WhatsApp Icon

Tiga Amalan Sunah di Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam

12/07/2026  |  Penulis: MBL-01

Bagikan:URL telah tercopy
Tiga Amalan Sunah di Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam

Ilustrasi BAZNAS Provinsi Lampung

BULAN Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang kerap dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang masih meyakini bahwa Safar identik dengan kesialan atau menjadi waktu yang kurang baik untuk melangsungkan berbagai aktivitas penting, seperti menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita menjadikan Al-Qur'an dan hadis sahih sebagai pedoman dalam memahami setiap persoalan, termasuk mengenai Bulan Safar. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Setiap waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik dan dapat menjadi ladang pahala apabila diisi dengan amal saleh.

Meski tidak ada ibadah yang dikhususkan hanya untuk Bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk meluruskan pemahaman yang keliru tentang Bulan Safar sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.

Memahami Bulan Safar dalam Islam

Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriah. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa bulan ini membawa kesialan sehingga mereka enggan melakukan perjalanan atau mengadakan berbagai kegiatan penting.

Keyakinan tersebut kemudian diluruskan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:

"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada hantu, dan tidak ada kesialan pada Bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena pengaruh waktu atau bulan tertentu. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak seharusnya mempercayai mitos yang bertentangan dengan ajaran Islam.

1. Memperbanyak Puasa Sunah

Salah satu amalan yang dianjurkan selama Bulan Safar adalah memperbanyak puasa sunah. Ibadah ini dapat dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya, seperti:

- Puasa Senin dan Kamis.
- Puasa Ayyamul Bidh setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
- Puasa Daud bagi yang mampu menjalankannya.

Puasa sunah menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ibadah ini juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil dan melatih keikhlasan seorang hamba.

2. Memperbanyak Sedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk ketika memasuki Bulan Safar. Bentuk sedekah pun tidak terbatas pada harta. Memberikan makanan, membantu orang yang membutuhkan, menyumbangkan tenaga, hingga memberikan senyuman kepada sesama juga termasuk sedekah yang bernilai ibadah.

Melalui sedekah, seorang muslim dapat membersihkan hartanya, menumbuhkan rasa syukur, sekaligus menghadirkan manfaat bagi orang lain. Islam juga tidak mengenal adanya sedekah khusus sebagai penolak bala pada Bulan Safar. Namun, sedekah secara umum merupakan amal saleh yang memiliki keutamaan besar dan dianjurkan setiap saat.

3. Memperbanyak Zikir, Doa, dan Membaca Al-Qur'an

Menghidupkan hari-hari di Bulan Safar dengan zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Zikir dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan semakin mengingat kebesaran Allah SWT.

Beberapa zikir yang dapat diamalkan setiap hari antara lain:

- Istigfar.
- Tasbih.
- Tahmid.
- Takbir.
- Tahlil.
- Selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an akan semakin memperkuat hubungan seorang muslim dengan Allah SWT.

Bulan Safar Bukan Bulan Pembawa Sial

Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Dalam Islam, seluruh takdir berada di bawah kehendak Allah SWT. Tidak ada waktu atau bulan yang memiliki kekuatan untuk mendatangkan musibah dengan sendirinya.

Karena itu, umat Islam diajarkan untuk bertawakal kepada Allah SWT dan menjauhi segala bentuk tahayul maupun kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat. Menjadikan mitos sebagai dasar dalam mengambil keputusan dapat mengurangi kesempurnaan tauhid apabila diyakini memiliki pengaruh selain kehendak Allah SWT.

Hikmah Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Memperbanyak ibadah pada Bulan Safar memberikan banyak manfaat, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Di antaranya adalah memperkuat keimanan, meluruskan akidah, menambah pahala, menghadirkan ketenangan hati, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, Bulan Safar seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas diri, bukan justru dipenuhi rasa takut terhadap mitos yang tidak berdasar.

Hindari Mitos yang Bertentangan dengan Syariat

Masih dijumpai sebagian masyarakat yang mempercayai berbagai tradisi tanpa landasan agama, seperti menganggap Safar sebagai bulan sial, menunda pernikahan, enggan bepergian, atau melakukan ritual tertentu untuk menghindari musibah.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai pedoman dalam menyikapi Bulan Safar. Tidak ada alasan untuk menunda aktivitas atau merasa khawatir hanya karena memasuki bulan ini.

Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Beramal

Selain memperbanyak ibadah, Bulan Safar juga dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat, seperti mengikuti kajian keislaman, mempererat silaturahmi, membaca buku-buku Islam, membantu sesama, mengajarkan ilmu kepada keluarga, serta terus memperbaiki kualitas salat dan ibadah harian.

Pada dasarnya, tidak ada amalan khusus yang hanya disyariatkan untuk Bulan Safar. Namun, memperbanyak amal saleh pada bulan ini tetap menjadi anjuran sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. Puasa sunah, sedekah, serta memperbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an merupakan beberapa amalan yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keimanan dan meraih keberkahan.

Mari jadikan Bulan Safar sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meninggalkan berbagai mitos yang tidak sesuai dengan syariat, dan mengisi setiap hari dengan amal kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →