WhatsApp Icon
Inspirasi Kebaikan di Bulan Dzulhijjah yang Bikin Hidup Lebih Berarti

BULAN Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang penuh dengan keberkahan dan peluang amal saleh. Bagi umat Islam, bulan ini bukan sekadar penanda datangnya Idul Adha dan ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Banyak umat Muslim mencari inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah agar hari-hari yang dilalui menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan kesempatan meraih ampunan terbuka begitu luas. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT.

Karena itu, menghadirkan inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah dapat menjadi langkah nyata untuk menjadikan hidup lebih berarti, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Mayoritas ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari tersebut memiliki keutamaan luar biasa sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan betapa besar peluang umat Islam untuk meraih pahala dan keberkahan. Oleh sebab itu, mencari inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah sangat penting agar setiap Muslim mampu memanfaatkan momentum mulia ini secara maksimal.

Memperbanyak Sedekah 

Salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang paling mudah dilakukan adalah memperbanyak sedekah. Sedekah tidak harus selalu dalam bentuk nominal besar. Memberi makanan kepada tetangga, membantu fakir miskin, hingga berbagi senyuman pun termasuk amal kebaikan.

Bulan Dzulhijjah menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan rasa empati sosial. Ketika banyak orang bersiap melaksanakan ibadah kurban, umat Islam juga diajak untuk lebih peduli terhadap saudara-saudara yang membutuhkan.

Sedekah memiliki manfaat luar biasa, di antaranya:

  • Membuka pintu rezeki
  • Menghapus dosa
  • Menenangkan hati
  • Mendatangkan keberkahan hidup

Dengan membiasakan sedekah, hidup menjadi lebih bermakna karena keberadaan kita dapat memberikan manfaat nyata bagi orang lain.

Menjalankan Puasa Sunnah Dzulhijjah

Puasa sunnah pada awal Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR. Muslim)

Menjalankan puasa menjadi salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Puasa melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa sunnah juga membantu hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Dzulhijjah identik dengan lantunan takbir yang menggema di masjid, rumah, dan berbagai tempat lainnya. Menghidupkan dzikir menjadi salah satu bentuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang sangat dianjurkan.

Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:

  • Takbir
  • Tahmid
  • Tahlil
  • Tasbih
  • Istighfar

Allah SWT berfirman: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)

Dzikir membantu hati menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika hati dipenuhi dengan mengingat Allah, hidup terasa lebih damai, ringan, dan penuh rasa syukur.

Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga

Di tengah kesibukan dunia modern, banyak orang lupa menjaga hubungan baik dengan keluarga. Padahal, silaturahmi termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT.

Momentum Dzulhijjah bisa dimanfaatkan untuk kembali mempererat hubungan dengan orang tua, saudara, maupun kerabat yang lama tidak berkomunikasi. Inilah salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang sederhana tetapi berdampak besar.

Silaturahmi dapat dilakukan dengan:

  • Mengunjungi keluarga
  • Menelepon orang tua
  • Meminta maaf
  • Memberikan hadiah kecil
  • Menjalin komunikasi yang baik

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkurban sebagai Bentuk Ketakwaan

Ibadah kurban menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.

Melaksanakan kurban termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang jarang menikmati daging.

Allah SWT berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

Melalui kurban, umat Islam belajar tentang:

  • Keikhlasan
  • Kepedulian sosial
  • Ketaatan kepada Allah
  • Semangat berbagi

Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego dan sifat kikir dalam diri.

Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Bulan mulia adalah waktu terbaik untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an termasuk salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang dapat memperbaiki kualitas hidup seorang Muslim.

Membiasakan tilawah setiap hari akan membawa ketenangan hati dan memperkuat iman. Bahkan satu huruf Al-Qur’an bernilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Agar lebih konsisten, umat Islam dapat membuat target sederhana seperti:

  • Membaca 1 juz per hari
  • Menghafal surat pendek
  • Membaca tafsir Al-Qur’an
  • Mendengarkan murottal

Dengan Al-Qur’an, hidup menjadi lebih terarah dan penuh keberkahan.

Membantu Orang yang Sedang Kesulitan

Kebaikan tidak selalu harus berbentuk materi. Membantu orang lain yang sedang kesulitan juga termasuk amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Misalnya:

  • Membantu tetangga sakit
  • Memberi dukungan kepada teman
  • Menolong orang tua
  • Membantu biaya pendidikan anak yatim
  • Menjadi relawan sosial

Inilah bentuk nyata inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)

Ketika seseorang mampu memberi manfaat, hidupnya akan terasa lebih berarti dan bernilai di hadapan Allah SWT.

Memperbaiki Diri dan Memperbanyak Taubat

Dzulhijjah juga menjadi momentum terbaik untuk muhasabah atau introspeksi diri. Setiap manusia tentu memiliki dosa dan kesalahan, sehingga memperbanyak taubat menjadi langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik.

Salah satu inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah adalah mulai meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan amalan baik.

Contohnya:

  • Mengurangi ghibah
  • Menjaga lisan
  • Memperbaiki salat
  • Menjauhi maksiat
  • Memulai kebiasaan ibadah rutin

Allah SWT sangat mencintai hamba yang mau kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan harapan ampunan.

Mengajarkan Kebaikan kepada Anak-anak

Bulan Dzulhijjah juga menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak. Orang tua dapat mengenalkan makna kurban, pentingnya berbagi, dan semangat ibadah sejak dini.

Mengajarkan Islam kepada generasi muda termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang memiliki pahala jariyah.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak:

  • Mengajak ikut takbiran
  • Bersedekah bersama
  • Menonton kisah Nabi Ibrahim AS
  • Menghafal doa harian
  • Mengajak berbagi makanan

Dengan pendidikan yang baik, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi Muslim yang berakhlak mulia.

Menebarkan Kebaikan di Media Sosial

Di era digital saat ini, media sosial dapat menjadi sarana dakwah dan berbagi inspirasi positif. Daripada menyebarkan hal yang tidak bermanfaat, umat Islam dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

Ini juga termasuk inspirasi kebaikan di bulan Dzulhijjah yang relevan dengan kehidupan modern.

Contoh konten positif yang bisa dibagikan:

  • Pengingat ibadah
  • Kutipan hadis
  • Ajakan sedekah
  • Video kajian Islam
  • Motivasi memperbaiki diri

 Dengan cara ini, media sosial menjadi ladang pahala dan sarana mengajak orang lain menuju kebaikan.

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036. 

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

27/05/2026 | Kontributor: Admin
Kurban Resmi BAZNAS: Jaminan Syariah dan Transparansi

IBADAH kurban merupakan salah satu syariat Islam yang sangat agung, dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama. Di era modern seperti sekarang, umat Islam semakin dimudahkan dalam menunaikan ibadah ini melalui berbagai lembaga resmi. Salah satu yang paling terpercaya adalah kurban resmi BAZNAS, yang hadir dengan sistem pengelolaan profesional, amanah, serta berlandaskan prinsip syariah yang kuat.

Melalui kurban resmi BAZNAS, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemerataan kesejahteraan. Daging kurban tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok desa, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), hingga wilayah bencana dan saudara muslim di luar negeri seperti Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa kurban bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana dakwah sosial dan kemanusiaan.

Apa Itu Kurban Resmi BAZNAS dan Bagaimana Mekanismenya?

kurban resmi BAZNAS adalah program penyaluran hewan kurban yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) secara resmi, transparan, dan sesuai syariat Islam. Program ini dirancang agar masyarakat dapat berkurban dengan mudah, tanpa harus repot mengurus penyembelihan dan distribusi secara langsung.

BAZNAS telah mengembangkan sistem yang modern dan terintegrasi, mulai dari pemilihan hewan kurban, proses penyembelihan sesuai syariah, hingga distribusi yang tepat sasaran. Dalam salah satu programnya, Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, BAZNAS memastikan bahwa hewan kurban berasal dari peternak lokal binaan sehingga juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat.

Selain itu, distribusi kurban resmi BAZNAS tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga menjangkau wilayah kemanusiaan seperti pengungsi Palestina dan daerah terdampak bencana. Hal ini menegaskan bahwa kurban melalui BAZNAS memiliki dimensi global dalam misi kemanusiaan Islam.

Jaminan Syariah dalam Kurban Resmi BAZNAS

Salah satu keunggulan utama kurban resmi BAZNAS adalah kepastian bahwa seluruh prosesnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Mulai dari pemilihan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat, proses penyembelihan yang dilakukan oleh tenaga profesional muslim, hingga pembagian daging kepada mustahik (penerima manfaat) yang berhak.

Dalam Islam, keabsahan kurban sangat bergantung pada terpenuhinya rukun dan syarat. BAZNAS memastikan hal ini dijalankan dengan ketat agar umat Islam tidak perlu khawatir terhadap keabsahan ibadahnya. Selain itu, pengawasan oleh lembaga resmi negara menjadikan proses ini lebih terpercaya dan terstruktur.

Dengan demikian, memilih kurban resmi BAZNAS berarti memastikan bahwa ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariah, tetapi juga membawa manfaat sosial yang luas.

Transparansi dan Akuntabilitas Kurban Resmi BAZNAS

Transparansi menjadi salah satu nilai utama dalam pengelolaan kurban resmi BAZNAS. Setiap pekurban akan mendapatkan laporan lengkap mengenai proses kurban, mulai dari pembelian hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging.

BAZNAS juga memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat. Hal ini membuat proses kurban menjadi lebih terbuka dan dapat dipantau, sehingga meningkatkan kepercayaan umat Islam terhadap lembaga zakat nasional ini.

Selain transparansi, akuntabilitas juga dijaga melalui sistem pelaporan yang terstruktur. Setiap hewan kurban yang dititipkan dipastikan sampai kepada penerima yang tepat, termasuk masyarakat miskin, daerah terpencil, hingga wilayah terdampak bencana.

Dampak Sosial dari Kurban Resmi BAZNAS

Manfaat kurban resmi BAZNAS tidak hanya terbatas pada aspek ibadah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang sangat luas. Program ini membantu:

  1. Pemberdayaan peternak lokal melalui pembelian hewan kurban dari Balai Ternak BAZNAS
  2. Pemerataan distribusi daging ke wilayah yang jarang mendapatkan kurban
  3. Bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dan pengungsi
  4. Penguatan solidaritas umat Islam secara global

BAZNAS juga memastikan bahwa kurban dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada hari penyembelihan saja, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan masyarakat.

Mengapa Harus Memilih Kurban Resmi BAZNAS?

Ada beberapa alasan kuat mengapa umat Islam dianjurkan memilih kurban resmi BAZNAS, di antaranya:

  • Terjamin sesuai syariat Islam
  • Dikelola oleh lembaga resmi negara
  • Distribusi tepat sasaran dan merata
  • Transparansi laporan kepada pekurban
  • Memberikan dampak sosial dan ekonomi luas

Dengan semua keunggulan tersebut, kurban resmi BAZNAS menjadi salah satu pilihan terbaik bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah kurban secara aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Makna Besar di Balik Kurban Resmi BAZNAS

Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketulusan hati dalam berbagi kepada sesama. Melalui kurban resmi BAZNAS, umat Islam dapat menunaikan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan sistem yang profesional, transparan, dan sesuai syariah, BAZNAS menjadi jembatan antara niat ibadah umat Islam dan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat luas. Mari jadikan kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membantu sesama dengan lebih terarah dan bermakna.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036. 

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

25/05/2026 | Kontributor: Admin
Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS: Dari Ibadah Jadi Pemberdayaan

DALAM ajaran Islam, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha, tetapi juga wujud ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama. Di era modern seperti sekarang, makna kurban semakin luas melalui berbagai program pemberdayaan umat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah “kurban berkah berdayakan desa BAZNAS”, sebuah inisiatif yang mengubah ibadah menjadi gerakan ekonomi dan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat desa.

Program ini menghadirkan pendekatan baru dalam pelaksanaan kurban, di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima daging, tetapi juga oleh peternak mustahik di desa-desa yang dibina secara berkelanjutan oleh BAZNAS.

Makna Kurban dalam Islam dan Dimensi Sosialnya

Kurban merupakan ibadah yang mengandung nilai spiritual tinggi. Seorang Muslim yang berkurban menunjukkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia. Namun dalam praktiknya, kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.

Melalui pendekatan kurban berkah berdayakan desa BAZNAS, ibadah ini tidak lagi hanya dipahami sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai instrumen distribusi ekonomi yang adil. Daging kurban menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sementara proses budidaya hewan kurban memberdayakan peternak kecil di pedesaan.

Konsep ini sejalan dengan semangat Islam yang menekankan keadilan sosial, pemerataan rezeki, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS

Program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS dirancang tidak hanya untuk memfasilitasi ibadah kurban, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. BAZNAS membina peternak mustahik melalui berbagai Balai Ternak di seluruh Indonesia.

Dalam program ini, hewan kurban tidak hanya dibeli dari pasar umum, tetapi juga berasal dari peternak desa yang telah mendapatkan pendampingan intensif. Mereka dibimbing dalam hal budidaya, kesehatan hewan, hingga manajemen usaha.

Seperti dijelaskan dalam laporan BAZNAS, program ini memberikan dampak berlapis:

  • Pekurban mendapatkan kemudahan beribadah
  • Peternak desa memperoleh penghasilan dan kemandirian ekonomi
  • Masyarakat luas menerima distribusi daging kurban secara merata

Dengan demikian, kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menjadi contoh nyata bagaimana ibadah dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat.

Transformasi Desa Melalui Kurban Berbasis Pemberdayaan

Salah satu keunggulan utama program ini adalah fokus pada pemberdayaan desa. Peternak kecil yang sebelumnya hanya berperan sebagai penerima bantuan kini menjadi bagian dari rantai ekonomi kurban yang produktif.

Melalui Balai Ternak BAZNAS, mereka tidak hanya diberi bantuan hewan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh agar mampu berkembang menjadi peternak mandiri. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat di pedesaan.

Program ini juga terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Bahkan beberapa balai ternak telah mampu menjadi pemasok hewan kurban berkualitas untuk program nasional BAZNAS.

Inilah bentuk nyata bagaimana kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menghadirkan perubahan dari desa untuk umat.

Distribusi Kurban yang Lebih Luas dan Merata

Selain fokus pada pemberdayaan desa, BAZNAS juga memastikan distribusi kurban dilakukan secara merata ke berbagai wilayah. Program ini menjangkau daerah pelosok, wilayah tertinggal, hingga daerah yang terdampak bencana.

BAZNAS bahkan menyalurkan kurban ke wilayah bencana dan Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan global. Hal ini menunjukkan bahwa kurban tidak hanya berdimensi lokal, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan universal.

Dengan sistem distribusi yang terstruktur, kurban berkah berdayakan desa BAZNAS memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam menikmati berkah Iduladha.

Kemudahan Berkurban di Era Digital

Di era digital saat ini, BAZNAS menghadirkan berbagai kanal kemudahan bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah kurban. Mulai dari platform online, e-commerce, hingga layanan digital banking, semua disediakan untuk memudahkan proses pembayaran.

Kemudahan ini membuat masyarakat dapat berkurban tanpa batasan jarak dan waktu. Cukup melalui perangkat digital, seorang Muslim sudah bisa menunaikan ibadah kurban sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan desa melalui program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS.

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Nyata

Program ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat langsung, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang luas. Peternak desa mendapatkan pendapatan yang lebih stabil, sementara masyarakat miskin memperoleh akses terhadap pangan bergizi berupa daging kurban.

Selain itu, adanya program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkurban melalui lembaga terpercaya. Dengan sistem yang profesional, transparan, dan terstruktur, kepercayaan umat terhadap pengelolaan kurban semakin meningkat.

Peran Umat Islam dalam Mendukung Pemberdayaan Desa

Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadikan setiap ibadah bernilai manfaat yang lebih luas. Berkurban melalui program seperti ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat.

Dengan memilih program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS, umat tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga turut serta dalam membangun ekonomi desa, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat solidaritas antar sesama Muslim.

Kurban yang Menghidupkan Desa dan Menyebarkan Berkah

Pada akhirnya, ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Program kurban berkah berdayakan desa BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Melalui program ini, kurban menjadi sarana untuk menghidupkan desa, menguatkan ekonomi umat, dan memperluas keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat berbagi ini diharapkan terus tumbuh di tengah umat Islam Indonesia.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036. 

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

25/05/2026 | Kontributor: Admin
Apakah Tabungan di Bank Sudah Wajib Zakat, Ini Jawabannya?

ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana membersihkan harta dan membantu sesama yang membutuhkan. Di era modern seperti sekarang, banyak umat Islam menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank. Karena itu, muncul pertanyaan yang sering ditanyakan: apakah tabungan wajib zakat?

Pertanyaan tentang apakah tabungan wajib zakat menjadi sangat relevan karena hampir setiap orang memiliki simpanan uang, baik untuk kebutuhan darurat, pendidikan, usaha, maupun masa depan keluarga. Dalam Islam, harta yang berkembang dan telah memenuhi syarat tertentu memang memiliki kewajiban zakat. Namun, tidak semua tabungan otomatis wajib dizakati. Ada ketentuan syariat yang harus dipahami agar seorang muslim dapat menjalankan kewajiban zakat dengan benar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum zakat tabungan di bank, syarat wajib zakat, cara menghitungnya, hingga dalil yang menjadi dasar hukumnya menurut pandangan Islam.

Pengertian Zakat dalam Islam

Secara bahasa, zakat berarti suci, tumbuh, dan berkah. Sedangkan menurut syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai ketentuan Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang muslim.

Apakah Tabungan Wajib Zakat dalam Islam?

Jawaban singkatnya adalah: ya, tabungan dapat wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat tertentu.

Dalam Islam, uang termasuk harta yang memiliki nilai dan dapat berkembang. Karena itu, tabungan yang disimpan di bank termasuk kategori harta simpanan yang berpotensi terkena zakat.

Namun, untuk menjawab lebih detail tentang apakah tabungan wajib zakat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu:

1. Mencapai Nisab

Nisab adalah batas minimal harta yang membuat seseorang wajib zakat. Untuk zakat tabungan, nisabnya disamakan dengan nilai emas sebesar 85 gram.

Artinya, jika total tabungan seseorang telah mencapai nilai setara 85 gram emas, maka tabungan tersebut masuk kategori wajib zakat.

Sebagai contoh:

  • Harga emas per gram: Rp1.500.000
  • Nisab zakat tabungan: 85 x Rp1.500.000 = Rp127.500.000

Jika tabungan mencapai atau melebihi angka tersebut, maka ada kewajiban zakat.

2. Sudah Mencapai Haul

Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah penuh.

Jadi, apabila tabungan sudah mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun, maka zakat wajib dikeluarkan.

Namun, bila uang tersebut baru disimpan beberapa bulan dan belum mencapai satu tahun, maka belum wajib zakat.

3. Harta Milik Penuh

Tabungan tersebut harus benar-benar milik pribadi dan dapat digunakan kapan saja.

Jika uang tersebut masih dalam sengketa, pinjaman orang lain, atau bukan kepemilikan penuh, maka belum wajib dizakati.

Dalil Tentang Zakat Harta Simpanan

Pembahasan mengenai apakah tabungan wajib zakat juga didasarkan pada dalil-dalil syariat.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.”

(QS. At-Taubah: 34)

Ayat ini menjadi dasar bahwa harta simpanan seperti emas, perak, dan uang yang disimpan memiliki kewajiban zakat apabila memenuhi syarat.

Dalam konteks modern, uang tabungan di bank diqiyaskan dengan emas dan perak karena sama-sama memiliki fungsi sebagai alat penyimpan nilai.

Bagaimana Cara Menghitung Zakat Tabungan?

Setelah memahami apakah tabungan wajib zakat, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghitungnya.

Besaran zakat tabungan adalah 2,5 persen dari total harta yang dimiliki setelah mencapai nisab dan haul.

Rumusnya:

Zakat = Total Tabungan x 2,5 persen

Contoh:

  • Total tabungan selama satu tahun: Rp150.000.000
  • Karena sudah melebihi nisab, maka wajib zakat

Perhitungannya:

Rp150.000.000 x 2,5 persen = Rp3.750.000

Maka zakat yang harus dikeluarkan adalah Rp3.750.000.

Apakah Tabungan di Bank Konvensional dan Syariah Sama?

Banyak umat Islam juga bertanya apakah ada perbedaan zakat antara tabungan di bank konvensional dan bank syariah.

Pada dasarnya, kewajiban zakat tetap berlaku selama tabungan memenuhi nisab dan haul. Namun, ada beberapa catatan:

Bank Syariah

Tabungan di bank syariah lebih sesuai dengan prinsip Islam karena menggunakan akad yang halal dan bebas riba.

Keuntungan bagi hasil yang diperoleh juga termasuk bagian harta yang dihitung dalam zakat.

Bank Konvensional

Tabungan di bank konvensional tetap wajib dizakati jika memenuhi syarat. Akan tetapi, sebagian ulama menyarankan agar bunga bank tidak dihitung sebagai harta halal karena termasuk unsur riba.

Karena itu, bunga bank sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan untuk kepentingan sosial tanpa niat sedekah.

Hukum Zakat untuk Tabungan Pendidikan dan Dana Darurat

Pertanyaan lain yang sering muncul terkait apakah tabungan wajib zakat adalah tentang tabungan pendidikan anak atau dana darurat.

Dalam Islam, selama uang tersebut masih tersimpan, mencapai nisab, dan sudah berjalan satu tahun, maka tetap terkena kewajiban zakat.

Hal ini karena zakat melihat kepemilikan harta, bukan tujuan penggunaannya.

Namun, jika uang tersebut akan segera dipakai untuk kebutuhan mendesak seperti biaya rumah sakit atau pembayaran utang jatuh tempo, maka perhitungannya dapat disesuaikan.

Apakah Utang Mengurangi Zakat Tabungan?

Sebagian ulama berpendapat bahwa utang yang jatuh tempo dapat mengurangi jumlah harta yang wajib dizakati.

Contoh:

  • Total tabungan: Rp150.000.000
  • Utang jatuh tempo: Rp40.000.000

Maka harta yang dihitung zakat:

Rp150.000.000 - Rp40.000.000 = Rp110.000.000

Jika hasil akhirnya masih mencapai nisab, maka tetap wajib zakat.

Hikmah Mengeluarkan Zakat Tabungan

Memahami apakah tabungan wajib zakat bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang hikmah besar di balik ibadah ini.

Berikut beberapa hikmah zakat tabungan:

1. Membersihkan Harta

Zakat menjadi sarana penyucian harta dari hak orang lain yang ada di dalamnya.

2. Menumbuhkan Keberkahan

Harta yang dizakati akan lebih berkah dan membawa ketenangan dalam kehidupan.

3. Membantu Sesama

Zakat dapat membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan.

4. Menghindarkan dari Sifat Kikir

Dengan berzakat, seorang muslim belajar ikhlas dan tidak terlalu mencintai dunia.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Zakat Tabungan

Masih banyak orang yang keliru memahami apakah tabungan wajib zakat. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:

Mengira Zakat Hanya untuk Orang Kaya

Padahal siapa pun yang hartanya mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat.

Tidak Menghitung Total Aset

Sebagian orang hanya menghitung saldo rekening tertentu, padahal seluruh tabungan dan simpanan sebaiknya dijumlahkan.

Menunda Zakat

Padahal zakat adalah kewajiban yang harus segera ditunaikan ketika sudah memenuhi syarat.

Cara Menunaikan Zakat Tabungan dengan Mudah

Saat ini, membayar zakat semakin mudah karena dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional.

Melalui lembaga zakat resmi, penyaluran zakat menjadi lebih tepat sasaran dan terpercaya.

Selain itu, lembaga zakat juga membantu perhitungan zakat agar sesuai syariat Islam.

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa jawaban dari pertanyaan apakah tabungan wajib zakat adalah wajib apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul. Tabungan yang disimpan di bank, baik syariah maupun konvensional, termasuk harta simpanan yang memiliki kewajiban zakat menurut Islam.

Karena itu, setiap muslim sebaiknya rutin memeriksa jumlah hartanya agar tidak lalai dalam menunaikan kewajiban zakat. Dengan mengeluarkan zakat tabungan, harta menjadi lebih bersih, berkah, dan bermanfaat bagi sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036. 

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

22/05/2026 | Kontributor: Admin
Keutamaan Kurban di BAZNAS yang Jarang Diketahui

IBADAH kurban merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada Hari Raya Iduladha. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membantu sesama. Namun, di era modern seperti sekarang, pelaksanaan kurban tidak hanya soal menyembelih hewan semata. Ada nilai pemberdayaan, pemerataan, hingga penguatan ekonomi umat yang bisa diwujudkan melalui pengelolaan kurban yang tepat.

Salah satu lembaga yang menghadirkan konsep tersebut adalah BAZNAS melalui program Kurban Berkah Berdayakan Desa. Banyak umat Islam belum mengetahui bahwa terdapat berbagai keutamaan kurban di BAZNAS yang tidak hanya berdampak pada penerima daging kurban, tetapi juga bagi peternak kecil, masyarakat pelosok, hingga saudara muslim di wilayah bencana dan Palestina.

Program kurban yang dikelola secara profesional ini menghadirkan kemudahan sekaligus kebermanfaatan yang luas. Karena itu, memahami keutamaan kurban di BAZNAS menjadi penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih optimal, penuh keberkahan, dan berdampak jangka panjang.

1. Keutamaan Kurban di BAZNAS Membantu Pemerataan Distribusi Daging

Salah satu masalah yang sering terjadi saat Iduladha adalah penumpukan distribusi daging di wilayah perkotaan. Sementara itu, banyak daerah pelosok justru jarang mendapatkan distribusi hewan kurban. Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang jarang diketahui masyarakat.

BAZNAS menghadirkan sistem distribusi yang lebih merata hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), daerah rawan pangan, hingga lokasi terdampak bencana. Dengan demikian, daging kurban benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam perspektif Islam, pemerataan ini sangat sesuai dengan semangat keadilan sosial. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ketika daging kurban sampai kepada saudara muslim yang jarang menikmati daging, maka nilai ibadah menjadi semakin besar.

Selain itu, program ini juga membantu mengurangi ketimpangan distribusi kurban yang selama ini hanya berpusat di kota-kota besar.

2. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memberdayakan Peternak Muslim

Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah dampak ekonomi dari ibadah kurban. Banyak orang hanya fokus pada penyembelihan dan pembagian daging, padahal kurban juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat istimewa. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari program Balai Ternak BAZNAS yang memberdayakan peternak mustahik di berbagai daerah.

Para peternak tidak hanya diberikan bantuan ternak, tetapi juga pendampingan usaha, pelatihan budidaya, hingga penguatan pemasaran. Dengan konsep ini, mustahik perlahan dapat bertransformasi menjadi muzaki.

Program seperti ini sangat sejalan dengan nilai Islam yang mendorong kemandirian ekonomi umat. Kurban bukan hanya ibadah sesaat, tetapi menjadi sarana mengangkat kesejahteraan masyarakat desa.

Bahkan, beberapa kelompok peternak binaan BAZNAS kini mampu memasok ratusan hewan kurban berkualitas setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa kurban dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis syariah.

3. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memiliki Dampak Jangka Panjang

Banyak orang menganggap manfaat kurban hanya berlangsung satu atau dua hari setelah Iduladha. Padahal, melalui pengelolaan yang baik, kurban dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa dirancang agar dampak kurban tidak berhenti pada distribusi daging saja. Hewan ternak berasal dari ekosistem pemberdayaan desa sehingga roda ekonomi terus berjalan.

Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang membedakannya dengan pola kurban konvensional. Setiap transaksi kurban turut membantu keberlangsungan usaha peternak kecil, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam Islam, amal terbaik adalah amal yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang. Oleh sebab itu, konsep kurban produktif seperti ini menjadi bentuk ibadah yang lebih luas manfaatnya.

4. Keutamaan Kurban di BAZNAS Memudahkan Umat Islam Beribadah

Di era digital, kemudahan akses menjadi kebutuhan penting. Banyak umat Islam memiliki keinginan berkurban, tetapi terkendala waktu dan akses pembelian hewan kurban.

Melalui berbagai kanal digital, BAZNAS memudahkan masyarakat untuk berkurban secara aman dan cepat. Pembayaran dapat dilakukan melalui website resmi, marketplace, fintech, hingga layanan perbankan digital.

Kemudahan ini menjadi salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat membantu masyarakat modern. Umat Islam tetap dapat menunaikan ibadah kurban meskipun memiliki aktivitas yang padat.

Selain itu, BAZNAS juga menyediakan pilihan kurban sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari domba standar hingga sapi dan kurban kaleng.

Kemudahan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip syariah.

5. Keutamaan Kurban di BAZNAS Aman Secara Syariat dan Profesional

Dalam beribadah, umat Islam tentu ingin memastikan bahwa kurban yang dilakukan sah secara syariat. Karena itu, transparansi dan profesionalitas pengelolaan menjadi hal yang sangat penting.

BAZNAS menerapkan prinsip pengelolaan yang disebut 3A, yaitu Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Ini menjadi salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang memberikan ketenangan bagi para pekurban. Hewan yang dipilih memenuhi standar syariat, proses distribusi dilakukan secara profesional, dan laporan pengelolaan dilakukan secara transparan.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai tata kelola kurban yang dititipkan kepada lembaga tersebut.

6. Keutamaan Kurban di BAZNAS Menjangkau Palestina dan Wilayah Bencana

Salah satu kelebihan luar biasa dari program kurban BAZNAS adalah jangkauan distribusinya yang luas, termasuk untuk saudara muslim di Palestina dan wilayah terdampak bencana.

BAZNAS memfasilitasi penyaluran kurban ke berbagai lokasi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Ini merupakan keutamaan kurban di BAZNAS yang sangat bernilai dari sisi ukhuwah Islamiyah. Ketika umat Islam di Indonesia berkurban, manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara muslim di daerah konflik maupun korban bencana.

Islam mengajarkan bahwa sesama muslim adalah saudara. Karena itu, membantu saudara yang sedang tertimpa musibah menjadi bagian dari implementasi nilai kurban yang sesungguhnya.

7. Keutamaan Kurban di BAZNAS Menghidupkan Syiar Islam

Kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga syiar Islam yang harus terus dihidupkan. BAZNAS aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kurban melalui berbagai kegiatan sosial dan dakwah.

Program seperti layanan konsultasi kurban, edukasi publik, hingga kegiatan sosial di ruang publik menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Islam.

Inilah salah satu keutamaan kurban di BAZNAS yang tidak banyak disadari. Kurban menjadi sarana dakwah yang menghadirkan nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada masyarakat luas.

Pada akhirnya, ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat. Melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis pemberdayaan, BAZNAS menghadirkan konsep kurban yang lebih luas dampaknya.

Berbagai keutamaan kurban di BAZNAS mulai dari pemerataan distribusi, pemberdayaan peternak desa, membantu wilayah bencana dan Palestina, hingga kemudahan layanan digital menunjukkan bahwa kurban dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata.

Sebagai muslim, tentu kita ingin ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa keberkahan yang luas bagi sesama. Karena itu, memahami keutamaan kurban di BAZNAS dapat menjadi pertimbangan penting dalam memilih sarana berkurban yang amanah, profesional, dan penuh manfaat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477Bank Lampung: 3800003031093BCA Syariah: 0660170101Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

22/05/2026 | Kontributor: Admin

Artikel Terbaru

Zakat Perusahaan sebagai Pengurang Penghasilan Wajib Pajak
Zakat Perusahaan sebagai Pengurang Penghasilan Wajib Pajak
Lampung -- Perusahaan sebagai entitas hukum dapat dikenai kewajiban zakat atas harta yang dimilikinya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan menunaikan zakat, perusahaan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Objek zakat perusahaan meliputi berbagai sumber pendapatan dan aset, seperti keuntungan usaha, simpanan, modal yang diputar, hingga hasil investasi yang halal. Jika total kekayaan bersih perusahaan telah mencapai nishab setara dengan 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Hal yang sama dalam Ijtima’ Majelis Ulama Indonesia (MUI) Komisi Fatwa Se Indonesia ke-7 Tentang Fikih Kontemporer memaparkan bahwa zakat perusahaan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan atas hasil usaha yang telah memenuhi ketentuan zakat yakni telah mencapai nisab (batas minimal zakat) sebesar 85 gram emas dan telah mencapai haul (satu tahun). Menunaikan zakat perusahaan merupakan bukti ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT juga bentuk rasa syukur atas nikmat diberikannya keuntungan dari hasil usaha. Landasan kewajiban menunaikan zakat perusahaan dilihat dari keumuman ayat qur’an tentang perintah zakat yakni pada Qur’an Surah At-Taubah ayat 103 dan Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 267 yang berarti : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka” (Q.S At-Taubah : 103). “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu…” (Q.S Al-Baqarah : 267). Adapun jika dilihat dari perspektif perundangan, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat menyebutkan bahwa perusahaan merupakan muzakki atau subjek zakat. Selain itu, Zakat Perusahaan juga diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019. Menunaikan zakat perusahaan dapat membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, yakni membantu mengurangi kemiskinan serta memberikan masa depan yang lebih berkah bagi perusahaan dan seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya. Selain itu, zakat perusahaan juga dapat menjadi pengurang penghasilan kena wajib pajak. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2010 serta Peraturan Menteri Keuangan No 254 Tahun 2010 bahwasanya zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi, dan atau oleh wajib pajak badan dalam negeri kepada Badan Amil Zakat Nasional atau Lembaga Amil Zakat yang disahkan oleh pemerintah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto yang bersangkutan. Sehingga penunaian zakat perusahaan selain merupakan kewajiban yang harus ditunaikan juga dapat bermanfaat pada perencanaan pajak (tax planning) perusahaan melalui penunaian zakat sebagai pengurang penghasilan kena wajib pajak. Sebaiknya zakat yang ditunaikan dibayar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga resmi yang diakui oleh pemerintah. Mari jadikan zakat perusahaan sebagai budaya korporasi yang melekat pada setiap langkah bisnis. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Provinsi Lampung, perusahaan tidak hanya mendapatkan keberkahan usaha, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Tunaikan zakat perusahaan Anda sekarang, karena keberkahan bisnis dimulai dari keberkahan harta. Langkah Menghitung Zakat Perusahaan Langkah yang perlu dilakukan pada saat menghitung zakat perusahaan, antara lain: Pertama: Menentukan tanggal tibanya haul: yaitu tanggal yang dipilih untuk menghitung zakat. Haul ini harus memiliki awal dan akhir, yang jarak waktunya adalah 12 bulan. Tanggal ini bisa ditentukan berdasarkan penanggalan hijriah ataupun masehi. Pada tanggal yang menjadi akhir dari satu haul, disiapkan transaksi penutup dan juga neraca laporan keuangan. Kedua: Menentukan dan mengukur harta zakat: yaitu analisis harta mana yang memenuhi syarat wajib zakat dan yang tidak. Adapun informasinya diambil dari kumpulan aset lancar yang ada di neraca umum atau di pusat keuangan. Ketiga: Menentukan dan mengukur liabiltas yang harus dibayarkan oleh perusahaan di akhir haul, yang tentunya harus dikurangi dari harta zakat sesuai dengn hukum, prinsip, dan dasar-dasar yang telah dijelaskan. Informasi ini diambil dari kumpulan kewajiban lancar (current liabilities) di laporan neraca umum atau di pusat keuangan. Keempat: Mengukur takaran (wi’a) zakat; dengan cara mengurangi semua liabilitas yang harus dibayar. Kelima: Menentukan dan mengukur jumlah nishab. Ijma’ para fuqaha klasik dan kontemporer jumlahnya setara dengan 85 gram emas murni, dinilai berdasarkan harga emas di pasar pada saat jatuhnya haul. Keenam: Menentukan persentase zakat, berupa jumlah yang diambil dari takaran zakat. Ijma’ para fuqaha klasik dan kontemporer jumlahnya adalah 2,5% berdasarkan penanggalan hijriah atau 2,575% berdasarkan penanggalan masehi. Ketujuh: Menghitung jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dengan cara mengalikan takaran zakat dengan persentase zakat dengan contoh : 2,5% x (aset lancar – hutang jangka pendek) Perusahaan PT Lampung Sumber Rezeki memiliki aset usaha senilai Rp2.000.000.000,- dengan hutang jangka pendek senilai Rp500.000.000,-. Jika harga emas saat ini Rp2.000.000,-/gram, maka nisab zakat senilai Rp170.000.000,-. Sehingga PT Lampung Sumber Rezeki sudah wajib zakat atas perusahaannya. Zakat perusahaan yang perlu ditunaikan sebesar 2,5% x (Rp2.000.000.000 – Rp500.000.000) = Rp37.500.000,-. (Tiga Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Bagaimana Cara Menunaikan Zakat Perusahaan: Ada berbagai cara untuk menunaikan zakat perusahaan. Pertama bisa menunaikan zakat langsung ke Kantor BAZNAS Provinsi Lampung, atau bisa ditunaikan secara transfer via rekening BAZNAS Provinsi Lampung. Nanti Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS Provinsi Lampung. Bukti setor inilah yang akan jadi bukti pengurang pajak. ***
ARTIKEL16/09/2025 | BL-01
Dunia Berdamai dari BAZNAS RI, Aplikasi Masjid, dan Transformasi Dakwah Digital
Dunia Berdamai dari BAZNAS RI, Aplikasi Masjid, dan Transformasi Dakwah Digital
TANGGAL 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional, sebuah momentum yang dideklarasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat cita-cita kemaslahatan dunia. Perdamaian tidak hanya berarti absennya konflik, tetapi juga hadirnya keadilan, kesejahteraan, dan keterlibatan semua pihak dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik. Dalam konteks ini, masjid sebagai pusat peradaban Islam memiliki peran strategis—bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai episentrum perdamaian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, potensi besar ini sering terkendala oleh masalah klasik: tata kelola administrasi yang manual, rendahnya transparansi keuangan, serta lambatnya diseminasi informasi. Di sinilah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir dengan sebuah terobosan visioner: Aplikasi Menara Masjid. Lebih dari sekadar alat digital, aplikasi ini adalah bagian dari gerakan transformasi dakwah modern yang mengedepankan nilai-nilai transparansi, partisipasi, dan perdamaian. Masjid bukan hanya sekadar bangunan tempat ibadah. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, masjid telah memainkan peran multidimensional yang mencakup aspek spiritual, sosial, strategis, dan kebudayaan. Di tengah tantangan global dan dinamika masyarakat modern, revitalisasi peran masjid menjadi sebuah keharusan—bukan hanya sebagai simbol religiusitas, tetapi sebagai epicentrum peradaban yang inklusif, progresif, dan solutif. Pertama, masjid berperan sebagai pusat pembinaan karakter dan mental unggul. Nabi Muhammad SAW tidak hanya membangun Masjid Nabawi sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai tempat pembinaan ukhuwah Islamiyah—menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar dalam ikatan akidah yang kuat. Kini, masjid harus mampu menjadi character building center yang melatih mental generasi muda melalui program-program kepemimpinan, pelatihan soft skill, dan pendalaman nilai-nilai etika universal. Dengan pendekatan yang adaptif terhadap psikologi modern dan metode pendidikan partisipatif, masjid dapat mencetak individu yang tidak hanya religius, tetapi juga berintegritas dan siap menghadapi kompleksitas zaman. Kedua, masjid berfungsi sebagai nerve center strategi kebijakan dan sosial. Sejarah mencatat, masjid berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pengambilan keputusan strategis—mulai dari perencanaan kebijakan publik hingga koordinasi ketahanan masyarakat. Piagam Madinah, yang dirumuskan Rasulullah SAW, adalah contoh nyata bagaimana masjid menjadi tempat perumusan kontrak sosial yang inklusif dan berkeadilan. Dalam konteks kekinian, masjid harus kembali mengambil peran sebagai public policy hub: tempat diskusi terbuka, perencanaan komunitas, advokasi isu sosial, bahkan mitigasi konflik. Dengan memanfaatkan teknologi dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, masjid dapat menjadi simpul governance yang transparan dan partisipatif. Ketiga, masjid merupakan episentrum dakwah modern yang memberdayakan. Dakwah tidak lagi cukup disampaikan melalui ceramah satu arah. Masjid harus bertransformasi menjadi pusat syiar Islam yang dinamis, relevan, dan solutif—sesuai dengan semangat rahmatan li al-‘alamin. Melalui platform digital, program pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, hingga edukasi literasi media, masjid dapat menjawab tantangan riil masyarakat. Dakwah kontemporer harus bersifat dialogis, inklusif, dan berbasis bukti—bukan sekadar retorika. Dengan demikian, masjid tidak hanya berbicara tentang akhirat, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi problematika duniawi. Agar masjid tidak terjebak dalam nostalgia masa lalu, diperlukan langkah-langkah terobosan seperti peningkatan kapasitas pengurus melalui pelatihan manajemen modern dan literasi digital, kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan komunitas untuk merancang program yang relevan dan terukur, integrasi teknologi dalam sistem komunikasi, pengelolaan keuangan, dan penyebaran konten dakwah, serta pembukaan ruang dialog antaragama dan antarbudaya untuk memperkuat peran masjid sebagai agen perdamaian. Dengan memaksimalkan ketiga peran utamanya—sebagai pusat pembinaan karakter, nerve center strategis, dan episentrum dakwah modern—masjid tidak hanya akan tetap relevan, tetapi juga menjadi lokomotif peradaban yang unggul dan manusiawi di abad ke-21. Transformasi Digital Masjid Masjid juga menjadi pusat pemikiran ekonomi dan kegiatan yang bertujuan untuk kemaslahatan umat seperti yang dilakukan beberapa masjid dan lembaga seperti Jogokariyan, BAZNAS Microfinance, perpustakaan masjid, pusat pelatihan wirausaha dan pusat pendampingan ekonomi duafa dan usaha mikro dan ultra mikro Sebagai lembaga filantropi Islam nasional, BAZNAS tidak hanya bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga aktif berinovasi untuk kemaslahatan umat. Aplikasi Menara Masjid—yang kini digunakan oleh lebih dari 11.000 masjid dan mushala di Indonesia—adalah bukti nyata komitmen tersebut. Aplikasi ini memudahkan pengurus masjid dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mengelola keuangan ZIS, menginventarisasi aset, mempublikasikan kegiatan, hingga membangun website masjid yang terintegrasi dengan mesin pencari. Tidak berhenti di situ, fitur-fitur yang tersedia juga memberdayakan marbot dan jamaah dengan akses informasi yang real-time dan transparan. Hal ini sejalan dengan prinsip "Aman Syari, Aman Regulasi, Aman NKRI" yang diusung BAZNAS. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga contoh tata kelola yang akuntabel dan partisipatif. Transformasi digital yang diusung BAZNAS melalui Aplikasi Menara Masjid juga merupakan bentuk dakwah kontemporer. Dakwah tidak lagi hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memudahkan, memberdayakan, dan membangun kepercayaan. Dalam perspektif yang lebih luas, langkah ini berkontribusi pada perdamaian dunia—karena transparansi dan keadilan ekonomi adalah pondasi dari masyarakat yang damai. Indonesia dengan lebih dari 800 ribu masjid dan mushala memiliki peluang besar untuk menjadi contoh global dalam pemanfaatan teknologi untuk perdamaian. Jika setiap masjid dapat dikelola secara digital, transparan, dan inklusif, maka masjid akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya membawa kesejahteraan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dunia internasional. BAZNAS telah memulai langkah nyata dengan mengintegrasikan Aplikasi Menara Masjid ke dalam sistem digital nasional melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Bahkan, ke depan, teknologi kecerdasan buatan (AI) akan dikembangkan untuk semakin memudahkan pengelolaan zakat dan perluasan dampak sosial. Berdasarkan data perangkat yang digunakan untuk mengakses, mayoritas “tayangan” berasal dari perangkat mobile dengan total 63,68 juta traffic dari sekitar 1,89 juta klik. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna lebih dominan mengakses melalui ponsel dibandingkan perangkat lainnya. Hasil survei nasional BAZNAS 2024-2025 menunjukkan 87% pengurus masjid merasa puas dengan aplikasi ini. Fitur yang paling banyak digunakan adalah pencatatan kas penerimaan dan pengeluaran, serta publikasi kegiatan masjid. Meski begitu, kendala teknis seperti keterbatasan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah dalam memperluas jangkauan layanan. Pada akhirnya, Aplikasi Menara Masjid bukan hanya tentang digitalisasi administrasi. Ia adalah representasi dari semangat baru dakwah Islam: inklusif, transformatif, dan berorientasi pada perdamaian. Melalui inovasi seperti ini, BAZNAS tidak hanya menguatkan peran zakat dalam negeri, tetapi juga menawarkan model pengelolaan masjid yang dapat diadopsi secara global—menjadikan Indonesia rujukan dunia dalam dakwah digital untuk perdamaian. Di Hari Perdamaian Internasional ini, mari bersama-sama mewujudkan perdamaian melalui tindakan nyata: memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama, memberdayakan komunitas, dan membangun tata kelola yang transparan. Karena perdamaian sejati dimulai dari keadilan dan kepercayaan. ***
ARTIKEL16/09/2025 | Penulis: Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, M.Ec, Ph.D
Ini Keutamaan Sedekah Jumat: Pahala Berlipat Ganda
Ini Keutamaan Sedekah Jumat: Pahala Berlipat Ganda
Lampung -- Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, ada keutamaan khusus dalam bersedekah pada hari Jumat. Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam, dikenal sebagai "sayyidul ayyam" atau penghulu segala hari. Pada hari ini, pahala setiap amalan baik, termasuk sedekah, dilipatgandakan. Berikut ini adalah pembahasan tentang keutamaan sedekah Jumat dan mengapa kita dianjurkan untuk melakukannya.1. Hari Penuh Keberkahan Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat..." (HR. Muslim).Pada hari ini, segala kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya lebih luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal sholeh.2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda Sedekah di hari apa pun sangat dianjurkan, tetapi bersedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri. Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan."Dalam kehidupan sehari-hari, memberikan sedekah pada hari Jumat akan menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.3. Sedekah Sebagai Bentuk Syukur atas Nikmat Allah Hari Jumat adalah saat yang tepat untuk merenungi nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sedekah menjadi salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang kita miliki kepada orang lain, kita menunjukkan kepedulian dan syukur kepada Allah."Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba: 39)Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, tidak akan mengurangi rezeki kita. Justru, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.4. Menghapus Dosa dan Kesalahan Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita mendapatkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan.5. Menambah Keberkahan Rezeki Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta." (HR. Muslim)Justru dengan bersedekah, terutama pada hari yang penuh berkah seperti Jumat, kita membuka jalan untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang ikhlas berbagi dengan sesama.6. Sedekah pada Hari Jumat sebagai Pengingat Kematian Hari Jumat juga merupakan hari yang istimewa karena berkaitan dengan kematian. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Jumat adalah hari terbaik untuk meninggal. Dengan bersedekah pada hari ini, kita dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk hari akhir. Amal kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, akan menjadi bekal yang bermanfaat setelah kematian."Setiap amal anak Adam akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim)Sedekah yang kita lakukan di hari Jumat akan terus mengalir pahalanya, terutama jika kita berpartisipasi dalam amal jariyah yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.7. Meningkatkan Kepedulian Sosial Sedekah bukan hanya mendatangkan keberkahan bagi yang bersedekah, tetapi juga membantu mengatasi masalah sosial. Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita ikut berperan dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan.8. Doa yang Terkabul di Hari Jumat Hari Jumat juga dikenal sebagai waktu di mana doa-doa dikabulkan. Dengan bersedekah, kita berharap agar Allah SWT mengabulkan doa-doa dan permohonan kita. Rasulullah SAW bersabda: "Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang jika seorang hamba muslim berdoa kepada Allah ketika itu, niscaya Allah akan mengabulkan doanya." (HR. Bukhari dan Muslim)Memanfaatkan momen ini dengan bersedekah dapat membuka peluang lebih besar untuk doa kita dikabulkan. Semoga artikel tentang sedekah Jumat ini dapat meningkatkan ketakwaan kita semua. Aamiin. ***
ARTIKEL11/09/2025 | BL-01
Puasa Senin dan Kamis, Rasakan Manfaatnya
Puasa Senin dan Kamis, Rasakan Manfaatnya
Lampung -- Ibadah puasa tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadhan. Umat Islam juga dapat melaksanakan puasa di hari biasa guna mendapatkan manfaat kesehatan dan spiritual, seperti puasa sunah Senin Kamis yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Manfaat puasa Senin Kamis sangat berlimpah, dari sisi kesehatan maupun spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda :"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa dalam kondisi berpuasa". (HR.Tarmidzi). Hari Senin dan Kamis dipilih karena Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari Kamis adalah hari saat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di peperangan Tabuk. Sebelum mengetahui manfaat puasa Senin Kamis, umat muslim diharuskan membaca niat terlebih dulu. Dalam fiqih Islam, semua ulama sepakat, bahwa tempatnya niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunah dengan tujuan membantu hati dalam menghadirkan niat. Doa Puasa Sunah Senin Kamis 1. Niat Puasa Hari Senin "Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Taala". 2. Niat Puasa Hari Kamis "Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala". Dengan melaksanakan puasa Senin Kamis secara teratur dapat memberikan banyak manfaat positif. Puasa sunah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga dapat menjadikan kita lebih disiplin dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, puasa Senin Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna. Berikut manfaat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari beberapa sumber : Manfaat Puasa Senin Kamis untuk Kesehatan 1. Menurunkan Kadar Lemak Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan begitu, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol. 2. Mengontrol Gula Darah Puasa membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi. Hal ini dapat menurunkan produksi insulin tubuh, dan hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. 3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Saat kita berpuasa, hormon adrenalin dan non-adrenalin sebagai cadangan energi dapat berkurang. Lemak akan dipakai oleh tubuh sebagai cadangan energi dan risiko aterosklerosis atau penyumbatan arteri akibat lemak dapat menurun. 4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan Puasa Senin Kamis, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mmencerna makanan. Dengan begitu fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya, sehingga terhindar dari penyakit seperti lambung, sembelit, dan diare. 5. Meremajakan Sel-Sel Kulit Saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi, sel-sel terkait dapat beristirahat, sehingga berdampak pada peremajaan kulit menjadi lebih kencang. 6. Menurunkan Berat Badan Puasa dapat membatasi asupan kalori harian, sehingga dapat menurunkan berat badan dan tubuh lebih sehat. Manfaat Puasa Senin Kamis secara Spiritual 1. Meningkatkan Ketaqwaan dan Keimanan Saat melaksanakan puasa Senin Kamis, kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT. Kualitas ibadah kita juga dapat meningkat karena saat berpuasa, kita akan memiliki keinginan untuk menambah amal baik kita. 2. Terhindar dari Godaan Setan Puasa Senin Kamis adalah cara ibadah terbaik untuk mencegah upaya setan mempengaruhi jiwa kita. Dengan niat yang sudah kita panjatkan pada Allah SWT, pengaruh-pengaruh setan dapat dihindari. 3. Menumbuhkan Kesabaran Salah satu manfaat dari puasa Senin Kamis adalah melatih kesabaran untuk mengendalikan diri dan hawa nafsunya. 4. Bersyukur Puasa Senin Kamis dapat membuat kita lebih pintar dalam menahan diri dan bersyukur akan nikmat serta anugerah. 5. Disiplin Kita harus bisa mendisiplinkan otak dan pikiran. Segala pemikiran yang buruk dapat membatalkan puasa kita. Allah SWT mengetahui segala bentuk perbuatan kita, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 6. Memperkuat Koneksi dengan Sesama Puasa juga membantu kita memahami pengalaman orang-orang yang kurang beruntung. Ini dapat mendorong kita untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Itulah beberapa manfaat kesehatan dan spiritual dari puasa Senin Kamis yang dapat kita ambil hikmahnya. ***
ARTIKEL11/09/2025 | BL-01
Sudahkah Anda Bersedekah, Ini Lima Keutamaannya
Sudahkah Anda Bersedekah, Ini Lima Keutamaannya
Lampung -- Sedekah berasal kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271 : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.(HR. At-Tirmidzi). Melihat ada banyak cara untuk berbuat baik dengan melakukan sedekah, rasanya tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Apalagi, jika mengetahui banyaknya manfaat dan keutamaan dari bersedekah. Berikut 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits 1. Pasti diganti dan dibalas dengan pahala dan harta yang berlipat ganda Keistimewaan dari bersedekah adalah mendapatkan limpahan pahala yang terus menerus mengalir walaupun ia telah mati, Amalan ini yang biasa kita kenal dengan amal jariyah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.” Allah SWT juga berjanji bahwa siapapun yang melakukan amalan kebaikan dengan melakukan sedekah maka akan ia lipat gandakan pahala kebaikannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 2. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 3. Sedekah sebagai penghapus dosa Orang yang banyak bersedekah maka ia seperti air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah. Dengan sedekah, Allah SWTakan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu dan menolak untuk bersedekah. Kita juga tidak pernah tahu, berapa besar dosa-dosa yang kita miliki. Untuk itulah, sedekah bisa menjadi salah satu amalan yang harus konsisten kita lakukan. Rasulullah Saw bersabda. “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi) 4. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.”(Muttafaqun ‘alaih) 5. Mendapat naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.”(HR Ahmad). Itulah lima keutamaan sedekah yang tentunya akan menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. (Baznas Kota Sukambumi/BL-01) ***
ARTIKEL10/09/2025 | BL-01
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →