WhatsApp Icon

Memahami Bulan Safar dalam Islam: Menepis Mitos, Memperbanyak Amal Saleh

08/07/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Memahami Bulan Safar dalam Islam: Menepis Mitos, Memperbanyak Amal Saleh

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di sebagian masyarakat, bulan ini masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, seperti anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan atau musibah. Padahal, dalam ajaran Islam tidak terdapat dalil yang menyebutkan bahwa Safar adalah bulan yang buruk. Sebaliknya, Islam mengajarkan agar setiap Muslim memandang seluruh waktu sebagai ciptaan Allah SWT yang memiliki nilai sama, serta mengisinya dengan amal saleh dan ketakwaan.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa Allah SWT telah menetapkan jumlah bulan dalam setahun sebanyak dua belas bulan, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 36. Ketetapan ini menunjukkan bahwa setiap bulan, termasuk Safar, merupakan bagian dari tatanan yang telah Allah tetapkan sejak penciptaan langit dan bumi. Karena itu, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meyakini bahwa suatu bulan memiliki kesialan yang melekat padanya.

Pemahaman tersebut juga diperkuat oleh hadis Rasulullah SAW yang meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah. Beliau bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar, sebagaimana tidak ada kesialan yang berasal dari pertanda-pertanda tertentu. Hadis ini menjadi pengingat bahwa seorang Muslim harus menjaga kemurnian akidah dengan hanya bersandar kepada Allah SWT, serta tidak mempercayai mitos yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Meski tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana Ramadan atau bulan-bulan haram, Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah. Umat Islam dianjurkan untuk menjaga salat wajib, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, dan mengerjakan berbagai amalan sunah lainnya. Setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh balasan dari Allah SWT, tanpa dibatasi oleh bulan tertentu.

Dalam catatan sejarah Islam, bulan Safar juga menjadi bagian dari perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Beberapa ekspedisi dan aktivitas penting berlangsung pada bulan ini, yang menunjukkan bahwa Safar bukanlah waktu untuk berdiam diri karena rasa takut terhadap mitos. Sebaliknya, bulan ini menjadi bukti bahwa umat Islam tetap menjalankan berbagai aktivitas, berdakwah, dan berikhtiar dalam kehidupan sehari-hari.

Hakikat keistimewaan bulan Safar bukan terletak pada adanya amalan khusus atau keyakinan tertentu, melainkan pada kesempatan yang dimiliki setiap Muslim untuk terus memperbaiki diri. Safar menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta meninggalkan berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat.

Dengan memahami ajaran Islam secara benar, umat Islam dapat menjalani bulan Safar dengan penuh optimisme dan ketenangan. Daripada disibukkan dengan mitos yang tidak berdasar, lebih baik mengisi hari-hari di bulan ini dengan amal saleh, memperbanyak doa, mempererat kepedulian kepada sesama, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inilah sikap yang diajarkan Islam dalam menyambut setiap waktu yang telah Allah anugerahkan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →