalami sakit dan tidak memperoleh penanganan yang memadai, aktivitas sehari-hari hingga kemampuan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga dapat ikut terganggu. Karena itu, akses terhadap layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran Zakat dalam Mendukung Kesehatan Mustahik Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu, BAZNAS menghadirkan berbagai program pelayanan kesehatan, salah satunya melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Program ini memberikan akses layanan kesehatan bagi mustahik secara gratis, baik melalui pelayanan di dalam gedung maupun kegiatan pelayanan di luar gedung. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan, layanan kesehatan gigi, pemeriksaan pendukung, hingga edukasi kesehatan. Dengan adanya layanan tersebut, mustahik dapat memperoleh penanganan kesehatan tanpa harus terbebani oleh biaya yang mungkin sulit mereka jangkau. Program kesehatan BAZNAS juga tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika masyarakat mengalami sakit. Upaya promotif dan preventif turut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Selain Rumah Sehat BAZNAS, layanan seperti Kartu Sehat juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses kesehatan bagi mustahik. Berbagai layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh dukungan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya. Dukungan zakat di bidang kesehatan pada akhirnya tidak hanya membantu meringankan beban pengobatan. Ketika kondisi kesehatan lebih terjaga, mustahik memiliki kesempatan untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memenuhi kebutuhan keluarganya secara lebih optimal. Dengan demikian, manfaat zakat dapat berlanjut dari bantuan kesehatan menuju peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Ini Cara Bayar Zakat di BAZNAS Provinsi Lampung dengan Mudah dan Aman!
Ini Cara Bayar Zakat di BAZNAS Provinsi Lampung dengan Mudah dan Aman!
MENUNAIKAN zakat kini dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui layanan digital BAZNAS Provinsi Lampung. Masyarakat dapat menghitung terlebih dahulu kewajiban zakat, kemudian melanjutkan pembayaran secara online melalui website resmi tanpa harus datang langsung ke kantor. Sebelum membayar, masyarakat dapat menggunakan Kalkulator Zakat untuk mengetahui perkiraan kewajiban zakat. Caranya cukup dengan membuka lampung.baznas.go.id, kemudian memilih menu “Kalkulator Zakat” yang tersedia di bagian bawah halaman. Masukkan nominal gaji atau penghasilan yang diperoleh dalam satu bulan, lalu klik “Hitung Zakat”. Periksa hasil perhitungan yang ditampilkan. Jika penghasilan telah mencapai nisab sesuai ketentuan, sistem akan menunjukkan kewajiban zakat yang perlu ditunaikan. Sementara jika belum mencapai nisab, masyarakat tetap dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk infak atau sedekah. Cara Membayar Zakat melalui Website BAZNAS Provinsi Lampung Setelah mengetahui nominal zakat yang perlu ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung dengan langkah-langkah berikut: Buka website BAZNAS Provinsi Lampung di lampung.baznas.go.id.Pilih menu “Bayar Zakat” yang tersedia di bagian bawah halaman.Pilih jenis dana yang ingin ditunaikan, seperti zakat, infak/sedekah, DSKL, fidyah, atau kurban. Setelah itu, pilih subjenis dana sesuai kebutuhan, misalnya zakat maal, zakat penghasilan, atau zakat fitrah.Masukkan nominal dana yang akan dibayarkan sesuai dengan kewajiban atau jumlah yang ingin ditunaikan.Lengkapi data diri, meliputi nama, nomor HP, dan alamat email yang aktif.Centang CAPTCHA dan persetujuan yang tersedia sebelum melanjutkan ke tahap pembayaran.Pilih metode pembayaran yang tersedia. Berbagai pilihan dapat digunakan, mulai dari layanan perbankan hingga dompet digital.Lakukan transaksi pembayaran sesuai metode yang telah dipilih dan pastikan pembayaran berhasil.Selesai. Setelah transaksi berhasil, tunggu invoice atau bukti pembayaran dikirim melalui kontak yang telah dicantumkan. Proses pembayaran yang praktis membuat masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah sekaligus memastikan dana disalurkan melalui layanan resmi. Zakat yang dihimpun kemudian menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Untuk informasi mengenai layanan zakat dan pembayaran zakat di Provinsi Lampung, dapat diakses melalui lampung.baznas.go.id.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Zakat Penghasilan, Ikhtiar Membantu Mustahik Bangkit dan Mandiri
Zakat Penghasilan, Ikhtiar Membantu Mustahik Bangkit dan Mandiri
SETIAP rezeki yang diterima memiliki nilai kebermanfaatan ketika sebagian darinya ditunaikan untuk mereka yang membutuhkan. Melalui zakat penghasilan, seorang Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga turut membantu menghadirkan kesempatan bagi keluarga prasejahtera untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun kemandirian. Zakat yang dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik. Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan pada pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk bangkit dari keterbatasan. Mengapa Zakat Penghasilan Penting Ditunaikan? Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi yang halal. Bagi Muslim yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat, menunaikannya merupakan bagian dari ketaatan sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Zakat juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Harta yang ditunaikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan ekonomi. Manfaat tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bentuk. Zakat dapat membantu keluarga mustahik memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan, memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, hingga mendukung usaha kecil melalui bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan. Lebih jauh, pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong mustahik menjadi lebih mandiri. Dengan kondisi ekonomi yang semakin baik, penerima manfaat memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya dan, pada akhirnya, bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki. Cara Menunaikan Zakat Penghasilan Menunaikan zakat penghasilan kini dapat dilakukan secara praktis melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung. Sebelum melakukan pembayaran, masyarakat dapat menghitung terlebih dahulu besaran zakat melalui Kalkulator Zakat yang tersedia di lampung.baznas.go.id Setelah mengetahui nominal zakat yang perlu ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan dengan: Pilih menu “Bayar Zakat” yang tersedia di bagian bawah halaman.Pilih jenis dana yang ingin ditunaikan, seperti zakat, infak/sedekah, DSKL, fidyah, atau kurban. Setelah itu, pilih subjenis dana sesuai kebutuhan, misalnya zakat maal, zakat penghasilan, atau zakat fitrah.Masukkan nominal dana yang akan dibayarkan sesuai dengan kewajiban atau jumlah yang ingin ditunaikan.Lengkapi data diri, meliputi nama, nomor HP, dan alamat email yang aktif.Centang CAPTCHA dan persetujuan yang tersedia sebelum melanjutkan ke tahap pembayaran.Pilih metode pembayaran yang tersedia. Berbagai pilihan dapat digunakan, mulai dari layanan perbankan hingga dompet digital.Lakukan transaksi pembayaran sesuai metode yang telah dipilih dan pastikan pembayaran berhasil.Selesai. Setelah transaksi berhasil, tunggu invoice atau bukti pembayaran dikirim melalui kontak yang telah dicantumkan. Dengan menunaikan zakat penghasilan melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran, setiap rupiah yang dikeluarkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh kesempatan yang lebih baik, dan membangun kemandirian.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL10/08/2026 | MBL-01
Hitung Zakat dengan Tepat! Ini Wujudkan Manfaat 13 Program Prioritas BAZNAS
Hitung Zakat dengan Tepat! Ini Wujudkan Manfaat 13 Program Prioritas BAZNAS
MENUNAIKAN zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga ikhtiar nyata untuk membantu sesama. Setiap zakat yang ditunaikan memiliki potensi menghadirkan perubahan bagi kehidupan masyarakat, mulai dari membantu memenuhi kebutuhan dasar hingga mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan. Agar zakat yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan syariat, penting bagi setiap muslim untuk menghitung kewajiban zakat terlebih dahulu. Setelah mengetahui nominal yang harus dibayarkan, zakat dapat disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Lampung sehingga pengelolaannya lebih amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui dana zakat yang dihimpun, BAZNAS menghadirkan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, hingga lingkungan. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima secara langsung, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan yang lebih luas. Mengapa Perlu Menghitung Zakat Terlebih Dahulu? Sebelum menunaikan zakat, setiap muslim perlu mengetahui besaran zakat yang menjadi kewajibannya. Hal ini penting karena setiap jenis zakat memiliki ketentuan perhitungan yang berbeda, baik zakat penghasilan, zakat emas, zakat perdagangan, maupun jenis zakat lainnya. Perhitungan yang tepat membantu memastikan bahwa harta yang dimiliki telah mencapai nisab dan zakat yang dikeluarkan sesuai dengan syariat Islam. Selain memberikan ketenangan dalam beribadah, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberkahan harta. Untuk memudahkan proses tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung menyediakan layanan Kalkulator Zakat yang dapat digunakan secara praktis untuk menghitung kewajiban zakat. Dengan layanan ini, proses menghitung hingga menunaikan zakat menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat. Zakat Anda Mendukung 13 Program Prioritas BAZNAS Dana zakat yang dihimpun BAZNAS disalurkan melalui 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Program-program tersebut meliputi: BAZNAS Siaga Kemiskinan, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. BAZNAS Tanggap Bencana, memberikan bantuan cepat bagi korban bencana dan kondisi darurat. Beasiswa Cendekia BAZNAS, mendukung pendidikan pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Rumah Sehat & Kartu Sehat BAZNAS, menghadirkan layanan kesehatan bagi mustahik. Rumah Layak Huni BAZNAS, membantu renovasi dan pembangunan rumah yang layak huni. Bantuan Permodalan Berbasis Masjid dan Majelis Taklim, memperkuat usaha masyarakat melalui pembiayaan syariah. Rumah Terang BAZNAS, menyediakan akses listrik dan penerangan bagi wilayah yang membutuhkan. BAZNAS Balai Ternak, memberdayakan peternak melalui bantuan ternak dan pendampingan usaha. Lumbung Pangan BAZNAS, mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Mualaf Center BAZNAS, memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para mualaf. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS, meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Air Bersih BAZNAS, menyediakan akses air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis air. Bank Sampah BAZNAS, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai program tersebut, zakat dikelola agar tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik untuk hidup lebih mandiri. Harapannya, mereka yang hari ini menerima zakat dapat berkembang hingga menjadi muzaki di masa mendatang. Cara Menunaikan Zakat melalui BAZNAS Setelah mengetahui nominal zakat yang harus dibayarkan, proses penyalurannya dapat dilakukan dengan mudah melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung. Langkah-langkahnya meliputi: Hitung kewajiban zakat sesuai jenis zakat yang akan ditunaikan. Pastikan nominal zakat telah sesuai dengan hasil perhitungan. Pilih metode pembayaran melalui layanan resmi BAZNAS Provinsi Lampung. Selesaikan transaksi dan simpan bukti pembayaran sebagai arsip. Menunaikan zakat melalui BAZNAS memberikan kepastian bahwa dana yang disalurkan dikelola secara profesional dan disampaikan kepada mustahik melalui berbagai program yang terukur. Setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya menyempurnakan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
Ke Mana Zakat Anda Disalurkan? Ini 13 Program Prioritas BAZNAS Membangun Kesejahteraan Umat
Ke Mana Zakat Anda Disalurkan? Ini 13 Program Prioritas BAZNAS Membangun Kesejahteraan Umat
MENUNAIKAN zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berarti mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dana yang amanah, profesional, dan tepat sasaran. Zakat yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dimanfaatkan dalam berbagai program pemberdayaan yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS mengembangkan 13 Program Prioritas 2026–2031 yang mencakup berbagai sektor strategis, seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga kemanusiaan. Melalui program-program tersebut, zakat diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya mustahik yang lebih mandiri. Mengapa Penting Mengetahui Penyaluran Zakat? Memahami bagaimana zakat dikelola dan disalurkan akan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap dana yang ditunaikan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerimanya. BAZNAS menerapkan sistem pengelolaan yang transparan dan sesuai syariat sehingga penyaluran zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak, zakat juga diarahkan untuk mendukung program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Pendekatan ini menjadikan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Transparansi dalam pengelolaan zakat juga menjadi bentuk akuntabilitas kepada para muzaki. Dengan mengetahui ke mana zakat disalurkan, masyarakat dapat melihat secara langsung dampak yang dihasilkan, baik bagi individu maupun bagi pembangunan sosial yang lebih luas. 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 Untuk memperluas manfaat zakat, BAZNAS menyalurkan dana yang dihimpun melalui 13 program prioritas, yaitu: BAZNAS Siaga Kemiskinan, membantu masyarakat yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem agar dapat memenuhi kebutuhan dasar. BAZNAS Tanggap Bencana, memberikan bantuan kemanusiaan dan respons cepat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat. Beasiswa Cendekia BAZNAS, mendukung pendidikan pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui bantuan biaya dan pembinaan. Rumah Sehat & Kartu Sehat BAZNAS, menyediakan akses layanan kesehatan bagi mustahik. Rumah Layak Huni BAZNAS, membantu renovasi maupun pembangunan rumah agar menjadi tempat tinggal yang aman dan layak. Bantuan Permodalan Berbasis Masjid dan Majelis Taklim, memperkuat usaha mikro berbasis komunitas melalui pembiayaan syariah. Rumah Terang BAZNAS, menghadirkan akses listrik dan penerangan bagi masyarakat di wilayah yang masih terbatas. BAZNAS Balai Ternak, memberdayakan peternak melalui bantuan ternak, pendampingan, dan penguatan usaha. Lumbung Pangan BAZNAS, mendukung sektor pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Mualaf Center BAZNAS, memberikan pembinaan keagamaan serta pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi para mualaf. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Air Bersih BAZNAS, membangun akses air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air. Bank Sampah BAZNAS, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. Seluruh program tersebut dirancang agar zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu membuka peluang bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup dan mencapai kemandirian.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Wujud Nyata Zakat untuk Membangun Kesejahteraan Umat
13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031: Wujud Nyata Zakat untuk Membangun Kesejahteraan Umat
ZAKAT bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, BAZNAS memastikan setiap dana zakat yang dipercayakan oleh para muzaki disalurkan kepada mereka yang berhak, sekaligus menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di Indonesia. Agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan, BAZNAS menetapkan 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031. Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan. Zakat yang Memberikan Dampak Nyata Penyaluran zakat melalui BAZNAS tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada aspek konsumtif, melainkan dikembangkan menjadi program pemberdayaan agar para penerima manfaat memiliki kesempatan untuk mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya. Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan setiap rupiah zakat memberikan manfaat yang optimal serta mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengenal 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 Sebagai bentuk komitmen dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, BAZNAS menjalankan 13 program prioritas yang menyasar berbagai sektor kehidupan masyarakat. 1. BAZNAS Siaga Kemiskinan Memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan. 2. BAZNAS Tanggap Bencana Memberikan layanan kemanusiaan melalui respons cepat saat terjadi bencana, mulai dari evakuasi, bantuan darurat, hingga pemulihan bagi masyarakat terdampak. 3. Beasiswa Cendekia BAZNAS Membantu pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui dukungan biaya pendidikan, perlengkapan belajar, serta pembinaan karakter. 4. Rumah Sehat dan Kartu Sehat BAZNAS Menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi mustahik melalui fasilitas kesehatan serta bantuan pembiayaan pengobatan. 5. Rumah Layak Huni BAZNAS Mewujudkan hunian yang aman, sehat, dan nyaman melalui pembangunan maupun renovasi rumah bagi keluarga yang membutuhkan. 6. Bantuan Permodalan BAZNAS Berbasis Masjid dan Majelis Taklim Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui dukungan permodalan usaha mikro yang berpusat pada masjid dan majelis taklim. 7. Rumah Terang BAZNAS Menyediakan akses listrik dan penerangan bagi masyarakat di wilayah terpencil atau daerah yang belum menikmati layanan kelistrikan secara memadai. 8. BAZNAS Balai Ternak Memberdayakan peternak mustahik melalui bantuan bibit ternak, penyediaan sarana pendukung, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan. 9. Lumbung Pangan BAZNAS Menguatkan ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani dengan bantuan sarana produksi, pendampingan, dan pengembangan usaha pertanian. 10. Mualaf Center BAZNAS Memberikan pembinaan keislaman, pendampingan, serta dukungan sosial dan ekonomi bagi para mualaf agar dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri. 11. Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui pembangunan maupun renovasi fasilitas belajar di sekolah dan pesantren yang membutuhkan. 12. Air Bersih BAZNAS Menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami krisis air melalui pembangunan infrastruktur maupun distribusi air bersih. 13. Bank Sampah BAZNAS Mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Bersama Zakat, Mewujudkan Kesejahteraan yang Berkelanjutan Ketiga belas program prioritas tersebut menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan bantuan sesaat. Melalui pengelolaan yang terarah, zakat mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, memperkuat ekonomi masyarakat, menyediakan hunian yang layak, hingga mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS, para muzaki tidak hanya menjalankan kewajiban syariat, tetapi juga turut berkontribusi dalam menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat. Setiap zakat yang disalurkan menjadi ikhtiar bersama untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
Zakat Maal untuk Pemberdayaan Umat: Membantu Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi
Zakat Maal untuk Pemberdayaan Umat: Membantu Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi
ZAKAT maal tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu mustahik memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membuka peluang agar mereka mampu mandiri secara ekonomi. Saat ini, menunaikan zakat maal semakin mudah berkat layanan digital yang disediakan BAZNAS. Melalui layanan zakat maal online, masyarakat dapat menunaikan kewajibannya secara praktis, aman, dan transparan, sekaligus berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima zakat. Memahami Zakat Maal dan Perannya dalam Islam Zakat maal merupakan zakat yang dikenakan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Jenis harta yang termasuk dalam zakat maal meliputi emas, perak, tabungan, investasi, aset perdagangan, hingga berbagai bentuk kekayaan lain yang memenuhi syarat wajib zakat. Selain berfungsi menyucikan harta, zakat maal juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dana zakat yang dihimpun membantu memenuhi kebutuhan para mustahik sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat. Kemajuan teknologi kini memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat maal secara online melalui layanan resmi BAZNAS. Dengan proses yang cepat dan mudah, muzaki dapat menjalankan kewajibannya kapan saja dan dari mana saja tanpa mengurangi nilai ibadah. Dari Bantuan Menjadi Pemberdayaan BAZNAS tidak hanya menyalurkan zakat maal dalam bentuk bantuan konsumtif untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik. Dana zakat juga dikelola melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Melalui pendekatan produktif, zakat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, serta memperluas akses terhadap sumber penghasilan yang lebih stabil. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga mendorong perubahan yang lebih berkelanjutan. Beragam Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, BAZNAS menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Zmart, program yang mendukung pelaku usaha ritel mikro agar mampu mengembangkan usahanya melalui pendampingan dan penguatan kapasitas usaha. Di sektor kuliner, BAZNAS mengembangkan ZChicken, sebuah program pemberdayaan yang memberikan kesempatan bagi mustahik untuk membangun usaha makanan dengan dukungan modal, pelatihan, dan pendampingan. Sementara itu, Z-Auto hadir untuk membantu pelaku usaha bengkel sepeda motor melalui bantuan peralatan, penguatan keterampilan, serta pembinaan usaha sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan. BAZNAS juga mengembangkan program Santripreneur yang mendorong lahirnya wirausahawan muda dari kalangan santri melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan usaha produktif. Selain itu, melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) dan berbagai program pembiayaan mikro lainnya, pelaku usaha kecil memperoleh akses pembiayaan berbasis syariah yang disertai pendampingan agar usahanya dapat tumbuh secara berkelanjutan. Zakat sebagai Investasi Sosial Jangka Panjang Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, zakat maal tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik pada saat ini, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan perubahan dari mustahik menjadi muzaki. Setiap zakat maal yang ditunaikan melalui BAZNAS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya. Dengan pengelolaan yang transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya menjadi ibadah yang menyucikan harta, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan umat, baik hari ini maupun di masa yang akan datang.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan Baru bagi Mustahik
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan Baru bagi Mustahik
ZAKAT bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Di balik setiap zakat yang disalurkan, ada keluarga yang terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan, pelaku usaha kecil yang memperoleh kesempatan mengembangkan usahanya, hingga masyarakat yang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Karena itu, menunaikan zakat sesegera mungkin berarti mempercepat hadirnya manfaat bagi para mustahik. Melalui pengelolaan yang amanah, profesional, transparan, dan sesuai syariat, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan dana zakat ke berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi ibadah yang menyucikan harta, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zakat sebagai Wujud Ketaatan dan Kepedulian Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi ketentuan nisab dan haul. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi sebagai sarana membersihkan harta sekaligus memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah [9]: 103) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki dua dimensi yang saling melengkapi. Bagi muzaki, zakat menjadi jalan untuk menyucikan harta dan jiwa. Sementara bagi mustahik, zakat menjadi sumber harapan yang membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan. Hingga kini, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok, memperoleh layanan kesehatan, mengakses pendidikan, maupun mengembangkan usaha agar mampu meningkatkan penghasilan. Penyaluran zakat melalui BAZNAS Provinsi Lampung menjadi salah satu upaya untuk membantu mereka secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Manfaat Zakat dalam Mendorong Kemandirian Mustahik Zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian mustahik. Dana zakat yang dikelola secara profesional dimanfaatkan untuk berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di bidang ekonomi, zakat mendukung pengembangan usaha mikro melalui bantuan modal dan pendampingan usaha sehingga penerima manfaat memiliki peluang meningkatkan pendapatan keluarga. Pada sektor pendidikan, zakat membuka akses bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera melalui bantuan pendidikan maupun beasiswa. Sementara di bidang kesehatan, zakat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih layak. Selain itu, dana zakat juga disalurkan untuk program kemanusiaan yang memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana maupun kondisi darurat. Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya meringankan beban hidup, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Setiap zakat yang ditunaikan memiliki arti besar bagi penerima manfaat. Dari bantuan yang diberikan hari ini, tumbuh harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Cara Menunaikan Zakat Secara Online Perkembangan teknologi membuat proses pembayaran zakat menjadi semakin mudah. Masyarakat kini dapat menunaikan zakat secara daring melalui layanan yang tersedia di website resmi BAZNAS Provinsi Lampung di https://lampung.baznas.go.id/. Sebelum melakukan pembayaran, muzaki dapat menghitung besaran zakat menggunakan layanan Kalkulator Zakat yang tersedia pada website tersebut. Setelah mengetahui nominal zakat yang harus ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode yang telah disediakan, seperti transfer bank, QRIS, maupun dompet digital. Setelah transaksi berhasil, bukti pembayaran dapat disimpan sebagai dokumentasi. Bukti tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dokumen pendukung untuk pengurangan penghasilan kena pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Lampung akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik secara berkelanjutan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
Zakat untuk Pendidikan: Investasi Membangun Generasi Unggul dan Masa Depan Anak Dhuafa
Zakat untuk Pendidikan: Investasi Membangun Generasi Unggul dan Masa Depan Anak Dhuafa
ZAKAT tidak hanya menjadi kewajiban yang menyucikan harta, tetapi juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu bentuk pemanfaatannya yang memberikan dampak jangka panjang adalah melalui sektor pendidikan. Dengan pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, dana zakat mampu membuka akses pendidikan bagi mereka yang memiliki potensi, namun terkendala kondisi ekonomi. Salah satu wujud nyata pemanfaatan zakat di bidang pendidikan adalah Program Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga prasejahtera untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan kapasitas diri agar siap menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Selain bantuan biaya pendidikan, para penerima beasiswa juga memperoleh pembinaan kepemimpinan, penguatan karakter, pengembangan kompetensi, serta pembinaan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan biaya kuliah, tetapi juga mempersiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pendidikan sebagai Upaya Memutus Rantai Kemiskinan Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendidikan yang layak, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh keterampilan, memperluas peluang kerja, dan meningkatkan taraf hidupnya. Namun, tidak sedikit mahasiswa berprestasi yang menghadapi hambatan ekonomi hingga terancam menghentikan pendidikannya. Kondisi ini berpotensi menghambat lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kontribusi bagi pembangunan bangsa. Melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga berbagai pembinaan yang membantu mereka mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Harapannya, para penerima manfaat dapat tumbuh menjadi lulusan yang berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Peran Zakat dalam Mendukung Pendidikan Zakat memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang berhak menerima manfaat. Dana zakat yang dikelola secara profesional dapat disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk program beasiswa yang mendukung keberlangsungan pendidikan generasi muda. Melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS, dana zakat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas diri melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Pendekatan ini menjadikan zakat tidak hanya bersifat membantu sesaat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Bagi para muzaki, menunaikan zakat melalui lembaga resmi memberikan keyakinan bahwa dana yang dititipkan dikelola sesuai syariat dan disalurkan kepada program-program yang memberikan manfaat nyata, termasuk di bidang pendidikan. Di tingkat daerah, BAZNAS Provinsi Lampung juga terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Informasi mengenai layanan zakat, program, serta layanan lainnya dapat diakses melalui https://lampung.baznas.go.id/*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL06/08/2026 | MBL-01
Zakat Jadi Jalan Mustahik Bangkit Menuju Kehidupan Lebih Baik
Zakat Jadi Jalan Mustahik Bangkit Menuju Kehidupan Lebih Baik
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial. Melalui zakat, sebagian harta yang Allah SWT titipkan kepada kita dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang tengah menghadapi berbagai kesulitan hidup. Bagi banyak keluarga prasejahtera, zakat bukan sekadar bantuan, melainkan langkah awal untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, memperoleh layanan kesehatan, hingga mengakses pendidikan yang layak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan terbatasnya kesempatan untuk berkembang. Di sinilah zakat memiliki peran yang sangat besar. Dana zakat yang dikelola secara amanah mampu membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus membuka peluang bagi mustahik untuk meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai program pemberdayaan. Zakat sebagai Solusi Mengurangi Kemiskinan Islam mengajarkan bahwa membantu sesama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, zakat menjadi salah satu instrumen yang Allah SWT syariatkan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. Penyaluran zakat kepada mustahik tidak hanya bertujuan meringankan beban hidup mereka, tetapi juga membantu menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Saat dikelola dengan baik, zakat mampu menjadi solusi yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Melalui dana zakat, seseorang dapat memperoleh modal usaha, mengikuti pelatihan keterampilan, atau mendapatkan bantuan pendidikan yang membuka peluang kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mustahik untuk menjadi lebih mandiri di masa mendatang. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui BAZNAS Siaga Kemiskinan, sebuah program yang dirancang untuk membantu kelompok rentan yang menghadapi kesulitan ekonomi melalui penyaluran bantuan yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Bagaimana Zakat Disalurkan kepada Mustahik? Agar manfaat zakat dapat dirasakan secara optimal, proses penyalurannya dilakukan berdasarkan prinsip amanah, transparan, dan tepat sasaran. Setiap calon penerima manfaat terlebih dahulu melalui proses pendataan dan verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak sesuai ketentuan syariat. Setelah proses tersebut, dana zakat disalurkan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan mustahik. Bantuan Kebutuhan Dasar Bagi keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, zakat disalurkan dalam bentuk bantuan pangan, biaya hidup, maupun kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga penerima manfaat. Program Pemberdayaan Ekonomi Selain memenuhi kebutuhan dasar, BAZNAS juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi agar mustahik mampu meningkatkan penghasilannya secara mandiri. Bantuan dapat berupa modal usaha, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dukungan di Bidang Pendidikan Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, dana zakat juga dimanfaatkan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui berbagai bentuk bantuan, seperti beasiswa maupun perlengkapan sekolah. Bantuan Kesehatan dan Kondisi Darurat Sebagian masyarakat mengalami kesulitan ekonomi akibat biaya pengobatan atau kondisi darurat lainnya. Dalam situasi seperti ini, zakat hadir untuk membantu meringankan beban melalui layanan kesehatan maupun bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan. Melalui berbagai program tersebut, zakat menjadi penghubung antara kepedulian para muzaki dengan kebutuhan nyata masyarakat yang membutuhkan. Ketika dikelola secara profesional, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Bersama Zakat, Hadirkan Harapan bagi Mustahik Setiap zakat yang ditunaikan membawa harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi keterbatasan hidup. Bantuan yang diberikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. Sebagai umat Islam, kita memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, dana yang dihimpun dapat dikelola secara profesional dan disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, semakin besar pula peluang untuk membantu keluarga prasejahtera bangkit dari kemiskinan. Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga wujud kepedulian yang mampu menghadirkan perubahan bagi kehidupan banyak orang. Tunaikan zakat melalui BAZNAS dan jadilah bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan penuh keberkahan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL05/08/2026 | MBL-01
Tunaikan Zakat Online melalui BAZNAS, Dukung Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan
Tunaikan Zakat Online melalui BAZNAS, Dukung Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan
ZAKAT bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Melalui zakat, harta yang kita keluarkan dapat membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan umat. Kini, menunaikan zakat semakin mudah berkat layanan digital yang memungkinkan pembayaran dilakukan kapan saja dan di mana saja. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat secara online dengan proses yang aman, cepat, dan praktis. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara profesional untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, salah satunya di bidang pendidikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS. Mengapa Zakat Berperan Penting dalam Mengurangi Kemiskinan? Dalam Islam, zakat memiliki fungsi yang lebih dari sekadar menyucikan harta. Zakat menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang membantu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus memberikan kesempatan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kemiskinan sering kali muncul karena terbatasnya akses terhadap pendidikan, lapangan pekerjaan, modal usaha, hingga kesempatan mengembangkan kemampuan. Karena itu, zakat yang dikelola secara tepat dapat menjadi solusi berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan. Melalui zakat yang ditunaikan, masyarakat turut berkontribusi dalam: Membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik. Membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri dan produktif. Mengurangi kesenjangan sosial melalui pemerataan manfaat zakat. Semakin besar partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang memberikan dampak jangka panjang adalah melalui sektor pendidikan. Beasiswa Cendekia BAZNAS, Investasi Zakat untuk Masa Depan Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Seseorang yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh pekerjaan yang layak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Atas dasar itulah BAZNAS menghadirkan Beasiswa Cendekia BAZNAS, sebuah program yang memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan selama masa perkuliahan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berdaya saing, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Beasiswa Cendekia BAZNAS memberikan berbagai bentuk dukungan, di antaranya: Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa penerima beasiswa memperoleh bantuan biaya pendidikan sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani persoalan finansial. Pembinaan Karakter dan Kepemimpinan Selain dukungan akademik, peserta juga mengikuti pembinaan karakter, penguatan nilai kepemimpinan, serta pembentukan integritas agar siap menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan Kompetensi Penerima beasiswa memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan, seminar, pengembangan soft skills, hingga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas yang mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Mencetak Agen Perubahan Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat untuk memberdayakan masyarakat. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang dimiliki, para penerima beasiswa diharapkan dapat membuka peluang baru, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan. Setiap mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi berpotensi membawa perubahan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, zakat yang disalurkan melalui program pendidikan menjadi investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Cara Menunaikan Zakat Secara Online di BAZNAS Kemajuan teknologi membuat proses pembayaran zakat menjadi lebih mudah tanpa mengurangi nilai ibadah di dalamnya. Penyaluran zakat melalui BAZNAS dapat dilakukan secara praktis melalui beberapa langkah berikut: Kunjungi situs resmi BAZNAS. Pilih jenis zakat yang akan ditunaikan, seperti zakat maal atau zakat penghasilan. Gunakan Kalkulator Zakat apabila diperlukan untuk menghitung besaran zakat. Lengkapi data diri. Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, virtual account, QRIS, atau dompet digital. Selesaikan proses pembayaran. Simpan bukti transaksi sebagai arsip pribadi. Dana zakat yang terkumpul akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk Beasiswa Cendekia BAZNAS yang membuka akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia. Menunaikan zakat melalui BAZNAS berarti turut mendukung hadirnya kesempatan belajar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dari pendidikan yang layak akan lahir sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Zakat bukan hanya menyucikan harta, tetapi juga menjadi investasi kebaikan yang manfaatnya terus mengalir. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat mampu membantu mustahik memenuhi kebutuhan hari ini sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu bukti bahwa dana zakat dapat menghadirkan perubahan nyata melalui pendidikan. Dengan menunaikan zakat secara online melalui BAZNAS, setiap muzaki ikut mengambil bagian dalam membuka kesempatan belajar, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung lahirnya generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL05/08/2026 | MBL-01
10 Amalan Ringan di Bulan Safar yang Penuh Keberkahan dan Bernilai Pahala Besar
10 Amalan Ringan di Bulan Safar yang Penuh Keberkahan dan Bernilai Pahala Besar
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali masih dikaitkan dengan berbagai mitos, salah satunya anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyatakan bahwa Safar adalah bulan yang harus ditakuti atau dihindari. Rasulullah SAW justru meluruskan keyakinan tersebut dan mengajarkan umatnya untuk senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Setiap waktu yang Allah SWT ciptakan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Karena itu, Bulan Safar sebaiknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Tidak perlu menunggu amalan yang besar, karena berbagai ibadah sederhana yang dilakukan secara konsisten juga memiliki keutamaan yang luar biasa di sisi Allah SWT. Menjadikan Bulan Safar sebagai Momentum Memperbaiki Diri Dalam Islam, tidak ada ibadah khusus yang hanya dianjurkan pada Bulan Safar. Namun, setiap amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas tetap bernilai pahala, sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. Yang terpenting adalah menjaga keistiqamahan dalam beribadah dan menjauhi berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat. Berikut beberapa amalan sederhana yang dapat menjadi kebiasaan baik selama Bulan Safar. Menjaga Salat Lima Waktu Salat lima waktu merupakan kewajiban utama setiap muslim sekaligus amalan yang paling utama setelah syahadat. Menjaga salat tepat waktu, meningkatkan kekhusyukan, dan berusaha melaksanakannya secara berjamaah bagi yang mampu menjadi langkah sederhana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Membiasakan Membaca Al-Qur'an Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dapat menghadirkan ketenangan hati sekaligus menambah pahala. Tidak harus dalam jumlah yang banyak, beberapa ayat yang dibaca dan direnungkan maknanya pun menjadi amalan yang sangat bernilai. Memperbanyak Istigfar Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, memperbanyak istigfar menjadi salah satu cara terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat maupun di sela-sela aktivitas sehari-hari. Rutin Berdzikir Dzikir pagi dan petang menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menjaga hati agar senantiasa mengingat Allah SWT, dzikir juga memberikan ketenangan dan memperkuat keimanan dalam menjalani berbagai ujian kehidupan. Bersedekah Sesuai Kemampuan Sedekah tidak selalu harus dalam jumlah besar. Memberikan sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan, berbagi makanan, atau membantu orang lain dengan tulus merupakan bentuk sedekah yang tetap bernilai di sisi Allah SWT. Keikhlasan menjadi hal utama dalam setiap amal yang dilakukan. Membantu Sesama Kepedulian kepada orang lain merupakan bagian dari ajaran Islam. Bantuan tidak selalu berupa materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tenaga, ilmu, waktu, maupun dukungan moral kepada mereka yang sedang membutuhkan. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Membaca shalawat adalah bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus amalan yang memiliki banyak keutamaan. Membiasakan shalawat setiap hari menjadi salah satu cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menjaga Lisan Ucapan yang baik merupakan cerminan akhlak seorang muslim. Menjaga diri dari ghibah, fitnah, perkataan kasar, maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya adalah bagian dari ibadah yang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar. Memperbanyak Doa Doa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada Bulan Safar, tetapi setiap muslim dianjurkan memperbanyak doa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, kesehatan, rezeki yang halal, serta hati yang istiqamah. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, tetangga, maupun sahabat merupakan amalan yang membawa keberkahan. Silaturahmi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang dicintai Allah SWT. Hindari Mitos yang Tidak Berdasar Selain memperbanyak amal saleh, penting pula untuk meninggalkan berbagai anggapan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti meyakini Bulan Safar sebagai bulan sial, menunda aktivitas penting karena takut membawa kesialan, atau melakukan ritual tertentu yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang muslim hendaknya meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu. Kunci Istiqamah dalam Beramal Agar berbagai amalan tersebut dapat terus dilakukan, mulailah dari hal-hal yang ringan namun konsisten. Tidak perlu menetapkan target yang terlalu berat. Jadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian, luangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan selalu memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk tetap istiqamah. Pada akhirnya, Bulan Safar adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagaimana bulan-bulan lainnya. Tidak ada alasan untuk merasa takut atau terpengaruh oleh mitos yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Justru dengan mengisi hari-hari di Bulan Safar melalui salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, membantu sesama, menjaga silaturahmi, dan berbagai kebaikan lainnya, seorang muslim dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keberkahan dalam kehidupan. Semoga setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas menjadi jalan menuju rahmat dan ridha-Nya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL05/08/2026 | MBL-01
Fakta Bulan Safar dalam Islam: Luruskan Mitos, Perkuat Keimanan
Fakta Bulan Safar dalam Islam: Luruskan Mitos, Perkuat Keimanan
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali dikaitkan dengan berbagai anggapan negatif di tengah masyarakat. Sebagian orang masih meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk memulai suatu aktivitas. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan merupakan ketetapan Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu. Oleh sebab itu, penting bagi setiap muslim memahami hakikat Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunah agar tidak terjebak dalam mitos yang bertentangan dengan akidah. Berikut beberapa fakta penting tentang Bulan Safar yang perlu diketahui. 1. Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah Bulan Safar menempati urutan kedua setelah Muharram dalam kalender Hijriah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, Allah SWT menetapkan satu tahun terdiri atas dua belas bulan. Masing-masing memiliki kedudukannya sendiri sebagai bagian dari ketetapan-Nya. Meski bukan termasuk empat bulan haram, Safar tetap merupakan bagian dari sistem penanggalan Islam yang patut dipahami tanpa dikaitkan dengan keyakinan yang tidak berdasar. 2. Safar bukan bulan pembawa kesialan Salah satu kesalahpahaman yang masih banyak ditemui adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa nasib buruk. Keyakinan ini sebenarnya berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah sebelum datangnya Islam. Rasulullah SAW kemudian meluruskan anggapan tersebut melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Hal ini menegaskan bahwa segala bentuk keberuntungan maupun ujian hanya terjadi atas kehendak Allah SWT. Karena itu, seorang muslim tidak sepatutnya mengaitkan suatu musibah dengan datangnya bulan tertentu. 3. Rasulullah SAW tetap beraktivitas pada Bulan Safar Tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menghindari Bulan Safar atau menunda berbagai aktivitas penting ketika bulan tersebut tiba. Beliau tetap menjalankan perjalanan, berdakwah, serta melakukan berbagai urusan sebagaimana biasanya. Hal ini menjadi bukti bahwa Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti ataupun dihindari. Umat Islam tetap dapat bekerja, berdagang, menikah, bepergian, maupun memulai berbagai rencana baik tanpa rasa khawatir terhadap mitos yang berkembang. 4. Islam melarang mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah Islam mengajarkan umatnya untuk membangun keyakinan berdasarkan ilmu dan dalil, bukan pada kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat. Menganggap suatu bulan sebagai pembawa kesialan dapat mengurangi kesempurnaan tawakal kepada Allah SWT. Seorang muslim dianjurkan untuk terus berikhtiar sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan. Sikap inilah yang akan melahirkan ketenangan hati sekaligus menjaga kemurnian tauhid. 5. Tidak ada amalan khusus yang diwajibkan pada Bulan Safar Berbeda dengan beberapa bulan yang memiliki keutamaan tertentu, tidak terdapat hadis sahih yang menetapkan ibadah khusus hanya untuk Bulan Safar. Meski demikian, bulan ini tetap menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagaimana bulan-bulan lainnya. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain: Menjaga salat wajib dan memperbanyak salat sunnah. Membaca Al-Qur'an secara rutin. Memperbanyak zikir dan istigfar. Bersedekah kepada mereka yang membutuhkan. Menjalin silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Memperbanyak doa serta amal kebaikan lainnya. Seluruh amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk selama Bulan Safar. 6. Safar menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam Bulan Safar juga memiliki tempat dalam perjalanan sejarah umat Islam. Berbagai peristiwa penting, perjalanan dakwah, hingga aktivitas Rasulullah SAW dan para sahabat terjadi pada bulan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa Safar bukanlah bulan yang harus dihindari, melainkan bagian dari perjalanan perkembangan Islam yang penuh dengan nilai perjuangan dan keteladanan. 7. Memahami Bulan Safar membantu memperkuat keimanan Pemahaman yang benar mengenai Bulan Safar akan membantu umat Islam membedakan antara ajaran agama dan tradisi yang berkembang di masyarakat. Ketika seorang muslim menyadari bahwa seluruh waktu adalah ciptaan Allah SWT, ia tidak lagi mudah dipengaruhi oleh mitos atau kepercayaan tanpa dasar. Sebaliknya, ia akan lebih fokus memperbanyak amal saleh dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hikmah memahami Bulan Safar Memahami hakikat Bulan Safar memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan seorang muslim. Selain memperkuat keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam ketetapan Allah SWT, pemahaman ini juga membantu kita menjauhi takhayul, meningkatkan tawakal, serta menjadikan setiap waktu sebagai peluang untuk beribadah dan berbuat baik. Pada akhirnya, Bulan Safar hanyalah salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang tidak memiliki unsur kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan agar umatnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah, serta meninggalkan keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat dijalani dengan penuh optimisme, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***
ARTIKEL05/08/2026 | MBL-01
Menyalurkan Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar, Wujud Kepedulian yang Tepat Sasaran
Menyalurkan Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar, Wujud Kepedulian yang Tepat Sasaran
ZAKAT merupakan salah satu ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial dalam Islam. Selain menjadi sarana menyucikan harta, zakat juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Salah satu golongan yang berhak menerima zakat adalah kaum dhuafa, yaitu mereka yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Memasuki Bulan Safar, masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkannya dengan berbagai mitos, termasuk anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Karena itu, Bulan Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk menunaikan zakat kepada mereka yang membutuhkan. Menyalurkan zakat pada Bulan Safar bukan karena adanya keistimewaan khusus pada bulan tersebut, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Selama syarat wajib zakat telah terpenuhi, ibadah ini dapat ditunaikan kapan saja, termasuk di Bulan Safar. Keutamaan Menyalurkan Zakat kepada Dhuafa Dalam Islam, setiap amal yang dilakukan dengan niat ikhlas akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Begitu pula dengan zakat yang diberikan kepada kaum dhuafa. Selain menjalankan kewajiban agama, zakat menjadi sarana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu hikmah zakat adalah menyucikan harta. Melalui zakat, seorang muslim menunaikan hak yang telah Allah SWT tetapkan bagi mereka yang berhak menerimanya, sehingga harta yang dimiliki menjadi lebih berkah. Di sisi lain, zakat juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Bantuan yang diterima kaum dhuafa bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Para ulama pun menjelaskan bahwa kesempatan berbuat baik tidak perlu menunggu waktu tertentu. Selama ada kemampuan dan kesempatan, amal saleh sebaiknya segera dilakukan. Karena itu, tidak ada alasan untuk menunda pembayaran zakat hanya karena adanya anggapan yang keliru mengenai Bulan Safar. Mengapa Kaum Dhuafa Menjadi Prioritas? Allah SWT telah menetapkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), di antaranya fakir dan miskin. Hal ini menunjukkan bahwa zakat memang ditujukan untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan ekonomi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Dana zakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu meringankan beban hidup mustahik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, zakat berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial. Ketika masyarakat yang memiliki kelebihan harta menunaikan kewajibannya, terjadi pemerataan ekonomi yang selaras dengan nilai keadilan dalam Islam. Bagi para penerima manfaat, zakat juga menjadi sumber harapan. Bantuan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan semangat untuk bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Agar Penyaluran Zakat Tepat Sasaran Supaya manfaat zakat dapat dirasakan secara optimal, penting memastikan bahwa penerimanya benar-benar termasuk golongan mustahik sesuai ketentuan syariat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat resmi seperti BAZNAS. Dengan sistem pendataan, verifikasi, dan pendistribusian yang terstruktur, zakat dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Meski demikian, zakat juga dapat diberikan secara langsung apabila pemberi zakat mengetahui dengan pasti kondisi penerimanya dan memastikan bahwa mereka termasuk golongan yang berhak. Pengelolaan yang transparan dan amanah menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat terus meningkat. Ketika zakat disalurkan secara tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Hikmah Menunaikan Zakat di Bulan Safar Menunaikan zakat memberikan banyak hikmah, baik bagi pemberi maupun penerimanya. Salah satunya adalah menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT titipkan. Seorang muslim akan semakin menyadari bahwa harta bukan semata untuk dinikmati sendiri, tetapi juga mengandung hak orang lain. Zakat juga melatih seseorang untuk menghilangkan sifat kikir dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta. Semakin sering berbagi, semakin tumbuh kesadaran bahwa keberkahan bukan hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh orang lain. Di sisi sosial, zakat memperkuat solidaritas antarsesama. Kepedulian yang tumbuh melalui zakat akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat yang mampu dan mereka yang membutuhkan. Jika dikelola dengan baik, zakat bahkan dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Berbagai program produktif yang didukung dana zakat mampu membantu mustahik menjadi lebih mandiri, sehingga perlahan mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Bulan Safar dalam Islam: Meluruskan Mitos dan Memahami Makna yang Sebenarnya
Bulan Safar dalam Islam: Meluruskan Mitos dan Memahami Makna yang Sebenarnya
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Meski telah lama dikenal dalam tradisi Islam, masih banyak anggapan yang keliru tentang bulan ini. Sebagian masyarakat meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan, memulai usaha, hingga bepergian. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW justru meluruskan berbagai mitos yang berkembang sejak masa jahiliah dan menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan dengan sendirinya. Melalui artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat hakikat Bulan Safar dalam Islam, mulai dari sejarahnya, dalil-dalil yang berkaitan dengannya, hingga amalan yang dianjurkan agar bulan ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Asal Usul Bulan Safar Nama Safar telah dikenal masyarakat Arab jauh sebelum Islam datang. Saat itu mereka menggunakan sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan yang kemudian menjadi dasar kalender Hijriah. Para ulama memiliki beberapa penjelasan mengenai asal-usul nama "Safar". Salah satu pendapat menyebutkan bahwa kata Safar berasal dari makna "kosong". Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang meninggalkan rumah untuk berdagang, merantau, atau berperang setelah berakhirnya Muharam, sehingga perkampungan menjadi sepi. Pendapat lain menyebutkan bahwa nama tersebut berkaitan dengan kebiasaan sebagian suku Arab yang melakukan penyerangan hingga membuat harta musuh menjadi "kosong" karena dirampas. Apa pun asal-usulnya, penamaan Bulan Safar hanyalah bagian dari sistem penanggalan dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa bulan ini memiliki unsur kesialan. Kedudukan Bulan Safar dalam Islam Dalam pandangan Islam, Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak ada ayat Al-Qur'an maupun hadis sahih yang menyatakan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa nasib buruk. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan sebagaimana ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi." Ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh bulan merupakan ciptaan Allah SWT yang memiliki hikmah masing-masing. Tidak ada satu pun bulan yang secara khusus membawa keberuntungan ataupun kesialan. Dalil Mengenai Bulan Safar Salah satu hadis yang menjadi landasan utama dalam memahami Bulan Safar adalah sabda Rasulullah SAW: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu sebagaimana keyakinan jahiliah." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini secara tegas membatalkan berbagai kepercayaan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap Bulan Safar sebagai waktu yang membawa musibah. Para ulama menjelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak Allah SWT. Tidak ada bulan yang memiliki kekuatan membawa keberuntungan ataupun bencana secara mandiri. Mitos yang Masih Berkembang tentang Bulan Safar Hingga saat ini, masih ditemukan berbagai anggapan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam mengenai Bulan Safar, di antaranya: 1. Safar dianggap sebagai bulan sial Keyakinan ini berasal dari tradisi masyarakat jahiliah dan telah diluruskan oleh Rasulullah SAW. 2. Tidak boleh menikah pada Bulan Safar Islam tidak pernah melarang akad nikah dilakukan pada bulan tertentu. Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa pernikahan di Bulan Safar membawa kesialan. 3. Tidak dianjurkan pindah rumah Tidak terdapat ajaran dalam Islam yang melarang seseorang berpindah tempat tinggal karena memasuki Bulan Safar. 4. Tidak baik memulai usaha Keberhasilan usaha bergantung pada ikhtiar, doa, dan ketentuan Allah SWT, bukan ditentukan oleh nama suatu bulan. Tradisi Bulan Safar di Tengah Masyarakat Di sejumlah daerah di Indonesia, Bulan Safar sering diwarnai berbagai tradisi, seperti doa bersama, sedekah, hingga kegiatan yang dikenal sebagai ritual tolak bala. Pada dasarnya, kegiatan seperti berdoa kepada Allah SWT, membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, maupun mempererat silaturahmi merupakan amalan yang baik selama tidak disertai keyakinan bahwa Safar adalah bulan pembawa musibah atau menganggap ritual tertentu sebagai kewajiban agama. Sebaliknya, apabila sebuah tradisi didasarkan pada keyakinan bahwa musibah pasti turun pada Bulan Safar sehingga harus ditolak melalui ritual yang tidak memiliki dasar syariat, maka keyakinan tersebut perlu ditinggalkan. Memahami hakikat Bulan Safar secara benar akan membantu umat Islam membedakan antara tradisi budaya dan ajaran agama. Apakah Ada Amalan Khusus pada Bulan Safar? Tidak terdapat hadis sahih yang menetapkan ibadah khusus hanya untuk Bulan Safar. Meski demikian, setiap muslim tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan lainnya, seperti: Membaca Al-Qur'an setiap hari. Memperbanyak zikir dan istigfar. Bersedekah kepada yang membutuhkan. Menjaga silaturahmi. Melaksanakan salat sunnah. Memperbanyak doa. Menuntut ilmu agama. Membantu sesama. Seluruh amalan tersebut dianjurkan sepanjang tahun dan menjadi cara terbaik untuk mengisi Bulan Safar dengan aktivitas yang bernilai ibadah. Hikmah Memahami Bulan Safar Mengetahui penjelasan yang benar tentang Bulan Safar memberikan banyak pelajaran berharga bagi seorang muslim, di antaranya: Menguatkan akidah, karena meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas ketetapan Allah SWT. Menjauhkan diri dari takhayul, sehingga tidak mudah mempercayai mitos yang bertentangan dengan syariat. Menambah pemahaman agama, sehingga mampu membedakan antara ajaran Islam dan tradisi yang berkembang di masyarakat. Meningkatkan sikap tawakal, dengan menyandarkan setiap usaha kepada Allah tanpa dipengaruhi anggapan mengenai waktu tertentu. Menjaga kemurnian syariat, karena setiap ibadah dilakukan berdasarkan dalil yang sahih. Kesalahan yang Masih Sering Terjadi Beberapa kekeliruan yang masih dijumpai di tengah masyarakat antara lain: Menganggap Bulan Safar sebagai bulan penuh kesialan. Menunda pernikahan karena memasuki Bulan Safar. Menghindari perjalanan jauh. Mempercayai ramalan tertentu yang dikaitkan dengan Bulan Safar. Melakukan ritual yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Islam mengajarkan bahwa setiap keyakinan dan ibadah harus berlandaskan Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW yang sahih. Pandangan Ulama tentang Bulan Safar Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa Bulan Safar tidak memiliki unsur kesialan. Penjelasan mereka merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang membatalkan keyakinan masyarakat jahiliah mengenai Safar. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi berbagai anggapan yang bertentangan dengan tauhid dan menggantinya dengan memperbanyak amal saleh serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Mengisi Bulan Safar dengan Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan
Mengisi Bulan Safar dengan Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang bahkan menganggap Safar sebagai bulan yang membawa kesialan atau menjadi waktu yang kurang baik untuk memulai berbagai aktivitas. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan tersebut dan mengajarkan umatnya untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT, bukan kepada kepercayaan yang bertentangan dengan akidah. Dalam Islam, setiap waktu yang Allah SWT ciptakan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Tidak ada bulan yang membawa keberuntungan maupun kesialan dengan sendirinya, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Oleh sebab itu, Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memahami Makna Bulan Safar dalam Islam Keberkahan Bulan Safar bukan berasal dari ritual tertentu atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat, melainkan dari bagaimana seorang muslim memanfaatkan waktunya untuk beribadah dan beramal saleh. Islam datang untuk menghapus berbagai keyakinan jahiliah yang menganggap bulan tertentu membawa nasib buruk. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Pemahaman ini mengajarkan bahwa seluruh bulan dalam kalender Hijriah memiliki kedudukan yang sama sebagai ciptaan Allah SWT. Setiap harinya adalah kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta memperbanyak amal kebaikan. Para ulama juga menjelaskan bahwa tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan hanya untuk Bulan Safar. Karena itu, keberkahan dapat diraih dengan menjalankan amalan yang memang dianjurkan dalam Islam, bukan melalui ritual yang tidak memiliki landasan syariat. Dengan memahami hakikat tersebut, seorang muslim akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Fokusnya bukan lagi pada mitos yang berkembang, tetapi pada upaya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Amalan Sederhana yang Bisa Dilakukan Selama Bulan Safar Banyak amalan ringan yang dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan pada Bulan Safar. Salah satunya adalah memperbanyak salat sunnah, seperti Salat Duha, Tahajud, Rawatib, maupun Witir. Amalan-amalan tersebut memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan sepanjang tahun. Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari juga menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Selain memperoleh pahala, membaca dan mentadaburi Al-Qur'an akan memberikan ketenangan hati serta menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan. Amalan sederhana lainnya adalah memperbanyak istigfar. Rasulullah SAW sendiri senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT setiap hari sebagai teladan bagi umatnya. Istigfar menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan rahmat dan ampunan Allah. Sedekah juga menjadi salah satu amalan yang tidak boleh dilewatkan. Berapa pun nominalnya, sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi sebab datangnya keberkahan bagi pemberinya. Selain itu, menjaga silaturahmi dengan keluarga, tetangga, maupun sesama muslim merupakan bentuk akhlak mulia yang sangat dianjurkan. Hubungan yang baik antarsesama akan memperkuat persaudaraan sekaligus menghadirkan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat. Hikmah Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Menjalani Bulan Safar dengan memperbanyak ibadah mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang tidak memiliki dasar dalam agama. Seorang muslim diajarkan agar hanya menggantungkan harapan dan rasa takut kepada Allah SWT semata. Momentum ini juga menjadi pengingat untuk memperkuat sikap tawakal. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang mengandung hikmah terbaik bagi hamba-Nya. Selain itu, Bulan Safar mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Setiap hari yang diberikan Allah SWT adalah kesempatan untuk menambah bekal amal sebelum datangnya kematian. Yang tak kalah penting, bulan ini mengingatkan bahwa kesempatan berbuat baik tidak pernah dibatasi oleh waktu tertentu. Selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat, setiap amal saleh akan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Hal yang Perlu Dihindari Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai ritual atau kepercayaan yang tidak memiliki landasan dalam Al-Qur'an maupun hadis. Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar tidak mengikuti amalan yang bertentangan dengan syariat. Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah menganggap ada ibadah tertentu yang wajib dilakukan hanya karena memasuki Bulan Safar. Padahal, Islam tidak menetapkan amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan ini. Sebagian orang juga masih menunda pernikahan, perjalanan, atau memulai usaha karena menganggap Safar membawa kesialan. Pandangan seperti ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, sebab segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Selain itu, mempercayai ramalan atau mitos lebih daripada petunjuk agama juga merupakan kekeliruan yang harus dijauhi. Pemahaman yang benar hanya dapat diperoleh dengan merujuk kepada Al-Qur'an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama yang tepercaya. Bulan Safar pada hakikatnya tidak berbeda dengan bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa bulan ini membawa kesialan ataupun memiliki ritual ibadah khusus. Sebaliknya, Safar menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui berbagai amal saleh, seperti memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur'an, beristigfar, bersedekah, serta menjaga silaturahmi. Dengan memahami ajaran Islam secara benar, setiap muslim dapat menjalani Bulan Safar dengan penuh keyakinan, meninggalkan berbagai mitos yang tidak berdasar, dan mengisinya dengan amal-amal yang menghadirkan keberkahan di dunia serta menjadi bekal terbaik di akhirat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
BANYAK orang memandang zakat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Padahal, makna zakat jauh melampaui ibadah personal. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, terdapat peran besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan saling menguatkan. Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Ketika dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan. Zakat, Pilar Kepedulian dan Keadilan Sosial Dalam Islam, zakat memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai upaya pemerataan kesejahteraan. Sebagian harta yang dimiliki seorang muslim bukan sepenuhnya menjadi miliknya, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya, terutama bagi delapan golongan penerima zakat (asnaf). Tidak heran jika Al-Qur'an berulang kali menyandingkan perintah zakat dengan salat. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan spiritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Ketika zakat dihimpun dan didistribusikan secara profesional, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu penerima, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap berkurangnya kesenjangan sosial dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara luas. Membantu Mustahik Bangkit Menuju Kemandirian Dampak zakat paling nyata terlihat dalam kehidupan para mustahik. Bantuan yang diterima mampu meringankan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif semata. Melalui program-program pemberdayaan, dana zakat juga menjadi modal bagi para mustahik untuk membangun masa depan yang lebih baik. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga pendampingan ekonomi membuka peluang bagi mustahik untuk mandiri. Harapannya, mereka tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu meningkatkan taraf hidup hingga suatu saat menjadi muzaki yang ikut berbagi kepada orang lain. Transformasi inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pengelolaan zakat, yaitu mengubah penerima manfaat menjadi pribadi yang lebih berdaya dan produktif. Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat Ketika semakin banyak masyarakat menunaikan zakat, manfaatnya akan dirasakan secara lebih luas. Dana zakat yang disalurkan untuk pendidikan membantu lebih banyak anak melanjutkan sekolah. Program pemberdayaan ekonomi melahirkan usaha-usaha kecil yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Bantuan kesehatan membantu keluarga kurang mampu memperoleh layanan yang layak. Semua itu berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan sejahtera. Di sisi lain, zakat juga mempererat rasa persaudaraan. Kepercayaan antara muzaki dan mustahik tumbuh melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. Dari sinilah lahir semangat gotong royong dan kepedulian yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis. Cara Menjadi Bagian dari Perubahan Berpartisipasi dalam menciptakan dampak sosial melalui zakat tidaklah sulit. Setelah harta atau penghasilan mencapai nisab dan memenuhi syarat wajib zakat, tunaikanlah zakat melalui lembaga amil zakat resmi yang memiliki sistem pengelolaan profesional dan akuntabel. Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memastikan dana yang dititipkan dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program yang terukur, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah. Lebih dari itu, konsistensi dalam menunaikan zakat akan menghadirkan manfaat yang terus berkelanjutan. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan saling menguatkan. Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap tahun. Zakat adalah investasi sosial yang menghadirkan manfaat bagi banyak orang sekaligus menjadi jalan meraih keberkahan hidup. Melalui zakat, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata, membantu sesama bangkit dari keterbatasan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →