WhatsApp Icon
BAZNAS Hadir dalam Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Lampung

Lampung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi VIII DPR RI di Provinsi Lampung yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara DPR RI, kementerian/lembaga mitra kerja, pemerintah daerah, dan BAZNAS dalam memastikan berbagai program sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat berjalan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid tersebut mencakup tiga daerah, yakni Kabupaten Pesawaran, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Tengah. Selain menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah, Komisi VIII DPR RI melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan berbagai program yang menjadi mitra kerjanya, termasuk program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh BAZNAS.

Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut jajaran Pimpinan BAZNAS RI, yakni Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., serta H. Mochamad Agus Rofiudin selaku Pimpinan Ex-Officio Kementerian Keuangan RI, bersama BAZNAS Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wachid menegaskan bahwa penyaluran bantuan di bidang keagamaan, sosial, dan kebencanaan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dilaksanakan secara efisien, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan. Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah dan lembaga mitra kerja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan.

Pada momentum kunjungan kerja tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Lampung juga melaksanakan seremonial penyerahan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan total nilai Rp1.133.500.000. Program-program tersebut merupakan wujud optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk mendukung penguatan ekonomi umat dan ketahanan pangan masyarakat.

Di Kabupaten Pesawaran, BAZNAS menyerahkan Program Lumbung Pangan BAZNAS kepada Gapoktan Makarti Jaya senilai Rp483.500.000 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan Program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid kepada Masjid Baitul Iqror senilai Rp150.000.000 guna mendukung pengembangan usaha mikro berbasis masjid.

Sementara itu, di Kota Bandar Lampung, BAZNAS menyalurkan Program BUMi Masjid kepada Masjid Taqwa senilai Rp150.000.000. Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan dua Program BUMi Taklim, masing-masing kepada Aisyiyah senilai Rp100.000.000 dan Muslimat NU senilai Rp100.000.000. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi jamaah melalui kelompok-kelompok pengajian dan organisasi keagamaan perempuan.

Adapun di Kabupaten Lampung Tengah, BAZNAS kembali menyerahkan Program BUMi Masjid kepada Masjid Al-Anshor dengan nilai bantuan Rp150.000.000 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi produktif berbasis masjid.

Program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi produktif yang dikembangkan BAZNAS melalui lembaga keagamaan seperti masjid dan majelis taklim. Melalui program ini, masyarakat memperoleh akses pembiayaan usaha, pendampingan, serta penguatan kapasitas agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Sementara itu, Program Lumbung Pangan BAZNAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

BAZNAS berharap, sinergi yang terus terjalin dengan Komisi VIII DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat pengelolaan zakat nasional yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan demi terwujudnya kesejahteraan umat.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. *** 

27/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS dan Kemenaker Buka Peluang Kerja di Jepang, Mustahik Raih Penghasilan Rp20 Juta

Jakarta -– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI terus memperkuat program pemberdayaan mustahik melalui pembukaan akses kerja ke luar negeri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program fasilitasi persiapan kerja di Jepang yang memberikan kesempatan bagi mustahik untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus penghasilan hingga Rp20 juta per bulan.

Program ini menjadi salah satu materi yang dibahas dalam BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau sekitar 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi dan bekerja sama dengan delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

"Dari 166 penerima manfaat, sebanyak 60 orang telah mulai menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang. Mereka ditempatkan di sejumlah sektor, seperti pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga industri lainnya, dengan penghasilan bersih berkisar antara Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," jelas Farid.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja dan peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Dampak positifnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi para peserta.

Farid menambahkan, BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dengan BAZNAS daerah maupun berbagai lembaga lainnya untuk memperluas jangkauan program serupa. Sinergi tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat maupun penyusunan skema pelatihan dan penyaluran tenaga kerja secara berkelanjutan.

"BAZNAS membuka peluang bagi BAZNAS Daerah maupun mitra lembaga lain untuk berbagi pengalaman, berkoordinasi dengan Disnaker setempat, atau membangun skema kolaborasi pelatihan dan penyerapan tenaga kerja pada masa mendatang," ujarnya.

Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kemnaker merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari intervensi BAZNAS pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan yang bertujuan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan hingga mampu bertransformasi menjadi muzaki yang kelak ikut berkontribusi melalui zakat.

Idy juga menegaskan bahwa seluruh program pemberdayaan BAZNAS dijalankan dengan amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat. Karena itu, setiap program dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

"Dengan hadirnya program ini, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya kalangan mustahik, memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Selain meningkatkan kesejahteraan peserta, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Indonesia," pungkasnya.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

22/07/2026 | Kontributor: Yuri
Perkuat Ekosistem Halal dan Ziswaf, Pemprov-KDEKS Susun RAD Ekonomi Syariah 2027

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Penyusunan RAD tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung yang digelar di Balai Keratun, Bandar Lampung, Selasa (21/7).

Rapat koordinasi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan Syariah KDEKS Provinsi Lampung, Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai mitra kerja yang turut mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi syariah nasional. Potensi tersebut didukung oleh posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional, berkembangnya sektor UMKM, jaringan pesantren yang luas, peluang ekspor komoditas unggulan, serta besarnya potensi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif.

Jihan menyebut, potensi ZISWAF produktif dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia pun memberikan apresiasi kepada BAZNAS dan seluruh lembaga pengelola wakaf yang terus menunjukkan kinerja positif dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan dana umat.

"Kita memiliki potensi besar dalam pembangunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif yang dapat menjadi instrumen pembiayaan pembangunan sosial secara berkelanjutan. Saya mengapresiasi BAZNAS dan seluruh lembaga wakaf yang terus bekerja secara optimal dengan dukungan Pak Gubernur serta seluruh kepala daerah di kabupaten dan kota. Alhamdulillah, BAZNAS juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai target kerja yang telah dicapai," ujar Jihan.

Meski demikian, Jihan mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Lampung. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah, tetapi juga dari keterhubungan seluruh rantai nilai ekonomi syariah.

"Ekosistem ekonomi syariah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya lembaga keuangan syariah saja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh rantai nilai saling berhubungan dan saling terintegrasi. Sertifikasi halal harus terus diperkuat, akses pembiayaan syariah harus semakin mudah dijangkau, literasi ekonomi syariah masyarakat perlu terus ditingkatkan, serta digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Melalui penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat berbagai aspek, mulai dari sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan literasi masyarakat, digitalisasi layanan, hingga pengembangan industri halal, pariwisata halal, dan pemberdayaan UMKM.

Optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Lampung. Pengelolaan ZISWAF yang produktif diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi Lampung juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026, salah satunya pada kategori The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KDEKS, Bank Indonesia, OJK, BAZNAS, perangkat daerah, dan berbagai mitra strategis lainnya, penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat daya saing daerah, memperluas inklusi ekonomi syariah, serta mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:BSI: 7711664477

Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.
 
a.n.Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***
22/07/2026 | Kontributor: MBL-01
Zakat sebagai Tax Credit Menguat, BAZNAS Optimistis Perkuat Penerimaan Pajak dan Zakat

Jakarta – Wacana menjadikan zakat sebagai pengurang pajak secara langsung (tax credit) kembali mengemuka. Gagasan ini dinilai berpotensi memperkuat pengelolaan zakat nasional sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menunaikan zakat dan membayar pajak.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Jurnalisme Filantropi yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi VIII DPR RI, Yayasan Halaqoh Tadarus Al-Qur'an, dan Lazismu di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa zakat dan pajak bukanlah dua kewajiban yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan sistem zakat dan perpajakan secara lebih optimal. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga mendukung penanggulangan bencana.

Saat ini, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi telah diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction). Namun, Singgih menilai sudah saatnya Indonesia mulai mengkaji skema tax credit, yakni zakat menjadi pengurang langsung atas pajak yang terutang.

"Gagasan ini memiliki potensi besar untuk mendorong masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, tata kelolanya juga akan semakin akuntabel, transparan, dan profesional," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan kebijakan tersebut memerlukan kajian yang komprehensif. Berbagai aspek, mulai dari harmonisasi regulasi, integrasi sistem digital antara otoritas perpajakan dan BAZNAS, hingga dampaknya terhadap penerimaan negara, perlu dipersiapkan secara matang.

Karena itu, Singgih berharap kolaborasi antara pemerintah, DPR, akademisi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang realistis serta mudah diimplementasikan.

Tax Credit Berpotensi Kepatuhan Pajak dan Zakat

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan optimisme bahwa penerapan skema tax credit tidak akan menurunkan penerimaan pajak negara. Sebaliknya, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa kebijakan tersebut justru mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus kepatuhan wajib pajak.

Menurut Rizaludin, kekhawatiran bahwa tax credit akan mengurangi pendapatan negara sebenarnya telah lama muncul. Namun, hasil penelitian di negara lain, seperti Malaysia, menunjukkan bahwa penerimaan zakat dan pajak justru sama-sama mengalami peningkatan.

"Pengalaman di Malaysia menunjukkan bahwa ketika insentif zakat diperkuat melalui skema tax credit, penghimpunan zakat meningkat dan penerimaan pajak juga tetap tumbuh," jelasnya.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini masih menerapkan sistem tax deduction yang hanya mengurangi penghasilan kena pajak. Skema serupa juga diterapkan di beberapa negara seperti Kanada dan Inggris. Menurutnya, manfaat yang dirasakan masyarakat melalui sistem tersebut masih relatif terbatas karena tidak secara langsung mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Oleh sebab itu, BAZNAS memandang skema tax credit dapat menjadi insentif yang lebih menarik, terutama bagi korporasi maupun muzaki dengan nilai zakat yang besar.

"Daripada memperdebatkan kewajiban zakat melalui regulasi, akan lebih baik jika negara menghadirkan insentif yang mendorong masyarakat secara sukarela menunaikan zakat melalui lembaga resmi," ujar Rizaludin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai harmonisasi zakat dan pajak diperkirakan akan semakin relevan menjelang revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat pada 2027, sebagaimana amanat Mahkamah Konstitusi.

Sebagai langkah awal, BAZNAS mengusulkan agar skema tax credit diuji coba secara terbatas, salah satunya di Provinsi Aceh yang telah memiliki sistem pengelolaan zakat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus.

Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan media, BAZNAS berharap kebijakan tersebut dapat menjadi fondasi penguatan ekosistem filantropi Islam di Indonesia. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, skema tax credit juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus menghadirkan sistem insentif yang lebih adil bagi para muzaki.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

19/07/2026 | Kontributor: MBL-01
Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Pesawaran, Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis

Lampung -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Pesawaran terus memperluas layanan kesehatan dengan menghadirkan program edukasi dan pengobatan gratis bagi para santri di sejumlah pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pesantren.

Layanan kesehatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Riyadlatul Mubtadi, Kecamatan Way Lima, dan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ) Al-Muwwarah, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Dalam kegiatan ini, tim Rumah Sehat BAZNAS memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, khususnya terkait pencegahan penyakit kulit yang kerap terjadi di lingkungan asrama.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan para santri dan masyarakat pesantren.

“Edukasi dan layanan pengobatan gratis ini menjadi ikhtiar BAZNAS dalam membantu menjaga kesehatan santri serta mencegah penyebaran penyakit kulit menular di lingkungan pesantren,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Selain memberikan penyuluhan, tim medis Rumah Sehat BAZNAS juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyalurkan obat-obatan secara gratis kepada santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Idy berharap, penerapan PHBS secara konsisten dapat mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan pesantren sehingga para santri dapat menjalankan aktivitas belajar dan ibadah dengan lebih nyaman.

“Melalui edukasi dan layanan kesehatan ini, kami berharap para santri semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan asrama sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama,” tambahnya.

Hingga saat ini, BAZNAS telah menghadirkan 38 Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan. Dua di antaranya berupa layanan kesehatan bergerak melalui kapal yang melayani masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Talaud dan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, termasuk kesehatan.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening berikut:

BSI: 7711664477
Bank Lampung: 3800003031093
BCA Syariah: 0660170101
Bank Syariah Nasional: 8171000036.

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung, atau melalui laman resmi lampung.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

19/07/2026 | Kontributor: MBL-01

Berita Terbaru

BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya transformasi digital guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di Indonesia. Hal itu dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D., saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024, di Jakarta, Kamis (19/9/2024). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D., mendorong para amil BAZNAS se-Indonesia untuk terus berkreativitas dan berinovasi dalam menjalankan tugasnya melalui pengembangan digitalisasi dan teknologi informasi (IT) guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan zakat di Indonesia. "Para Amil BAZNAS ini punya tanggung jawab terhadap perkembangan BAZNAS di daerah. Ke depan, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan agama atau ceramah agama. Kita sudah harus profesional dan memanfaatkan transformasi digital," ucap Prof. Nadra. Menurutnya, transformasi digital merupakan suatu keharusan dalam mengoptimalkan kinerja pengelolan zakat BAZNAS di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas pada penggunaan alat, tetapi juga melibatkan strategi digital yang komprehensif, termasuk pengembangan media sosial dan digital marketing. “Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kita dapat meningkatkan efisiensi kerja, memperluas jangkauan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada muzaki maupun mustahik,” ujar Prof Nadra. Prof. Nadra juga menegaskan, BAZNAS seluruh Indonesia khususnya BAZNAS daerah harus terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman. "Kita tidak boleh berhenti berinovasi. Seperti Jepang yang banyak ditiru oleh negara-negara maju lainnya, kita juga bisa mengambil inspirasi dari yang sudah ada dan menghasilkan inovasi baru," katanya. Prof. Nadra berharap, BAZNAS daerah dapat terus berkembang dan berinovasi dengan bertumpu pada sistem IT yang telah dikembangkan oleh BAZNAS pusat "Saya tidak ingin BAZNAS daerah membuat platform IT sendiri-sendiri. Keamanan adalah isu besar, dan sulit dijamin jika setiap daerah membuat sistem terpisah. BAZNAS ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus bersatu dan beraksi bersama dalam menyelesaikan tugas kita," ucap Nadra. Di akhir sambutannya, Prof. Nadra menekankan, pentingnya belajar untuk menghadapi tantangan masa depan. Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti dengan antusias rangkaian acara Rakernis 2024 "Jika kita ingin menjadi manusia masa depan, kita harus menjadi manusia pembelajar. Ilmu yang kalian dapatkan ini jangan sampai mubazir. Terapkan di daerah kalian dan teruslah berinovasi," pungkasnya.
BERITA19/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Tim Mahasiswa IPB University Raih Juara Pertama Zakathon 2024 BAZNAS RI
Tim Mahasiswa IPB University Raih Juara Pertama Zakathon 2024 BAZNAS RI
Tim mahasiswa dari IPB University sukses meraih juara pertama dalam kompetisi teknologi IT, Zakathon 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Tim yang terdiri atas tiga mahasiswa ini berhasil meyakinkan para juri dengan inovasi aplikasi bernama ZakatKuy, yang dibuat dalam kompetisi Zakathon 2024. Sementara itu, juara kedua diraih oleh Pradita FundChain dari Pradita University dengan produk IoT Smart Donate Integrated with Blockchain Technology, dan juara ketiga dimenangkan oleh Diddy Kong dari Pradita University dengan produk BaZIStant. "Selamat kepada pemenang Zakathon 2024 yang telah berhasil memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk pengembangan pengelolaan zakat di bidang IT," kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D, di Jakarta, Kamis (19/09/2024). Prof. Nadra menambahkan bahwa Zakathon 2024 digelar dengan tujuan untuk menjaring talenta muda IT agar mampu berinovasi dalam pengelolaan zakat. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para talenta muda dapat memaparkan secara luas berbagai kemajuan teknologi dalam pengelolaan zakat. "Dengan adanya Zakathon ini, kita ingin agar kampus-kampus lebih mengenal BAZNAS. Aplikasi-aplikasi inovatif yang mereka ciptakan bisa kita manfaatkan dan terapkan nantinya dalam memaksimalkan pengelolan zakat," ucap Nadra. "Oleh karena itu, tidak boleh berhenti berinovasi dan berkreasi," imbuhnya. Adapun tema utama Zakathon 2024 yaitu "Memaksimalkan Peran Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) dalam Upaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)". Sebelumnya, lima tim berhasil lolos ke tahap final dalam kompetisi Zakathon 2024. Kelima tim tersebut adalah Barokah Tech dari IPB University dengan produk ZakatKuy, Diddy Kong dari Pradita University dengan produk BaZIStant, Pradita FundChain dari Pradita University dengan produk IoT Smart Donate Integrated with Blockchain Technology, Triple A dari Pradita University dengan produk ZIStem, dan Cothree dari Universitas Bani Saleh dengan produk BAZNAS Action.
BERITA19/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Prof Noor Achmad: Transformasi Digital BAZNAS, Inspirasi Kisah Nabi Sulaiman
Prof Noor Achmad: Transformasi Digital BAZNAS, Inspirasi Kisah Nabi Sulaiman
Di era industri 4.0 ini, transformasi digital telah menjadi keharusan bagi siapa saja yang ingin terus berkembang, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). "Sebagai spirit penggunaan ilmu pengetahuan pada kisah Nabi Sulaiman, maka transformasi digital kita perkuat tak hanya untuk memudahkan pengelolaan dana ZIS, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA pada wartawan pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/9/2024). Dalam upaya meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi, BAZNAS memaksimalkan potensi teknologi digital untuk mendukung tugas mengelola zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS RI menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024, sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap peran penting teknologi bagi pengelolaan zakat. Acara yang dilangsungkan selama tiga hari, Selasa-Kamis (17-19) September 2024 di Jakarta, dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.; Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum; Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, Ph.D; Pimpinan BAZNAS RI bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM; Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM; serta Deputi I bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta. Hadir pula, Territory Account Manager PT Sysware Indonesia Jessy Claudia; Division Manager Google Cloud Metrodata PT Metrodata Electronics, Kasriandi; serta Head Department Islamic Organization & Socio Business Solution BSI, Akhsin Muammar. Menurut Prof. Noor, BAZNAS RI menghadapi tantangan besar dalam mengelola zakat di tengah perkembangan zaman. "Dengan pertumbuhan teknologi informasi, BAZNAS telah memanfaatkan digitalisasi untuk mempermudah berbagai aspek, seperti pengumpulan dana, pendistribusian, hingga pelaporan kepada publik," ucap dia. Kiai Noor menambahkan, perubahan teknologi yang terjadi pada BAZNAS dalam beberapa tahun terakhir, memiliki relevansi spiritual yang kuat jika dikaitkan dengan kisah Nabi Sulaiman, yang dikenal dalam sejarah sebagai sosok yang menguasai ilmu dan teknologi luar biasa pada masanya. "Kisah Nabi Sulaiman adalah salah satu contoh bagaimana pemimpin dapat memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umatnya," kata dia. Dalam Al-Quran, jelas Prof. Noor, Sulaiman dikenal sebagai nabi yang diberikan kekuasaan oleh Allah untuk mengendalikan jin, hewan, dan angin, serta memiliki pengetahuan luar biasa tentang alam semesta. Dia bercerita, salah satu kisah yang paling menginspirasi adalah bagaimana Nabi Sulaiman memerintahkan salah satu perwakilan dari kalangan jin dan manusia untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negerinya ke istana Sulaiman. Kiai Noor mengutip percakapan dalam Al-Quran Surat Al-Naml (27) Ayat 38-40, yang artinya: "Berkata Sulaiman, hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang sebagai orang yang berserah diri." "Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin. Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya." "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab, aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Menurut Prof. Noor, kisah ini sering dianggap sebagai gambaran awal dari konsep teleportasi, sebuah teknologi futuristik yang memungkinkan pemindahan materi dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus melalui proses fisik biasa. Dalam konteks modern, kisah ini menginspirasi banyak ahli sains dan teknologi untuk terus mengembangkan ide-ide canggih yang dahulu hanya dianggap sebagai mitos atau legenda. Salah satu aspek menarik dari kisah Nabi Sulaiman adalah kisah lelaki misterius yang mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis. Dalam tafsir Al-Quran, lelaki ini sering disebut sebagai seorang dengan pengetahuan "dari Kitab", yang memungkinkan dia melakukan sesuatu yang sangat luar biasa: memindahkan objek besar dalam sekejap mata. Seperti dikutip dari ulasan beberapa media, teknologi teleportasi yang digambarkan ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari ilmu dan kekuatan yang diberikan kepada Nabi Sulaiman dan pengikutnya. Meski teleportasi belum sepenuhnya terwujud dalam dunia modern, teknologi seperti ini menjadi inspirasi bagi penelitian-penelitian ilmiah dalam bidang fisika kuantum. Kiai Noor manandaskan kisah Nabi Sulaiman dan transformasi teknologi yang terjadi pada masanya mengajarkan untuk tidak takut menghadapi perubahan. "Seperti BAZNAS yang berani bertransformasi secara digital demi kemaslahatan umat, masyarakat juga bisa belajar dari kisah Sulaiman tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk kebaikan," kata dia. Bukan hanya soal kemampuan teknologi itu sendiri, lanjut Kiai Noor, tetapi bagaimana menggunakan teknologi untuk melayani dan mempermudah kehidupan banyak orang. "Dengan memadukan inspirasi dari masa lalu dan teknologi masa kini, BAZNAS telah membuktikan bahwa perpaduan spiritual dan inovasi bisa menghasilkan dampak positif yang besar," tutur dia. Seperti Nabi Sulaiman, tambah Kiai Noor, yang menggunakan ilmu dan teknologi untuk menegakkan keadilan dan kebaikan, BAZNAS kini menggunakan teknologi digital untuk memperluas kebaikan melalui ZIS, demi kesejahteraan umat secara lebih luas. "Transformasi digital yang dilakukan oleh BAZNAS adalah bukti nyata bagaimana suatu lembaga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual," ujar Prof. Noor. Dengan inspirasi dari kisah Nabi Sulaiman, dapat terlihat bagaimana teknologi yang dikelola dengan baik dapat menjadi sarana untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Di masa depan, seiring dengan kemajuan teknologi, BAZNAS diharapkan dapat terus berkembang, mengikuti jejak para pemimpin hebat yang menggunakan ilmu untuk kebaikan umat manusia.
BERITA17/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Rakernis Transformasi Digital Nasional 2024, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Zakat
Rakernis Transformasi Digital Nasional 2024, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Sc, PhD, pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Teknologi Informasi (IT) Nasional dan Zakathon 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (17/9/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI ?H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM, Pimpinan BAZNAS Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM, serta Deputi I Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi Achmad Setio Adinugroho, serta Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Adrian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Sc, PhD. menyampaikan pertumbuhan donasi online menunjukkan tren yang sangat positif. Menurut riset pada tahun 2020, lebih dari 75 persen pengguna internet di Indonesia mengakses layanan keuangan digital, termasuk donasi online. Lebih lanjut, pada tahun 2021, sekitar 60 persen transaksi zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS dilakukan melalui platform digital. "Hal ini menunjukkan perubahan perilaku muzaki (pemberi zakat) dan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat," katanya. Prof. Nadratuzzaman juga menekankan, tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengn vara konvensional, tentu perlu adanya bantuan dari kehadiran teknologi, yang mana saat ini sedang terus dioptimalisasi oleh BAZNAS. "Oleh karena itu, teknologi menjadi solusi penting untuk mendukung pengelolaan zakat. Beberapa aspek teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain digitalisasi platform zakat online, crowdfunding, big data, AI, mobile apps, fintech, serta sistem monitoring dan pelaporan terpusat," tandasnya. Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI Adrian menjelaskan, Rakernis ini merupakan acara tahunan kedua yang diselenggarakan oleh BAZNAS sebagai salah satu langkah BAZNAS dalam mendorong penggunaan teknologi dalam pengelolaan zakat. Menurut Adrian, Rakernis ini bertujuan untuk mengumpulkan para amil zakat dari seluruh Indonesia agar mereka bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan zakat yang lebih efisien dan modern. "Rakernis ini berfokus pada penyesuaian sistem digital yang digunakan BAZNAS, terutama dalam memastikan keamanan informasi dalam proses pengelolaan zakat. Dalam era digital seperti saat ini, perlindungan data menjadi sangat penting agar seluruh proses pengelolaan zakat bisa berjalan dengan aman dan lancer," ucapnya. Selain keamanan informasi, lanjut Adrian, BAZNAS juga mulai menerapkan sistem keamanan dalam proses digital marketing. Hal ini dilakukan untuk melindungi berbagai aktivitas pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang zakat dan menarik lebih banyak muzaki untuk berpartisipasi melalui platform digital. "Sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi, BAZNAS juga memberikan pelatihan kepada para amil. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk mengelola data di daerah masing-masing secara transparan dan efisien," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI Achmad Setio Adinugroho menambahkan, platform Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) telah menjadi tulang punggung pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan semua proses pengumpulan, distribusi, dan pelaporan zakat di BAZNAS, sehingga memudahkan pengawasan dan manajemen zakat secara nasional. Achmad Setio menjelaskan, platform SIMBA tidak hanya memfasilitasi pengelolaan zakat di tingkat pusat, tetapi juga di tingkat daerah. Sejak tahun 2022, BAZNAS telah membantu kantor-kantor BAZNAS di berbagai daerah untuk membangun website mereka sendiri agar dapat melakukan pengumpulan dana zakat secara lebih mandiri dan efisien. "Saat ini, sekitar 250 kantor BAZNAS daerah telah bergabung dalam sistem kantor digital. Dengan adanya kantor digital ini, BAZNAS daerah dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan dana, pendistribusian kepada mustahik, hingga pelaporan yang lebih akurat dan transparan," kata Achmad Setio. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel. "Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, BAZNAS berkomitmen untuk terus memanfaatkan inovasi digital demi meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia," tandasnya.
BERITA17/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Jadi Brand Paling Menginspirasi, BAZNAS RI Raih 3 Penghargaan Majalah Marketeers 2024
Jadi Brand Paling Menginspirasi, BAZNAS RI Raih 3 Penghargaan Majalah Marketeers 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang Marketeers Editor's Choice Award 2024 untuk kategori Brand Enhancements of the Year, Integrated Service Channel of the Year dan Community Marketing Program of the Year. Penghargaan ini diterima Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/09/2024). Rizaludin menyebut keberhasilan BAZNAS meraih penghargaan Marketeers Editor's Choice Award 2024 adalah buah keberhasilan dalam memberi kemudahan bagi para muzaki untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Tak hanya itu, Rizaludin mengatakan ini menjadi bukti BAZNAS mampu menjadi lembaga yang dapat menginspirasi kebaikan untuk umat melalui zakat. "Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen BAZNAS RI dalam meningkatkan layanan digital dan inovasi dalam pengelolaan zakat di era modern," kata Rizaludin. Upaya BAZNAS dalam mengembangkan dan mengoptimalkan strategi digital, turut berkontribusi atas lahirnya penghargaan bergengsi ini. Tak lupa, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, yang telah berkontribusi membawa BAZNAS meraih tiga penghargaan tersebut. "Penghargaan ini adalah buah keberhasilan BAZNAS melalui program-program zakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat," ujar dia. Di sisi lain, Rizaludin juga menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS kerap menjadi langganan penerima penghargaan baik skala nasional maupun internasional. Hal ini tentu tak lepas dari peran BAZNAS sebagai lembaga zakat nasional yang mampu mengelola zakat sesuai dengan "3A", yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Semoga dengan adanya penghargaan ini mampu menjadi motivasi bagi BAZNAS untuk terus berinovasi ke depannya," ujarnya. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan; Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI, Budi Margono; dan Kepala Divisi Pengumpulan Retail, Fahrudin.
BERITA12/09/2024 | admin
Gubernur Arinal Serahkan Bantuan 155 Ekor Kambing untuk Desa BAZNAS di Tulangbawang
Gubernur Arinal Serahkan Bantuan 155 Ekor Kambing untuk Desa BAZNAS di Tulangbawang
Gubernur Lampung Dr (HC) Ir. Arinal Djunaidi meyerahkan program bantuan Desa BAZNAS Sektor Peternakan di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Kamis (30/5/2024). Total ada sebanyak 35 Mustahik di Kampung Menggala, Kecamatan Manggala Timur, Kabupaten Tulangbawang yang terbagi di Dusun Gunung Pemalang, Dusun Margajaya dan Dusun Marga Sakti. Kepada para mustahik akan diberikan bantuan berupa kandang koloni atau kandang kelompok sebanyak 5 unit, di mana masing-masing kandang kelompok akan terdapat 25 ekor kambing betina dan 3 ekor kambing jantan sehingga ternak kambing yang dibagikan pada kegiatan ini berjumlah 155 ekor. Selain itu, diberikan juga bantuan pakan konsentrat sebanyak 9,3 ton, obat dan vitamin sebanyak 5 paket serta akan dilakukan bimbingan teknis kepada para mustahik penerima manfaat dari kegiatan ini. Program Desa BAZNAS di Kabupaten Tulangbawang ini merupakan program kedua setelah launching perdana di Desa Madu Koro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara pada tanggal 1 April 2024 yang lalu dan saat ini telah melahirkan 11 ekor kambing. Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Program Desa BAZNAS merupakan perwujudan kepedulian antarsesama, dari zakat profesi ASN Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Arinal mengatakan bahwa Program Desa BAZNAS ini berasal dari dana zakat, infaq dan shodaqoh yang dikelola oleh BAZNAS sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Gubernur menuturkan, bahwa pemanfaatan dan distribusi zakat, infaq dan shodaqoh bukan dalam bentuk uang tunai namun dalam bentuk zakat produktif berupa fasilitas dan sarana prasarana pendukung dalam beternak. Menurutnya, cara ini akan menciptakan keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Gubernur Arinal mengatakan, bahwa peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya di wilayah pedesaan. Arinal melanjutkan, sektor pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah, yang dapat menjadi sumber pendapatan, menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi serta pemberdayaan sosial. “Sehingga tepat rasanya bila Program Desa BAZNAS sektor peternakan diterapkan di wilayah pedesaan, dengan dukungan lingkungan, semangat gotong royong dan pakan hijauan yang memadai yang diharapkan dapat menunjang pertumbuhan kambing untuk berkembang dengan baik,” ujar Gubernur. Sementara itu, Pj. Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Arinal atas dilaksanakannya Program Desa BAZNAS di Kampung Menggala ini. “Kami merasa sangat berbangga dan berterima kasih kepada Pak Gubernur atas inisiasi program Desa BAZNAS, Alhamdulillah di desa ini ada tujuh kepala keluarga yang akan menerima manfaat Program Desa BAZNAS secara simbolis, semoga bisa memberikan dorongan, dan mudah-mudahan program ini menyebar ketempat-tempat lainnya,” ujar Qudratul Ikhwan. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti dalam laporannya menerangkan bahwa Program Desa BAZNAS sektor Peternakan ini merupakan ide dan gagasan dari Gubernur Arinal Djunaidi yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Lampung melalui zakat produktif. “Program Desa BAZNAS sektor Peternakan ini salah satunya adalah untuk meningkatkan ekonomi atau taraf hidup mustahik, pengembangan keterampilan dan mengurangi kemiskinan dimana nantinya Lampung tetap menjadi lumbung ternak,” ujarnya. Lili mengungkapkan bahwa manfaat dari program ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan dan dalam jangka panjang dapat membuka peluang perkerjaan dan menekan angka kemiskinan. Kegiatan bantuan Desa BAZNAS sektor peternakan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Lampung H. Luqmanul Hakim, para pimpinan BAZNAS Tulangbawang dan anggota Forkopimda Tulangbawang.
BERITA30/05/2024 | admin
Lampung Utara Jadi Pilot Project Program Desa BAZNAS
Lampung Utara Jadi Pilot Project Program Desa BAZNAS
Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program Desa BAZNAS Sektor Peternakan. Lokasinya di Desa Madukoro Baru, Lampung Utara, pada Senin, 1 April 2024. Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi berharap Desa Madukoro Baru menjadi lokasi percontohan atas program pemberdayaan sosial ekonomi untuk pengentasan kemiskinan. “Alhamdulillah, peluncuran Program Desa BAZNAS sektor peternakan yang lokasi percontohan di 5 titik di Desa Madukoro Baru, Kotabumi Utara,” ujarnya, Senin, 1 April 2024. Menandai peresmian program itu dengan pemberian ternak kambing kepada lima kelompok peternak yang menyasar 35 Kepala Keluarga mustahik. Sebarannya di Dusun Plongkowati, Dusun Jangkarbumi, Dusun Jodipati, Dusun Sukajaya/Sukadamai dan Dusun Sukajadi. Sejalan dengan upaya mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan sosial ekonomi, Arinal berharap pemanfaatan zakat oleh BAZNAS untuk memberdayakan mustahik dalam bentuk zakat produktif. Penaylurannya dalam bentuk bantuan renovasi masjid atau musala, pemberian insentif guru mengaji, pemberdayaan UMKM. Serta bantuan ternak kambing dan sarana pendukungnya. Penaylurannya dalam bentuk bantuan renovasi masjid atau musala, pemberian insentif guru mengaji, pemberdayaan UMKM. Serta bantuan ternak kambing dan sarana pendukungnya. Arinal menjelaskan, Kabupaten Lampung Utara sebagai lokasi percontohan atau pilot project Desa BAZNAS. Selanjutnya secara bertahap penerapannya lokus di Kabupaten/Kota lainnya. Mustahik di tiap lokasi akan mendapatkan zakat produktif berupa pembangunan kandang kambing, ternak kambing 31 ekor. Terdiri dari 3 kambing jantan dan 28 kambing betina, pakan konsentrat dan obat- obatan/ vitamin pendukung. “Sehingga total zakat produktif berupa pembangunan 5 unit kandang kelompok, ternak kambing 155 ekor, pakan konsentrat 9,3 ton dan 5 paket obat-obatan,” jelasnya. Menurutnya, penyaluran zakat produktif dalam bentuk ternak kambing harapannya menjadi upaya pemberdayaan yang keberlanjutan. Adapun skema program ini yaitu setelah ternak kambing dipelihara dalam kelompok selama dua tahun, maka anak ternak yang dihasilkan sebagian diinfakkan kepada mustahik lain di sekitar lokasi. Sementara Pj. Bupati Kabupaten Lampung Utara, Aswarodi merasa senang karena salah satu desa di Kabupaten Lampung Utara menjadi pilot project Desa BAZNAS. Untuk pengentasan kemiskinan secara struktural. Peresmian Desa BAZNAS ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, serta menciptakan peluang usaha baru di sektor peternakan.
BERITA01/04/2024 | admin
Baznas Lampung Timur Buka Bazar Kuliner di Desa Srimenanti
Baznas Lampung Timur Buka Bazar Kuliner di Desa Srimenanti
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Timur buka Bazar kuliner Gerai Z-ifthar Ramadhan di halaman Masjid Al-Huda Dusun VII Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Rabu (13/3/2024). Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo membuka langsung acara peresmian tersebut. Hadir pula Dirut PT BPRS Lampung Timur, Toni Adriansyah, Kepala Baznas Lampung Timur, Abdul Latif, Camat Bandar Sribhawono, Eko Purwono, Kades Srimenanti, Sanimin, SP dan Panitia kegiatan Baznas, H Guntur Saputra beserta para tokoh agama setempat. Pada kesempatan itu, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan dari Baznas sebesar Rp 10.500.000, kepada 30 Mustahik atau pelaku UMKM pada kegiatan Bazar kuliner Ramadhan itu. Untuk pembangunan Masjid Al-Huda, Bupati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 2 Juta Rupiah. “Semoga Bazar ini membawa berkah dan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa,” Kata Dawam Rahardjo. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. “Baznas hadir menindak lanjuti upaya membantu program Pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat, menumbuhkan rasa cinta kepada masyarakat ingin berzakat” terang Abdul Latif, Ketua Baznas Lampung Timur. Menurutnya, dari hasil zakat yang di keluarkan mudah-mudahan mampu memberikan bantuan, meningkatkan perubahan dari masyarakat yang tadinya berada di bawah garis kemiskinan, mampu meningkatkan perekonomian yang diharapkan.
BERITA13/03/2024 | admin
Gerai Z-Ifthar Ramadan Bantu UMKM dan Entaskan Kemiskinan
Gerai Z-Ifthar Ramadan Bantu UMKM dan Entaskan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Selatan membuka Gerai Z – Ifthar Ramadan yang berlangsung dari 11 Maret – 5 April 2024 , di halaman Masjid Agung, Kalianda. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyatakan kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan inovasi perubahan pradigma kegiatan sosial. Menurutnya, kegiatan ini sudah terrencanakan setiap bulan suci Ramadan 1445 Hijriah dengan membuka Gerai Ifthar Ramadan. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Baznas Lamsel yang telah ikut berkiprah memajukan UMKM di Lamsel,”ujarnya. Nanang menjelaskan,Badan Amil Zakat Nasional Lampung Selatan juga ikut dalam pengentasan kemiskinan ekstrim. Yakni melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Korlaborasi Baznas dengan Pemkab Lamsel hingga kini terus berjalan dengan baik. “Oleh karena itu, kita berikan semangat kepada Baznas Lampung Selatan. Di mana, semangat itu tidak lepas dari komponen dari para pejabat,”sebutnya. Maju mundurnya Baznas tersebut rumah tangganya adalah para pejabat, OPD kita. Namun, hingga kini masih ada dua OPD yakni BKD dan Dinas PU yang belum tergerak untuk berinfak dan bersodakoh ke Baznas Lamsel. Sementara itu, Ketua Baznas Lampung Selatan Muhklisin, mengatakan Gerai Z – Ifthar Ramadan ini sebagai tempat masyarakat mencari makanan buka puasa. Ini juga sebagai upaya Baznas Lamsel menggerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitaran Masjid Agung Kalianda. “Alhamdulillah, kami buka 50 pendaftaran UMKM. Tapi, yang mendaftar sampai 70 UMKM,”ujarnya. Menurutnya, para UMKM yang ikut menjual makanan untuk buka puasa di Gerai Ifthar Ramadan ini diberikan bantuan modal Rp250 ribu untuk menambah modal usahanya. Selain itu, ada Mikro Finance UMKM yang bekerja sama dengan Masjid Agung Kalianda memberikan pinjaman modal Rp3 juta tanpa bunga. Namun, harus mengembalikan selama 10 bulan. “Jika, nanti UMKM tersebut konsisten dalam pengembalian pinjaman. Maka, UMKM di sekitaran Masjid Agung Kalianda bisa terus berkembang,”katanya.
BERITA13/03/2024 | admin
Upaya Memanfaatkan Media Digital untuk Menyampaikan Pesan kepada Masyarakat
Upaya Memanfaatkan Media Digital untuk Menyampaikan Pesan kepada Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberi Pelatihan Jurnalistik untuk BAZNAS wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Sumatra Barat (Sumbar) di Hotel Santika Premier pada 12--14 Desember 2023. Hal ini sebagai upaya BAZNAS untuk terus mendorong digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan inovasi Kantor Digital BAZNAS yang merupakan sarana kerja berbasis teknologi komunikasi. Pengoptimalan kantor digital BAZNAS terus dimasifkan agar pemanfaatannya dapat menyentuh berbagai aspek. Pelatihan Jurnalistik ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan digital kepada pelaksana BAZNAS yang diharapkan dapat memaksimalkan platform digital guna mempromosikan BAZNAS. "Media kini sudah sangat beragam, BAZNAS harus bisa memanfaatkan agar pesan bisa sampai karena kita berhadapan dengan penduduk yang banyak, ini untuk meningkatkan literasi zakat," ungkap Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, M. Nadratuzzaman Hosen dalam pembukaan agenda tersebut pada Selasa, (12/12/2023). Menurutnya, angka melek zakat secara nasional masih belum maksimal. Oleh karena itu, digitalisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat akan zakat. "Masih banyak yang belum paham tentang zakat, juga banyak muzakki yang zakat langsung tidak melalui BAZNAS," kata dia. Nadra berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan digital para pelaku BAZNAS sehingga penyebaran informasi meluas dan potensi zakat dapat direalisasikan maksimal. "Ini menjadi pelatihan pertama, semoga bisa menjadi contoh. Nantinya informasi dari daerah diharapkan bisa terekspos secara nasional, terjadi pertukaran informasi," kata dia. Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan materi terkait jurnalisme data, menulis berita dan siaran pers, serta mengelola media sosial. Kemudian, cara membuat foto, dan video layak publish serta produksi konten media sosial. Sementara itu, pelatihan ini mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain. Menurut Iskandar, di era serba digital ini, jurnalistik memegang peranan penting untuk percepatan informasi yang diterima masyarakat. "Pelatihan ini sangat baik dan berguna untuk kami. Terima kasih BAZNAS RI yang telah menghadirkan pelatihan jurnalistik ini. Semoga ilmu ini akan bermanfaat bagi pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS," kata Iskandar. Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari BAZNAS di 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Barat. Selain pelatihan, pada agenda tersebut juga terdapat penandatanganan kerja antara BSI dan penyerahan Program Z-Mart. BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada tujuh mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL). Selain itu, pada acara yang disponsori Bank Syariah Indonesia (BSI) ini turut dihadiri Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Zainal Abidin; Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.IPM; Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D.; Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo; Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik; Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain; Ketua BAZNAS Provinsi Sumbagsel dan Sumbar; Ketua BAZNAS Kabupaten Kota Se-Sumbagsel dan Sumbar; Deputi BI Kepala Perwakilan Lampung Tony Noor Tjahjono; Regional CEO BSI RO 3 Palembang Wachjono; Deputi RCEO BSI RO 3 Palembang Dede Irawan Hamzah; Area Manager BSI Bandar Lampung Khaerul Wajid; dan Peserta pimpinan dan pelaksana BAZNAS se-Sumbagsel dan Sumbar.
BERITA14/12/2023 | admin
Gelar Pelatihan Jurnalistik, Upaya BAZNAS Dorong Digitalisasi Pengelolaan Zakat
Gelar Pelatihan Jurnalistik, Upaya BAZNAS Dorong Digitalisasi Pengelolaan Zakat
Lampung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Pelaatihan Jurnalistik untuk BAZNAS wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Sumatra Barat (Sumbar) yang berlangsung di Bandar Lampung, pada 12-14 Desember 2023. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya BAZNAS untuk terus mendorong digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan inovasi Kantor Digital BAZNAS yang merupakan sarana kerja berbasis teknologi komunikasi. Selain itu, pelatihan Jurnalistik ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan digital kepada pelaksana Baznas yang diharapkan dapat memaksimalkan platform digital guna mempromosikan Baznas. "Media kini sudah sangat beragam, Baznas harus bisa memanfaatkan agar pesan bisa sampai karena kita berhadapan dengan penduduk yang banyak, ini untuk meningkatkan literasi zakat," ungkap Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, Prof. M. Nadratuzzaman Hosen dalam pembukaan agenda tersebut pada Selasa, (12/12/2023). Menurutnya, angka melek zakat secara nasional masih belum maksimal. Oleh karena itu, digitalisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat akan zakat. "Masih banyak yang belum paham tentang zakat, juga banyak muzakki yang zakat langsung tidak melalui BAZNAS,” kata dia. Nadra berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan digital para pelaku BAZNAS sehingga penyebaran informasi meluas dan potensi zakat dapat direalisasikan maksimal. Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan materi terkait jurnalisme data, menulis berita dan siaran pers, serta mengelola media sosial. Kemudian, cara membuat foto, dan video layak publish serta produksi konten media sosial. Sementara itu, pelatihan ini mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain. Menurut Iskandar, di era serba digital ini, jurnalistik memegang peranan penting untuk percepatan informasi yang diterima masyarakat. "Pelatihan ini sangat baik dan berguna untuk kami. Terima kasih BAZNAS RI yang telah menghadirkan pelatihan jurnalistik ini. Semoga ilmu ini akan bermanfaat bagi pengelolaan zakat yang dilakukan Baznas," kata Iskandar. Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari BAZNAS di 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Barat. Selain pelatihan, pada agenda tersebut juga terdapat penandatanganan kerja antara BSI dan penyerahan Program Z-Mart. BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada tujuh mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL). Selain itu, pada acara yang disponsori Bank Syariah Indonesia (BSI) ini turut dihadiri Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Zainal Abidin; Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.IPM; Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D.; Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo. Selain itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik; Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain; Ketua BAZNAS Provinsi Sumbagsel dan Sumbar; Ketua BAZNAS Kabupaten Kota Se-Sumbagsel dan Sumbar; Deputi BI Kepala Perwakilan Lampung Tony Noor Tjahjono; Regional CEO BSI RO 3 Palembang Wachjono; Deputi RCEO BSI RO 3 Palembang Dede Irawan Hamzah; Area Manager BSI Bandar Lampung Khaerul Wajid; dan peserta pimpinan dan pelaksana BAZNAS se-Sumbagsel dan Sumbar. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: BSI: 771 166 4477 BCA Syariah: 0660 1701 01 BTN Syariah: 817 1000 036 Bank Lampung: 3800 003031 093 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***
BERITA13/12/2023 | BL-01
IWAPI Lampung Serahkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina Melalui Baznas
IWAPI Lampung Serahkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina Melalui Baznas
DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung menyerahkan sedekah kemanusiaan untuk Palestina sejumlah Rp22.650.000, melalui Baznas Provinsi Lampung. Sedekah kemanusiaan untuk Palestina diserahkan oleh Ketua DPD IWAPI Lampung Dr. Ir. Hj. Armalia Reny W.A., MM, diterima oleh Ketua Baznas Lampung H. Iskandar Zulkarnain, Pimpinan Baznas Komarunizar dan Indriani Dewi Avitoningsih, di kantor Baznas Lampung Jl. Soekarno-Hatta Rajabasa, Selasa (28/11/2023). Iskandar menyampaikan terimakasih atas kepercayaan IWAPI Lampung yang menyalurkan bantuan untuk Palestina melalui Baznas. Selanjutnya, Baznas Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan Baznas RI untuk pemberangkatan bantuan tahap selanjutnya. Lebih lanjut Iskandar menyampaikan, Baznas Provinsi Lampung membantu masyarakat yang ini mengirim sedekah kemanusiaan untuk Palestina yang selanjutnya akan diserahkan ke Baznas Pusat untuk didistribusikan. Lebih lanjut Iskandar mengatakan,bantuan tahap 1 dari Indonesia, gabungan dari Baznas, berbagai perusahaan, LAZ, mitra komunitas, dan masyarakat telah diberangkatkan dan telah sampai di Gaza Palestina. Sedangkan bantuan tahap 2 juga telah diberangkatkan. Bantuan yang didistribusikan berupa makanan, selimut, baju, air mineral, perlengkapan musim dingin, hingga peralatan medis. Sementara itu, Ketua DPW IWAPI Lampung Hj. Armalia Reny WA, mengatakan penyaluran donasi kemanusiaan melalui Baznas Lampung karena lembaga ini merupakan lembaga resmi yang terpercaya. “Kita ikut serta dalam donasi kemanusiaan Palestina dan memilih Baznas Provinsi Lampung sebagai lembaga yang terpercaya untuk menyalurkan donasi dari kita,” ujar Hj. Armalia Reny.
BERITA28/11/2023 | admin
PENJEMPUTAN MAHASISWA PKL FEBI UIN RIL
PENJEMPUTAN MAHASISWA PKL FEBI UIN RIL
BAZNAS Provinsi Lampung (17/11/2023) melaksanakan acara simbolik penjemputan mahasiswa praktek kerja lapangan (PKL) FEBI UIN RIL di kantor BAZNAS Provinsi Lampung, Komplek Islamic Centre Rajabasa, Bandar Lampung. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua II Bapak Komarunizar, M.Pd.I., Wakil Ketua IV Bapak Asep Abdul Basit, S.Hi., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zathu Restie Utamie, M.Pd., staf BAZNAS Provinsi Lampung dan Mahasiswa PKL FEBI UIN RIL. “Saya mengapresiasi atas kepercayaan UIN RIL memilih BAZNAS Provinsi Lampung sebagai tempat mengembangkan mahasiswanya”, ucap Komarunizar dalam sambutannya. Berlangsungnya acara ini juga dilakukan penyerahan simbolik cendramata berupa plakat dari DPL kepada BAZNAS Provinsi Lampung dan juga penyerahan simbolik sertifikat dari BAZNAS Provinsi Lampung kepada mahasiswa PKL FEBI UIN RIL. “Terimakasih kepada BAZNAS Provinsi Lampung telah menerima kami serta memberikan ilmu yang berharga dan maaf jika ada salah perkataan atau perilaku dari kami”, ungkap Varhisky selaku ketua kelompok mahasiswa PKL di BAZNAS Provinsi Lampung. Penjemputan mahasiwa ini dilakukan karena PKL telah dilaksanakan selama 2 bulan sesuai ketentuan dari kampus. “Saya selaku DPL mereka, meminta izin untuk menjemput mahasiswa karena telah selesai melaksanakan PKL selama 2 bulan di BAZNAS Provinsi Lampung”, ujar Zathu selaku DPL. “Harapannya mereka yang PKL di sini menjadi pelopor duta zakat di dunia kampus”, ungkap Komarunizar sekaligus melepas mahasiswa FEBI UIN RIL yang melakukan PKL di BAZNAS Provinsi Lampung.
BERITA17/11/2023 | admin
Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Lampung Tengah
Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Lampung Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung Tengah mendirikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kampung Setiabakti, Kecamatan Seputihbanyak, kabupaten setempat. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan Senin, 9 Oktober 2023. Keberadaan RSB ini sudah dinanti selama kurun dua tahun terakhir oleh masyarakat Lamteng yang berada di wilayah timur. Sebenarnya, RSB akan didirikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), namun karena ketidaksiapan lahan, pembangunannya dipindahkan ke Lampung. Keberadaan RSB juga membantu mewujudkan janji Bupati Lampung Tengah kepada masayarakat dalam upaya penekanan angka kematian ibu dan bayi di wilayah setempat. "Pembangunan RSB ini sebagian dananya merupakan hasil infak dan sedekah dari ASN Lamteng yang disalurkan melalui BAZNAS. Selain itu juga mendapat bantuan dari BAZNAS RI Rp1,8 miliar. Untuk lahan merupakan hibah dari Pemkab Lamteng dengan luas 10.570 meter persegi. Dengan dibangunnya RSB ini menjadi suatu kebanggaan kita semua dengan begitu kuat kecintaan kita kepada zakat dan sedekah yang sedikit demi sedikit kita bisa bantu para mustahik yang ada di Lamteng. Selain itu, melihat tingginya angka kematian ibu dan bayi di sini dapat ditekan dengan keberadaan RSB ini," kata Ketua BAZNAS Lamteng, Drs Bustami. Sementara pimpinan Bidang Teknologi dan Informasi BAZNAS Pusat sekaligus pembina wilayah Lampung Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S.M.Ec. ,Ph.D. mengucapkan syukur dengan mulai dibangunnya RSB di kabupaten setempat. Sebab, dengan sinergitas antara BAZNAS dan Pemkab Lamteng yang berjalan baik, rumah sehat yang sudah dinanti selama dua tahun dapat terwujud. "Saya sangat bersyukur rencana dari BAZNAS Lamteng dua tahun lalu untuk mendirikan rumah sehat ini. Pembangunan RSB ini seharusnya di NTB namun karena mereka tidak siap karena tidak memiliki lahan, pembangunannya dipindah ke Lamteng, yang lebih siap. Karena pembanguan RSB ini syaratnya harus ada tanah milik BAZNAS dan pemkab setempat telah menghibahkanya kepada BAZNAS. Ini betul-betul rezeki untuk Lamteng, saya melihat BAZNAS Lamteng gigih untuk pembangunan ini," ujarnya. Dengan dibangunnya RSB ini diharapkan dapat membantu pengobatan masyarakat miskin dengan gratis dan menggunakan inovasi rumah sehat BAZNAS tanpa kasir. Keberadaan RSB ini bukan hanya untuk penanganan namun juga pencegahan. Nantinya BAZNAS akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan kesehatan gratis. "Konsen kami mendirikan RSB ini bukan untuk penyembuhan saja, tapi juga untuk pencegahan. Saya berharap jika nanti sudah terbangun, ada dokter dan peralatan yang bisa bekerja sama dengan masjib besar yang ada, untuk mengecek kesehatan keliling tiap Jumat. Dengan pemeriksaan itu ada langkah preventif," katanya. Sementara, Bupati Musa Ahmad menjelaskan pembangunan RSB membantu mewujudkan janji kepada masyarakat di wilayah timur kabupaten setempat untuk membangun rumah sakit. Terwujudnya RSB ini juga bagian dari peran serta ASN Lamteng yang menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui BAZNAS. "Saya dulu pernah berjanji kepada masyarakat yang ada di wilayah timur ini untuk membangun rumah sakit. Dan pada hari ini kami wujudkan bersama BAZNAS. Terima kasih kepada para ASN terutama dari kalangan pendidikan yang menjadi penyumbang terbesar untuk BAZNAS Lamteng. Mari kita sama-sama salurkan zakat dengan tepat dan baik untuk masyarakat," ujarnya. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Lampung, Iskandar Zulkarnain, dan anggota Komisi VIII DPR I Komang Koheri asal Dapil 2 Lampung.
BERITA09/10/2023 | Admin PKL UIN RIL 2023
Pelantikan Komisioner BAZNAS Tulang Bawang masa kerja 2023-2028
Pelantikan Komisioner BAZNAS Tulang Bawang masa kerja 2023-2028
Pelantikan Komisioner BAZNAS Tulang Bawang masa kerja 2023-2028 bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai II Kantor Bupati Tulang Bawang, Rabu (04/10/2023). Pelantikan ini turut dihadiri Pj Bupati Tulang Bawang Drs. Qodratul Ikhwan., M.M., Komisioner BAZNAS Provinsi Lampung, Forkopimda Kabupaten Tulang Bawang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. “Semoga dengan dilantiknya pimpinan yang baru, kinerja BAZNAS dapat lebih meningkat, sehingga keberadaanya senantiasa dapat dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, “ ujar Drs.Qodratul Ikhwan., M.M. Daftar Susunan Komisioner BAZNAS Tulang Bawang Masa Kerja 2023-2028: Ketua : Zaenal Mustofa, M.Pd. Wakil Ketua I : Ir. Rudi Febriansyah Wakil Ketua II : M. Ali Amin Said, S.Pd. Wakil Ketua III : K.H. Masykur Mahyudin Alfaruq, M.Pd. Wakil Ketua IV : H. Yantori, S.H.
BERITA06/10/2023 | admin
Latihan Dasar Kelompok (LDK) ZMart BAZNAS Provinsi Lampung
Latihan Dasar Kelompok (LDK) ZMart BAZNAS Provinsi Lampung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) untuk para penerima program ZMart. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada hari Senin 2/10 dan Selasa 3/10 2023, bertempat di aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I serta Kepala KUA Kecamatan Kemiling K.H. Purna Irawan, S.Ag. sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan LDK ZMart BAZNAS Provinsi Lampung. "Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Lampung yang telah memberikan kepercayaan ruangan Aula KUA untuk kegiatan ini (LDK Zmart)", ucap K.H. Purna Irawan, S.Ag. Kegiatan LDK ini guna menyampaikan materi hingga diskusi antar mustahik dan BAZNAS Provinsi Lampung. “Perlu ada pendampingan intensif, melalui LDK sebagai bentuk penyampaian materi-materi hingga diskusi dan tukar pikiran terkait berbagai permasalahan serta perkembangan usaha warung ZMart yang dijalani mustahik”, ujar Komarunizar, M.Pd.I. Selasa, 3 Oktober 2023. LDK ZMart diikuti oleh sebanyak 60 mustahik terpilih yang telah mendaftar dan diverifikasi oleh BAZNAS Provinsi Lampung. Pelaksanaan dibagi selama 2 hari, per harinya diikuti oleh 30 mustahik. “Ada 2 ketegori, reguler dan santripreneur”, ujar Shahrul Muhaimin, S.Kom. sebagai pendamping program ZMart. Mustahik berharap warungnya dapat berkembang dan bermanfaat untuk banyak orang. “Saya telah mengikuti pelatihan dasar BAZNAS yaitu ZMart, Alhamdulilah saya telah terpilih menjadi bagian ZMart. Semoga saya dan warung saya nanti bisa berkembang dan bermanfaat untuk orang banyak”, ungkap Masayu Fathonah sebagai penerima program ZMart. Penerima dari kategori santripreneur juga menilai hal ini sebagai upaya mengembangkan entrepreneur di usia muda. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Lampung yang memiliki program luar biasa dan jenius yaitu menggelontorkan ZMart sebagai upaya untuk kemandirian para santri dan mengembangkan enterpreneur di dunia usaha”, ucap Amiruddin Muslih pengasuh Pondok Pesantren Al Firdaus. “Dengan adanya pendampingan intensif, BAZNAS dapat memantau setiap perkembangan mustahik binaan baik dalam segi omzet usaha, ilmu pengetahuan, tingkat sosial, dan berbagai macam hal”, ungkap Komarunizar, M.Pd.I. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
BERITA04/10/2023 | Admin PKL UIN RIL 2023
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung dan Mahasiswa PKL Menghadiri Pengajian Akbar Gubernur Lampung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung dan Mahasiswa PKL Menghadiri Pengajian Akbar Gubernur Lampung
Kegiatan ini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1445 Hijriah, yang jatuh pada Senin 18 September 2023. Acara ini digelar di Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Ceramah ini disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. Dengan Tema "Meneladani Nabi Muhammad SAW, Semangat Persatuan Dalam Cinta Terhadap Nabi SAW" Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Lampung yaitu Bapak Arinal Djunaidi bersama dengan Istri beliau Ibu Riana Sari serta anggota Forkopimda. Dalam sambutan Gubernur lampung mengajak hadirin untuk sama-sama introspeksi diri dan memiliki akhlak yang mulia. Dalam kesempatan ini Gubernur Lampung Arinal juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Tetapi juga membangun mental spiritual, khususnya di bidang kegamaan. Kemudian acara ini dimeriahkan oleh Hadroh PonPes Al - Rohimah Bandar lampung serta para tamu undangan dari berbagai Sekolah serta ribuan masyarakat yang hadir. Dalam acara ini terdapat santunan bagi 17 anak Yatim Piatu, kemudian memberikan sedekah uang sebesar 15 juta rupiah pada 2 masjid yang masing masing masjid diberikan senilai 15 juta rupiah yang salah satunya yaitu masjid Al-Munawaroh. Kemudian bantuan kepada Ponpes Tahfidz Alquran sebesar 25 juta rupiah. BAZNAS Provinsi Lampung turut meyertakan Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk menghadiri acara ini. Mahasiswa PKL yang berasal dari UIN Raden Intan Lampung berjumlah 10 orang. Harapannya mahasiswa ini dapat mendapat pelajaran serta pengalaman selama melakukan PKL di BAZNAS Provinsi Lampung. Praktek Kerja Lapangan ini dilakukan dari 18 September 2023 hingga 18 Novmber 2023.
BERITA18/09/2023 | Admin PKL UIN RIL 2023
Asep, Waka Baznas Lampung Narasumber Talkshow Pemberdayaan Zakat Menggerakkan Ekonomi Umat
Asep, Waka Baznas Lampung Narasumber Talkshow Pemberdayaan Zakat Menggerakkan Ekonomi Umat
Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung Asep Abdul Basit, menjadi narasumber dalam Talkshow yang digelar FEB IAIN Kota Metro, Sabtu (8/7/2023). Talkshow mengakat Topik “Pemberdayaan Zakat dalam menggerakkan ekonomi umat di Indonesia.” Narasumber dalam Talkshow pemberdayaan zakat sebanyak empat orang yaitu; 1. Qomarruzaman, Wakil Walikota Metro 2. Rahmat Riyanto, Manager Fungsi Pelaksanaan UMKM, keuangan Inklusif dan Syari’ah BI @KPW Lampung 3. Asep Abdul Basit, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Lampung 4. Amin Sudarsonop, dari Poros Indonesia Asep menyampaikan, Pemerintah telah memberi legitimasi yang luar biasa dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolan zakat bersifat struktur dan terkodinir. Peraturan zakat di Indonesia antara lain, Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2011 dan penjelasan UU No. 23 tahun 2011, Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun 2014, Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2014, Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 01 Tahun 2014, Peraturan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Nomor 02 Tahun 2014, Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional. Lalu Keputusan Menteri Agama Nomor 118 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi, Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/568 Tahun 2014, Peraturan BAZNAS No.02 Tahun 2014 tentang Pemberian Rekomendasi Pembentukan LAZ, Peraturan BAZNAS No.03 Tahun 2014 tentang Organisasi BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota, Peraturan BAZNAS No. 04 tahun 2014 Pedoman Penyusunan RKAT BAZNAS, Surat Keputusan No.66 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Anggota BAZNAS 2015 – 2020. Asep menjelaskan, Sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural, yang mendapatkan amanah mengelola dana masyarakat, BAZNAS harus memegang tiga prinsip, yakni : Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Aman Syar’i artinya pengelolaan zakat yang dilaksanakan BAZNAS harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Pengelolaan zakat harus selaras dan tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman Regulasi artinya bahwa pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan. Aman NKRI artinya pengelolaan zakat di BAZNAS harus kian mempererat persaudaraan anak bangsa, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas/tindakan terorisme, demi menunjang tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BERITA08/07/2023 | Admin
BSI Serahkan Infaq Hasil Penjualan Riyal kepada Baznas Lampung
BSI Serahkan Infaq Hasil Penjualan Riyal kepada Baznas Lampung
Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bandarlampung menyerahkan uang infaq jamaah haji kepada Baznas Provinsi Lampung. Penyerahan uang infaq kepada Baznas merupakan hasil keuntungan penjualan uang Riyal kepada jamaah haji Lampung. Langkah BSI ini patut dicontoh oleh Bank lain. Kepala Area Manager BSI Bandar lampung Dede Irawan Hamzah, diwakili Benny Sangjaya Retail and Transaction Business Manager, menyerahkan uang infaq kepada Ketua Baznas Provinsi Lampung H. Iskandar Zulkarnain sebesar Rp19.295.000, di Kantor BSI Bandarlampung, Senin (27/6/2023). Menurut Benny, infaq dari BSI ini merupakan hasil dari penjualan uang Riyal kepada jamaah haji Lampung. Selama musim haji 2023, BSI menjual Riyal ditukar dengan uang rupiah mulai awal kloter pertama jamaah haji Lampung sampai kloter terakhir. Ketua Baznas Lampung Iskandar Zulkarnain sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BSI dengan menyerahkan infaq hasil penjualan riyal kepada jamaah haji. BSI juga telah bekerjasama dengan Baznas terkait kegiatan BSI Gema Ramadhan. Kedepan tambah Iskandar, kerjasama dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan.
BERITA27/06/2023 | admin
BAZNAS Provinsi Lampung Mengikuti Acara Focus Group Discussion Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023
BAZNAS Provinsi Lampung Mengikuti Acara Focus Group Discussion Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023
Acara Focus Group Discussion Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023 di Hotel Ibis Syle Tanah Abang Jakarta, tanggal 15 - 17 Juni 2023. Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Phil. KH. Kamaludin Amin, M.A. Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.
BERITA16/06/2023 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.

Lihat Daftar Rekening →