WhatsApp Icon

Puasa di Bulan Rabiul Akhir, Bolehkah? Ini Penjelasannya

25/09/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Puasa di Bulan Rabiul Akhir, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

BULAN Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat diisi dengan berbagai amal kebaikan. Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah mengenai hukum puasa di bulan Rabiul Akhir. Apakah umat Islam diperbolehkan berpuasa dan adakah puasa khusus pada bulan ini?

Pada dasarnya, puasa di bulan Rabiul Akhir diperbolehkan. Namun, tidak terdapat ketentuan mengenai puasa sunnah yang secara khusus ditetapkan hanya untuk bulan Rabiul Akhir. Umat Islam tetap dapat menjalankan puasa sunnah yang memiliki dasar dalam syariat, seperti puasa Senin Kamis dan Ayyamul Bidh.

Memahami ketentuan tersebut penting agar ibadah dilakukan berdasarkan tuntunan yang tepat. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai puasa di bulan Rabiul Akhir.

1. Puasa di Bulan Rabiul Akhir Hukumnya Boleh

Rabiul Akhir bukan termasuk bulan yang dilarang untuk berpuasa. Karena itu, umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa sunnah pada bulan ini selama dilakukan pada hari-hari yang memang diperbolehkan dalam syariat.

Puasa sunnah dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan demikian, Rabiul Akhir dapat diisi dengan kebiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.

2. Tidak Ada Puasa Khusus Rabiul Akhir

Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak ada ketentuan mengenai puasa khusus bulan Rabiul Akhir yang ditetapkan berdasarkan keutamaan khusus bulan tersebut.

Hal ini berbeda dengan Ramadan yang memiliki kewajiban puasa bagi umat Islam yang memenuhi syarat. Rabiul Akhir tidak memiliki ketentuan puasa wajib maupun puasa sunnah khusus yang dikaitkan secara spesifik dengan bulannya.

Karena itu, umat Islam dapat berpuasa di Rabiul Akhir dengan menjalankan jenis puasa sunnah yang memang memiliki tuntunan dalam syariat, bukan karena menganggap terdapat kewajiban atau keutamaan khusus pada bulan tersebut.

3. Puasa Senin Kamis dan Ayyamul Bidh Tetap Bisa Dilakukan

Salah satu puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan Rabiul Akhir adalah puasa Senin Kamis. Puasa ini tidak terikat pada bulan tertentu sehingga dapat dilakukan sepanjang tahun pada hari Senin dan Kamis.

Selain itu, umat Islam juga dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Menjalankan puasa sunnah secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi ibadah. Rabiul Akhir pun dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kebiasaan tersebut.

4. Luruskan Niat dalam Menjalankan Puasa

Puasa sunnah di bulan Rabiul Akhir hendaknya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT, bukan karena menganggap bulan tersebut memiliki kewajiban puasa tertentu.

Puasa juga bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ibadah ini melatih kesabaran, pengendalian diri, serta mendorong seseorang untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.

Karena itu, puasa dapat dilengkapi dengan amal kebaikan lainnya, seperti membaca Al-Qur'an, berdoa, berdzikir, bersedekah, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

5. Puasa Dapat Menjadi Momentum Memperbanyak Amal

Menjalankan puasa juga dapat menjadi pengingat untuk lebih peduli terhadap kondisi orang lain. Rasa lapar dan haus yang dirasakan selama berpuasa dapat menumbuhkan empati kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai amal sosial, termasuk zakat dan sedekah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”

Ayat tersebut menggambarkan besarnya nilai kebaikan dari harta yang dikeluarkan di jalan Allah. Karena itu, semangat memperbanyak ibadah dapat berjalan seiring dengan kepedulian untuk membantu sesama.

Bolehkah Puasa di Bulan Rabiul Akhir?

Jawabannya, boleh. Tidak ada larangan untuk menjalankan puasa sunnah di bulan Rabiul Akhir.

Namun, tidak terdapat puasa sunnah khusus Rabiul Akhir yang ditetapkan secara khusus. Umat Islam dapat menjalankan puasa yang memiliki dasar dalam syariat, seperti Senin Kamis dan Ayyamul Bidh.

Selain menjaga ibadah, momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →