WhatsApp Icon
Cara Mudah Hitung Zakat dengan Kalkulator BAZNAS

MENUNAIKAN zakat merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian kepada sesama. Agar zakat yang ditunaikan sesuai dengan ketentuan, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui jumlah zakat yang perlu dikeluarkan.

Kini, menghitung zakat dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Kalkulator Zakat BAZNAS. Layanan ini membantu masyarakat memperkirakan kewajiban zakat berdasarkan penghasilan atau harta yang dimiliki.

Khusus untuk zakat penghasilan, masyarakat dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat yang tersedia di website BAZNAS Provinsi Lampung. Dengan memasukkan nominal penghasilan, pengguna dapat mengetahui apakah penghasilannya telah mencapai nisab serta jumlah zakat yang perlu ditunaikan.

Cara Menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS

Menggunakan kalkulator zakat cukup sederhana. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka website BAZNAS Provinsi Lampung melalui lampung.baznas.go.id.
  2. Pilih menu "Kalkulator Zakat" yang tersedia di bagian bawah halaman website.
  3. Masukkan nominal gaji atau penghasilan yang diperoleh dalam satu bulan pada kolom yang tersedia.
  4. Setelah data dimasukkan, klik tombol "Hitung Zakat".
  5. Periksa hasil perhitungan yang ditampilkan. Jika penghasilan telah mencapai nisab sesuai ketentuan, kalkulator akan menunjukkan jumlah zakat yang perlu ditunaikan.
  6. Jika belum mencapai nisab, Anda tetap dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk infak atau sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Hitung Zakat Lebih Mudah

Kalkulator zakat hadir untuk membantu masyarakat melakukan perhitungan dengan lebih praktis. Meski demikian, kalkulator tetap merupakan alat bantu sehingga pengguna perlu memastikan data yang dimasukkan sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Selain itu, ketentuan nisab dapat berubah mengikuti ketentuan dan nilai emas yang berlaku. Karena itu, pastikan menggunakan informasi terbaru ketika melakukan perhitungan zakat.

Pada akhirnya, menghitung zakat bukan hanya tentang mendapatkan angka dari sebuah kalkulator. Lebih dari itu, perhitungan yang tepat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menunaikan amanah zakat dengan benar.

Yuk, cek kewajiban zakat Anda dengan Kalkulator Zakat BAZNAS Provinsi Lampung dan tunaikan zakat sesuai ketentuan. Bagi yang belum mencapai nisab, jangan lupa bahwa sebagian rezeki tetap dapat disalurkan melalui infak dan sedekah.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Kapan Zakat Mal Wajib Ditunaikan? Ini Aturannya!

HARTA yang dimiliki seorang Muslim bukan hanya menjadi sumber kebutuhan hidup, tetapi juga memiliki tanggung jawab yang perlu ditunaikan ketika telah memenuhi ketentuan zakat. Salah satunya adalah zakat mal.

Namun, masih banyak yang bertanya, kapan zakat mal mulai wajib dibayarkan? Apakah harus menunggu bulan Ramadan?

Pada dasarnya, zakat mal tidak memiliki satu waktu pembayaran yang sama bagi setiap orang. Waktu wajibnya bergantung pada jenis harta serta terpenuhinya syarat zakat, terutama nisab dan haul. Untuk sebagian besar jenis harta, zakat menjadi wajib ketika harta telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun Hijriah.

Karena itu, memahami ketentuan nisab dan haul penting agar kewajiban zakat dapat ditunaikan tepat waktu dan tidak terlewat.

Apa yang Menentukan Zakat Mal Menjadi Wajib?

Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum menentukan kapan zakat mal harus ditunaikan. Dua di antaranya yang paling umum adalah nisab dan haul.

Nisab merupakan batas minimum nilai atau jumlah harta yang menyebabkan seseorang terkena kewajiban zakat. Untuk uang dan tabungan, nisab umumnya mengacu pada nilai setara 85 gram emas.

Sementara itu, haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah untuk jenis harta yang memang mensyaratkan haul.

Dengan demikian, apabila seseorang memiliki harta yang halal dan berada dalam kepemilikan penuh, kemudian telah mencapai nisab serta memenuhi ketentuan haul, maka zakat mal menjadi kewajiban yang perlu segera ditunaikan.

Meski demikian, ketentuan tersebut tidak berlaku secara seragam untuk seluruh jenis harta. Hasil pertanian, misalnya, memiliki waktu pembayaran ketika panen. Karena itu, jenis harta yang dimiliki perlu diperhatikan sebelum menentukan cara dan waktu pembayaran zakat.

Mengenal Nisab Zakat Mal

Nisab dapat dipahami sebagai batas minimal harta yang menjadi penentu apakah seseorang telah memiliki kewajiban zakat atau belum.

Untuk zakat uang dan tabungan, nisab menggunakan acuan senilai 85 gram emas. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga dapat berubah dari waktu ke waktu.

Rumus sederhananya adalah:

Nisab = 85 gram × harga emas per gram

Sebagai contoh, apabila harga emas yang digunakan sebagai acuan adalah Rp1.600.000 per gram, maka:

85 × Rp1.600.000 = Rp136.000.000

Angka tersebut hanya merupakan ilustrasi. Dalam praktiknya, perhitungan perlu menggunakan harga emas dan ketentuan nisab yang berlaku saat zakat dihitung.

Apa itu Haul?

Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah. Ketentuan ini berlaku untuk sebagian besar jenis harta yang dikenai zakat mal.

Misalnya, seseorang memiliki tabungan yang telah mencapai nisab pada 1 Muharam. Jika tabungan tersebut tetap memenuhi ketentuan zakat hingga satu tahun Hijriah, maka ketika memasuki 1 Muharam tahun berikutnya, haul telah terpenuhi.

Karena itu, mencatat tanggal ketika harta pertama kali mencapai nisab dapat membantu menentukan kapan kewajiban zakat mulai jatuh tempo.

Untuk tabungan yang memenuhi ketentuan nisab dan haul, kadar zakat yang umum digunakan adalah 2,5 persen. Namun, perhitungan dapat berbeda sesuai jenis harta dan ketentuan yang berlaku.

Apa Saja Syarat Zakat Mal?

Sebelum menghitung zakat, pastikan harta yang dimiliki memenuhi syarat yang ditentukan. Secara umum, beberapa syarat tersebut meliputi:

  1. Harta dimiliki secara penuh dan berada dalam penguasaan pemiliknya.
  2. Harta diperoleh melalui cara yang halal.
  3. Nilainya telah mencapai nisab sesuai jenis harta.
  4. Telah memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
  5. Memenuhi ketentuan lain sesuai karakteristik harta yang akan dizakati.

Perlu diingat, tidak semua jenis zakat mal mensyaratkan haul. Karena itu, cara menghitung zakat tabungan tidak dapat begitu saja diterapkan pada seluruh jenis harta.

Apakah Zakat Mal Harus Dibayar Saat Ramadan?

Ramadan memang menjadi bulan yang banyak dipilih umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk menunaikan zakat. Namun, zakat mal tidak otomatis baru wajib ketika Ramadan tiba.

Jika kewajiban zakat telah jatuh tempo pada bulan lain, maka zakat sebaiknya ditunaikan pada saat kewajiban tersebut terpenuhi. Misalnya, apabila haul harta berakhir pada bulan Muharam dan seluruh syarat zakat telah terpenuhi, tidak perlu menunggu Ramadan berikutnya.

Hal ini berbeda dengan zakat fitrah yang waktu pelaksanaannya memang berkaitan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri.

Dengan demikian, Ramadan dapat menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak amal dan menunaikan zakat, tetapi bukan menjadi patokan utama kapan zakat mal wajib dibayarkan.

Contoh Menghitung Waktu Zakat Mal

Untuk memahami ketentuannya dengan lebih mudah, perhatikan contoh berikut.

Seseorang memiliki tabungan yang telah mencapai nisab pada 10 Safar. Setelah dipantau, tabungan tersebut tetap memenuhi ketentuan zakat selama satu tahun Hijriah.

Ketika memasuki 10 Safar tahun berikutnya, haul telah terpenuhi. Jika syarat zakat lainnya juga telah terpenuhi, maka zakat atas tabungan tersebut perlu dihitung dan ditunaikan.

Apabila kadar zakat yang digunakan adalah 2,5 persen dan harta yang menjadi dasar perhitungan berjumlah Rp200.000.000, maka:

2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000

Perhitungan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada jenis harta, komponen yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku.

Zakat Mal tidak Hanya Berupa Tabungan

Zakat mal memiliki cakupan yang cukup luas. Harta yang dapat menjadi objek zakat antara lain:

    • Emas, perak, dan logam mulia lainnya.
    • Uang dan surat berharga.
    • Harta perniagaan.
    • Hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
    • Peternakan dan perikanan.
    • Pertambangan.
    • Perindustrian.
    • Pendapatan dan jasa.
    • Rikaz atau harta temuan tertentu.

Setiap jenis harta memiliki ketentuan nisab, waktu pembayaran, serta metode perhitungan yang dapat berbeda.

Karena itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis harta yang dimiliki sebelum menentukan besaran zakat yang harus ditunaikan.

Bagaimana dengan Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan juga termasuk dalam cakupan zakat mal, tetapi memiliki ketentuan tersendiri.

Berbeda dengan tabungan yang umumnya dibahas menggunakan ketentuan nisab dan haul, zakat pendapatan dan jasa memiliki ketentuan yang berbeda. Dalam praktik pengelolaan zakat di Indonesia, pendapatan dan jasa termasuk kategori yang tidak menerapkan haul dengan cara yang sama seperti zakat tabungan.

Karena itu, seseorang yang memiliki penghasilan rutin sebaiknya tidak langsung menggunakan rumus zakat tabungan untuk menghitung kewajibannya.

Jika masih ragu, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami ketentuan fikih zakat agar perhitungan dilakukan sesuai dengan jenis harta dan ketentuan yang berlaku.

Berapa Besaran Zakat Mal?

Untuk beberapa jenis harta, kadar zakat yang umum digunakan adalah 2,5 persen. Salah satunya adalah zakat uang dan tabungan yang telah memenuhi syarat zakat.

Namun, tidak semua harta dapat langsung dihitung dengan mengalikan seluruh nilainya dengan 2,5 persen. Setiap kategori memiliki ketentuan tersendiri.

Misalnya, zakat hasil pertanian ditunaikan ketika panen, sedangkan zakat rikaz memiliki kadar yang berbeda. Begitu pula zakat perniagaan memiliki komponen perhitungan yang perlu diperhatikan.

Karena itu, memahami jenis harta menjadi langkah penting sebelum menentukan jumlah zakat.

Kapan Waktu yang Tepat Membayar Zakat Mal?

Setelah seluruh syarat zakat terpenuhi, waktu yang tepat untuk membayarnya adalah segera setelah kewajiban tersebut jatuh tempo.

Jangan menjadikan Ramadan sebagai satu-satunya patokan. Jika kewajiban zakat telah muncul pada bulan lain, zakat sebaiknya tidak sengaja ditunda tanpa alasan yang dibenarkan.

Agar lebih mudah mengingatnya, kita dapat mencatat tanggal ketika harta pertama kali mencapai nisab dan menggunakan kalender Hijriah untuk memantau haul.

Kebiasaan mengevaluasi harta secara berkala juga dapat membantu memastikan tidak ada kewajiban zakat yang terlewat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa hal yang sering membuat pembayaran zakat mal menjadi kurang tepat, di antaranya:

Pertama, menganggap semua zakat harus dibayar pada Ramadan. Padahal, waktu wajib zakat mal bergantung pada jenis harta dan terpenuhinya ketentuan zakat.

Kedua, tidak mengetahui nilai nisab. Nilai nisab yang menggunakan harga emas sebagai acuan dapat berubah.

Ketiga, lupa mencatat awal haul. Tanpa pencatatan, kita dapat kesulitan menentukan kapan kewajiban zakat mulai jatuh tempo.

Keempat, menyamakan semua jenis harta. Zakat tabungan, perdagangan, pertanian, penghasilan, dan harta lainnya memiliki ketentuan yang berbeda.

Kelima, menunda pembayaran setelah kewajiban telah terpenuhi. Setelah mengetahui bahwa zakat telah wajib ditunaikan, sebaiknya segera melaksanakannya.

Tips Agar Tidak Lupa Membayar Zakat

Menjaga keteraturan dalam membayar zakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Catat tanggal ketika harta mencapai nisab.
  2. Gunakan kalender Hijriah untuk memantau haul.
  3. Catat nilai atau saldo harta secara berkala.
  4. Pisahkan pencatatan zakat dari pengeluaran sehari-hari.
  5. Gunakan kalkulator zakat dari lembaga terpercaya untuk membantu perhitungan.
  6. Konsultasikan jenis harta yang memiliki perhitungan lebih kompleks kepada amil zakat atau ahli fikih.
  7. Segera tunaikan zakat setelah kewajibannya jatuh tempo.

BAZNAS hadir sebagai salah satu lembaga resmi yang dapat menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan zakat.

Tunaikan Zakat Tepat Waktu

Jadi, kapan zakat mal wajib ditunaikan? Jawabannya bergantung pada jenis harta dan terpenuhinya syarat zakat.

Untuk sebagian besar harta, zakat mal menjadi wajib setelah harta mencapai nisab dan memenuhi ketentuan haul. Namun, beberapa jenis harta memiliki ketentuan berbeda, seperti hasil pertanian yang zakatnya ditunaikan ketika panen.

Karena itu, kita tidak perlu menunggu Ramadan apabila kewajiban zakat mal telah jatuh tempo lebih dahulu. Yang terpenting adalah memastikan jenis harta, nisab, haul, dan ketentuan perhitungannya sesuai dengan syariat.

Dengan memahami kapan zakat mal wajib ditunaikan, kita dapat menjalankan kewajiban dengan lebih tertib dan tenang. Mari biasakan mencatat harta, memeriksa nisab dan haul, kemudian menunaikan zakat tepat pada waktunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian kepada sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Zakat Penghasilan: Nisab, Cara Hitung, dan Waktu Bayarnya

ZAKAT merupakan salah satu ibadah yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat. Melalui zakat, seorang Muslim menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT sekaligus berbagi sebagian rezeki dengan mereka yang berhak menerimanya.

Salah satu jenis zakat yang semakin relevan dalam kehidupan modern adalah zakat penghasilan. Kewajiban ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi, baik sebagai karyawan, pekerja lepas, maupun profesional yang mendapatkan penghasilan dari jasa.

Meski cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan seputar zakat penghasilan. Mulai dari berapa batas nisabnya, berapa kadar zakat yang harus dikeluarkan, kapan waktu pembayarannya, hingga pendapatan apa saja yang termasuk dalam perhitungannya.

BAZNAS menjelaskan bahwa zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat mal yang dikenakan atas pendapatan dari pekerjaan atau profesi yang halal. Pendapatan tersebut dapat berupa gaji, honorarium, upah, tunjangan, bonus, jasa profesi, maupun bentuk penghasilan halal lainnya.

Apa itu Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan atau profesi yang halal. Penghasilan tersebut tidak terbatas pada gaji bulanan seorang karyawan, tetapi juga dapat berupa honorarium, upah, tunjangan, bonus, jasa profesional, dan pendapatan halal lainnya.

Dokter, konsultan, pengacara, pegawai, karyawan, serta berbagai pekerja profesional dapat memiliki kewajiban zakat penghasilan apabila pendapatannya telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Zakat penghasilan juga sering disebut sebagai zakat profesi atau zakat pendapatan. Karena termasuk zakat mal, ketentuannya berbeda dengan zakat fitrah.

Zakat fitrah berkaitan dengan jiwa dan ditunaikan pada bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Sementara itu, zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan atau harta yang diperoleh dari pekerjaan dan profesi.

Dalam kehidupan saat ini, sumber pendapatan seseorang juga semakin beragam. Seorang karyawan, misalnya, dapat memperoleh gaji sekaligus tunjangan dan bonus. Seorang freelancer bisa mendapatkan penghasilan dari sejumlah klien, sedangkan seorang profesional memperoleh pendapatan berdasarkan jasa yang diberikan.

Karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali sumber pendapatan halal yang diperoleh, kemudian membandingkannya dengan nisab yang berlaku.

Syarat Wajib Zakat Penghasilan

Tidak setiap orang yang memiliki penghasilan otomatis wajib membayar zakat penghasilan. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah terpenuhinya nisab.

Penghasilan yang menjadi objek zakat juga harus berasal dari sumber yang halal. Zakat merupakan ibadah, sehingga pendapatan yang berasal dari aktivitas yang haram tidak dapat diperlakukan sebagai penghasilan halal yang kemudian cukup “dibersihkan” dengan zakat.

Berdasarkan ketentuan BAZNAS tahun 2026, nisab zakat pendapatan dan jasa ditetapkan sebesar 85 gram emas. Nilai tersebut setara dengan Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan apabila menggunakan pendekatan pembayaran bulanan.

Perlu diperhatikan bahwa nilai nisab dalam rupiah dapat berubah dari waktu ke waktu mengikuti nilai emas. Karena itu, masyarakat sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru sebelum menghitung kewajiban zakat.

Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap, seperti pekerja lepas atau profesional yang pendapatannya berubah setiap bulan, penghasilan dapat dihitung dalam periode satu tahun untuk melihat apakah telah mencapai nisab sesuai ketentuan yang berlaku.

Berapa Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026?

Nisab merupakan batas minimum yang menjadi salah satu syarat wajib zakat. Untuk zakat pendapatan dan jasa tahun 2026, BAZNAS menetapkan nisab sebesar 85 gram emas, dengan nilai:

  • Rp91.681.728 per tahun
  • Rp7.640.144 per bulan

Penetapan tersebut tercantum dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026.

Sebagai contoh, seseorang memperoleh penghasilan tetap sebesar Rp10 juta setiap bulan. Jumlah tersebut telah berada di atas nisab bulanan sebesar Rp7.640.144. Apabila memenuhi ketentuan lainnya, penghasilan tersebut dikenakan zakat sebesar 2,5 persen.

Sementara itu, seseorang yang memperoleh Rp5 juta per bulan belum mencapai nisab bulanan tersebut. Artinya, berdasarkan pendekatan nisab bulanan, ia tidak otomatis memiliki kewajiban zakat penghasilan. Meski demikian, tetap menyisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan.

Untuk penghasilan yang tidak tetap, perhitungan dapat dilakukan dengan melihat akumulasi pendapatan dalam satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Setelah mengetahui nisab, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah zakat yang harus ditunaikan.

Kadar zakat penghasilan yang digunakan BAZNAS adalah 2,5 persen dari jumlah penghasilan yang menjadi dasar perhitungan.

Rumus sederhananya:

Zakat = Penghasilan × 2,5%

Sebagai contoh, seseorang memperoleh penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab. Maka zakat yang perlu ditunaikan adalah:

Rp10.000.000 × 2,5% = Rp250.000

Dengan demikian, zakat penghasilan yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp250.000. Jika pendapatan dan pembayaran tersebut konsisten selama satu tahun, total zakat yang ditunaikan mencapai Rp3.000.000.

Contoh lainnya, seorang profesional memperoleh penghasilan Rp20.000.000 per bulan. Dengan asumsi seluruh pendapatan tersebut menjadi dasar perhitungan dan telah memenuhi nisab, zakatnya adalah:

Rp20.000.000 × 2,5% = Rp500.000 per bulan.

Untuk pekerja dengan penghasilan yang tidak tetap, pencatatan pendapatan menjadi penting. Dengan mencatat setiap pemasukan, seseorang dapat mengetahui jumlah penghasilan dalam periode tertentu dan menentukan apakah telah memenuhi nisab sesuai ketentuan.

Contoh Zakat Penghasilan untuk Karyawan dan Profesional

Bagi karyawan yang menerima gaji Rp8.000.000 per bulan, jumlah tersebut berada di atas nisab bulanan BAZNAS tahun 2026 sebesar Rp7.640.144.

Jika seluruh penghasilan tersebut menjadi dasar zakat, maka perhitungannya:

Rp8.000.000 × 2,5% = Rp200.000

Artinya, zakat penghasilan yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp200.000.

Contoh lainnya, seorang karyawan menerima gaji Rp15.000.000 setiap bulan. Maka zakatnya:

Rp15.000.000 × 2,5% = Rp375.000 per bulan.

Sementara itu, bagi dokter, konsultan, pengacara, desainer, programmer, fotografer, freelancer, atau pekerja profesional lainnya, perhitungan membutuhkan pencatatan pendapatan yang lebih teratur karena penghasilan dapat berasal dari banyak sumber dan jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Misalnya, seorang freelancer memperoleh Rp5 juta pada Januari, Rp12 juta pada Februari, dan Rp8 juta pada Maret. Pendapatan yang berubah-ubah tersebut perlu dicatat secara konsisten agar dapat dihitung dan dievaluasi berdasarkan ketentuan nisab yang berlaku.

Bagi pemilik usaha, perhitungan zakat juga dapat memiliki ketentuan tersendiri. Pendapatan pribadi perlu dibedakan dengan kewajiban zakat atas harta atau aktivitas usaha. Jika terdapat kondisi yang lebih kompleks, berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami fikih zakat dapat membantu memastikan perhitungannya.

Kapan Zakat Penghasilan Dibayarkan?

Zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan ketika pendapatan telah mencapai nisab bulanan. Cara ini cukup praktis karena zakat dapat langsung disisihkan ketika menerima penghasilan.

Misalnya, seseorang menerima gaji Rp12 juta dan telah memenuhi ketentuan nisab. Zakat yang dapat ditunaikan adalah:

Rp12.000.000 × 2,5% = Rp300.000

Dengan membayar secara rutin setiap bulan, kewajiban zakat menjadi lebih mudah dikelola dan tidak menumpuk hingga akhir tahun.

Sementara itu, bagi orang yang memiliki penghasilan tidak tetap, perhitungan berdasarkan pendapatan selama satu tahun dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi penghasilannya.

Apa pun pendekatan yang digunakan, pencatatan tetap penting. Catat pendapatan, jumlah zakat yang telah dibayarkan, serta ketentuan nisab yang digunakan agar pembayaran zakat dapat dilakukan secara tertib.

Niat dan Cara Membayar Zakat Penghasilan

Seperti ibadah lainnya, zakat juga perlu disertai niat karena Allah SWT.

Salah satu contoh niat zakat mal yang dicantumkan BAZNAS adalah: “Nawaitu an ukhrija zakatadz maali fardhan lillahi ta'ala.”

Artinya, “Saya berniat mengeluarkan zakat mal dari diri sendiri sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.”

Setelah menentukan jumlah zakat, masyarakat dapat menunaikannya melalui lembaga amil zakat resmi dan terpercaya. Pembayaran melalui lembaga zakat membantu agar dana yang dihimpun dapat dikelola serta disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai ketentuan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat BAZNAS untuk membantu menghitung kewajiban zakat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Jangan lupa menyimpan bukti pembayaran. Selain sebagai dokumentasi, bukti tersebut dapat membantu mencatat pembayaran zakat secara rutin dan memudahkan evaluasi pada akhir tahun.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Zakat

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perhitungan zakat penghasilan tidak keliru.

1. Menggunakan nisab yang sudah tidak berlaku.

Nilai nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti nilai emas. Karena itu, jangan langsung menggunakan angka dari tahun sebelumnya tanpa memeriksa ketentuan terbaru.

2. Langsung menghitung 2,5 persen tanpa memeriksa nisab.

Kadar zakat memang 2,5 persen, tetapi terlebih dahulu perlu dilihat apakah penghasilan telah memenuhi nisab sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Hanya menghitung gaji pokok.

Pendapatan halal dapat mencakup berbagai bentuk, seperti honorarium, tunjangan, bonus, upah, maupun jasa profesional sesuai ketentuan yang digunakan.

4. Menyamakan zakat penghasilan dengan zakat fitrah.

Keduanya merupakan jenis zakat yang berbeda. Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan, sedangkan zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan yang memenuhi ketentuan zakat mal.

5. Hanya mengandalkan informasi yang tidak diperbarui.

Ketentuan zakat, terutama nilai nisab dalam rupiah, dapat berubah. Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan informasi terbaru dari BAZNAS atau berkonsultasi dengan amil zakat apabila memiliki kondisi penghasilan yang lebih kompleks.

Tunaikan Zakat, Tumbuhkan Kebermanfaatan

Memahami zakat penghasilan bukan hanya soal mengetahui angka 2,5 persen. Lebih dari itu, zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa ketentuan terbaru sebelum membayar zakat karena nilai nisab dalam rupiah dapat berubah.

Dengan memahami nisab, kadar, waktu pembayaran, serta cara menghitungnya, semoga kita dapat menunaikan zakat dengan lebih tertib dan tepat. Sebab, sebagian rezeki yang kita keluarkan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga dapat menjadi jalan hadirnya manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, insyaallah menjadi keberkahan bagi harta dan kebermanfaatan bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Rabiul Awal: Momentum Meneladani Rasulullah SAW

BULAN Rabiul Awal memiliki tempat istimewa bagi umat Islam karena berkaitan erat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini dikenal sebagai bulan Maulid, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah, memperbanyak selawat, mempelajari sirah, dan meneladani akhlak beliau.

Rabiul Awal memang tidak termasuk empat bulan haram yang memiliki keutamaan khusus dalam syariat. Karena itu, tidak ada ketentuan sahih yang menetapkan pahala tertentu hanya karena seseorang melakukan ibadah pada bulan Rabiul Awal.

Namun, bulan ini tetap dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Nilai kebaikan tersebut berasal dari amal yang dilakukan, keikhlasan niat, serta kesesuaiannya dengan tuntunan agama.

Rabiul Awal dan Kehidupan Rasulullah SAW

Rabiul Awal dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Riwayat yang populer menyebutkan Rasulullah lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengenal kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW. Mengenang beliau tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah kelahirannya, tetapi juga dengan berusaha menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 bahwa Rasulullah SAW merupakan uswah hasanah atau teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kehidupan akhirat.

Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya tercermin dalam perilaku, seperti menjaga kejujuran, menepati amanah, menyayangi sesama, menghormati orang tua, serta menjaga lisan dan akhlak.

Memperbanyak Selawat sebagai Bentuk Kecintaan

Salah satu amalan yang dapat diperbanyak pada Rabiul Awal adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.

Selawat menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah. Namun, kecintaan tersebut hendaknya tidak berhenti pada ucapan. Semakin mengenal kehidupan Nabi, semakin besar pula dorongan untuk mengikuti ajaran dan akhlak beliau.

Selain berselawat, umat Islam dapat mengisi Rabiul Awal dengan membaca sirah Nabi, mempelajari hadis, mengikuti kajian, atau mengenalkan kisah Rasulullah kepada keluarga dan anak-anak.

Dengan begitu, momentum Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat pemahaman dan keteladanan terhadap Rasulullah SAW.

Mengisi Rabiul Awal dengan Amal Saleh

Di Indonesia, Rabiul Awal sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, pembacaan Al-Qur'an, selawat, kajian sirah, hingga kegiatan sosial.

Peringatan Maulid Nabi sendiri memiliki perbedaan pandangan di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkannya sebagai bentuk tradisi yang diisi dengan kegiatan baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Sementara sebagian lainnya tidak menjadikannya sebagai ibadah khusus yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan ilmu dan saling menghormati. Yang terpenting, setiap kegiatan tetap menjaga tauhid serta tidak mengandung kemaksiatan atau hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Karena itu, Rabiul Awal dapat diisi dengan berbagai amal yang memang dianjurkan dalam Islam, di antaranya:

1. Memperbanyak selawat

Selawat dapat menjadi sarana untuk mengingat dan mencintai Rasulullah SAW sekaligus mendorong kita untuk mengikuti sunnah beliau.

2. Mempelajari sirah Nabi

Membaca sejarah kehidupan Rasulullah membantu kita memahami perjuangan, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan keteguhan beliau dalam menyampaikan risalah Islam.

3. Bersedekah dan membantu sesama

Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari kemampuan masing-masing.

4. Memperbaiki akhlak

Mengenang Rasulullah seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki perilaku. Mulai dari berkata jujur, menepati janji, menghormati orang lain, menjaga lisan, hingga memperkuat kepedulian kepada sesama.

5. Meningkatkan ibadah

Kecintaan kepada Rasulullah juga dapat diwujudkan dengan semakin menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, dan menjalankan kewajiban lainnya.

Adakah Pahala Khusus di Bulan Rabiul Awal?

Hal ini penting untuk dipahami agar kita tidak salah dalam menyampaikan keutamaan Rabiul Awal.

Tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan jumlah pahala tertentu untuk setiap amal yang dilakukan hanya karena berada di bulan Rabiul Awal. Karena itu, kita perlu membedakan antara pahala suatu amal berdasarkan dalil umum dengan keutamaan khusus suatu waktu yang ditetapkan berdasarkan dalil tertentu.

Selawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, menuntut ilmu, dan membantu sesama merupakan amal yang memiliki dasar dalam Islam. Namun, tidak tepat jika menetapkan jumlah atau bentuk pahala tertentu untuk amal tersebut hanya karena dilakukan pada Rabiul Awal tanpa dalil yang sahih.

Kehati-hatian dalam menyampaikan informasi agama juga penting. Jangan sampai semangat memuliakan Rasulullah justru membuat kita menyebarkan riwayat atau janji pahala yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Menjadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Perubahan

Rabiul Awal sebaiknya tidak berhenti sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, bulan ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana kita telah mengikuti teladan beliau.

Sudahkah kita menjaga kejujuran? Sudahkah kita menepati amanah? Sudahkah kita memperlakukan keluarga dan tetangga dengan baik? Sudahkah kita peduli kepada mereka yang membutuhkan?

Pertanyaan tersebut penting karena kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perilaku.

Mengenal kehidupan Nabi seharusnya membuat kita semakin terdorong untuk memperbaiki diri. Selawat yang kita ucapkan dapat menjadi pengingat untuk mengikuti sunnah, sementara kisah perjuangan beliau dapat menjadi inspirasi untuk tetap sabar, amanah, dan peduli kepada sesama.

Pada akhirnya, Rabiul Awal merupakan momentum yang baik untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan sebagai seorang Muslim.

Mari mengisi bulan ini dengan amal saleh yang memiliki landasan, mulai dari memperbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, membaca Al-Qur'an, bersedekah, hingga memperbaiki akhlak.

Semoga Rabiul Awal tidak hanya menjadi waktu untuk mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi awal bagi kita untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan lebih sungguh-sungguh meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

24/08/2026 | Kontributor: MBL-01
Amal Sholeh dalam Kehidupan Sehari-hari, Kebaikan Kecil Bernilai

MENJADI seorang Muslim tidak hanya tentang menjaga keimanan dalam hati, tetapi juga bagaimana keimanan tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuknya adalah melalui amal sholeh, yaitu berbagai perbuatan baik yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan sesuai dengan ajaran Islam.

Amal sholeh tidak selalu harus berupa ibadah yang besar. Bersedekah, membantu orang lain, berkata jujur, berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, hingga menjaga kebersihan juga dapat menjadi amal sholeh ketika dilakukan dengan niat yang baik.

Karena itu, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berbuat baik setiap hari, kapan pun dan di mana pun.

Apa Itu Amal Sholeh?

Secara sederhana, amal berarti perbuatan atau pekerjaan, sedangkan sholeh berarti baik dan sesuai dengan kebenaran. Amal sholeh dapat dipahami sebagai perbuatan baik yang dilakukan berdasarkan keimanan serta tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. Al-Buruj: 11)

Ayat tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara iman dan amal kebajikan. Keimanan tidak hanya diyakini, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan yang membawa kebaikan.

Mengapa Amal Sholeh Penting bagi Seorang Muslim?

Amal sholeh merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Melalui ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berpuasa, dan bersedekah, seorang Muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meningkatkan ketakwaan.

Setiap kebaikan juga memiliki nilai di sisi Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim tidak perlu menunggu memiliki banyak harta atau kesempatan besar untuk berbuat baik. Kebaikan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki arti.

Lebih dari itu, amal sholeh menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. Allah SWT mengingatkan dalam QS. Al-Kahfi ayat 46 bahwa harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang kekal lebih baik pahalanya di sisi-Nya.

Amal sholeh juga membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang terbiasa membantu, berbagi, menjaga lisan, dan beribadah dengan ikhlas, kebaikan tersebut dapat membentuk pribadi yang lebih peduli dan membuat kehidupan terasa lebih bermakna.

Amal Sholeh Tidak Harus Menunggu Kaya

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa berbuat baik tidak selalu membutuhkan kemampuan materi. Banyak amal sholeh yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya.

Membantu orang yang sedang kesulitan, memberikan senyum, berkata baik, menjaga amanah, menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan, mengajarkan ilmu, atau mendoakan orang lain merupakan contoh kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula dengan bersedekah. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan dan tidak harus menunggu memiliki kelebihan harta. Dengan keikhlasan dan niat yang benar, berbagi sebagian rezeki dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus amal kebaikan.

Membiasakan Amal Sholeh dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbuat baik akan terasa lebih ringan apabila dilakukan secara konsisten. Tidak perlu langsung menetapkan target yang besar. Mulailah dari kebiasaan sederhana yang mampu dilakukan setiap hari.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Menjaga salat dan membaca Al-Qur'an.
  • Berbakti kepada kedua orang tua.
  • Bersedekah sesuai kemampuan.
  • Membantu orang yang membutuhkan.
  • Berkata jujur dan menjaga amanah.
  • Menjaga silaturahmi.
  • Menuntut ilmu dan mengamalkannya.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Memberikan perkataan yang baik kepada orang lain.
  • Mendoakan kebaikan untuk sesama.

Yang terpenting bukan hanya seberapa besar amal yang dilakukan, tetapi bagaimana niat dan konsistensi dalam menjalaninya.

Mulai dari Kebaikan yang Bisa Dilakukan Hari Ini

Membiasakan amal sholeh membutuhkan niat, keikhlasan, dan kesungguhan. Jangan merasa bahwa kebaikan harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.

Setiap hari selalu ada kesempatan untuk berbuat baik. Ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan, membantu semampunya. Ketika memiliki rezeki lebih, berbagi. Ketika memiliki ilmu, mengajarkannya. Bahkan ketika tidak mampu melakukan banyak hal, mendoakan kebaikan bagi orang lain pun dapat menjadi bentuk kepedulian.

Amal sholeh pada akhirnya bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga tentang bagaimana seorang Muslim menghadirkan kebaikan dalam kehidupannya dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Karena itu, jangan menunggu memiliki kesempatan besar untuk berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana yang bisa dilakukan hari ini, lakukan dengan ikhlas, dan terus jaga konsistensinya. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT serta membawa manfaat bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

20/08/2026 | Kontributor: MBL-01

Artikel Terbaru

Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
BANYAK orang memandang zakat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Padahal, makna zakat jauh melampaui ibadah personal. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, terdapat peran besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan saling menguatkan. Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Ketika dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan. Zakat, Pilar Kepedulian dan Keadilan Sosial Dalam Islam, zakat memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai upaya pemerataan kesejahteraan. Sebagian harta yang dimiliki seorang muslim bukan sepenuhnya menjadi miliknya, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya, terutama bagi delapan golongan penerima zakat (asnaf). Tidak heran jika Al-Qur'an berulang kali menyandingkan perintah zakat dengan salat. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan spiritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Ketika zakat dihimpun dan didistribusikan secara profesional, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu penerima, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap berkurangnya kesenjangan sosial dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara luas. Membantu Mustahik Bangkit Menuju Kemandirian Dampak zakat paling nyata terlihat dalam kehidupan para mustahik. Bantuan yang diterima mampu meringankan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif semata. Melalui program-program pemberdayaan, dana zakat juga menjadi modal bagi para mustahik untuk membangun masa depan yang lebih baik. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga pendampingan ekonomi membuka peluang bagi mustahik untuk mandiri. Harapannya, mereka tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu meningkatkan taraf hidup hingga suatu saat menjadi muzaki yang ikut berbagi kepada orang lain. Transformasi inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pengelolaan zakat, yaitu mengubah penerima manfaat menjadi pribadi yang lebih berdaya dan produktif. Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat Ketika semakin banyak masyarakat menunaikan zakat, manfaatnya akan dirasakan secara lebih luas. Dana zakat yang disalurkan untuk pendidikan membantu lebih banyak anak melanjutkan sekolah. Program pemberdayaan ekonomi melahirkan usaha-usaha kecil yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Bantuan kesehatan membantu keluarga kurang mampu memperoleh layanan yang layak. Semua itu berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan sejahtera. Di sisi lain, zakat juga mempererat rasa persaudaraan. Kepercayaan antara muzaki dan mustahik tumbuh melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. Dari sinilah lahir semangat gotong royong dan kepedulian yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis. Cara Menjadi Bagian dari Perubahan Berpartisipasi dalam menciptakan dampak sosial melalui zakat tidaklah sulit. Setelah harta atau penghasilan mencapai nisab dan memenuhi syarat wajib zakat, tunaikanlah zakat melalui lembaga amil zakat resmi yang memiliki sistem pengelolaan profesional dan akuntabel. Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memastikan dana yang dititipkan dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program yang terukur, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah. Lebih dari itu, konsistensi dalam menunaikan zakat akan menghadirkan manfaat yang terus berkelanjutan. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan saling menguatkan. Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap tahun. Zakat adalah investasi sosial yang menghadirkan manfaat bagi banyak orang sekaligus menjadi jalan meraih keberkahan hidup. Melalui zakat, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata, membantu sesama bangkit dari keterbatasan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Zakat Anda, Harapan Baru bagi Sesama yang Membutuhkan
Zakat Anda, Harapan Baru bagi Sesama yang Membutuhkan
ZAKAT bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap kali harta telah memenuhi syarat. Di balik setiap zakat yang dikeluarkan, ada harapan yang tumbuh bagi mereka yang tengah menghadapi berbagai keterbatasan hidup. Bagi sebagian orang, zakat mungkin hanya sejumlah angka yang dipotong dari penghasilan. Namun bagi mustahik, zakat bisa menjadi jalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melanjutkan pendidikan, hingga memulai kehidupan yang lebih baik. Melalui zakat, Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga memiliki hak yang harus disampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT, tetapi juga ikut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Zakat, Kewajiban yang Sarat Makna Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki kedudukan yang sangat penting. Kewajiban ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT memerintahkan setiap muslim yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan-Nya. Lebih dari itu, zakat menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan. Harta yang ditunaikan akan disalurkan kepada delapan golongan mustahik sesuai ketentuan syariat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Zakat Menghadirkan Harapan bagi Mustahik Dana zakat yang dikelola secara amanah mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari keluarga prasejahtera yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, anak-anak dhuafa yang membutuhkan dukungan pendidikan, hingga masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana atau musibah. Melalui berbagai program pemberdayaan, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang agar mustahik dapat hidup lebih mandiri. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga layanan kesehatan menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat yang memberikan dampak berkelanjutan. Dampak Kecil yang Menghasilkan Perubahan Besar Besar kecilnya nominal zakat yang ditunaikan mungkin terasa sederhana bagi seorang muzaki. Namun ketika dihimpun bersama zakat dari banyak orang dan dikelola secara profesional, manfaatnya menjadi sangat luas. Dana zakat dapat membantu membiayai pendidikan anak-anak dhuafa, mendukung pelaku usaha kecil agar lebih mandiri, menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, hingga menghadirkan berbagai program sosial dan kemanusiaan di seluruh Indonesia. Inilah bukti bahwa zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan sosial secara nyata. Menunaikan Zakat Kini Semakin Mudah Perkembangan teknologi membuat proses pembayaran zakat menjadi semakin praktis. Melalui layanan digital BAZNAS, masyarakat dapat menghitung besaran zakat, memilih jenis zakat yang ingin ditunaikan, hingga melakukan pembayaran secara aman melalui berbagai metode, seperti transfer bank, dompet digital, maupun QRIS. Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menunaikan zakat tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan. Jadikan Zakat sebagai Jalan Kebaikan Setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya menyempurnakan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan harapan bagi sesama. Di balik setiap rupiah yang disalurkan, ada keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, anak-anak yang bisa terus mengenyam pendidikan, serta masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih baik. Saatnya tunaikan zakat melalui BAZNAS agar amanah yang dititipkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerima. Dengan zakat, kita tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga ikut membangun masa depan yang lebih baik bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Bulan Safar Jadi Momentum Berbagi: Raih Keberkahan Menebar Kebaikan
Bulan Safar Jadi Momentum Berbagi: Raih Keberkahan Menebar Kebaikan
MASIH ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos, seperti datangnya kesialan atau musibah. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk bulan Safar. Sebaliknya, bulan Safar dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan berbagi kepada sesama. Berbagi tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Memahami Bulan Safar dalam Perspektif Islam Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa nasib buruk. Namun, Islam datang untuk meluruskan anggapan tersebut. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh mempercayai tahayul atau mengaitkan suatu waktu dengan kesialan. Semua yang terjadi berada dalam ketetapan Allah SWT. Karena itu, bulan Safar hendaknya diisi dengan berbagai amal kebaikan, seperti bersedekah, membantu sesama, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah. Berbagi sebagai Wujud Ketaatan kepada Allah SWT Berbagi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan berlaku sepanjang waktu, termasuk pada bulan Safar. Dengan memperbanyak sedekah dan membantu sesama, seorang Muslim menunjukkan keyakinannya bahwa keberkahan hidup datang dari Allah SWT, bukan dipengaruhi oleh mitos tentang waktu atau bulan tertentu. Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh balasan yang berlipat ganda. Menghapus Mitos dengan Menebarkan Kebaikan Salah satu hikmah berbagi di bulan Safar adalah memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang menentukan segala sesuatu. Ketika seseorang tetap bersedekah, menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan pada bulan Safar, ia sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak mempercayai mitos kesialan yang berkembang di masyarakat. Semangat berbagi menjadi bukti bahwa seorang Muslim lebih memilih memperkuat tauhid melalui amal saleh daripada mempercayai keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Berbagi kepada Mereka yang Membutuhkan Islam sangat menganjurkan umatnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama fakir miskin. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan, sembako, pakaian, hingga dukungan kebutuhan sehari-hari. Selain memberikan manfaat bagi penerima, berbagi juga menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Menyantuni Anak Yatim Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi mereka. Momentum bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk memberikan santunan berupa kebutuhan sekolah, makanan, bantuan pendidikan, maupun kebutuhan lainnya. Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk amal yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan mereka. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Berbagi tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, ilmu, perhatian, maupun doa kepada sesama juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai ibadah. Sikap saling membantu akan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, sehingga saling menolong merupakan bagian dari ajaran Islam. Sedekah Membawa Keberkahan Rezeki Sebagian orang masih khawatir hartanya akan berkurang karena bersedekah. Padahal, Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT akan memberikan balasan berupa keberkahan, ketenangan hidup, kemudahan rezeki, maupun nikmat lainnya yang tidak selalu diukur dari bertambahnya jumlah harta. Menumbuhkan Rasa Syukur Berbagi juga mengajarkan seseorang untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Ketika melihat masih banyak saudara yang hidup dalam keterbatasan, seseorang akan semakin menyadari besarnya karunia yang dimilikinya. Rasa syukur inilah yang menjadi salah satu jalan datangnya tambahan nikmat dari Allah SWT. Bentuk Kebaikan yang Dapat Dilakukan di Bulan Safar Ada banyak cara untuk mengisi bulan Safar dengan amal saleh, di antaranya: Bersedekah kepada fakir miskin. Menyantuni anak yatim. Berbagi makanan kepada tetangga atau masyarakat yang membutuhkan. Membantu biaya pendidikan santri maupun pelajar. Berdonasi untuk pembangunan masjid. Mewakafkan Al-Qur'an. Membantu korban bencana. Menyalurkan paket sembako. Membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Memberikan bantuan kepada orang sakit atau lanjut usia. Seluruh amalan tersebut akan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Adab Berbagi dalam Islam Agar sedekah dan bantuan yang diberikan semakin bernilai di sisi Allah SWT, seorang Muslim hendaknya memperhatikan beberapa adab, di antaranya: Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Tidak mengungkit pemberian. Menjaga perasaan penerima bantuan. Memberikan harta yang halal dan baik. Bersikap ramah serta santun kepada penerima. Menjauhi sikap riya atau pamer. Bersyukur karena masih diberi kemampuan untuk membantu orang lain. Dengan menjaga adab tersebut, amal berbagi menjadi lebih sempurna dan membawa keberkahan bagi pemberi maupun penerima. Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Manfaat Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Tidak ada keutamaan khusus berbagi yang hanya berlaku pada bulan Safar, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama merupakan langkah yang baik. Dari isi bulan Safar dengan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, mendukung program kemanusiaan, serta menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan berbagi melalui BAZNAS, Anda turut menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan sekaligus meraih keberkahan dan pahala yang terus mengalir dari Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Sedekah di Bulan Safar: Cara Berbagi Lebih Bermakna dan Penuh Berkah
Sedekah di Bulan Safar: Cara Berbagi Lebih Bermakna dan Penuh Berkah
BERSEDEKAH merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sedekah juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama. Ibadah ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Safar, karena tidak ada larangan maupun anggapan khusus dalam syariat yang membatasi seseorang untuk berbuat baik pada bulan tersebut. Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos tentang kesialan. Padahal, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, bulan Safar justru dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah. Dengan memahami cara bersedekah yang tepat, setiap bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan. Bulan Safar Bukan Bulan Kesialan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab percaya bahwa bulan ini membawa kesialan dan musibah. Namun, Islam datang untuk meluruskan anggapan tersebut. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Seorang Muslim diajarkan untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT, bukan kepada waktu, tempat, maupun benda tertentu. Karena itu, bulan Safar memiliki kedudukan yang sama dengan bulan-bulan lainnya, yaitu sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal kebaikan. Mengapa Bersedekah di Bulan Safar Tetap Dianjurkan? Islam mendorong umatnya untuk bersedekah sepanjang waktu. Tidak ada dalil yang melarang sedekah pada bulan Safar. Justru, memperbanyak amal baik pada bulan ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran tauhid. Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda, tanpa dibatasi oleh waktu atau bulan tertentu. Cara Bersedekah agar Tepat Sasaran Sedekah bukan hanya tentang seberapa besar nilai yang diberikan, tetapi juga bagaimana bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan. 1. Awali dengan Niat yang Ikhlas Setiap amal bergantung pada niatnya. Bersedekahlah semata-mata karena mengharap rida Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Keikhlasan akan menjadikan sedekah lebih bernilai sekaligus menjaga hati dari sifat riya. 2. Prioritaskan Mereka yang Paling Membutuhkan Agar manfaat sedekah lebih optimal, utamakan penerima yang benar-benar membutuhkan, seperti: Fakir dan miskin. Anak yatim. Janda yang mengalami kesulitan ekonomi. Lansia yang hidup sebatang kara. Penyandang disabilitas. Korban bencana. Santri atau pelajar yang membutuhkan bantuan pendidikan. Dengan penyaluran yang tepat, sedekah dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan penerima. 3. Pastikan Harta Berasal dari Sumber yang Halal Islam mengajarkan bahwa sedekah hendaknya berasal dari harta yang diperoleh dengan cara yang halal. Harta yang baik akan menghadirkan keberkahan, baik bagi pemberi maupun penerima. 4. Dahulukan Keluarga yang Membutuhkan Apabila terdapat kerabat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, membantu mereka menjadi salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan. Selain meringankan beban keluarga, hal ini juga mempererat tali silaturahmi. 5. Bersedekah Sesuai Kemampuan Sedekah tidak harus bernilai besar. Allah SWT tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Berbagi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti uang, makanan, pakaian, tenaga, ilmu, maupun waktu. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah. Pilihan Sedekah yang Bisa Dilakukan di Bulan Safar Ada banyak cara untuk menebarkan kebaikan selama bulan Safar, di antaranya: Berbagi makanan kepada fakir miskin, tetangga, santri, atau musafir. Menyantuni anak yatim melalui bantuan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari. Berpartisipasi dalam pembangunan atau renovasi masjid. Mewakafkan Al-Qur'an ke masjid, musala, atau lembaga pendidikan Islam. Membantu korban bencana melalui bantuan logistik maupun dana kemanusiaan. Seluruh bentuk bantuan tersebut dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat yang tulus. Hindari Hal-Hal yang Dapat Mengurangi Nilai Sedekah Agar sedekah semakin sempurna, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, antara lain: Bersedekah karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Mengungkit bantuan yang telah diberikan. Memberikan barang yang sudah tidak layak pakai. Bersikap kasar atau merendahkan penerima bantuan. Islam mengajarkan bahwa sedekah hendaknya diberikan dengan penuh penghormatan dan menjaga martabat orang yang menerimanya. Hikmah Bersedekah di Bulan Safar Membiasakan diri untuk bersedekah pada bulan Safar akan menghadirkan banyak manfaat, di antaranya: Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT. Memperkuat kepedulian sosial. Meluruskan pemahaman bahwa bulan Safar bukan bulan kesialan. Meringankan beban saudara yang membutuhkan. Mempererat ukhuwah Islamiyah. Mendatangkan ketenangan hati. Membuka pintu rezeki yang penuh keberkahan. Menjadi bekal amal untuk kehidupan akhirat. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semua hikmah tersebut dapat dirasakan apabila sedekah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tuntunan syariat. Agar Sedekah Memberikan Manfaat yang Lebih Luas Supaya sedekah yang ditunaikan semakin tepat sasaran, ada beberapa hal yang dapat dilakukan: Pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Salurkan melalui lembaga zakat yang amanah apabila tidak dapat menyalurkannya secara langsung. Prioritaskan kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Jadikan sedekah sebagai kebiasaan, meskipun jumlahnya tidak besar. Jaga kerahasiaan sedekah agar terhindar dari riya. Sertai sedekah dengan doa agar penerima memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam hidupnya. Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Kebaikan Bulan Safar bukanlah bulan yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah bersedekah kepada sesama dengan cara yang tepat dan penuh keikhlasan. Mari manfaatkan bulan Safar untuk memperbanyak sedekah, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan menyalurkan sedekah melalui BAZNAS, Anda turut mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah, sehingga setiap kebaikan yang ditunaikan dapat menjadi jalan menuju keberkahan hidup dan bekal terbaik di akhirat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini Keutamaan Sedekah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat
Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini Keutamaan Sedekah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain menjadi wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sedekah juga mencerminkan kepedulian terhadap sesama sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Safar. Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos tentang kesialan. Padahal, Islam telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Semua waktu adalah ciptaan Allah SWT yang dapat diisi dengan amal saleh dan berbagai kebaikan. Karena itu, bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Amalan ini bukan dilakukan karena keyakinan untuk menolak kesialan, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang diharapkan membawa keberkahan, pahala, serta manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Memahami Bulan Safar dalam Pandangan Islam Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa bulan ini identik dengan musibah dan kesialan sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting. Namun, Rasulullah SAW meluruskan keyakinan tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, beliau bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. Hadis ini menjadi penegasan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena waktu atau bulan tertentu. Dengan demikian, bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan lainnya, yaitu sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, dan menebarkan manfaat kepada sesama. Sedekah Dianjurkan Sepanjang Waktu Islam mendorong umatnya untuk gemar bersedekah tanpa dibatasi waktu tertentu. Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh pahala yang besar, termasuk ketika dilakukan pada bulan Safar. Manfaat Sedekah bagi Kehidupan Dunia 1. Membawa Keberkahan Rezeki Banyak orang khawatir bahwa sedekah akan mengurangi harta yang dimiliki. Padahal, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi kekayaan seseorang. Sebaliknya, Allah SWT akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik, baik berupa harta, kesehatan, kemudahan, maupun keberkahan dalam kehidupan. 2. Menyucikan Harta dan Hati Sedekah menjadi salah satu cara untuk membersihkan harta sekaligus melatih diri agar terhindar dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Dengan berbagi kepada sesama, seorang Muslim menyadari bahwa setiap rezeki yang dimiliki merupakan titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain. 3. Memperkuat Kepedulian Sosial Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama. Bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun kaum dhuafa menjadi bentuk nyata kepedulian yang dapat memperkuat rasa persaudaraan dalam masyarakat. 4. Memberikan Ketenangan Hati Orang yang gemar berbagi umumnya memiliki hati yang lebih lapang. Mereka tidak mudah merasa takut kehilangan harta karena yakin bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT dan akan diganti dengan kebaikan yang lebih besar. Ketenangan batin inilah yang menjadi salah satu nikmat paling berharga dalam kehidupan. 5. Menjadi Sebab Datangnya Perlindungan Allah SWT Dalam berbagai hadis dijelaskan bahwa sedekah dapat menjadi salah satu sebab datangnya pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Namun, perlu dipahami bahwa sedekah bukan dilakukan karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Sedekah merupakan amal saleh yang dianjurkan sepanjang waktu dan dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk memperoleh rahmat serta perlindungan dari Allah SWT. Manfaat Sedekah sebagai Bekal Akhirat 1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Setiap sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan dicatat sebagai amal kebaikan. Bahkan, sedekah jariyah akan terus mengalirkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain. 2. Mendapat Naungan di Hari Kiamat Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu golongan yang memperoleh naungan Allah SWT pada Hari Kiamat adalah mereka yang bersedekah secara ikhlas hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan sedekah di sisi Allah SWT. 3. Menjadi Sebab Diampuninya Dosa Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Meski demikian, penghapusan dosa ini berkaitan dengan dosa kepada Allah SWT, sedangkan kesalahan terhadap sesama manusia tetap harus diselesaikan dengan meminta maaf dan mengembalikan hak yang bersangkutan. 4. Menjadi Bekal Menuju Surga Sedekah merupakan investasi amal yang nilainya tidak akan pernah hilang. Allah SWT menjanjikan balasan terbaik bagi hamba-hamba yang gemar berinfak dan berbagi kepada sesama dengan penuh keikhlasan. Bentuk Sedekah yang Dapat Diamalkan Ada banyak cara untuk berbagi kepada sesama, di antaranya: Memberikan makanan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Menyantuni anak yatim. Membantu biaya pendidikan santri atau pelajar. Berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Mewakafkan Al-Qur'an. Membantu korban bencana dan krisis kemanusiaan. Menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Membagikan pakaian layak pakai. Membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Seluruh bentuk kebaikan tersebut bernilai ibadah apabila dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Adab Bersedekah dalam Islam Agar sedekah semakin bernilai di sisi Allah SWT, beberapa adab berikut perlu diperhatikan: Meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Memberikan harta yang diperoleh secara halal. Tidak mengungkit bantuan yang telah diberikan. Menjaga perasaan dan kehormatan penerima. Mendahulukan keluarga yang membutuhkan. Membiasakan diri bersedekah secara rutin, meskipun jumlahnya tidak besar. Dengan menjaga adab tersebut, sedekah tidak hanya menjadi amal yang berpahala, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Meluruskan Pemahaman tentang Bulan Safar Masih ada anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan sehingga sebagian orang melakukan ritual tertentu untuk menghindari musibah. Dalam Islam, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Karena itu, seorang Muslim hendaknya mengisi bulan ini dengan memperbanyak doa, ibadah, dan amal saleh, termasuk sedekah, sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Jadikan Sedekah sebagai Kebiasaan Agar lebih istiqamah dalam berbagi, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin, menentukan target sedekah setiap pekan, mengajak keluarga untuk ikut berbagi, serta menyalurkan sedekah melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya lebih tepat sasaran. Sedekah bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesama, tetapi juga menjadi investasi amal yang membawa keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat. Mari Tebar Kebaikan di Bulan Safar Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian kepada sesama. Dengan bersedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta, memperoleh keberkahan rezeki, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat. Salurkan sedekah Anda melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Bersama BAZNAS, setiap kebaikan yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah dan disalurkan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah demi mewujudkan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Amalan Sunnah di Bulan Safar: Momentum Memperbanyak Ibadah dan Menepis Mitos
Amalan Sunnah di Bulan Safar: Momentum Memperbanyak Ibadah dan Menepis Mitos
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, seperti anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa Safar adalah bulan yang harus ditakuti. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Karena itu, Bulan Safar sepatutnya disikapi sebagaimana bulan-bulan lainnya, yaitu dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Meski tidak ada amalan khusus yang diwajibkan pada Bulan Safar, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan ibadah sunnah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Mengisi hari-hari di Bulan Safar dengan berbagai amal kebaikan menjadi cara terbaik untuk memperkuat keimanan sekaligus menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Memahami Bulan Safar dalam Islam Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Bulan Safar identik dengan musibah sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting, seperti bepergian, berdagang, maupun menikah. Islam kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa tidak ada kesialan pada Bulan Safar. Hadis tersebut menjadi penegasan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena pengaruh bulan atau waktu tertentu. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak perlu merasa khawatir memasuki Bulan Safar, melainkan menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Mengapa Perlu Memperbanyak Ibadah di Bulan Safar? Walaupun tidak memiliki ibadah yang dikhususkan, Bulan Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT. Memperbanyak amalan sunnah dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya: Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menghapus dosa-dosa kecil. Menenangkan hati dan pikiran. Memperbanyak pahala sebagai bekal di akhirat. Mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Amalan Sunnah yang Dianjurkan 1. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan kapan pun, termasuk di Bulan Safar. Berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang membutuhkan menjadi wujud syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Karena itu, jadikan sedekah sebagai kebiasaan, bukan karena menganggap Safar sebagai bulan penolak bala, melainkan sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi setiap muslim. Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isinya menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang tahun. Meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an dapat meningkatkan keimanan sekaligus memberikan ketenangan hati. 3. Memperbanyak Zikir dan Istigfar Zikir dan istigfar menjadi amalan ringan, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta memohon ampun kepada Allah SWT dapat menjadi sarana membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada-Nya. Rasulullah SAW sendiri senantiasa memperbanyak istigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya. 4. Menjaga Salat Sunnah Selain salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah, seperti: Salat Tahajud. Salat Duha. Salat Rawatib. Salat Witir. Amalan-amalan tersebut menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus meningkatkan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. 5. Melaksanakan Puasa Sunnah Bulan Safar juga dapat diisi dengan berbagai puasa sunnah yang memang disyariatkan, seperti: Puasa Senin dan Kamis. Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar. Puasa Daud bagi yang mampu mengamalkannya. Puasa sunnah melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. 6. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun tetangga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Silaturahmi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki dan umur sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. 7. Membantu Sesama Berbuat baik kepada orang lain tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, perhatian, maupun dukungan kepada mereka yang membutuhkan juga termasuk amal saleh yang bernilai ibadah. Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada sesama, semakin besar pula nilai kebaikan di sisi Allah SWT. 8. Menuntut Ilmu Agama Mengikuti kajian, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, maupun mendengarkan ceramah menjadi cara yang baik untuk meningkatkan pemahaman agama. Ilmu yang dipelajari dan diamalkan akan menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan. 9. Memperbanyak Doa Doa merupakan bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk lebih banyak berdoa, memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta keteguhan iman. Hikmah Memperbanyak Amalan Sunnah Membiasakan diri menjalankan amalan sunnah memberikan banyak manfaat, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat, antara lain: Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Menambah pahala dan menghapus dosa. Membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan. Membentuk akhlak yang lebih baik. Memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Meluruskan Anggapan tentang Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang menghindari berbagai aktivitas penting saat memasuki Bulan Safar karena menganggapnya sebagai bulan yang membawa kesialan. Dalam Islam, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih. Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, maupun aktivitas lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang lebih utama adalah memperkuat tawakal kepada Allah SWT dan mengisi waktu dengan amal saleh. Tips Agar Tetap Istikamah Beribadah Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar maupun bulan-bulan berikutnya, beberapa langkah sederhana dapat diterapkan: Menyusun target ibadah harian. Menentukan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an. Membiasakan salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib. Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah. Mengikuti kajian keislaman secara rutin. Mengajak keluarga beribadah bersama. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. Memohon kepada Allah SWT agar diberikan keistiqamahan. Jadikan Safar sebagai Momentum Memperbanyak Amal Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak ada amalan khusus yang diwajibkan, tetapi seluruh ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam tetap dapat diamalkan untuk meningkatkan kualitas keimanan. Dengan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjalankan salat dan puasa sunnah, mempererat silaturahmi, menuntut ilmu, serta membantu sesama, seorang muslim dapat mengisi Bulan Safar dengan berbagai kebaikan yang membawa keberkahan. Semoga setiap amal yang dilakukan menjadi bekal terbaik untuk meraih rida Allah SWT serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Amalan Terbaik di Bulan Safar: Saatnya Memperbanyak Ibadah dan Menjemput Ridha Allah
Amalan Terbaik di Bulan Safar: Saatnya Memperbanyak Ibadah dan Menjemput Ridha Allah
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan keliru di tengah masyarakat. Sebagian orang meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan atau datangnya musibah. Padahal, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya. Meski tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan hanya pada Bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunnah. Dengan mengisi hari-hari di Bulan Safar dengan ibadah dan kebaikan, seorang muslim dapat meningkatkan kualitas keimanan, meraih ketenangan hati, serta mengharapkan rida Allah SWT. Bulan Safar dalam Pandangan Islam Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriah. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab menganggap Safar sebagai bulan yang membawa nasib buruk. Keyakinan tersebut membuat mereka menunda berbagai aktivitas penting, seperti bepergian, menikah, maupun berdagang. Islam kemudian meluruskan anggapan tersebut melalui sabda Rasulullah SAW: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Karena itu, Bulan Safar tidak perlu disikapi dengan rasa takut, melainkan dijadikan momentum untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat ketakwaan. Mengapa Bulan Safar Layak Diisi dengan Amal Saleh? Setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Walaupun Bulan Safar tidak memiliki amalan khusus seperti Ramadan, memperbanyak ibadah pada bulan ini tetap menjadi pilihan yang sangat dianjurkan. Berbagai amalan sunnah yang dilakukan dengan ikhlas dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya: meningkatkan keimanan dan ketakwaan; menambah pahala sebagai bekal akhirat; membersihkan hati dari sifat-sifat tercela; menghapus dosa-dosa kecil; mempererat hubungan dengan sesama; serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Safar 1. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan salah satu amal yang paling dicintai Allah SWT. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi sarana menyucikan harta dan membersihkan hati dari sifat kikir. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Karena itu, jadikan sedekah sebagai bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama, bukan karena menganggap Bulan Safar sebagai bulan penolak bala. 2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Tidak hanya membaca, memahami makna dan mengamalkan isi kandungannya juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas keimanan. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup akan membawa ketenangan sekaligus petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 3. Memperbanyak Zikir dan Istigfar Mengingat Allah SWT melalui zikir adalah amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar. Bacaan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, maupun istigfar dapat diamalkan kapan saja. Istigfar juga menjadi sarana memohon ampun atas berbagai kesalahan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa memperbanyak istigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya. 4. Menjaga Salat Wajib dan Menambah Salat Sunnah Salat merupakan ibadah utama dalam Islam. Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam juga dianjurkan membiasakan salat sunnah, seperti: Salat Tahajud; Salat Duha; Salat Rawatib; dan Salat Witir. Amalan-amalan tersebut menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. 5. Melaksanakan Puasa Sunnah Puasa sunnah juga dapat menjadi amalan yang mengisi Bulan Safar, di antaranya: Puasa Senin dan Kamis; Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar; serta Puasa Daud bagi yang mampu. Selain melatih kesabaran dan keikhlasan, puasa juga membantu membentuk pengendalian diri. 6. Menjalin Silaturahmi Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, tetangga, maupun sesama muslim. Silaturahmi menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan rezeki dan umur, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. 7. Membantu Sesama Berbuat baik tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, perhatian, maupun dukungan kepada orang lain juga termasuk amal saleh yang bernilai ibadah. Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada sesama, semakin besar pula pahala yang diharapkan dari Allah SWT. 8. Menuntut Ilmu Agama Belajar agama merupakan kewajiban setiap muslim. Mengikuti kajian, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah dapat menambah pemahaman sekaligus memperkuat keimanan. Ilmu yang benar akan membimbing seseorang dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. 9. Memperbanyak Doa Doa adalah bentuk penghambaan sekaligus wujud ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk lebih banyak memohon ampunan, kesehatan, kemudahan rezeki, keteguhan iman, serta keberkahan hidup. Hikmah Memperbanyak Amal Saleh Membiasakan diri melakukan berbagai amalan sunnah memberikan banyak manfaat, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Di antaranya: semakin dekat dengan Allah SWT; memperoleh pahala yang berlimpah; membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan sombong; membentuk akhlak yang lebih baik; menghadirkan ketenangan batin; serta memperkuat rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Meluruskan Kesalahpahaman tentang Bulan Safar Sebagian masyarakat masih mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai ritual penolak bala atau menghindari aktivitas tertentu karena takut tertimpa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, ataupun kegiatan baik lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang dianjurkan justru memperbanyak ibadah, meningkatkan tawakal kepada Allah SWT, dan menjauhi keyakinan yang bertentangan dengan akidah. Tips Agar Tetap Istikamah Beribadah Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar maupun bulan-bulan berikutnya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan: membuat target ibadah harian; meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an; membiasakan salat sunnah setiap hari; menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah; mengikuti kajian keislaman secara rutin; mengajak keluarga beribadah bersama; memperbanyak doa memohon keistiqamahan; dan mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. Jadikan Safar sebagai Awal Memperbaiki Diri Bulan Safar bukanlah bulan yang harus dihindari atau ditakuti. Sebaliknya, bulan ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam Islam. Memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjaga salat, berpuasa sunnah, mempererat silaturahmi, membantu sesama, menuntut ilmu, dan memperbanyak doa merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar. Semoga setiap amal yang kita lakukan menjadi jalan untuk meraih rida Allah SWT, menghadirkan keberkahan dalam kehidupan, serta menjadi bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Berbagi Rezeki di Bulan Safar: Amalan Mulia Mendatangkan Keberkahan
Berbagi Rezeki di Bulan Safar: Amalan Mulia Mendatangkan Keberkahan
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak terdapat dalil yang menyatakan bahwa Safar adalah bulan yang harus ditakuti. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Karena itu, Bulan Safar hendaknya dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan berbagi rezeki kepada sesama. Sedekah dan kepedulian sosial merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu serta menjadi bentuk syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Memahami Bulan Safar dalam Pandangan Islam Sebelum membahas keutamaan berbagi rezeki, penting untuk memahami kedudukan Bulan Safar dalam Islam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa nasib buruk sehingga berbagai aktivitas penting sering ditunda. Islam datang meluruskan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang berasal dari Bulan Safar. Semua yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu. Dengan pemahaman ini, umat Islam diajak mengisi Bulan Safar dengan amal ibadah, memperkuat silaturahmi, memperbanyak doa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Mengapa Berbagi Rezeki Dianjurkan? Berbagi rezeki merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan rasa syukur sekaligus kepedulian sosial. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan hartanya dari hak-hak yang harus ditunaikan. Semangat berbagi tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah pada Bulan Safar bukan karena bulan tersebut memiliki keistimewaan khusus, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang dapat dilakukan kapan saja. Keutamaan Berbagi Rezeki di Bulan Safar Berikut beberapa manfaat yang dapat dirasakan ketika membiasakan diri berbagi rezeki kepada sesama. 1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi setiap hamba yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Berapa pun nilai sedekah yang diberikan, selama dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. 2. Membersihkan Hati dan Harta Berbagi rezeki menjadi sarana menyucikan harta sekaligus melatih diri agar terhindar dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Dengan menyadari bahwa harta hanyalah titipan, seseorang akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang dimilikinya. 3. Mendatangkan Keberkahan Rezeki Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT akan memberikan balasan berupa keberkahan, kemudahan, maupun rezeki yang lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya. 4. Menumbuhkan Rasa Syukur Kebiasaan berbagi membuat seseorang lebih menyadari bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Kesadaran tersebut akan menumbuhkan rasa syukur sekaligus mendorong untuk terus memanfaatkan rezeki di jalan yang diridhai Allah SWT. 5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Sedekah juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarsesama. Bantuan yang diberikan kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan dapat menumbuhkan rasa saling peduli dan mempererat persaudaraan. Bentuk Berbagi Rezeki yang Dapat Dilakukan Berbagi rezeki tidak selalu identik dengan memberikan uang. Ada banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan, di antaranya: Menyediakan makanan bagi fakir miskin atau kaum dhuafa. Menyantuni anak yatim. Membantu biaya pendidikan bagi yang membutuhkan. Menyalurkan paket sembako kepada keluarga kurang mampu. Berdonasi untuk pembangunan masjid atau fasilitas ibadah. Membantu korban bencana dan krisis kemanusiaan. Memberikan ilmu atau keterampilan yang bermanfaat. Membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Menyediakan air minum bagi musafir atau masyarakat. Menebarkan senyum, doa, dan ucapan yang baik sebagai bentuk sedekah nonmateri. Seluruh bentuk kebaikan tersebut memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar Sebagian masyarakat masih menghindari aktivitas tertentu pada Bulan Safar karena percaya akan membawa kesialan. Padahal, keyakinan seperti ini tidak memiliki dasar dalam syariat Islam. Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, ataupun aktivitas baik lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang dianjurkan justru memperbanyak amal saleh, memperkuat tawakal kepada Allah SWT, serta menjauhkan diri dari keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Cara Membiasakan Diri Berbagi Rezeki Agar semangat berbagi terus terjaga, beberapa langkah berikut dapat diterapkan: Sisihkan sebagian penghasilan secara rutin untuk sedekah. Niatkan setiap pemberian semata-mata karena Allah SWT. Dahulukan keluarga atau kerabat yang membutuhkan. Salurkan bantuan melalui lembaga zakat yang amanah apabila tidak dapat menyalurkannya secara langsung. Jangan menunda kesempatan berbuat baik ketika mampu membantu. Jaga keikhlasan dan hindari sikap riya. Biasakan berbagi meskipun dengan nominal yang sederhana. Konsistensi dalam berbuat baik jauh lebih utama daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali. Dampak Positif Berbagi bagi Kehidupan Sosial Selain menjadi ibadah, berbagi rezeki juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meringankan beban fakir miskin dan anak yatim, mendukung akses pendidikan, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Semakin banyak orang yang terbiasa berbagi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Kebaikan Bulan Safar bukanlah bulan yang identik dengan kesialan, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial. Dengan membiasakan diri bersedekah, membantu sesama, dan menebarkan manfaat, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala dan keberkahan, tetapi juga ikut menghadirkan kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat. Jadikan semangat berbagi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada Bulan Safar, tetapi sepanjang waktu demi meraih ridha Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Peran Zakat Membantu Keluarga Prasejahtera Bangkit Menuju Kemandirian
Peran Zakat Membantu Keluarga Prasejahtera Bangkit Menuju Kemandirian
BAGI sebagian orang, pergantian bulan mungkin hanya berarti rutinitas baru. Namun, bagi banyak keluarga prasejahtera, awal bulan sering kali menjadi saat untuk menghitung kembali penghasilan yang terbatas dengan berbagai kebutuhan yang terus berdatangan. Kebutuhan pangan, biaya pendidikan anak, tagihan, hingga pengobatan harus dipenuhi dalam kondisi ekonomi yang tidak selalu mencukupi. Di tengah situasi tersebut, zakat hadir sebagai salah satu instrumen yang memberikan harapan. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mendesak, zakat juga membuka jalan bagi keluarga prasejahtera untuk bangkit dan membangun kehidupan yang lebih baik. Tantangan yang Dihadapi Keluarga Prasejahtera Keluarga yang termasuk dalam golongan mustahik umumnya menghadapi berbagai persoalan secara bersamaan. Kebutuhan sehari-hari sering kali belum terpenuhi secara optimal, sementara biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga terus berjalan. Di sisi lain, keterbatasan tabungan, minimnya akses terhadap pembiayaan yang layak, serta kurangnya modal maupun keterampilan membuat mereka sulit keluar dari kondisi tersebut. Bukan karena tidak memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi karena kesempatan untuk memulai sering kali belum tersedia. Peran Zakat dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Zakat memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan sesaat. Pada tahap awal, zakat membantu memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan layanan kesehatan, sehingga keluarga mustahik dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Lebih dari itu, zakat juga menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong kemandirian ekonomi. Bantuan modal usaha dapat membuka peluang bagi keluarga untuk memulai usaha kecil. Program beasiswa membantu anak-anak tetap memperoleh pendidikan yang layak, sementara pelatihan keterampilan memberikan bekal untuk meningkatkan kemampuan dan peluang kerja. Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya membantu mengatasi kesulitan saat ini, tetapi juga mendukung terciptanya perubahan yang berkelanjutan. Dampak Nyata bagi Keluarga Mustahik Manfaat zakat dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Ada keluarga yang kini dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus terbebani utang. Ada anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan karena memperoleh bantuan biaya sekolah. Ada pula pelaku usaha kecil yang mampu mengembangkan usahanya setelah mendapatkan dukungan modal dan pendampingan. Perubahan-perubahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam waktu singkat. Namun, dengan penyaluran zakat yang tepat sasaran dan berkesinambungan, keluarga yang sebelumnya hanya mampu bertahan dapat mulai membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial Menunaikan zakat bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama. Setiap zakat yang ditunaikan berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, BAZNAS menyalurkan dana zakat kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial. Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan Baru Setiap zakat yang Anda tunaikan memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga program pemberdayaan ekonomi, zakat menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui BAZNAS, zakat yang Anda percayakan akan disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima. Satu langkah kebaikan hari ini dapat menjadi awal perubahan bagi keluarga prasejahtera untuk bertahan, bangkit, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Zakat Membuka Jalan Pendidikan bagi Anak Dhuafa
Zakat Membuka Jalan Pendidikan bagi Anak Dhuafa
PENDIDIKAN merupakan hak setiap anak dan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Masih banyak anak dari keluarga dhuafa yang harus menghadapi berbagai keterbatasan hingga terancam putus sekolah. Dalam kondisi seperti inilah zakat hadir sebagai salah satu solusi yang membantu membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran, semakin banyak anak dhuafa dapat melanjutkan sekolah dan memiliki kesempatan untuk menggapai cita-citanya. Tantangan Pendidikan bagi Anak Dhuafa Bagi keluarga prasejahtera, memenuhi kebutuhan pendidikan anak sering kali menjadi tantangan yang tidak mudah. Biaya sekolah, perlengkapan belajar, seragam, hingga ongkos transportasi menjadi pengeluaran yang harus dipenuhi di tengah keterbatasan ekonomi. Selain persoalan biaya, anak-anak dhuafa juga kerap menghadapi lingkungan belajar yang kurang mendukung. Keterbatasan fasilitas, minimnya sarana belajar, hingga kondisi keluarga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat memengaruhi semangat dan keberlangsungan pendidikan mereka. Tidak sedikit pula anak yang memilih berhenti sekolah karena merasa tidak ingin menambah beban orang tua. Padahal, mereka memiliki keinginan besar untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Peran Zakat dalam Mendukung Pendidikan Zakat memiliki peran penting dalam membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi anak-anak dhuafa. Melalui program pendidikan yang dikelola BAZNAS, dana zakat disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, mulai dari beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga dukungan biaya pendidikan lainnya. Selain bantuan finansial, program pendidikan juga dapat dilengkapi dengan pendampingan agar anak-anak mampu mengikuti proses belajar dengan lebih optimal. Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu mereka tetap bersekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka terima. Bagi sebuah keluarga, hadirnya bantuan pendidikan dari zakat dapat mengurangi beban ekonomi sekaligus memberikan harapan baru agar anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar. Dampak Jangka Panjang bagi Masa Depan Manfaat zakat di bidang pendidikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Anak yang memperoleh kesempatan untuk terus bersekolah memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan. Pendidikan membuka jalan menuju kesempatan kerja yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bahkan, bukan tidak mungkin anak-anak yang hari ini menerima manfaat zakat kelak tumbuh menjadi pribadi yang mampu membantu sesama melalui zakat yang mereka tunaikan. Dengan demikian, zakat untuk pendidikan memberikan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Salurkan Zakat Pendidikan Melalui BAZNAS Menunaikan zakat melalui BAZNAS merupakan salah satu cara untuk berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak-anak dhuafa. Dana zakat yang dihimpun dikelola secara amanah, profesional, dan transparan, kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat yang telah memenuhi ketentuan sebagai mustahik. Melalui berbagai program pendidikan, BAZNAS berupaya menghadirkan akses belajar yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat terus menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih cerah. Jadikan Zakat sebagai Investasi Masa Depan Setiap zakat yang Anda tunaikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan hari ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus bangsa. Kesempatan belajar yang diberikan melalui zakat dapat membuka jalan bagi lahirnya generasi yang lebih mandiri, berdaya, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS dan bersama-sama membantu anak-anak dhuafa memperoleh hak mereka untuk belajar, tumbuh, dan menggapai cita-cita.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Cara Menghitung Zakat Perdagangan dengan Benar, Apakah Berdasarkan Omzet atau Keuntungan?
Cara Menghitung Zakat Perdagangan dengan Benar, Apakah Berdasarkan Omzet atau Keuntungan?
MENJALANKAN usaha tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga menjadi sarana untuk menunaikan kewajiban kepada Allah SWT melalui zakat. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan pelaku usaha adalah, apakah zakat perdagangan dihitung dari omzet penjualan atau dari keuntungan usaha? Banyak yang masih mengira bahwa semakin besar omzet, semakin besar pula zakat yang harus dibayarkan. Padahal, dalam syariat Islam, perhitungan zakat perdagangan tidak didasarkan pada omzet maupun laba semata. Zakat dihitung berdasarkan nilai harta dagang bersih yang dimiliki setelah memenuhi ketentuan nisab dan haul. Apa Itu Zakat Perdagangan? Zakat perdagangan adalah zakat yang dikenakan atas harta yang digunakan untuk kegiatan usaha atau jual beli dengan tujuan memperoleh keuntungan. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang memiliki usaha, baik berskala kecil, menengah, maupun besar. Harta yang menjadi objek zakat meliputi seluruh aset usaha yang masih berputar dalam aktivitas perdagangan. Apabila nilai harta bersih tersebut telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Dengan demikian, yang menjadi dasar perhitungan bukanlah total penjualan ataupun keuntungan, melainkan kekayaan usaha yang dimiliki pada akhir periode perhitungan. Komponen Harta yang Dihitung dalam Zakat Perdagangan Untuk mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, pelaku usaha perlu menghitung nilai harta dagang bersih. Beberapa komponen yang diperhitungkan meliputi: Kas dan Saldo Rekening Usaha Seluruh uang tunai maupun dana yang tersimpan dalam rekening khusus usaha termasuk sebagai aset yang wajib dihitung. Persediaan Barang Dagangan Barang yang masih tersedia di gudang atau toko dan siap dipasarkan juga menjadi bagian dari harta perdagangan. Piutang yang Berpotensi Tertagih Piutang kepada pelanggan yang diyakini dapat dibayarkan turut masuk dalam perhitungan zakat. Utang Jangka Pendek Kewajiban usaha yang harus segera dilunasi dapat dikurangkan dari total aset sebelum menentukan jumlah zakat yang wajib dibayarkan. Apakah Zakat Dihitung dari Omzet atau Keuntungan? Jawabannya, bukan keduanya. Omzet hanya menunjukkan total nilai penjualan, sedangkan keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dan biaya operasional. Keduanya bukan dasar utama dalam menghitung zakat perdagangan. Yang menjadi acuan adalah nilai harta bersih usaha pada akhir periode, yaitu seluruh aset usaha setelah dikurangi kewajiban jangka pendek. Rumus Menghitung Zakat Perdagangan Secara umum, zakat perdagangan dapat dihitung menggunakan rumus berikut: Zakat = (Kas + Persediaan Barang + Piutang yang Dapat Ditagih − Utang Jangka Pendek) × 2,5% Sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab berdasarkan harga emas yang berlaku saat itu. Contoh Perhitungan Zakat Perdagangan Misalnya, seorang pelaku usaha kuliner memiliki kondisi keuangan sebagai berikut pada akhir tahun hijriah: Kas usaha: Rp25.000.000 Persediaan barang: Rp60.000.000 Piutang yang dapat ditagih: Rp15.000.000 Utang usaha jangka pendek: Rp20.000.000 Maka harta bersih usahanya adalah: Rp25.000.000 + Rp60.000.000 + Rp15.000.000 − Rp20.000.000 = Rp80.000.000 Apabila jumlah tersebut telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah: Rp80.000.000 × 2,5% = Rp2.000.000 Sebagai contoh lain, sebuah toko online mencatat omzet penjualan sebesar Rp500.000.000 dalam satu tahun. Namun setelah dihitung, nilai harta bersih usahanya hanya Rp90.000.000. Dalam kondisi ini, zakat tetap dihitung dari harta bersih sebesar Rp90.000.000, bukan dari omzet Rp500.000.000, selama telah memenuhi nisab dan haul. Mengapa Memahami Cara Perhitungan Zakat Itu Penting? Mengetahui cara menghitung zakat perdagangan sesuai syariat akan membantu pelaku usaha menunaikan kewajibannya dengan benar. Perhitungan yang tepat memastikan zakat yang dikeluarkan sesuai ketentuan Islam sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi para mustahik. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan keberkahan dalam usaha yang dijalankan. Tunaikan Zakat Perdagangan Melalui BAZNAS Untuk memudahkan proses perhitungan, pelaku usaha dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat yang tersedia di BAZNAS. Setelah mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan secara mudah dan aman melalui layanan resmi BAZNAS. Zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Mari tunaikan zakat perdagangan melalui BAZNAS sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital Sesuai Syariat
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital Sesuai Syariat
SEIRING pesatnya perkembangan teknologi, semakin banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara online melalui marketplace, media sosial, website, maupun aplikasi digital. Meskipun aktivitas jual beli dilakukan tanpa toko fisik, kewajiban zakat tetap berlaku apabila usaha telah memenuhi syarat yang ditetapkan dalam syariat Islam. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha digital untuk memahami cara menghitung zakat usaha dengan benar agar ibadah yang ditunaikan sesuai ketentuan syariat sekaligus menghadirkan keberkahan bagi bisnis yang dijalankan. Apakah Usaha Online Wajib Mengeluarkan Zakat? Ya. Pada dasarnya, usaha online memiliki ketentuan zakat yang sama dengan usaha perdagangan konvensional. Selama kegiatan utamanya adalah menjual barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan, maka usaha tersebut termasuk objek zakat perdagangan. Menurut ketentuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), zakat perdagangan wajib ditunaikan apabila nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab setara dengan 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati. Baik bisnis yang dijalankan melalui marketplace, media sosial, website, maupun platform digital lainnya memiliki kewajiban yang sama apabila telah memenuhi syarat tersebut. Komponen yang Dihitung dalam Zakat Usaha Perhitungan zakat usaha online tidak didasarkan pada omzet penjualan, melainkan pada nilai harta bersih usaha di akhir periode perhitungan. Beberapa komponen yang perlu diperhitungkan antara lain: Kas dan Saldo Rekening Usaha Seluruh uang tunai maupun dana yang tersimpan dalam rekening khusus usaha menjadi bagian dari aset yang wajib dihitung. Persediaan Barang Barang dagangan yang masih tersedia dan siap dijual, baik yang berada di gudang maupun pusat distribusi, termasuk dalam harta usaha yang dikenai zakat. Piutang yang Dapat Ditagih Piutang kepada pelanggan yang diperkirakan dapat dibayarkan juga menjadi bagian dari aset yang diperhitungkan. Utang Jangka Pendek Kewajiban usaha yang harus segera dilunasi dapat dikurangkan dari total aset sebelum menghitung besaran zakat. Rumus Menghitung Zakat Usaha Secara umum, zakat usaha dapat dihitung menggunakan rumus berikut: Zakat Usaha = (Kas + Persediaan Barang + Piutang yang Dapat Ditagih − Utang Jangka Pendek) × 2,5% Sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab sesuai harga emas yang berlaku. Contoh Perhitungan Zakat Usaha Online Sebagai contoh, seorang pemilik toko online memiliki kondisi keuangan pada akhir tahun hijriah sebagai berikut: Kas dan saldo rekening usaha: Rp40.000.000 Persediaan barang: Rp90.000.000 Piutang yang dapat ditagih: Rp20.000.000 Utang jangka pendek: Rp30.000.000 Maka harta bersih usaha adalah: Rp40.000.000 + Rp90.000.000 + Rp20.000.000 − Rp30.000.000 = Rp120.000.000 Apabila jumlah tersebut telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp120.000.000 × 2,5% = Rp3.000.000 Sebagai contoh lain, seorang pelaku usaha yang berjualan melalui marketplace memiliki harta bersih sebesar Rp75.000.000. Jika jumlah tersebut belum mencapai nisab berdasarkan harga emas saat itu, maka zakat usaha belum diwajibkan. Namun demikian, ia tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Cara Menunaikan Zakat Usaha Melalui BAZNAS Setelah mengetahui besaran zakat yang harus dibayarkan, pelaku usaha dapat menunaikannya melalui BAZNAS dengan langkah-langkah berikut: Hitung total harta bersih usaha pada akhir periode perhitungan. Pastikan nilai harta telah memenuhi nisab dan haul. Hitung zakat sebesar 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati. Tunaikan zakat melalui kantor layanan BAZNAS atau kanal pembayaran digital yang tersedia. Simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Untuk mempermudah proses perhitungan, BAZNAS juga menyediakan Kalkulator Zakat yang dapat digunakan secara praktis sehingga hasil perhitungan lebih mudah dan sesuai ketentuan syariat. Zakat Usaha, Wujud Syukur dan Keberkahan Bisnis Menunaikan zakat usaha bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial seorang pelaku usaha. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki disalurkan kepada para mustahik sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Bagi pemilik usaha online maupun toko digital, membiasakan diri menghitung dan menunaikan zakat secara rutin juga menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang sehat. Selain menyucikan harta, zakat diharapkan membawa keberkahan, memperkuat keberlangsungan usaha, serta mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah yang dikelola oleh BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Zakat untuk Korban Bencana: Wujud Kepedulian yang Menguatkan Pemulihan Masyarakat
Zakat untuk Korban Bencana: Wujud Kepedulian yang Menguatkan Pemulihan Masyarakat
INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga berbagai krisis kemanusiaan lainnya. Dalam situasi seperti ini, kehadiran bantuan yang cepat dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Salah satu instrumen yang memiliki peran besar dalam membantu para penyintas adalah zakat. Dikelola secara amanah dan disalurkan sesuai syariat Islam, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Bagaimana Zakat Membantu Korban Bencana? Ketika bencana terjadi, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, bahkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan. Kondisi tersebut membuat mereka membutuhkan dukungan agar dapat bangkit kembali. Melalui dana zakat yang disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat, berbagai kebutuhan mendesak dapat dipenuhi. Bantuan tersebut dapat berupa penyediaan bahan pangan, layanan kesehatan, bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak, hingga dukungan pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu solusi yang membantu mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana sekaligus memberikan harapan bagi para penyintas untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Peran BAZNAS dalam Penanganan Bencana dan Krisis Kemanusiaan Sebagai Badan Amil Zakat Nasional, BAZNAS mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana dan krisis kemanusiaan. Melalui berbagai program kemanusiaan, BAZNAS hadir sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Bantuan yang diberikan meliputi distribusi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara, bantuan pendidikan, hingga program rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Pendekatan tersebut bertujuan agar bantuan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam jangka panjang. Zakat sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Sesama Pada hakikatnya, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk mereka yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan. Ketika dikelola secara optimal, zakat mampu menjadi salah satu sumber pendanaan yang mendukung berbagai aksi kemanusiaan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta membantu mempercepat proses pemulihan setelah bencana. Semangat gotong royong dan kepedulian yang diwujudkan melalui zakat menjadi bukti bahwa setiap kontribusi memiliki arti besar bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan bagi Penyintas Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS merupakan salah satu cara terbaik untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik, termasuk masyarakat yang terdampak bencana dan krisis kemanusiaan. Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan sesuai syariat, zakat yang Anda tunaikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung berbagai program pemulihan dan pemberdayaan agar mereka dapat bangkit kembali.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Peran Zakat dalam Mengurangi Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Umat
Peran Zakat dalam Mengurangi Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Umat
KEMISKINAN masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat. Selain berdampak pada kondisi ekonomi, kemiskinan juga memengaruhi akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam Islam, zakat hadir sebagai salah satu solusi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan sosial. Melalui pengelolaan yang profesional dan tepat sasaran, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar para mustahik mampu hidup lebih mandiri. Zakat sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan Zakat merupakan salah satu pilar ekonomi Islam yang bertujuan mendistribusikan sebagian harta dari muzaki kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Lebih dari sekadar bantuan sosial, zakat menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang dapat mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat. Dana zakat tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat mampu membantu mustahik meningkatkan taraf hidup hingga perlahan keluar dari lingkaran kemiskinan. Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan? Pengelolaan zakat yang optimal memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi: Memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan. Meningkatkan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan sekolah. Mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan agar memperoleh akses pengobatan dan pelayanan kesehatan yang layak. Mendorong kemandirian ekonomi melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Mengurangi kesenjangan sosial dengan mendorong distribusi kekayaan yang lebih merata sesuai prinsip keadilan dalam Islam. Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya membantu mengatasi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Komitmen BAZNAS dalam Memberdayakan Masyarakat Sebagai Badan Amil Zakat Nasional, BAZNAS mengelola dana zakat secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para mustahik. Dana zakat disalurkan melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan sosial. Berbagai program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat tidak hanya bertahan menghadapi kesulitan, tetapi juga memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. Dengan pendekatan pemberdayaan, BAZNAS berupaya menjadikan zakat sebagai solusi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi umat. Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan bagi Sesama Setiap zakat yang ditunaikan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi wujud kepedulian sosial yang mampu membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS, zakat yang Anda tunaikan akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan perubahan yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Ini Golongan yang Berhak Menerima Zakat! Kenali Delapan Asnaf Sesuai Syariat Islam
Ini Golongan yang Berhak Menerima Zakat! Kenali Delapan Asnaf Sesuai Syariat Islam
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan kepedulian sosial. Namun, dalam penyalurannya, zakat tidak dapat diberikan kepada sembarang orang. Islam telah menetapkan secara jelas siapa saja yang berhak menerima zakat melalui delapan golongan penerima yang dikenal sebagai 8 asnaf, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Memahami siapa saja yang termasuk dalam golongan penerima zakat sangat penting agar penyaluran zakat tepat sasaran, sesuai syariat, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Mengenal Delapan Asnaf Penerima Zakat Ketentuan mengenai penerima zakat dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60. Ayat tersebut menjadi pedoman utama dalam pengelolaan zakat sehingga dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya. Istilah asnaf berasal dari bahasa Arab yang berarti golongan atau kelompok. Dalam konteks zakat, 8 asnaf adalah delapan kelompok yang berhak menerima zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pembagian ini bertujuan menciptakan keadilan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan umat. Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Berikut delapan golongan yang termasuk dalam penerima zakat menurut syariat Islam. 1. Fakir Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun sumber penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok dirinya dan keluarganya. Golongan ini menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat karena berada dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. 2. Miskin Miskin adalah mereka yang memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi jumlahnya belum mampu mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari. Zakat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraannya. 3. Amil Zakat Amil merupakan pihak yang diberi amanah untuk menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana zakat. Mereka berhak menerima bagian zakat sebagai bentuk penghargaan atas tugas yang dijalankan dalam pengelolaan zakat sesuai ketentuan syariat. 4. Mualaf Mualaf adalah orang yang baru memeluk agama Islam atau mereka yang perlu dikuatkan keimanannya. Bantuan zakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral maupun material agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam. 5. Riqab Riqab pada masa Rasulullah SAW merujuk kepada hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. Dalam konteks saat ini, sebagian ulama memaknai riqab sebagai mereka yang mengalami penindasan, kehilangan kebebasan, atau berada dalam kondisi yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. 6. Gharimin Gharimin adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat dan tidak mampu melunasinya. Melalui zakat, mereka dibantu agar dapat terbebas dari beban utang tanpa harus terjerumus ke dalam kesulitan yang lebih besar. 7. Fisabilillah Fisabilillah mencakup orang-orang yang berjuang di jalan Allah demi kemaslahatan umat, seperti kegiatan dakwah, pendidikan Islam, pelayanan sosial, maupun berbagai aktivitas lain yang bertujuan menegakkan nilai-nilai Islam sesuai ketentuan syariat. 8. Ibnu Sabil Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asalnya. Mereka berhak menerima zakat sebagai bentuk pertolongan atas kondisi yang dihadapi. Pentingnya Menyalurkan Zakat kepada yang Berhak Menunaikan zakat kepada delapan golongan yang telah ditetapkan merupakan bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Penyaluran yang tepat sasaran tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para mustahik, tetapi juga menjadi instrumen dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, penyaluran zakat yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat mengurangi efektivitas dan tujuan utama zakat. Karena itu, setiap muzaki perlu memahami siapa saja yang berhak menerima zakat sebelum menunaikan kewajibannya. Peran BAZNAS dalam Penyaluran Zakat Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berperan memastikan dana zakat disalurkan kepada delapan asnaf sesuai dengan ketentuan syariat. Melalui proses pendataan, verifikasi, hingga pendampingan kepada para penerima manfaat, zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, BAZNAS juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu mustahik menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan. Salurkan Zakat Melalui Lembaga Resmi Memahami siapa saja yang berhak menerima zakat merupakan langkah awal agar zakat yang ditunaikan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat turut mendukung pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran. Melalui zakat yang dikelola secara optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para mustahik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih berdaya.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Lebih Aman? Ini Alasan Perlu Diketahui!
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Lebih Aman? Ini Alasan Perlu Diketahui!
MENUNAIKAN zakat melalui lembaga resmi merupakan langkah yang tepat untuk memastikan ibadah zakat terlaksana sesuai syariat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain memudahkan proses pembayaran, lembaga pengelola zakat yang memiliki legalitas resmi juga menjamin dana zakat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya. Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Mengapa Sebaiknya Membayar Zakat Melalui Lembaga Resmi? Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi memberikan kepastian bahwa dana yang ditunaikan dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan yang berlaku. Setiap tahapan, mulai dari penghimpunan, pencatatan, pengelolaan, hingga pendistribusian, dilakukan melalui sistem yang terstruktur sehingga zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam syariat. Selain itu, lembaga resmi menerapkan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih tenang dan penuh kepercayaan. Legalitas Menjadi Jaminan Kepercayaan Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih tempat menunaikan zakat adalah legalitas lembaganya. Lembaga zakat yang memperoleh izin resmi dari pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola dana zakat sesuai regulasi serta berada dalam mekanisme pengawasan yang berlaku. Dengan adanya legalitas tersebut, muzaki memperoleh kepastian bahwa zakat yang ditunaikan dikelola secara amanah, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Pengelolaan Transparan dan Tepat Sasaran Keunggulan lain dari lembaga zakat resmi adalah adanya transparansi dalam pengelolaan dana. Masyarakat dapat mengetahui bagaimana zakat dihimpun, dikelola, hingga disalurkan kepada para penerima manfaat melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebelum disalurkan, calon penerima zakat melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Selain memenuhi kebutuhan dasar mustahik, dana zakat juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pembayaran Zakat Kini Semakin Mudah Perkembangan teknologi membuat proses menunaikan zakat menjadi semakin praktis. Melalui layanan digital yang disediakan BAZNAS, masyarakat dapat membayar zakat kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. Layanan ini juga memudahkan muzaki untuk menghitung besaran zakat, memilih jenis zakat yang akan ditunaikan, menentukan metode pembayaran, hingga memperoleh bukti pembayaran secara cepat dan aman. Cara Membayar Zakat di BAZNAS Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat melalui BAZNAS, prosesnya dapat dilakukan dengan mudah melalui langkah-langkah berikut: Kunjungi website atau aplikasi resmi BAZNAS. Pilih jenis zakat yang akan ditunaikan. Masukkan nominal zakat atau gunakan Kalkulator Zakat untuk membantu menghitung kewajiban zakat. Lengkapi data diri sesuai kebutuhan. Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, dompet digital, atau kanal pembayaran lainnya. Selesaikan transaksi dan simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Tunaikan Zakat dengan Aman dan Penuh Kepercayaan Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bukan hanya memberikan kemudahan dalam beribadah, tetapi juga memastikan zakat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dana zakat yang dihimpun kemudian disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memilih BAZNAS sebagai mitra dalam menunaikan zakat, setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kepedulian sosial, mengurangi kesenjangan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Zakat untuk Pendidikan: Wujudkan Masa Depan Cerah Anak Dhuafa
Zakat untuk Pendidikan: Wujudkan Masa Depan Cerah Anak Dhuafa
PENDIDIKAN merupakan hak setiap anak sekaligus kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, bagi banyak keluarga dhuafa, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi hambatan besar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Tidak sedikit anak yang harus menunda bahkan menghentikan sekolah karena orang tua kesulitan membiayai kebutuhan belajar mereka. Melalui zakat, umat Islam dapat berkontribusi membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu mengubah kehidupan mereka di masa depan. Mengapa Zakat Penting untuk Mendukung Pendidikan? Pendidikan memiliki peran besar dalam memutus rantai kemiskinan. Dengan memperoleh akses pendidikan yang layak, anak-anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Namun, bagi keluarga yang tergolong mustahik, berbagai kebutuhan pendidikan seperti seragam, buku, alat tulis, biaya transportasi, hingga kebutuhan sekolah lainnya sering kali menjadi beban yang sulit dipenuhi. Di sinilah zakat memiliki peran penting. Dana zakat yang dikelola secara amanah dapat membantu anak-anak dhuafa tetap melanjutkan pendidikan sehingga mereka memiliki peluang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Bentuk Program Pendidikan dari Dana Zakat Melalui berbagai program pendidikan, BAZNAS menyalurkan dana zakat dalam bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan para penerima manfaat. Beberapa bentuk dukungan yang diberikan antara lain: Beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga dhuafa untuk membantu biaya pendidikan di berbagai jenjang. Bantuan perlengkapan sekolah, seperti seragam, tas, buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya. Dukungan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil melalui pengembangan fasilitas belajar dan peningkatan layanan pendidikan. Program pendampingan pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik agar dapat belajar secara optimal dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui program-program tersebut, BAZNAS berupaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Dampak Nyata bagi Anak Dhuafa Manfaat zakat untuk pendidikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan. Bantuan pendidikan memungkinkan anak-anak yang semula berisiko putus sekolah tetap melanjutkan pendidikannya. Mereka dapat belajar dengan lebih tenang, memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, pendidikan menjadi bekal penting bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan taraf hidup keluarga, serta berkontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan yang mampu membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersama Zakat, Buka Jalan bagi Generasi Masa Depan Setiap zakat yang ditunaikan membawa harapan baru bagi anak-anak dhuafa untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Melalui pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan membangun masa depan yang lebih baik. Mari salurkan zakat melalui BAZNAS dan turut berkontribusi menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan. Dengan zakat, kita tidak hanya membantu mereka tetap bersekolah, tetapi juga ikut menciptakan generasi yang lebih mandiri, berdaya, dan siap membangun masa depan bangsa.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Safar Bukan Bulan Sial, Ini Amalan Pembuka Rezeki Dianjurkan dalam Islam
Safar Bukan Bulan Sial, Ini Amalan Pembuka Rezeki Dianjurkan dalam Islam
BULAN Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan atau kesempitan rezeki. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Sebaliknya, setiap waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak ada ibadah khusus yang hanya diperuntukkan pada Bulan Safar sebagai pembuka rezeki. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di Bulan Safar, sebagai bentuk ikhtiar untuk meraih rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan. Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan? Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa Bulan Safar identik dengan musibah atau nasib buruk. Padahal, Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut melalui hadis sahih: "Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menegaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan yang mengaitkan kesialan dengan waktu atau bulan tertentu. Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena Bulan Safar ataupun waktu lainnya. Karena itu, Bulan Safar sebaiknya diisi dengan berbagai amal kebaikan, bukan dengan rasa khawatir terhadap mitos yang tidak memiliki landasan syariat. Rezeki Datang dari Allah SWT Dalam Islam, rezeki sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT. Setiap makhluk telah dijamin rezekinya, sebagaimana firman Allah SWT: "Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6) Meski demikian, Islam juga mengajarkan agar setiap muslim terus berusaha, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan yang diyakini dapat membuka pintu rezeki bukanlah ritual tertentu, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Amalan yang Dianjurkan untuk Memohon Kelapangan Rezeki Berikut beberapa amalan yang memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan hadis serta dapat diamalkan di Bulan Safar maupun sepanjang tahun. 1. Memperbanyak Istighfar Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Allah SWT menjelaskan bahwa memohon ampun dapat menjadi sebab datangnya berbagai nikmat, termasuk kelapangan rezeki. Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT berfirman bahwa orang yang memperbanyak istighfar akan diberikan hujan, harta, dan keturunan sebagai bentuk karunia-Nya. 2. Memperbanyak Doa Doa merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar seorang muslim. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan rezeki adalah: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi) Doa tersebut dapat dibaca setelah salat maupun pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa. 3. Menjaga Salat Lima Waktu Salat merupakan ibadah utama sekaligus sumber keberkahan hidup. Allah SWT berfirman: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132) Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT, sementara salat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang mendekatkan seorang hamba kepada-Nya. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menjadi jalan datangnya keberkahan. Rasulullah SAW bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim) Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. 5. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat juga menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim) 6. Meningkatkan Ketakwaan Allah SWT menjanjikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertakwa. "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3) Ketakwaan menjadi fondasi utama dalam meraih keberkahan hidup, termasuk dalam urusan rezeki. 7. Berusaha dan Bertawakal Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah SAW mengibaratkan burung yang setiap pagi keluar mencari makan, lalu pulang dalam keadaan kenyang karena bertawakal kepada Allah. Hadis tersebut mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan bersungguh-sungguh bekerja kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Hindari Mitos yang Tidak Berdasar Dalam mengisi Bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari berbagai keyakinan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti: - Meyakini Bulan Safar membawa kesialan.- Menganggap ada ritual tertentu yang pasti mendatangkan rezeki tanpa dalil.- Mempercayai jimat atau benda tertentu sebagai penarik rezeki.- Mengamalkan tradisi atau hadis yang tidak memiliki dasar yang sahih. Islam mengajarkan agar setiap ibadah dan keyakinan berlandaskan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW. Isi Bulan Safar dengan Amal Kebaikan Selain amalan di atas, Bulan Safar juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir pagi dan petang, melaksanakan salat sunnah, membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga kejujuran dalam bekerja, menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat, serta memperbanyak doa untuk keluarga dan kehidupan yang lebih berkah. Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah Pada dasarnya, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada Bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Yang dianjurkan adalah memperbanyak amal saleh yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan dapat diamalkan sepanjang tahun. Dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, gemar bersedekah, menyambung silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta berusaha dan bertawakal kepada Allah SWT, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Pada akhirnya, keberkahan rezeki tidak ditentukan oleh datangnya bulan tertentu, melainkan oleh kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Semoga Bulan Safar menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta meraih rezeki yang penuh keberkahan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01
Amal Jariyah di Bulan Safar: Investasi Akhirat Pahalanya Terus Mengalir
Amal Jariyah di Bulan Safar: Investasi Akhirat Pahalanya Terus Mengalir
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, Islam tidak mengenal keyakinan tersebut. Rasulullah SAW telah meluruskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Karena itu, bulan ini sepatutnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya melalui amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah wafat. Amal jariyah adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki keistimewaan karena manfaat dan pahalanya tidak terputus selama masih dirasakan oleh orang lain. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631). Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan menyiapkan bekal akhirat melalui amal yang manfaatnya berkelanjutan. Tidak Ada Kesialan di Bulan Safar Sebelum membahas lebih jauh tentang amal jariyah, penting untuk meluruskan pemahaman mengenai bulan Safar. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial, tidak ada burung pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220). Hadis tersebut menegaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan kepercayaan masyarakat jahiliah yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan mengisi bulan ini dengan berbagai amal kebajikan sebagaimana bulan-bulan lainnya. Keutamaan Amal Jariyah Amal jariyah memiliki banyak keutamaan yang dapat menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk terus berbuat baik, di antaranya: Pahalanya terus mengalir, selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain. Menjadi investasi akhirat yang nilainya tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia. Mendatangkan keberkahan hidup, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta (HR. Muslim No. 2588). Menjadi bukti keimanan, karena menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan semangat meninggalkan warisan kebaikan. Contoh Amal Jariyah yang Bisa Dilakukan Banyak bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Safar. Beberapa di antaranya adalah: Berpartisipasi dalam pembangunan atau renovasi masjid. Mewakafkan Al-Qur'an untuk masjid, pesantren, atau rumah tahfiz. Membantu pendidikan santri dan para pencari ilmu. Menyediakan sarana air bersih seperti sumur atau fasilitas sanitasi. Menanam pohon yang memberikan manfaat bagi manusia maupun lingkungan. Mendukung berbagai program sosial, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Semakin luas manfaat yang diberikan kepada orang lain, semakin besar pula pahala yang terus mengalir kepada pelakunya. Jangan Menunda Berbuat Kebaikan Islam mengajarkan agar setiap kesempatan dimanfaatkan untuk beramal sebelum datang waktu yang tidak lagi memungkinkan seseorang berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman: "...dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34). Karena itu, selama masih diberi kesehatan, usia, dan rezeki, setiap Muslim dianjurkan untuk segera memperbanyak amal jariyah tanpa harus menunggu waktu yang dianggap istimewa. Cara Memaksimalkan Amal Jariyah Agar amal jariyah semakin bernilai di sisi Allah SWT, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Memilih amal yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Mengajak keluarga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi. Melakukan amal secara istiqamah, meskipun nilainya tidak besar. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783). Jadikan Safar Momentum Memperbanyak Kebaikan Pada dasarnya, tidak ada keutamaan khusus amal jariyah yang hanya berlaku pada bulan Safar. Namun, menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah merupakan langkah yang baik selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan syariat. Setiap Muslim dapat mengisi bulan Safar dengan memperbanyak sedekah, wakaf, membantu sesama, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, serta mendukung berbagai program kemaslahatan umat. Melalui amal-amal tersebut, diharapkan lahir keberkahan dalam kehidupan sekaligus menjadi bekal yang terus mengalir hingga akhirat. Bagi yang ingin menyalurkan sedekah, infak, maupun wakaf secara amanah dan tepat sasaran, BAZNAS menyediakan berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan yang dapat menjadi sarana menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus meraih pahala jariyah yang berkelanjutan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS, Praktis, Aman, dan Tepat Sasaran
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS, Praktis, Aman, dan Tepat Sasaran
MENUNAIKAN zakat maal kini semakin mudah berkat layanan digital yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui layanan pembayaran zakat secara online, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu datang langsung ke kantor layanan. Prosesnya praktis, aman, serta tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Selain memberikan kemudahan, pembayaran zakat melalui BAZNAS juga memastikan dana yang dititipkan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan. Mengapa Memilih BAZNAS? Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat nasional, BAZNAS berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya. Dengan membayar zakat melalui BAZNAS, muzaki tidak hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa keunggulan layanan zakat online BAZNAS antara lain: Pembayaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tersedia berbagai metode pembayaran yang aman dan mudah digunakan. Dana zakat dikelola secara profesional serta disalurkan kepada mustahik melalui program-program yang tepat sasaran. Proses pembayaran lebih praktis tanpa harus datang ke kantor layanan. Cara Bayar Zakat Maal Secara Online Menunaikan zakat melalui BAZNAS sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya: Hitung terlebih dahulu besaran zakat menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS. Masuk ke layanan pembayaran zakat di situs resmi BAZNAS. Masukkan nominal zakat sesuai hasil perhitungan. Lengkapi data diri yang diperlukan. Pilih metode pembayaran yang diinginkan, lalu selesaikan transaksi. Simpan bukti pembayaran sebagai arsip pribadi. Dengan proses yang sederhana, kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan cepat tanpa mengurangi nilai ibadah yang terkandung di dalamnya. Segera Tunaikan Zakat Maal Anda Apabila harta yang dimiliki telah memenuhi syarat nisab dan haul, jangan menunda untuk menunaikan zakat maal. Semakin cepat zakat disalurkan, semakin cepat pula manfaatnya dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan. Melalui layanan zakat online BAZNAS, Anda dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah, aman, dan terpercaya, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →