WhatsApp Icon
BAZNAS Hadir dalam Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Lampung

Lampung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi VIII DPR RI di Provinsi Lampung yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara DPR RI, kementerian/lembaga mitra kerja, pemerintah daerah, dan BAZNAS dalam memastikan berbagai program sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat berjalan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid tersebut mencakup tiga daerah, yakni Kabupaten Pesawaran, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Tengah. Selain menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah, Komisi VIII DPR RI melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan berbagai program yang menjadi mitra kerjanya, termasuk program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh BAZNAS.

Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut jajaran Pimpinan BAZNAS RI, yakni Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., serta H. Mochamad Agus Rofiudin selaku Pimpinan Ex-Officio Kementerian Keuangan RI, bersama BAZNAS Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wachid menegaskan bahwa penyaluran bantuan di bidang keagamaan, sosial, dan kebencanaan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dilaksanakan secara efisien, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan. Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah dan lembaga mitra kerja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan.

Pada momentum kunjungan kerja tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Lampung juga melaksanakan seremonial penyerahan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan total nilai Rp1.133.500.000. Program-program tersebut merupakan wujud optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk mendukung penguatan ekonomi umat dan ketahanan pangan masyarakat.

Di Kabupaten Pesawaran, BAZNAS menyerahkan Program Lumbung Pangan BAZNAS kepada Gapoktan Makarti Jaya senilai Rp483.500.000 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan Program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid kepada Masjid Baitul Iqror senilai Rp150.000.000 guna mendukung pengembangan usaha mikro berbasis masjid.

Sementara itu, di Kota Bandar Lampung, BAZNAS menyalurkan Program BUMi Masjid kepada Masjid Taqwa senilai Rp150.000.000. Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan dua Program BUMi Taklim, masing-masing kepada Aisyiyah senilai Rp100.000.000 dan Muslimat NU senilai Rp100.000.000. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi jamaah melalui kelompok-kelompok pengajian dan organisasi keagamaan perempuan.

Adapun di Kabupaten Lampung Tengah, BAZNAS kembali menyerahkan Program BUMi Masjid kepada Masjid Al-Anshor dengan nilai bantuan Rp150.000.000 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi produktif berbasis masjid.

Program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi produktif yang dikembangkan BAZNAS melalui lembaga keagamaan seperti masjid dan majelis taklim. Melalui program ini, masyarakat memperoleh akses pembiayaan usaha, pendampingan, serta penguatan kapasitas agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Sementara itu, Program Lumbung Pangan BAZNAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

BAZNAS berharap, sinergi yang terus terjalin dengan Komisi VIII DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat pengelolaan zakat nasional yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan demi terwujudnya kesejahteraan umat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. *** 

27/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS dan Kemenaker Buka Peluang Kerja di Jepang, Mustahik Raih Penghasilan Rp20 Juta

Jakarta -– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI terus memperkuat program pemberdayaan mustahik melalui pembukaan akses kerja ke luar negeri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program fasilitasi persiapan kerja di Jepang yang memberikan kesempatan bagi mustahik untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus penghasilan hingga Rp20 juta per bulan.

Program ini menjadi salah satu materi yang dibahas dalam BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau sekitar 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi dan bekerja sama dengan delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

"Dari 166 penerima manfaat, sebanyak 60 orang telah mulai menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang. Mereka ditempatkan di sejumlah sektor, seperti pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga industri lainnya, dengan penghasilan bersih berkisar antara Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," jelas Farid.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja dan peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Dampak positifnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi para peserta.

Farid menambahkan, BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dengan BAZNAS daerah maupun berbagai lembaga lainnya untuk memperluas jangkauan program serupa. Sinergi tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat maupun penyusunan skema pelatihan dan penyaluran tenaga kerja secara berkelanjutan.

"BAZNAS membuka peluang bagi BAZNAS Daerah maupun mitra lembaga lain untuk berbagi pengalaman, berkoordinasi dengan Disnaker setempat, atau membangun skema kolaborasi pelatihan dan penyerapan tenaga kerja pada masa mendatang," ujarnya.

Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kemnaker merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari intervensi BAZNAS pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan yang bertujuan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan hingga mampu bertransformasi menjadi muzaki yang kelak ikut berkontribusi melalui zakat.

Idy juga menegaskan bahwa seluruh program pemberdayaan BAZNAS dijalankan dengan amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat. Karena itu, setiap program dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

"Dengan hadirnya program ini, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya kalangan mustahik, memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Selain meningkatkan kesejahteraan peserta, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Indonesia," pungkasnya.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

22/07/2026 | Kontributor: Yuri
Perkuat Ekosistem Halal dan Ziswaf, Pemprov-KDEKS Susun RAD Ekonomi Syariah 2027

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Penyusunan RAD tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung yang digelar di Balai Keratun, Bandar Lampung, Selasa (21/7).

Rapat koordinasi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan Syariah KDEKS Provinsi Lampung, Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai mitra kerja yang turut mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi syariah nasional. Potensi tersebut didukung oleh posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional, berkembangnya sektor UMKM, jaringan pesantren yang luas, peluang ekspor komoditas unggulan, serta besarnya potensi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif.

Jihan menyebut, potensi ZISWAF produktif dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia pun memberikan apresiasi kepada BAZNAS dan seluruh lembaga pengelola wakaf yang terus menunjukkan kinerja positif dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan dana umat.

"Kita memiliki potensi besar dalam pembangunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif yang dapat menjadi instrumen pembiayaan pembangunan sosial secara berkelanjutan. Saya mengapresiasi BAZNAS dan seluruh lembaga wakaf yang terus bekerja secara optimal dengan dukungan Pak Gubernur serta seluruh kepala daerah di kabupaten dan kota. Alhamdulillah, BAZNAS juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai target kerja yang telah dicapai," ujar Jihan.

Meski demikian, Jihan mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Lampung. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah, tetapi juga dari keterhubungan seluruh rantai nilai ekonomi syariah.

"Ekosistem ekonomi syariah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya lembaga keuangan syariah saja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh rantai nilai saling berhubungan dan saling terintegrasi. Sertifikasi halal harus terus diperkuat, akses pembiayaan syariah harus semakin mudah dijangkau, literasi ekonomi syariah masyarakat perlu terus ditingkatkan, serta digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Melalui penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat berbagai aspek, mulai dari sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan literasi masyarakat, digitalisasi layanan, hingga pengembangan industri halal, pariwisata halal, dan pemberdayaan UMKM.

Optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Lampung. Pengelolaan ZISWAF yang produktif diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi Lampung juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026, salah satunya pada kategori The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KDEKS, Bank Indonesia, OJK, BAZNAS, perangkat daerah, dan berbagai mitra strategis lainnya, penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat daya saing daerah, memperluas inklusi ekonomi syariah, serta mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
 
a.n.Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
22/07/2026 | Kontributor: MBL-01
Zakat sebagai Tax Credit Menguat, BAZNAS Optimistis Perkuat Penerimaan Pajak dan Zakat

Jakarta – Wacana menjadikan zakat sebagai pengurang pajak secara langsung (tax credit) kembali mengemuka. Gagasan ini dinilai berpotensi memperkuat pengelolaan zakat nasional sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menunaikan zakat dan membayar pajak.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Jurnalisme Filantropi yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi VIII DPR RI, Yayasan Halaqoh Tadarus Al-Qur'an, dan Lazismu di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa zakat dan pajak bukanlah dua kewajiban yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan sistem zakat dan perpajakan secara lebih optimal. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga mendukung penanggulangan bencana.

Saat ini, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi telah diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction). Namun, Singgih menilai sudah saatnya Indonesia mulai mengkaji skema tax credit, yakni zakat menjadi pengurang langsung atas pajak yang terutang.

"Gagasan ini memiliki potensi besar untuk mendorong masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, tata kelolanya juga akan semakin akuntabel, transparan, dan profesional," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan kebijakan tersebut memerlukan kajian yang komprehensif. Berbagai aspek, mulai dari harmonisasi regulasi, integrasi sistem digital antara otoritas perpajakan dan BAZNAS, hingga dampaknya terhadap penerimaan negara, perlu dipersiapkan secara matang.

Karena itu, Singgih berharap kolaborasi antara pemerintah, DPR, akademisi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang realistis serta mudah diimplementasikan.

Tax Credit Berpotensi Kepatuhan Pajak dan Zakat

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan optimisme bahwa penerapan skema tax credit tidak akan menurunkan penerimaan pajak negara. Sebaliknya, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa kebijakan tersebut justru mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus kepatuhan wajib pajak.

Menurut Rizaludin, kekhawatiran bahwa tax credit akan mengurangi pendapatan negara sebenarnya telah lama muncul. Namun, hasil penelitian di negara lain, seperti Malaysia, menunjukkan bahwa penerimaan zakat dan pajak justru sama-sama mengalami peningkatan.

"Pengalaman di Malaysia menunjukkan bahwa ketika insentif zakat diperkuat melalui skema tax credit, penghimpunan zakat meningkat dan penerimaan pajak juga tetap tumbuh," jelasnya.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini masih menerapkan sistem tax deduction yang hanya mengurangi penghasilan kena pajak. Skema serupa juga diterapkan di beberapa negara seperti Kanada dan Inggris. Menurutnya, manfaat yang dirasakan masyarakat melalui sistem tersebut masih relatif terbatas karena tidak secara langsung mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Oleh sebab itu, BAZNAS memandang skema tax credit dapat menjadi insentif yang lebih menarik, terutama bagi korporasi maupun muzaki dengan nilai zakat yang besar.

"Daripada memperdebatkan kewajiban zakat melalui regulasi, akan lebih baik jika negara menghadirkan insentif yang mendorong masyarakat secara sukarela menunaikan zakat melalui lembaga resmi," ujar Rizaludin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai harmonisasi zakat dan pajak diperkirakan akan semakin relevan menjelang revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat pada 2027, sebagaimana amanat Mahkamah Konstitusi.

Sebagai langkah awal, BAZNAS mengusulkan agar skema tax credit diuji coba secara terbatas, salah satunya di Provinsi Aceh yang telah memiliki sistem pengelolaan zakat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus.

Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan media, BAZNAS berharap kebijakan tersebut dapat menjadi fondasi penguatan ekosistem filantropi Islam di Indonesia. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, skema tax credit juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus menghadirkan sistem insentif yang lebih adil bagi para muzaki.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

19/07/2026 | Kontributor: MBL-01
Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Pesawaran, Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis

Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Pesawaran terus memperluas layanan kesehatan dengan menghadirkan program edukasi dan pengobatan gratis bagi para santri di sejumlah pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pesantren.

Layanan kesehatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Riyadlatul Mubtadi, Kecamatan Way Lima, dan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ) Al-Muwwarah, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Dalam kegiatan ini, tim Rumah Sehat BAZNAS memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, khususnya terkait pencegahan penyakit kulit yang kerap terjadi di lingkungan asrama.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan para santri dan masyarakat pesantren.

“Edukasi dan layanan pengobatan gratis ini menjadi ikhtiar BAZNAS dalam membantu menjaga kesehatan santri serta mencegah penyebaran penyakit kulit menular di lingkungan pesantren,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Selain memberikan penyuluhan, tim medis Rumah Sehat BAZNAS juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyalurkan obat-obatan secara gratis kepada santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Idy berharap, penerapan PHBS secara konsisten dapat mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan pesantren sehingga para santri dapat menjalankan aktivitas belajar dan ibadah dengan lebih nyaman.

“Melalui edukasi dan layanan kesehatan ini, kami berharap para santri semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan asrama sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama,” tambahnya.

Hingga saat ini, BAZNAS telah menghadirkan 38 Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan. Dua di antaranya berupa layanan kesehatan bergerak melalui kapal yang melayani masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Talaud dan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, termasuk kesehatan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

19/07/2026 | Kontributor: MBL-01

Berita Terbaru

Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN Lampung dengan BAZNAS Lampung untuk Perkuat Kerjasama Program GENTING
Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN Lampung dengan BAZNAS Lampung untuk Perkuat Kerjasama Program GENTING
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Dr. Munawar Ibrahim S.kp., MPH., membangun kesepakatan dengan Ketua BAZNAS Provinsi Lampung DR. Drs. H. Iskandar Zulkarnain,M.H. untuk sukseskan Implementasi Program GENTING Tahun 2025. Jumlah keluarga di Provinsi Lampung saat ini sebanyak 2.302.623 keluarga. Dimana 1.443.031 keluarga merupakan kelompok sasaran. Pada kelompok sasaran ini terdapat 215.819 keluarga beresiko stunting. Sementara itu, yang menjadi target sasaran GENTING di Provinsi Lampung sebanyak 31.494 keluarga yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota. Untuk mensukseskan Program GENTING ini Kemendukbangga/BKKBN Lampung Bersama Baznas akan membuat MoA terkait upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung. Kepala Baznas Provinsi Lampung menyampaikan dukungan dan berkomitmen penuh untuk dapat kolaborasi dalam pencegahan stunting dengan segera mengatur pertemuan bersama ketua Baznas Kab/Kota se-Provinsi Lampung dan juga membentuk UPZ untuk penyaluran paket bantuan stunting sebagai tindak lanjut. Melaluai kerjasama ini diharapakan angka prevalensi stunting di Provinsi Lampung yang sebelumnya pada tahun 2023 sudah mencapai angka 14,9 %. dapat turun lebih signivikan lagi pada tahun ini.
BERITA05/02/2025 | admin
Baznas Bakal Bangun Perkampungan Indonesia di Palestina
Baznas Bakal Bangun Perkampungan Indonesia di Palestina
Badan Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi badan zakat yang paling aktif dalam menyalurkan bantuan ke Palestina. Bahkan rencananya BAZNAS akan membangun perkampungan Indonesia di wilayah Gaza. Info Penting: BAZNAS akan bangun perkampungan Indonesia di Palestina Perkampungan itu berisi bangunan fasilitas umum seperti rumah sakit, tempat ibadah, hingga tempat tinggal Dana terkumpul mencapai Rp330 miluar dari target Rp10 miliar Ketua BAZNAS RI, Prof KH Noor Achmad mengungkapkan, keinginan itu telah tersampaikan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Perkampungan itu berisi bangunan fasilitas umum seperti rumah sakit, tempat ibadah, hingga tempat tinggal. “Kami juga telah melaporkan ke Kemenlu untuk membangun perkampungan Indonesia yang ada masjid, rumah sakit, tempat tinggal, dan fasilitas umum lainnya,” ungkapnya. Hal itu terungkap saat menjadi narasumber di Podcast Lampung Post Update, Kamis, 30 Januari 2025. Dia menjelaskan, saat ini BAZNAS terus mengumpulkan dana untuk mengirimkan bantuan bagi masyarakat Palestina khususnya di wilayah Gaza. Dari target pengumpulan hanya Rp10 miliar, saat ini dana telah terkumpul hingga Rp330 M. “Rp120 Miliar sudah tersalurkan, sekarang masih terus terutama pascagenjatan senjata, penyaluran sudah mulai lancar masuk ke Palestina,” kata dia. Menurutnya, ada 45 kontainer bantuan dari BAZNAS yang saat ini sudah berada dalam antrean untuk masuk ke Gaza. Pihaknya memperkirakan semua bantuan itu sudah sampai sebelum bulan Ramadan. “Sebelum Ramadan dipastikan sudah sampai, kami upayakan jangan sampai saat bulan puasa masyarakat di sana kesulitan,” ujarnya. Tidak hanya itu, pihaknya merencanakan membangun dapur umum di wilayah Gaza saat bulan Ramadan. Hal tersebut untuk memastikan masyarakat Palestina bisa menjalani ibadah di Ramadan dengan tenang dan lancar.
BERITA30/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Rumah Sehat Baznas Pesawaran dapat Dukungan Penyediaan Tenaga Medis hingga Faskes dari Pemkab Pesawaran
Rumah Sehat Baznas Pesawaran dapat Dukungan Penyediaan Tenaga Medis hingga Faskes dari Pemkab Pesawaran
Pemerintah Kabupaten Pesawaran uberkomitmen terus mendukung Rumah Sehat Baznas (RSB) yang terletak di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedongtataan. Mulai dari tenaga medis sampai dengan fasilitas kesehatan (faskes). Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, saat ini di Lampung baru ada 2 RSB. Satu di Lampung Tengah dan satu lagi di Pesawaran. “Ini merupakan suatu berkah bagi masyarakat Pesawaran. Karena kita menjadi salah satu daerah yang menjadi pilihan Baznas RI untuk memiliki RSB. Hal itu karena Baznas Pesawaran dinilai mampu untuk mengelola RSB ini,” kata dia, Kamis, 30 Januari 2025. Dia berharap adanya RSB ini dapat membantu pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya yang ada di Pesawaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Hal ini juga tidak terlepas dari para dermawan yang telah membayarkan infak zakatnya melalui Baznas. Karena dari Baznas ini kembali lagi ke masyarakat yang ada di Pesawaran,” ujarnya. Saat ini, lanjutnya, RSB Pesawaran masih banyak kekurangan. Baik dari sumber daya manusianya maupun alat medisnya. Namun dia berjanji tidak lepas tangan begitu saja. Pemkab Pesawaran akan terus berupaya untuk membantu segala kebutuhan yang RSB Pesawaran perlukan. “Saya juga telah berbicara dengan Kepala Dinas Kesehatan, agar dalam rekrutmen tenaga medisnya harus yang baik. Supaya dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat maksimal. Sekalian saya juga ingin meminta kepada ketua Baznas RI untuk dapat membantu melengkapi fasilitas kesehatan di RSB ini,” katanya. Fasilitas Rawat Jalan Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Pesawaran, Abdul Hamid mengatakan, RSB merupakan program kerja yang menjadi pencanangan Baznas RI. Sementara Kabupaten Pesawaran pihak Baznas RI tunjuk untuk mengelola RSB. “Sebelum pemilihan daerah, Baznas RI telah melakukan penilaian dan memberikan berbagai persyaratan. Ahamdulillah Pesawaran dinilai mampu dan hari ini diresmikan secara langsung oleh ketua Baznas RI,” ujarnya. Dia mengatakan, RSB Pesawaran berdiri di tanah hibah dari Pemkab Pesawaran seluas 1.924 meter persegi. Bangunan RSB tersebut dengan persiapan kurang lebih 6 bulan. “Peletakan batu pertama RSB ini pada tanggal 31 Juli 2024. Alhamdulillah karena dukungan dari Pak Bupati, Januari 2025 ini pembangunannya sudah selesai. Dan hari ini peresmiannya,” ujar dia. “Saat ini RSB sudah bisa menerima pasien. Untuk di tahun pertama, kita melaksanakan rawat jalan dulu. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa melakukan rawat inap. Untuk fasilitas saat ini kita juga sudah memiliki ambulance dari Baznas RI. Sementara tenaga medisnya hasil rekrutmen. Saat ini kita baru mendapatkan tenaga medis dokter satu, perawat satu, bidan satu, dan apoteker satu,” katanya.
BERITA30/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Perluas Akses Kesehatan, Rumah Sehat Baznas Hadir di Pesawaran
Perluas Akses Kesehatan, Rumah Sehat Baznas Hadir di Pesawaran
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Desa SukaBanjar, Gedongtataan, Pesawaran Kamis, 30 Januari 2025. Klinik tersebut untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat khususnya para mustahik. Poin Penting: Baznas sudah mendirikan 30 Rumah Sehat Baznas di Indonesia Klinik pratama rawat jalan yang menyediakan 1 perawat, 1 dokter, 1 bidan, serta 1 unit ambulans Tidak ada kasir, hanya celengan untuk pasien yang ingin menyumbang seikhlasnya Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad mengungkapkan, hingga kini, terdapat 30 Rumah Sehat Baznas di seluruh Indonesia,. Sebanyak 23 RSB sudah berjalan dan beroperasi, dan 7 RSB lainnya dalam proses launching. Sampai Januari 2025, total sebanyak 362.690 jiwa lebih telah menerima manfaat dari layanan kesehatan Rumah Sehat Baznas di seluruh Indonesia yang telah beroperasi. Kehadiran RSB itu dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dari Baznas dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat mustahik. “Dengan adanya RSB Kabupaten Pesawaran ini, kami ingin agar mustahik dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” ungkapnya. Noor Achmad menambahkan, semua RSB hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, di antaranya pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, skrining kesehatan, khitanan massal, hingga operasi katarak. “Siapa pun yang memenuhi kriteria mustahik, akan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya,” kata dia. Menambahkan, Ketua Baznas Pesawaran Ahmad Hamid menyampaikan, terwujudnya RSB adalah hasil dari kerja sama antara Baznas dan pemerintah kabupaten. Hal itu menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat miskin guna memberikan layanan gratis kepada seluruh masyarakat. Klinik Rawat Jalan Sementara ini, RSB itu baru beroperasi sebagai klinik pratama rawat jalan. Pihaknya sudah menyediakan 1 perawat, 1 dokter, 1 bidan, serta 1 unit ambulans. “Sekarang baru tahap satu, baru untuk layanan rawat jalan, ke depan rencananya akan menjadi rawat inap,” jelasnya. Dia menegaskan, setiap mustahik akan mendapatkan pelayanan secara gratis alias tanpa pungutan biaya. Hal itu merupakan bentuk keseriusan Baznas dalam memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat. “Tidak ada kasir di sini, hanya akan kami adakan celengan saja, untuk kalau ada mau memberikan kontribusi seikhlasnya,” tambahnya.
BERITA30/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Setelah Hamas-Israel Gencatan Senjata Ini Jawaban BAZNAS RI untuk Bantu Rakyat Gaza!
Setelah Hamas-Israel Gencatan Senjata Ini Jawaban BAZNAS RI untuk Bantu Rakyat Gaza!
Lampung, 29 Januari 2025 - Dalam sebuah perkembangan yang menggembirakan, Pejuang Hamas dan Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan ini menjadi titik awal bagi rehabilitasi dan rekonstruksi di Gaza. Langkah penting ini melibatkan kerjasama BAZNAS dengan lembaga-lembaga dari Yordania dan Mesir untuk memfokuskan upaya pada perbaikan Masjid, Rumah Sakit, dan Sekolah yang rusak akibat konflik. Sebuah dana sebesar 340 Miliar akan dialokasikan untuk mendukung program tersebut. Dalam program Lampung Post Update kali ini, Pemimpin BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, Muhamad Nadratuzzaman Hosen, menyampaikan bahwa “Kerja besar BAZNAS untuk Palestina harus tetap dilanjutkan, amanah dana sudah ada dan harus tepat sasaran serta sukses”. Ujarnya. BAZNAS akan terus berupaya agar bantuan yang diberikan bisa benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Dialog yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post, Abdul Gafur, ini juga menggali lebih dalam tentang kontribusi Indonesia dalam membantu Palestina. Salah satu inisiatif penting adalah program zakat yang diperkenalkan oleh BAZNAS. Untuk mendukung peran aktif anak muda, BAZNAS memfokuskan pada pemberian beasiswa, dari tingkat sekolah hingga kuliah S1, S2, dan S3. Program ini bertujuan untuk menjadikan generasi muda sebagai muzakki (pemberi zakat) yang kelak akan terus mendukung perkembangan BAZNAS. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk magang dan terlibat langsung dalam kegiatan amil zakat, memperkenalkan mereka lebih jauh pada dunia filantropi dan zakat di era digital. Berkat kontribusi besar ini, harapan BAZNAS adalah agar generasi muda turut serta dalam membantu membangun ekosistem zakat yang lebih kuat dan lebih efektif. Dengan adanya gencatan senjata ini, saatnya bagi seluruh warga dunia, termasuk Indonesia, untuk berperan aktif dalam membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina dan mempercepat pemulihan Gaza.
BERITA29/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Sambut Baik Pengukuhan Pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung
Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Sambut Baik Pengukuhan Pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik pengukuhan Pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung dan mendorong agar terus melakukan penguatan tata kelola Zakat, Infak, Sedekah (ZIS). Sementara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, serta dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D., di Islamic Center Provinsi Lampung, Kamis (23/1/2025). Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor. G/869/B.02/HK/2024 tentang pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung Periode 2024-2027. Susunan pengurus tersebut yakni: Ketua, Iskandar Zulkarnain; Wakil Ketua I, Asep Abdul Basit; Wakil Ketua II, Komarunizar; Wakil Ketua III, Indriani Dewi Avitoningsih; dan Wakil Ketua IV Luqmanul Hakim. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D., mengucapkan selamat dan menyambut baik pengukuhan tersebut. Nadratuzzaman juga berpesan kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung yang sudah dikukuhkan agar selalu menerapkan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam mengelola zakat. "Pengelolaan zakat yang baik tidak hanya mendukung pemberdayaan ekonomi umat, tetapi juga bersama-sama menjaga integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam setiap langkah," ucapnya. Lebih lanjut Nadratuzzaman juga menekankan, dengan pengukuhan ini konsolidasi internal dan external BAZNAS Provinsi dapat dilakukan sebaik-baiknya agar tata kelola BAZNAS Provinsi Lampung semakin baik dan membuat kepercayaan masyarakat semakin meningkat, yang pada gilirannya pengumpulan dana zakat semakin menigkat. Nadratuzzaman juga berharap, “Pengurus BAZNAS Provinsi Lampung dapat terus berinovasi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat. Kami percaya bahwa kepemimpinan baru ini mampu membawa BAZNAS Lampung ke arah yang lebih maju dan berdampak besar bagi masyarakat.” Sementara itu, Pj. Gubernur Lampung, Samsudin mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung yang baru saja dilantik. Pengukuhan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kelembagaan BAZNAS Provinsi Lampung. “Saya percaya Pak Iskandar beserta para wakilnya adalah SDM yang profesional. Mumpuni untuk mengelola BAZNAS ini dengan sebaik-baiknya. Pemerintah Provinsi Lampung berterima kasih kepada BAZNAS yang telah melakukan karya selama ini. Semoga kepengurusan ini bermanfaat untuk masyarakat Lampung,” ujar Samsudin. Selanjutnya pihaknya juga mengatakan akan berkolaborasi dengan apa yang akan menjadi program BAZNAS ke depan. Karena BAZNAS ini adalah lembaga pemerintah, harus mampu merangkul masyarakat dan mengajak masyarakat. Terlebih untuk berpartisipasi menyalurkan zakat, infak, sedekahnya.
BERITA23/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Salurkan Bantuan Logistik di Lokasi Terdampak Banjir Kelurahan Bakung, Teluk Betung Barat
Salurkan Bantuan Logistik di Lokasi Terdampak Banjir Kelurahan Bakung, Teluk Betung Barat
Kelurahan Bakung, Teluk Betung Barat, 18 Januari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, pada Sabtu, 18 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir serta melakukan peninjauan dan monitoring situasi di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Lampung menyalurkan bantuan logistik berupa 150 porsi makanan siap saji kepada warga yang terdampak. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana banjir. Kegiatan ini juga menjadi upaya BAZNAS untuk memperoleh informasi yang lebih akurat di lapangan, guna mengambil langkah-langkah yang tepat dan terukur dalam memberikan bantuan selanjutnya. Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mendekatkan diri langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami turun langsung untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran, sekaligus memantau kondisi di lapangan agar dapat segera mengambil tindakan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Komarunizar Ketua BAZNAS Provinsi Lampung. BAZNAS Provinsi Lampung terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dan mendukung pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana, serta berharap agar semua pihak dapat saling bergotong royong dalam menghadapi musibah ini.
BERITA18/01/2025 | Admin PKL UIN RIL 2025
Tingkatkan Kesehatan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Lampung Tengah
Tingkatkan Kesehatan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Lampung Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, untuk membantu meningkatkan kesehatan mustahik dan masyarakat kurang mampu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman, M.S. M.Ec,. Ph.D, menyampaikan, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, salah satunya di bidang kesehatan. "Dengan hadirnya Rumah Sehat BAZNAS, kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu, khususnya para mustahik," ujar Prof Nadra, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/12/2024). Prof. Nadra berharap tingkat kesadaran masyarakat, pemerintah daerah, maupun swasta seperti perusahaan dan pelaku usaha di Lampung Tengah dapat mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. “RSB ini dapat menjadi satu fasilitas lebih, selain kesehatan, juga untuk pengembangan sektor ekonomi melalui pembinaan UMKM, di mana ditunjang dengan masyarakat sehat akan meningkatkan SDM yang produktif," katanya. Sebelumnya, peresmian gedung RSB telah dilakukan oleh Pimpinan BAZNAS RI yang juga Koordinator Wilayah Lampung Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman, M.S. M.Ec,. Ph.D, didampingi Ketua BAZNAS Lampung Tengah, Drs. H. Bustami, MT., Sekda Kusuma Riadi, dan Bupati Terpilih, I Komang Koheri, pada Kamis (17/12/2024), di Lampung. Sementara itu, Ketua BAZNAS Lampung Tengah, Drs. H. Bustami, MT., menambahkan, guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, Rumah Sehat BAZNAS siap membuka pelayanan rawat inap dengan membangun ruang rawat. “Secara bertahap, di samping akan ada pengembangan ruang rawat inap, RSB Lamteng juga perlu dilengkapi dengan penambahan fasilitas klinik gigi dari paramedis, baik dokter spesialis maupun perawat,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Sekda Lampung Tengah, Kusuma Riadi menegaskan komitmen dari Pemkab Lamteng dalam mendukung program-program BAZNAS, termasuk dalam bidang kesehatan. ”Usaha menggalakan pegawai Pemkab Lamteng untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS terus meningkat. Dari sebelumnya hasil zakat terkumpul dari Rp100 juta, kini meningkat sampai Rp800 juta perbulan,” katanya.
BERITA23/12/2024 | admin
Kolaborasi Kemensos dan BAZNAS Dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Kolaborasi Kemensos dan BAZNAS Dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Kunjungan Menteri Sosial RI Saefullah Yusuf dalam Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024 digelar di Kabupaten Pringsewu di Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, juga di desa Bumi Arum Kecamatan Pringsewu, pada Jumat (20/12/2024). Peringatan HKSN 2024 di Pringsewu Lampung ini, diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti Kerja bakti bersama masyarakat dan pilar sosial, Penyerahan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Wisuda graduasi bagi 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Peninjauan layanan di Puskessos Madani Margodadi. Sebelum penyerahan bantuan sosial di Pekon Bumi Arum kecamatan pringsewu, Mensos juga mengunjungi Kantor Pos Pringsewu untuk meninjau penyaluran bantuan sosial dan pelayanan kesehatan bagi 150 KPM. Beliau menyerahkan bantuan sosial secara simbolis, Penyerahan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), menggelar prosesi sesambitan (berbalas pantun), berinteraksi lebih dekat dengan warga, dan mengikuti cuak mengan (makan bersama). Dalam kesempatan tersebut, salah seorang mustahik penerima Manfaat bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak huni (RTLH), merasa terharu dan bersyukur, karena menurutnya dia dan keluarga tidak akan tinggal lagi di rumah yang kalau hujan kebocoran dan kurang sehat, karena ventalasi pengaturan udara dan sinar matahari tidak masuk kerumahnya. “Kami bersyukur kepada bapak Mensos Saefullah Yusuf dan Badan Amil Zakaat Nasional (BAZNAS) yang sudah membantu kehidupan kami lebih baik,” ucapnya. Di lain kesempatan, Ketua Baznas Provinsi Lampung Komarunizar, M.PdI, menyampaikan bahwa komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, untuk terus mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, mensejahtrakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sebagai bentuk solidaritas kesetiakawanan sosial antar sesama. Baik dalam bidang sosial kemanusiaan, bidang dakwah dan pendidikan, bidang kesehatan dan bidang peningkatan sumber daya manusia. “Di akhir tahun 2024 ini, implementasi program Baznas telah berjalan sesuai dengan rencana kerja, seperti penyerahan bantuan modal usaha melalui program Baznas Microfanance Masjid (BMM) di Masjid Islamic Center Ar Royyan Kabupaten pesawaran (16/12/2024), peresmian Rumah Sehat Baznas di Kabupaten Lampung Tengah (19/12/2024), Pemberian Bantuan Dampak banjir Rob di Kabupaten Tulang Bawang (19/12/2024) serta Realisasi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Baznas, di Kabupaten/kota se-provinsi Lampung,” ungkap Komarunizar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, tetap eksis dan optimal membantu masyarakat, karena kepercayaan para Muzaki (orang yang gemar berzakat) dan Munfiq (orang yang rajin Infaq sedekah), dalam mengamanahkan rezekinya untuk disalurkan melalui Lembaga ini. Dengan konsep layanan terpercaya, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
BERITA22/12/2024 | Admin PKL UIN RIL 2025
Himarsekap Itera Gelar Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina dalam Rangka PRIMULA 2024
Himarsekap Itera Gelar Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina dalam Rangka PRIMULA 2024
Bandar Lampung, 22 Desember 2024 – Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap Itera (Himarsekap Itera) menggelar aksi penggalangan dana infak kemanusiaan untuk Palestina sebagai bagian dari acara puncak PRIMULA 2024. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung untuk disalurkan kepada yang membutuhkan di Palestina. Acara penyerahan dana berlangsung di aula GKU 1 Itera pada tanggal 22 Desember 2024. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa Arsitektur Lanskap Itera terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, M.Pd.I., menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Himarsekap Itera. "Kami sangat menyambut baik inisiatif ini dan kami akan meneruskan ke BAZNAS Pusat agar bisa disalurkan ke saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya. BAZNAS Provinsi Lampung dipilih sebagai lembaga yang dipercaya untuk menampung dan menyalurkan donasi ini. Mekanisme penyalurannya akan dikoordinasikan dengan BAZNAS Pusat untuk memastikan bantuan sampai dengan baik dan efektif.
BERITA22/12/2024 | admin
BAZNAS Lampung Bantu 1 Ton Beras Korban Banjir Rob Kabupaten Tulangbawang
BAZNAS Lampung Bantu 1 Ton Beras Korban Banjir Rob Kabupaten Tulangbawang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menyerahkan bantuan 1 ton beras untuk korban banjir rob kabupaten Tulangbawang Lampung yang terjadi pada Jumat 13 Desember 2024 lalu. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (19/12/2024), bersamaan dengan acara Peresmian Gedung Rumah Sehat Baznas di Kabupaten Lampung Tengah. Peristiwa Banjir Rob di Kabupaten Tulangbawang Lampung Jumat lalu dipicu oleh kenaikan pasang air laut yang diperparah dengan jebolnya tanggul sepanjang 300 meter di Kecamatan Dente Teladas. Berdasarkan laporan BNPB sebanyak 1.613 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.452 terdampak dan 1.613 rumah ikut terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi Desa Bratasena Adiwarna, Bratasena Mandiri, Sungai Burung, Pasiran Jaya, Mahabang, Sungai Nibung, Kuala Teladas, Teladas, Kekatung, dan Way Dente di Kecamatan Dente Teladas, Selain itu banjir juga merendam empat desa di kecamatan Rawa Jitu Timur, yaitu Bumi Dipasena Agung, Bumi Dipasena Utama, Bumi Dipasena Sentosa dan Bumi Dipasena Jaya. Penyerahan 1 ton beras dari Baznas Provinsi Lampung untuk korban banjir tersebut, secara simbolis diserahkan oleh pimpinan Baznas RI bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Dr. Nadratuzzaman Hosen yang juga hadir dalam acara peresmian Rumah Sehat Baznas (RSB) di Lampung Tengah, di dampingi ketua Baznas Provinsi Lampung, Komarunizar, M.PdI, kepada Ketua Baznas Kabupaten Tulang Bawang Gus Zaenul Mustofa. Prof Nadratuzzaman mengharapkan semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban banjir, karena bencana banjir sering kali menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting, seperti air bersih, listrik, dan akses ke makanan. Penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan sanitasi, jadi salah satu yang dibutuhkan para penyintas bencana saat ini. Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Lampung Komarunizar mengatakan, bahwa untuk membantu korban banjir, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulangbawang, bersama dengan pemerintah daerah setempat aktif membantu para korban banjir dan menyalurkan bantuan makanan (Sembako). Bantuan dimulai segera setelah banjir melanda, karena banyak rumah warga yang tergenang air hingga lumpur, sehingga mereka tidak dapat melakukan aktivitas. “Langkah ini diambil untuk mencegah kelaparan dan memastikan bahwa para korban mendapatkan asupan nutrisi yang cukup hingga situasi membaik dan mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Bantuan ini tidak hanya memberikan dukungan fisik berupa makanan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi warga yang terkena musibah untuk segera pulih dan kembali ke kehidupan normal mereka,” ungkapnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki (orang yang berzakat) dan munfiq (orang yang gemar berinfaq sedekah) yang telah mempercayakan pembayaran zakat, Infaq dan sedekahnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung. Kontribusi para dermawan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan terutama yang terdampak banjir,” tambah Komarunizar. Dukungan para dermawan tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit. Kami Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Lampung berharap, dengan keberlanjutan zakat dan infak dari para muzaki dan munfiq, kami dapat terus membantu dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/12/2024 | Admin PKL UIN RIL 2025
BAZNAS Lampung Hadiri Apel Rakornas Tanggap Bencana dan Rumah Sehat Baznas di Semarang
BAZNAS Lampung Hadiri Apel Rakornas Tanggap Bencana dan Rumah Sehat Baznas di Semarang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Se-Provinsi Lampung berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) yang diselenggarakan BAZNAS RI. Kegiatan tersebut diadakan di Semarang, pada Jumat 13 s/d 15 Desember 2024. Pembukaan acara dilakukan Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Simpang Lima Semarang, yang dipimpin Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Delegasi Peserta Baznas Provinsi Lampung yang Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua BAZNAS Lampung Komarunizar, S.Ag. M.Pd.I, serta para Pimpinan Baznas Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka langsung Rakornas sekaligus menjadi pemimpin upacara dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana tersebut. Dalam sambutannya, Wapres Gibran mengucapkan terima kasih atas peran dan kontribusi aktif BAZNAS selama ini menghimpun serta menyalurkan zakat, infaq dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk bagi penanganan dan pencegahan bencana. Wapres menekankan akan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, tranparan dan akuntabel yang digunakan untuk penanggulangan bencana sehingga dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik dan masyarakat. Sedangkan Ketua Umum Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad dalam sambutannya mengatakan bahwa, Rakornas kali ini bentuk komitmen BAZNAS dalam mengkoordinasikan setiap kebijakan kepada BAZNAS se-Indonesia, untuk siap siaga dalam penanggulangan bencana, agar lebih profesional. Kegiatan ini merupakan bagian dari masukan masyarakat agar di bentuk relawan kebencanaan di BAZNAS agar sedekah masyarakat khususnya dalam kebencanaan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan cepat. Di lain kesempatan Ketua Baznas Provinsi Lampung, Komarunizar, S.Ag. M.Pd.I mengatakan, akan pentingnya Rakornas dalam kesiapsiagaan Bencana, apalagi Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki potensi resiko terjadinya bencana. Rakornas BTB dan RSB kali ini memiliki goals untuk menyusun strategi penanganan Bencana dan nantinya akan diterjemahkan menjadi program daerah di tingkat propinsi serta Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Komarunizar menekankan, setiap pimpinan Baznas di daerah harus memetakan dan memahami potensi bencana di daerah masing-masing, agar gerakan pertolongan terhadap korban bencana segera dapat dilaksanakan dengan baik, cepat dan tepat sasaran. Selain itu, meminta support kepada Baznas RI dan penentu kebijakan agar membantu sarana dan prasana kebencanaan BAZNAS Provinsi Lampung.
BERITA18/12/2024 | admin
BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan Microfinance Masjid Kepada 37 UMKM
BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan Microfinance Masjid Kepada 37 UMKM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menyalurkan bantuan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) kepada 37 pelaku UMKM yang berlokasi di Masjid Ar-Rayyan Islamic Center Pesawaran pada Senin, (16/12/2024). Bantuan modal tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sunyoto, Ketua BAZNAS Pesawaran Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, M.Pd.I., serta tamu undangan lainnya. BAZNAS Microfinance Masjid merupakan layanan keuangan mikro berbasis masjid yang diprogramkan oleh BAZNAS RI dengan tujuan mensyiarkan gerakan cinta zakat melalui pembiayaan mikro berbasis masjid, sekaligus mengoptimalkan fungsi masjid dalam kerangka pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi pembiayaan mikro dengan BAZNAS. Bantuan modal tersebut sudah diterima oleh masing-masing UMKM melalui rekening pada 26 November 2024 dengan besaran Rp2.000.000 - 3.000.000/UMKM yang disesuaikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh tim survei. Ketua BAZNAS Pesawaran Hamid, dalam sambutannya mengatakan program ini diharapkan menjadi salah satu solusi masalah keumatan, mulai dari masalah ekonomi, pekerjaan hingga masalah pengembangan usaha masyarakat. Termasuk menjalankan fungsi Masjid dalam pengembangan ekonomi umat guna menciptakan pendapatan masyarakat yang lebih stabil. Hamid menyebut bahwa program ini sudah dilakukan di seluruh Provinsi di Indonesia. Sementara untuk Provinsi Lampung BMM direalisasikan di dua wilayah yaitu Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung. "Alhamdulillah hari ini kita sudah diluncurkan duluan, dari 37 binaan ini, mereka akan menyerahkan sedikit infaqnya kepada BAZNAS," ujarnya. Sementara itu, Bupati Dendi Ramadhona dalam sambutannya berharap agar bantuan modal yang diberikan mampu mendorong kesejahteraan bagi pelaku usaha di sekitar masjid. Untuk itu Bupati Dendi berpesan agar para penerima manfaat dapat lebih kreatif dan memaksimalkan dengan baik bantuan permodalan yang diberikan. "Pesan saya jangan digunakan untuk belanja yang konsumtif, dana ini harus dipakai untuk meningkatkan produktifitas kita dalam berdagang. Tujuannya merangsang untuk bisa lebih maju dalam berniaga," kata Bupati Dendi. Respon positif Program BAZNAS Microfinance Masjid pun datang dari masyarakat. Salah satu pelaku usaha penerima bantuan, Nouval menyambut baik dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran atas kepedulian yang diberikan kepada para pelaku usaha. Nouval yang merupakan penjaga wahana permainan anak ini sudah menggeluti usahanya di sekitaran Masjid Agung Islamic Center sejak 2015 silam. Ia mengaku senang dan berencana akan mengembangkan usahanya dengan modal yang telah didapatkan. "Pastinya senang karena bisa mengembangkan lagi untuk usaha kita. Semoga ke depan lebih ramai dan banyak lagi pengunjung yang datang," ujarnya.
BERITA16/12/2024 | admin
Para Muzaki dan Munfiq Pahlawan Kemanusiaan, oleh : H. Komarunizar, S.Ag, MPd.I
Para Muzaki dan Munfiq Pahlawan Kemanusiaan, oleh : H. Komarunizar, S.Ag, MPd.I
Istilah Muzaki dan Munfiq, masih terasa asing kita dengar, karena kedua kata ini diambil dari kosa kasa Bahasa Arab. Muzaki artinya orang yang gemar membayar zakat, sedangkan Munfiq artinya orang yang rajin berinfaq, sedekah. Bulan November, dalam proses perjalanan perjuangan sejarah bangsa Indonesia disebut bulan pahlawan, karena 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan berdasarkan surat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Kata pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata pahala, dan berakhiran wan, pahalawan. Ada juga yang memaknai “Pahlawan” adalah sebutan bagi mereka yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara. Dalam ARSIP (Media Kearsipan Nasional): Nilai-Nilai Kepahlawanan (2014) yang diterbitkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia, ada beberapa nilai yang harus dimiliki seorang pahlawan, yakni: Rela Berkorban; Mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi; Ikhlas dan tanpa pamrih; dan cinta tanah air; Para Muzaki dan Munfiq memiliki nilai kepahlawanan tersebut. Peran Muzaki dan Munfiq sebagai penggerak pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, karena mereka adalah sumber utama dana zakat dan infak, sedekah. Muzaki, dengan menunaikan kewajiban zakatnya, berperan aktif dalam membantu sesama dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Begitu pula dengan Munfiq, yang dengan sukarela memberikan infak untuk kepentingan umum, berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih besar. Maka sudah selayaknya Muzaki dan Munfiq memperoleh gelar “pahlawan kemanusiaan” karena mereka memberikan kontribusi langsung dalam menciptakan sistem redistribusi kekayaan yang adil. Melalui zakat dan infak, mereka membantu meringankan beban hidup mustahiq, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan mandiri. Dalam konteks ini, keberhasilan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Lampung bersama-sama BAZNAS Kabupaten/Kota berdampak langsung, menciptakan perubahan sosial ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup banyak orang. Maka Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Adalah wadah yang tepat dan disahkan oleh pemerintah atau Ulul Amri untuk mengelola zakat, infaq, sedekah sesuai dengan Konsep, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Semoga para Muzaki dan Munfiq diberikan keberkahan hidupnya, dan semakin bertambah banyak rezekinya. (Ketua BAZNAS Provinsi Lampung)
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
ASN Didorong Manfaatkan Pembayaran Zakat Melalui Baznas
ASN Didorong Manfaatkan Pembayaran Zakat Melalui Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan pembayaran zakat dan sedekah melalui BAZNAS Lampung. Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen menyampaikan itu saat menggelar Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Lampung di Emersia Hotel, Jumat, 8 November 2024. “Kami mulai evaluasi laporan pengumpulan dan pengeluaran dana BAZNAS se-Provinsi Lampung. Dari hasil evaluasi kami melihat kinerjanya perlu ditingkatkan kembali. Karena masih banyak kabupaten/kota yang belum mencapai target,” ujarnya. Prof. Nadratuzzaman menyampaikan BAZNAS sampai saat ini masih berharap dukungan operasional Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan kinerja. “Kami mengimbau peran kepada daerah. Sebab pengurus BAZNAS diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah. Begitu juga di tingkat provinsi ditetapkan Gubernur, karena mereka juga aparat Pemda,” paparnya. Ia mengungkapkan saat ini masyarakat bahkan ASN masih banyak yang menafsirkan soal BAZNAS di bawah Kantor Wilayah Kementerian Agama. Padahal Gubernur atau Bupati dan Wali Kota yang mengangkat dan memberhentikan pengurus BAZNAS. “Oleh karena itu wajar kalau ASN memberikan zakat dan sedekah pada BAZNAS, karena itu kewajaran karena itu lembaga pemerintah,” jelasnya. Namun ia menyesalkan, masih banyak ASN di lingkungan Pemprov Lampung maupun kabupaten/kota belum sadar dan belum melakukan pembayaran zakat dan sedekah melalui BAZNAS Lampung. “Pada 2024 ini, Provinsi Lampung baru Rp1,7 miliar dari awal tahun, ini masih rendah karena targetnya itu Rp12 miliar. Ini hasilnya di kembalikan ke BAZNAS karena tidak melalui APBD. Seperti ada bencana kami bisa cepat membantu karena tidak menunggu APBD. Di Jawa khususnya sudah merasakan manfaatnya karena dana terkumpul besar dan membantu pemerintah,” ungkapnya. Ketua BAZNAS Lampung, Komarunizar mengatakan untuk meningkatkan kesadaran ASN, BAZNAS Lampung telah mengeluarkan surat edaran untuk menanggulangi masalah ini. “Kami sudah buat edaran. Tapi masih ada kendala, sosialisasi juga masih kami lakukan sampai sekarang,” tandasnya.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
ASN di Lampung Didorong Manfaatkan BAZNAS untuk Pembayaran Zakat dan Sedekah
ASN di Lampung Didorong Manfaatkan BAZNAS untuk Pembayaran Zakat dan Sedekah
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Lampung agar lebih aktif menunaikan zakat dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Lampung di Emersia Hotel, Bandar Lampung, pada Jumat, 8 November 2024. Rapat menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Nadratuzzaman Hosen, dan pejabat Pemerintah Provinsi Lampung. Nadratuzzaman mengungkapkan, hingga kini, pengumpulan zakat melalui BAZNAS di Lampung masih rendah dan belum memenuhi target. Pada tahun 2024, perolehan zakat dari ASN di Lampung baru mencapai Rp1,7 miliar dari target Rp12 miliar. Ia menegaskan bahwa partisipasi ASN sangat penting untuk meningkatkan pengumpulan zakat yang nantinya akan tersalurkan membantu masyarakat kurang mampu. Khususnya dalam situasi darurat. “Kami melihat potensi pengumpulan dana dari ASN sangat besar. Kami harap, ASN di Lampung semakin sadar akan pentingnya zakat melalui BAZNAS sebagai bagian dari peran nyata dalam membantu pemerintah mengatasi masalah sosial,” jelasnya. Prof. Nadratuzzaman juga mendorong Pemerintah Daerah agar mendukungan operasional untuk BAZNAS melalui APBD. Selain itu, pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mempermudah pembayaran zakat, seperti melalui dompet digital atau platform digital lainnya. Menurutnya, kemudahan ini akan mendorong ASN dan masyarakat untuk menyalurkan zakat secara konsisten dan tepat waktu. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, menambahkan bahwa peran aktif ASN dalam pembayaran zakat adalah bentuk nyata kontribusi ASN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan rutinnya pembayaran zakat oleh ASN, dampak positif bagi masyarakat akan semakin meluas. Kita bisa memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi masyarakat Lampung,” ujar Fredy. Fredy menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan penggunaan dana zakat. Hal ini harapannya dapat meningkatkan kepercayaan ASN dan masyarakat untuk menyalurkan zakat mereka melalui BAZNAS Lampung. BAZNAS Lampung sendiri telah mengeluarkan surat edaran yang mengajak ASN rutin membayar zakat dan sedekah. Ketua BAZNAS Lampung, Komarunizar, menyebutkan pihaknya masih terus berupaya menyosialisasikan peningkatan kesadaran ASN tentang manfaat zakat melalui BAZNAS. “Dengan dukungan semua pihak, khususnya ASN, kami optimistis target pengumpulan zakat bisa tercapai. Potensi ASN di Provinsi Lampung yang mencapai 19 ribu orang adalah kekuatan besar jika mereka semua menyalurkan zakat secara rutin,” kata Komarunizar. Dengan dukungan penuh, harapannya zakat yang terkumpul dapat berperan signifikan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memberdayakan masyarakat di Provinsi Lampung.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Gelar Rakorda, BAZNAS Lampung Hasilkan 17 Resolusi Strategis
Gelar Rakorda, BAZNAS Lampung Hasilkan 17 Resolusi Strategis
Sebagai implementasi dari hasil Rakornas BAZNAS RI di Kalimantan Timur bulan September lalu, BAZNAS Provinsi Lampung mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Lampung 2024 yang berlangsung di hotel Emersia Kota Bandarlampung pada 7 – 9 November 2024. Rakorda BAZNAS yang dibuka Pj. Sekdaprov Fredy SM, menghasilkan 17 resolusi yang disepakati oleh seluruh peserta, sebagai penguatan dan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dalam mengentaskan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di provinsi Lampung. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, S.Ag., M.Pd.I., menutup Rakorda ini dengan menekankan pentingnya kekompakan, koordinasi, kolaborasi bagi seluruh peserta dalam mengemban amanah pengelolaan zakat. “Kami merasa terharu dan bangga melihat begitu besarnya antusias para peserta mengikuti Rakorda ini sampai berakhir, semangat ini salah satu pertanda BAZNAS se-Provinsi Lampung kompak dalam melaksanakan tugas pengelolaan ZIS yang lebih baik. Sebagai lembaga Pemerintah yang non-struktural, kita harus pandai memposisikan diri dalam hubungan dengan pihak-pihak terkait,” ucap Komarunizar. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Lampung Indriani Dewi Avitoningsih, Wakil Ketua II, Dr. Hi. Iskandar Zulkarnain, Wakil Ketua III, Asep Abdul Basit, Wakil Ketua IV Lukmanul Hakim, serta seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota bersama para pelaksana Amil Zakat. Berikut ini, 17 Resolusi Hasil dari Rakorda BAZNAS se-Lampung Tahun 2024: 1. Target Pengumpulan Menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL Provinsi Lampung Tahun 2025, On Balance Sheet dan Off Balance Sheet sebesar Rp112.539.195.000,- (Seratus Dua Belas Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Seratus Sembilan Puluh Lima Ribu Rupiah) terdiri dari pengumpulan BAZNAS Lampung dan BAZNAS Kabupaten/Kota; 2. Komitmen Kerja Berkomitmen untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Kode Etik Amil yang diaturu dalam PERBAZNAS Nomor 1 Tahun 2018 sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai amil zakat; 3. Penguatan Strategi Meningkatkan strategi pengumpulan zakat dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan mempermudah proses donasi; 4. Transformasi Digital Memperkenalkan dan mengotimalkan sistem manajemen informasi BAZNAS dan Integrasi dengan sistem informasi pemerintah untuk mempermudah pengelolaan zakat melalui Kantor digital Baznas Provinsi Lampung; 5. Perluasan Jaringan Memperluas jaringan BAZNAS dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan akses dan distribusi Zakat; 6. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem BAZNAS Lampung memiliki komitmen untuk menyalurkan dana zakat secara strategis guna mengentaskn kemiskinan, Program ini menargekan bantun kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendan dan rentan, dengan sasaran utama masyarat miskin ekstrem. Penyaluran ini difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi untuk mempercepat pencapaian tujuan; 7. Menyepakati 10 Program Prioritas Nasional Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Stunting serta BAZNAS Tanggap Bencana; 8. Penguatan Program BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahi dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan, yang diperlukan di dapat dari hasil produksi para pengusaha Mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS; 9. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat Mengembangkan program Desa/Kampung Baznas untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan sosial dan ekonomi, di bidang peternakan, pangan, pemberian modal usaha untuk usaha tertentu dengan pendampingan hingga mustahik bisa mengelola usaha dan mandiri; 10. Memprioritaskan Penyaluran ZIS-DSKL Untuk pengentasan kemiskinan ektrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi mustahik menjadi muzaki yang mengacu pada data Pemerintah (Regsosek/P3KE) dan terintegrasi dalam SIMBA; 11. Reputasi dan Etika Penerapan Prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman NKRI dan Aman Regulasi) BAZNAS Lampung memastikan bahwa pengelolaan dana zakat selalu mematuhi prinsip Aman Syar’i (sesuai syariat), Aman NKRI (memperkuat NKRI), dan Aman Regulasi (mematuhi peraturan yang berlaku) untuk menjaga Integritas Lembaga; 12. Akuntabilitas dan Transparansi Berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transpran melalui sitem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; 13. Memperkuat Peran dan Fungsi BAZNAS Melalui Empat Penguatan Penguatan Kelembagaan, Organisasi dan Manajemen BAZNAS seluruh Lampung. Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat. Penguatan Infrastruktur dan transformasi digital, dan penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; 14. Memperkuat Status BAZNAS Sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususmya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; 15. Koordinasi Kelembagaan Meningkatkan kerjasma antara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengumpulan zakat, infak dan sedekah, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG); 16. Evaluasi Berkala Melalui Indek Zakat Nasional (IZN) Untuk menilai dan meningkatkan kualitas kelembagaan BAZNAS Lampung akan melakukan evaluasi berkala berdasarkan Indeks Zakat Nasional, IZN digunakan sebagai tolak ukur pencapaian tujuan program secara efektif dan profesional; 17. Netralitas BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga Netralitas dan Profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
BAZNAS Provinsi Lampung dan PT Jamkrindo Syariah Gelar Penyerahan Bantuan Sosial dalam Rangka HUT ke-10
BAZNAS Provinsi Lampung dan PT Jamkrindo Syariah Gelar Penyerahan Bantuan Sosial dalam Rangka HUT ke-10
Lampung, 17 Oktober 2024 – BAZNAS Provinsi Lampung bekerja sama dengan PT Jamkrindo Syariah Kantor Cabang Lampung menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 PT Jamkrindo Syariah. Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Bussaina Lampung dan Panti Asuhan Putri Azizah Isykarima pada Kamis, 17 Oktober 2024. Bantuan yang diberikan meliputi sumur bor, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta beasiswa pendidikan. Sebanyak 100 penerima manfaat, terdiri dari 34 jiwa di Panti Asuhan Putri Azizah Isykarima dan 66 jiwa di Panti Asuhan Bussaina, menerima bantuan ini sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan. Kerja sama antara PT Jamkrindo Syariah dan BAZNAS Provinsi Lampung bertujuan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, M.Pd.I., mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. “Terima kasih kepada para muzaki, yang telah memberikan banyak support kepada kita semua, semoga rezeki mereka semakin berkah,” ujar Komarunizar. Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Analisa dan Klaim PT Jamkrindo Syariah, Nizon Akriandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. "Kegiatan positif yang dapat berdampak pada masyarakat sekitar, terutama anak-anak di panti dan dhuafa," kata Nizon. Melalui kegiatan sosial ini, PT Jamkrindo Syariah berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan prinsip syariah yang menjadi dasar operasional perusahaan. Pembangunan sumur bor juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi panti asuhan.
BERITA22/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global. Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges” di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rabu, (9/10/2024). Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina. "Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra. Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina. "Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra. Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan. "Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya. Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina. Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
BERITA10/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Resolusi Rakornas, BAZNAS Jaga Netralitas Pilkada
Resolusi Rakornas, BAZNAS Jaga Netralitas Pilkada
BALIKPAPAN -- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat menyatakan hal itu dalam acara penutupan Rakornas BAZNAS 2024 di Balikpapan, Jumat (27/9). Pembukaan Rakornas sendiri secara resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Ibu Kota Negara (IKN) pada Rabu (25/9). Arti penting netralitas bagi BAZNAS merupakan salah satu dari 17 resolusi yang disepakati Pimpinan BAZNAS RI, provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. “BAZNAS juga berkomitmen menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas.” Resolusi yang memuat pengelolaan dan pengembangan perzakatan nasional ini diteken oleh Pimpinan BAZNAS RI dan Pimpinan BAZNAS Provinsi seluruh Indonesia. BAZNAS Lampung diteken langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar disaksikan Pimpinan dan Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad, juga peserta Rakornas seluruh Indonesia. Masih dalam resolusi bahwa pengelolaan zakat secara nasional ini dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Rakornas yang juga menghadirkan Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Muhadjir Effendy itu, adalah mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Sistem Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana. Rakornas yang berlangsung selama tiga hari itu juga memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS seperti arahan Kementerian dalam negeri. Pada tahun 2025 mendatang, BAZNAS menyepakati target pengumpulan secara nasional sebesar Rp50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12,7 triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37,3 triliun. Selain itu, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional, dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025. “Mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala. Dalam resolusi itu juga BAZNAS seluruh Indonesia siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia. BAZNAS juga menyampaikan terima kasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan mendatang dibawah kendali Presiden Prabowo Subianto. Maka itu BAZNAS kembali memperkuat peran dan fungsi melalui empat penguatan yakni Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, serta Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat. *
BERITA01/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →