Artikel Terbaru
Zakat yang Anda Tunaikan, Dampaknya Lebih Besar dari yang Dibayangkan
BANYAK orang memandang zakat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Padahal, makna zakat jauh melampaui ibadah personal. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, terdapat peran besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan saling menguatkan.
Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Ketika dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
Zakat, Pilar Kepedulian dan Keadilan Sosial
Dalam Islam, zakat memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai upaya pemerataan kesejahteraan. Sebagian harta yang dimiliki seorang muslim bukan sepenuhnya menjadi miliknya, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya, terutama bagi delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Tidak heran jika Al-Qur'an berulang kali menyandingkan perintah zakat dengan salat. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan spiritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Ketika zakat dihimpun dan didistribusikan secara profesional, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu penerima, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap berkurangnya kesenjangan sosial dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara luas.
Membantu Mustahik Bangkit Menuju Kemandirian
Dampak zakat paling nyata terlihat dalam kehidupan para mustahik. Bantuan yang diterima mampu meringankan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok sehari-hari.
Namun, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif semata. Melalui program-program pemberdayaan, dana zakat juga menjadi modal bagi para mustahik untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga pendampingan ekonomi membuka peluang bagi mustahik untuk mandiri. Harapannya, mereka tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu meningkatkan taraf hidup hingga suatu saat menjadi muzaki yang ikut berbagi kepada orang lain.
Transformasi inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pengelolaan zakat, yaitu mengubah penerima manfaat menjadi pribadi yang lebih berdaya dan produktif.
Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat
Ketika semakin banyak masyarakat menunaikan zakat, manfaatnya akan dirasakan secara lebih luas.
Dana zakat yang disalurkan untuk pendidikan membantu lebih banyak anak melanjutkan sekolah. Program pemberdayaan ekonomi melahirkan usaha-usaha kecil yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Bantuan kesehatan membantu keluarga kurang mampu memperoleh layanan yang layak. Semua itu berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan sejahtera.
Di sisi lain, zakat juga mempererat rasa persaudaraan. Kepercayaan antara muzaki dan mustahik tumbuh melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. Dari sinilah lahir semangat gotong royong dan kepedulian yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis.
Cara Menjadi Bagian dari Perubahan
Berpartisipasi dalam menciptakan dampak sosial melalui zakat tidaklah sulit. Setelah harta atau penghasilan mencapai nisab dan memenuhi syarat wajib zakat, tunaikanlah zakat melalui lembaga amil zakat resmi yang memiliki sistem pengelolaan profesional dan akuntabel.
Menyalurkan zakat melalui BAZNAS memastikan dana yang dititipkan dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program yang terukur, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah.
Lebih dari itu, konsistensi dalam menunaikan zakat akan menghadirkan manfaat yang terus berkelanjutan. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan saling menguatkan.
Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap tahun. Zakat adalah investasi sosial yang menghadirkan manfaat bagi banyak orang sekaligus menjadi jalan meraih keberkahan hidup. Melalui zakat, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata, membantu sesama bangkit dari keterbatasan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Zakat Anda, Harapan Baru bagi Sesama yang Membutuhkan
ZAKAT bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap kali harta telah memenuhi syarat. Di balik setiap zakat yang dikeluarkan, ada harapan yang tumbuh bagi mereka yang tengah menghadapi berbagai keterbatasan hidup. Bagi sebagian orang, zakat mungkin hanya sejumlah angka yang dipotong dari penghasilan. Namun bagi mustahik, zakat bisa menjadi jalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melanjutkan pendidikan, hingga memulai kehidupan yang lebih baik.
Melalui zakat, Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga memiliki hak yang harus disampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT, tetapi juga ikut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Zakat, Kewajiban yang Sarat Makna
Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki kedudukan yang sangat penting. Kewajiban ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT memerintahkan setiap muslim yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan-Nya.
Lebih dari itu, zakat menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan. Harta yang ditunaikan akan disalurkan kepada delapan golongan mustahik sesuai ketentuan syariat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Zakat Menghadirkan Harapan bagi Mustahik
Dana zakat yang dikelola secara amanah mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari keluarga prasejahtera yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, anak-anak dhuafa yang membutuhkan dukungan pendidikan, hingga masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana atau musibah.
Melalui berbagai program pemberdayaan, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang agar mustahik dapat hidup lebih mandiri. Bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, hingga layanan kesehatan menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat yang memberikan dampak berkelanjutan.
Dampak Kecil yang Menghasilkan Perubahan Besar
Besar kecilnya nominal zakat yang ditunaikan mungkin terasa sederhana bagi seorang muzaki. Namun ketika dihimpun bersama zakat dari banyak orang dan dikelola secara profesional, manfaatnya menjadi sangat luas.
Dana zakat dapat membantu membiayai pendidikan anak-anak dhuafa, mendukung pelaku usaha kecil agar lebih mandiri, menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, hingga menghadirkan berbagai program sosial dan kemanusiaan di seluruh Indonesia.
Inilah bukti bahwa zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan sosial secara nyata.
Menunaikan Zakat Kini Semakin Mudah
Perkembangan teknologi membuat proses pembayaran zakat menjadi semakin praktis. Melalui layanan digital BAZNAS, masyarakat dapat menghitung besaran zakat, memilih jenis zakat yang ingin ditunaikan, hingga melakukan pembayaran secara aman melalui berbagai metode, seperti transfer bank, dompet digital, maupun QRIS.
Kemudahan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menunaikan zakat tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan.
Jadikan Zakat sebagai Jalan Kebaikan
Setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya menyempurnakan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan harapan bagi sesama. Di balik setiap rupiah yang disalurkan, ada keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, anak-anak yang bisa terus mengenyam pendidikan, serta masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih baik.
Saatnya tunaikan zakat melalui BAZNAS agar amanah yang dititipkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerima. Dengan zakat, kita tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga ikut membangun masa depan yang lebih baik bagi umat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL03/08/2026 | MBL-01
Bulan Safar Jadi Momentum Berbagi: Raih Keberkahan Menebar Kebaikan
MASIH ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos, seperti datangnya kesialan atau musibah. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk bulan Safar.
Sebaliknya, bulan Safar dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan berbagi kepada sesama. Berbagi tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
Memahami Bulan Safar dalam Perspektif Islam
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa nasib buruk. Namun, Islam datang untuk meluruskan anggapan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh mempercayai tahayul atau mengaitkan suatu waktu dengan kesialan. Semua yang terjadi berada dalam ketetapan Allah SWT.
Karena itu, bulan Safar hendaknya diisi dengan berbagai amal kebaikan, seperti bersedekah, membantu sesama, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Berbagi sebagai Wujud Ketaatan kepada Allah SWT
Berbagi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan berlaku sepanjang waktu, termasuk pada bulan Safar.
Dengan memperbanyak sedekah dan membantu sesama, seorang Muslim menunjukkan keyakinannya bahwa keberkahan hidup datang dari Allah SWT, bukan dipengaruhi oleh mitos tentang waktu atau bulan tertentu.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh balasan yang berlipat ganda.
Menghapus Mitos dengan Menebarkan Kebaikan
Salah satu hikmah berbagi di bulan Safar adalah memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang menentukan segala sesuatu.
Ketika seseorang tetap bersedekah, menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan pada bulan Safar, ia sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak mempercayai mitos kesialan yang berkembang di masyarakat.
Semangat berbagi menjadi bukti bahwa seorang Muslim lebih memilih memperkuat tauhid melalui amal saleh daripada mempercayai keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat.
Berbagi kepada Mereka yang Membutuhkan
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama fakir miskin. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan, sembako, pakaian, hingga dukungan kebutuhan sehari-hari.
Selain memberikan manfaat bagi penerima, berbagi juga menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menyantuni Anak Yatim
Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi mereka.
Momentum bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk memberikan santunan berupa kebutuhan sekolah, makanan, bantuan pendidikan, maupun kebutuhan lainnya. Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk amal yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan mereka.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Berbagi tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, ilmu, perhatian, maupun doa kepada sesama juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai ibadah.
Sikap saling membantu akan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, sehingga saling menolong merupakan bagian dari ajaran Islam.
Sedekah Membawa Keberkahan Rezeki
Sebagian orang masih khawatir hartanya akan berkurang karena bersedekah. Padahal, Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta.
Sebaliknya, Allah SWT akan memberikan balasan berupa keberkahan, ketenangan hidup, kemudahan rezeki, maupun nikmat lainnya yang tidak selalu diukur dari bertambahnya jumlah harta.
Menumbuhkan Rasa Syukur
Berbagi juga mengajarkan seseorang untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Ketika melihat masih banyak saudara yang hidup dalam keterbatasan, seseorang akan semakin menyadari besarnya karunia yang dimilikinya. Rasa syukur inilah yang menjadi salah satu jalan datangnya tambahan nikmat dari Allah SWT.
Bentuk Kebaikan yang Dapat Dilakukan di Bulan Safar
Ada banyak cara untuk mengisi bulan Safar dengan amal saleh, di antaranya:
Bersedekah kepada fakir miskin.
Menyantuni anak yatim.
Berbagi makanan kepada tetangga atau masyarakat yang membutuhkan.
Membantu biaya pendidikan santri maupun pelajar.
Berdonasi untuk pembangunan masjid.
Mewakafkan Al-Qur'an.
Membantu korban bencana.
Menyalurkan paket sembako.
Membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Memberikan bantuan kepada orang sakit atau lanjut usia.
Seluruh amalan tersebut akan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Adab Berbagi dalam Islam
Agar sedekah dan bantuan yang diberikan semakin bernilai di sisi Allah SWT, seorang Muslim hendaknya memperhatikan beberapa adab, di antaranya:
Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Tidak mengungkit pemberian.
Menjaga perasaan penerima bantuan.
Memberikan harta yang halal dan baik.
Bersikap ramah serta santun kepada penerima.
Menjauhi sikap riya atau pamer.
Bersyukur karena masih diberi kemampuan untuk membantu orang lain.
Dengan menjaga adab tersebut, amal berbagi menjadi lebih sempurna dan membawa keberkahan bagi pemberi maupun penerima.
Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Manfaat
Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Tidak ada keutamaan khusus berbagi yang hanya berlaku pada bulan Safar, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama merupakan langkah yang baik.
Dari isi bulan Safar dengan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, mendukung program kemanusiaan, serta menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan berbagi melalui BAZNAS, Anda turut menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan sekaligus meraih keberkahan dan pahala yang terus mengalir dari Allah SWT.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Sedekah di Bulan Safar: Cara Berbagi Lebih Bermakna dan Penuh Berkah
BERSEDEKAH merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sedekah juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama. Ibadah ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Safar, karena tidak ada larangan maupun anggapan khusus dalam syariat yang membatasi seseorang untuk berbuat baik pada bulan tersebut.
Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos tentang kesialan. Padahal, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, bulan Safar justru dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah. Dengan memahami cara bersedekah yang tepat, setiap bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Bulan Safar Bukan Bulan Kesialan
Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab percaya bahwa bulan ini membawa kesialan dan musibah. Namun, Islam datang untuk meluruskan anggapan tersebut.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Seorang Muslim diajarkan untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT, bukan kepada waktu, tempat, maupun benda tertentu.
Karena itu, bulan Safar memiliki kedudukan yang sama dengan bulan-bulan lainnya, yaitu sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal kebaikan.
Mengapa Bersedekah di Bulan Safar Tetap Dianjurkan?
Islam mendorong umatnya untuk bersedekah sepanjang waktu. Tidak ada dalil yang melarang sedekah pada bulan Safar. Justru, memperbanyak amal baik pada bulan ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran tauhid.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda, tanpa dibatasi oleh waktu atau bulan tertentu.
Cara Bersedekah agar Tepat Sasaran
Sedekah bukan hanya tentang seberapa besar nilai yang diberikan, tetapi juga bagaimana bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.
1. Awali dengan Niat yang Ikhlas
Setiap amal bergantung pada niatnya. Bersedekahlah semata-mata karena mengharap rida Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain.
Keikhlasan akan menjadikan sedekah lebih bernilai sekaligus menjaga hati dari sifat riya.
2. Prioritaskan Mereka yang Paling Membutuhkan
Agar manfaat sedekah lebih optimal, utamakan penerima yang benar-benar membutuhkan, seperti:
Fakir dan miskin.
Anak yatim.
Janda yang mengalami kesulitan ekonomi.
Lansia yang hidup sebatang kara.
Penyandang disabilitas.
Korban bencana.
Santri atau pelajar yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Dengan penyaluran yang tepat, sedekah dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan penerima.
3. Pastikan Harta Berasal dari Sumber yang Halal
Islam mengajarkan bahwa sedekah hendaknya berasal dari harta yang diperoleh dengan cara yang halal. Harta yang baik akan menghadirkan keberkahan, baik bagi pemberi maupun penerima.
4. Dahulukan Keluarga yang Membutuhkan
Apabila terdapat kerabat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, membantu mereka menjadi salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan. Selain meringankan beban keluarga, hal ini juga mempererat tali silaturahmi.
5. Bersedekah Sesuai Kemampuan
Sedekah tidak harus bernilai besar. Allah SWT tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.
Berbagi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti uang, makanan, pakaian, tenaga, ilmu, maupun waktu. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.
Pilihan Sedekah yang Bisa Dilakukan di Bulan Safar
Ada banyak cara untuk menebarkan kebaikan selama bulan Safar, di antaranya:
Berbagi makanan kepada fakir miskin, tetangga, santri, atau musafir.
Menyantuni anak yatim melalui bantuan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari.
Berpartisipasi dalam pembangunan atau renovasi masjid.
Mewakafkan Al-Qur'an ke masjid, musala, atau lembaga pendidikan Islam.
Membantu korban bencana melalui bantuan logistik maupun dana kemanusiaan.
Seluruh bentuk bantuan tersebut dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat yang tulus.
Hindari Hal-Hal yang Dapat Mengurangi Nilai Sedekah
Agar sedekah semakin sempurna, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, antara lain:
Bersedekah karena ingin dipuji atau dilihat orang lain.
Mengungkit bantuan yang telah diberikan.
Memberikan barang yang sudah tidak layak pakai.
Bersikap kasar atau merendahkan penerima bantuan.
Islam mengajarkan bahwa sedekah hendaknya diberikan dengan penuh penghormatan dan menjaga martabat orang yang menerimanya.
Hikmah Bersedekah di Bulan Safar
Membiasakan diri untuk bersedekah pada bulan Safar akan menghadirkan banyak manfaat, di antaranya:
Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Memperkuat kepedulian sosial.
Meluruskan pemahaman bahwa bulan Safar bukan bulan kesialan.
Meringankan beban saudara yang membutuhkan.
Mempererat ukhuwah Islamiyah.
Mendatangkan ketenangan hati.
Membuka pintu rezeki yang penuh keberkahan.
Menjadi bekal amal untuk kehidupan akhirat.
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Semua hikmah tersebut dapat dirasakan apabila sedekah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tuntunan syariat.
Agar Sedekah Memberikan Manfaat yang Lebih Luas
Supaya sedekah yang ditunaikan semakin tepat sasaran, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
Pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Salurkan melalui lembaga zakat yang amanah apabila tidak dapat menyalurkannya secara langsung.
Prioritaskan kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Jadikan sedekah sebagai kebiasaan, meskipun jumlahnya tidak besar.
Jaga kerahasiaan sedekah agar terhindar dari riya.
Sertai sedekah dengan doa agar penerima memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam hidupnya.
Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Kebaikan
Bulan Safar bukanlah bulan yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah bersedekah kepada sesama dengan cara yang tepat dan penuh keikhlasan.
Mari manfaatkan bulan Safar untuk memperbanyak sedekah, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan menyalurkan sedekah melalui BAZNAS, Anda turut mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah, sehingga setiap kebaikan yang ditunaikan dapat menjadi jalan menuju keberkahan hidup dan bekal terbaik di akhirat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini Keutamaan Sedekah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat
SEDEKAH merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain menjadi wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sedekah juga mencerminkan kepedulian terhadap sesama sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Safar.
Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos tentang kesialan. Padahal, Islam telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Semua waktu adalah ciptaan Allah SWT yang dapat diisi dengan amal saleh dan berbagai kebaikan.
Karena itu, bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Amalan ini bukan dilakukan karena keyakinan untuk menolak kesialan, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang diharapkan membawa keberkahan, pahala, serta manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Memahami Bulan Safar dalam Pandangan Islam
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa bulan ini identik dengan musibah dan kesialan sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting.
Namun, Rasulullah SAW meluruskan keyakinan tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, beliau bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. Hadis ini menjadi penegasan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena waktu atau bulan tertentu.
Dengan demikian, bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan lainnya, yaitu sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, dan menebarkan manfaat kepada sesama.
Sedekah Dianjurkan Sepanjang Waktu
Islam mendorong umatnya untuk gemar bersedekah tanpa dibatasi waktu tertentu. Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh pahala yang besar, termasuk ketika dilakukan pada bulan Safar.
Manfaat Sedekah bagi Kehidupan Dunia
1. Membawa Keberkahan Rezeki
Banyak orang khawatir bahwa sedekah akan mengurangi harta yang dimiliki. Padahal, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi kekayaan seseorang. Sebaliknya, Allah SWT akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik, baik berupa harta, kesehatan, kemudahan, maupun keberkahan dalam kehidupan.
2. Menyucikan Harta dan Hati
Sedekah menjadi salah satu cara untuk membersihkan harta sekaligus melatih diri agar terhindar dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.
Dengan berbagi kepada sesama, seorang Muslim menyadari bahwa setiap rezeki yang dimiliki merupakan titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain.
3. Memperkuat Kepedulian Sosial
Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama. Bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun kaum dhuafa menjadi bentuk nyata kepedulian yang dapat memperkuat rasa persaudaraan dalam masyarakat.
4. Memberikan Ketenangan Hati
Orang yang gemar berbagi umumnya memiliki hati yang lebih lapang. Mereka tidak mudah merasa takut kehilangan harta karena yakin bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT dan akan diganti dengan kebaikan yang lebih besar.
Ketenangan batin inilah yang menjadi salah satu nikmat paling berharga dalam kehidupan.
5. Menjadi Sebab Datangnya Perlindungan Allah SWT
Dalam berbagai hadis dijelaskan bahwa sedekah dapat menjadi salah satu sebab datangnya pertolongan dan perlindungan Allah SWT.
Namun, perlu dipahami bahwa sedekah bukan dilakukan karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Sedekah merupakan amal saleh yang dianjurkan sepanjang waktu dan dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk memperoleh rahmat serta perlindungan dari Allah SWT.
Manfaat Sedekah sebagai Bekal Akhirat
1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Setiap sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan dicatat sebagai amal kebaikan. Bahkan, sedekah jariyah akan terus mengalirkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain.
2. Mendapat Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu golongan yang memperoleh naungan Allah SWT pada Hari Kiamat adalah mereka yang bersedekah secara ikhlas hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.
Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan sedekah di sisi Allah SWT.
3. Menjadi Sebab Diampuninya Dosa
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.
Meski demikian, penghapusan dosa ini berkaitan dengan dosa kepada Allah SWT, sedangkan kesalahan terhadap sesama manusia tetap harus diselesaikan dengan meminta maaf dan mengembalikan hak yang bersangkutan.
4. Menjadi Bekal Menuju Surga
Sedekah merupakan investasi amal yang nilainya tidak akan pernah hilang. Allah SWT menjanjikan balasan terbaik bagi hamba-hamba yang gemar berinfak dan berbagi kepada sesama dengan penuh keikhlasan.
Bentuk Sedekah yang Dapat Diamalkan
Ada banyak cara untuk berbagi kepada sesama, di antaranya:
Memberikan makanan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.
Menyantuni anak yatim.
Membantu biaya pendidikan santri atau pelajar.
Berpartisipasi dalam pembangunan masjid.
Mewakafkan Al-Qur'an.
Membantu korban bencana dan krisis kemanusiaan.
Menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Membagikan pakaian layak pakai.
Membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.
Menyebarkan ilmu yang bermanfaat.
Seluruh bentuk kebaikan tersebut bernilai ibadah apabila dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Adab Bersedekah dalam Islam
Agar sedekah semakin bernilai di sisi Allah SWT, beberapa adab berikut perlu diperhatikan:
Meluruskan niat hanya karena Allah SWT.
Memberikan harta yang diperoleh secara halal.
Tidak mengungkit bantuan yang telah diberikan.
Menjaga perasaan dan kehormatan penerima.
Mendahulukan keluarga yang membutuhkan.
Membiasakan diri bersedekah secara rutin, meskipun jumlahnya tidak besar.
Dengan menjaga adab tersebut, sedekah tidak hanya menjadi amal yang berpahala, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Meluruskan Pemahaman tentang Bulan Safar
Masih ada anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan sehingga sebagian orang melakukan ritual tertentu untuk menghindari musibah. Dalam Islam, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih.
Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Karena itu, seorang Muslim hendaknya mengisi bulan ini dengan memperbanyak doa, ibadah, dan amal saleh, termasuk sedekah, sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Jadikan Sedekah sebagai Kebiasaan
Agar lebih istiqamah dalam berbagi, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin, menentukan target sedekah setiap pekan, mengajak keluarga untuk ikut berbagi, serta menyalurkan sedekah melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya lebih tepat sasaran.
Sedekah bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesama, tetapi juga menjadi investasi amal yang membawa keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Mari Tebar Kebaikan di Bulan Safar
Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian kepada sesama. Dengan bersedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta, memperoleh keberkahan rezeki, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat.
Salurkan sedekah Anda melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Bersama BAZNAS, setiap kebaikan yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah dan disalurkan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah demi mewujudkan kesejahteraan umat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Amalan Sunnah di Bulan Safar: Momentum Memperbanyak Ibadah dan Menepis Mitos
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, seperti anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa Safar adalah bulan yang harus ditakuti. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Karena itu, Bulan Safar sepatutnya disikapi sebagaimana bulan-bulan lainnya, yaitu dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Meski tidak ada amalan khusus yang diwajibkan pada Bulan Safar, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan ibadah sunnah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Mengisi hari-hari di Bulan Safar dengan berbagai amal kebaikan menjadi cara terbaik untuk memperkuat keimanan sekaligus menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Memahami Bulan Safar dalam Islam
Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Bulan Safar identik dengan musibah sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting, seperti bepergian, berdagang, maupun menikah. Islam kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa tidak ada kesialan pada Bulan Safar.
Hadis tersebut menjadi penegasan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena pengaruh bulan atau waktu tertentu. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak perlu merasa khawatir memasuki Bulan Safar, melainkan menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh.
Mengapa Perlu Memperbanyak Ibadah di Bulan Safar?
Walaupun tidak memiliki ibadah yang dikhususkan, Bulan Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT. Memperbanyak amalan sunnah dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya:
Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menghapus dosa-dosa kecil.
Menenangkan hati dan pikiran.
Memperbanyak pahala sebagai bekal di akhirat.
Mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan
1. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan kapan pun, termasuk di Bulan Safar. Berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang membutuhkan menjadi wujud syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Karena itu, jadikan sedekah sebagai kebiasaan, bukan karena menganggap Safar sebagai bulan penolak bala, melainkan sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi setiap muslim. Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isinya menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang tahun.
Meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an dapat meningkatkan keimanan sekaligus memberikan ketenangan hati.
3. Memperbanyak Zikir dan Istigfar
Zikir dan istigfar menjadi amalan ringan, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta memohon ampun kepada Allah SWT dapat menjadi sarana membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Rasulullah SAW sendiri senantiasa memperbanyak istigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya.
4. Menjaga Salat Sunnah
Selain salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah, seperti:
Salat Tahajud.
Salat Duha.
Salat Rawatib.
Salat Witir.
Amalan-amalan tersebut menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus meningkatkan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
5. Melaksanakan Puasa Sunnah
Bulan Safar juga dapat diisi dengan berbagai puasa sunnah yang memang disyariatkan, seperti:
Puasa Senin dan Kamis.
Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar.
Puasa Daud bagi yang mampu mengamalkannya.
Puasa sunnah melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri.
6. Menjalin Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun tetangga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Silaturahmi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki dan umur sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
7. Membantu Sesama
Berbuat baik kepada orang lain tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, perhatian, maupun dukungan kepada mereka yang membutuhkan juga termasuk amal saleh yang bernilai ibadah.
Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada sesama, semakin besar pula nilai kebaikan di sisi Allah SWT.
8. Menuntut Ilmu Agama
Mengikuti kajian, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, maupun mendengarkan ceramah menjadi cara yang baik untuk meningkatkan pemahaman agama.
Ilmu yang dipelajari dan diamalkan akan menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan.
9. Memperbanyak Doa
Doa merupakan bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk lebih banyak berdoa, memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta keteguhan iman.
Hikmah Memperbanyak Amalan Sunnah
Membiasakan diri menjalankan amalan sunnah memberikan banyak manfaat, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat, antara lain:
Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Menambah pahala dan menghapus dosa.
Membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
Membentuk akhlak yang lebih baik.
Memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Meluruskan Anggapan tentang Bulan Safar
Masih ada sebagian masyarakat yang menghindari berbagai aktivitas penting saat memasuki Bulan Safar karena menganggapnya sebagai bulan yang membawa kesialan. Dalam Islam, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih.
Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, maupun aktivitas lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang lebih utama adalah memperkuat tawakal kepada Allah SWT dan mengisi waktu dengan amal saleh.
Tips Agar Tetap Istikamah Beribadah
Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar maupun bulan-bulan berikutnya, beberapa langkah sederhana dapat diterapkan:
Menyusun target ibadah harian.
Menentukan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an.
Membiasakan salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib.
Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah.
Mengikuti kajian keislaman secara rutin.
Mengajak keluarga beribadah bersama.
Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat.
Memohon kepada Allah SWT agar diberikan keistiqamahan.
Jadikan Safar sebagai Momentum Memperbanyak Amal
Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak ada amalan khusus yang diwajibkan, tetapi seluruh ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam tetap dapat diamalkan untuk meningkatkan kualitas keimanan.
Dengan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjalankan salat dan puasa sunnah, mempererat silaturahmi, menuntut ilmu, serta membantu sesama, seorang muslim dapat mengisi Bulan Safar dengan berbagai kebaikan yang membawa keberkahan. Semoga setiap amal yang dilakukan menjadi bekal terbaik untuk meraih rida Allah SWT serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Amalan Terbaik di Bulan Safar: Saatnya Memperbanyak Ibadah dan Menjemput Ridha Allah
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan keliru di tengah masyarakat. Sebagian orang meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan atau datangnya musibah. Padahal, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Meski tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan hanya pada Bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunnah. Dengan mengisi hari-hari di Bulan Safar dengan ibadah dan kebaikan, seorang muslim dapat meningkatkan kualitas keimanan, meraih ketenangan hati, serta mengharapkan rida Allah SWT.
Bulan Safar dalam Pandangan Islam
Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriah. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab menganggap Safar sebagai bulan yang membawa nasib buruk. Keyakinan tersebut membuat mereka menunda berbagai aktivitas penting, seperti bepergian, menikah, maupun berdagang.
Islam kemudian meluruskan anggapan tersebut melalui sabda Rasulullah SAW:
"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Karena itu, Bulan Safar tidak perlu disikapi dengan rasa takut, melainkan dijadikan momentum untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat ketakwaan.
Mengapa Bulan Safar Layak Diisi dengan Amal Saleh?
Setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Walaupun Bulan Safar tidak memiliki amalan khusus seperti Ramadan, memperbanyak ibadah pada bulan ini tetap menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.
Berbagai amalan sunnah yang dilakukan dengan ikhlas dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya:
meningkatkan keimanan dan ketakwaan;
menambah pahala sebagai bekal akhirat;
membersihkan hati dari sifat-sifat tercela;
menghapus dosa-dosa kecil;
mempererat hubungan dengan sesama; serta
menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Safar
1. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan salah satu amal yang paling dicintai Allah SWT. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi sarana menyucikan harta dan membersihkan hati dari sifat kikir.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
Karena itu, jadikan sedekah sebagai bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama, bukan karena menganggap Bulan Safar sebagai bulan penolak bala.
2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Tidak hanya membaca, memahami makna dan mengamalkan isi kandungannya juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas keimanan.
Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup akan membawa ketenangan sekaligus petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
3. Memperbanyak Zikir dan Istigfar
Mengingat Allah SWT melalui zikir adalah amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar. Bacaan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, maupun istigfar dapat diamalkan kapan saja.
Istigfar juga menjadi sarana memohon ampun atas berbagai kesalahan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa memperbanyak istigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya.
4. Menjaga Salat Wajib dan Menambah Salat Sunnah
Salat merupakan ibadah utama dalam Islam. Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam juga dianjurkan membiasakan salat sunnah, seperti:
Salat Tahajud;
Salat Duha;
Salat Rawatib; dan
Salat Witir.
Amalan-amalan tersebut menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
5. Melaksanakan Puasa Sunnah
Puasa sunnah juga dapat menjadi amalan yang mengisi Bulan Safar, di antaranya:
Puasa Senin dan Kamis;
Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar; serta
Puasa Daud bagi yang mampu.
Selain melatih kesabaran dan keikhlasan, puasa juga membantu membentuk pengendalian diri.
6. Menjalin Silaturahmi
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, tetangga, maupun sesama muslim.
Silaturahmi menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan rezeki dan umur, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.
7. Membantu Sesama
Berbuat baik tidak selalu harus berupa materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, perhatian, maupun dukungan kepada orang lain juga termasuk amal saleh yang bernilai ibadah.
Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada sesama, semakin besar pula pahala yang diharapkan dari Allah SWT.
8. Menuntut Ilmu Agama
Belajar agama merupakan kewajiban setiap muslim. Mengikuti kajian, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah dapat menambah pemahaman sekaligus memperkuat keimanan.
Ilmu yang benar akan membimbing seseorang dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.
9. Memperbanyak Doa
Doa adalah bentuk penghambaan sekaligus wujud ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.
Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk lebih banyak memohon ampunan, kesehatan, kemudahan rezeki, keteguhan iman, serta keberkahan hidup.
Hikmah Memperbanyak Amal Saleh
Membiasakan diri melakukan berbagai amalan sunnah memberikan banyak manfaat, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Di antaranya:
semakin dekat dengan Allah SWT;
memperoleh pahala yang berlimpah;
membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan sombong;
membentuk akhlak yang lebih baik;
menghadirkan ketenangan batin; serta
memperkuat rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.
Meluruskan Kesalahpahaman tentang Bulan Safar
Sebagian masyarakat masih mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai ritual penolak bala atau menghindari aktivitas tertentu karena takut tertimpa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, ataupun kegiatan baik lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang dianjurkan justru memperbanyak ibadah, meningkatkan tawakal kepada Allah SWT, dan menjauhi keyakinan yang bertentangan dengan akidah.
Tips Agar Tetap Istikamah Beribadah
Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar maupun bulan-bulan berikutnya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:
membuat target ibadah harian;
meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an;
membiasakan salat sunnah setiap hari;
menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah;
mengikuti kajian keislaman secara rutin;
mengajak keluarga beribadah bersama;
memperbanyak doa memohon keistiqamahan; dan
mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat.
Jadikan Safar sebagai Awal Memperbaiki Diri
Bulan Safar bukanlah bulan yang harus dihindari atau ditakuti. Sebaliknya, bulan ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam Islam.
Memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjaga salat, berpuasa sunnah, mempererat silaturahmi, membantu sesama, menuntut ilmu, dan memperbanyak doa merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar.
Semoga setiap amal yang kita lakukan menjadi jalan untuk meraih rida Allah SWT, menghadirkan keberkahan dalam kehidupan, serta menjadi bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Berbagi Rezeki di Bulan Safar: Amalan Mulia Mendatangkan Keberkahan
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak terdapat dalil yang menyatakan bahwa Safar adalah bulan yang harus ditakuti. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu.
Karena itu, Bulan Safar hendaknya dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan berbagi rezeki kepada sesama. Sedekah dan kepedulian sosial merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu serta menjadi bentuk syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
Memahami Bulan Safar dalam Pandangan Islam
Sebelum membahas keutamaan berbagi rezeki, penting untuk memahami kedudukan Bulan Safar dalam Islam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa nasib buruk sehingga berbagai aktivitas penting sering ditunda.
Islam datang meluruskan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang berasal dari Bulan Safar. Semua yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu.
Dengan pemahaman ini, umat Islam diajak mengisi Bulan Safar dengan amal ibadah, memperkuat silaturahmi, memperbanyak doa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Mengapa Berbagi Rezeki Dianjurkan?
Berbagi rezeki merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan rasa syukur sekaligus kepedulian sosial. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan hartanya dari hak-hak yang harus ditunaikan.
Semangat berbagi tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah pada Bulan Safar bukan karena bulan tersebut memiliki keistimewaan khusus, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang dapat dilakukan kapan saja.
Keutamaan Berbagi Rezeki di Bulan Safar
Berikut beberapa manfaat yang dapat dirasakan ketika membiasakan diri berbagi rezeki kepada sesama.
1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi setiap hamba yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Berapa pun nilai sedekah yang diberikan, selama dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
2. Membersihkan Hati dan Harta
Berbagi rezeki menjadi sarana menyucikan harta sekaligus melatih diri agar terhindar dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Dengan menyadari bahwa harta hanyalah titipan, seseorang akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang dimilikinya.
3. Mendatangkan Keberkahan Rezeki
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT akan memberikan balasan berupa keberkahan, kemudahan, maupun rezeki yang lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur
Kebiasaan berbagi membuat seseorang lebih menyadari bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Kesadaran tersebut akan menumbuhkan rasa syukur sekaligus mendorong untuk terus memanfaatkan rezeki di jalan yang diridhai Allah SWT.
5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Sedekah juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarsesama. Bantuan yang diberikan kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan dapat menumbuhkan rasa saling peduli dan mempererat persaudaraan.
Bentuk Berbagi Rezeki yang Dapat Dilakukan
Berbagi rezeki tidak selalu identik dengan memberikan uang. Ada banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan, di antaranya:
Menyediakan makanan bagi fakir miskin atau kaum dhuafa.
Menyantuni anak yatim.
Membantu biaya pendidikan bagi yang membutuhkan.
Menyalurkan paket sembako kepada keluarga kurang mampu.
Berdonasi untuk pembangunan masjid atau fasilitas ibadah.
Membantu korban bencana dan krisis kemanusiaan.
Memberikan ilmu atau keterampilan yang bermanfaat.
Membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.
Menyediakan air minum bagi musafir atau masyarakat.
Menebarkan senyum, doa, dan ucapan yang baik sebagai bentuk sedekah nonmateri.
Seluruh bentuk kebaikan tersebut memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar
Sebagian masyarakat masih menghindari aktivitas tertentu pada Bulan Safar karena percaya akan membawa kesialan. Padahal, keyakinan seperti ini tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.
Seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, memulai usaha, ataupun aktivitas baik lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang dianjurkan justru memperbanyak amal saleh, memperkuat tawakal kepada Allah SWT, serta menjauhkan diri dari keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Cara Membiasakan Diri Berbagi Rezeki
Agar semangat berbagi terus terjaga, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
Sisihkan sebagian penghasilan secara rutin untuk sedekah.
Niatkan setiap pemberian semata-mata karena Allah SWT.
Dahulukan keluarga atau kerabat yang membutuhkan.
Salurkan bantuan melalui lembaga zakat yang amanah apabila tidak dapat menyalurkannya secara langsung.
Jangan menunda kesempatan berbuat baik ketika mampu membantu.
Jaga keikhlasan dan hindari sikap riya.
Biasakan berbagi meskipun dengan nominal yang sederhana.
Konsistensi dalam berbuat baik jauh lebih utama daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.
Dampak Positif Berbagi bagi Kehidupan Sosial
Selain menjadi ibadah, berbagi rezeki juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meringankan beban fakir miskin dan anak yatim, mendukung akses pendidikan, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Semakin banyak orang yang terbiasa berbagi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar.
Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Menebar Kebaikan
Bulan Safar bukanlah bulan yang identik dengan kesialan, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial.
Dengan membiasakan diri bersedekah, membantu sesama, dan menebarkan manfaat, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala dan keberkahan, tetapi juga ikut menghadirkan kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat. Jadikan semangat berbagi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada Bulan Safar, tetapi sepanjang waktu demi meraih ridha Allah SWT.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Peran Zakat Membantu Keluarga Prasejahtera Bangkit Menuju Kemandirian
BAGI sebagian orang, pergantian bulan mungkin hanya berarti rutinitas baru. Namun, bagi banyak keluarga prasejahtera, awal bulan sering kali menjadi saat untuk menghitung kembali penghasilan yang terbatas dengan berbagai kebutuhan yang terus berdatangan. Kebutuhan pangan, biaya pendidikan anak, tagihan, hingga pengobatan harus dipenuhi dalam kondisi ekonomi yang tidak selalu mencukupi.
Di tengah situasi tersebut, zakat hadir sebagai salah satu instrumen yang memberikan harapan. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mendesak, zakat juga membuka jalan bagi keluarga prasejahtera untuk bangkit dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Tantangan yang Dihadapi Keluarga Prasejahtera
Keluarga yang termasuk dalam golongan mustahik umumnya menghadapi berbagai persoalan secara bersamaan. Kebutuhan sehari-hari sering kali belum terpenuhi secara optimal, sementara biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga terus berjalan.
Di sisi lain, keterbatasan tabungan, minimnya akses terhadap pembiayaan yang layak, serta kurangnya modal maupun keterampilan membuat mereka sulit keluar dari kondisi tersebut. Bukan karena tidak memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi karena kesempatan untuk memulai sering kali belum tersedia.
Peran Zakat dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi
Zakat memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan sesaat. Pada tahap awal, zakat membantu memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan layanan kesehatan, sehingga keluarga mustahik dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Lebih dari itu, zakat juga menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong kemandirian ekonomi. Bantuan modal usaha dapat membuka peluang bagi keluarga untuk memulai usaha kecil. Program beasiswa membantu anak-anak tetap memperoleh pendidikan yang layak, sementara pelatihan keterampilan memberikan bekal untuk meningkatkan kemampuan dan peluang kerja.
Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya membantu mengatasi kesulitan saat ini, tetapi juga mendukung terciptanya perubahan yang berkelanjutan.
Dampak Nyata bagi Keluarga Mustahik
Manfaat zakat dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Ada keluarga yang kini dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus terbebani utang. Ada anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan karena memperoleh bantuan biaya sekolah. Ada pula pelaku usaha kecil yang mampu mengembangkan usahanya setelah mendapatkan dukungan modal dan pendampingan.
Perubahan-perubahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam waktu singkat. Namun, dengan penyaluran zakat yang tepat sasaran dan berkesinambungan, keluarga yang sebelumnya hanya mampu bertahan dapat mulai membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Menunaikan zakat bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama. Setiap zakat yang ditunaikan berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, BAZNAS menyalurkan dana zakat kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial. Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan Baru
Setiap zakat yang Anda tunaikan memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga program pemberdayaan ekonomi, zakat menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Melalui BAZNAS, zakat yang Anda percayakan akan disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima. Satu langkah kebaikan hari ini dapat menjadi awal perubahan bagi keluarga prasejahtera untuk bertahan, bangkit, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Zakat Membuka Jalan Pendidikan bagi Anak Dhuafa
PENDIDIKAN merupakan hak setiap anak dan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Masih banyak anak dari keluarga dhuafa yang harus menghadapi berbagai keterbatasan hingga terancam putus sekolah. Dalam kondisi seperti inilah zakat hadir sebagai salah satu solusi yang membantu membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran, semakin banyak anak dhuafa dapat melanjutkan sekolah dan memiliki kesempatan untuk menggapai cita-citanya.
Tantangan Pendidikan bagi Anak Dhuafa
Bagi keluarga prasejahtera, memenuhi kebutuhan pendidikan anak sering kali menjadi tantangan yang tidak mudah. Biaya sekolah, perlengkapan belajar, seragam, hingga ongkos transportasi menjadi pengeluaran yang harus dipenuhi di tengah keterbatasan ekonomi.
Selain persoalan biaya, anak-anak dhuafa juga kerap menghadapi lingkungan belajar yang kurang mendukung. Keterbatasan fasilitas, minimnya sarana belajar, hingga kondisi keluarga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat memengaruhi semangat dan keberlangsungan pendidikan mereka.
Tidak sedikit pula anak yang memilih berhenti sekolah karena merasa tidak ingin menambah beban orang tua. Padahal, mereka memiliki keinginan besar untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Peran Zakat dalam Mendukung Pendidikan
Zakat memiliki peran penting dalam membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi anak-anak dhuafa. Melalui program pendidikan yang dikelola BAZNAS, dana zakat disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, mulai dari beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga dukungan biaya pendidikan lainnya.
Selain bantuan finansial, program pendidikan juga dapat dilengkapi dengan pendampingan agar anak-anak mampu mengikuti proses belajar dengan lebih optimal. Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu mereka tetap bersekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka terima.
Bagi sebuah keluarga, hadirnya bantuan pendidikan dari zakat dapat mengurangi beban ekonomi sekaligus memberikan harapan baru agar anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar.
Dampak Jangka Panjang bagi Masa Depan
Manfaat zakat di bidang pendidikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Anak yang memperoleh kesempatan untuk terus bersekolah memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.
Pendidikan membuka jalan menuju kesempatan kerja yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bahkan, bukan tidak mungkin anak-anak yang hari ini menerima manfaat zakat kelak tumbuh menjadi pribadi yang mampu membantu sesama melalui zakat yang mereka tunaikan.
Dengan demikian, zakat untuk pendidikan memberikan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.
Salurkan Zakat Pendidikan Melalui BAZNAS
Menunaikan zakat melalui BAZNAS merupakan salah satu cara untuk berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak-anak dhuafa. Dana zakat yang dihimpun dikelola secara amanah, profesional, dan transparan, kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat yang telah memenuhi ketentuan sebagai mustahik.
Melalui berbagai program pendidikan, BAZNAS berupaya menghadirkan akses belajar yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat terus menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Jadikan Zakat sebagai Investasi Masa Depan
Setiap zakat yang Anda tunaikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan hari ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus bangsa. Kesempatan belajar yang diberikan melalui zakat dapat membuka jalan bagi lahirnya generasi yang lebih mandiri, berdaya, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS dan bersama-sama membantu anak-anak dhuafa memperoleh hak mereka untuk belajar, tumbuh, dan menggapai cita-cita.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL29/07/2026 | MBL-01
Cara Menghitung Zakat Perdagangan dengan Benar, Apakah Berdasarkan Omzet atau Keuntungan?
MENJALANKAN usaha tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga menjadi sarana untuk menunaikan kewajiban kepada Allah SWT melalui zakat. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan pelaku usaha adalah, apakah zakat perdagangan dihitung dari omzet penjualan atau dari keuntungan usaha?
Banyak yang masih mengira bahwa semakin besar omzet, semakin besar pula zakat yang harus dibayarkan. Padahal, dalam syariat Islam, perhitungan zakat perdagangan tidak didasarkan pada omzet maupun laba semata. Zakat dihitung berdasarkan nilai harta dagang bersih yang dimiliki setelah memenuhi ketentuan nisab dan haul.
Apa Itu Zakat Perdagangan?
Zakat perdagangan adalah zakat yang dikenakan atas harta yang digunakan untuk kegiatan usaha atau jual beli dengan tujuan memperoleh keuntungan. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang memiliki usaha, baik berskala kecil, menengah, maupun besar.
Harta yang menjadi objek zakat meliputi seluruh aset usaha yang masih berputar dalam aktivitas perdagangan. Apabila nilai harta bersih tersebut telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.
Dengan demikian, yang menjadi dasar perhitungan bukanlah total penjualan ataupun keuntungan, melainkan kekayaan usaha yang dimiliki pada akhir periode perhitungan.
Komponen Harta yang Dihitung dalam Zakat Perdagangan
Untuk mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, pelaku usaha perlu menghitung nilai harta dagang bersih. Beberapa komponen yang diperhitungkan meliputi:
Kas dan Saldo Rekening Usaha
Seluruh uang tunai maupun dana yang tersimpan dalam rekening khusus usaha termasuk sebagai aset yang wajib dihitung.
Persediaan Barang Dagangan
Barang yang masih tersedia di gudang atau toko dan siap dipasarkan juga menjadi bagian dari harta perdagangan.
Piutang yang Berpotensi Tertagih
Piutang kepada pelanggan yang diyakini dapat dibayarkan turut masuk dalam perhitungan zakat.
Utang Jangka Pendek
Kewajiban usaha yang harus segera dilunasi dapat dikurangkan dari total aset sebelum menentukan jumlah zakat yang wajib dibayarkan.
Apakah Zakat Dihitung dari Omzet atau Keuntungan?
Jawabannya, bukan keduanya.
Omzet hanya menunjukkan total nilai penjualan, sedangkan keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dan biaya operasional. Keduanya bukan dasar utama dalam menghitung zakat perdagangan.
Yang menjadi acuan adalah nilai harta bersih usaha pada akhir periode, yaitu seluruh aset usaha setelah dikurangi kewajiban jangka pendek.
Rumus Menghitung Zakat Perdagangan
Secara umum, zakat perdagangan dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Zakat = (Kas + Persediaan Barang + Piutang yang Dapat Ditagih − Utang Jangka Pendek) × 2,5%
Sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab berdasarkan harga emas yang berlaku saat itu.
Contoh Perhitungan Zakat Perdagangan
Misalnya, seorang pelaku usaha kuliner memiliki kondisi keuangan sebagai berikut pada akhir tahun hijriah:
Kas usaha: Rp25.000.000
Persediaan barang: Rp60.000.000
Piutang yang dapat ditagih: Rp15.000.000
Utang usaha jangka pendek: Rp20.000.000
Maka harta bersih usahanya adalah:
Rp25.000.000 + Rp60.000.000 + Rp15.000.000 − Rp20.000.000 = Rp80.000.000
Apabila jumlah tersebut telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah:
Rp80.000.000 × 2,5% = Rp2.000.000
Sebagai contoh lain, sebuah toko online mencatat omzet penjualan sebesar Rp500.000.000 dalam satu tahun. Namun setelah dihitung, nilai harta bersih usahanya hanya Rp90.000.000.
Dalam kondisi ini, zakat tetap dihitung dari harta bersih sebesar Rp90.000.000, bukan dari omzet Rp500.000.000, selama telah memenuhi nisab dan haul.
Mengapa Memahami Cara Perhitungan Zakat Itu Penting?
Mengetahui cara menghitung zakat perdagangan sesuai syariat akan membantu pelaku usaha menunaikan kewajibannya dengan benar. Perhitungan yang tepat memastikan zakat yang dikeluarkan sesuai ketentuan Islam sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi para mustahik.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan keberkahan dalam usaha yang dijalankan.
Tunaikan Zakat Perdagangan Melalui BAZNAS
Untuk memudahkan proses perhitungan, pelaku usaha dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat yang tersedia di BAZNAS. Setelah mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan secara mudah dan aman melalui layanan resmi BAZNAS.
Zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah.
Mari tunaikan zakat perdagangan melalui BAZNAS sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital Sesuai Syariat
SEIRING pesatnya perkembangan teknologi, semakin banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara online melalui marketplace, media sosial, website, maupun aplikasi digital. Meskipun aktivitas jual beli dilakukan tanpa toko fisik, kewajiban zakat tetap berlaku apabila usaha telah memenuhi syarat yang ditetapkan dalam syariat Islam.
Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha digital untuk memahami cara menghitung zakat usaha dengan benar agar ibadah yang ditunaikan sesuai ketentuan syariat sekaligus menghadirkan keberkahan bagi bisnis yang dijalankan.
Apakah Usaha Online Wajib Mengeluarkan Zakat?
Ya. Pada dasarnya, usaha online memiliki ketentuan zakat yang sama dengan usaha perdagangan konvensional. Selama kegiatan utamanya adalah menjual barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan, maka usaha tersebut termasuk objek zakat perdagangan.
Menurut ketentuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), zakat perdagangan wajib ditunaikan apabila nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab setara dengan 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati.
Baik bisnis yang dijalankan melalui marketplace, media sosial, website, maupun platform digital lainnya memiliki kewajiban yang sama apabila telah memenuhi syarat tersebut.
Komponen yang Dihitung dalam Zakat Usaha
Perhitungan zakat usaha online tidak didasarkan pada omzet penjualan, melainkan pada nilai harta bersih usaha di akhir periode perhitungan. Beberapa komponen yang perlu diperhitungkan antara lain:
Kas dan Saldo Rekening Usaha
Seluruh uang tunai maupun dana yang tersimpan dalam rekening khusus usaha menjadi bagian dari aset yang wajib dihitung.
Persediaan Barang
Barang dagangan yang masih tersedia dan siap dijual, baik yang berada di gudang maupun pusat distribusi, termasuk dalam harta usaha yang dikenai zakat.
Piutang yang Dapat Ditagih
Piutang kepada pelanggan yang diperkirakan dapat dibayarkan juga menjadi bagian dari aset yang diperhitungkan.
Utang Jangka Pendek
Kewajiban usaha yang harus segera dilunasi dapat dikurangkan dari total aset sebelum menghitung besaran zakat.
Rumus Menghitung Zakat Usaha
Secara umum, zakat usaha dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Zakat Usaha = (Kas + Persediaan Barang + Piutang yang Dapat Ditagih − Utang Jangka Pendek) × 2,5%
Sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab sesuai harga emas yang berlaku.
Contoh Perhitungan Zakat Usaha Online
Sebagai contoh, seorang pemilik toko online memiliki kondisi keuangan pada akhir tahun hijriah sebagai berikut:
Kas dan saldo rekening usaha: Rp40.000.000
Persediaan barang: Rp90.000.000
Piutang yang dapat ditagih: Rp20.000.000
Utang jangka pendek: Rp30.000.000
Maka harta bersih usaha adalah:
Rp40.000.000 + Rp90.000.000 + Rp20.000.000 − Rp30.000.000 = Rp120.000.000
Apabila jumlah tersebut telah mencapai nisab, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah:
Rp120.000.000 × 2,5% = Rp3.000.000
Sebagai contoh lain, seorang pelaku usaha yang berjualan melalui marketplace memiliki harta bersih sebesar Rp75.000.000. Jika jumlah tersebut belum mencapai nisab berdasarkan harga emas saat itu, maka zakat usaha belum diwajibkan. Namun demikian, ia tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Cara Menunaikan Zakat Usaha Melalui BAZNAS
Setelah mengetahui besaran zakat yang harus dibayarkan, pelaku usaha dapat menunaikannya melalui BAZNAS dengan langkah-langkah berikut:
Hitung total harta bersih usaha pada akhir periode perhitungan.
Pastikan nilai harta telah memenuhi nisab dan haul.
Hitung zakat sebesar 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati.
Tunaikan zakat melalui kantor layanan BAZNAS atau kanal pembayaran digital yang tersedia.
Simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi.
Untuk mempermudah proses perhitungan, BAZNAS juga menyediakan Kalkulator Zakat yang dapat digunakan secara praktis sehingga hasil perhitungan lebih mudah dan sesuai ketentuan syariat.
Zakat Usaha, Wujud Syukur dan Keberkahan Bisnis
Menunaikan zakat usaha bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial seorang pelaku usaha. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki disalurkan kepada para mustahik sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi pemilik usaha online maupun toko digital, membiasakan diri menghitung dan menunaikan zakat secara rutin juga menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang sehat. Selain menyucikan harta, zakat diharapkan membawa keberkahan, memperkuat keberlangsungan usaha, serta mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah yang dikelola oleh BAZNAS.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Zakat untuk Korban Bencana: Wujud Kepedulian yang Menguatkan Pemulihan Masyarakat
INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga berbagai krisis kemanusiaan lainnya. Dalam situasi seperti ini, kehadiran bantuan yang cepat dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.
Salah satu instrumen yang memiliki peran besar dalam membantu para penyintas adalah zakat. Dikelola secara amanah dan disalurkan sesuai syariat Islam, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Bagaimana Zakat Membantu Korban Bencana?
Ketika bencana terjadi, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, bahkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan. Kondisi tersebut membuat mereka membutuhkan dukungan agar dapat bangkit kembali.
Melalui dana zakat yang disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat, berbagai kebutuhan mendesak dapat dipenuhi. Bantuan tersebut dapat berupa penyediaan bahan pangan, layanan kesehatan, bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak, hingga dukungan pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
Dengan demikian, zakat menjadi salah satu solusi yang membantu mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana sekaligus memberikan harapan bagi para penyintas untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Peran BAZNAS dalam Penanganan Bencana dan Krisis Kemanusiaan
Sebagai Badan Amil Zakat Nasional, BAZNAS mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana dan krisis kemanusiaan.
Melalui berbagai program kemanusiaan, BAZNAS hadir sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Bantuan yang diberikan meliputi distribusi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara, bantuan pendidikan, hingga program rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Pendekatan tersebut bertujuan agar bantuan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.
Zakat sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Sesama
Pada hakikatnya, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk mereka yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.
Ketika dikelola secara optimal, zakat mampu menjadi salah satu sumber pendanaan yang mendukung berbagai aksi kemanusiaan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta membantu mempercepat proses pemulihan setelah bencana.
Semangat gotong royong dan kepedulian yang diwujudkan melalui zakat menjadi bukti bahwa setiap kontribusi memiliki arti besar bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan bagi Penyintas
Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS merupakan salah satu cara terbaik untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik, termasuk masyarakat yang terdampak bencana dan krisis kemanusiaan.
Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan sesuai syariat, zakat yang Anda tunaikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung berbagai program pemulihan dan pemberdayaan agar mereka dapat bangkit kembali.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Peran Zakat dalam Mengurangi Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Umat
KEMISKINAN masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat. Selain berdampak pada kondisi ekonomi, kemiskinan juga memengaruhi akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam Islam, zakat hadir sebagai salah satu solusi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan sosial.
Melalui pengelolaan yang profesional dan tepat sasaran, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar para mustahik mampu hidup lebih mandiri.
Zakat sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Zakat merupakan salah satu pilar ekonomi Islam yang bertujuan mendistribusikan sebagian harta dari muzaki kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Lebih dari sekadar bantuan sosial, zakat menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang dapat mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat.
Dana zakat tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat mampu membantu mustahik meningkatkan taraf hidup hingga perlahan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?
Pengelolaan zakat yang optimal memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi:
Memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Meningkatkan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan sekolah.
Mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan agar memperoleh akses pengobatan dan pelayanan kesehatan yang layak.
Mendorong kemandirian ekonomi melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Mengurangi kesenjangan sosial dengan mendorong distribusi kekayaan yang lebih merata sesuai prinsip keadilan dalam Islam.
Melalui berbagai program tersebut, zakat tidak hanya membantu mengatasi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Komitmen BAZNAS dalam Memberdayakan Masyarakat
Sebagai Badan Amil Zakat Nasional, BAZNAS mengelola dana zakat secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para mustahik.
Dana zakat disalurkan melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan sosial. Berbagai program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat tidak hanya bertahan menghadapi kesulitan, tetapi juga memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Dengan pendekatan pemberdayaan, BAZNAS berupaya menjadikan zakat sebagai solusi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi umat.
Tunaikan Zakat, Hadirkan Harapan bagi Sesama
Setiap zakat yang ditunaikan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi wujud kepedulian sosial yang mampu membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS, zakat yang Anda tunaikan akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan perubahan yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/07/2026 | MBL-01
Ini Golongan yang Berhak Menerima Zakat! Kenali Delapan Asnaf Sesuai Syariat Islam
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan kepedulian sosial. Namun, dalam penyalurannya, zakat tidak dapat diberikan kepada sembarang orang. Islam telah menetapkan secara jelas siapa saja yang berhak menerima zakat melalui delapan golongan penerima yang dikenal sebagai 8 asnaf, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Memahami siapa saja yang termasuk dalam golongan penerima zakat sangat penting agar penyaluran zakat tepat sasaran, sesuai syariat, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Mengenal Delapan Asnaf Penerima Zakat
Ketentuan mengenai penerima zakat dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60. Ayat tersebut menjadi pedoman utama dalam pengelolaan zakat sehingga dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya.
Istilah asnaf berasal dari bahasa Arab yang berarti golongan atau kelompok. Dalam konteks zakat, 8 asnaf adalah delapan kelompok yang berhak menerima zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pembagian ini bertujuan menciptakan keadilan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan umat.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat?
Berikut delapan golongan yang termasuk dalam penerima zakat menurut syariat Islam.
1. Fakir
Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun sumber penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok dirinya dan keluarganya. Golongan ini menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat karena berada dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan.
2. Miskin
Miskin adalah mereka yang memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi jumlahnya belum mampu mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari. Zakat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraannya.
3. Amil Zakat
Amil merupakan pihak yang diberi amanah untuk menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana zakat. Mereka berhak menerima bagian zakat sebagai bentuk penghargaan atas tugas yang dijalankan dalam pengelolaan zakat sesuai ketentuan syariat.
4. Mualaf
Mualaf adalah orang yang baru memeluk agama Islam atau mereka yang perlu dikuatkan keimanannya. Bantuan zakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral maupun material agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam.
5. Riqab
Riqab pada masa Rasulullah SAW merujuk kepada hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. Dalam konteks saat ini, sebagian ulama memaknai riqab sebagai mereka yang mengalami penindasan, kehilangan kebebasan, atau berada dalam kondisi yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak.
6. Gharimin
Gharimin adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat dan tidak mampu melunasinya. Melalui zakat, mereka dibantu agar dapat terbebas dari beban utang tanpa harus terjerumus ke dalam kesulitan yang lebih besar.
7. Fisabilillah
Fisabilillah mencakup orang-orang yang berjuang di jalan Allah demi kemaslahatan umat, seperti kegiatan dakwah, pendidikan Islam, pelayanan sosial, maupun berbagai aktivitas lain yang bertujuan menegakkan nilai-nilai Islam sesuai ketentuan syariat.
8. Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asalnya. Mereka berhak menerima zakat sebagai bentuk pertolongan atas kondisi yang dihadapi.
Pentingnya Menyalurkan Zakat kepada yang Berhak
Menunaikan zakat kepada delapan golongan yang telah ditetapkan merupakan bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Penyaluran yang tepat sasaran tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para mustahik, tetapi juga menjadi instrumen dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebaliknya, penyaluran zakat yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat mengurangi efektivitas dan tujuan utama zakat. Karena itu, setiap muzaki perlu memahami siapa saja yang berhak menerima zakat sebelum menunaikan kewajibannya.
Peran BAZNAS dalam Penyaluran Zakat
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berperan memastikan dana zakat disalurkan kepada delapan asnaf sesuai dengan ketentuan syariat. Melalui proses pendataan, verifikasi, hingga pendampingan kepada para penerima manfaat, zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, BAZNAS juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu mustahik menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan.
Salurkan Zakat Melalui Lembaga Resmi
Memahami siapa saja yang berhak menerima zakat merupakan langkah awal agar zakat yang ditunaikan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, masyarakat turut mendukung pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Melalui zakat yang dikelola secara optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para mustahik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih berdaya.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Mengapa Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS Lebih Aman? Ini Alasan Perlu Diketahui!
MENUNAIKAN zakat melalui lembaga resmi merupakan langkah yang tepat untuk memastikan ibadah zakat terlaksana sesuai syariat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain memudahkan proses pembayaran, lembaga pengelola zakat yang memiliki legalitas resmi juga menjamin dana zakat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya.
Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Mengapa Sebaiknya Membayar Zakat Melalui Lembaga Resmi?
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi memberikan kepastian bahwa dana yang ditunaikan dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan yang berlaku. Setiap tahapan, mulai dari penghimpunan, pencatatan, pengelolaan, hingga pendistribusian, dilakukan melalui sistem yang terstruktur sehingga zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam syariat.
Selain itu, lembaga resmi menerapkan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih tenang dan penuh kepercayaan.
Legalitas Menjadi Jaminan Kepercayaan
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih tempat menunaikan zakat adalah legalitas lembaganya. Lembaga zakat yang memperoleh izin resmi dari pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola dana zakat sesuai regulasi serta berada dalam mekanisme pengawasan yang berlaku.
Dengan adanya legalitas tersebut, muzaki memperoleh kepastian bahwa zakat yang ditunaikan dikelola secara amanah, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.
Pengelolaan Transparan dan Tepat Sasaran
Keunggulan lain dari lembaga zakat resmi adalah adanya transparansi dalam pengelolaan dana. Masyarakat dapat mengetahui bagaimana zakat dihimpun, dikelola, hingga disalurkan kepada para penerima manfaat melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebelum disalurkan, calon penerima zakat melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Selain memenuhi kebutuhan dasar mustahik, dana zakat juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pembayaran Zakat Kini Semakin Mudah
Perkembangan teknologi membuat proses menunaikan zakat menjadi semakin praktis. Melalui layanan digital yang disediakan BAZNAS, masyarakat dapat membayar zakat kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.
Layanan ini juga memudahkan muzaki untuk menghitung besaran zakat, memilih jenis zakat yang akan ditunaikan, menentukan metode pembayaran, hingga memperoleh bukti pembayaran secara cepat dan aman.
Cara Membayar Zakat di BAZNAS
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat melalui BAZNAS, prosesnya dapat dilakukan dengan mudah melalui langkah-langkah berikut:
Kunjungi website atau aplikasi resmi BAZNAS.
Pilih jenis zakat yang akan ditunaikan.
Masukkan nominal zakat atau gunakan Kalkulator Zakat untuk membantu menghitung kewajiban zakat.
Lengkapi data diri sesuai kebutuhan.
Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, dompet digital, atau kanal pembayaran lainnya.
Selesaikan transaksi dan simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi.
Tunaikan Zakat dengan Aman dan Penuh Kepercayaan
Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bukan hanya memberikan kemudahan dalam beribadah, tetapi juga memastikan zakat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dana zakat yang dihimpun kemudian disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan memilih BAZNAS sebagai mitra dalam menunaikan zakat, setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kepedulian sosial, mengurangi kesenjangan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Zakat untuk Pendidikan: Wujudkan Masa Depan Cerah Anak Dhuafa
PENDIDIKAN merupakan hak setiap anak sekaligus kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, bagi banyak keluarga dhuafa, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi hambatan besar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Tidak sedikit anak yang harus menunda bahkan menghentikan sekolah karena orang tua kesulitan membiayai kebutuhan belajar mereka.
Melalui zakat, umat Islam dapat berkontribusi membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu mengubah kehidupan mereka di masa depan.
Mengapa Zakat Penting untuk Mendukung Pendidikan?
Pendidikan memiliki peran besar dalam memutus rantai kemiskinan. Dengan memperoleh akses pendidikan yang layak, anak-anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
Namun, bagi keluarga yang tergolong mustahik, berbagai kebutuhan pendidikan seperti seragam, buku, alat tulis, biaya transportasi, hingga kebutuhan sekolah lainnya sering kali menjadi beban yang sulit dipenuhi.
Di sinilah zakat memiliki peran penting. Dana zakat yang dikelola secara amanah dapat membantu anak-anak dhuafa tetap melanjutkan pendidikan sehingga mereka memiliki peluang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
Bentuk Program Pendidikan dari Dana Zakat
Melalui berbagai program pendidikan, BAZNAS menyalurkan dana zakat dalam bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan para penerima manfaat.
Beberapa bentuk dukungan yang diberikan antara lain:
Beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga dhuafa untuk membantu biaya pendidikan di berbagai jenjang.
Bantuan perlengkapan sekolah, seperti seragam, tas, buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya.
Dukungan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil melalui pengembangan fasilitas belajar dan peningkatan layanan pendidikan.
Program pendampingan pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik agar dapat belajar secara optimal dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Melalui program-program tersebut, BAZNAS berupaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Dampak Nyata bagi Anak Dhuafa
Manfaat zakat untuk pendidikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan.
Bantuan pendidikan memungkinkan anak-anak yang semula berisiko putus sekolah tetap melanjutkan pendidikannya. Mereka dapat belajar dengan lebih tenang, memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dalam jangka panjang, pendidikan menjadi bekal penting bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan taraf hidup keluarga, serta berkontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan yang mampu membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Bersama Zakat, Buka Jalan bagi Generasi Masa Depan
Setiap zakat yang ditunaikan membawa harapan baru bagi anak-anak dhuafa untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Melalui pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan membangun masa depan yang lebih baik.
Mari salurkan zakat melalui BAZNAS dan turut berkontribusi menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan. Dengan zakat, kita tidak hanya membantu mereka tetap bersekolah, tetapi juga ikut menciptakan generasi yang lebih mandiri, berdaya, dan siap membangun masa depan bangsa.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL24/07/2026 | MBL-01
Safar Bukan Bulan Sial, Ini Amalan Pembuka Rezeki Dianjurkan dalam Islam
BULAN Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan atau kesempitan rezeki. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Sebaliknya, setiap waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Tidak ada ibadah khusus yang hanya diperuntukkan pada Bulan Safar sebagai pembuka rezeki. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di Bulan Safar, sebagai bentuk ikhtiar untuk meraih rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.
Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?
Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa Bulan Safar identik dengan musibah atau nasib buruk. Padahal, Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut melalui hadis sahih:
"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan yang mengaitkan kesialan dengan waktu atau bulan tertentu. Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena Bulan Safar ataupun waktu lainnya.
Karena itu, Bulan Safar sebaiknya diisi dengan berbagai amal kebaikan, bukan dengan rasa khawatir terhadap mitos yang tidak memiliki landasan syariat.
Rezeki Datang dari Allah SWT
Dalam Islam, rezeki sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT. Setiap makhluk telah dijamin rezekinya, sebagaimana firman Allah SWT:
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6)
Meski demikian, Islam juga mengajarkan agar setiap muslim terus berusaha, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan yang diyakini dapat membuka pintu rezeki bukanlah ritual tertentu, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.
Amalan yang Dianjurkan untuk Memohon Kelapangan Rezeki
Berikut beberapa amalan yang memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan hadis serta dapat diamalkan di Bulan Safar maupun sepanjang tahun.
1. Memperbanyak Istighfar
Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Allah SWT menjelaskan bahwa memohon ampun dapat menjadi sebab datangnya berbagai nikmat, termasuk kelapangan rezeki.
Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT berfirman bahwa orang yang memperbanyak istighfar akan diberikan hujan, harta, dan keturunan sebagai bentuk karunia-Nya.
2. Memperbanyak Doa
Doa merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar seorang muslim. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan rezeki adalah:
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi)
Doa tersebut dapat dibaca setelah salat maupun pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
3. Menjaga Salat Lima Waktu
Salat merupakan ibadah utama sekaligus sumber keberkahan hidup. Allah SWT berfirman:
"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132)
Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT, sementara salat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang mendekatkan seorang hamba kepada-Nya.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menjadi jalan datangnya keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim)
Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
5. Menjalin Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat juga menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Meningkatkan Ketakwaan
Allah SWT menjanjikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertakwa.
"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3)
Ketakwaan menjadi fondasi utama dalam meraih keberkahan hidup, termasuk dalam urusan rezeki.
7. Berusaha dan Bertawakal
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah SAW mengibaratkan burung yang setiap pagi keluar mencari makan, lalu pulang dalam keadaan kenyang karena bertawakal kepada Allah.
Hadis tersebut mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan bersungguh-sungguh bekerja kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Hindari Mitos yang Tidak Berdasar
Dalam mengisi Bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari berbagai keyakinan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti:
- Meyakini Bulan Safar membawa kesialan.- Menganggap ada ritual tertentu yang pasti mendatangkan rezeki tanpa dalil.- Mempercayai jimat atau benda tertentu sebagai penarik rezeki.- Mengamalkan tradisi atau hadis yang tidak memiliki dasar yang sahih.
Islam mengajarkan agar setiap ibadah dan keyakinan berlandaskan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.
Isi Bulan Safar dengan Amal Kebaikan
Selain amalan di atas, Bulan Safar juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir pagi dan petang, melaksanakan salat sunnah, membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga kejujuran dalam bekerja, menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat, serta memperbanyak doa untuk keluarga dan kehidupan yang lebih berkah.
Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah
Pada dasarnya, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada Bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Yang dianjurkan adalah memperbanyak amal saleh yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan dapat diamalkan sepanjang tahun.
Dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, gemar bersedekah, menyambung silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta berusaha dan bertawakal kepada Allah SWT, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Pada akhirnya, keberkahan rezeki tidak ditentukan oleh datangnya bulan tertentu, melainkan oleh kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Semoga Bulan Safar menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta meraih rezeki yang penuh keberkahan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01
Amal Jariyah di Bulan Safar: Investasi Akhirat Pahalanya Terus Mengalir
BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, Islam tidak mengenal keyakinan tersebut. Rasulullah SAW telah meluruskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Karena itu, bulan ini sepatutnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya melalui amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah wafat.
Amal jariyah adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki keistimewaan karena manfaat dan pahalanya tidak terputus selama masih dirasakan oleh orang lain. Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631).
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan menyiapkan bekal akhirat melalui amal yang manfaatnya berkelanjutan.
Tidak Ada Kesialan di Bulan Safar
Sebelum membahas lebih jauh tentang amal jariyah, penting untuk meluruskan pemahaman mengenai bulan Safar. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial, tidak ada burung pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220).
Hadis tersebut menegaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan kepercayaan masyarakat jahiliah yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan mengisi bulan ini dengan berbagai amal kebajikan sebagaimana bulan-bulan lainnya.
Keutamaan Amal Jariyah
Amal jariyah memiliki banyak keutamaan yang dapat menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk terus berbuat baik, di antaranya:
Pahalanya terus mengalir, selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain.
Menjadi investasi akhirat yang nilainya tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia.
Mendatangkan keberkahan hidup, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta (HR. Muslim No. 2588).
Menjadi bukti keimanan, karena menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan semangat meninggalkan warisan kebaikan.
Contoh Amal Jariyah yang Bisa Dilakukan
Banyak bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Safar. Beberapa di antaranya adalah:
Berpartisipasi dalam pembangunan atau renovasi masjid.
Mewakafkan Al-Qur'an untuk masjid, pesantren, atau rumah tahfiz.
Membantu pendidikan santri dan para pencari ilmu.
Menyediakan sarana air bersih seperti sumur atau fasilitas sanitasi.
Menanam pohon yang memberikan manfaat bagi manusia maupun lingkungan.
Mendukung berbagai program sosial, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Semakin luas manfaat yang diberikan kepada orang lain, semakin besar pula pahala yang terus mengalir kepada pelakunya.
Jangan Menunda Berbuat Kebaikan
Islam mengajarkan agar setiap kesempatan dimanfaatkan untuk beramal sebelum datang waktu yang tidak lagi memungkinkan seseorang berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman:
"...dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34).
Karena itu, selama masih diberi kesehatan, usia, dan rezeki, setiap Muslim dianjurkan untuk segera memperbanyak amal jariyah tanpa harus menunggu waktu yang dianggap istimewa.
Cara Memaksimalkan Amal Jariyah
Agar amal jariyah semakin bernilai di sisi Allah SWT, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Memilih amal yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Mengajak keluarga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi.
Melakukan amal secara istiqamah, meskipun nilainya tidak besar.
Rasulullah SAW bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783).
Jadikan Safar Momentum Memperbanyak Kebaikan
Pada dasarnya, tidak ada keutamaan khusus amal jariyah yang hanya berlaku pada bulan Safar. Namun, menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah merupakan langkah yang baik selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan syariat.
Setiap Muslim dapat mengisi bulan Safar dengan memperbanyak sedekah, wakaf, membantu sesama, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, serta mendukung berbagai program kemaslahatan umat. Melalui amal-amal tersebut, diharapkan lahir keberkahan dalam kehidupan sekaligus menjadi bekal yang terus mengalir hingga akhirat.
Bagi yang ingin menyalurkan sedekah, infak, maupun wakaf secara amanah dan tepat sasaran, BAZNAS menyediakan berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan yang dapat menjadi sarana menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus meraih pahala jariyah yang berkelanjutan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS, Praktis, Aman, dan Tepat Sasaran
MENUNAIKAN zakat maal kini semakin mudah berkat layanan digital yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui layanan pembayaran zakat secara online, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu datang langsung ke kantor layanan. Prosesnya praktis, aman, serta tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Selain memberikan kemudahan, pembayaran zakat melalui BAZNAS juga memastikan dana yang dititipkan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan.
Mengapa Memilih BAZNAS?
Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat nasional, BAZNAS berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya. Dengan membayar zakat melalui BAZNAS, muzaki tidak hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa keunggulan layanan zakat online BAZNAS antara lain:
Pembayaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Tersedia berbagai metode pembayaran yang aman dan mudah digunakan.
Dana zakat dikelola secara profesional serta disalurkan kepada mustahik melalui program-program yang tepat sasaran.
Proses pembayaran lebih praktis tanpa harus datang ke kantor layanan.
Cara Bayar Zakat Maal Secara Online
Menunaikan zakat melalui BAZNAS sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:
Hitung terlebih dahulu besaran zakat menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS.
Masuk ke layanan pembayaran zakat di situs resmi BAZNAS.
Masukkan nominal zakat sesuai hasil perhitungan.
Lengkapi data diri yang diperlukan.
Pilih metode pembayaran yang diinginkan, lalu selesaikan transaksi.
Simpan bukti pembayaran sebagai arsip pribadi.
Dengan proses yang sederhana, kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan cepat tanpa mengurangi nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.
Segera Tunaikan Zakat Maal Anda
Apabila harta yang dimiliki telah memenuhi syarat nisab dan haul, jangan menunda untuk menunaikan zakat maal. Semakin cepat zakat disalurkan, semakin cepat pula manfaatnya dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan.
Melalui layanan zakat online BAZNAS, Anda dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah, aman, dan terpercaya, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/07/2026 | MBL-01

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →