WhatsApp Icon

BAZNAS dan Pemda Perkuat Sinergi untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

15/10/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS dan Pemda Perkuat Sinergi untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Dok. BAZNAS RI/Humas

JAKARTA -- Kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi tersebut perlu diperkuat melalui integrasi data, penyelarasan program, serta koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat dan bantuan pemerintah dapat saling melengkapi.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam diskusi Zakat Strategic Talks pada rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Agus Fatoni menegaskan bahwa BAZNAS dan pemerintah daerah memiliki tujuan yang sejalan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Karena itu, kerja sama keduanya perlu didukung penggunaan data yang terpadu serta penetapan sasaran penerima manfaat yang selaras.

“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni.

Menurutnya, koordinasi yang kuat dapat membantu memastikan program penyaluran zakat dan bantuan pemerintah berjalan secara efektif, menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta menghindari pemberian bantuan yang tumpang tindih.

Mendukung Prioritas Pembangunan

Dalam forum yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus membantu pelaksanaan prioritas pembangunan nasional.

Peran tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan ZIS yang terarah, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pungkas juga mengapresiasi sinergi BAZNAS dengan Bappenas, terutama dalam upaya mengintegrasikan data. Ia menyebut Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memberikan dukungan terhadap peran BAZNAS dalam pembangunan nasional.

“BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas.

Ia menambahkan, kontribusi BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian dari lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

Integrasi Data Muzaki dan Mustahik

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, Pungkas menekankan pentingnya integrasi data muzaki dan mustahik. Data yang terkelola dengan baik dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus memastikan program penyaluran zakat sesuai dengan kondisi penerima manfaat.

Pemanfaatan data sosial dan ekonomi juga diperlukan untuk menyelaraskan program ZIS dengan bantuan pemerintah. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan mengurangi risiko tumpang tindih ant program.

Menurut Pungkas, penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan yang berkelanjutan dapat memperbesar kontribusi zakat dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan.

“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi program zakat untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi turut mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi mereka dalam jangka panjang.

Zakat Strategic Talks Perkuat Sinergi Pembangunan

Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia”. Kegiatan ini dimoderatori oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A.

Forum tersebut turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.

Melalui diskusi ini, BAZNAS bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mendorong penguatan peran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) dalam mendukung pembangunan nasional.

Kolaborasi yang didukung integrasi data dan penyelarasan program diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran dana umat, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →