Hijrah Rasulullah: Perjalanan Penuh Hikmah Jadi Tonggak Peradaban Islam
02/07/2026 | Penulis: MBL-01
Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung
HIJRAH Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan momentum penting yang mengubah arah dakwah Islam dan menjadi awal terbentuknya masyarakat Muslim yang mandiri. Bahkan, peristiwa ini kemudian dijadikan sebagai tonggak awal Kalender Hijriah karena sarat akan makna perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kebaikan.
Latar Belakang Hijrah Rasulullah SAW
Selama lebih dari sepuluh tahun berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai bentuk tekanan dari kaum Quraisy. Penolakan terhadap ajaran Islam diwujudkan melalui penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan terhadap kaum Muslim yang tetap teguh mempertahankan akidahnya.
Harapan baru muncul ketika sejumlah penduduk Yatsrib (kini Madinah) menerima dakwah Islam dan menyatakan kesediaan melindungi Rasulullah SAW melalui Baiat Aqabah yang berlangsung dalam dua tahap. Kesepakatan tersebut menjadi awal bagi Rasulullah SAW untuk memerintahkan para sahabat berhijrah secara bertahap, sebelum akhirnya beliau sendiri berangkat bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Perjalanan Hijrah yang Sarat Ujian
Hijrah menuju Madinah bukanlah perjalanan yang mudah. Kaum Quraisy bahkan menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang berhasil menangkap Rasulullah SAW, hidup ataupun mati.
Sebelum meninggalkan Makkah, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tetap tinggal sementara waktu guna mengembalikan barang-barang titipan milik masyarakat. Sikap ini menunjukkan bahwa amanah tetap harus dijaga, bahkan dalam situasi yang penuh ancaman.
Dalam perjalanan, Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah munculnya sarang laba-laba dan burung di mulut gua, sehingga para pengejar mengira tempat tersebut tidak mungkin dimasuki seseorang.
Setelah keadaan lebih aman, perjalanan dilanjutkan melalui jalur yang tidak biasa dengan dipandu Abdullah bin Uraiqith hingga akhirnya Rasulullah SAW tiba di Madinah dan disambut dengan penuh suka cita oleh penduduk setempat.
Awal Terbentuknya Masyarakat Islam di Madinah
Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah menandai dimulainya babak baru dalam perkembangan Islam. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.
Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah. Beliau juga mendirikan Masjid Nabawi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan sosial.
Selain itu, Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah, yaitu kesepakatan yang mengatur hubungan antarwarga dari berbagai suku dan agama demi menciptakan kehidupan yang damai dan tertib. Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi lahirnya pemerintahan Islam pertama yang terorganisasi.
Hijrah Menjadi Awal Kalender Hijriah
Meski hijrah terjadi pada masa Rasulullah SAW, penetapan peristiwa tersebut sebagai awal Kalender Hijriah baru dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Para sahabat memilih hijrah sebagai titik awal penanggalan Islam karena dianggap sebagai momen kebangkitan umat dan awal terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri.
Pilihan ini menunjukkan bahwa yang dijadikan tonggak sejarah bukan sekadar kelahiran atau wafat Rasulullah SAW, melainkan peristiwa yang membawa perubahan besar bagi perkembangan dakwah dan peradaban Islam.
Pelajaran Berharga dari Peristiwa Hijrah
Hijrah Rasulullah SAW menyimpan banyak hikmah yang tetap relevan bagi kehidupan umat Islam hingga saat ini.
Kesabaran dan strategi dalam menghadapi ujian
Rasulullah SAW menunjukkan bahwa menghadapi tantangan tidak cukup hanya dengan keberanian, tetapi juga memerlukan kesabaran, perencanaan yang matang, dan ikhtiar yang maksimal.
Berpegang teguh pada prinsip
Tekanan yang begitu besar tidak membuat Rasulullah SAW dan para sahabat mengorbankan keyakinan mereka. Hijrah menjadi bukti bahwa menjaga akidah adalah prioritas utama.
Menjaga amanah dalam segala keadaan
Permintaan Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang titipan mengajarkan bahwa amanah harus tetap ditunaikan, bahkan ketika berada dalam kondisi yang sulit.
Memperkuat persaudaraan dan solidaritas
Persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar menjadi teladan tentang pentingnya saling membantu tanpa memandang latar belakang. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat Islam.
Membangun peradaban melalui kebersamaan
Hijrah mengajarkan bahwa perubahan tidak hanya dimulai dari individu, tetapi juga melalui terbentuknya komunitas yang saling mendukung, memiliki aturan yang adil, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman kehidupan.
Makna Hijrah bagi Kehidupan Masa Kini
Saat ini, makna hijrah tidak lagi dipahami sebatas perpindahan tempat. Hijrah juga dimaknai sebagai proses meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Semangat hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, menjaga amanah, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi setiap Muslim untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Peristiwa hijrah Rasulullah SAW membuktikan bahwa perubahan besar selalu diawali dengan keimanan, kesabaran, dan usaha yang sungguh-sungguh. Dengan meneladani semangat hijrah, umat Islam diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang penuh keberkahan, keadilan, dan kepedulian.***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:
BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
Artikel Lainnya
Hikmah Bulan Safar: Momentum Perkuat Iman dan Meninggalkan Mitos
Muharram: Saat Terbaik Menata Hati dan Memperbaiki Diri
Mengenal Riba dalam Islam: Pengertian, Jenis, Hukum, dan Cara Menghindarinya
Menyambut Bulan Safar dengan Doa dan Optimisme kepada Allah
Hijrah Rasulullah SAW: Jejak Perjuangan dan Teladan Perubahan bagi Umat Islam
Menyikapi Bulan Safar dengan Benar: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Amal Saleh
Hijrah di Bulan Muharram: Menata Iman, Menguatkan Amal
Sejarah Kalender Hijriah: Jejak Kepemimpinan Umar bin Khattab Menyatukan Umat Islam
Kalender Hijriah dan Kiprah Umar: Awal Penanggalan Islam Bertahan Hingga Kini
Memahami Bulan Safar dalam Islam: Menepis Mitos, Memperbanyak Amal Saleh
Amalan di Bulan Safar yang Dianjurkan untuk Mendekatkan Diri kepada Allah
Kalkulator Zakat BAZNAS: Hitung Zakat Lebih Mudah dan Akurat!
Ini 10 Amalan Muharram Membuka Pintu Rezeki dan Mendatangkan Keberkahan
Muharam, Waktu Terbaik Memulai Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik
Zakat di Bulan Safar, Bolehkah? Ini Penjelasan Menunaikannya!

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →