Usai Ramadan, Saatnya Menyempurnakan Puasa yang Tertinggal
31/03/2026 | Penulis: Admin
Usai Ramadan, Saatnya Menyempurnakan Puasa yang Tertinggal
BULAN Syawal, umat Islam tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalani. Bagi sebagian orang yang memiliki uzur syar’i, ada kewajiban yang perlu ditunaikan, yaitu mengganti puasa (qadha) atau membayar fidyah.
Qadha merupakan kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain di luar bulan Ramadan. Sementara fidyah adalah bentuk kompensasi dengan memberi makan kepada fakir miskin bagi mereka yang tidak mampu lagi berpuasa.
Beberapa golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramadan antara lain orang sakit, lansia, musafir, serta perempuan hamil dan menyusui. Namun, kewajiban yang harus ditunaikan berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing.
Orang sakit yang masih memiliki harapan sembuh dan musafir wajib mengganti puasanya di hari lain. Sementara itu, lansia atau orang sakit yang tidak memiliki harapan sembuh tidak diwajibkan qadha, melainkan cukup membayar fidyah.
Bagi perempuan hamil dan menyusui, ketentuan bergantung pada kondisi yang dihadapi. Jika kekhawatiran pada diri sendiri atau bersama bayinya, maka cukup qadha. Namun jika kekhawatiran hanya pada bayi, maka selain qadha juga diwajibkan membayar fidyah.
Selain itu, perempuan yang tidak berpuasa karena haid dan nifas juga wajib mengganti puasanya tanpa kewajiban fidyah.
Momentum Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai mencicil qadha puasa sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Menyegerakan kewajiban ini juga menjadi bentuk tanggung jawab dan kesempurnaan ibadah seorang Muslim.
Dengan memahami ketentuan qadha dan fidyah, diharapkan umat Islam dapat menunaikan kewajibannya dengan tepat, sehingga ibadah yang telah dilalui di bulan Ramadan benar-benar menjadi sempurna.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
Artikel Lainnya
7 Amalan di Rabiul Akhir untuk Memperkuat Ibadah dan Kepedulian
Jelang Hari Santri 22 Oktober, Mengenang Perjuangan Santri Jaga Kemerdekaan
Zakat Wujud Kepedulian Sosial, Bantu Mustahik hingga Dukung Pemberdayaan
Lima Adab Bertetangga dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah SAW!
Sedekah Subuh di Rabiul Akhir, Membiasakan Berbagi Sejak Pagi
15 Tips Islami Menjalani Kehidupan Lebih Baik dan Penuh Berkah
Menjaga Adab dan Akhlak, Cerminan Kehidupan Seorang Muslim
Kelola Keuangan Sesuai Islam, Ini Enam Prinsip yang Perlu Diterapkan
Sedekah Tak Hanya Berpahala, Ini Manfaatnya bagi Kehidupan Sosial
Puasa di Bulan Rabiul Akhir, Bolehkah? Ini Penjelasannya
Rabiul Akhir Jadi Momentum Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kepedulian Sosial
Ke Mana Zakat Disalurkan? Ini 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031
Kepedulian Sosial dalam Islam, Wujudkan melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Ini Doa Memohon Anak Saleh dan Salehah, Dicontohkan Para Nabi
Rabiul Akhir, Momentum Memperkuat Ibadah dan Menebar Kebaikan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →