WhatsApp Icon
Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik

TAHUN Baru Islam 1448 H menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui semangat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perpindahan angka dari satu tahun ke tahun berikutnya, melainkan sebuah pengingat akan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak sejarah peradaban Islam.

Bagi seorang muslim, Tahun Baru Islam 1448 H merupakan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Apakah ibadah semakin baik, akhlak semakin mulia, dan hubungan dengan sesama manusia semakin harmonis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak menjadi bahan muhasabah agar tahun yang baru dapat dijalani dengan kualitas keimanan yang lebih tinggi.

Momentum pergantian tahun Hijriah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan membutuhkan tekad, kesabaran, dan konsistensi. Sebagaimana Rasulullah SAW melakukan hijrah demi menjaga dan mengembangkan dakwah Islam, umat Islam masa kini juga dituntut untuk melakukan hijrah dalam berbagai aspek kehidupan menuju pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah SWT.


Makna Tahun Baru Islam dalam Sejarah

Kalender Hijriah dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Penetapan kalender ini dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar yang mengubah perjalanan umat Islam.

Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi juga simbol perjuangan, pengorbanan, dan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap datangnya Tahun Baru Islam 1448 H, umat Islam diajak untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam peristiwa hijrah tersebut.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui."

(QS. An-Nahl: 41)

Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah merupakan langkah mulia yang dilakukan demi mendapatkan ridha Allah SWT.


Mengapa Menjadi Momentum Muhasabah?

Muhasabah atau introspeksi diri merupakan salah satu amalan penting dalam Islam. Pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk menilai kembali berbagai aspek kehidupan.

Pada Tahun Baru Islam 1448 H, umat Islam dapat melakukan evaluasi terhadap:

1. Kualitas Ibadah

Apakah shalat lima waktu sudah dilaksanakan tepat waktu? Apakah bacaan Al-Qur'an semakin rutin? Apakah dzikir dan doa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari?

Muhasabah dalam aspek ibadah membantu seorang muslim mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki pada tahun berikutnya.

2. Akhlak dan Perilaku

Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, setiap muslim perlu mengevaluasi bagaimana sikapnya terhadap keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat.

3. Hubungan Sosial

Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan membantu sesama. Pergantian tahun Hijriah menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

4. Tujuan Hidup

Seorang muslim hendaknya memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu menggapai ridha Allah SWT. Muhasabah membantu memastikan bahwa setiap langkah kehidupan tetap berada dalam koridor syariat Islam.


Hikmah Hijrah Relevan pada Tahun Baru Islam

1. Keberanian untuk Berubah

Salah satu pelajaran terbesar dari hijrah Rasulullah SAW adalah keberanian untuk melakukan perubahan. Perubahan tidak selalu mudah karena sering kali menuntut pengorbanan dan keluar dari zona nyaman.

Dalam konteks modern, hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik, seperti:

  • Meninggalkan kemalasan dalam beribadah.
  • Mengurangi perbuatan maksiat.
  • Memperbaiki cara berbicara dan bersikap.
  • Meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

2. Optimisme dalam Menghadapi Tantangan

Perjalanan hijrah Rasulullah SAW penuh dengan tantangan dan ancaman. Namun, beliau tetap optimis karena yakin akan pertolongan Allah SWT.

Semangat ini sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern seperti tekanan ekonomi, masalah keluarga, maupun tantangan sosial.

3. Pentingnya Perencanaan yang Matang

Hijrah Rasulullah SAW dilakukan dengan strategi yang terencana. Hal ini mengajarkan bahwa seorang muslim perlu memiliki perencanaan dalam setiap langkah kehidupannya.

Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, setiap muslim dapat membuat target-target positif seperti:

  • Menyelesaikan bacaan Al-Qur'an secara rutin.
  • Menambah hafalan surah pendek.
  • Meningkatkan sedekah.
  • Memperbaiki kualitas hubungan keluarga.
  • Menambah ilmu agama.

4. Tawakal kepada Allah SWT

Setelah berusaha secara maksimal, seorang muslim harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Inilah makna tawakal yang diajarkan dalam peristiwa hijrah.


Amalan Dianjurkan Saat Tahun Baru Islam

Walaupun tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan pada pergantian tahun Hijriah, terdapat beberapa amalan baik yang dapat dilakukan.

Memperbanyak Dzikir dan Doa

Dzikir merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengawali tahun baru dengan memperbanyak dzikir menjadi langkah positif dalam memperkuat keimanan.

Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari dapat menjadi target utama pada Tahun Baru Islam 1448 H.

Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidup.

Menjalin Silaturahmi

Silaturahmi memiliki banyak keutamaan, termasuk memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Memperbanyak Istighfar

Istighfar menjadi sarana memohon ampunan kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.


Resolusi Islami di Tahun Baru Islam

Banyak orang membuat resolusi ketika memasuki tahun baru. Dalam perspektif Islam, resolusi hendaknya diarahkan pada peningkatan kualitas diri dan keimanan.

Beberapa contoh resolusi Islami yang dapat diterapkan antara lain:

Menjaga Shalat Tepat Waktu

Shalat adalah tiang agama. Menjadikan shalat tepat waktu sebagai prioritas utama merupakan langkah penting menuju pribadi yang lebih baik.

Memperbanyak Tilawah Al-Qur'an

Target membaca satu juz setiap hari atau beberapa halaman setiap selesai shalat dapat menjadi kebiasaan yang sangat bermanfaat.

Mengurangi Penggunaan Media Sosial tak Bermanfaat

Era digital menghadirkan banyak tantangan. Seorang muslim perlu bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Menambah Ilmu Agama

Belajar agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Mengikuti kajian, membaca buku Islami, atau mendengarkan ceramah dapat menjadi bagian dari resolusi tahun baru.

Memperbaiki Akhlak

Akhlak yang baik merupakan cerminan keimanan yang kuat. Oleh karena itu, memperbaiki sikap dan perilaku harus menjadi prioritas dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.


Peran Keluarga Menyambut Tahun Baru Islam 

Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seorang muslim. Momentum pergantian tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dalam keluarga.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama keluarga antara lain:

  • Mengadakan kajian keluarga.
  • Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW.
  • Mengajak anak-anak memahami sejarah Islam.
  • Membuat target ibadah keluarga.
  • Melakukan kegiatan sosial bersama.

Dengan demikian, Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi momen pribadi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan seluruh anggota keluarga.


Menjadikan Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, jangan menunggu kondisi sempurna untuk memulai perubahan.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam 1448 H hendaknya menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas iman, ilmu, dan amal.

Tahun Baru Islam 1448 H bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi merupakan momentum berharga bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan nilai perjuangan, pengorbanan, perencanaan, serta tawakal yang relevan sepanjang zaman.

Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 H, setiap muslim diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama. Dengan menjadikan hijrah sebagai inspirasi kehidupan, umat Islam dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan diridhai oleh Allah SWT.

Semoga Tahun Baru Islam 1448 H menjadi titik awal lahirnya pribadi-pribadi muslim yang lebih bertakwa, lebih bermanfaat bagi sesama, dan semakin dekat dengan Allah SWT. Aamiin. ***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Prinsip-prinsip Dasar Perhitungan Zakat Perusahaan

ZAKAT merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana pemerataan kesejahteraan sosial dan pembangunan ekonomi umat. Dalam konteks perusahaan, zakat menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual atas harta yang berkembang melalui aktivitas usaha. Oleh karena itu, perhitungan zakat perusahaan perlu dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Seiring berkembangnya praktik bisnis modern, para ulama dan lembaga zakat kemudian mengadopsi konsep fikih zakat klasik ke dalam pendekatan akuntansi dan pelaporan perusahaan. Tujuannya agar zakat perusahaan dapat dihitung secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah yang menjadi landasannya.

Berikut beberapa prinsip dasar dalam perhitungan zakat perusahaan: 

  1. Prinsip Tahunan (Haul) 

Salah satu syarat wajib zakat adalah kepemilikan harta selama satu tahun penuh atau yang dikenal dengan istilah haul. Dalam praktik perusahaan, penentuan haul menjadi penting karena berkaitan langsung dengan periode perhitungan zakat.

Perusahaan perlu menetapkan awal dan akhir tahun zakat secara konsisten, baik menggunakan kalender hijriah maupun kalender masehi. Penentuan ini biasanya disesuaikan dengan periode laporan keuangan perusahaan agar memudahkan proses audit, evaluasi, dan pelaporan zakat.

Penggunaan kalender hijriah lebih dekat dengan ketentuan syariah, namun penggunaan kalender masehi juga diperbolehkan selama dilakukan secara konsisten dan memperhatikan penyesuaian tarif perhitungan bila diperlukan.

Prinsip haul ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban sesaat, melainkan kewajiban periodik yang menggambarkan kesinambungan pertumbuhan harta perusahaan.

  1. Independensi Tahun Zakat 

Dalam syariat Islam, setiap tahun zakat berdiri sendiri dan tidak bercampur dengan periode sebelumnya ataupun sesudahnya. Artinya, satu harta tidak boleh dikenakan zakat dua kali dalam tahun yang sama. 

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah: “Tidak ada dua kali pembayaran dalam zakat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Prinsip ini memberikan kepastian dan keadilan dalam pengelolaan zakat perusahaan. Setiap periode perhitungan memiliki titik awal dan titik akhir yang jelas, sehingga tidak terjadi penggandaan kewajiban zakat terhadap harta yang sama.

Dalam praktik akuntansi zakat, independensi tahun zakat juga membantu perusahaan menyusun laporan zakat secara lebih tertib, transparan, dan mudah ditelusuri.

  1. Adanya Perkembangan Harta (An-Nama’) 

Harta wajib zakat haruslah harta yang berkembang secara riil atau diperkirakan bisa berkembang jika diberi peluang untuk dikelola dan diinvestasikan. Berdasarkan ini, maka aset tetap dan yang semisalnya tidak termasuk kepada zakat, karena ia sebatas digunakan untuk pemakaian pribadi dan bukan untuk investasi ataupun perdagangan. Hanya pertumbuhan (laba dan pendapatan) yang lahir dari modal yang dianggap sebagai harta wajib zakat. 

  1. Nishab Zakat dengan Menggabungkan Seluruh Harta Zakat 

Nishab adalah batas minimum harta yang menyebabkan seseorang atau perusahaan wajib membayar zakat. Dalam zakat perusahaan, seluruh harta yang memiliki karakteristik wajib zakat digabungkan menjadi satu kesatuan perhitungan. 

Misalnya:

  • kas dan setara kas 

  • piutang lancar 

  • persediaan barang dagangan 

  • investasi jangka pendek 

  • serta keuntungan usaha 

Semua komponen tersebut dihitung secara kolektif untuk menentukan apakah telah    mencapai nishab atau belum. 

Prinsip penggabungan ini bertujuan mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara menyeluruh. Dengan demikian, perusahaan tidak memisahkan setiap jenis harta untuk menghindari kewajiban zakat, melainkan melihat total kemampuan ekonominya secara utuh. 

  1. Zakat Dihitung dari Harta Bersih 

Dalam perhitungan zakat perusahaan, yang menjadi dasar pengenaan zakat bukanlah total seluruh aset, melainkan harta bersih yang benar-benar dimiliki perusahaan setelah dikurangi kewajiban jangka pendek atau pengeluaran wajib. 

Kewajiban tersebut dapat berupa:

  • utang dagang 

  • biaya operasional yang jatuh tempo 

  • kewajiban lancar (current liabilities) 

  • maupun kewajiban lain yang harus segera dibayarkan 

Selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar inilah yang kemudian disebut sebagai dasar atau wi’a zakat.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan prinsip keadilan dalam kewajiban zakat. Perusahaan tidak dibebani zakat atas harta yang secara nyata masih menjadi tanggungan atau kewajiban kepada pihak lain.

Dengan demikian, zakat dihitung berdasarkan kemampuan ekonomi riil yang dimiliki perusahaan.

  1. Pembebanan Zakat kepada Pemilik Modal atau Pemegang Saham 

Pada hakikatnya, zakat perusahaan merupakan representasi zakat atas kepemilikan para pemegang saham atau pemilik modal yang dihimpun dalam suatu entitas usaha.

Karena itu, beban zakat pada akhirnya dikembalikan kepada para pemilik perusahaan sesuai dengan proporsi kepemilikan modal masing-masing. Dalam praktik modern, perusahaan dapat:

  • membayarkan zakat langsung atas nama perusahaan, 

  • atau menghitung kewajiban zakat yang kemudian menjadi tanggungan para pemegang saham. 

Prinsip ini memperlihatkan bahwa perusahaan hanyalah media pengelolaan harta, sedangkan kepemilikan hakiki tetap berada pada para pemodal.

Di sisi lain, pembayaran zakat perusahaan secara kolektif juga mencerminkan komitmen sosial perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.

  1. Penutup 

Prinsip-prinsip dasar perhitungan zakat perusahaan menunjukkan bahwa zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai sistem ekonomi yang memiliki metodologi, akuntabilitas, dan nilai keadilan.

Melalui penerapan prinsip haul, perkembangan harta, nishab, perhitungan harta bersih, hingga pembebanan kepada pemilik modal, perusahaan dapat melaksanakan kewajiban zakat secara lebih tepat, profesional, dan sesuai syariat.

Di tengah berkembangnya dunia usaha modern, pengelolaan zakat perusahaan yang baik diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan agama, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan pemerataan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan keberkahan usaha. ***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Cara Menyambut Muharram dengan Ibadah dan Semangat Hijrah

MUHARRAM merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi penanda awal tahun baru Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal, dan memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Oleh karena itu, memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar sangat penting agar pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan.

Sebagai seorang muslim, datangnya Muharram seharusnya disambut dengan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan hidup dan memperbanyak amal saleh. Semangat hijrah yang diwariskan dari peristiwa perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dapat menjadi inspirasi bagi setiap muslim untuk meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.

Artikel ini akan membahas secara lengkap Cara Menyambut Muharram dengan ibadah dan semangat hijrah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Keutamaan Muharram juga terlihat dari berbagai hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut.

Selain itu, Muharram menjadi pengingat akan sejarah besar umat Islam, yaitu hijrah Rasulullah SAW yang menjadi titik awal perkembangan peradaban Islam hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Mengapa Muharram Identik dengan Semangat Hijrah?

Ketika membahas Cara Menyambut Muharram, kita tidak dapat melepaskan pembahasan tentang hijrah. Secara umum, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu menuju keadaan yang lebih baik.

Dalam konteks kehidupan seorang muslim saat ini, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik.
  • Meninggalkan kemalasan menuju semangat beribadah.
  • Meninggalkan perbuatan maksiat menuju ketaatan.
  • Meninggalkan sikap negatif menuju akhlak yang lebih mulia.

Semangat hijrah bukan sekadar perubahan penampilan luar, melainkan transformasi hati, pola pikir, dan perilaku agar semakin dekat kepada Allah SWT.

Cara Menyambut Muharram Memperbanyak Muhasabah

Salah satu Cara Menyambut Muharram yang sangat dianjurkan adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk meninjau kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Muhasabah dapat dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri:

  • Apakah kualitas salat sudah semakin baik?
  • Apakah hubungan dengan keluarga sudah harmonis?
  • Apakah masih ada kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan?
  • Apakah target ibadah tahun lalu sudah tercapai?

Melalui muhasabah, seorang muslim dapat mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki dan merancang langkah-langkah positif untuk masa depan.

Memperbanyak Taubat kepada Allah SWT

Muharram merupakan momen yang tepat untuk memperbarui taubat. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan dan dosa, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

Karena itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang paling utama adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Taubat yang sungguh-sungguh mencakup beberapa hal:

  1. Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
  2. Berhenti dari perbuatan tersebut.
  3. Bertekad tidak mengulanginya kembali.
  4. Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan sesama manusia.

Dengan taubat yang tulus, seorang muslim dapat memasuki tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan.

Memperbanyak Ibadah Sunnah

Muharram merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan ibadah wajib dengan baik, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah.

Beberapa ibadah sunnah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Puasa Sunnah Muharram

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Selain itu, dianjurkan pula berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasua sebagai pembeda dari tradisi umat lain.

2. Membaca Al-Qur'an

Muharram dapat menjadi momentum untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Misalnya dengan:

  • Menambah target tilawah harian.
  • Memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an.
  • Menghafalkan surat-surat pendek.
  • Mengikuti kajian tafsir.

3. Memperbanyak Zikir dan Doa

Zikir membantu hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT. Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan pengingat untuk lebih sering mengingat Allah dalam setiap aktivitas.

Menyusun Target Kebaikan di Tahun Baru Hijriah

Sebagian orang membuat resolusi ketika memasuki tahun baru Masehi. Demikian pula dalam Islam, Muharram dapat dijadikan momen untuk menetapkan target kebaikan.

Dalam praktik Cara Menyambut Muharram, menyusun target ibadah sangat bermanfaat agar kehidupan menjadi lebih terarah.

Contoh target yang bisa dibuat:

  • Salat berjamaah lebih rutin.
  • Menambah hafalan Al-Qur'an.
  • Bersedekah secara konsisten setiap bulan.
  • Mengikuti majelis ilmu secara berkala.
  • Menjaga hubungan baik dengan keluarga.

Target yang realistis dan terukur akan membantu seseorang lebih mudah mencapainya.

Mempererat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah

Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Tidak sedikit konflik yang berlangsung bertahun-tahun hanya karena kesalahpahaman kecil.

Oleh sebab itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang bernilai besar adalah mempererat silaturahmi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghubungi keluarga yang lama tidak berkomunikasi.
  • Meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
  • Mengunjungi kerabat dan sahabat.
  • Membantu sesama yang membutuhkan.

Silaturahmi bukan hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.

Menumbuhkan Semangat Hijrah

Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Muharram tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum perubahan diri.

Berikut beberapa bentuk hijrah yang relevan saat ini:

Hijrah dalam Ibadah

Meningkatkan kualitas salat, memperbanyak doa, dan lebih disiplin menjalankan kewajiban agama.

Hijrah dalam Akhlak

Mengurangi amarah, menjaga lisan, menghormati orang tua, dan memperlakukan sesama dengan baik.

Hijrah dalam Pergaulan

Memilih lingkungan yang mendukung kebaikan dan menjauhkan diri dari pergaulan yang dapat merusak iman.

Hijrah dalam Pemanfaatan Waktu

Menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat seperti belajar, bekerja secara produktif, dan beribadah.

Mengajarkan Makna Muharram kepada Keluarga

Muharram juga dapat menjadi sarana pendidikan Islam dalam keluarga. Orang tua dapat mengenalkan nilai-nilai hijrah kepada anak-anak sejak dini.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga:

  • Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW.
  • Mengadakan diskusi ringan tentang makna tahun baru Hijriah.
  • Mengajak anak berpuasa sunnah sesuai kemampuannya.
  • Membiasakan doa dan zikir bersama.

Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Menyambut Muharram

Dalam menjalankan Cara Menyambut Muharram, umat Islam juga perlu menghindari berbagai praktik yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam syariat.

Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:

  • Menganggap Muharram sebagai bulan sial.
  • Melakukan ritual yang tidak memiliki landasan agama.
  • Berlebihan dalam perayaan hingga melalaikan ibadah.
  • Mempercayai mitos atau takhayul yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Muharram seharusnya diisi dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan dengan hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Hikmah Menyambut Bulan Muharram

Ada banyak hikmah yang dapat diperoleh ketika seorang muslim memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar.

Di antaranya adalah:

  • Meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
  • Menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri.
  • Menambah semangat dalam menjalankan ibadah.
  • Memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
  • Menjadikan kehidupan lebih terarah dan bermakna.

Muharram bukan hanya pergantian angka dalam kalender, tetapi kesempatan untuk membuka lembaran baru yang lebih baik.

Pada akhirnya, Cara Menyambut Muharram tidak cukup hanya dengan mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah, muhasabah diri, taubat yang tulus, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram adalah momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal saleh.

Dengan memahami dan menerapkan Cara Menyambut Muharram secara benar, setiap muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan positif yang berkelanjutan. Semoga Muharram menjadi bulan yang membawa keberkahan, meningkatkan ketakwaan, dan menguatkan semangat hijrah dalam setiap aspek kehidupan kita. ***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Amalan Sunnah Muharram yang Sayang Jika Dilewatkan

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, bulan ini memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Karena itu, memahami dan mengamalkan berbagai Amalan Sunnah Muharram menjadi langkah yang sangat baik untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala yang berlimpah.

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan amal saleh. Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum mengetahui berbagai Amalan Sunnah Muharram yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan penuh keberkahan ini.

Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Muharram, keutamaannya, serta dalil yang menjadi landasannya sehingga dapat menjadi panduan bagi kaum muslimin dalam menghidupkan bulan yang mulia ini.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Keistimewaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan dan di antaranya terdapat empat bulan haram.

Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa serta memperbanyak amal kebaikan.

Bahkan, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai "bulan Allah", sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya dibandingkan bulan lainnya.

Karena itulah, memperbanyak Amalan Sunnah Muharram menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengapa Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Amalan di Bulan Muharram?

Setiap waktu memiliki keutamaan yang berbeda dalam Islam. Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperbanyak pahala pada waktu-waktu tertentu, salah satunya adalah bulan Muharram.

Amalan yang dilakukan pada bulan mulia ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Selain itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Dengan menjalankan berbagai Amalan Sunnah Muharram, seorang muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Amalan Sunnah Muharram yang Dianjurkan

1. Berpuasa di Bulan Muharram

Salah satu Amalan Sunnah Muharram yang paling utama adalah berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram."

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Umat Islam dapat memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing.

Puasa ini menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT.

2. Melaksanakan Puasa Asyura

Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan merupakan salah satu amalan yang paling terkenal pada bulan ini.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.

Keutamaan yang luar biasa ini menjadikan puasa Asyura sebagai Amalan Sunnah Muharram yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Selain menghapus dosa, puasa Asyura juga menjadi bentuk syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.

3. Melaksanakan Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

Rasulullah SAW berkeinginan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus sebagai pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura secara bersamaan.

Kombinasi kedua puasa ini menjadi salah satu Amalan Sunnah Muharram yang memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan oleh para ulama.

4. Memperbanyak Sedekah

Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, termasuk pada bulan Muharram.

Memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang membutuhkan menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.

Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membantu sesama tetapi juga membersihkan harta dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah.

Oleh karena itu, memperbanyak sedekah termasuk Amalan Sunnah Muharram yang sangat baik untuk dilakukan.

5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak mengingat Allah SWT.

Dzikir dan istighfar membantu seorang muslim membersihkan hati, memperkuat iman, serta mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, istighfar menjadi sarana memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini.

Memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak dzikir dan istighfar merupakan bagian penting dari Amalan Sunnah Muharram yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

6. Membaca dan Mempelajari Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang mendatangkan banyak pahala.

Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an, baik melalui tilawah, tadabbur, maupun mempelajari maknanya.

Semakin sering seorang muslim membaca dan memahami Al-Qur'an, semakin besar pula manfaat yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, membaca Al-Qur'an menjadi salah satu Amalan Sunnah Muharram yang tidak boleh diabaikan.

7. Menyambung Silaturahmi

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama muslim.

Muharram dapat dijadikan momentum untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin renggang.

Menyambung silaturahmi termasuk amalan yang mendatangkan keberkahan usia dan rezeki.

Oleh sebab itu, amalan ini termasuk dalam daftar Amalan Sunnah Muharram yang sangat dianjurkan.

8. Memperbanyak Doa dan Muhasabah Diri

Awal tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri.

Seorang muslim dapat merenungkan perjalanan hidupnya selama setahun terakhir, memperbaiki kekurangan, dan menyusun target ibadah yang lebih baik.

Selain itu, memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru juga menjadi amalan yang sangat baik.

Muhasabah dan doa merupakan bagian penting dari Amalan Sunnah Muharram yang dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan spiritual seorang muslim.

Kesalahan yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram

Selain memperbanyak amalan, umat Islam juga perlu menghindari berbagai praktik yang tidak memiliki dasar syariat.

Beberapa tradisi yang berkembang di masyarakat terkadang dikaitkan dengan Muharram tanpa adanya dalil yang kuat. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memastikan bahwa ibadah yang dilakukan memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih.

Fokus utama dalam menjalankan Amalan Sunnah Muharram adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Hikmah Menjalankan Amalan Sunnah Muharram

Terdapat banyak hikmah yang dapat diperoleh dari pelaksanaan berbagai amalan sunnah pada bulan Muharram, antara lain:

  • Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil.
  • Menumbuhkan semangat beribadah di awal tahun Hijriah.
  • Melatih keikhlasan dan kesabaran.
  • Mempererat hubungan dengan sesama muslim.
  • Menambah pahala dan keberkahan hidup.
  • Membantu membangun kebiasaan ibadah yang konsisten.

Dengan memahami hikmah tersebut, umat Islam dapat lebih termotivasi untuk menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai amal saleh yang bermanfaat.

Bulan Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Berbagai Amalan Sunnah Muharram seperti puasa Muharram, puasa Tasu'a, puasa Asyura, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur'an, menyambung silaturahmi, serta memperbanyak doa dan muhasabah diri merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Melalui pelaksanaan Amalan Sunnah Muharram, seorang muslim dapat memulai tahun baru Hijriah dengan semangat memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Jangan sampai kesempatan emas yang hadir setiap tahun ini berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amal saleh yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Tahun Baru Hijriah: Saat Tepat Muhasabah dan Memulai Kebaikan

TAHUN Baru Hijriah 2026 menjadi momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka, melainkan pengingat akan pentingnya memperbaiki kualitas iman, ibadah, dan akhlak. Berbeda dengan perayaan pergantian tahun pada umumnya yang identik dengan hiburan dan kemeriahan, pergantian tahun dalam Islam lebih menekankan pada refleksi diri serta upaya memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Bagi kaum muslimin, Tahun Baru Hijriah 2026 merupakan kesempatan untuk membuka lembaran baru dengan niat yang lebih baik, semangat yang lebih kuat, serta komitmen yang lebih tinggi dalam menjalankan ajaran Islam. Momen ini mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan yang penuh pengorbanan demi mempertahankan dan menyebarkan risalah Islam.

Melalui artikel ini, kita akan membahas makna Tahun Baru Hijriah, sejarah penetapan kalender Hijriah, hikmah yang dapat diambil, serta amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Hijriah 2026 dengan penuh keberkahan.


Sejarah Singkat Tahun Baru Hijriah

Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam berdasarkan peredaran bulan. Penetapan kalender ini dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun 638 Masehi.

Awalnya, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan resmi. Setelah berbagai pertimbangan, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Islam. Peristiwa hijrah dipilih karena menjadi tonggak penting dalam perkembangan dakwah Islam dan pembentukan masyarakat muslim yang kuat.

Dari sinilah lahir sistem penanggalan Hijriah yang hingga saat ini digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia untuk menentukan berbagai ibadah, seperti puasa Ramadan, haji, zakat, dan hari-hari besar Islam lainnya.

Karena itu, Tahun Baru Hijriah 2026 bukan hanya peringatan pergantian tahun semata, tetapi juga pengingat terhadap semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya.


Makna Hijrah Perlu Dipahami Umat Islam

Ketika mendengar kata hijrah, sebagian orang mungkin hanya memahami sebagai perpindahan tempat. Padahal makna hijrah dalam Islam jauh lebih luas.

Hijrah mencakup perubahan menuju keadaan yang lebih baik, meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."

Hadis ini menunjukkan bahwa hijrah sejati adalah transformasi diri menuju ketaatan. Oleh karena itu, Tahun Baru Hijriah 2026 menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi berbagai aspek kehidupan dan memperbaiki kekurangan yang masih ada.

Hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Meninggalkan kebiasaan maksiat.
  • Memperbaiki kualitas shalat.
  • Meningkatkan bacaan Al-Qur'an.
  • Memperbanyak sedekah.
  • Menjaga hubungan baik dengan sesama.
  • Menuntut ilmu agama secara lebih serius.
  • Memperbaiki etika dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Muhasabah Penting di Tahun Baru Hijriah?

Muhasabah merupakan proses evaluasi diri terhadap amal yang telah dilakukan. Dalam Islam, muhasabah memiliki kedudukan yang sangat penting karena membantu seseorang menyadari kekurangan dan kesalahan yang perlu diperbaiki.

Saat memasuki Tahun Baru Hijriah 2026, umat Islam dianjurkan untuk melihat kembali perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Pertanyaan sederhana yang dapat diajukan kepada diri sendiri antara lain:

  • Apakah ibadah saya semakin baik?
  • Apakah hubungan saya dengan keluarga semakin harmonis?
  • Apakah saya telah menjaga amanah dengan baik?
  • Apakah saya telah memanfaatkan waktu secara produktif?
  • Apakah saya telah memperbanyak amal saleh?

Muhasabah bukan untuk menyesali masa lalu secara berlebihan, melainkan sebagai sarana memperbaiki masa depan. Dengan evaluasi yang jujur, seseorang dapat menyusun langkah-langkah nyata untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Hikmah Diambil dari Tahun Baru Hijriah

Ada banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari momentum Tahun Baru Hijriah 2026.

1. Mengingat Pentingnya Pengorbanan

Hijrah Rasulullah SAW bukan perjalanan yang mudah. Beliau meninggalkan kampung halaman, harta benda, dan berbagai kenyamanan demi mempertahankan dakwah Islam.

Hal ini mengajarkan bahwa setiap perubahan menuju kebaikan membutuhkan pengorbanan dan kesungguhan.

2. Menumbuhkan Optimisme

Hijrah mengajarkan bahwa kesulitan bukan akhir dari segalanya. Setelah berbagai tekanan di Makkah, Allah SWT memberikan jalan keluar melalui hijrah ke Madinah.

Umat Islam diajarkan untuk selalu optimis menghadapi tantangan hidup.

3. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Setelah hijrah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persaudaraan tersebut menjadi fondasi kuat bagi perkembangan masyarakat Islam.

Momentum Tahun Baru Hijriah 2026 dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim.

4. Menyadari Nilai Waktu

Pergantian tahun menunjukkan bahwa umur manusia terus berkurang. Kesadaran ini seharusnya mendorong umat Islam untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.


Amalan yang Dianjurkan Menyambut Tahun Baru Hijriah

Tidak terdapat ibadah khusus yang secara eksplisit diwajibkan untuk menyambut tahun baru Hijriah. Namun terdapat berbagai amalan yang dianjurkan karena memiliki nilai kebaikan dalam Islam.

Memperbanyak Dzikir dan Doa

Dzikir membantu hati menjadi lebih tenang dan dekat kepada Allah SWT. Memasuki tahun baru menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa memohon keberkahan dan petunjuk.

Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam. Menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebiasaan harian merupakan bentuk hijrah yang sangat baik.

Bersedekah

Sedekah dapat menjadi pembuka keberkahan di tahun yang baru. Tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan.

Memperbaiki Hubungan dengan Orang Lain

Memaafkan kesalahan orang lain dan memperbaiki hubungan yang renggang merupakan amalan mulia yang patut dilakukan saat menyambut Tahun Baru Hijriah 2026.

Menyusun Target Kebaikan

Umat Islam dapat membuat target ibadah dan amal saleh untuk satu tahun ke depan, seperti:

  • Menyelesaikan khatam Al-Qur'an.
  • Menjaga shalat berjamaah.
  • Mengikuti kajian rutin.
  • Menambah hafalan Al-Qur'an.
  • Memperbanyak sedekah.

Tahun Baru Hijriah Momentum Perubahan Diri

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap pergantian tahun hanya sebagai seremonial tanpa makna mendalam. Padahal, semangat utama Tahun Baru Hijriah 2026 adalah perubahan diri menuju kondisi yang lebih baik.

Perubahan tersebut tidak harus dilakukan secara besar-besaran dalam waktu singkat. Islam mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.

Oleh karena itu, mulailah dari langkah sederhana seperti:

  • Shalat tepat waktu.
  • Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Mengurangi perbuatan sia-sia.
  • Menjaga lisan dari perkataan buruk.
  • Menambah ilmu agama.

Jika dilakukan secara istiqamah, perubahan kecil akan menghasilkan dampak besar dalam kehidupan seorang muslim.


Peran Keluarga Menyambut Tahun Baru Hijriah

Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Momentum Tahun Baru Hijriah 2026 dapat dimanfaatkan untuk mengadakan kegiatan positif bersama keluarga.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengadakan kajian keluarga.
  • Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW.
  • Berdiskusi tentang target ibadah keluarga.
  • Mengajak anak-anak memahami sejarah Islam.
  • Bersedekah bersama.

Dengan demikian, pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi peristiwa kalender, tetapi juga sarana pendidikan spiritual dalam keluarga.


Jadikan Tahun Baru Hijriah Awal Lebih Baik

Setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan. Islam memberikan kesempatan bagi setiap hamba untuk terus memperbaiki diri melalui taubat dan amal saleh.

Karena itu, Tahun Baru Hijriah 2026 hendaknya dijadikan sebagai titik awal untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas kehidupan sebagai seorang muslim.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Selama pintu taubat masih terbuka, setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Tahun Baru Hijriah 2026 merupakan momen istimewa yang mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW, sebuah perjalanan yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan keimanan. Momentum ini bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan kesempatan berharga untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan menyusun langkah-langkah kebaikan di masa depan.

Melalui semangat hijrah, umat Islam diajak meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan akhlak, menjaga hubungan dengan sesama, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam, Tahun Baru Hijriah 2026 dapat menjadi awal perubahan yang membawa keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama di tahun Hijriah yang baru.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093

BCA Syariah: 0660170101

Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS RI

Artikel Terbaru

Zakat Pendidikan dan Kesehatan, Investasi Jangka Panjang
Zakat Pendidikan dan Kesehatan, Investasi Jangka Panjang
DALAM ajaran Islam, zakat bukan hanya ibadah yang membersihkan harta, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membangun peradaban umat. Salah satu bentuk pemanfaatan zakat yang paling strategis adalah zakat untuk pendidikan dan kesehatan. Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan umat Islam. Di tengah tantangan zaman modern, kebutuhan pendidikan yang layak dan layanan kesehatan yang memadai semakin meningkat. Tidak sedikit keluarga muslim yang harus berjuang keras demi menyekolahkan anak-anak mereka atau mendapatkan akses pengobatan yang layak. Di sinilah peran zakat untuk pendidikan dan kesehatan menjadi sangat penting sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut BAZNAS, zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Pengertian Zakat dalam Islam Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS menjelaskan bahwa zakat berasal dari kata “zaka” yang berarti suci, tumbuh, berkah, dan berkembang. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Oleh karena itu, pengelolaan zakat yang tepat sasaran akan memberikan dampak besar bagi kehidupan umat, terutama melalui program zakat untuk pendidikan dan kesehatan. Pentingnya Zakat untuk Pendidikan dan Kesehatan Pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Tanpa pendidikan yang baik, generasi muslim akan kesulitan bersaing dan berkembang. Sementara tanpa kesehatan yang memadai, produktivitas masyarakat akan menurun. Karena itulah, zakat untuk pendidikan dan kesehatan dapat disebut sebagai investasi jangka panjang umat. Dana zakat yang disalurkan untuk beasiswa, sekolah gratis, layanan kesehatan, hingga pengobatan mustahik akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas. Program zakat modern saat ini tidak lagi hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan memberdayakan. Banyak lembaga zakat yang kini mengembangkan program pendidikan, pelatihan keterampilan, rumah sehat, hingga bantuan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera. Zakat untuk Pendidikan Memutus Rantai Kemiskinan Beasiswa dan Bantuan Pendidikan Salah satu bentuk nyata zakat untuk pendidikan dan kesehatan adalah pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Banyak siswa berprestasi yang terancam putus sekolah karena keterbatasan biaya. Melalui zakat, mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Program pendidikan berbasis zakat juga meliputi: Bantuan biaya sekolah Penyediaan perlengkapan belajar Pembangunan sekolah dan madrasah Pelatihan keterampilan Pembinaan karakter Islami Menurut artikel BAZNAS tentang program zakat untuk pendidikan, zakat mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan umat. Membangun Generasi Muslim Berkualitas Pendidikan adalah investasi terbaik dalam Islam. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Ketika dana zakat digunakan untuk pendidikan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu individu, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan layak berpeluang menjadi: Guru Dokter Ulama Pengusaha Pemimpin umat Mereka nantinya dapat membantu masyarakat dan bahkan menjadi muzaki yang menyalurkan zakat kepada generasi berikutnya. Inilah mengapa zakat untuk pendidikan dan kesehatan memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa. Zakat untuk Kesehatan Wujud Kepedulian Sosial Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi fokus penting dalam pendayagunaan zakat. Banyak masyarakat miskin yang kesulitan memperoleh akses pengobatan akibat tingginya biaya layanan kesehatan. Melalui program zakat untuk pendidikan dan kesehatan, umat Islam dapat membantu saudara-saudaranya memperoleh layanan medis yang layak. Rumah Sehat BAZNAS Salah satu program nyata adalah RUMAH SEHAT BAZNAS yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera. Program ini menyediakan: Pemeriksaan kesehatan Pengobatan gratis Edukasi kesehatan Layanan tenaga medis profesional Menurut BAZNAS, layanan kesehatan berbasis zakat membantu masyarakat mendapatkan pengobatan tanpa harus terbebani biaya mahal. Dampak Sosial dari Zakat untuk Kesehatan Manfaat zakat untuk pendidikan dan kesehatan di sektor medis tidak hanya dirasakan individu penerima bantuan, tetapi juga masyarakat secara umum. Beberapa dampak positifnya antara lain: Mengurangi angka kesakitan masyarakat miskin Meningkatkan kualitas hidup umat Mengurangi beban ekonomi keluarga Meningkatkan produktivitas masyarakat Menumbuhkan solidaritas sosial antarumat Islam Ketika masyarakat sehat, mereka dapat bekerja, belajar, dan beribadah dengan lebih baik. Oleh sebab itu, zakat di bidang kesehatan merupakan investasi sosial yang sangat penting. Zakat Produktif dan Pemberdayaan Umat Pengelolaan zakat modern kini semakin berkembang. Tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan sesaat, zakat juga diarahkan pada program produktif yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik. Dalam konteks zakat untuk pendidikan dan kesehatan, pendekatan produktif dilakukan melalui: Pelatihan kerja Pendidikan kewirausahaan Pembinaan keterampilan Program kesehatan preventif Edukasi pola hidup sehat Dengan cara ini, penerima zakat tidak hanya mendapatkan bantuan sementara, tetapi juga peluang untuk memperbaiki kualitas hidupnya secara berkelanjutan. Landasan Syariat tentang Kepedulian Sosial Islam sangat menekankan pentingnya membantu sesama. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Semangat inilah yang menjadi dasar utama dalam pengembangan program zakat untuk pendidikan dan kesehatan. Ketika seorang muslim menunaikan zakat, ia tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga ikut membangun masa depan umat. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 267, Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk menginfakkan sebagian dari hasil usaha yang baik. Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Zakat Sebagai lembaga resmi negara, BAZNAS memiliki peran penting dalam mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Program-program BAZNAS di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi bukti bahwa zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan umat. Mulai dari beasiswa pendidikan hingga layanan kesehatan gratis, semuanya menunjukkan bahwa zakat memiliki dampak besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, BAZNAS juga menyediakan layanan KALKULATOR ZAKAT untuk memudahkan umat Islam menghitung zakat yang wajib ditunaikan. Mengapa Zakat Disebut Investasi Jangka Panjang? Ada beberapa alasan mengapa zakat untuk pendidikan dan kesehatan disebut investasi jangka panjang umat: 1. Membentuk Generasi Berkualitas Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi muslim yang cerdas, berakhlak, dan mandiri. 2. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Layanan kesehatan yang memadai membantu masyarakat hidup lebih sehat dan produktif. 3. Mengurangi Kemiskinan Pendidikan dan kesehatan adalah dua faktor utama dalam memutus rantai kemiskinan. 4. Meningkatkan Solidaritas Umat Zakat memperkuat hubungan antara muzaki dan mustahik dalam semangat persaudaraan Islam. 5. Mendatangkan Keberkahan Harta yang dizakatkan tidak akan berkurang, justru membawa keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat. Pada akhirnya, zakat untuk pendidikan dan kesehatan bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bentuk investasi besar bagi masa depan umat Islam. Ketika zakat dikelola secara amanah dan disalurkan untuk pendidikan serta kesehatan, maka manfaatnya akan terus mengalir dari generasi ke generasi. Melalui pendidikan, zakat melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak. Melalui kesehatan, zakat membantu masyarakat hidup lebih baik dan produktif. Keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang kuat, mandiri, dan penuh keberkahan.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL31/05/2026 | Admin
Meningkatkan Keimanan di Bulan Dzulhijjah dengan Cara Sederhana
Meningkatkan Keimanan di Bulan Dzulhijjah dengan Cara Sederhana
BULAN Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pada bulan ini, umat Islam di seluruh dunia diberikan kesempatan besar untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah menjadi salah satu tujuan utama setiap muslim agar mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlimpah. Dzulhijjah juga menjadi bulan yang istimewa karena di dalamnya terdapat ibadah haji, puasa Arafah, dan Hari Raya Idul Adha. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada hari-hari tersebut. Dengan memahami keutamaan ini, setiap muslim dapat mulai meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah melalui berbagai cara sederhana namun penuh makna. Keutamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram.”(QS. At-Taubah: 36) Selain itu, sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Banyak ulama menjelaskan bahwa amal ibadah pada hari-hari tersebut memiliki nilai yang luar biasa di sisi Allah SWT. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh. Bagi seorang muslim, momentum Dzulhijjah bukan hanya tentang ibadah kurban atau haji semata. Lebih dari itu, bulan ini menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah, dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Cara Sederhana Meningkatkan Keimanan 1. Memperbanyak Dzikir kepada Allah Salah satu cara paling mudah dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dzikir dapat dilakukan kapan saja, baik setelah shalat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat. Dengan berdzikir, hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT. Contoh dzikir yang dianjurkan: Subhanallah Alhamdulillah Laa ilaaha illallah Allahu Akbar Kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar terhadap ketenangan hati dan kekuatan iman seorang muslim. 2. Menjaga Shalat Lima Waktu Shalat adalah tiang agama dan ibadah utama yang wajib dijaga. Dalam rangka meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah, seorang muslim perlu memperbaiki kualitas dan ketepatan waktu shalatnya. Tidak hanya melaksanakan shalat wajib, namun juga memperbanyak shalat sunnah seperti: Shalat dhuha Shalat tahajud Shalat rawatib Melalui shalat yang khusyuk, hati akan menjadi lebih bersih dan lebih mudah menerima hidayah Allah SWT. Puasa Sunnah Bentuk Peningkatan Iman Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah Puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”(HR. Muslim) Dengan menjalankan puasa sunnah, umat Islam dapat lebih mudah mengendalikan hawa nafsu dan fokus dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah. Puasa juga mengajarkan kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama yang kekurangan. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca dan memahami maknanya merupakan langkah penting dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah. Banyak muslim yang mulai meluangkan waktu khusus selama Dzulhijjah untuk: Membaca Al-Qur’an setiap hari Menghafal surat pendek Memahami tafsir ayat Mengikuti kajian Islam Walaupun dilakukan secara sederhana, kebiasaan ini dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan spiritual seseorang. Bersedekah dan Membantu Sesama Dzulhijjah juga menjadi momen terbaik untuk memperbanyak sedekah. Amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki pahala yang besar di sisi Allah SWT. Bersedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Hal-hal kecil seperti: Memberi makan orang lain Membantu tetangga Menyumbang ke masjid Berbagi kepada fakir miskin merupakan bagian dari upaya meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah. Sedekah melatih hati agar tidak cinta dunia secara berlebihan dan menjadikan seorang muslim lebih peduli terhadap sesama. Menjaga Lisan dan Perilaku Keimanan tidak hanya terlihat dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menjaga ucapan dan perbuatan selama bulan Dzulhijjah. Hindari: Ghibah Fitnah Perkataan kasar Perdebatan yang tidak bermanfaat Sebaliknya, biasakan berkata baik dan bersikap lembut kepada orang lain. Sikap sederhana ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah karena akhlak mulia merupakan cerminan iman yang kuat. Memperbanyak Doa dan Istighfar Doa adalah senjata orang beriman. Bulan Dzulhijjah menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Seorang muslim dapat memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti: Setelah shalat wajib Saat berbuka puasa Sepertiga malam terakhir Hari Arafah Dengan memperbanyak istighfar dan doa, hati menjadi lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah SWT. Ini merupakan bagian penting dari proses meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah. Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS Dzulhijjah identik dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini mengajarkan tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah. Sebagai umat Islam, kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa iman membutuhkan pengorbanan dan kesungguhan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk pengorbanan itu bisa berupa: Melawan rasa malas untuk beribadah Menyisihkan harta untuk sedekah Mengendalikan emosi Mengutamakan perintah Allah di atas kepentingan dunia Nilai-nilai tersebut sangat membantu dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah secara nyata dan berkelanjutan. Pentingnya Konsistensi dalam Beribadah Sering kali semangat ibadah hanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, termasuk saat Dzulhijjah. Padahal, Allah SWT mencintai amal yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit. Karena itu, ketika berusaha meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah, penting untuk membangun kebiasaan baik yang dapat terus dilakukan setelah bulan tersebut berakhir. Mulailah dari hal sederhana seperti: Membaca Al-Qur’an 1 halaman per hari Shalat tepat waktu Berdzikir setelah shalat Bersedekah secara rutin Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan memberikan dampak besar bagi kualitas iman seorang muslim. Bulan Dzulhijjah adalah kesempatan istimewa yang Allah SWT berikan kepada umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan dalam meningkatkan keimanan di bulan Dzulhijjah, mulai dari memperbanyak dzikir, menjaga shalat, berpuasa sunnah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbaiki akhlak kepada sesama. Yang terpenting adalah melaksanakan semua amalan tersebut dengan hati yang ikhlas dan penuh harapan akan rahmat Allah SWT. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk mulai beribadah. Mulailah dari langkah kecil yang mampu dilakukan setiap hari.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL31/05/2026 | Admin
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet Tahan Lama
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet Tahan Lama
SETIAP perayaan Idul Adha, umat Islam melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah dan mengikuti teladan Nabi Ibrahim. Setelah proses penyembelihan selesai, salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah cara menyimpan daging kurban agar tetap segar, higienis, dan dapat bertahan lebih lama. Pengelolaan daging kurban bukan hanya sekadar urusan dapur, tetapi juga bagian dari amanah ibadah. Dalam Islam, setiap nikmat harus dijaga dan tidak boleh disia-siakan, termasuk daging hasil kurban. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan daging kurban dengan benar menjadi hal yang sangat penting agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menyimpan daging kurban dengan pendekatan Islami dan ilmu pangan modern agar tetap awet, sehat, dan berkah. Pentingnya Menjaga Kualitas Daging dalam Islam Islam sangat menekankan kebersihan, kerapian, dan tanggung jawab dalam mengelola makanan. Segala sesuatu yang dikonsumsi harus halal dan baik, termasuk daging kurban. Setelah proses penyembelihan sesuai syariat, tahap selanjutnya adalah distribusi dan penyimpanan. Jika tidak ditangani dengan benar, daging dapat cepat rusak, berbau tidak sedap, bahkan tidak layak dikonsumsi. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip menjaga amanah dari Allah. Oleh sebab itu, memahami cara menyimpan daging kurban menjadi bagian dari ibadah itu sendiri, karena berkaitan dengan menjaga kualitas nikmat yang telah diberikan. Persiapan Awal Sebelum Menyimpan Daging Sebelum masuk ke proses penyimpanan, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan: 1. Pastikan Daging dalam Kondisi Bersih Setelah penyembelihan, daging sebaiknya tidak langsung dicuci secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Cukup bersihkan bagian yang terlihat kotor. 2. Pisahkan Jenis Daging Pisahkan daging utama, jeroan, dan tulang. Hal ini penting untuk memudahkan proses penyimpanan dan pengolahan. 3. Diamkan Daging Sebelum Disimpan Daging perlu didiamkan beberapa jam agar proses alami pada otot selesai, sehingga teksturnya lebih baik dan tidak mudah rusak. Tahapan ini sangat penting dalam cara menyimpan daging agar hasil penyimpanan lebih optimal. Cara Menyimpan Daging Kurban dengan Benar 1. Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas Metode ini cocok untuk penyimpanan jangka pendek, sekitar 1 sampai 3 hari. Gunakan wadah tertutup atau plastik food grade Simpan di bagian chiller dengan suhu 0 sampai 4 derajat Celsius Jangan mencampur dengan bahan makanan lain Hindari menyimpan daging dalam keadaan basah Metode ini merupakan salah satu cara menyimpan daging kurban paling sederhana untuk konsumsi cepat. 2. Cara Menyimpan Daging Kurban di Freezer Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah pilihan terbaik. Potong daging sesuai porsi sekali masak Gunakan plastik kedap udara atau vacuum sealer Beri label tanggal penyimpanan Simpan pada suhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah Dengan metode ini, cara menyimpan daging kurban dapat menjaga kualitas daging hingga 3 sampai 6 bulan. 3. Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas Jika tidak memiliki kulkas atau freezer, ada metode tradisional yang masih bisa digunakan: Mengeringkan daging menjadi dendeng Mengasinkan dengan garam untuk menghambat bakteri Mengasapi daging agar lebih tahan lama Metode ini sudah lama digunakan di berbagai daerah sebagai bagian dari cara menyimpan daging kurban secara alami. Tips Penting dalam Menyimpan Daging Kurban Agar hasil penyimpanan lebih maksimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Jangan Sering Dicairkan dan Dibekukan Ulang Hal ini dapat merusak struktur daging dan mempercepat kerusakan. 2. Gunakan Kemasan Kedap Udara Oksigen dapat mempercepat proses pembusukan, sehingga kemasan tertutup sangat penting. 3. Hindari Kontaminasi Jangan mencampur daging mentah dengan makanan matang untuk menjaga kebersihan. 4. Segera Simpan Setelah Dibagikan Semakin cepat daging disimpan, semakin baik kualitasnya. Semua ini merupakan bagian penting dari cara menyimpan daging kurban yang benar. Pandangan Islam tentang Pengelolaan Daging Kurban Dalam Islam, daging kurban dianjurkan untuk dibagi menjadi tiga bagian: untuk keluarga, untuk kerabat atau tetangga, dan untuk fakir miskin. Islam juga mengajarkan umat dianjurkan untuk memakan sebagian daging kurban dan memberikan sebagian lainnya kepada orang yang membutuhkan serta orang yang tidak meminta-minta. Dari ajaran ini, kita dapat memahami bahwa tidak boleh ada pemborosan dalam pengelolaan daging kurban. Maka dari itu, cara menyimpan daging kurban juga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menyimpan Daging Kurban Beberapa kesalahan yang sering dilakukan masyarakat antara lain: Menyimpan daging saat masih panas Tidak menggunakan wadah tertutup Menumpuk daging terlalu banyak dalam satu tempat Tidak memberi label tanggal penyimpanan Membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang Kesalahan ini dapat membuat cara menyimpan daging kurban menjadi tidak efektif dan berisiko merusak kualitas daging. Manfaat Menyimpan Daging Kurban dengan Benar Jika cara menyimpan daging kurban dilakukan dengan tepat, maka akan diperoleh banyak manfaat, antara lain: Daging lebih tahan lama Nutrisi tetap terjaga Mengurangi pemborosan makanan Memudahkan pengolahan harian Menjaga kesehatan keluarga Selain itu, ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah. Mengelola daging kurban bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bagian dari ibadah dan amanah dalam Islam. Dengan memahami cara menyimpan daging kurban yang benar, kita dapat memastikan daging tetap awet, higienis, dan bermanfaat lebih lama. Baik menggunakan kulkas, freezer, maupun metode tradisional, semuanya memiliki kelebihan masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, menghindari pemborosan, dan memastikan daging sampai kepada yang berhak. Semoga dengan memahami cara menyimpan daging kurban, kita dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah. *** Hayo ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL30/05/2026 | Humas/BL-01
Tips Membakar Daging Kurban agar Nikmat
Tips Membakar Daging Kurban agar Nikmat
PERAYAAN Idul Adha merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah kurban juga menghadirkan kebahagiaan sosial melalui pembagian daging kepada keluarga, tetangga, dan kaum yang membutuhkan. Salah satu kegiatan yang paling dinanti setelah penyembelihan hewan kurban adalah mengolah dan membakar dagingnya bersama keluarga atau warga sekitar. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tips bakar daging kurban agar hasilnya lezat, empuk, dan tetap sesuai dengan adab serta nilai-nilai Islam. Panduan ini ditulis dari sudut pandang muslim agar tidak hanya nikmat secara rasa, tetapi juga penuh berkah. Makna Berkah di Balik tips bakar daging kurban Sebelum membahas teknis tips bakar daging kurban, penting untuk memahami bahwa kegiatan ini bukan sekadar kuliner, tetapi bagian dari syiar Islam. Daging kurban adalah amanah ibadah yang harus diperlakukan dengan baik, tidak berlebihan, dan tidak disia-siakan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28) Dari ayat ini, kita belajar bahwa mengolah daging kurban termasuk membakarnya bersama keluarga adalah bentuk syukur, selama tetap menjaga niat ibadah dan tidak berlebihan. Dengan memahami nilai ini, maka setiap langkah dalam tips bakar daging kurban akan bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Persiapan Penting Sebelum Membakar Daging Kurban Salah satu kunci keberhasilan dalam tips bakar daging kurban adalah persiapan yang tepat. Banyak orang langsung membakar daging tanpa memperhatikan proses awal, padahal ini sangat memengaruhi rasa. 1. Pilih bagian daging yang tepat Tidak semua bagian daging cocok untuk dibakar. Pilih bagian yang memiliki sedikit lemak seperti has dalam, paha, atau bagian iga yang masih segar. 2. Potong daging dengan ukuran seragam Agar matang merata, potong daging dengan ukuran yang sama. Ini penting dalam tips bakar daging kurban agar tidak ada bagian yang gosong atau masih mentah. 3. Bersihkan daging dengan benar Cuci daging seperlunya tanpa berlebihan agar tidak menghilangkan rasa alaminya. Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman, sehingga proses ini juga bernilai ibadah. Marinasi: Kunci Kelezatan dalam tips bakar daging kurban Marinasi atau perendaman bumbu adalah langkah penting yang sering menentukan rasa akhir daging kurban. Bumbu dasar marinasi: Bawang putih Ketumbar Garam secukupnya Merica Kecap manis (opsional) Jeruk nipis atau lemon Diamkan daging minimal 1–3 jam agar bumbu meresap sempurna. Dalam tips bakar daging kurban, marinasi yang baik akan membuat daging lebih empuk, tidak amis, dan kaya rasa. Teknik Membakar yang Tepat dalam tips bakar daging kurban Setelah daging siap, proses pembakaran menjadi tahap paling menentukan. 1. Gunakan arang berkualitas Arang dari kayu keras memberikan panas stabil dan aroma khas yang nikmat. Hindari bahan bakar yang menghasilkan asap berlebihan. 2. Jangan terlalu dekat dengan api Salah satu kesalahan umum dalam tips bakar daging kurban adalah meletakkan daging terlalu dekat dengan api sehingga cepat gosong di luar namun mentah di dalam. 3. Bolak-balik secara teratur Balik daging setiap beberapa menit agar matang merata. Jangan terlalu sering karena bisa membuat bumbu terlepas. 4. Olesi bumbu saat proses pembakaran Gunakan sisa marinasi atau campuran kecap, madu, dan mentega untuk menambah cita rasa. Variasi Bumbu dalam tips bakar daging kurban Agar tidak monoton, Anda bisa mencoba beberapa variasi bumbu dalam tips bakar daging kurban berikut: 1. Bumbu kecap manis pedas Cocok untuk pecinta rasa manis pedas khas Indonesia. 2. Bumbu sate Madura Menggunakan kacang tanah, bawang, dan kecap, menghasilkan rasa gurih khas. 3. Bumbu rempah Arab Menggunakan jintan, kapulaga, kayu manis, dan lada untuk aroma yang lebih kuat. 4. Bumbu sederhana tradisional Garam, bawang putih, dan merica sudah cukup jika ingin rasa daging lebih alami. Kesalahan yang Harus Dihindari dalam tips bakar daging kurban Agar hasil tidak gagal, hindari beberapa kesalahan berikut: Membakar daging langsung tanpa marinasi Menggunakan api terlalu besar Tidak memperhatikan ketebalan daging Mengabaikan kebersihan alat bakar Terlalu sering membolak-balik daging Kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil akhir secara signifikan, sehingga penting untuk memperhatikan setiap langkah dalam tips bakar daging kurban. Pada dasarnya, inti dari tips bakar daging kurban adalah keseimbangan antara teknik memasak, pemilihan bahan, dan niat ibadah. Jika semua dilakukan dengan benar, maka hasil daging bakar tidak hanya lezat, tetapi juga membawa keberkahan. Dalam proses ini, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya fokus pada kenikmatan duniawi, tetapi juga pada nilai berbagi dan keikhlasan. Sebagai penutup, tips bakar daging kurban yang baik meliputi persiapan daging yang tepat, marinasi yang meresap, teknik pembakaran yang benar, serta menjaga adab dalam kebersamaan. Semua itu akan menghasilkan hidangan yang tidak hanya nikmat, tetapi juga penuh makna. Semoga setiap aktivitas dalam mengolah daging kurban menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga serta umat Islam. Dengan memahami dan menerapkan tips bakar daging kurban ini, kita tidak hanya menikmati makanan lezat, tetapi juga memperkuat nilai ibadah, persaudaraan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL30/05/2026 | Admin
Resep Mengolah Daging Kurban agar Nikmat saat Disantap
Resep Mengolah Daging Kurban agar Nikmat saat Disantap
DALAM Islam, Resep mengolah daging kurban bukan sekadar panduan memasak, tetapi juga bagian dari cara kita mensyukuri nikmat Allah atas ibadah kurban yang telah dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha. Daging kurban yang diperoleh dari hewan yang disembelih dengan niat ibadah memiliki nilai keberkahan tersendiri, sehingga pengolahannya pun sebaiknya dilakukan dengan penuh adab, kebersihan, dan rasa syukur. Bagi umat Islam, ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Oleh karena itu, mengolah daging kurban dengan benar menjadi bagian dari menjaga amanah ibadah tersebut agar dapat dinikmati dengan baik oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Resep mengolah daging agar empuk dan tidak bau Salah satu tantangan utama dalam Resep mengolah daging kurban adalah menghilangkan bau prengus dan membuat teksturnya menjadi lebih empuk. Daging kurban, terutama dari sapi atau kambing, sering kali membutuhkan teknik pengolahan khusus agar hasilnya maksimal. Berikut beberapa tips penting: 1. Jangan langsung dicuci berlebihan Dalam Islam, kebersihan memang dianjurkan, namun mencuci daging terlalu lama justru dapat membuat teksturnya keras. Cukup bilas ringan jika diperlukan. 2. Gunakan perasan jeruk nipis atau cuka Perasan jeruk nipis membantu mengurangi bau amis pada daging. Diamkan selama 15–20 menit sebelum dimasak. 3. Teknik marinasi bumbu Gunakan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, dan ketumbar untuk membantu melembutkan daging sekaligus menambah cita rasa. 4. Masak dengan api kecil Proses memasak dengan api kecil dalam waktu lama membantu daging menjadi lebih empuk tanpa merusak tekstur. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Resep mengolah daging kurban akan menghasilkan hidangan yang lezat, sehat, dan penuh keberkahan. Resep mengolah daging kurban dalam variasi Nusantara Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, sehingga Resep mengolah daging kurban bisa dikreasikan dalam berbagai hidangan khas yang menggugah selera. 1. Rendang daging kurban Rendang merupakan salah satu masakan terbaik untuk mengolah daging kurban karena proses memasaknya lama sehingga membuat daging menjadi empuk dan kaya rasa. 2. Sate daging kurban Sate cocok untuk daging kambing atau sapi muda. Marinasi dengan bumbu kecap, bawang, dan sedikit nanas agar lebih empuk. 3. Gulai daging kurban Gulai dengan santan dan rempah-rempah seperti kunyit, serai, dan lengkuas memberikan cita rasa gurih yang khas. 4. Sop daging kurban Sop menjadi pilihan sehat karena kuahnya ringan dan cocok untuk dinikmati seluruh anggota keluarga. Dengan berbagai variasi ini, Resep mengolah daging kurban tidak hanya menjadi kegiatan memasak, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi keluarga. Resep mengolah daging kurban sesuai adab Islam Dalam Islam, segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah kurban memiliki adab tersendiri, termasuk dalam pengolahan dagingnya. Oleh karena itu, Resep mengolah daging kurban sebaiknya juga memperhatikan nilai-nilai berikut: 1. Niat karena Allah Setiap proses, dari menerima daging hingga mengolahnya, hendaknya diawali dengan niat untuk bersyukur kepada Allah. 2. Tidak berlebihan dan tidak mubazir Islam melarang pemborosan. Daging kurban sebaiknya diolah secukupnya dan dibagikan jika berlebih. 3. Membagikan kepada sesama Sebagian daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial. 4. Menjaga kebersihan Proses pengolahan harus dilakukan dengan bersih agar makanan yang dihasilkan halal, baik, dan sehat. Dengan menjaga adab ini, Resep mengolah daging kurban tidak hanya menghasilkan makanan lezat, tetapi juga bernilai ibadah. Resep mengolah daging kurban agar tahan lama Dalam beberapa kondisi, daging kurban tidak langsung habis diolah sehingga perlu disimpan dengan benar. Berikut tipsnya: 1. Simpan dalam freezer Potong daging dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan, lalu simpan dalam wadah tertutup rapat. 2. Hindari mencuci sebelum dibekukan Daging sebaiknya disimpan dalam keadaan kering agar tidak mudah rusak. 3. Gunakan label tanggal Ini membantu mengatur urutan penggunaan daging agar tidak terbuang. Dengan cara ini, Resep mengolah daging kurban dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi kualitas daging. Resep mengolah daging momen kebersamaan keluarga Selain aspek kuliner, Resep mengolah daging kurban juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Proses memasak bersama keluarga menjadi momen kebersamaan yang penuh makna, terutama setelah pelaksanaan ibadah kurban. Di banyak rumah Muslim, hari-hari setelah Iduladha diisi dengan kegiatan memasak bersama, berbagi cerita, dan menikmati hasil olahan daging kurban. Hal ini memperkuat ukhuwah dan mempererat hubungan antar anggota keluarga. Pada akhirnya, Resep mengolah daging kurban bukan hanya tentang teknik memasak, tetapi juga tentang bagaimana umat Islam memaknai ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Setiap potongan daging yang diolah dengan niat baik akan menjadi sumber keberkahan bagi keluarga. Dengan mengolah daging kurban secara benar, kita tidak hanya mendapatkan makanan yang lezat, tetapi juga menjaga nilai ibadah yang terkandung di dalamnya. Semoga setiap hidangan dari Resep mengolah daging kurban menjadi penguat iman, perekat keluarga, dan sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama. *** Hayo ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 7711664477 Bank Lampung: 3800003031093 BCA Syariah: 0660170101 Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL30/05/2026 | Humas/BL-01
Inspirasi Kebaikan di Bulan Dzulhijjah yang Bikin Hidup Lebih Berarti
Inspirasi Kebaikan di Bulan Dzulhijjah yang Bikin Hidup Lebih Berarti
BULAN Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang penuh dengan keberkahan dan peluang amal saleh. Bagi umat Islam, bulan ini bukan sekadar penanda datangnya Idul Adha dan ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Banyak umat Muslim mencari inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah agar hari-hari yang dilalui menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah. Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan kesempatan meraih ampunan terbuka begitu luas. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT. Karena itu, menghadirkan inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah dapat menjadi langkah nyata untuk menjadikan hidup lebih berarti, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Keutamaan Bulan Dzulhijjah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2) Mayoritas ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari tersebut memiliki keutamaan luar biasa sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari) Hadis ini menunjukkan betapa besar peluang umat Islam untuk meraih pahala dan keberkahan. Oleh sebab itu, mencari inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah sangat penting agar setiap Muslim mampu memanfaatkan momentum mulia ini secara maksimal. Memperbanyak Sedekah Salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang paling mudah dilakukan adalah memperbanyak sedekah. Sedekah tidak harus selalu dalam bentuk nominal besar. Memberi makanan kepada tetangga, membantu fakir miskin, hingga berbagi senyuman pun termasuk amal kebaikan. Bulan Dzulhijjah menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan rasa empati sosial. Ketika banyak orang bersiap melaksanakan ibadah kurban, umat Islam juga diajak untuk lebih peduli terhadap saudara-saudara yang membutuhkan. Sedekah memiliki manfaat luar biasa, di antaranya: Membuka pintu rezeki Menghapus dosa Menenangkan hati Mendatangkan keberkahan hidup Dengan membiasakan sedekah, hidup menjadi lebih bermakna karena keberadaan kita dapat memberikan manfaat nyata bagi orang lain. Menjalankan Puasa Sunnah Dzulhijjah Puasa sunnah pada awal Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim) Menjalankan puasa menjadi salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Puasa melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, puasa sunnah juga membantu hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Memperbanyak Dzikir dan Takbir Dzulhijjah identik dengan lantunan takbir yang menggema di masjid, rumah, dan berbagai tempat lainnya. Menghidupkan dzikir menjadi salah satu bentuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang sangat dianjurkan. Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain: Takbir Tahmid Tahlil Tasbih Istighfar Allah SWT berfirman: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28) Dzikir membantu hati menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika hati dipenuhi dengan mengingat Allah, hidup terasa lebih damai, ringan, dan penuh rasa syukur. Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Di tengah kesibukan dunia modern, banyak orang lupa menjaga hubungan baik dengan keluarga. Padahal, silaturahmi termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Momentum Dzulhijjah bisa dimanfaatkan untuk kembali mempererat hubungan dengan orang tua, saudara, maupun kerabat yang lama tidak berkomunikasi. Inilah salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang sederhana tetapi berdampak besar. Silaturahmi dapat dilakukan dengan: Mengunjungi keluarga Menelepon orang tua Meminta maaf Memberikan hadiah kecil Menjalin komunikasi yang baik Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Berkurban sebagai Bentuk Ketakwaan Ibadah kurban menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melaksanakan kurban termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang jarang menikmati daging. Allah SWT berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37) Melalui kurban, umat Islam belajar tentang: Keikhlasan Kepedulian sosial Ketaatan kepada Allah Semangat berbagi Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego dan sifat kikir dalam diri. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an Bulan mulia adalah waktu terbaik untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an termasuk salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang dapat memperbaiki kualitas hidup seorang Muslim. Membiasakan tilawah setiap hari akan membawa ketenangan hati dan memperkuat iman. Bahkan satu huruf Al-Qur’an bernilai pahala yang besar di sisi Allah SWT. Agar lebih konsisten, umat Islam dapat membuat target sederhana seperti: Membaca 1 juz per hari Menghafal surat pendek Membaca tafsir Al-Qur’an Mendengarkan murottal Dengan Al-Qur’an, hidup menjadi lebih terarah dan penuh keberkahan. Membantu Orang yang Sedang Kesulitan Kebaikan tidak selalu harus berbentuk materi. Membantu orang lain yang sedang kesulitan juga termasuk amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Misalnya: Membantu tetangga sakit Memberi dukungan kepada teman Menolong orang tua Membantu biaya pendidikan anak yatim Menjadi relawan sosial Inilah bentuk nyata inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad) Ketika seseorang mampu memberi manfaat, hidupnya akan terasa lebih berarti dan bernilai di hadapan Allah SWT. Memperbaiki Diri dan Memperbanyak Taubat Dzulhijjah juga menjadi momentum terbaik untuk muhasabah atau introspeksi diri. Setiap manusia tentu memiliki dosa dan kesalahan, sehingga memperbanyak taubat menjadi langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah adalah mulai meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan amalan baik. Contohnya: Mengurangi ghibah Menjaga lisan Memperbaiki salat Menjauhi maksiat Memulai kebiasaan ibadah rutin Allah SWT sangat mencintai hamba yang mau kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan harapan ampunan. Mengajarkan Kebaikan kepada Anak-anak Bulan Dzulhijjah juga menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak. Orang tua dapat mengenalkan makna kurban, pentingnya berbagi, dan semangat ibadah sejak dini. Mengajarkan Islam kepada generasi muda termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang memiliki pahala jariyah. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak: Mengajak ikut takbiran Bersedekah bersama Menonton kisah Nabi Ibrahim AS Menghafal doa harian Mengajak berbagi makanan Dengan pendidikan yang baik, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi Muslim yang berakhlak mulia. Menebarkan Kebaikan di Media Sosial Di era digital saat ini, media sosial dapat menjadi sarana dakwah dan berbagi inspirasi positif. Daripada menyebarkan hal yang tidak bermanfaat, umat Islam dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan. Ini juga termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang relevan dengan kehidupan modern. Contoh konten positif yang bisa dibagikan: Pengingat ibadah Kutipan hadis Ajakan sedekah Video kajian Islam Motivasi memperbaiki diri Dengan cara ini, media sosial menjadi ladang pahala dan sarana mengajak orang lain menuju kebaikan. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL27/05/2026 | Admin
Kurban Resmi BAZNAS: Jaminan Syariah dan Transparansi
Kurban Resmi BAZNAS: Jaminan Syariah dan Transparansi
IBADAH kurban merupakan salah satu syariat Islam yang sangat agung, dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama. Di era modern seperti sekarang, umat Islam semakin dimudahkan dalam menunaikan ibadah ini melalui berbagai lembaga resmi. Salah satu yang paling terpercaya adalah kurban resmi BAZNAS, yang hadir dengan sistem pengelolaan profesional, amanah, serta berlandaskan prinsip syariah yang kuat. Melalui kurban resmi BAZNAS, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemerataan kesejahteraan. Daging kurban tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok desa, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), hingga wilayah bencana dan saudara muslim di luar negeri seperti Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa kurban bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana dakwah sosial dan kemanusiaan. Apa Itu Kurban Resmi BAZNAS dan Bagaimana Mekanismenya? kurban resmi BAZNAS adalah program penyaluran hewan kurban yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) secara resmi, transparan, dan sesuai syariat Islam. Program ini dirancang agar masyarakat dapat berkurban dengan mudah, tanpa harus repot mengurus penyembelihan dan distribusi secara langsung. BAZNAS telah mengembangkan sistem yang modern dan terintegrasi, mulai dari pemilihan hewan kurban, proses penyembelihan sesuai syariah, hingga distribusi yang tepat sasaran. Dalam salah satu programnya, Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, BAZNAS memastikan bahwa hewan kurban berasal dari peternak lokal binaan sehingga juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, distribusi kurban resmi BAZNAS tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga menjangkau wilayah kemanusiaan seperti pengungsi Palestina dan daerah terdampak bencana. Hal ini menegaskan bahwa kurban melalui BAZNAS memiliki dimensi global dalam misi kemanusiaan Islam. Jaminan Syariah dalam Kurban Resmi BAZNAS Salah satu keunggulan utama kurban resmi BAZNAS adalah kepastian bahwa seluruh prosesnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Mulai dari pemilihan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat, proses penyembelihan yang dilakukan oleh tenaga profesional muslim, hingga pembagian daging kepada mustahik (penerima manfaat) yang berhak. Dalam Islam, keabsahan kurban sangat bergantung pada terpenuhinya rukun dan syarat. BAZNAS memastikan hal ini dijalankan dengan ketat agar umat Islam tidak perlu khawatir terhadap keabsahan ibadahnya. Selain itu, pengawasan oleh lembaga resmi negara menjadikan proses ini lebih terpercaya dan terstruktur. Dengan demikian, memilih kurban resmi BAZNAS berarti memastikan bahwa ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariah, tetapi juga membawa manfaat sosial yang luas. Transparansi dan Akuntabilitas Kurban Resmi BAZNAS Transparansi menjadi salah satu nilai utama dalam pengelolaan kurban resmi BAZNAS. Setiap pekurban akan mendapatkan laporan lengkap mengenai proses kurban, mulai dari pembelian hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging. BAZNAS juga memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat. Hal ini membuat proses kurban menjadi lebih terbuka dan dapat dipantau, sehingga meningkatkan kepercayaan umat Islam terhadap lembaga zakat nasional ini. Selain transparansi, akuntabilitas juga dijaga melalui sistem pelaporan yang terstruktur. Setiap hewan kurban yang dititipkan dipastikan sampai kepada penerima yang tepat, termasuk masyarakat miskin, daerah terpencil, hingga wilayah terdampak bencana. Dampak Sosial dari Kurban Resmi BAZNAS Manfaat kurban resmi BAZNAS tidak hanya terbatas pada aspek ibadah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang sangat luas. Program ini membantu: Pemberdayaan peternak lokal melalui pembelian hewan kurban dari Balai Ternak BAZNAS Pemerataan distribusi daging ke wilayah yang jarang mendapatkan kurban Bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dan pengungsi Penguatan solidaritas umat Islam secara global BAZNAS juga memastikan bahwa kurban dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada hari penyembelihan saja, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan masyarakat. Mengapa Harus Memilih Kurban Resmi BAZNAS? Ada beberapa alasan kuat mengapa umat Islam dianjurkan memilih kurban resmi BAZNAS, di antaranya: Terjamin sesuai syariat Islam Dikelola oleh lembaga resmi negara Distribusi tepat sasaran dan merata Transparansi laporan kepada pekurban Memberikan dampak sosial dan ekonomi luas Dengan semua keunggulan tersebut, kurban resmi BAZNAS menjadi salah satu pilihan terbaik bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah kurban secara aman, nyaman, dan penuh keberkahan. Makna Besar di Balik Kurban Resmi BAZNAS Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketulusan hati dalam berbagi kepada sesama. Melalui kurban resmi BAZNAS, umat Islam dapat menunaikan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan sistem yang profesional, transparan, dan sesuai syariah, BAZNAS menjadi jembatan antara niat ibadah umat Islam dan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat luas. Mari jadikan kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membantu sesama dengan lebih terarah dan bermakna.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL25/05/2026 | Admin
Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS: Dari Ibadah Jadi Pemberdayaan
Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS: Dari Ibadah Jadi Pemberdayaan
DALAM ajaran Islam, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha, tetapi juga wujud ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama. Di era modern seperti sekarang, makna kurban semakin luas melalui berbagai program pemberdayaan umat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah “kurban berkah berdayakan desa BAZNAS”, sebuah inisiatif yang mengubah ibadah menjadi gerakan ekonomi dan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat desa. Program ini menghadirkan pendekatan baru dalam pelaksanaan kurban, di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima daging, tetapi juga oleh peternak mustahik di desa-desa yang dibina secara berkelanjutan oleh BAZNAS. Makna Kurban dalam Islam dan Dimensi Sosialnya Kurban merupakan ibadah yang mengandung nilai spiritual tinggi. Seorang Muslim yang berkurban menunjukkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia. Namun dalam praktiknya, kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pendekatan kurban berkah berdayakan desa BAZNAS, ibadah ini tidak lagi hanya dipahami sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai instrumen distribusi ekonomi yang adil. Daging kurban menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sementara proses budidaya hewan kurban memberdayakan peternak kecil di pedesaan. Konsep ini sejalan dengan semangat Islam yang menekankan keadilan sosial, pemerataan rezeki, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS Program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS dirancang tidak hanya untuk memfasilitasi ibadah kurban, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. BAZNAS membina peternak mustahik melalui berbagai Balai Ternak di seluruh Indonesia. Dalam program ini, hewan kurban tidak hanya dibeli dari pasar umum, tetapi juga berasal dari peternak desa yang telah mendapatkan pendampingan intensif. Mereka dibimbing dalam hal budidaya, kesehatan hewan, hingga manajemen usaha. Seperti dijelaskan dalam laporan BAZNAS, program ini memberikan dampak berlapis: Pekurban mendapatkan kemudahan beribadah Peternak desa memperoleh penghasilan dan kemandirian ekonomi Masyarakat luas menerima distribusi daging kurban secara merata Dengan demikian, kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menjadi contoh nyata bagaimana ibadah dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat. Transformasi Desa Melalui Kurban Berbasis Pemberdayaan Salah satu keunggulan utama program ini adalah fokus pada pemberdayaan desa. Peternak kecil yang sebelumnya hanya berperan sebagai penerima bantuan kini menjadi bagian dari rantai ekonomi kurban yang produktif. Melalui Balai Ternak BAZNAS, mereka tidak hanya diberi bantuan hewan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh agar mampu berkembang menjadi peternak mandiri. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat di pedesaan. Program ini juga terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Bahkan beberapa balai ternak telah mampu menjadi pemasok hewan kurban berkualitas untuk program nasional BAZNAS. Inilah bentuk nyata bagaimana kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menghadirkan perubahan dari desa untuk umat. Distribusi Kurban yang Lebih Luas dan Merata Selain fokus pada pemberdayaan desa, BAZNAS juga memastikan distribusi kurban dilakukan secara merata ke berbagai wilayah. Program ini menjangkau daerah pelosok, wilayah tertinggal, hingga daerah yang terdampak bencana. BAZNAS bahkan menyalurkan kurban ke wilayah bencana dan Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan global. Hal ini menunjukkan bahwa kurban tidak hanya berdimensi lokal, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan universal. Dengan sistem distribusi yang terstruktur, kurban berkah berdayakan desa BAZNAS memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam menikmati berkah Iduladha. Kemudahan Berkurban di Era Digital Di era digital saat ini, BAZNAS menghadirkan berbagai kanal kemudahan bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah kurban. Mulai dari platform online, e-commerce, hingga layanan digital banking, semua disediakan untuk memudahkan proses pembayaran. Kemudahan ini membuat masyarakat dapat berkurban tanpa batasan jarak dan waktu. Cukup melalui perangkat digital, seorang Muslim sudah bisa menunaikan ibadah kurban sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan desa melalui program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS. Dampak Ekonomi dan Sosial yang Nyata Program ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat langsung, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang luas. Peternak desa mendapatkan pendapatan yang lebih stabil, sementara masyarakat miskin memperoleh akses terhadap pangan bergizi berupa daging kurban. Selain itu, adanya program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkurban melalui lembaga terpercaya. Dengan sistem yang profesional, transparan, dan terstruktur, kepercayaan umat terhadap pengelolaan kurban semakin meningkat. Peran Umat Islam dalam Mendukung Pemberdayaan Desa Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadikan setiap ibadah bernilai manfaat yang lebih luas. Berkurban melalui program seperti ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat. Dengan memilih program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS, umat tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga turut serta dalam membangun ekonomi desa, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat solidaritas antar sesama Muslim. Kurban yang Menghidupkan Desa dan Menyebarkan Berkah Pada akhirnya, ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Melalui program ini, kurban menjadi sarana untuk menghidupkan desa, menguatkan ekonomi umat, dan memperluas keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat berbagi ini diharapkan terus tumbuh di tengah umat Islam Indonesia.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL25/05/2026 | Admin
Apakah Tabungan di Bank Sudah Wajib Zakat, Ini Jawabannya?
Apakah Tabungan di Bank Sudah Wajib Zakat, Ini Jawabannya?
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana membersihkan harta dan membantu sesama yang membutuhkan. Di era modern seperti sekarang, banyak umat Islam menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank. Karena itu, muncul pertanyaan yang sering ditanyakan: apakah tabungan wajib zakat? Pertanyaan tentang apakah tabungan wajib zakat menjadi sangat relevan karena hampir setiap orang memiliki simpanan uang, baik untuk kebutuhan darurat, pendidikan, usaha, maupun masa depan keluarga. Dalam Islam, harta yang berkembang dan telah memenuhi syarat tertentu memang memiliki kewajiban zakat. Namun, tidak semua tabungan otomatis wajib dizakati. Ada ketentuan syariat yang harus dipahami agar seorang muslim dapat menjalankan kewajiban zakat dengan benar. Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum zakat tabungan di bank, syarat wajib zakat, cara menghitungnya, hingga dalil yang menjadi dasar hukumnya menurut pandangan Islam. Pengertian Zakat dalam Islam Secara bahasa, zakat berarti suci, tumbuh, dan berkah. Sedangkan menurut syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai ketentuan Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Apakah Tabungan Wajib Zakat dalam Islam? Jawaban singkatnya adalah: ya, tabungan dapat wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat tertentu. Dalam Islam, uang termasuk harta yang memiliki nilai dan dapat berkembang. Karena itu, tabungan yang disimpan di bank termasuk kategori harta simpanan yang berpotensi terkena zakat. Namun, untuk menjawab lebih detail tentang apakah tabungan wajib zakat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu: 1. Mencapai Nisab Nisab adalah batas minimal harta yang membuat seseorang wajib zakat. Untuk zakat tabungan, nisabnya disamakan dengan nilai emas sebesar 85 gram. Artinya, jika total tabungan seseorang telah mencapai nilai setara 85 gram emas, maka tabungan tersebut masuk kategori wajib zakat. Sebagai contoh: Harga emas per gram: Rp1.500.000 Nisab zakat tabungan: 85 x Rp1.500.000 = Rp127.500.000 Jika tabungan mencapai atau melebihi angka tersebut, maka ada kewajiban zakat. 2. Sudah Mencapai Haul Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah penuh. Jadi, apabila tabungan sudah mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun, maka zakat wajib dikeluarkan. Namun, bila uang tersebut baru disimpan beberapa bulan dan belum mencapai satu tahun, maka belum wajib zakat. 3. Harta Milik Penuh Tabungan tersebut harus benar-benar milik pribadi dan dapat digunakan kapan saja. Jika uang tersebut masih dalam sengketa, pinjaman orang lain, atau bukan kepemilikan penuh, maka belum wajib dizakati. Dalil Tentang Zakat Harta Simpanan Pembahasan mengenai apakah tabungan wajib zakat juga didasarkan pada dalil-dalil syariat. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34) Ayat ini menjadi dasar bahwa harta simpanan seperti emas, perak, dan uang yang disimpan memiliki kewajiban zakat apabila memenuhi syarat. Dalam konteks modern, uang tabungan di bank diqiyaskan dengan emas dan perak karena sama-sama memiliki fungsi sebagai alat penyimpan nilai. Bagaimana Cara Menghitung Zakat Tabungan? Setelah memahami apakah tabungan wajib zakat, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghitungnya. Besaran zakat tabungan adalah 2,5 persen dari total harta yang dimiliki setelah mencapai nisab dan haul. Rumusnya: Zakat = Total Tabungan x 2,5 persen Contoh: Total tabungan selama satu tahun: Rp150.000.000 Karena sudah melebihi nisab, maka wajib zakat Perhitungannya: Rp150.000.000 x 2,5 persen = Rp3.750.000 Maka zakat yang harus dikeluarkan adalah Rp3.750.000. Apakah Tabungan di Bank Konvensional dan Syariah Sama? Banyak umat Islam juga bertanya apakah ada perbedaan zakat antara tabungan di bank konvensional dan bank syariah. Pada dasarnya, kewajiban zakat tetap berlaku selama tabungan memenuhi nisab dan haul. Namun, ada beberapa catatan: Bank Syariah Tabungan di bank syariah lebih sesuai dengan prinsip Islam karena menggunakan akad yang halal dan bebas riba. Keuntungan bagi hasil yang diperoleh juga termasuk bagian harta yang dihitung dalam zakat. Bank Konvensional Tabungan di bank konvensional tetap wajib dizakati jika memenuhi syarat. Akan tetapi, sebagian ulama menyarankan agar bunga bank tidak dihitung sebagai harta halal karena termasuk unsur riba. Karena itu, bunga bank sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan untuk kepentingan sosial tanpa niat sedekah. Hukum Zakat untuk Tabungan Pendidikan dan Dana Darurat Pertanyaan lain yang sering muncul terkait apakah tabungan wajib zakat adalah tentang tabungan pendidikan anak atau dana darurat. Dalam Islam, selama uang tersebut masih tersimpan, mencapai nisab, dan sudah berjalan satu tahun, maka tetap terkena kewajiban zakat. Hal ini karena zakat melihat kepemilikan harta, bukan tujuan penggunaannya. Namun, jika uang tersebut akan segera dipakai untuk kebutuhan mendesak seperti biaya rumah sakit atau pembayaran utang jatuh tempo, maka perhitungannya dapat disesuaikan. Apakah Utang Mengurangi Zakat Tabungan? Sebagian ulama berpendapat bahwa utang yang jatuh tempo dapat mengurangi jumlah harta yang wajib dizakati. Contoh: Total tabungan: Rp150.000.000 Utang jatuh tempo: Rp40.000.000 Maka harta yang dihitung zakat: Rp150.000.000 - Rp40.000.000 = Rp110.000.000 Jika hasil akhirnya masih mencapai nisab, maka tetap wajib zakat. Hikmah Mengeluarkan Zakat Tabungan Memahami apakah tabungan wajib zakat bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang hikmah besar di balik ibadah ini. Berikut beberapa hikmah zakat tabungan: 1. Membersihkan Harta Zakat menjadi sarana penyucian harta dari hak orang lain yang ada di dalamnya. 2. Menumbuhkan Keberkahan Harta yang dizakati akan lebih berkah dan membawa ketenangan dalam kehidupan. 3. Membantu Sesama Zakat dapat membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. 4. Menghindarkan dari Sifat Kikir Dengan berzakat, seorang muslim belajar ikhlas dan tidak terlalu mencintai dunia. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Zakat Tabungan Masih banyak orang yang keliru memahami apakah tabungan wajib zakat. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi: Mengira Zakat Hanya untuk Orang Kaya Padahal siapa pun yang hartanya mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat. Tidak Menghitung Total Aset Sebagian orang hanya menghitung saldo rekening tertentu, padahal seluruh tabungan dan simpanan sebaiknya dijumlahkan. Menunda Zakat Padahal zakat adalah kewajiban yang harus segera ditunaikan ketika sudah memenuhi syarat. Cara Menunaikan Zakat Tabungan dengan Mudah Saat ini, membayar zakat semakin mudah karena dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional. Melalui lembaga zakat resmi, penyaluran zakat menjadi lebih tepat sasaran dan terpercaya. Selain itu, lembaga zakat juga membantu perhitungan zakat agar sesuai syariat Islam. Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa jawaban dari pertanyaan apakah tabungan wajib zakat adalah wajib apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul. Tabungan yang disimpan di bank, baik syariah maupun konvensional, termasuk harta simpanan yang memiliki kewajiban zakat menurut Islam. Karena itu, setiap muslim sebaiknya rutin memeriksa jumlah hartanya agar tidak lalai dalam menunaikan kewajiban zakat. Dengan mengeluarkan zakat tabungan, harta menjadi lebih bersih, berkah, dan bermanfaat bagi sesama.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL22/05/2026 | Admin
Keutamaan Kurban di BAZNAS yang Jarang Diketahui
Keutamaan Kurban di BAZNAS yang Jarang Diketahui
IBADAH kurban merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada Hari Raya Iduladha. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membantu sesama. Namun, di era modern seperti sekarang, pelaksanaan kurban tidak hanya soal menyembelih hewan semata. Ada nilai pemberdayaan, pemerataan, hingga penguatan ekonomi umat yang bisa diwujudkan melalui pengelolaan kurban yang tepat. Salah satu lembaga yang menghadirkan konsep tersebut adalah BAZNAS melalui program Kurban Berkah Berdayakan Desa. Banyak umat Islam belum mengetahui bahwa terdapat berbagai keutamaan kurban di BAZNAS yang tidak hanya berdampak pada penerima daging kurban, tetapi juga bagi peternak kecil, masyarakat pelosok, hingga saudara muslim di wilayah bencana dan Palestina. Program kurban yang dikelola secara profesional ini menghadirkan kemudahan sekaligus kebermanfaatan yang luas. Karena itu, memahami keutamaan kurban di BAZNAS menjadi penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih optimal, penuh keberkahan, dan berdampak jangka panjang. 1. Keutamaan Kurban di BAZNAS Membantu Pemerataan Distribusi Daging Salah satu masalah yang sering terjadi saat Iduladha adalah penumpukan distribusi daging di wilayah perkotaan. Sementara itu, banyak daerah pelosok justru jarang mendapatkan distribusi hewan kurban. Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang jarang diketahui masyarakat. BAZNAS menghadirkan sistem distribusi yang lebih merata hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), daerah rawan pangan, hingga lokasi terdampak bencana. Dengan demikian, daging kurban benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dalam perspektif Islam, pemerataan ini sangat sesuai dengan semangat keadilan sosial. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ketika daging kurban sampai kepada saudara muslim yang jarang menikmati daging, maka nilai ibadah menjadi semakin besar. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi ketimpangan distribusi kurban yang selama ini hanya berpusat di kota-kota besar. 2. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memberdayakan Peternak Muslim Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah dampak ekonomi dari ibadah kurban. Banyak orang hanya fokus pada penyembelihan dan pembagian daging, padahal kurban juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat istimewa. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari program Balai Ternak BAZNAS yang memberdayakan peternak mustahik di berbagai daerah. Para peternak tidak hanya diberikan bantuan ternak, tetapi juga pendampingan usaha, pelatihan budidaya, hingga penguatan pemasaran. Dengan konsep ini, mustahik perlahan dapat bertransformasi menjadi muzaki. Program seperti ini sangat sejalan dengan nilai Islam yang mendorong kemandirian ekonomi umat. Kurban bukan hanya ibadah sesaat, tetapi menjadi sarana mengangkat kesejahteraan masyarakat desa. Bahkan, beberapa kelompok peternak binaan BAZNAS kini mampu memasok ratusan hewan kurban berkualitas setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa kurban dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis syariah. 3. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memiliki Dampak Jangka Panjang Banyak orang menganggap manfaat kurban hanya berlangsung satu atau dua hari setelah Iduladha. Padahal, melalui pengelolaan yang baik, kurban dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa dirancang agar dampak kurban tidak berhenti pada distribusi daging saja. Hewan ternak berasal dari ekosistem pemberdayaan desa sehingga roda ekonomi terus berjalan. Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang membedakannya dengan pola kurban konvensional. Setiap transaksi kurban turut membantu keberlangsungan usaha peternak kecil, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam Islam, amal terbaik adalah amal yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang. Oleh sebab itu, konsep kurban produktif seperti ini menjadi bentuk ibadah yang lebih luas manfaatnya. 4. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memudahkan Umat Islam Beribadah Di era digital, kemudahan akses menjadi kebutuhan penting. Banyak umat Islam memiliki keinginan berkurban, tetapi terkendala waktu dan akses pembelian hewan kurban. Melalui berbagai kanal digital, BAZNAS memudahkan masyarakat untuk berkurban secara aman dan cepat. Pembayaran dapat dilakukan melalui website resmi, marketplace, fintech, hingga layanan perbankan digital. Kemudahan ini menjadi salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat membantu masyarakat modern. Umat Islam tetap dapat menunaikan ibadah kurban meskipun memiliki aktivitas yang padat. Selain itu, BAZNAS juga menyediakan pilihan kurban sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari domba standar hingga sapi dan kurban kaleng. Kemudahan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip syariah. 5. Keutamaan Kurban di BAZNAS Aman Secara Syariat dan Profesional Dalam beribadah, umat Islam tentu ingin memastikan bahwa kurban yang dilakukan sah secara syariat. Karena itu, transparansi dan profesionalitas pengelolaan menjadi hal yang sangat penting. BAZNAS menerapkan prinsip pengelolaan yang disebut 3A, yaitu Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Ini menjadi salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang memberikan ketenangan bagi para pekurban. Hewan yang dipilih memenuhi standar syariat, proses distribusi dilakukan secara profesional, dan laporan pengelolaan dilakukan secara transparan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai tata kelola kurban yang dititipkan kepada lembaga tersebut. 6. Keutamaan Kurban di BAZNAS Menjangkau Palestina dan Wilayah Bencana Salah satu kelebihan luar biasa dari program kurban BAZNAS adalah jangkauan distribusinya yang luas, termasuk untuk saudara muslim di Palestina dan wilayah terdampak bencana. BAZNAS memfasilitasi penyaluran kurban ke berbagai lokasi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Ini merupakan keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat bernilai dari sisi ukhuwah Islamiyah. Ketika umat Islam di Indonesia berkurban, manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara muslim di daerah konflik maupun korban bencana. Islam mengajarkan bahwa sesama muslim adalah saudara. Karena itu, membantu saudara yang sedang tertimpa musibah menjadi bagian dari implementasi nilai kurban yang sesungguhnya. 7. Keutamaan Kurban di BAZNAS Menghidupkan Syiar Islam Kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga syiar Islam yang harus terus dihidupkan. BAZNAS aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kurban melalui berbagai kegiatan sosial dan dakwah. Program seperti layanan konsultasi kurban, edukasi publik, hingga kegiatan sosial di ruang publik menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Islam. Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang tidak banyak disadari. Kurban menjadi sarana dakwah yang menghadirkan nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada masyarakat luas. Pada akhirnya, ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat. Melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis pemberdayaan, BAZNAS menghadirkan konsep kurban yang lebih luas dampaknya. Berbagai keutamaan kurban di BAZNAS mulai dari pemerataan distribusi, pemberdayaan peternak desa, membantu wilayah bencana dan Palestina, hingga kemudahan layanan digital menunjukkan bahwa kurban dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata. Sebagai muslim, tentu kita ingin ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa keberkahan yang luas bagi sesama. Karena itu, memahami keutamaan kurban di BAZNAS dapat menjadi pertimbangan penting dalam memilih sarana berkurban yang amanah, profesional, dan penuh manfaat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL22/05/2026 | Admin
Manfaat Kurban bagi Desa: Dampaknya Nyata untuk Umat
Manfaat Kurban bagi Desa: Dampaknya Nyata untuk Umat
IDULADHA bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban semata. Lebih dari itu, ibadah ini memiliki nilai sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang sangat besar. Dalam Islam, kurban menjadi salah satu bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus sarana berbagi kepada sesama. Tidak heran jika saat ini semakin banyak program pemberdayaan umat yang memanfaatkan momentum kurban untuk membantu masyarakat desa. Karena itu, pembahasan mengenai manfaat kurban bagi desa menjadi sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam. Program kurban modern kini tidak hanya fokus pada pembagian daging, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Melalui pengelolaan yang baik, kurban mampu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, memperkuat solidaritas sosial, hingga membantu pemerataan distribusi pangan di berbagai daerah pelosok Indonesia. Makna Kurban dalam Islam Kurban merupakan ibadah yang memiliki sejarah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Allah SWT mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan melalui peristiwa tersebut. Dalam pelaksanaannya, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk kepedulian terhadap sesama umat manusia. Allah SWT berfirman: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2) Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan penting dalam Islam. Selain bernilai ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di desa-desa terpencil. Manfaat Kurban bagi Desa dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Salah satu manfaat kurban bagi desa yang paling nyata adalah meningkatnya roda perekonomian masyarakat. Ketika hewan kurban dibeli dari peternak lokal desa, maka para peternak mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Program kurban berbasis pemberdayaan desa seperti yang dilakukan oleh BAZNAS membantu para peternak kecil agar dapat berkembang. Hewan kurban yang dijual berasal dari balai ternak binaan masyarakat desa sehingga keuntungan ekonomi dirasakan langsung oleh warga setempat. Dengan meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Iduladha, masyarakat desa memperoleh peluang usaha yang besar, seperti: Peternakan sapi dan kambing Penjualan pakan ternak Jasa transportasi hewan Penjualan perlengkapan kurban Distribusi daging kurban Efek ekonomi ini membuat desa menjadi lebih produktif dan mandiri. Manfaat Kurban bagi Desa dalam Mengurangi Kesenjangan Sosial Selain aspek ekonomi, manfaat kurban bagi desa juga terlihat dalam pemerataan kesejahteraan sosial. Banyak masyarakat pelosok yang jarang menikmati konsumsi daging dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Iduladha menjadi kesempatan bagi mereka untuk merasakan kebahagiaan yang sama dengan masyarakat perkotaan. Distribusi kurban hingga ke daerah terpencil membantu mengurangi kesenjangan sosial antara kota dan desa. Program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” yang dijalankan BAZNAS misalnya, menyalurkan daging kurban hingga wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Hal ini membuktikan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga instrumen pemerataan kesejahteraan umat. Meningkatkan Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyah Kurban memiliki kekuatan besar dalam mempererat persaudaraan sesama muslim. Ketika masyarakat desa bersama-sama melaksanakan penyembelihan, pembagian daging, hingga memasak bersama, maka tercipta hubungan sosial yang lebih harmonis. Nilai gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia juga semakin hidup melalui kegiatan kurban. Anak-anak muda, tokoh agama, hingga masyarakat umum terlibat langsung dalam proses tersebut. Inilah salah satu manfaat kurban bagi desa yang sering kali tidak terlihat secara materi, tetapi sangat besar dampaknya bagi kehidupan sosial masyarakat. Mendorong Kemandirian Peternak Desa Program kurban berbasis desa tidak hanya memberikan keuntungan sesaat. Banyak lembaga Islam kini mengembangkan konsep kurban produktif yang membantu masyarakat desa menjadi mandiri secara ekonomi. Melalui pendampingan peternakan, pelatihan pengelolaan usaha, hingga bantuan modal, peternak desa mampu meningkatkan kualitas ternaknya. Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan: Lapangan pekerjaan baru Pengurangan angka pengangguran desa Peningkatan keterampilan masyarakat Kemandirian ekonomi umat Kurban akhirnya menjadi sarana pembangunan desa yang berkelanjutan. Manfaat Kurban bagi Desa untuk Ketahanan Pangan Ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan besar di berbagai daerah. Kehadiran program kurban membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat desa. Daging kurban yang dibagikan memberikan asupan gizi yang baik, terutama bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu. Bahkan beberapa program kurban modern kini mengolah daging menjadi makanan kaleng agar tahan lama dan dapat disalurkan ke daerah bencana maupun wilayah konflik. Dengan demikian, manfaat kurban bagi desa juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Membantu Daerah Bencana dan Palestina Islam mengajarkan bahwa umat muslim adalah saudara. Karena itu, manfaat kurban tidak hanya dirasakan masyarakat lokal, tetapi juga saudara muslim di wilayah bencana dan konflik. BAZNAS RI misalnya memfasilitasi penyaluran kurban ke Palestina serta daerah terdampak bencana di Indonesia. Program ini menjadi bentuk kepedulian umat Islam terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Kurban menjadi bukti bahwa Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Digitalisasi Kurban Mempermudah Umat Di era modern, pelaksanaan kurban kini semakin mudah dilakukan. Masyarakat dapat menunaikan kurban secara online melalui platform resmi lembaga terpercaya. Digitalisasi ini memberikan banyak manfaat, antara lain: Memudahkan proses pembayaran Memastikan distribusi tepat sasaran Memberikan laporan transparan Menjangkau desa terpencil Program digital kurban seperti yang dilakukan BAZNAS membantu umat Islam menunaikan ibadah dengan aman dan praktis. Menghidupkan Semangat Berbagi dalam Islam Islam sangat menekankan pentingnya berbagi rezeki kepada sesama. Kurban menjadi salah satu ibadah yang mengajarkan keikhlasan dan kepedulian sosial secara nyata. Ketika umat Islam berkurban, maka mereka bukan hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga membantu kehidupan masyarakat desa agar lebih sejahtera. Karena itu, memahami manfaat kurban bagi desa akan membuat umat semakin sadar bahwa ibadah ini memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pada akhirnya, manfaat kurban bagi desa bukan hanya tentang pembagian daging semata. Kurban mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, membantu peternak lokal, meningkatkan solidaritas sosial, memperkuat ketahanan pangan, hingga membantu daerah bencana dan Palestina. Melalui pengelolaan kurban yang profesional dan amanah, umat Islam dapat menghadirkan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Inilah indahnya ajaran Islam, di mana ibadah kepada Allah SWT juga membawa manfaat besar bagi sesama manusia.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL22/05/2026 | Admin
Cara Mengetahui Apakah Harta Sudah Wajib Zakat
Cara Mengetahui Apakah Harta Sudah Wajib Zakat
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi membersihkan harta dan membantu sesama yang membutuhkan. Namun, masih banyak umat Islam yang belum memahami kapan sebenarnya harta wajib zakat dan bagaimana cara mengetahuinya dengan benar sesuai syariat Islam. Dalam kehidupan modern, jenis kekayaan yang dimiliki seseorang semakin beragam. Ada yang berupa tabungan, emas, penghasilan bulanan, usaha perdagangan, hingga investasi. Oleh karena itu, memahami konsep harta wajib zakat menjadi kebutuhan penting agar seorang muslim tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya. Kesalahan memahami nisab, haul, maupun jenis harta yang dikenai zakat bisa menyebabkan seseorang menunda kewajiban yang sebenarnya sudah harus ditunaikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mengetahui apakah harta wajib zakat atau belum, jenis-jenis harta yang dikenai zakat, syarat wajib zakat, hingga cara menghitungnya. Penjelasan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi umat Islam. Pengertian Harta Wajib Zakat Dalam Islam, zakat berasal dari kata “zaka” yang berarti suci, bersih, berkembang, dan berkah. Kewajiban zakat disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai bentuk ibadah maliyah atau ibadah yang berkaitan dengan harta. Oleh sebab itu, memahami konsep harta wajib zakat sangat penting bagi setiap muslim. Harta wajib zakat adalah kekayaan yang telah memenuhi syarat tertentu sehingga wajib dikeluarkan zakatnya. Tidak semua harta otomatis terkena zakat. Islam menetapkan aturan mengenai jenis harta, jumlah minimum kepemilikan atau nisab, serta jangka waktu kepemilikan yang disebut haul. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak muslim yang mengira zakat hanya berlaku pada emas atau hasil pertanian. Padahal, perkembangan ekonomi membuat cakupan harta wajib zakat menjadi lebih luas, termasuk tabungan, penghasilan profesi, saham, hingga bisnis perdagangan. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki fungsi spiritual sekaligus sosial. Dengan menunaikan zakat dari harta wajib zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya tetapi juga membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, zakat juga menjadi bukti bahwa seorang muslim tidak terlalu mencintai dunia. Ketika seseorang rela mengeluarkan sebagian dari harta wajib zakat yang dimilikinya, maka ia sedang menunjukkan rasa syukur dan kepatuhan kepada Allah SWT. Syarat agar Harta Wajib Zakat Sebelum menentukan apakah seseorang memiliki harta wajib zakat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Syarat-syarat ini menjadi dasar penting dalam hukum zakat. Syarat pertama adalah kepemilikan penuh. Artinya, harta wajib zakat harus benar-benar dimiliki dan berada di bawah kendali seseorang. Harta yang masih menjadi sengketa atau belum jelas kepemilikannya belum wajib dizakati. Syarat kedua adalah mencapai nisab. Nisab merupakan batas minimal kekayaan yang membuat suatu harta wajib zakat. Misalnya, nisab emas adalah setara 85 gram emas. Jika jumlah harta belum mencapai nisab, maka zakat belum diwajibkan. Syarat ketiga adalah haul atau kepemilikan selama satu tahun hijriah untuk jenis harta tertentu. Jika seseorang memiliki tabungan yang mencapai nisab dan bertahan selama setahun, maka tabungan tersebut termasuk harta wajib zakat. Syarat keempat adalah harta tersebut berkembang atau berpotensi berkembang. Contohnya adalah usaha perdagangan, investasi, maupun peternakan. Islam menetapkan bahwa harta wajib zakat umumnya berasal dari kekayaan yang memiliki nilai produktif. Syarat kelima adalah terbebas dari hutang yang mengurangi nisab. Jika seseorang memiliki banyak hutang sehingga jumlah hartanya tidak lagi mencapai nisab, maka kewajiban zakat bisa gugur. Karena itu, penting menghitung secara teliti apakah harta wajib zakat benar-benar memenuhi ketentuan syariat. Jenis Harta Wajib Dizakati Islam telah menjelaskan beberapa jenis kekayaan yang termasuk harta wajib zakat. Pengetahuan ini penting agar seorang muslim tidak salah dalam menghitung kewajibannya. Jenis pertama dari harta wajib zakat adalah emas dan perak. Keduanya termasuk alat penyimpan nilai yang sejak zaman Rasulullah SAW sudah dikenai zakat. Saat ini, emas batangan, perhiasan tertentu, maupun tabungan emas termasuk kategori ini. Jenis kedua adalah uang dan tabungan. Dalam era modern, uang tunai, saldo rekening, deposito, dan aset sejenis dapat menjadi harta wajib zakat jika mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas. Jenis ketiga adalah hasil perdagangan atau bisnis. Keuntungan usaha, stok barang dagangan, hingga piutang lancar termasuk harta wajib zakat yang harus dihitung setiap tahun. Jenis keempat adalah hasil pertanian dan perkebunan. Padi, gandum, kurma, dan hasil panen lainnya termasuk harta wajib zakat jika hasilnya mencapai batas tertentu sesuai ketentuan syariat. Jenis kelima adalah hewan ternak seperti kambing, sapi, dan unta. Dalam fikih Islam, hewan ternak tertentu menjadi harta wajib zakat apabila jumlah dan masa pemeliharaannya memenuhi syarat yang telah ditentukan. Selain itu, sebagian ulama kontemporer juga memasukkan penghasilan profesi sebagai harta wajib zakat. Gaji, honorarium, dan pendapatan rutin lainnya dapat dizakati apabila telah mencapai nisab tertentu. Cara Menghitung Harta Wajib Zakat Mengetahui apakah seseorang memiliki harta wajib zakat memerlukan perhitungan yang tepat. Kesalahan dalam menghitung bisa menyebabkan zakat yang dikeluarkan kurang atau bahkan belum wajib sama sekali. Langkah pertama untuk menentukan harta wajib zakat adalah menghitung seluruh aset yang dimiliki. Misalnya tabungan, emas, investasi, dan keuntungan usaha. Semua dijumlahkan sesuai nilai saat ini. Langkah kedua adalah mengurangi hutang jangka pendek yang harus segera dibayar. Setelah dikurangi hutang, barulah terlihat jumlah bersih dari harta wajib zakat yang dimiliki seseorang. Langkah ketiga adalah membandingkan jumlah harta dengan nisab. Jika total kekayaan bersih sudah melebihi nilai 85 gram emas, maka harta tersebut termasuk harta wajib zakat. Langkah keempat adalah memastikan bahwa harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Jika belum mencapai haul, maka kewajiban zakat belum berlaku pada sebagian jenis harta wajib zakat. Langkah kelima adalah menghitung jumlah zakat yang harus dibayar. Umumnya zakat mal sebesar 2,5 persen dari total harta wajib zakat yang telah memenuhi syarat. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki tabungan Rp100 juta dan nisab setara Rp85 juta, maka tabungan tersebut sudah termasuk harta wajib zakat. Zakat yang harus dibayarkan adalah 2,5 persen dari Rp100 juta, yaitu Rp2,5 juta. Hikmah Menunaikan Harta Wajib Zakat Menunaikan zakat dari harta wajib zakat memiliki banyak hikmah besar bagi kehidupan individu maupun masyarakat. Islam tidak menjadikan zakat sebagai beban, melainkan sebagai jalan keberkahan. Hikmah pertama dari menunaikan zakat atas harta wajib zakat adalah membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia berlebihan. Seorang muslim belajar bahwa seluruh harta hakikatnya adalah titipan Allah SWT. Hikmah kedua adalah membersihkan harta itu sendiri. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa zakat membuat harta wajib zakat menjadi lebih berkah dan membawa ketenangan hidup bagi pemiliknya. Hikmah ketiga adalah membantu kaum fakir miskin. Ketika umat Islam menunaikan zakat dari harta wajib zakat, maka terjadi pemerataan ekonomi yang dapat mengurangi kesenjangan sosial. Hikmah keempat adalah meningkatkan solidaritas umat Islam. Zakat dari harta wajib zakat menjadi sarana mempererat hubungan antara orang kaya dan masyarakat yang membutuhkan. Hikmah kelima adalah mendatangkan pahala besar di sisi Allah SWT. Orang yang rutin menunaikan zakat dari harta wajib zakat akan memperoleh keberkahan hidup serta dijauhkan dari azab karena menahan hak orang lain. Selain itu, zakat juga membantu menciptakan sistem ekonomi Islam yang lebih adil. Dengan adanya distribusi kekayaan melalui harta wajib zakat, masyarakat dapat hidup lebih sejahtera dan harmonis. Memahami apakah harta wajib zakat atau belum merupakan kewajiban penting bagi setiap muslim. Dengan mengetahui syarat nisab, haul, jenis harta, serta cara menghitungnya, umat Islam dapat menjalankan ibadah zakat dengan benar sesuai tuntunan syariat. Zakat bukan hanya kewajiban finansial, tetapi juga bentuk penyucian diri dan harta. Ketika seseorang menunaikan zakat dari harta wajib zakat, maka ia sedang menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus membantu sesama yang membutuhkan. Di era modern ini, bentuk kekayaan semakin beragam sehingga pemahaman tentang harta wajib zakat harus terus dipelajari. Jangan sampai harta yang sebenarnya sudah wajib dizakati justru terabaikan karena kurangnya ilmu. Semoga artikel ini membantu umat Islam memahami cara mengetahui apakah harta wajib zakat yang dimiliki sudah memenuhi syarat atau belum. Dengan demikian, kita dapat menjadi muslim yang lebih taat, peduli sesama, dan mendapatkan keberkahan hidup dari Allah SWT. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/05/2026 | Admin
Sebelum Menghitung Zakat Mal, Ini Perlu Diketahui!
Sebelum Menghitung Zakat Mal, Ini Perlu Diketahui!
DALAM Islam, kewajiban zakat merupakan salah satu rukun yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari keimanan seorang muslim. Salah satu jenis zakat yang sering dibahas adalah zakat mal, yaitu zakat atas harta yang dimiliki seorang muslim apabila telah mencapai nisab dan haul. Pemahaman yang benar tentang Menghitung Zakat Mal sangat penting agar setiap muslim dapat menunaikan kewajibannya dengan tepat sesuai syariat. Kesalahan dalam memahami konsep Menghitung Zakat Mal dapat menyebabkan seseorang kurang atau bahkan tidak menunaikan zakat dengan benar. Padahal, zakat adalah bentuk penyucian harta sekaligus sarana pemerataan ekonomi. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara lengkap hal-hal yang perlu diketahui sebelum melakukan Menghitung Zakat Mal agar lebih mudah dipahami oleh umat Islam. 1. Pengertian dan Dasar Hukum Zakat Mal Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta yang dimiliki seorang muslim, seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, dan investasi tertentu. Pemahaman ini menjadi dasar utama dalam Menghitung Zakat Mal agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan objek zakat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa zakat dapat membersihkan dan mensucikan harta. Ayat ini menjadi landasan kuat dalam Menghitung Zakat Mal karena menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual dan sosial. Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa zakat diwajibkan atas harta tertentu yang telah mencapai batas tertentu. Hadits ini menjadi pedoman penting dalam Menghitung Zakat Mal agar sesuai dengan tuntunan syariat. Para ulama juga sepakat bahwa zakat mal memiliki aturan khusus yang harus dipenuhi. Kesepakatan ini membantu umat Islam dalam Menghitung Zakat Mal dengan lebih sistematis berdasarkan fiqih zakat yang benar. Dengan memahami dasar hukum tersebut, seorang muslim akan lebih yakin dalam melaksanakan Menghitung Zakat Mal sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. 2. Syarat dan Nisab Zakat Mal Salah satu hal terpenting dalam Menghitung Zakat Mal adalah memahami syarat wajib zakat, yaitu kepemilikan harta secara penuh, mencapai nisab, dan telah melewati haul (satu tahun hijriyah). Nisab merupakan batas minimal harta yang wajib dizakati. Dalam Menghitung Zakat Mal, nisab emas biasanya setara dengan 85 gram emas murni. Jika harta belum mencapai batas ini, maka zakat tidak diwajibkan. Haul juga menjadi syarat penting dalam Menghitung Zakat Mal, yaitu kepemilikan harta selama satu tahun penuh. Hal ini menunjukkan bahwa zakat tidak bersifat langsung, tetapi mempertimbangkan stabilitas kepemilikan harta. Selain itu, harta yang berkembang atau berpotensi berkembang juga menjadi objek zakat. Pemahaman ini sangat penting dalam Menghitung Zakat Mal agar tidak salah dalam menentukan jenis harta yang wajib dizakati. Dengan memahami syarat dan nisab ini, seorang muslim dapat lebih berhati-hati dalam Menghitung Zakat Mal sehingga kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan benar dan sesuai syariat Islam. 3. Cara Menghitung Zakat Mal Dalam praktiknya, Menghitung Zakat Mal dilakukan dengan mengalikan total harta yang telah mencapai nisab dengan kadar zakat sebesar 2,5 persen untuk sebagian besar jenis harta seperti uang, emas, dan perdagangan. Langkah pertama dalam Menghitung Zakat Mal adalah menjumlahkan seluruh aset yang dimiliki, kemudian mengurangi dengan kewajiban atau hutang yang jatuh tempo. Hal ini penting agar hasil perhitungan lebih akurat. Selanjutnya, setelah mendapatkan total harta bersih, barulah dilakukan perhitungan zakat dengan rumus 2,5 persen. Proses ini merupakan inti dari Menghitung Zakat Mal yang sering digunakan oleh umat Islam. Untuk jenis harta tertentu seperti hasil pertanian atau peternakan, perhitungan zakat bisa berbeda. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang Menghitung Zakat Mal sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan. Dengan mengikuti metode yang benar, seorang muslim akan lebih mudah dalam Menghitung Zakat Mal dan menunaikan kewajiban zakatnya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. 4. Kesalahan Umum dan Tips Menghitung Mal Salah satu kesalahan umum dalam Menghitung Zakat Mal adalah tidak memasukkan seluruh aset yang wajib dizakati, sehingga jumlah zakat menjadi tidak sesuai dengan ketentuan syariat. Kesalahan lainnya adalah tidak memperhitungkan hutang jangka pendek dalam Menghitung Zakat Mal, padahal hal ini dapat mempengaruhi total harta yang wajib dizakati. Banyak juga yang belum memahami perbedaan jenis harta dalam Menghitung Zakat Mal, sehingga semua harta diperlakukan sama tanpa melihat ketentuan fiqih yang berbeda. Untuk menghindari kesalahan tersebut, penting bagi setiap muslim untuk belajar dari sumber yang terpercaya dalam Menghitung Zakat Mal, seperti ulama, lembaga zakat, atau literatur Islam yang sahih. Selain itu, penggunaan kalkulator zakat dari lembaga resmi juga dapat membantu mempermudah proses Menghitung Zakat Mal agar lebih akurat dan sesuai syariat. Zakat mal merupakan kewajiban penting yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Pemahaman yang benar tentang Menghitung Zakat Mal sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Dengan memahami pengertian, syarat, nisab, cara perhitungan, serta kesalahan umum dalam Menghitung Zakat Mal, seorang muslim dapat lebih mudah menjalankan kewajiban zakatnya dengan benar. Pada akhirnya, Menghitung Zakat Mal bukan hanya sekadar kewajiban finansial, tetapi juga bentuk penyucian harta dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membantu sesama umat. Semoga dengan pemahaman ini, setiap muslim dapat lebih istiqamah dalam menunaikan zakat dan mendapatkan keberkahan dalam setiap harta yang dimiliki melalui Menghitung Zakat Mal yang benar sesuai syariat Islam. Semoga kita dimudahkan untuk menunaikan zakat melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS agar penyalurannya lebih amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari tunaikan zakat mal Anda melalui BAZNAS agar harta menjadi lebih berkah dan membawa kebaikan bagi sesama. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/05/2026 | Admin
Jenis Harta yang Sering Terlupa Dizakati, Muzaki Perlu Tahu!
Jenis Harta yang Sering Terlupa Dizakati, Muzaki Perlu Tahu!
DALAM ajaran Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun dalam praktiknya, masih banyak muzaki (pembayar zakat) yang belum memahami secara menyeluruh tentang jenis harta dizakati yang wajib dikeluarkan zakatnya. Akibatnya, sebagian harta yang sebenarnya sudah terkena kewajiban zakat sering kali terlewat atau bahkan tidak disadari. Padahal, zakat bukan hanya terbatas pada harta yang umum dikenal seperti emas atau uang tunai saja. Dalam syariat Islam, cakupan harta dizakati jauh lebih luas, mencakup berbagai bentuk kekayaan yang berkembang di era modern seperti investasi, aset digital, hingga penghasilan usaha. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan seseorang tidak menyempurnakan kewajiban ibadahnya kepada Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis harta dizakati yang sering terlupa, agar umat Islam dapat lebih berhati-hati dalam menunaikan kewajiban zakat dan menyempurnakan pembersihan harta sesuai tuntunan syariat. Pengertian Harta Dizakati Secara syariat, harta dizakati adalah segala bentuk kepemilikan yang telah memenuhi syarat wajib zakat, yaitu mencapai nisab (batas minimal harta) dan haul (masa kepemilikan satu tahun hijriah untuk sebagian jenis harta). Harta tersebut harus memiliki nilai ekonomi, berkembang, dan dimiliki secara penuh oleh seorang Muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan untuk menunaikan zakat sebagai bentuk pembersihan jiwa dan harta. Salah satu tujuan utama zakat adalah membersihkan harta dari hak orang lain yang membutuhkan serta menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan. Banyak umat Islam memahami bahwa harta dizakati hanya terbatas pada zakat fitrah dan zakat emas/perak. Padahal, cakupannya jauh lebih luas dan mencakup berbagai bentuk kekayaan modern. Jenis Harta Dizakati Sering Terlupa 1. Tabungan dan simpanan uang Salah satu bentuk harta dizakati yang paling sering terlupa adalah tabungan di bank atau lembaga keuangan. Banyak orang menganggap uang di tabungan tidak terkena zakat, padahal jika sudah mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun, maka wajib dizakati. Baik itu tabungan pribadi, deposito, maupun rekening bisnis, semuanya termasuk dalam kategori harta dizakati yang harus diperhitungkan dengan cermat. 2. Emas dan perhiasan Emas merupakan jenis harta dizakati yang sudah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Namun masih banyak perbedaan pemahaman terkait perhiasan emas yang dipakai sehari-hari. Dalam pandangan mayoritas ulama, emas yang disimpan atau tidak dipakai tetap wajib dizakati jika mencapai nisab. Bahkan sebagian ulama juga mewajibkan zakat pada perhiasan yang berlebihan dan tidak digunakan secara wajar. 3. Aset investasi (saham, reksa dana, dan obligasi) Di era modern, investasi menjadi salah satu bentuk harta dizakati yang sangat relevan. Saham, reksa dana, dan obligasi yang menghasilkan keuntungan termasuk dalam kategori harta yang wajib dizakati. Namun, masih banyak investor Muslim yang belum menghitung zakat dari portofolio investasinya. Padahal, keuntungan dan nilai aset tersebut dapat berkembang dan masuk dalam perhitungan zakat tahunan. 4. Hasil usaha dan perdagangan Bagi para pedagang atau pengusaha, stok barang dagangan termasuk harta dizakati yang wajib diperhitungkan. Nilai barang dagangan harus dinilai setiap akhir tahun untuk menentukan kewajiban zakatnya. Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya menghitung keuntungan, tanpa memasukkan nilai total aset usaha. Padahal dalam fiqih, seluruh modal yang berputar dalam perdagangan termasuk objek zakat. 5. Penghasilan profesi dan gaji Gaji bulanan, honorarium, atau pendapatan profesional juga termasuk dalam pembahasan harta dizakati menurut sebagian ulama kontemporer. Jika penghasilan tersebut mencapai nisab dalam satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya. Banyak Muslim yang belum menyadari bahwa penghasilan rutin dari pekerjaan juga dapat menjadi bagian dari kewajiban zakat, bukan hanya harta yang tersimpan lama. 6. Properti yang menghasilkan pendapatan Properti seperti rumah kontrakan, apartemen sewa, atau tanah produktif termasuk dalam kategori harta dizakati karena menghasilkan pendapatan secara berkala. Yang dizakati bukan bangunannya, tetapi hasil pendapatan dari penyewaan atau pengelolaannya. Ini sering terlupakan oleh pemilik properti yang menganggap aset tersebut tidak terkena zakat. 7. Piutang (utang yang akan diterima) Piutang yang diperkirakan dapat kembali juga termasuk harta dizakati. Jika seseorang memiliki piutang yang jelas dan dapat ditagih, maka nilai tersebut wajib dimasukkan dalam perhitungan zakat. Namun jika piutang diragukan atau sulit ditagih, maka zakatnya dapat ditunda hingga benar-benar diterima. 8. Aset digital dan cryptocurrency Di era digital, aset seperti cryptocurrency, saldo e-wallet, dan aset digital lainnya mulai masuk dalam kategori harta dizakati menurut pandangan ulama kontemporer. Selama aset tersebut memiliki nilai dan dapat diperjualbelikan, maka wajib diperhitungkan dalam zakat, terutama jika telah mencapai nisab. Kesalahan Memahami Harta Dizakati Banyak umat Islam masih melakukan beberapa kesalahan dalam memahami harta dizakati, di antaranya: Menganggap zakat hanya berlaku untuk emas dan uang tunai saja Tidak mencatat seluruh aset yang dimiliki Tidak memperhitungkan aset investasi dan usaha Mengabaikan kewajiban zakat dari penghasilan rutin Tidak memahami nisab dan haul dengan benar Kesalahan ini sering terjadi bukan karena ketidakpatuhan, tetapi karena kurangnya edukasi tentang cakupan harta dizakati yang sebenarnya sangat luas. Cara Menghitung Harta Dizakati Untuk memudahkan, umat Islam dapat melakukan langkah berikut: Menghitung seluruh aset yang dimiliki (uang, emas, investasi, usaha) Mengurangi hutang jangka pendek yang harus dibayar Menentukan apakah total harta mencapai nisab Menghitung zakat sesuai ketentuan syariat Dengan cara ini, perhitungan harta dizakati menjadi lebih mudah dan terstruktur. Hikmah Menunaikan Zakat dari Seluruh Harta Menunaikan zakat dari seluruh harta dizakati memiliki banyak hikmah, di antaranya: Membersihkan harta dari hak orang lain Menumbuhkan keberkahan dalam rezeki Mengurangi kesenjangan sosial Menenangkan hati dan jiwa Mendekatkan diri kepada Allah SWT Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk investasi akhirat yang sangat menguntungkan bagi seorang Muslim. Menyempurnakan Pemahaman tentang Harta Dizakati Memahami harta dizakati secara menyeluruh merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah seorang Muslim. Di era modern seperti sekarang, jenis harta semakin beragam dan kompleks, sehingga pemahaman tentang zakat juga harus diperluas. Dengan mengetahui berbagai jenis harta dizakati yang sering terlupa, diharapkan setiap Muslim dapat lebih teliti dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Hal ini bukan hanya akan membersihkan harta, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Zakat adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan Islam untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan umat.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL21/05/2026 | Admin
Panduan Bayar DAM Haji via BAZNAS: Lebih Terjamin, Amanah, dan Sesuai Syariat
Panduan Bayar DAM Haji via BAZNAS: Lebih Terjamin, Amanah, dan Sesuai Syariat
IBADAH haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap muslim. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh jamaah, salah satunya adalah pembayaran DAM atau hadyu bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ maupun qiran. Karena itu, memahami Panduan Pembayaran DAM Haji menjadi hal penting agar ibadah berjalan sah, tertib, dan sesuai syariat Islam. Di tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan inovasi layanan pembayaran DAM haji secara digital bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran layanan ini menjadi solusi bagi jamaah Indonesia yang ingin menunaikan kewajiban DAM dengan lebih aman, transparan, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat di tanah air. Melalui sistem yang lebih modern dan terintegrasi, jamaah kini dapat melakukan pembayaran DAM tanpa harus mengalami kesulitan teknis di Tanah Suci. Selain memudahkan, layanan ini juga memastikan proses penyembelihan hingga pendistribusian dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan syariat. DAM Haji dan Mengapa Wajib Dibayarkan? Dalam pembahasan Panduan Pembayaran DAM Haji, penting memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan DAM. DAM adalah denda atau tebusan yang wajib dibayarkan oleh jamaah haji karena melaksanakan jenis haji tertentu atau melakukan pelanggaran dalam manasik haji. Secara umum, jamaah haji asal Indonesia banyak melaksanakan haji tamattu’. Pada jenis haji ini, jamaah melaksanakan umrah terlebih dahulu lalu berhaji dalam satu perjalanan. Karena itu, jamaah diwajibkan membayar DAM berupa penyembelihan hewan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196 yang menjelaskan kewajiban DAM bagi jamaah tertentu. Ketentuan ini menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah haji sehingga tidak boleh diabaikan. Dalam praktiknya, DAM biasanya diwujudkan dalam bentuk kambing yang disembelih sesuai syariat. Daging hasil sembelihan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itulah, pembayaran DAM bukan sekadar kewajiban pribadi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kemaslahatan umat. Melalui layanan BAZNAS, pembayaran DAM kini lebih mudah dilakukan oleh jamaah Indonesia. Sistem yang dibangun membantu memastikan seluruh proses berjalan amanah dan tepat sasaran. Keunggulan Bayar DAM Haji via BAZNAS Salah satu alasan penting mengikuti Panduan Pembayaran DAM Haji melalui BAZNAS adalah faktor keamanan dan transparansi. BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan dana umat yang terpercaya. Layanan pembayaran DAM yang dihadirkan BAZNAS pada tahun 2026 telah terintegrasi secara digital bersama aplikasi BYOND by BSI. Hal ini mempermudah jamaah dalam melakukan pembayaran dari mana saja tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain praktis, pembayaran DAM melalui BAZNAS juga memastikan hewan yang disembelih memenuhi standar syariat Islam. Proses pemilihan hewan dilakukan secara profesional, mulai dari kesehatan, usia, hingga tata cara penyembelihan. Keunggulan lainnya adalah manfaat sosial yang lebih luas. Dana DAM yang dihimpun tidak hanya menjadi kewajiban ibadah jamaah, tetapi juga membantu masyarakat Indonesia melalui distribusi daging kepada keluarga kurang mampu serta pemberdayaan peternak lokal. BAZNAS juga menyediakan laporan dan dokumentasi yang membuat jamaah lebih tenang. Transparansi ini penting agar umat merasa yakin bahwa amanah ibadah mereka benar-benar dijalankan dengan baik. Cara Pembayaran DAM Haji via BAZNAS Dalam menjalankan Panduan Pembayaran DAM Haji, jamaah kini dapat memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan. Proses pembayaran menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan metode konvensional sebelumnya. Langkah pertama adalah membuka aplikasi BYOND by BSI atau layanan resmi BAZNAS. Jamaah kemudian memilih menu pembayaran kurban dan DAM haji yang tersedia dalam aplikasi tersebut. Setelah itu, jamaah dapat memilih jenis hewan DAM sesuai kebutuhan. Berdasarkan informasi resmi, tersedia beberapa kategori hewan mulai dari standar hingga premium dengan bobot yang berbeda-beda. Selanjutnya, jamaah melakukan pembayaran secara digital melalui transfer atau metode pembayaran syariah yang telah disediakan. Setelah transaksi berhasil, jamaah akan memperoleh bukti pembayaran sebagai dokumentasi resmi. Proses penyembelihan kemudian dilakukan oleh pihak yang ditunjuk BAZNAS sesuai waktu dan ketentuan syariat. Daging hasil penyembelihan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Indonesia sehingga manfaatnya lebih luas dirasakan umat. Pembayaran DAM Haji di Indonesia Semakin Diminati? Belakangan ini, tren pembayaran DAM di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menjadi bagian penting dalam perkembangan Panduan Pembayaran DAM Haji modern yang lebih efektif dan berdampak sosial. Salah satu alasannya adalah kemudahan distribusi. Jika dilakukan di Indonesia melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS, distribusi daging dapat menjangkau masyarakat miskin yang lebih membutuhkan. Selain itu, pemberdayaan peternak lokal juga menjadi manfaat besar. Hewan DAM yang dibeli berasal dari peternak dalam negeri sehingga membantu meningkatkan ekonomi umat dan desa-desa peternakan. Pembayaran DAM di Indonesia juga dinilai lebih praktis oleh jamaah. Mereka tidak perlu repot mencari layanan penyembelihan di Arab Saudi yang terkadang memiliki kendala bahasa maupun administrasi. Faktor transparansi menjadi alasan lain. Dengan sistem digital dan laporan resmi dari BAZNAS, jamaah merasa lebih aman dan nyaman karena ibadah mereka dapat dipertanggungjawabkan secara syariat maupun administratif. Memilih Lembaga Pembayaran DAM Haji yang Amanah Dalam mengikuti Panduan Pembayaran DAM Haji, jamaah harus selektif memilih lembaga pengelola DAM. Hal ini penting agar ibadah berjalan sesuai syariat dan dana umat tidak disalahgunakan. Pertama, pilih lembaga resmi dan memiliki legalitas yang jelas. BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang mendapatkan kepercayaan masyarakat karena berada di bawah pengawasan pemerintah. Kedua, pastikan lembaga memiliki sistem transparansi yang baik. Jamaah berhak mengetahui bagaimana proses pembayaran, penyembelihan, hingga distribusi DAM dilakukan. Ketiga, perhatikan kesesuaian syariat. Hewan DAM harus memenuhi syarat sah kurban dan proses penyembelihan dilakukan oleh pihak yang memahami ketentuan Islam. Keempat, pilih lembaga yang memiliki dampak sosial nyata. Salah satu kelebihan BAZNAS adalah pendistribusian daging yang membantu masyarakat miskin sekaligus mendukung peternak lokal. Terakhir, pastikan layanan mudah diakses. Kehadiran sistem digital membuat jamaah lebih praktis dalam menjalankan kewajiban DAM tanpa hambatan teknis. Hikmah dan Manfaat DAM Haji Selain sebagai kewajiban ibadah, DAM memiliki hikmah besar dalam kehidupan umat Islam. Dalam konteks Panduan Pembayaran DAM Haji, pemahaman ini penting agar jamaah tidak memandang DAM hanya sebagai beban biaya semata. DAM mengajarkan nilai ketaatan kepada Allah SWT. Jamaah yang melaksanakan kewajiban ini menunjukkan kepatuhan terhadap syariat Islam secara sempurna. DAM juga menjadi sarana berbagi kepada sesama. Daging hasil sembelihan membantu masyarakat miskin yang jarang menikmati konsumsi daging berkualitas. Di sisi lain, pembayaran DAM melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS membantu memperkuat ekonomi syariah nasional. Dana yang berputar di dalam negeri memberikan manfaat ekonomi lebih luas. Hikmah lainnya adalah terciptanya rasa tenang dalam beribadah. Jamaah dapat fokus menjalankan rangkaian ibadah haji tanpa khawatir terhadap pelaksanaan DAM mereka. Memahami Panduan Pembayaran DAM Haji sangat penting bagi setiap muslim yang akan menunaikan ibadah haji. Dengan sistem yang semakin modern dan transparan, jamaah kini memiliki solusi pembayaran DAM yang lebih aman, praktis, dan sesuai syariat. Kehadiran layanan digital BAZNAS bersama BSI pada tahun 2026 menjadi langkah besar dalam memudahkan umat Islam menjalankan kewajiban DAM. Selain memberikan kemudahan transaksi, layanan ini juga memastikan manfaat sosial dari DAM dapat dirasakan masyarakat luas di Indonesia. Sebagai muslim, memilih lembaga terpercaya dalam pembayaran DAM merupakan bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah. Dengan menggunakan layanan resmi dan amanah, jamaah tidak hanya menunaikan kewajiban pribadi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu sesama umat. Karena itu, mengikuti Panduan Pembayaran DAM Haji melalui BAZNAS menjadi pilihan yang tepat bagi jamaah haji Indonesia yang menginginkan ibadah lebih tenang, berkah, dan penuh manfaat. Menjalankan rukun Islam kelima adalah impian, jangan biarkan urusan DAM menjadi beban pikiran saat Anda berada di tanah suci. Dengan sistem pembayaran DAM Haji 2026 yang terintegrasi, BAZNAS memastikan denda haji Anda dikelola secara produktif untuk membantu mustahik di tanah air. Siapkan keberangkatanmu dengan hati yang tenang. Baca panduan lengkapnya dan tunaikan DAM Haji Anda di BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin
Hukum Bayar DAM Haji Melalui Lembaga Resmi: Ini Penjelasan BAZNAS!
Hukum Bayar DAM Haji Melalui Lembaga Resmi: Ini Penjelasan BAZNAS!
IBADAH haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah ketentuan syariat yang harus dipatuhi oleh jamaah. Salah satu kewajiban yang sering dibahas adalah DAM haji. Banyak jamaah yang bertanya mengenai Hukum Membayar DAM Haji melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, terutama setelah pemerintah Indonesia bekerja sama dengan berbagai lembaga resmi dalam pengelolaan DAM. Pembahasan mengenai Hukum Membayar DAM Haji menjadi penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya pelaksanaan kewajiban jamaah haji. Di tengah perkembangan sistem pengelolaan DAM yang semakin modern dan terorganisasi, umat Islam perlu memahami bagaimana hukum syariat memandang pembayaran DAM melalui lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai pengertian DAM haji, dasar hukumnya dalam Islam, hukum pembayaran DAM melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, hingga manfaat pendistribusian DAM bagi masyarakat muslim yang membutuhkan. Pengertian DAM Haji dalam Islam dan Dasar Hukum Dalam syariat Islam, DAM merupakan denda atau tebusan yang wajib dibayarkan oleh jamaah haji karena sebab tertentu. DAM biasanya dikenakan kepada jamaah yang melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji, atau melaksanakan haji tamattu’ dan qiran. Secara bahasa, kata “dam” berarti darah, yang merujuk pada penyembelihan hewan sebagai bentuk tebusan. Dalam praktik ibadah haji, DAM umumnya dilakukan dengan menyembelih kambing di Tanah Suci. Hal ini telah menjadi bagian dari ketentuan fiqih haji yang dijelaskan oleh para ulama sejak dahulu. Pembahasan mengenai Hukum Membayar DAM Haji tidak bisa dilepaskan dari dalil Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 95 yang menjelaskan tentang kewajiban membayar denda bagi pelanggaran tertentu saat ihram. Selain itu, Surah Al-Hajj ayat 33 juga menjelaskan tentang penyembelihan hewan hadyu di sekitar Baitullah. Dalam praktik jamaah Indonesia, DAM yang paling umum adalah DAM karena melaksanakan haji tamattu’. Mayoritas jamaah Indonesia mengambil jenis haji ini karena dianggap lebih mudah dan sesuai dengan sistem keberangkatan haji modern. Berdasarkan ketentuan syariat, apabila jamaah tidak mampu menyembelih kambing sebagai DAM, maka ia diwajibkan berpuasa selama sepuluh hari, yaitu tiga hari di Tanah Suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan sekaligus tanggung jawab kepada setiap muslim dalam beribadah. Hukum Membayar DAM Haji Melalui Lembaga Resmi Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama bekerja sama dengan BAZNAS dalam pengelolaan DAM haji. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan jamaah mengenai bagaimana sebenarnya Hukum Membayar DAM Haji melalui lembaga resmi. Secara syariat, membayar DAM melalui lembaga resmi diperbolehkan selama proses penyembelihan dan pendistribusiannya sesuai dengan ketentuan Islam. Dalam kaidah fiqih, seseorang boleh mewakilkan pelaksanaan ibadah tertentu kepada pihak lain selama ibadah tersebut memang memungkinkan untuk diwakilkan, termasuk penyembelihan DAM. Lembaga resmi seperti BAZNAS bekerja sama dengan rumah potong hewan resmi di Makkah yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama RI. Dengan sistem ini, proses penyembelihan menjadi lebih tertib, higienis, dan tepat sasaran. Selain itu, pengelolaan DAM melalui lembaga resmi juga bertujuan menghindari penipuan yang sering terjadi di sekitar Tanah Suci. Tidak sedikit jamaah yang tertipu oleh oknum yang menawarkan jasa DAM murah namun tidak jelas pelaksanaannya. Dari sisi maslahat umat, pembayaran DAM melalui lembaga resmi memberikan manfaat sosial yang besar. Daging DAM yang telah diolah kemudian didistribusikan kepada masyarakat miskin dan daerah tertinggal di Indonesia. Dengan demikian, ibadah DAM tidak hanya menjadi bentuk ketaatan individual, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi umat Islam yang membutuhkan. Peran BAZNAS dalam Pengelolaan DAM Haji BAZNAS menjadi salah satu lembaga resmi yang dipercaya pemerintah Indonesia untuk membantu pengelolaan DAM haji. Kerja sama ini dilakukan bersama Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam pelaksanaannya, BAZNAS memastikan bahwa penyembelihan DAM dilakukan sesuai syariat Islam. Hewan disembelih di Tanah Suci melalui rumah potong resmi yang telah mendapatkan izin pemerintah Arab Saudi. Pembahasan tentang Hukum Membayar DAM Haji melalui BAZNAS semakin relevan karena sistem ini menghadirkan transparansi dan akuntabilitas. Jamaah yang membayar DAM melalui jalur resmi bahkan mendapatkan sertifikat sebagai bukti pelaksanaan DAM mereka. Selain itu, BAZNAS juga memastikan distribusi daging DAM dilakukan secara tepat sasaran. Daging yang telah diproses menjadi makanan siap konsumsi kemudian disalurkan kepada masyarakat miskin, pesantren, hingga wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan DAM modern dapat menghadirkan manfaat luas bagi umat Islam. Ibadah yang awalnya bersifat personal berubah menjadi bagian dari solusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Keutamaan Membayar DAM Haji Secara Resmi dan Terorganisir Salah satu keutamaan membayar DAM melalui lembaga resmi adalah adanya kepastian syariat. Jamaah tidak perlu khawatir apakah hewan benar-benar disembelih atau tidak, karena seluruh proses diawasi secara resmi. Dalam konteks Hukum Membayar DAM Haji, kepastian pelaksanaan sangat penting. Ibadah yang dilakukan tanpa kejelasan berpotensi menimbulkan keraguan dalam hati jamaah. Oleh sebab itu, memilih lembaga resmi menjadi langkah yang lebih aman dan menenangkan. Keutamaan lainnya adalah efisiensi distribusi. Pada masa lalu, banyak daging DAM yang tidak termanfaatkan secara maksimal. Kini, dengan sistem pengolahan modern, daging dapat dikemas dan disalurkan hingga ke Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan agar harta dan makanan tidak terbuang sia-sia. DAM bukan sekadar ritual penyembelihan, tetapi juga sarana berbagi kepada fakir miskin. Selain itu, sistem resmi juga membantu menjaga ketertiban jamaah di Tanah Suci. Jamaah tidak perlu mencari sendiri jasa penyembelihan DAM yang terkadang tidak jelas legalitas maupun keamanannya. Pandangan Ulama tentang Distribusi Daging DAM ke Luar Tanah Suci Sebagian umat Islam mungkin bertanya apakah daging DAM boleh didistribusikan ke luar Makkah. Dalam kajian fiqih, terdapat pendapat ulama yang membolehkan hal tersebut. Mazhab Hanafi, misalnya, membolehkan distribusi daging DAM ke luar Tanah Suci apabila dianggap lebih bermanfaat bagi umat Islam yang membutuhkan. Pendapat ini menjadi salah satu dasar pengelolaan DAM modern yang dilakukan pemerintah dan BAZNAS. Pembahasan mengenai Hukum Membayar DAM Haji melalui lembaga resmi semakin kuat karena tujuan distribusinya adalah kemaslahatan umat. Selama penyembelihan tetap dilakukan di Tanah Suci sesuai ketentuan syariat, maka pendistribusian ke luar wilayah tetap diperbolehkan menurut sebagian ulama. Di Indonesia sendiri, distribusi DAM telah menyasar ribuan mustahik di berbagai daerah. Program ini membantu masyarakat miskin mendapatkan asupan protein yang layak dan bergizi. Dengan demikian, DAM haji tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga menjadi instrumen kepedulian sosial dalam Islam. Memahami Hukum Membayar DAM Haji sangat penting bagi setiap muslim yang akan menunaikan ibadah haji. DAM merupakan kewajiban syariat yang harus dipenuhi oleh jamaah dalam kondisi tertentu, terutama bagi pelaksana haji tamattu’ dan mereka yang melanggar ketentuan ihram. Pembayaran DAM melalui lembaga resmi seperti BAZNAS diperbolehkan dalam Islam selama proses penyembelihan dan distribusinya sesuai syariat. Bahkan, sistem resmi memberikan banyak manfaat seperti transparansi, kepastian hukum, ketertiban jamaah, serta distribusi yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat miskin. Dalam konteks modern, pengelolaan DAM secara profesional menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam selalu memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Oleh sebab itu, memahami Hukum Membayar DAM Haji melalui lembaga resmi dapat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan. Jangan ragu lagi untuk membayar DAM melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Temukan penjelasan mendalam berdasarkan fatwa terbaru yang menjamin ketenangan ibadah Anda. Menyalurkan DAM melalui BAZNAS berarti Anda turut memastikan distribusi yang adil bagi mereka yang berhak menerima. Hapus keraguan, mantapkan niat. Pelajari hukumnya secara lengkap dan tunaikan amanah Anda melalui BAZNAS.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin
Banyak Belum Tahu, Ini Jenis Harta Wajib Dizakati
Banyak Belum Tahu, Ini Jenis Harta Wajib Dizakati
ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan umat Muslim. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana membersihkan harta dan membantu sesama yang membutuhkan. Namun, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara menyeluruh tentang Jenis Harta yang Wajib Dizakati sehingga kewajiban ini terkadang terabaikan. Dalam ajaran Islam, tidak semua harta wajib dizakati. Ada ketentuan tertentu mengenai jenis harta, nisab, serta haul yang harus dipenuhi sebelum zakat diwajibkan. Oleh sebab itu, memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati menjadi hal penting agar seorang Muslim dapat menjalankan kewajibannya dengan benar sesuai syariat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai Jenis Harta yang Wajib Dizakati, mulai dari emas, hasil perdagangan, pertanian, hingga penghasilan modern yang kini menjadi pembahasan penting dalam fiqih kontemporer. Pengertian Zakat dan Jenis Harta Dizakati Zakat secara bahasa berarti suci, berkembang, dan berkah. Dalam istilah syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Pemahaman tentang Jenis Harta yang Wajib Dizakati menjadi penting karena zakat bukan sekadar sedekah sukarela, melainkan kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Oleh karena itu, mengetahui Jenis Harta yang Wajib Dizakati adalah bagian dari ilmu yang wajib dipahami setiap Muslim yang memiliki kemampuan finansial. Banyak umat Islam hanya memahami zakat fitrah yang dibayarkan saat Ramadan. Padahal, terdapat banyak Jenis Harta yang Wajib Dizakati yang berkaitan dengan kepemilikan kekayaan dan pendapatan sehari-hari. Selain menjadi kewajiban ibadah, zakat juga memiliki manfaat sosial yang besar. Dengan memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati, seorang Muslim dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. Islam mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT. Karena itu, memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati menjadi bentuk tanggung jawab seorang hamba terhadap nikmat yang telah diberikan kepadanya. Zakat Emas dan Perak Sebagai Jenis Harta Dizakati Salah satu Jenis Harta yang Wajib Dizakati yang paling dikenal sejak zaman Rasulullah SAW adalah emas dan perak. Kedua logam mulia ini memiliki nilai tinggi dan dijadikan alat penyimpanan kekayaan. Dalam Islam, emas dan perak wajib dizakati apabila telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Nisab emas adalah 85 gram emas murni, sedangkan nisab perak setara dengan 595 gram perak. Ketentuan mengenai Jenis Harta yang Wajib Dizakati ini berlaku baik untuk emas batangan, perhiasan tertentu, maupun tabungan berbentuk logam mulia yang disimpan sebagai investasi. Besaran zakat emas dan perak adalah 2,5 persen dari total kepemilikan setelah mencapai nisab dan haul. Oleh karena itu, memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati akan membantu seorang Muslim menghitung kewajiban zakatnya secara tepat. Sebagian ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai perhiasan yang dipakai sehari-hari. Namun secara umum, jika nilainya besar dan disimpan sebagai aset, maka termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Harta Perdagangan Termasuk Jenis Harta Wajib Dizakati Dalam Islam, aktivitas perdagangan merupakan salah satu bentuk usaha yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang pedagang yang jujur dan amanah. Karena itu, hasil perdagangan juga termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Zakat perdagangan dikenakan pada barang dagangan yang diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Semua aset usaha dihitung, termasuk stok barang, keuntungan, serta uang kas yang dimiliki. Ketentuan Jenis Harta yang Wajib Dizakati dalam perdagangan berlaku jika total nilai usaha mencapai nisab setara 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun. Besaran zakat perdagangan adalah 2,5 persen dari total aset bersih usaha setelah dikurangi utang jangka pendek. Oleh sebab itu, pemilik usaha perlu memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati agar bisnisnya lebih berkah. Banyak pelaku usaha modern belum menyadari bahwa toko online, usaha digital, hingga bisnis rumahan juga termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati apabila memenuhi syarat syariat. Hasil Pertanian Sebagai Jenis Harta Wajib Dizakati Islam juga mewajibkan zakat pada hasil pertanian dan perkebunan. Ini menunjukkan bahwa Jenis Harta yang Wajib Dizakati tidak hanya terbatas pada uang atau emas, tetapi juga hasil bumi. Zakat pertanian dikenakan pada tanaman pangan yang menjadi sumber makanan pokok dan memiliki nilai ekonomi, seperti padi, gandum, kurma, dan jagung. Nisab hasil pertanian adalah sekitar 653 kilogram gabah atau setara 520 kilogram beras. Ketentuan ini menjadikan hasil panen tertentu termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Besaran zakat pertanian berbeda tergantung sistem pengairannya. Jika menggunakan air hujan, zakatnya 10 persen. Sedangkan jika menggunakan biaya irigasi, zakatnya 5 persen. Memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati dalam sektor pertanian sangat penting, terutama bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani atau pemilik lahan perkebunan. Peternakan Termasuk Jenis Harta Wajib Dizakati Hewan ternak juga termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati apabila memenuhi syarat tertentu. Dalam fiqih Islam, ternak yang wajib dizakati meliputi unta, sapi, kambing, dan domba. Ketentuan zakat ternak sudah dijelaskan secara rinci dalam hadis Rasulullah SAW. Jumlah zakat tergantung jenis dan banyaknya hewan yang dimiliki. Sebagai contoh, seseorang wajib mengeluarkan zakat kambing jika memiliki minimal 40 ekor kambing selama satu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa peternakan termasuk Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Tujuan zakat ternak bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjaga keberkahan usaha peternakan yang dijalankan. Di era modern, usaha peternakan skala besar berkembang pesat. Karena itu, pemilik usaha perlu memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati agar tidak lalai terhadap kewajiban syariat. Penghasilan dan Profesi Modern, Jenis Harta Wajib Dizakati Seiring perkembangan zaman, ulama kontemporer membahas zakat profesi sebagai bagian dari Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Penghasilan dari pekerjaan halal seperti gaji, honorarium, dan jasa profesional dianggap wajib dizakati jika mencapai nisab. Zakat profesi biasanya dianalogikan dengan zakat emas, yaitu sebesar 2,5 persen dari penghasilan bersih yang telah mencapai nisab. Pemahaman tentang Jenis Harta yang Wajib Dizakati pada era modern menjadi semakin penting karena banyak Muslim memperoleh penghasilan tetap setiap bulan. Profesi seperti dokter, pegawai negeri, karyawan swasta, konsultan, hingga content creator dapat termasuk dalam kategori Jenis Harta yang Wajib Dizakati apabila penghasilannya telah memenuhi syarat. Dengan menunaikan zakat profesi, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Hikmah Mengetahui Jenis Harta Wajib Dizakati Memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati memberikan banyak hikmah bagi kehidupan seorang Muslim. Salah satunya adalah membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat juga menjadi sarana pemerataan ekonomi dalam Islam. Dengan memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati, kekayaan dapat didistribusikan kepada golongan yang membutuhkan. Selain itu, zakat membawa keberkahan dalam harta. Rasulullah SAW bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah dan zakat. Pengetahuan tentang Jenis Harta yang Wajib Dizakati juga membantu umat Islam menjalankan syariat secara sempurna dan terhindar dari kelalaian terhadap kewajiban agama. Di tengah meningkatnya kesenjangan ekonomi saat ini, memahami dan mengamalkan Jenis Harta yang Wajib Dizakati menjadi solusi sosial yang sangat relevan bagi umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami secara lengkap tentang Jenis Harta yang Wajib Dizakati. Padahal, zakat bukan hanya berkaitan dengan zakat fitrah, tetapi juga mencakup emas, perdagangan, hasil pertanian, peternakan, hingga penghasilan profesi modern. Dengan memahami Jenis Harta yang Wajib Dizakati, seorang Muslim dapat menjalankan kewajiban agama dengan benar serta memperoleh keberkahan dalam hartanya. Selain itu, zakat juga menjadi sarana membantu sesama dan memperkuat solidaritas sosial umat Islam. Sebagai Muslim, sudah seharusnya kita terus belajar mengenai Jenis Harta yang Wajib Dizakati agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin
Harta Apa Saja Termasuk Zakat Mal, Ini Penjelasannya!
Harta Apa Saja Termasuk Zakat Mal, Ini Penjelasannya!
HARTA zakat mal merupakan salah satu kewajiban penting dalam ajaran Islam yang harus dipahami oleh setiap muslim. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan syariat Islam, seperti mencapai nisab dan haul. Kewajiban ini bertujuan untuk membersihkan harta, membantu kaum dhuafa, serta menciptakan keseimbangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Islam, harta bukan hanya sekadar kepemilikan pribadi, melainkan amanah dari Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Oleh sebab itu, seorang muslim yang memiliki kekayaan wajib mengeluarkan zakat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103 yang memerintahkan umat Islam untuk mengambil zakat dari sebagian harta mereka. Banyak umat Islam yang masih belum memahami jenis-jenis harta zakat mal yang wajib dizakati. Sebagian orang mengira zakat hanya berlaku pada uang tunai, padahal dalam syariat Islam terdapat berbagai jenis harta yang masuk kategori wajib zakat. Pemahaman yang benar mengenai zakat mal sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan agama. Selain sebagai ibadah, zakat mal juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan sosial. Dengan adanya zakat, kesenjangan ekonomi dapat dikurangi karena harta yang dimiliki orang kaya disalurkan kepada golongan yang membutuhkan. Islam mengajarkan bahwa keberkahan harta tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari bagaimana harta tersebut digunakan dan dibagikan. Oleh karena itu, memahami apa saja yang termasuk harta zakat mal menjadi kewajiban setiap muslim. Dengan ilmu yang benar, seseorang dapat menunaikan zakat secara tepat dan mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT. Jenis-Jenis Harta Zakat Mal Wajib Dikeluarkan Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa jenis harta zakat mal yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul. Setiap jenis harta memiliki ketentuan tersendiri berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama. Jenis pertama adalah emas dan perak. Kedua logam mulia ini termasuk harta yang wajib dizakati apabila jumlahnya telah mencapai nisab. Nisab emas adalah 85 gram, sedangkan perak sebesar 595 gram. Jika disimpan selama satu tahun hijriah dan mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Selain emas dan perak, uang tabungan juga termasuk harta zakat mal. Di era modern, uang menjadi alat utama dalam transaksi ekonomi sehingga ulama mengqiyaskan uang dengan emas dan perak. Jika jumlah tabungan, deposito, atau investasi tunai telah mencapai nilai setara nisab emas dan dimiliki selama satu tahun, maka wajib dizakati sebesar 2,5 persen. Harta perdagangan juga termasuk dalam kategori zakat mal. Pedagang yang memiliki barang dagangan dengan nilai mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat atas keuntungan dan modal usaha yang dimiliki. Zakat perdagangan bertujuan untuk membersihkan harta dari unsur keserakahan dan menumbuhkan keberkahan dalam usaha. Hasil pertanian dan perkebunan pun masuk dalam kategori zakat. Islam sangat memperhatikan sektor pertanian karena menjadi sumber kehidupan masyarakat. Tanaman seperti padi, gandum, kurma, dan hasil pertanian lainnya wajib dizakati apabila mencapai nisab tertentu. Besaran zakatnya berbeda tergantung sistem pengairan yang digunakan. Harta dari Hasil Perdagangan dan Investasi Perdagangan merupakan salah satu sumber penghasilan utama dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, keuntungan dari perdagangan termasuk harta zakat mal yang wajib dikeluarkan zakatnya apabila memenuhi syarat syariat. Seorang muslim yang menjalankan usaha wajib menghitung total aset dagang yang dimiliki. Perhitungan tersebut mencakup barang dagangan, keuntungan usaha, piutang yang dapat ditagih, serta uang kas. Setelah dikurangi utang jangka pendek, apabila jumlahnya mencapai nisab maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Investasi modern seperti saham syariah, reksa dana syariah, dan properti produktif juga termasuk dalam kategori harta yang wajib dizakati. Para ulama kontemporer menjelaskan bahwa keuntungan investasi merupakan bagian dari kekayaan yang berkembang sehingga termasuk objek zakat mal. Zakat perdagangan memiliki hikmah yang sangat besar. Selain membersihkan harta, zakat juga membantu pelaku usaha agar tidak terlalu mencintai dunia. Islam mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT dan harus digunakan untuk kebaikan. Banyak pengusaha muslim sukses yang merasakan keberkahan setelah rutin menunaikan zakat. Harta mereka justru semakin berkembang dan usaha menjadi lebih lancar. Hal ini menunjukkan bahwa zakat bukan mengurangi kekayaan, melainkan menambah keberkahan hidup. Apakah Kendaraan dan Rumah Termasuk Harta Zakat Mal? Banyak muslim bertanya apakah rumah dan kendaraan termasuk harta zakat mal. Jawabannya tergantung pada fungsi dan tujuan kepemilikan harta tersebut. Rumah pribadi yang digunakan untuk tempat tinggal tidak termasuk objek zakat mal. Begitu pula kendaraan pribadi yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam Islam, kebutuhan pokok tidak dikenakan zakat karena bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Namun, apabila rumah atau kendaraan dijadikan aset bisnis dan menghasilkan keuntungan, maka nilainya dapat termasuk dalam perhitungan zakat. Contohnya rumah kontrakan, apartemen sewa, kendaraan rental, atau properti investasi lainnya. Jika properti tersebut menghasilkan pendapatan yang mencapai nisab dan haul, maka pemilik wajib mengeluarkan zakat atas penghasilannya. Para ulama berbeda pendapat mengenai metode perhitungannya, tetapi secara umum zakat dikenakan pada hasil keuntungan bersih. Pemahaman ini penting agar umat Islam tidak salah dalam menghitung zakat. Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya, tetapi tetap menekankan kewajiban berbagi kepada sesama. Syarat Wajib Harta Zakat Mal Tidak semua harta otomatis wajib dizakati. Dalam Islam terdapat syarat tertentu agar suatu harta masuk kategori harta zakat mal yang wajib dikeluarkan zakatnya. Syarat pertama adalah harta tersebut dimiliki secara penuh dan halal. Artinya, harta diperoleh melalui cara yang sah menurut syariat Islam, bukan hasil mencuri, korupsi, atau penipuan. Syarat kedua adalah mencapai nisab. Nisab merupakan batas minimal jumlah harta yang mewajibkan seseorang membayar zakat. Setiap jenis harta memiliki ketentuan nisab yang berbeda sesuai syariat. Syarat ketiga adalah haul, yaitu kepemilikan harta selama satu tahun hijriah. Ketentuan ini berlaku untuk jenis harta tertentu seperti emas, uang, dan perdagangan. Namun untuk hasil pertanian, zakat dikeluarkan setiap kali panen. Syarat berikutnya adalah harta tersebut berkembang atau memiliki potensi bertambah nilainya. Oleh sebab itu, aset produktif lebih banyak menjadi objek zakat dibanding barang konsumtif pribadi. Dengan memahami syarat-syarat ini, umat Islam dapat menjalankan kewajiban zakat dengan benar sesuai tuntunan agama dan terhindar dari kesalahan perhitungan. Hikmah Mengeluarkan Harta Zakat Mal Mengeluarkan harta zakat mal bukan hanya kewajiban ibadah semata, tetapi juga memiliki banyak hikmah dan manfaat dalam kehidupan seorang muslim. Hikmah pertama adalah membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Manusia secara alami mencintai harta, sehingga zakat menjadi sarana untuk melatih keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Kedua, zakat membantu meringankan beban kaum fakir miskin. Dengan distribusi zakat yang tepat, kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu dapat terpenuhi sehingga tercipta kesejahteraan sosial. Ketiga, zakat mendatangkan keberkahan hidup. Banyak ayat dan hadits menjelaskan bahwa harta yang dizakati akan diberkahi oleh Allah SWT dan dijauhkan dari berbagai keburukan. Keempat, zakat mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika orang kaya membantu orang miskin melalui zakat, maka hubungan sosial dalam masyarakat menjadi lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Pada akhirnya, zakat mal mengajarkan bahwa kekayaan bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama manusia. Memahami harta zakat mal sangat penting bagi setiap muslim agar dapat menjalankan kewajiban agama dengan benar. Zakat mal mencakup berbagai jenis harta seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, investasi, pertanian, dan aset produktif lainnya yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Islam mengajarkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi bentuk ibadah yang memiliki dampak sosial besar. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Dalam kehidupan modern saat ini, pemahaman mengenai zakat mal semakin penting karena bentuk kekayaan manusia semakin beragam. Oleh sebab itu, umat Islam perlu terus belajar agar dapat menghitung dan menunaikan zakat sesuai syariat. Semoga pembahasan mengenai harta zakat mal ini dapat menambah ilmu dan kesadaran kita semua untuk lebih taat dalam menjalankan kewajiban zakat. Dengan zakat, harta menjadi lebih berkah dan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin
Mengapa Zakat Mal Penting untuk Muslim Masa Kini
Mengapa Zakat Mal Penting untuk Muslim Masa Kini
DALAM ajaran Islam, zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang memiliki dampak besar bagi kehidupan umat manusia. Salah satu jenis zakat yang sangat penting dalam Islam adalah zakat mal. Banyak umat Islam saat ini mulai memahami mengapa zakat mal penting dalam kehidupan modern, terutama ketika kesenjangan sosial dan tantangan ekonomi semakin meningkat. Sebagai rukun Islam ketiga, zakat mal memiliki fungsi yang sangat mulia. Selain membersihkan harta, zakat juga membantu masyarakat yang membutuhkan dan menciptakan keseimbangan ekonomi di tengah umat. Oleh karena itu, memahami mengapa zakat mal penting menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Di era modern seperti sekarang, banyak Muslim memiliki penghasilan tetap, usaha, investasi, emas, tabungan, maupun aset lainnya. Namun, tidak semua menyadari bahwa dalam harta tersebut terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Inilah salah satu alasan utama mengapa zakat mal penting untuk dipahami dan diamalkan dengan baik. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat mal juga menjadi solusi nyata untuk membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Karena itu, pembahasan mengenai mengapa zakat mal penting selalu relevan untuk kehidupan Muslim masa kini. Pengertian Zakat Mal Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta kekayaan yang dimiliki seseorang setelah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat Islam. Dalam pembahasan tentang mengapa zakat mal penting, memahami definisi zakat mal menjadi langkah awal yang sangat penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan benar. Secara bahasa, kata “mal” berarti harta atau kekayaan. Sedangkan secara istilah, zakat mal adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan dan diberikan kepada golongan yang berhak menerima zakat. Oleh sebab itu, ketika membahas mengapa zakat mal penting, kita juga membahas tanggung jawab sosial seorang Muslim terhadap sesama. Harta yang dikenakan zakat mal meliputi emas, perak, uang, hasil perdagangan, investasi, peternakan, serta berbagai bentuk kekayaan lainnya. Dalam kehidupan modern, alasan mengapa zakat mal penting semakin terlihat karena jenis kekayaan yang dimiliki umat Islam semakin beragam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa salah satu alasan utama mengapa zakat mal penting adalah karena zakat dapat membersihkan harta sekaligus menyucikan jiwa dari sifat tamak dan cinta dunia yang berlebihan. Selain itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dalam harta orang kaya terdapat hak fakir miskin yang wajib ditunaikan. Oleh karena itu, memahami mengapa zakat mal penting berarti memahami pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam Islam. Mengapa Zakat Mal Penting Salah satu alasan terbesar mengapa zakat mal penting adalah karena zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Muslim yang menunaikan zakat dengan ikhlas berarti telah menjalankan salah satu kewajiban utama dalam agama Islam. Selain sebagai ibadah, mengapa zakat mal penting juga berkaitan dengan keberkahan harta. Banyak orang mengira bahwa mengeluarkan zakat akan mengurangi kekayaan, padahal Islam mengajarkan bahwa harta yang dizakati justru akan menjadi lebih berkah dan bermanfaat. Dalam kehidupan sosial, alasan mengapa zakat mal penting terlihat dari kemampuan zakat membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dana zakat dapat digunakan untuk membantu kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga modal usaha bagi masyarakat kurang mampu. Tidak hanya itu, mengapa zakat mal penting juga karena zakat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara golongan kaya dan miskin. Islam mengajarkan bahwa kekayaan tidak boleh hanya berputar pada kelompok tertentu saja, tetapi harus memberi manfaat kepada seluruh masyarakat. Di era modern yang penuh tantangan ekonomi, pembahasan mengenai mengapa zakat mal penting menjadi semakin relevan. Banyak umat Islam yang mengalami kesulitan ekonomi, pengangguran, dan kemiskinan. Dengan pengelolaan zakat yang baik, kesejahteraan umat dapat meningkat secara signifikan. Manfaat Zakat Mal untuk Kehidupan Sosial Ketika membahas mengapa zakat mal penting, kita juga harus memahami manfaat sosial yang sangat besar dari zakat mal. Islam menjadikan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang efektif sejak zaman Rasulullah SAW. Salah satu bukti nyata mengapa zakat mal penting adalah kemampuannya membangun rasa persaudaraan antar sesama Muslim. Orang kaya menjadi lebih peduli terhadap kondisi masyarakat miskin, sementara penerima zakat merasa diperhatikan dan dibantu oleh saudaranya sendiri. Selain itu, mengapa zakat mal penting juga terlihat dari perannya dalam membantu mengurangi angka kemiskinan. Jika seluruh Muslim yang mampu menunaikan zakat secara benar, maka potensi zakat di Indonesia dapat membantu jutaan masyarakat yang membutuhkan. Dalam bidang pendidikan, alasan mengapa zakat mal penting semakin jelas karena dana zakat dapat digunakan untuk membantu anak yatim dan keluarga miskin memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan yang baik akan membantu menciptakan generasi Muslim yang cerdas dan mandiri. Di bidang ekonomi, mengapa zakat mal penting juga berkaitan dengan pemberdayaan usaha kecil. Banyak lembaga zakat yang kini mengembangkan program modal usaha dan pelatihan kerja agar masyarakat miskin dapat bangkit secara ekonomi. Dampak Spiritual dari Zakat Mal Selain manfaat sosial, pembahasan tentang mengapa zakat mal penting juga berkaitan erat dengan dampak spiritual bagi seorang Muslim. Zakat melatih hati agar tidak terlalu mencintai harta dan kehidupan dunia. Ketika seseorang rutin berzakat, maka ia akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Inilah salah satu alasan mengapa zakat mal penting dalam membentuk pribadi Muslim yang rendah hati dan peduli terhadap sesama. Zakat juga menjadi sarana penyucian jiwa dan penghapus dosa. Dalam Islam, harta yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Oleh sebab itu, memahami mengapa zakat mal penting berarti memahami tanggung jawab dalam menggunakan harta dengan benar. Selain itu, mengapa zakat mal penting juga karena zakat dapat memberikan ketenangan batin. Banyak orang memiliki harta melimpah tetapi hidupnya tidak tenang. Dengan berzakat, hati menjadi lebih damai karena harta yang dimiliki telah dibersihkan melalui ibadah. Tidak kalah penting, mengapa zakat mal penting adalah karena zakat menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah SWT. Muslim yang gemar berbagi akan mendapatkan pahala serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Cara Menunaikan Zakat Mal dengan Benar Memahami mengapa zakat mal penting juga harus diiringi dengan pemahaman tentang cara menunaikannya secara benar sesuai syariat Islam. Zakat mal wajib ditunaikan ketika harta telah mencapai nisab dan haul yang ditentukan. Nisab zakat mal umumnya disetarakan dengan 85 gram emas. Jika seseorang memiliki harta yang mencapai batas tersebut selama satu tahun, maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari total harta yang dimiliki. Saat ini, banyak lembaga amil zakat terpercaya yang memudahkan umat Islam dalam menunaikan zakat. Kehadiran teknologi digital membuat pembayaran zakat menjadi lebih praktis, aman, dan transparan. Hal ini semakin menunjukkan mengapa zakat mal penting di era modern. Namun demikian, umat Islam tetap perlu memahami cara menghitung zakat dengan benar agar sesuai ketentuan syariat. Pengetahuan tentang zakat sangat penting karena mengapa zakat mal penting bukan sekadar memberi harta, tetapi juga memastikan zakat tersalurkan kepada pihak yang berhak. Selain melalui lembaga resmi, zakat juga dapat diberikan langsung kepada golongan penerima zakat seperti fakir, miskin, amil, mualaf, dan lainnya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60. Dengan demikian, tujuan sosial dari mengapa zakat mal penting dapat benar-benar tercapai dalam kehidupan masyarakat. Dari berbagai penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa mengapa zakat mal penting bukan hanya karena zakat merupakan kewajiban agama, tetapi juga karena memiliki dampak besar bagi kehidupan spiritual, sosial, dan ekonomi umat Islam. Zakat mal membantu membersihkan harta, menyucikan jiwa, serta menciptakan keseimbangan sosial dalam masyarakat. Selain itu, alasan mengapa zakat mal penting semakin terasa di era modern karena tantangan ekonomi umat yang semakin kompleks membutuhkan solusi nyata berdasarkan nilai-nilai Islam. Sebagai Muslim, kita harus memahami bahwa harta yang dimiliki bukan sepenuhnya milik pribadi. Di dalamnya terdapat hak orang lain yang wajib ditunaikan melalui zakat. Oleh sebab itu, memahami dan mengamalkan mengapa zakat mal penting merupakan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim yang bertakwa.*** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin
Memahami Zakat Mal dalam Kehidupan Modern
Memahami Zakat Mal dalam Kehidupan Modern
MEMAHAMI zakat mal dikehidupan modern merupakan langkah penting bagi setiap muslim yang ingin menjaga kesucian harta sekaligus menunaikan kewajiban kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern yang penuh dengan berbagai bentuk penghasilan dan aset, umat Islam perlu mengetahui bagaimana cara menghitung, menyalurkan, dan memahami hikmah zakat mal secara benar sesuai syariat. Di era digital saat ini, memahami zakat mal tidak lagi terbatas pada emas dan hasil pertanian saja. Penghasilan profesi, investasi, tabungan, hingga aset usaha juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam perhitungan zakat. Oleh karena itu, penting bagi muslim untuk terus belajar agar ibadah zakat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana membersihkan jiwa dan membantu sesama. Selain sebagai kewajiban agama, memahami zakat mal juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Zakat mampu membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan zakat, harta yang dimiliki tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi keberkahan bagi orang lain. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103) Ayat tersebut menunjukkan bahwa memahami zakat mal bukan sekadar tentang angka dan hitungan, tetapi juga tentang penyucian hati, rasa syukur, dan kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Pengertian dan Hukum Zakat Mal Memahami zakat mal dimulai dengan mengetahui pengertian dasarnya. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang apabila telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat Islam. Kata “mal” sendiri berarti harta yang memiliki nilai dan dapat berkembang. Dalam Islam, memahami zakat mal sangat penting karena zakat termasuk rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang mampu. Kewajiban ini bukan hanya bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Para ulama menjelaskan bahwa memahami zakat mal harus mencakup pemahaman mengenai jenis harta yang wajib dizakati. Harta tersebut meliputi emas, perak, uang simpanan, hasil perdagangan, hasil pertanian, peternakan, investasi, dan penghasilan tertentu yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Selain itu, memahami zakat mal juga membantu umat Islam menghindari sikap cinta dunia yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim belajar bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Dalam kehidupan modern, memahami zakat mal menjadi semakin relevan karena perkembangan ekonomi menghadirkan berbagai bentuk kekayaan baru. Oleh sebab itu, muslim perlu terus memperbarui pengetahuan agar pelaksanaan zakat tetap sesuai syariat dan tepat sasaran. Jenis Harta yang Wajib Dizakati Dalam proses memahami zakat mal, seorang muslim perlu mengetahui jenis-jenis harta yang wajib dizakati. Tidak semua harta terkena kewajiban zakat, melainkan hanya harta tertentu yang memenuhi syarat nisab dan haul. Pertama, memahami zakat mal mencakup zakat emas dan perak. Jika seseorang memiliki emas atau perak yang mencapai nisab dan disimpan selama satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Kedua, memahami zakat mal juga berkaitan dengan zakat perdagangan. Keuntungan usaha, barang dagangan, dan aset bisnis yang berkembang termasuk harta yang wajib dizakati apabila nilainya telah mencapai nisab. Ketiga, dalam konteks modern, memahami zakat mal mencakup penghasilan profesi. Gaji, honorarium, bonus, dan pendapatan profesional lainnya dapat dikenai zakat apabila memenuhi ketentuan yang berlaku menurut pendapat ulama dan lembaga zakat. Keempat, memahami zakat mal juga melibatkan investasi dan tabungan. Deposito syariah, saham syariah, dan bentuk investasi halal lainnya termasuk aset yang perlu diperhitungkan dalam zakat mal. Dengan demikian, memahami zakat mal membantu umat Islam mengelola harta secara amanah dan memastikan bahwa setiap kekayaan yang dimiliki membawa keberkahan, bukan sekadar keuntungan duniawi. Cara Menghitung Zakat Mal Salah satu bagian penting dalam memahami zakat mal adalah mengetahui cara menghitungnya dengan benar. Kesalahan perhitungan dapat menyebabkan zakat menjadi kurang atau bahkan tidak sah menurut syariat. Secara umum, memahami zakat mal berarti mengetahui bahwa kadar zakat mal adalah 2,5 persen dari total harta yang telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah. Nisab zakat mal biasanya disetarakan dengan 85 gram emas. Contohnya, dalam memahami zakat mal, apabila seseorang memiliki tabungan dan aset senilai Rp100 juta setelah dikurangi utang jatuh tempo, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah Rp2,5 juta. Selain itu, memahami zakat mal juga mencakup penghitungan aset usaha. Seorang pedagang perlu menghitung total nilai barang dagangan, keuntungan usaha, dan kas yang dimiliki sebelum menentukan jumlah zakat yang harus dibayarkan. Di era digital saat ini, memahami zakat mal menjadi lebih mudah karena banyak kalkulator zakat online yang disediakan lembaga resmi seperti BAZNAS. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan mempelajari dasar-dasar perhitungannya agar lebih memahami kewajiban yang ditunaikan. Dengan perhitungan yang tepat, memahami zakat mal akan membantu seorang muslim menjalankan ibadah secara tenang, yakin, dan sesuai tuntunan syariat Islam. Hikmah dan Manfaat Zakat Mal Dalam Islam, memahami zakat mal bukan hanya tentang kewajiban finansial, tetapi juga memahami hikmah besar di balik perintah tersebut. Zakat memiliki manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi yang sangat luas. Secara spiritual, memahami zakat mal membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap dunia. Seorang muslim belajar untuk ikhlas berbagi demi mencari ridha Allah SWT. Secara sosial, memahami zakat mal mampu memperkuat solidaritas umat. Dana zakat dapat digunakan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Dalam aspek ekonomi, memahami zakat mal membantu perputaran harta agar tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Zakat menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang telah diajarkan Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Lebih jauh lagi, memahami zakat mal juga mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Rasulullah SAW bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa zakat justru membuka pintu rezeki dan ketenangan hidup. Karena itu, memahami zakat mal harus disertai keyakinan bahwa zakat bukan beban, melainkan jalan menuju keberkahan, kebahagiaan, dan keselamatan dunia akhirat. Peran Zakat Mal dalam Kehidupan Modern Di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi global, memahami zakat mal menjadi semakin penting bagi umat Islam. Kehidupan modern menghadirkan berbagai bentuk transaksi dan sumber penghasilan yang membutuhkan pemahaman zakat secara lebih luas. Saat ini, memahami zakat mal tidak lagi dilakukan secara konvensional saja. Banyak lembaga zakat menyediakan layanan pembayaran zakat digital yang memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban kapan saja dan di mana saja. Selain itu, memahami zakat mal juga berkaitan dengan transparansi pengelolaan dana umat. Lembaga zakat modern kini menghadirkan laporan keuangan dan program pemberdayaan agar masyarakat semakin percaya dalam menyalurkan zakat. Dalam dunia bisnis, memahami zakat mal dapat membangun etika ekonomi Islam yang sehat. Perusahaan yang rutin menunaikan zakat akan lebih peduli terhadap kesejahteraan sosial dan keberlanjutan masyarakat sekitar. Akhirnya, memahami zakat mal menjadi solusi spiritual di tengah gaya hidup materialistis. Zakat mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi juga tentang manfaat yang diberikan kepada sesama. Sebagai muslim, memahami zakat mal adalah bagian penting dalam menjalankan ajaran Islam secara kaffah. Zakat bukan hanya kewajiban tahunan, melainkan bentuk ibadah yang membersihkan harta, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan keberkahan hidup. Di era modern saat ini, memahami zakat mal menjadi semakin penting karena bentuk kekayaan dan penghasilan terus berkembang. Dengan ilmu yang benar, umat Islam dapat menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Marilah kita terus meningkatkan memahami zakat mal agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama umat manusia. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut: BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036. a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
ARTIKEL18/05/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →