Berita Terbaru
Para Muzaki dan Munfiq Pahlawan Kemanusiaan, oleh : H. Komarunizar, S.Ag, MPd.I
Istilah Muzaki dan Munfiq, masih terasa asing kita dengar, karena kedua kata ini diambil dari kosa kasa Bahasa Arab. Muzaki artinya orang yang gemar membayar zakat, sedangkan Munfiq artinya orang yang rajin berinfaq, sedekah.
Bulan November, dalam proses perjalanan perjuangan sejarah bangsa Indonesia disebut bulan pahlawan, karena 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan berdasarkan surat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959.
Kata pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata pahala, dan berakhiran wan, pahalawan. Ada juga yang memaknai “Pahlawan” adalah sebutan bagi mereka yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara.
Dalam ARSIP (Media Kearsipan Nasional): Nilai-Nilai Kepahlawanan (2014) yang diterbitkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia, ada beberapa nilai yang harus dimiliki seorang pahlawan, yakni:
Rela Berkorban;
Mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi;
Ikhlas dan tanpa pamrih;
dan cinta tanah air;
Para Muzaki dan Munfiq memiliki nilai kepahlawanan tersebut.
Peran Muzaki dan Munfiq sebagai penggerak pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, karena mereka adalah sumber utama dana zakat dan infak, sedekah.
Muzaki, dengan menunaikan kewajiban zakatnya, berperan aktif dalam membantu sesama dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Begitu pula dengan Munfiq, yang dengan sukarela memberikan infak untuk kepentingan umum, berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih besar.
Maka sudah selayaknya Muzaki dan Munfiq memperoleh gelar “pahlawan kemanusiaan” karena mereka memberikan kontribusi langsung dalam menciptakan sistem redistribusi kekayaan yang adil. Melalui zakat dan infak, mereka membantu meringankan beban hidup mustahiq, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan mandiri.
Dalam konteks ini, keberhasilan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Lampung bersama-sama BAZNAS Kabupaten/Kota berdampak langsung, menciptakan perubahan sosial ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup banyak orang.
Maka Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Adalah wadah yang tepat dan disahkan oleh pemerintah atau Ulul Amri untuk mengelola zakat, infaq, sedekah sesuai dengan Konsep, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
Semoga para Muzaki dan Munfiq diberikan keberkahan hidupnya, dan semakin bertambah banyak rezekinya. (Ketua BAZNAS Provinsi Lampung)
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
ASN Didorong Manfaatkan Pembayaran Zakat Melalui Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan pembayaran zakat dan sedekah melalui BAZNAS Lampung.
Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen menyampaikan itu saat menggelar Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Lampung di Emersia Hotel, Jumat, 8 November 2024.
“Kami mulai evaluasi laporan pengumpulan dan pengeluaran dana BAZNAS se-Provinsi Lampung. Dari hasil evaluasi kami melihat kinerjanya perlu ditingkatkan kembali. Karena masih banyak kabupaten/kota yang belum mencapai target,” ujarnya.
Prof. Nadratuzzaman menyampaikan BAZNAS sampai saat ini masih berharap dukungan operasional Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan kinerja.
“Kami mengimbau peran kepada daerah. Sebab pengurus BAZNAS diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah. Begitu juga di tingkat provinsi ditetapkan Gubernur, karena mereka juga aparat Pemda,” paparnya.
Ia mengungkapkan saat ini masyarakat bahkan ASN masih banyak yang menafsirkan soal BAZNAS di bawah Kantor Wilayah Kementerian Agama. Padahal Gubernur atau Bupati dan Wali Kota yang mengangkat dan memberhentikan pengurus BAZNAS.
“Oleh karena itu wajar kalau ASN memberikan zakat dan sedekah pada BAZNAS, karena itu kewajaran karena itu lembaga pemerintah,” jelasnya.
Namun ia menyesalkan, masih banyak ASN di lingkungan Pemprov Lampung maupun kabupaten/kota belum sadar dan belum melakukan pembayaran zakat dan sedekah melalui BAZNAS Lampung.
“Pada 2024 ini, Provinsi Lampung baru Rp1,7 miliar dari awal tahun, ini masih rendah karena targetnya itu Rp12 miliar. Ini hasilnya di kembalikan ke BAZNAS karena tidak melalui APBD. Seperti ada bencana kami bisa cepat membantu karena tidak menunggu APBD. Di Jawa khususnya sudah merasakan manfaatnya karena dana terkumpul besar dan membantu pemerintah,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Lampung, Komarunizar mengatakan untuk meningkatkan kesadaran ASN, BAZNAS Lampung telah mengeluarkan surat edaran untuk menanggulangi masalah ini.
“Kami sudah buat edaran. Tapi masih ada kendala, sosialisasi juga masih kami lakukan sampai sekarang,” tandasnya.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
ASN di Lampung Didorong Manfaatkan BAZNAS untuk Pembayaran Zakat dan Sedekah
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Lampung agar lebih aktif menunaikan zakat dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Lampung di Emersia Hotel, Bandar Lampung, pada Jumat, 8 November 2024.
Rapat menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Nadratuzzaman Hosen, dan pejabat Pemerintah Provinsi Lampung.
Nadratuzzaman mengungkapkan, hingga kini, pengumpulan zakat melalui BAZNAS di Lampung masih rendah dan belum memenuhi target. Pada tahun 2024, perolehan zakat dari ASN di Lampung baru mencapai Rp1,7 miliar dari target Rp12 miliar.
Ia menegaskan bahwa partisipasi ASN sangat penting untuk meningkatkan pengumpulan zakat yang nantinya akan tersalurkan membantu masyarakat kurang mampu. Khususnya dalam situasi darurat.
“Kami melihat potensi pengumpulan dana dari ASN sangat besar. Kami harap, ASN di Lampung semakin sadar akan pentingnya zakat melalui BAZNAS sebagai bagian dari peran nyata dalam membantu pemerintah mengatasi masalah sosial,” jelasnya.
Prof. Nadratuzzaman juga mendorong Pemerintah Daerah agar mendukungan operasional untuk BAZNAS melalui APBD. Selain itu, pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mempermudah pembayaran zakat, seperti melalui dompet digital atau platform digital lainnya. Menurutnya, kemudahan ini akan mendorong ASN dan masyarakat untuk menyalurkan zakat secara konsisten dan tepat waktu.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, menambahkan bahwa peran aktif ASN dalam pembayaran zakat adalah bentuk nyata kontribusi ASN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan rutinnya pembayaran zakat oleh ASN, dampak positif bagi masyarakat akan semakin meluas. Kita bisa memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi masyarakat Lampung,” ujar Fredy.
Fredy menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan penggunaan dana zakat. Hal ini harapannya dapat meningkatkan kepercayaan ASN dan masyarakat untuk menyalurkan zakat mereka melalui BAZNAS Lampung.
BAZNAS Lampung sendiri telah mengeluarkan surat edaran yang mengajak ASN rutin membayar zakat dan sedekah.
Ketua BAZNAS Lampung, Komarunizar, menyebutkan pihaknya masih terus berupaya menyosialisasikan peningkatan kesadaran ASN tentang manfaat zakat melalui BAZNAS.
“Dengan dukungan semua pihak, khususnya ASN, kami optimistis target pengumpulan zakat bisa tercapai. Potensi ASN di Provinsi Lampung yang mencapai 19 ribu orang adalah kekuatan besar jika mereka semua menyalurkan zakat secara rutin,” kata Komarunizar.
Dengan dukungan penuh, harapannya zakat yang terkumpul dapat berperan signifikan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memberdayakan masyarakat di Provinsi Lampung.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Gelar Rakorda, BAZNAS Lampung Hasilkan 17 Resolusi Strategis
Sebagai implementasi dari hasil Rakornas BAZNAS RI di Kalimantan Timur bulan September lalu, BAZNAS Provinsi Lampung mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Lampung 2024 yang berlangsung di hotel Emersia Kota Bandarlampung pada 7 – 9 November 2024.
Rakorda BAZNAS yang dibuka Pj. Sekdaprov Fredy SM, menghasilkan 17 resolusi yang disepakati oleh seluruh peserta, sebagai penguatan dan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dalam mengentaskan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di provinsi Lampung.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, S.Ag., M.Pd.I., menutup Rakorda ini dengan menekankan pentingnya kekompakan, koordinasi, kolaborasi bagi seluruh peserta dalam mengemban amanah pengelolaan zakat.
“Kami merasa terharu dan bangga melihat begitu besarnya antusias para peserta mengikuti Rakorda ini sampai berakhir, semangat ini salah satu pertanda BAZNAS se-Provinsi Lampung kompak dalam melaksanakan tugas pengelolaan ZIS yang lebih baik. Sebagai lembaga Pemerintah yang non-struktural, kita harus pandai memposisikan diri dalam hubungan dengan pihak-pihak terkait,” ucap Komarunizar.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Lampung Indriani Dewi Avitoningsih, Wakil Ketua II, Dr. Hi. Iskandar Zulkarnain, Wakil Ketua III, Asep Abdul Basit, Wakil Ketua IV Lukmanul Hakim, serta seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota bersama para pelaksana Amil Zakat.
Berikut ini, 17 Resolusi Hasil dari Rakorda BAZNAS se-Lampung Tahun 2024:
1. Target Pengumpulan
Menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL Provinsi Lampung Tahun 2025, On Balance Sheet dan Off Balance Sheet sebesar Rp112.539.195.000,- (Seratus Dua Belas Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Seratus Sembilan Puluh Lima Ribu Rupiah) terdiri dari pengumpulan BAZNAS Lampung dan BAZNAS Kabupaten/Kota;
2. Komitmen Kerja
Berkomitmen untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Kode Etik Amil yang diaturu dalam PERBAZNAS Nomor 1 Tahun 2018 sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai amil zakat;
3. Penguatan Strategi
Meningkatkan strategi pengumpulan zakat dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan mempermudah proses donasi;
4. Transformasi Digital
Memperkenalkan dan mengotimalkan sistem manajemen informasi BAZNAS dan Integrasi dengan sistem informasi pemerintah untuk mempermudah pengelolaan zakat melalui Kantor digital Baznas Provinsi Lampung;
5. Perluasan Jaringan
Memperluas jaringan BAZNAS dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan akses dan distribusi Zakat;
6. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
BAZNAS Lampung memiliki komitmen untuk menyalurkan dana zakat secara strategis guna mengentaskn kemiskinan, Program ini menargekan bantun kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendan dan rentan, dengan sasaran utama masyarat miskin ekstrem. Penyaluran ini difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi untuk mempercepat pencapaian tujuan;
7. Menyepakati 10 Program Prioritas Nasional
Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Stunting serta BAZNAS Tanggap Bencana;
8. Penguatan Program
BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahi dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan, yang diperlukan di dapat dari hasil produksi para pengusaha Mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS;
9. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat
Mengembangkan program Desa/Kampung Baznas untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan sosial dan ekonomi, di bidang peternakan, pangan, pemberian modal usaha untuk usaha tertentu dengan pendampingan hingga mustahik bisa mengelola usaha dan mandiri;
10. Memprioritaskan Penyaluran ZIS-DSKL
Untuk pengentasan kemiskinan ektrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi mustahik menjadi muzaki yang mengacu pada data Pemerintah (Regsosek/P3KE) dan terintegrasi dalam SIMBA;
11. Reputasi dan Etika
Penerapan Prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman NKRI dan Aman Regulasi) BAZNAS Lampung memastikan bahwa pengelolaan dana zakat selalu mematuhi prinsip Aman Syar’i (sesuai syariat), Aman NKRI (memperkuat NKRI), dan Aman Regulasi (mematuhi peraturan yang berlaku) untuk menjaga Integritas Lembaga;
12. Akuntabilitas dan Transparansi
Berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transpran melalui sitem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat;
13. Memperkuat Peran dan Fungsi BAZNAS Melalui Empat Penguatan
Penguatan Kelembagaan, Organisasi dan Manajemen BAZNAS seluruh Lampung. Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat. Penguatan Infrastruktur dan transformasi digital, dan penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat;
14. Memperkuat Status BAZNAS
Sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususmya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri;
15. Koordinasi Kelembagaan
Meningkatkan kerjasma antara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengumpulan zakat, infak dan sedekah, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG);
16. Evaluasi Berkala Melalui Indek Zakat Nasional (IZN)
Untuk menilai dan meningkatkan kualitas kelembagaan BAZNAS Lampung akan melakukan evaluasi berkala berdasarkan Indeks Zakat Nasional, IZN digunakan sebagai tolak ukur pencapaian tujuan program secara efektif dan profesional;
17. Netralitas
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga Netralitas dan Profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024.
BERITA11/11/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
BAZNAS Provinsi Lampung dan PT Jamkrindo Syariah Gelar Penyerahan Bantuan Sosial dalam Rangka HUT ke-10
Lampung, 17 Oktober 2024 – BAZNAS Provinsi Lampung bekerja sama dengan PT Jamkrindo Syariah Kantor Cabang Lampung menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 PT Jamkrindo Syariah. Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Bussaina Lampung dan Panti Asuhan Putri Azizah Isykarima pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Bantuan yang diberikan meliputi sumur bor, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta beasiswa pendidikan. Sebanyak 100 penerima manfaat, terdiri dari 34 jiwa di Panti Asuhan Putri Azizah Isykarima dan 66 jiwa di Panti Asuhan Bussaina, menerima bantuan ini sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.
Kerja sama antara PT Jamkrindo Syariah dan BAZNAS Provinsi Lampung bertujuan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Komarunizar, M.Pd.I., mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. “Terima kasih kepada para muzaki, yang telah memberikan banyak support kepada kita semua, semoga rezeki mereka semakin berkah,” ujar Komarunizar.
Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Analisa dan Klaim PT Jamkrindo Syariah, Nizon Akriandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. "Kegiatan positif yang dapat berdampak pada masyarakat sekitar, terutama anak-anak di panti dan dhuafa," kata Nizon.
Melalui kegiatan sosial ini, PT Jamkrindo Syariah berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan prinsip syariah yang menjadi dasar operasional perusahaan. Pembangunan sumur bor juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi panti asuhan.
BERITA22/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges”
di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
BERITA10/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Resolusi Rakornas, BAZNAS Jaga Netralitas Pilkada
BALIKPAPAN -- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat menyatakan hal itu dalam acara penutupan Rakornas BAZNAS 2024 di Balikpapan, Jumat (27/9). Pembukaan Rakornas sendiri secara resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Ibu Kota Negara (IKN) pada Rabu (25/9).
Arti penting netralitas bagi BAZNAS merupakan salah satu dari 17 resolusi yang disepakati Pimpinan BAZNAS RI, provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. “BAZNAS juga berkomitmen menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas.”
Resolusi yang memuat pengelolaan dan pengembangan perzakatan nasional ini diteken oleh Pimpinan BAZNAS RI dan Pimpinan BAZNAS Provinsi seluruh Indonesia. BAZNAS Lampung diteken langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar disaksikan Pimpinan dan Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad, juga peserta Rakornas seluruh Indonesia.
Masih dalam resolusi bahwa pengelolaan zakat secara nasional ini dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
Rakornas yang juga menghadirkan Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Muhadjir Effendy itu, adalah mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Sistem Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana.
Rakornas yang berlangsung selama tiga hari itu juga memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS seperti arahan Kementerian dalam negeri.
Pada tahun 2025 mendatang, BAZNAS menyepakati target pengumpulan secara nasional sebesar Rp50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12,7 triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37,3 triliun.
Selain itu, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional, dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025. “Mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala.
Dalam resolusi itu juga BAZNAS seluruh Indonesia siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia.
BAZNAS juga menyampaikan terima kasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan mendatang dibawah kendali Presiden Prabowo Subianto.
Maka itu BAZNAS kembali memperkuat peran dan fungsi melalui empat penguatan yakni Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, serta Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat. *
BERITA01/10/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya transformasi digital guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di Indonesia.
Hal itu dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D., saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024, di Jakarta, Kamis (19/9/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D., mendorong para amil BAZNAS se-Indonesia untuk terus berkreativitas dan berinovasi dalam menjalankan tugasnya melalui pengembangan digitalisasi dan teknologi informasi (IT) guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan zakat di Indonesia.
"Para Amil BAZNAS ini punya tanggung jawab terhadap perkembangan BAZNAS di daerah. Ke depan, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan agama atau ceramah agama. Kita sudah harus profesional dan memanfaatkan transformasi digital," ucap Prof. Nadra.
Menurutnya, transformasi digital merupakan suatu keharusan dalam mengoptimalkan kinerja pengelolan zakat BAZNAS di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas pada penggunaan alat, tetapi juga melibatkan strategi digital yang komprehensif, termasuk pengembangan media sosial dan digital marketing.
“Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kita dapat meningkatkan efisiensi kerja, memperluas jangkauan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada muzaki maupun mustahik,” ujar Prof Nadra.
Prof. Nadra juga menegaskan, BAZNAS seluruh Indonesia khususnya BAZNAS daerah harus terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman.
"Kita tidak boleh berhenti berinovasi. Seperti Jepang yang banyak ditiru oleh negara-negara maju lainnya, kita juga bisa mengambil inspirasi dari yang sudah ada dan menghasilkan inovasi baru," katanya.
Prof. Nadra berharap, BAZNAS daerah dapat terus berkembang dan berinovasi dengan bertumpu pada sistem IT yang telah dikembangkan oleh BAZNAS pusat
"Saya tidak ingin BAZNAS daerah membuat platform IT sendiri-sendiri. Keamanan adalah isu besar, dan sulit dijamin jika setiap daerah membuat sistem terpisah. BAZNAS ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus bersatu dan beraksi bersama dalam menyelesaikan tugas kita," ucap Nadra.
Di akhir sambutannya, Prof. Nadra menekankan, pentingnya belajar untuk menghadapi tantangan masa depan. Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti dengan antusias rangkaian acara Rakernis 2024
"Jika kita ingin menjadi manusia masa depan, kita harus menjadi manusia pembelajar. Ilmu yang kalian dapatkan ini jangan sampai mubazir. Terapkan di daerah kalian dan teruslah berinovasi," pungkasnya.
BERITA19/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Tim Mahasiswa IPB University Raih Juara Pertama Zakathon 2024 BAZNAS RI
Tim mahasiswa dari IPB University sukses meraih juara pertama dalam kompetisi teknologi IT, Zakathon 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Tim yang terdiri atas tiga mahasiswa ini berhasil meyakinkan para juri dengan inovasi aplikasi bernama ZakatKuy, yang dibuat dalam kompetisi Zakathon 2024.
Sementara itu, juara kedua diraih oleh Pradita FundChain dari Pradita University dengan produk IoT Smart Donate Integrated with Blockchain Technology, dan juara ketiga dimenangkan oleh Diddy Kong dari Pradita University dengan produk BaZIStant.
"Selamat kepada pemenang Zakathon 2024 yang telah berhasil memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk pengembangan pengelolaan zakat di bidang IT," kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D, di Jakarta, Kamis (19/09/2024).
Prof. Nadra menambahkan bahwa Zakathon 2024 digelar dengan tujuan untuk menjaring talenta muda IT agar mampu berinovasi dalam pengelolaan zakat.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para talenta muda dapat memaparkan secara luas berbagai kemajuan teknologi dalam pengelolaan zakat.
"Dengan adanya Zakathon ini, kita ingin agar kampus-kampus lebih mengenal BAZNAS. Aplikasi-aplikasi inovatif yang mereka ciptakan bisa kita manfaatkan dan terapkan nantinya dalam memaksimalkan pengelolan zakat," ucap Nadra.
"Oleh karena itu, tidak boleh berhenti berinovasi dan berkreasi," imbuhnya.
Adapun tema utama Zakathon 2024 yaitu "Memaksimalkan Peran Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) dalam Upaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)".
Sebelumnya, lima tim berhasil lolos ke tahap final dalam kompetisi Zakathon 2024. Kelima tim tersebut adalah Barokah Tech dari IPB University dengan produk ZakatKuy, Diddy Kong dari Pradita University dengan produk BaZIStant, Pradita FundChain dari Pradita University dengan produk IoT Smart Donate Integrated with Blockchain Technology, Triple A dari Pradita University dengan produk ZIStem, dan Cothree dari Universitas Bani Saleh dengan produk BAZNAS Action.
BERITA19/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Prof Noor Achmad: Transformasi Digital BAZNAS, Inspirasi Kisah Nabi Sulaiman
Di era industri 4.0 ini, transformasi digital telah menjadi keharusan bagi siapa saja yang ingin terus berkembang, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
"Sebagai spirit penggunaan ilmu pengetahuan pada kisah Nabi Sulaiman, maka transformasi digital kita perkuat tak hanya untuk memudahkan pengelolaan dana ZIS, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA pada wartawan pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Dalam upaya meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi, BAZNAS memaksimalkan potensi teknologi digital untuk mendukung tugas mengelola zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS RI menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024, sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap peran penting teknologi bagi pengelolaan zakat.
Acara yang dilangsungkan selama tiga hari, Selasa-Kamis (17-19) September 2024 di Jakarta, dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.; Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum; Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, Ph.D; Pimpinan BAZNAS RI bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM; Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM; serta Deputi I bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta.
Hadir pula, Territory Account Manager PT Sysware Indonesia Jessy Claudia; Division Manager Google Cloud Metrodata PT Metrodata Electronics, Kasriandi; serta Head Department Islamic Organization & Socio Business Solution BSI, Akhsin Muammar.
Menurut Prof. Noor, BAZNAS RI menghadapi tantangan besar dalam mengelola zakat di tengah perkembangan zaman.
"Dengan pertumbuhan teknologi informasi, BAZNAS telah memanfaatkan digitalisasi untuk mempermudah berbagai aspek, seperti pengumpulan dana, pendistribusian, hingga pelaporan kepada publik," ucap dia.
Kiai Noor menambahkan, perubahan teknologi yang terjadi pada BAZNAS dalam beberapa tahun terakhir, memiliki relevansi spiritual yang kuat jika dikaitkan dengan kisah Nabi Sulaiman, yang dikenal dalam sejarah sebagai sosok yang menguasai ilmu dan teknologi luar biasa pada masanya.
"Kisah Nabi Sulaiman adalah salah satu contoh bagaimana pemimpin dapat memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umatnya," kata dia.
Dalam Al-Quran, jelas Prof. Noor, Sulaiman dikenal sebagai nabi yang diberikan kekuasaan oleh Allah untuk mengendalikan jin, hewan, dan angin, serta memiliki pengetahuan luar biasa tentang alam semesta.
Dia bercerita, salah satu kisah yang paling menginspirasi adalah bagaimana Nabi Sulaiman memerintahkan salah satu perwakilan dari kalangan jin dan manusia untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negerinya ke istana Sulaiman.
Kiai Noor mengutip percakapan dalam Al-Quran Surat Al-Naml (27) Ayat 38-40, yang artinya:
"Berkata Sulaiman, hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang sebagai orang yang berserah diri."
"Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin. Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab, aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip."
Menurut Prof. Noor, kisah ini sering dianggap sebagai gambaran awal dari konsep teleportasi, sebuah teknologi futuristik yang memungkinkan pemindahan materi dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus melalui proses fisik biasa.
Dalam konteks modern, kisah ini menginspirasi banyak ahli sains dan teknologi untuk terus mengembangkan ide-ide canggih yang dahulu hanya dianggap sebagai mitos atau legenda.
Salah satu aspek menarik dari kisah Nabi Sulaiman adalah kisah lelaki misterius yang mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis.
Dalam tafsir Al-Quran, lelaki ini sering disebut sebagai seorang dengan pengetahuan "dari Kitab", yang memungkinkan dia melakukan sesuatu yang sangat luar biasa: memindahkan objek besar dalam sekejap mata.
Seperti dikutip dari ulasan beberapa media, teknologi teleportasi yang digambarkan ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari ilmu dan kekuatan yang diberikan kepada Nabi Sulaiman dan pengikutnya.
Meski teleportasi belum sepenuhnya terwujud dalam dunia modern, teknologi seperti ini menjadi inspirasi bagi penelitian-penelitian ilmiah dalam bidang fisika kuantum.
Kiai Noor manandaskan kisah Nabi Sulaiman dan transformasi teknologi yang terjadi pada masanya mengajarkan untuk tidak takut menghadapi perubahan.
"Seperti BAZNAS yang berani bertransformasi secara digital demi kemaslahatan umat, masyarakat juga bisa belajar dari kisah Sulaiman tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk kebaikan," kata dia.
Bukan hanya soal kemampuan teknologi itu sendiri, lanjut Kiai Noor, tetapi bagaimana menggunakan teknologi untuk melayani dan mempermudah kehidupan banyak orang.
"Dengan memadukan inspirasi dari masa lalu dan teknologi masa kini, BAZNAS telah membuktikan bahwa perpaduan spiritual dan inovasi bisa menghasilkan dampak positif yang besar," tutur dia.
Seperti Nabi Sulaiman, tambah Kiai Noor, yang menggunakan ilmu dan teknologi untuk menegakkan keadilan dan kebaikan, BAZNAS kini menggunakan teknologi digital untuk memperluas kebaikan melalui ZIS, demi kesejahteraan umat secara lebih luas.
"Transformasi digital yang dilakukan oleh BAZNAS adalah bukti nyata bagaimana suatu lembaga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual," ujar Prof. Noor.
Dengan inspirasi dari kisah Nabi Sulaiman, dapat terlihat bagaimana teknologi yang dikelola dengan baik dapat menjadi sarana untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Di masa depan, seiring dengan kemajuan teknologi, BAZNAS diharapkan dapat terus berkembang, mengikuti jejak para pemimpin hebat yang menggunakan ilmu untuk kebaikan umat manusia.
BERITA17/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Rakernis Transformasi Digital Nasional 2024, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat di seluruh Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Sc, PhD, pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Teknologi Informasi (IT) Nasional dan Zakathon 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI ?H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM, Pimpinan BAZNAS Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM, serta Deputi I Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi Achmad Setio Adinugroho, serta Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Adrian.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Sc, PhD. menyampaikan pertumbuhan donasi online menunjukkan tren yang sangat positif. Menurut riset pada tahun 2020, lebih dari 75 persen pengguna internet di Indonesia mengakses layanan keuangan digital, termasuk donasi online.
Lebih lanjut, pada tahun 2021, sekitar 60 persen transaksi zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS dilakukan melalui platform digital. "Hal ini menunjukkan perubahan perilaku muzaki (pemberi zakat) dan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat," katanya.
Prof. Nadratuzzaman juga menekankan, tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengn vara konvensional, tentu perlu adanya bantuan dari kehadiran teknologi, yang mana saat ini sedang terus dioptimalisasi oleh BAZNAS.
"Oleh karena itu, teknologi menjadi solusi penting untuk mendukung pengelolaan zakat. Beberapa aspek teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain digitalisasi platform zakat online, crowdfunding, big data, AI, mobile apps, fintech, serta sistem monitoring dan pelaporan terpusat," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI Adrian menjelaskan, Rakernis ini merupakan acara tahunan kedua yang diselenggarakan oleh BAZNAS sebagai salah satu langkah BAZNAS dalam mendorong penggunaan teknologi dalam pengelolaan zakat.
Menurut Adrian, Rakernis ini bertujuan untuk mengumpulkan para amil zakat dari seluruh Indonesia agar mereka bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan zakat yang lebih efisien dan modern.
"Rakernis ini berfokus pada penyesuaian sistem digital yang digunakan BAZNAS, terutama dalam memastikan keamanan informasi dalam proses pengelolaan zakat. Dalam era digital seperti saat ini, perlindungan data menjadi sangat penting agar seluruh proses pengelolaan zakat bisa berjalan dengan aman dan lancer," ucapnya.
Selain keamanan informasi, lanjut Adrian, BAZNAS juga mulai menerapkan sistem keamanan dalam proses digital marketing. Hal ini dilakukan untuk melindungi berbagai aktivitas pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang zakat dan menarik lebih banyak muzaki untuk berpartisipasi melalui platform digital.
"Sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi, BAZNAS juga memberikan pelatihan kepada para amil. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk mengelola data di daerah masing-masing secara transparan dan efisien," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI Achmad Setio Adinugroho menambahkan, platform Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) telah menjadi tulang punggung pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan semua proses pengumpulan, distribusi, dan pelaporan zakat di BAZNAS, sehingga memudahkan pengawasan dan manajemen zakat secara nasional.
Achmad Setio menjelaskan, platform SIMBA tidak hanya memfasilitasi pengelolaan zakat di tingkat pusat, tetapi juga di tingkat daerah. Sejak tahun 2022, BAZNAS telah membantu kantor-kantor BAZNAS di berbagai daerah untuk membangun website mereka sendiri agar dapat melakukan pengumpulan dana zakat secara lebih mandiri dan efisien.
"Saat ini, sekitar 250 kantor BAZNAS daerah telah bergabung dalam sistem kantor digital. Dengan adanya kantor digital ini, BAZNAS daerah dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan dana, pendistribusian kepada mustahik, hingga pelaporan yang lebih akurat dan transparan," kata Achmad Setio.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.
"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, BAZNAS berkomitmen untuk terus memanfaatkan inovasi digital demi meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia," tandasnya.
BERITA17/09/2024 | Admin PKL UIN RIL 2024
Jadi Brand Paling Menginspirasi, BAZNAS RI Raih 3 Penghargaan Majalah Marketeers 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang Marketeers Editor's Choice Award 2024 untuk kategori Brand Enhancements of the Year, Integrated Service Channel of the Year dan Community Marketing Program of the Year.
Penghargaan ini diterima Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/09/2024).
Rizaludin menyebut keberhasilan BAZNAS meraih penghargaan Marketeers Editor's Choice Award 2024 adalah buah keberhasilan dalam memberi kemudahan bagi para muzaki untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya.
Tak hanya itu, Rizaludin mengatakan ini menjadi bukti BAZNAS mampu menjadi lembaga yang dapat menginspirasi kebaikan untuk umat melalui zakat.
"Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen BAZNAS RI dalam meningkatkan layanan digital dan inovasi dalam pengelolaan zakat di era modern," kata Rizaludin.
Upaya BAZNAS dalam mengembangkan dan mengoptimalkan strategi digital, turut berkontribusi atas lahirnya penghargaan bergengsi ini.
Tak lupa, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, yang telah berkontribusi membawa BAZNAS meraih tiga penghargaan tersebut.
"Penghargaan ini adalah buah keberhasilan BAZNAS melalui program-program zakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat," ujar dia.
Di sisi lain, Rizaludin juga menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS kerap menjadi langganan penerima penghargaan baik skala nasional maupun internasional.
Hal ini tentu tak lepas dari peran BAZNAS sebagai lembaga zakat nasional yang mampu mengelola zakat sesuai dengan "3A", yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
"Semoga dengan adanya penghargaan ini mampu menjadi motivasi bagi BAZNAS untuk terus berinovasi ke depannya," ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan; Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI, Budi Margono; dan Kepala Divisi Pengumpulan Retail, Fahrudin.
BERITA12/09/2024 | admin
Gubernur Arinal Serahkan Bantuan 155 Ekor Kambing untuk Desa BAZNAS di Tulangbawang
Gubernur Lampung Dr (HC) Ir. Arinal Djunaidi meyerahkan program bantuan Desa BAZNAS Sektor Peternakan di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Kamis (30/5/2024).
Total ada sebanyak 35 Mustahik di Kampung Menggala, Kecamatan Manggala Timur, Kabupaten Tulangbawang yang terbagi di Dusun Gunung Pemalang, Dusun Margajaya dan Dusun Marga Sakti.
Kepada para mustahik akan diberikan bantuan berupa kandang koloni atau kandang kelompok sebanyak 5 unit, di mana masing-masing kandang kelompok akan terdapat 25 ekor kambing betina dan 3 ekor kambing jantan sehingga ternak kambing yang dibagikan pada kegiatan ini berjumlah 155 ekor.
Selain itu, diberikan juga bantuan pakan konsentrat sebanyak 9,3 ton, obat dan vitamin sebanyak 5 paket serta akan dilakukan bimbingan teknis kepada para mustahik penerima manfaat dari kegiatan ini.
Program Desa BAZNAS di Kabupaten Tulangbawang ini merupakan program kedua setelah launching perdana di Desa Madu Koro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara pada tanggal 1 April 2024 yang lalu dan saat ini telah melahirkan 11 ekor kambing.
Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Program Desa BAZNAS merupakan perwujudan kepedulian antarsesama, dari zakat profesi ASN Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Arinal mengatakan bahwa Program Desa BAZNAS ini berasal dari dana zakat, infaq dan shodaqoh yang dikelola oleh BAZNAS sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Gubernur menuturkan, bahwa pemanfaatan dan distribusi zakat, infaq dan shodaqoh bukan dalam bentuk uang tunai namun dalam bentuk zakat produktif berupa fasilitas dan sarana prasarana pendukung dalam beternak.
Menurutnya, cara ini akan menciptakan keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah masyarakat.
Gubernur Arinal mengatakan, bahwa peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya di wilayah pedesaan.
Arinal melanjutkan, sektor pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah, yang dapat menjadi sumber pendapatan, menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi serta pemberdayaan sosial.
“Sehingga tepat rasanya bila Program Desa BAZNAS sektor peternakan diterapkan di wilayah pedesaan, dengan dukungan lingkungan, semangat gotong royong dan pakan hijauan yang memadai yang diharapkan dapat menunjang pertumbuhan kambing untuk berkembang dengan baik,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Pj. Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Arinal atas dilaksanakannya Program Desa BAZNAS di Kampung Menggala ini.
“Kami merasa sangat berbangga dan berterima kasih kepada Pak Gubernur atas inisiasi program Desa BAZNAS, Alhamdulillah di desa ini ada tujuh kepala keluarga yang akan menerima manfaat Program Desa BAZNAS secara simbolis, semoga bisa memberikan dorongan, dan mudah-mudahan program ini menyebar ketempat-tempat lainnya,” ujar Qudratul Ikhwan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti dalam laporannya menerangkan bahwa Program Desa BAZNAS sektor Peternakan ini merupakan ide dan gagasan dari Gubernur Arinal Djunaidi yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Lampung melalui zakat produktif.
“Program Desa BAZNAS sektor Peternakan ini salah satunya adalah untuk meningkatkan ekonomi atau taraf hidup mustahik, pengembangan keterampilan dan mengurangi kemiskinan dimana nantinya Lampung tetap menjadi lumbung ternak,” ujarnya.
Lili mengungkapkan bahwa manfaat dari program ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan dan dalam jangka panjang dapat membuka peluang perkerjaan dan menekan angka kemiskinan.
Kegiatan bantuan Desa BAZNAS sektor peternakan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Lampung H. Luqmanul Hakim, para pimpinan BAZNAS Tulangbawang dan anggota Forkopimda Tulangbawang.
BERITA30/05/2024 | admin
Lampung Utara Jadi Pilot Project Program Desa BAZNAS
Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program Desa BAZNAS Sektor Peternakan. Lokasinya di Desa Madukoro Baru, Lampung Utara, pada Senin, 1 April 2024.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi berharap Desa Madukoro Baru menjadi lokasi percontohan atas program pemberdayaan sosial ekonomi untuk pengentasan kemiskinan.
“Alhamdulillah, peluncuran Program Desa BAZNAS sektor peternakan yang lokasi percontohan di 5 titik di Desa Madukoro Baru, Kotabumi Utara,” ujarnya, Senin, 1 April 2024.
Menandai peresmian program itu dengan pemberian ternak kambing kepada lima kelompok peternak yang menyasar 35 Kepala Keluarga mustahik. Sebarannya di Dusun Plongkowati, Dusun Jangkarbumi, Dusun Jodipati, Dusun Sukajaya/Sukadamai dan Dusun Sukajadi.
Sejalan dengan upaya mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan sosial ekonomi, Arinal berharap pemanfaatan zakat oleh BAZNAS untuk memberdayakan mustahik dalam bentuk zakat produktif.
Penaylurannya dalam bentuk bantuan renovasi masjid atau musala, pemberian insentif guru mengaji, pemberdayaan UMKM. Serta bantuan ternak kambing dan sarana pendukungnya.
Penaylurannya dalam bentuk bantuan renovasi masjid atau musala, pemberian insentif guru mengaji, pemberdayaan UMKM. Serta bantuan ternak kambing dan sarana pendukungnya.
Arinal menjelaskan, Kabupaten Lampung Utara sebagai lokasi percontohan atau pilot project Desa BAZNAS. Selanjutnya secara bertahap penerapannya lokus di Kabupaten/Kota lainnya.
Mustahik di tiap lokasi akan mendapatkan zakat produktif berupa pembangunan kandang kambing, ternak kambing 31 ekor. Terdiri dari 3 kambing jantan dan 28 kambing betina, pakan konsentrat dan obat- obatan/ vitamin pendukung.
“Sehingga total zakat produktif berupa pembangunan 5 unit kandang kelompok, ternak kambing 155 ekor, pakan konsentrat 9,3 ton dan 5 paket obat-obatan,” jelasnya.
Menurutnya, penyaluran zakat produktif dalam bentuk ternak kambing harapannya menjadi upaya pemberdayaan yang keberlanjutan.
Adapun skema program ini yaitu setelah ternak kambing dipelihara dalam kelompok selama dua tahun, maka anak ternak yang dihasilkan sebagian diinfakkan kepada mustahik lain di sekitar lokasi.
Sementara Pj. Bupati Kabupaten Lampung Utara, Aswarodi merasa senang karena salah satu desa di Kabupaten Lampung Utara menjadi pilot project Desa BAZNAS. Untuk pengentasan kemiskinan secara struktural.
Peresmian Desa BAZNAS ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, serta menciptakan peluang usaha baru di sektor peternakan.
BERITA01/04/2024 | admin

Baznas Lampung Timur Buka Bazar Kuliner di Desa Srimenanti
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Timur buka Bazar kuliner Gerai Z-ifthar Ramadhan di halaman Masjid Al-Huda Dusun VII Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Rabu (13/3/2024).
Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo membuka langsung acara peresmian tersebut. Hadir pula Dirut PT BPRS Lampung Timur, Toni Adriansyah, Kepala Baznas Lampung Timur, Abdul Latif, Camat Bandar Sribhawono, Eko Purwono, Kades Srimenanti, Sanimin, SP dan Panitia kegiatan Baznas, H Guntur Saputra beserta para tokoh agama setempat.
Pada kesempatan itu, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan dari Baznas sebesar Rp 10.500.000, kepada 30 Mustahik atau pelaku UMKM pada kegiatan Bazar kuliner Ramadhan itu. Untuk pembangunan Masjid Al-Huda, Bupati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 2 Juta Rupiah.
“Semoga Bazar ini membawa berkah dan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa,” Kata Dawam Rahardjo.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.
“Baznas hadir menindak lanjuti upaya membantu program Pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat, menumbuhkan rasa cinta kepada masyarakat ingin berzakat” terang Abdul Latif, Ketua Baznas Lampung Timur.
Menurutnya, dari hasil zakat yang di keluarkan mudah-mudahan mampu memberikan bantuan, meningkatkan perubahan dari masyarakat yang tadinya berada di bawah garis kemiskinan, mampu meningkatkan perekonomian yang diharapkan.
BERITA13/03/2024 | admin

Gerai Z-Ifthar Ramadan Bantu UMKM dan Entaskan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Selatan membuka Gerai Z – Ifthar Ramadan yang berlangsung dari 11 Maret – 5 April 2024 , di halaman Masjid Agung, Kalianda.
Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyatakan kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan inovasi perubahan pradigma kegiatan sosial.
Menurutnya, kegiatan ini sudah terrencanakan setiap bulan suci Ramadan 1445 Hijriah dengan membuka Gerai Ifthar Ramadan.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Baznas Lamsel yang telah ikut berkiprah memajukan UMKM di Lamsel,”ujarnya.
Nanang menjelaskan,Badan Amil Zakat Nasional Lampung Selatan juga ikut dalam pengentasan kemiskinan ekstrim. Yakni melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Korlaborasi Baznas dengan Pemkab Lamsel hingga kini terus berjalan dengan baik. “Oleh karena itu, kita berikan semangat kepada Baznas Lampung Selatan. Di mana, semangat itu tidak lepas dari komponen dari para pejabat,”sebutnya.
Maju mundurnya Baznas tersebut rumah tangganya adalah para pejabat, OPD kita. Namun, hingga kini masih ada dua OPD yakni BKD dan Dinas PU yang belum tergerak untuk berinfak dan bersodakoh ke Baznas Lamsel.
Sementara itu, Ketua Baznas Lampung Selatan Muhklisin, mengatakan Gerai Z – Ifthar Ramadan ini sebagai tempat masyarakat mencari makanan buka puasa.
Ini juga sebagai upaya Baznas Lamsel menggerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitaran Masjid Agung Kalianda.
“Alhamdulillah, kami buka 50 pendaftaran UMKM. Tapi, yang mendaftar sampai 70 UMKM,”ujarnya.
Menurutnya, para UMKM yang ikut menjual makanan untuk buka puasa di Gerai Ifthar Ramadan ini diberikan bantuan modal Rp250 ribu untuk menambah modal usahanya.
Selain itu, ada Mikro Finance UMKM yang bekerja sama dengan Masjid Agung Kalianda memberikan pinjaman modal Rp3 juta tanpa bunga. Namun, harus mengembalikan selama 10 bulan.
“Jika, nanti UMKM tersebut konsisten dalam pengembalian pinjaman. Maka, UMKM di sekitaran Masjid Agung Kalianda bisa terus berkembang,”katanya.
BERITA13/03/2024 | admin

Upaya Memanfaatkan Media Digital untuk Menyampaikan Pesan kepada Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberi Pelatihan Jurnalistik untuk BAZNAS wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Sumatra Barat (Sumbar) di Hotel Santika Premier pada 12--14 Desember 2023.
Hal ini sebagai upaya BAZNAS untuk terus mendorong digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan inovasi Kantor Digital BAZNAS yang merupakan sarana kerja berbasis teknologi komunikasi.
Pengoptimalan kantor digital BAZNAS terus dimasifkan agar pemanfaatannya dapat menyentuh berbagai aspek.
Pelatihan Jurnalistik ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan digital kepada pelaksana BAZNAS yang diharapkan dapat memaksimalkan platform digital guna mempromosikan BAZNAS.
"Media kini sudah sangat beragam, BAZNAS harus bisa memanfaatkan agar pesan bisa sampai karena kita berhadapan dengan penduduk yang banyak, ini untuk meningkatkan literasi zakat," ungkap Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, M. Nadratuzzaman Hosen dalam pembukaan agenda tersebut pada Selasa, (12/12/2023).
Menurutnya, angka melek zakat secara nasional masih belum maksimal. Oleh karena itu, digitalisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat akan zakat.
"Masih banyak yang belum paham tentang zakat, juga banyak muzakki yang zakat langsung tidak melalui BAZNAS," kata dia.
Nadra berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan digital para pelaku BAZNAS sehingga penyebaran informasi meluas dan potensi zakat dapat direalisasikan maksimal.
"Ini menjadi pelatihan pertama, semoga bisa menjadi contoh. Nantinya informasi dari daerah diharapkan bisa terekspos secara nasional, terjadi pertukaran informasi," kata dia.
Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan materi terkait jurnalisme data, menulis berita dan siaran pers, serta mengelola media sosial. Kemudian, cara membuat foto, dan video layak publish serta produksi konten media sosial.
Sementara itu, pelatihan ini mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain. Menurut Iskandar, di era serba digital ini, jurnalistik memegang peranan penting untuk percepatan informasi yang diterima masyarakat.
"Pelatihan ini sangat baik dan berguna untuk kami. Terima kasih BAZNAS RI yang telah menghadirkan pelatihan jurnalistik ini. Semoga ilmu ini akan bermanfaat bagi pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS," kata Iskandar.
Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari BAZNAS di 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Barat.
Selain pelatihan, pada agenda tersebut juga terdapat penandatanganan kerja antara BSI dan penyerahan Program Z-Mart.
BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada tujuh mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL).
Selain itu, pada acara yang disponsori Bank Syariah Indonesia (BSI) ini turut dihadiri Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Zainal Abidin; Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.IPM; Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D.; Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo; Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik; Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain; Ketua BAZNAS Provinsi Sumbagsel dan Sumbar; Ketua BAZNAS Kabupaten Kota Se-Sumbagsel dan Sumbar; Deputi BI Kepala Perwakilan Lampung Tony Noor Tjahjono; Regional CEO BSI RO 3 Palembang Wachjono; Deputi RCEO BSI RO 3 Palembang Dede Irawan Hamzah; Area Manager BSI Bandar Lampung Khaerul Wajid; dan Peserta pimpinan dan pelaksana BAZNAS se-Sumbagsel dan Sumbar.
BERITA14/12/2023 | admin
Gelar Pelatihan Jurnalistik, Upaya BAZNAS Dorong Digitalisasi Pengelolaan Zakat
Lampung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Pelaatihan Jurnalistik untuk BAZNAS wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Sumatra Barat (Sumbar) yang berlangsung di Bandar Lampung, pada 12-14 Desember 2023.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya BAZNAS untuk terus mendorong digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan inovasi Kantor Digital BAZNAS yang merupakan sarana kerja berbasis teknologi komunikasi.
Selain itu, pelatihan Jurnalistik ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan digital kepada pelaksana Baznas yang diharapkan dapat memaksimalkan platform digital guna mempromosikan Baznas.
"Media kini sudah sangat beragam, Baznas harus bisa memanfaatkan agar pesan bisa sampai karena kita berhadapan dengan penduduk yang banyak, ini untuk meningkatkan literasi zakat," ungkap Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, Prof. M. Nadratuzzaman Hosen dalam pembukaan agenda tersebut pada Selasa, (12/12/2023).
Menurutnya, angka melek zakat secara nasional masih belum maksimal. Oleh karena itu, digitalisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat akan zakat. "Masih banyak yang belum paham tentang zakat, juga banyak muzakki yang zakat langsung tidak melalui BAZNAS,” kata dia.
Nadra berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan digital para pelaku BAZNAS sehingga penyebaran informasi meluas dan potensi zakat dapat direalisasikan maksimal.
Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan materi terkait jurnalisme data, menulis berita dan siaran pers, serta mengelola media sosial. Kemudian, cara membuat foto, dan video layak publish serta produksi konten media sosial.
Sementara itu, pelatihan ini mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain. Menurut Iskandar, di era serba digital ini, jurnalistik memegang peranan penting untuk percepatan informasi yang diterima masyarakat.
"Pelatihan ini sangat baik dan berguna untuk kami. Terima kasih BAZNAS RI yang telah menghadirkan pelatihan jurnalistik ini. Semoga ilmu ini akan bermanfaat bagi pengelolaan zakat yang dilakukan Baznas," kata Iskandar.
Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari BAZNAS di 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Barat. Selain pelatihan, pada agenda tersebut juga terdapat penandatanganan kerja antara BSI dan penyerahan Program Z-Mart.
BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada tujuh mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL).
Selain itu, pada acara yang disponsori Bank Syariah Indonesia (BSI) ini turut dihadiri Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Zainal Abidin; Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.IPM; Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D.; Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo.
Selain itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik; Ketua BAZNAS Lampung Iskandar Zulkarnain; Ketua BAZNAS Provinsi Sumbagsel dan Sumbar; Ketua BAZNAS Kabupaten Kota Se-Sumbagsel dan Sumbar; Deputi BI Kepala Perwakilan Lampung Tony Noor Tjahjono; Regional CEO BSI RO 3 Palembang Wachjono; Deputi RCEO BSI RO 3 Palembang Dede Irawan Hamzah; Area Manager BSI Bandar Lampung Khaerul Wajid; dan peserta pimpinan dan pelaksana BAZNAS se-Sumbagsel dan Sumbar. ***
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:
BSI: 771 166 4477
BCA Syariah: 0660 1701 01
BTN Syariah: 817 1000 036
Bank Lampung: 3800 003031 093
a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***
BERITA13/12/2023 | BL-01

IWAPI Lampung Serahkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina Melalui Baznas
DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung menyerahkan sedekah kemanusiaan untuk Palestina sejumlah Rp22.650.000, melalui Baznas Provinsi Lampung.
Sedekah kemanusiaan untuk Palestina diserahkan oleh Ketua DPD IWAPI Lampung Dr. Ir. Hj. Armalia Reny W.A., MM, diterima oleh Ketua Baznas Lampung H. Iskandar Zulkarnain, Pimpinan Baznas Komarunizar dan Indriani Dewi Avitoningsih, di kantor Baznas Lampung Jl. Soekarno-Hatta Rajabasa, Selasa (28/11/2023).
Iskandar menyampaikan terimakasih atas kepercayaan IWAPI Lampung yang menyalurkan bantuan untuk Palestina melalui Baznas.
Selanjutnya, Baznas Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan Baznas RI untuk pemberangkatan bantuan tahap selanjutnya.
Lebih lanjut Iskandar menyampaikan, Baznas Provinsi Lampung membantu masyarakat yang ini mengirim sedekah kemanusiaan untuk Palestina yang selanjutnya akan diserahkan ke Baznas Pusat untuk didistribusikan.
Lebih lanjut Iskandar mengatakan,bantuan tahap 1 dari Indonesia, gabungan dari Baznas, berbagai perusahaan, LAZ, mitra komunitas, dan masyarakat telah diberangkatkan dan telah sampai di Gaza Palestina. Sedangkan bantuan tahap 2 juga telah diberangkatkan.
Bantuan yang didistribusikan berupa makanan, selimut, baju, air mineral, perlengkapan musim dingin, hingga peralatan medis.
Sementara itu, Ketua DPW IWAPI Lampung Hj. Armalia Reny WA, mengatakan penyaluran donasi kemanusiaan melalui Baznas Lampung karena lembaga ini merupakan lembaga resmi yang terpercaya. “Kita ikut serta dalam donasi kemanusiaan Palestina dan memilih Baznas Provinsi Lampung sebagai lembaga yang terpercaya untuk menyalurkan donasi dari kita,” ujar Hj. Armalia Reny.
BERITA28/11/2023 | admin

PENJEMPUTAN MAHASISWA PKL FEBI UIN RIL
BAZNAS Provinsi Lampung (17/11/2023) melaksanakan acara simbolik penjemputan mahasiswa praktek kerja lapangan (PKL) FEBI UIN RIL di kantor BAZNAS Provinsi Lampung, Komplek Islamic Centre Rajabasa, Bandar Lampung. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua II Bapak Komarunizar, M.Pd.I., Wakil Ketua IV Bapak Asep Abdul Basit, S.Hi., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zathu Restie Utamie, M.Pd., staf BAZNAS Provinsi Lampung dan Mahasiswa PKL FEBI UIN RIL.
“Saya mengapresiasi atas kepercayaan UIN RIL memilih BAZNAS Provinsi Lampung sebagai tempat mengembangkan mahasiswanya”, ucap Komarunizar dalam sambutannya.
Berlangsungnya acara ini juga dilakukan penyerahan simbolik cendramata berupa plakat dari DPL kepada BAZNAS Provinsi Lampung dan juga penyerahan simbolik sertifikat dari BAZNAS Provinsi Lampung kepada mahasiswa PKL FEBI UIN RIL.
“Terimakasih kepada BAZNAS Provinsi Lampung telah menerima kami serta memberikan ilmu yang berharga dan maaf jika ada salah perkataan atau perilaku dari kami”, ungkap Varhisky selaku ketua kelompok mahasiswa PKL di BAZNAS Provinsi Lampung.
Penjemputan mahasiwa ini dilakukan karena PKL telah dilaksanakan selama 2 bulan sesuai ketentuan dari kampus. “Saya selaku DPL mereka, meminta izin untuk menjemput mahasiswa karena telah selesai melaksanakan PKL selama 2 bulan di BAZNAS Provinsi Lampung”, ujar Zathu selaku DPL.
“Harapannya mereka yang PKL di sini menjadi pelopor duta zakat di dunia kampus”, ungkap Komarunizar sekaligus melepas mahasiswa FEBI UIN RIL yang melakukan PKL di BAZNAS Provinsi Lampung.
BERITA17/11/2023 | admin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Lampung.
Lihat Daftar Rekening →