Hijrah Nabi SAW: Awal Peradaban Islam dan Inspirasi Hijrah Hidup Lebih Baik
01/07/2026 | Penulis: MBL-01
Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung
HIJRAH Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan menjadi titik awal lahirnya masyarakat Islam yang mandiri, berlandaskan keadilan, persaudaraan, dan nilai-nilai syariat. Dari peristiwa inilah peradaban Islam mulai berkembang dan memberikan pengaruh besar hingga masa kini.
Latar Belakang Hijrah Nabi Muhammad SAW
Sebelum hijrah, Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai tekanan dari kaum Quraisy di Makkah. Dakwah Islam mendapat penolakan keras, mulai dari intimidasi, pemboikotan, hingga ancaman terhadap keselamatan kaum Muslimin.
Di tengah kondisi tersebut, Allah SWT memberikan izin kepada Rasulullah SAW untuk berhijrah ke Madinah, yang saat itu masih dikenal sebagai Yatsrib. Penduduk Madinah yang telah memeluk Islam menyambut baik kedatangan beliau dan berkomitmen memberikan perlindungan kepada Rasulullah SAW beserta para sahabat. Hijrah pun menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan dakwah sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang dapat menjalankan ajaran Islam secara lebih leluasa.
Titik Awal Peradaban Islam
Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW segera membangun fondasi kehidupan umat. Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah mendirikan Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah, sehingga tercipta masyarakat yang saling membantu tanpa membedakan asal-usul. Selain itu, Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah yang menjadi dasar kehidupan bersama bagi masyarakat yang beragam, dengan menjunjung tinggi keadilan, toleransi, serta kerja sama antarkelompok.
Dari Madinah, dakwah Islam berkembang semakin luas hingga melahirkan peradaban yang memberi kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pemerintahan, dan kehidupan sosial.
Peristiwa hijrah juga kemudian dijadikan sebagai titik awal penanggalan Kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Hingga kini, kalender tersebut menjadi acuan umat Islam dalam menentukan waktu berbagai ibadah, seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, pelaksanaan haji, hingga perhitungan haul zakat.
Hikmah di Balik Peristiwa Hijrah
Hijrah Rasulullah SAW mengandung banyak pelajaran yang tetap relevan dalam kehidupan saat ini. Peristiwa tersebut mengajarkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian, keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT, serta pentingnya ikhtiar yang disertai perencanaan yang matang.
Hijrah juga menunjukkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik memerlukan keberanian, pengorbanan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan. Selain itu, persaudaraan dan kepedulian sosial yang dibangun antara Muhajirin dan Anshar menjadi teladan bagi umat Islam dalam memperkuat solidaritas dan saling membantu.
Meneladani Semangat Hijrah di Masa Kini
Makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai proses memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud solidaritas sosial. Melalui kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, setiap Muslim turut menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus meneladani nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.
Momentum Tahun Baru Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap Muslim selalu memiliki kesempatan untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan meneladani perjuangan Rasulullah SAW, semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta menghadirkan manfaat bagi sesama melalui berbagai bentuk kepedulian dan kebaikan.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
Artikel Lainnya
Kapan Tabungan Wajib Dizakati? Simak Cara Menghitung Zakat dengan Benar
Zakat Saham dan Investasi: Kapan Wajib Dibayar dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Muharram: Saat Terbaik Menata Hati dan Memperbaiki Diri
Zakat Deposito: Kapan Wajib Dibayar dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Amalan di Bulan Safar yang Dianjurkan untuk Mendekatkan Diri kepada Allah
Freelancer Juga Wajib Berzakat? Begini Cara Menghitung Zakat Penghasilan dengan Benar
Hitung Zakat Maal Lebih Mudah dengan Kalkulator Zakat BAZNAS
Zakat di Bulan Safar, Bolehkah? Ini Penjelasan Menunaikannya!
Menyikapi Bulan Safar dengan Benar: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Amal Saleh
Mengenal Riba dalam Islam: Pengertian, Jenis, Hukum, dan Cara Menghindarinya
Anda ingin Jadi Orang Tua Sukses? Ini Cara Membangun Karakter Anak melalui Parenting Islami
Hikmah Bulan Safar: Momentum Perkuat Iman dan Meninggalkan Mitos
Hijrah di Bulan Muharram: Menata Iman, Menguatkan Amal
Harta Apa Saja Wajib Dizakati? Kenali Jenis dan Ketentuannya!
Simak Cara Menghitung Zakat Penghasilan ASN dan Pegawai BUMN!

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →