WhatsApp Icon
BAZNAS Bersama Bakom RI Gencarkan Komunikasi Bantu 74 Ribu Penyintas Sumatera

Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengoptimalkan komunikasi publik dalam upaya pemulihan penyintas bencana di wilayah Sumatera. Penguatan komunikasi ini dilakukan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga melalui empati dan pendampingan yang berkelanjutan.

 

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, Lc, MA, mengatakan hal itu usai menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Komunikasi Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra, di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, akhir pekan lalu.

 

“Bersama Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI, BAZNAS mengoptimalkan komunikasi berdampak dengan mengutamakan laporan dan data berbasis aksi kemanusiaan di lapangan yang dilakukan oleh tim dan relawan yang dikoordinasikan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Termasuk memprioritaskan testimoni serta mendengar aspirasi dari saudara-saudara kita yang menjadi penyintas bencana,” ujar Subhan.

 

Menurut dia, media massa dan media sosial membutuhkan pasokan data yang akurat, aktual, dan berbasis lapangan.  “Inilah yang kami siapkan dan sampaikan kepada media untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir melayani rakyat di daerah bencana,” tutur dia.

 

Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU) bidang Komunikasi Publik, Jansen Sitindaon.  Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana dilakukan secara total sejak awal kejadian. “Kami hadir langsung di lokasi. Jika ada petugas berseragam kuning, itu sebagian besar adalah tim PU yang bekerja keras menolong para penyintas. Mereka hadir sejak awal saat bencana terjadi,” kata Jansen.

 

Jansen yang keluarga besarnya di Sumatra Utara turut terdampak bencana, mengusulkan penguatan kehadiran tim tanggap bencana di lapangan serta penunjukan juru bicara pemerintah yang konsisten.  “Bila perlu ada jubir dari pejabat senior yang berasal dari provinsi terdampak, bisa dari Aceh, Sumatra Barat, atau Sumatra Utara,” ucap dia.

 

Aksi BAZNAS untuk Penyintas

Subhan Cholid menjelaskan, hingga 18 Desember 2025, BAZNAS telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 74.287 penerima manfaat yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

 

“Jumlah penerima manfaat tersebut merupakan akumulasi dari layanan darurat yang meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan, air bersih, logistik keluarga, hingga dukungan psikososial,” ucap dia menjelaskan.

 

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir November 2025, menyesuaikan kondisi lapangan dan tingkat kerusakan di masing-masing wilayah terdampak. Subhan menegaskan, capaian ini mencerminkan besarnya amanah dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS untuk kepentingan kemanusiaan.

 

“BAZNAS hadir untuk memastikan para penyintas bencana di Sumatra mendapatkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Hingga pertengahan Desember ini, lebih dari 74 ribu jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan BAZNAS,” ujar dia.

 

Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menjangkau 30.278 penerima manfaat di 9 kabupaten/kota dan 26 kecamatan, dengan fokus bantuan dapur umum, paket logistik keluarga, layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir dan longsor.

 

Di Sumatera Utara, bantuan disalurkan kepada 13.956 penerima manfaat di 8 kabupaten/kota dan 22 kecamatan, meliputi distribusi makanan siap santap, pengobatan gratis, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit.

 

Sementara di Sumatera Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 30.787 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. BAZNAS mengoperasikan dapur umum dengan ribuan porsi makanan per hari, menyalurkan paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

 

“Respons BAZNAS dalam bencana Sumatra ini melibatkan ratusan personel, relawan, tenaga medis, serta kolaborasi dengan BAZNAS daerah dan mitra kemanusiaan. Semua bergerak bersama agar bantuan menjangkau hingga wilayah terpencil,” kata Subhan.

 

Selain bantuan pangan dan kesehatan, BAZNAS juga mengerahkan dapur air, distribusi air bersih, serta pemanfaatan teknologi komunikasi seperti Starlink untuk mendukung koordinasi dan layanan di daerah yang mengalami gangguan jaringan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan akses.

 

“Zakat terbukti menjadi instrumen penting dalam penanggulangan bencana. Ke depan, BAZNAS akan terus memperkuat pendayagunaan zakat agar manfaatnya semakin luas dan berdampak,” tutur dia.

 

Peran Strategis Bakom RI

Deputi Bakom RI Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Noudhy Valdryno menegaskan, dalam situasi bencana, komunikasi pemerintah menghadirkan negara secara emosional, selain menyampaikan data dan laporan administratif.

 

Ia menjelaskan, pengalaman penanganan Bencana Sumatra 2025, Bakom RI mendorong penerapan Protokol Komunikasi Risiko Berbasis Empati, dengan mengutamakan pengakuan emosi masyarakat, kejujuran terukur atas keterbatasan, serta penyampaian rencana pemulihan yang jelas dan manusiawi.

 

Noudhy menambahkan, sinergi antarlembaga, termasuk bersama BAZNAS RI, menjadi kunci dalam menghadirkan komunikasi publik yang berdampak. 

Menurut Noudhy, komunikasi bencana menunjukkan bahwa pemerintah berjalan bersama warga, mendengar aspirasi penyintas, dan bekerja secara gotong royong. "Dengan pendekatan empatik dan satu suara yang menenangkan, kepercayaan publik dapat dijaga sekaligus memperkuat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujar dia.

 

Rapat bertema “Penguatan Komunikasi Pemulihan Dampak Bencana Sumatra” tersebut dibuka oleh Deputi Bakom RI Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Noudhy Valdryno. Hadir antara lain Staf Khusus Menko PMK bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha; Stafsus Menko PMK bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi Irjen. Pol. R. Ahmad Nurwakhid, MM; Stafsus Menteri Pekerjaan Umum bidang Komunikasi Publik Jansen Sitindaon; serta Stafsus Menteri Agama Ismail Cawidu.

 

Tampak pula Tsamara Amany, Dara Ananda Nasution, Kabag Humas Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si, serta para staf khusus menteri bidang komunikasi dari kementerian dan lembaga pemerintah. ***

 

Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

25/12/2025 | Kontributor: Humas/BL-01
Sambut Bulan Puasa, BAZNAS Perkuat Fundraising Zakat

Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kesiapan nasional menyongsong Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum strategis peningkatan pengumpulan zakat. Dalam kegiatan berbagi ilmu yang diikuti BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota, BAZNAS menegaskan pentingnya penguatan semangat dakwah zakat, kesiapan organisasi, serta strategi fundraising yang terencana sejak jauh hari sebelum Ramadan.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., mengatakan hal itu dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI, diselenggarakan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (23/12/2025).

 

Prof. Nadratuzzaman menegaskan, Ramadan merupakan periode paling menentukan dalam pengelolaan zakat. “Pengalaman menunjukkan bahwa di bulan Ramadan inilah kita bisa menghimpun sekitar 60 sampai 70 persen dari total pengumpulan zakat tahunan,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kerja maksimal seluruh elemen BAZNAS pusat dan daerah.

 

Menurut Prof. Nadra, BAZNAS memiliki tanggung jawab sebagai fasilitator umat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Ia menyampaikan potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun hanya dapat diwujudkan melalui proses bertahap dan kerja konsisten. “Kita tidak bisa melompat sekaligus, tetapi perlu tahapan, kesabaran, dan kesungguhan dalam melayani umat,” katanya.

 

Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, S.Ikom., M.I.Kom., CWC., CFRM, menekankan zakat merupakan ajaran Islam yang harus terus disyiarkan. “Zakat adalah syariat yang diamanahkan kepada kita untuk kita sebarkan, kita sampaikan, dan kita hadirkan sebagai solusi kesejahteraan umat,” ungkapnya dalam pengantar kajian.

 

Arifin menjelaskan bahwa tugas amil zakat bukan hanya menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga menyeru kebaikan dengan penuh keyakinan. Ia mengutip QS. Al-Hajj ayat 27 sebagai inspirasi gerakan zakat. “Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji, Ibrahim bertanya bagaimana suaranya bisa sampai. Allah menjawab, ‘Serulah, Aku yang akan menyampaikannya’,” tuturnya.

 

Ia menambahkan kisah tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pegiat zakat. “Kadang kita merasa sumber daya kita sedikit, orangnya terbatas, medianya minim. Tapi jika seruan itu dilakukan karena Allah, maka ia akan memantul, menyebar, dan sampai kepada orang-orang yang dituju,” ujar Arifin, menegaskan pentingnya konsistensi menyeru zakat.

 

Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM, memaparkan keberhasilan pengumpulan zakat hingga akhir tahun sangat ditentukan oleh performa di bulan Ramadan. “Berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, lembaga yang menang di Ramadan, insya Allah akan menang sampai akhir tahun,” jelasnya.

 

Rulli menegaskan Ramadan secara operasional dimulai sejak H-100. “Ramadan itu bukan baru dimulai saat hilal terlihat, tapi sejak seratus hari sebelumnya. Kalau di bulan Rajab dan Sya’ban tensi lembaga masih landai, maka Ramadan akan berat,” katanya. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh BAZNAS daerah segera membentuk kepanitiaan Ramadan dan meningkatkan intensitas aktivitas.

 

Dalam menghadapi Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS RI menetapkan target pengumpulan sebesar Rp515 miliar. Rulli menyebut target tersebut sebagai tantangan besar. “Ini adalah target tertinggi yang pernah dibebankan kepada tim fundraising Ramadan. Berat, tapi harus dihadapi dengan perencanaan yang rasional dan berbasis data,” ujarnya.

 

Sebagai pesan utama Ramadan tahun ini, BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Menurut Rulli, tema ini dipilih untuk merespons kondisi bangsa. “Di tengah berbagai bencana dan tantangan, kita ingin menyampaikan satu pesan kuat bahwa zakat hadir untuk menguatkan Indonesia,” katanya. ***

 

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

24/12/2025 | Kontributor: BL-01
Bibit Siklon 93S Menguat, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Lampung Diminta Waspada!

Lampung - Bibit Siklon Tropis 93S terpantau masih ada di Samudra Hindia tepatnya sebelah selatan Jawa Barat (Jabar). Daerah Lampung, Jakarta hingga DI Yogyakarta diwaspadai hujan lebat disertai angin kencang. Mengamati kondisi cuaca akhir-akhir ini, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS kabupaten dan kota se-Lampung diminta siaga dan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

“BAZNAS harus hadir karena masyarakat membutuhkan bantuan nyata. BTB terus berkoordinasi menggalang mitigasi kebencanaan,” kata Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, Sabtu (20/12/2025). Daerah yang patut diwaspadai di wilayah pesisir dan perbukitan berakibat longsor, serta wilayah yang rentan banjir.

 

Kewaspadaan penuh bagi BTB itu setelah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Saat ini posisi berada di sekitar Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat," kata BMKG di akun Instagram @infoBMKG, Sabtu (20/12/2025).

 

Data tersebut berdasarkan pemantauan BMKG per pukul 07.00 WIB pagi ini. Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada Kamis (11/12) pukul 07.00 WIB di sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S berdampak pada kondisi cuaca ekstrem dan tinggi gelombang laut di Indonesia. "Sistem Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang tinggi untuk menjadi Siklon Tropis dalam periode 24 jam ke depan," kata BMKG.

 

Bibit Siklon Tropis 93S ini mempengaruhi kondisi cuaca hingga tinggi gelombang laut. Berikut dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 93W hingga Minggu (21/12) pukul 07.00 WIB:

- Hujan intensitas lebat hingga sangat lebat: Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY.

- Angin kencang: Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY.

- Gelombang laut hingga 2,5 meter (moderate sea): perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.

 

Dilihat di situs BMKG, lintasan Bibit Siklon Tropis 93S terus bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Bibit Siklon Tropis 93S pada hari terpantau bergerak dengan kecepatan angin maksimun 35 knot atau 64,8 km/jam dan tekanan 998 hPa. ***

 

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

20/12/2025 | Kontributor: BL-01
BAZNAS Terus Hadir di Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan untuk 74.287 Penerima Manfaat

 Aceh — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera. Hingga 18 Desember 2025, BAZNAS telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 74.287 penerima manfaat yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Jumlah penerima manfaat tersebut merupakan akumulasi dari layanan darurat yang meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan, air bersih, logistik keluarga, hingga dukungan psikososial. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir November 2025, menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan tingkat kerusakan di masing-masing wilayah terdampak.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., menyampaikan, capaian jumlah penerima manfaat ini mencerminkan besarnya amanah dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS untuk kepentingan kemanusiaan. “BAZNAS hadir untuk memastikan para penyintas bencana di Sumatera mendapatkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Hingga pertengahan Desember ini, lebih dari 74 ribu jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan BAZNAS,” ujarnya, di Aceh, Jumat (19/12/2025).

 

Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menjangkau 30.278 penerima manfaat yang tersebar di 9 kabupaten/kota dan 26 kecamatan. Bantuan difokuskan pada penyediaan dapur umum, distribusi paket logistik keluarga, layanan kesehatan, serta dukungan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir dan longsor.

 

Sementara itu, di Sumatera Utara, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada 13.956 penerima manfaat di 8 kabupaten/kota dan 22 kecamatan. Layanan yang diberikan meliputi distribusi makanan siap santap, pengobatan gratis, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit bagi masyarakat di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak langsung.

 

Adapun di Sumatera Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 30.787 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. BAZNAS mengoperasikan dapur umum dengan ribuan porsi makanan per hari, menyalurkan paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.

 

Sementara dari BAZNAS Provinsi Lampung bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendonasikan Rp150 juta untuk korban bencana alam Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini salah bentuk kepedulian masyarakat Lampung membantu meringankan warga yang terdampak langsung dari bencana banjir dan longsor.

 

Bantuan itu berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Lampung melalui BAZNAS Lampung. Gubernur menyerahkan langsung kepada Pimpinan BAZNAS RI, Prof Muhammad Nadratuzzaman Hosen disaksikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, Sekdaprov Marindo Kurniawan, para bupati dan wali kota di Lampung, serta unsur Forkopimda Lampung.

 

Sementara BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung mendonasikan ke BAZNAS Provinsi Aceh sebesar Rp220 juta, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Rp200 juta, BAZNAS Provinsi Sumatera Utara Rp150 juta. “Donasi tersebut berasal dari penghimpunan Pemerintah Daerah, Baznas, dan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan diharapkan dapat membantu kebutuhan para korban bencana,” kata Ketua BAZNAS Tulang Bawang Barat, Purwanto,  Jumat (19/12/2025).

 

Masih menurut Saidah, besarnya cakupan penerima manfaat tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. “Respons BAZNAS dalam bencana Sumatra ini melibatkan ratusan personel, relawan, tenaga medis, serta kolaborasi dengan BAZNAS daerah dan mitra kemanusiaan. Semua bergerak bersama agar bantuan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” jelasnya.

 

Selain bantuan pangan dan kesehatan, BAZNAS juga mengerahkan dapur air, distribusi air bersih, serta pemanfaatan teknologi komunikasi seperti Starlink untuk mendukung koordinasi dan layanan di daerah yang mengalami gangguan jaringan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan akses.

 

Saidah menegaskan, fokus BAZNAS tidak hanya pada penanganan darurat, tetapi juga pemulihan awal masyarakat terdampak. “Jumlah penerima manfaat yang besar ini menunjukkan bahwa zakat mampu menjadi instrumen penting dalam penanggulangan bencana. Ke depan, BAZNAS akan terus memperkuat pendayagunaan zakat agar manfaatnya semakin luas dan berdampak,” tuturnya.

 

BAZNAS RI mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam membantu para korban bencana Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi kekuatan utama BAZNAS dalam memperluas jangkauan bantuan dan memastikan para penyintas dapat bangkit kembali dengan lebih cepat dan bermartabat. ***

 

Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui: BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening: 

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

19/12/2025 | Kontributor: Humas/BL-01
Gemuruh Cinta Zakat, Bayar ZIS Bisa Melalui GoPay

Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama GoPay meluncurkan fitur Cinta Zakat by BAZNAS di dalam aplikasi GoPay sebagai upaya mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, mengatakan, peluncuran fitur ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan zakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

 

“BAZNAS terus berinovasi agar layanan zakat semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran fitur Cinta Zakat di aplikasi GoPay diharapkan dapat memperluas partisipasi muzaki sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam berzakat,” ujar Rizaludin, di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

 

Dia menjelaskan kerja sama BAZNAS dan GoPay telah terjalin sejak 2019 dalam layanan pembayaran ZIS. Melalui inovasi terbaru ini, layanan tersebut dioptimalkan dengan integrasi penuh sistem pembayaran Cinta Zakat ke dalam aplikasi GoPay, sehingga pengguna dapat menunaikan ZIS secara langsung tanpa harus berpindah platform.

 

“Melalui fitur ini, pengguna GoPay dapat mengakses berbagai layanan pembayaran ZIS BAZNAS yang langsung terkonfirmasi, disalurkan secara cepat dan aman. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat,” ucap Rizaludin.

 

Sementara itu, Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono menyampaikan, aplikasi Cinta Zakat by BAZNAS di aplikasi GoPay merupakan salah satu wujud kolaborasi dalam memperkuat ekosistem filantropi di Indonesia.

 

“Kolaborasi dengan BAZNAS merupakan bagian dari komitmen GoPay dalam mendukung inklusi keuangan digital dan penguatan ekosistem filantropi di Indonesia. Integrasi aplikasi Cinta Zakat by BAZNAS di aplikasi GoPay dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Tidak hanya ZIS, pengguna juga bisa menyalurkan donasi salah satunya kepada korban bencana alam di Sumatera,” ujar Yogi.

 

Selain peluncuran fitur, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan bencana di Sumatera yang dihimpun dari para pengguna GoPay melalui kampanye kemanusiaan di fitur Cinta Zakat. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat sekaligus menunjukkan peran teknologi sebagai jembatan solidaritas sosial.

 

Adapun cara menyalurkan zakat dan donasi lewat aplikasi GoPay sebagai berikut:

- Buka aplikasi GoPay dan pilih menu “Pembayaran”

- Di menu pembayaran, pilih “Zakat dan Donasi”

- Tentukan lembaga penyalur

- Pilih jenis zakat atau donasi

- Masukkan nominal dan konfirmasi pembayaran

- Zakat dan donasi tersalurkan secara cepat dan aman. ***

 

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Provinsi Lampung dengan cara transfer via rekening:

  • BSI: 771 166 4477
  • BCA Syariah: 0660 1701 01
  • BTN Syariah: 817 1000 036
  • Bank Lampung: 3800 003031 093

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***

19/12/2025 | Kontributor: Humas/BL-01

Berita Terbaru

Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas BAZNAS menjadi momentum penting dan tepat untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita yang diharapkan bisa memberi dampak langsung dan nyata pada kesejahteraan yang merata bagi umat. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita terwujud melalui berbagai program nyata yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan. “Melalui Rakornas ini, kita meneguhkan tekad bahwa BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk memastikan zakat benar-benar menjadi pilar yang menopang pencapaian Asta Cita serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan visi Indonesia Emas 2045,” ucap Kiai Noor. Ia menambahkan, BAZNAS berhasil menunjukkan kinerja penghimpunan yang meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, zakat semakin mendapat tempat di hati masyarakat sebagai instrumen keadilan sosial. “Penghimpunan zakat nasional naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025,” ucap Kiai Noor. Pada kesempatan itu, Kiai Noor juga mengungkapkan, jumlah muzaki terus bertambah hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024. Ia menilai, angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. Selain itu, kata Kiai Noor, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta penguatan koordinasi nasional. Terlebih, lanjutnya, Indeks Zakat Nasional (IZN) kini sudah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas. BAZNAS juga tercatat aktif di level internasional, terutama dalam kontribusi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun sebanyak Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” kata Kiai Noor. Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Menurut Kiai Noor, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi semua elemen penggerak zakat. “Harapan besar dari Rakornas ini adalah lahirnya langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegasnya. Rakornas kali ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor menyampaikan agar estafet kepemimpinan berikutnya tetap menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun. “Kami memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan berikutnya dapat membawa BAZNAS semakin kokoh dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat serta pembangunan bangsa,” pungkasnya. Hadir dalam Rakornas BAZNAS 2025, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA26/08/2025 | admin
BAZNAS dan DJP Bengkulu dan Lampung Jalin Sinergi: Zakat dan Pajak Beririsan
BAZNAS dan DJP Bengkulu dan Lampung Jalin Sinergi: Zakat dan Pajak Beririsan
Bandarlampung (25/08/2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bengkulu dan Lampung dalam rangka mempererat sinergi kelembagaan antara otoritas pajak dan lembaga pengelola zakat. Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif ini menjadi momentum strategis untuk menjajaki kolaborasi dalam optimalisasi potensi zakat dan pajak guna mendukung kesejahteraan Masyarakat. Rombongan BAZNAS Provinsi Lampung dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., didampingi oleh para pimpinan, yaitu Wakil Ketua II Komarunizar, M.Pd.I, Wakil Ketua III Indriani Dewi Avitoningsih, M.Pd., Wakil Ketua IV Drs. H. Luqmanul Hakim, M.M., dan (Wakil Ketua I berhalangan hadir) Kehadiran rombongan BAZNAS Provinsi Lampung disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Retno Sri Sulistyani, bersama jajaran pimpinan di lingkungan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif ini, BAZNAS Provinsi Lampung menyampaikan pentingnya membangun sinergi antara zakat dan pajak sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah usulan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung. Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H. menyampaikan bahwa pembentukan UPZ di instansi pemerintah, termasuk DJP, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional. Selain itu, Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung juga memberikan Piagam Wajib Pajak kepada BAZNAS Provinsi Lampung. Menurut moderator pertemuan, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan hubungan kelembagaan dan kolaborasi berkelanjutan antara DJP dan BAZNAS dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan zakat dan pajak sebagai instrumen penting untuk kesejahteraan masyarakat. ***
BERITA25/08/2025 | admin
Gerakan Sedekah Borong Singkong, BAZNAS Kota Yogyakarta Berdayakan Petani dan Bantu Mustahik
Gerakan Sedekah Borong Singkong, BAZNAS Kota Yogyakarta Berdayakan Petani dan Bantu Mustahik
BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan kepedulian dan inovasi sosial melalui Gerakan Sedekah Borong Singkong. Program ini mengusung konsep kebaikan berlapis: membantu petani, memberdayakan masyarakat, dan menebar keberkahan melalui sedekah. Dalam gerakan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta memborong hasil panen singkong milik petani dari Kabupaten Gunungkidul. Selama ini, harga singkong di tingkat petani kerap rendah dan tidak menentu. Melalui program ini, BAZNAS memastikan petani mendapatkan harga yang layak, sekaligus memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan pangan masyarakat. Setelah diborong, singkong tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, dan dapur sosial. Uniknya, distribusi ini dilakukan melalui skema sedekah. Masyarakat penerima cukup membayar sedekah sebesar Rp3.000 per kilogram singkong. Skema ini bertujuan agar penerima tidak hanya mendapat manfaat pangan, tetapi juga turut menanamkan nilai berbagi. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan, “Program ini bukan sekadar distribusi pangan. Ini adalah gerakan bersama yang menghubungkan muzakki, petani, dan mustahik dalam satu mata rantai keberkahan. Dengan sedekah Rp3.000 per kilogram, kita mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga berkontribusi dalam kebaikan.” BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan ini, baik melalui sedekah tunai maupun bentuk dukungan lainnya. Setiap kontribusi akan memberikan dampak nyata: petani tersenyum, masyarakat terbantu, dan keberkahan mengalir untuk semua pihak.
BERITA22/08/2025 | admin
BAZNAS Bersama BCA Bahas Integrasi SNAP untuk Layanan Digital ZIS
BAZNAS Bersama BCA Bahas Integrasi SNAP untuk Layanan Digital ZIS
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) semakin serius menggarap integrasi sistem digitalnya. Hari ini, pimpinan BAZNAS RI menggelar rapat koordinasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk membahas skema integrasi melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah maju dalam optimalisasi penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara digital. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pleno, Selasa (15/07), dihadiri langsung Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. Turut mendampingi dari BAZNAS antara lain Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital Andrian, Direktur Inovasi dan Teknologi Achmad Setio Adinugroho, Direktur Pengumpulan Perorangan H. Fitriansyah Agus Setiawan, serta Direktur Layanan, Promosi dan Laporan Nasional Rulli Kurniawan, beserta jajaran terkait. Dari pihak BCA, hadir Direktur Santoso, Executive Vice President Jan Hendra, Vice President Lenny Kartikasari, Assistant Vice President Indra Kurnia Adita, dan Vice President Endang Sri Kuncorowati. Kehadiran perwakilan top manajemen dari kedua belah pihak menunjukkan keseriusan dalam menjalin kolaborasi strategis ini. Dalam diskusi tersebut, fokus utama adalah pematangan skema integrasi sistem. Penggunaan SNAP, sebuah standar yang digagas Bank Indonesia, menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam proses penghimpunan dana ZIS digital. Integrasi ini juga selaras dengan visi BAZNAS untuk memperluas akses layanan digital kepada masyarakat, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional yang dicanangkan pemerintah. BAZNAS RI menyambut positif sinergi dengan BCA ini. Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjaga tata kelola dan pelayanan berbasis teknologi yang modern, inklusif, dan terpercaya. Diharapkan, kolaborasi ini akan semakin mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS mereka, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana oleh BAZNAS. *** Begini caranya pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS via myBCA sebagai berikut: Nasabah masuk ke dalam aplikasi myBCA Pilih fitur “bayar dan isi ulang” Pilih fitur “Donasi & Zakat” Pilih “BAZNAS” Isi detail zakat/infak/sedekah yang hendak dikirim Selesaikan pembayaran. Anda juga dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan cara transfer via rekening: BSI: 771 166 4477 BCA Syariah: 0660 1701 01 BTN Syariah: 817 1000 036 Bank Lampung: 3800 003031 093 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung atau melalui baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS.
BERITA22/08/2025 | admin
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan perlunya penerapan kepemimpinan yang adaptif untuk memperkuat tata kelola zakat sekaligus menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern. Hal ini penting guna merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berubah. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Kamis (21/8/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari berbagai divisi dan jenjang jabatan. Dalam paparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyampaikan, terdapat enam model kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lembaga filantropi, seperti BAZNAS. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS membutuhkan pemimpin yang bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Enam model kepemimpinan ini memiliki keunggulan masing-masing, dan bila diterapkan dengan tepat, akan memperkuat peran BAZNAS sebagai penggerak kebangkitan ekonomi umat,” ujar Nadratuzzaman. Nadratuzzaman menjelaskan, model pertama adalah kepemimpinan transformasional. Pendekatan ini mendorong inovasi, termasuk dalam digitalisasi zakat, sekaligus meningkatkan motivasi kerja para amil. "Kedua, model kepemimpinan delegatif. Pendekatan ini lebih tepat dalam konteks lembaga filantropi seperti BAZNAS, karena setiap orang diberi ruang bekerja sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Tapi, kalau terlalu delegatif juga ada bahayanya, jadi harus tetap ada keseimbangan,” jelasnya. Selanjutnya, Nadratuzzaman menjelaskan, model ketiga adalah kepemimpinan transaksional. Model ini menekankan pada penghargaan dan sanksi sesuai kinerja. “Transaksional penting untuk memastikan target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai,” kata dia. "Kemudian, ada kepemimpinan demokratis. Model ini membuka ruang diskusi dan kolaborasi, terutama saat merumuskan kebijakan strategis bersama para pemangku kepentingan," ucap Nadratuzzaman. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menuturkan, kepemimpinan otokratis juga memiliki peran penting. Model ini dibutuhkan dalam kondisi darurat, seperti ketika menyalurkan bantuan bencana yang membutuhkan keputusan cepat dan tegas. "Dan terakhir ada kepemimpinan karismatik. Model ini mengandalkan integritas dan keteladanan pemimpin untuk membangun kepercayaan publik," jelas Nadratuzzaman. Menurut Nadratuzzaman, setiap model kepemimpinan memiliki waktu dan konteks penerapannya sesuai dengan situasi yang dihadapi. “Kadang kita perlu inspiratif, kadang tegas, kadang juga memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia juga menekankan, hal yang paling penting dalam kepemimpinan adalah komunikasi. Seorang pemimpin, kata dia, harus bisa meyakinkan dua pihak sekaligus, yakni tim internal di bawahnya serta pihak luar yang menjadi mitra atau pemangku kepentingan. Dengan penerapan kepemimpinan yang tepat, lanjutnya, BAZNAS dapat memperkuat kinerja dalam menghimpun dan menyalurkan zakat. Karena itu, kombinasi model kepemimpinan menjadi kebutuhan strategis di lingkungan BAZNAS. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada pemberdayaan mustahik dan pengentasan kemiskinan.
BERITA22/08/2025 | admin
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun. Potensi ini dapat diarahkan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan, BAZNAS hadir bukan sekadar meminta bantuan kepada perusahaan, melainkan menawarkan kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, tapi ingin hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Dari zakat, infak, sedekah, maupun CSR, orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. “Perusahaan melihat BAZNAS sebagai lembaga terpercaya, bereputasi, dengan jaringan luas di masyarakat. BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa CSR merupakan peluang yang harus dijemput dengan serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak sekadar menyalurkan dana, tapi juga punya kekuatan program, jaringan, serta kemampuan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah yang menjadikan CSR bersama BAZNAS lebih berdaya guna dan berkelanjutan,” tutur Arifin. Arifin juga mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan paradigma “GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable)” yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya. Melalui sinergi CSR bersama perusahaan, BAZNAS berharap dana sosial yang besar di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA21/08/2025 | admin
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Riset Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung inovasi anak bangsa. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk terus berkembang melalui dukungan riset. Beasiswa Riset merupakan bagian dari program Beasiswa Pendidikan Tinggi yang dimiliki BAZNAS RI. Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu, meningkatkan literasi dan inovasi di Indonesia, membantu mahasiswa/i dan peneliti merampungkan penelitiannya, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kebijakan. Program Beasiswa Riset BAZNAS 2025 diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (19/08/2025). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., Ketua Komisi Disabilitas Nasional sekaligus Penanggap I Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., Pimpinan Bidang Penyaluran BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat di Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan dan riset. Menurutnya, jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, akan lahir kekuatan besar untuk membiayai riset strategis. “Kalau ada kekuatan dana yang besar dalam rangka untuk membiayai riset yang besar, insya Allah akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang besar,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan, masih banyak mahasiswa yang berharap UKT-nya dapat dibantu. Namun, dari ratusan ribu mahasiswa, BAZNAS baru bisa memenuhi kebutuhan 36 ribu mahasiswa. Menurutnya, angka ini masih jauh dari cukup. “Dari laporan yang kami terima, ada ratusan ribu mahasiswa yang berharap UKT-nya bisa dibayarkan, yang kami penuhi hanya 36 ribu mahasiswa. Ini masih kecil sekali dibandingkan dengan jumlah yang membutuhkan,” ucapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan, ide membiayai riset umat Islam sebenarnya sangat mungkin dilakukan, tetapi masih kalah dari negara-negara Barat yang memiliki dana besar untuk penelitian. “Ide untuk membiayai riset dan sekaligus juga untuk pendidikan bagi umat Islam, sebenarnya kalau kita gali secara mendalam itu akan bisa membiayai riset yang besar. Tapi saat ini, riset-riset besar justru dilakukan negara-negara Barat, karena dana mereka sangat besar,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., mengapresiasi upaya BAZNAS RI yang mendukung riset nasional melalui program Beasiswa Riset BAZNAS. Katanya, program tersebut juga sejalan dengan program yang dimiliki BRIN. “Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang sangat perhatian sedemikian besar pada aktivitas riset, khususnya bagi para mahasiswa. Ini sejalan dengan program yang ada di BRIN yaitu program Degree by Research,” katanya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menuturkan, Beasiswa Riset 2025 juga diarahkan untuk memperkuat peran peneliti muda. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pencapaian Asta Cita, terutama poin ke-4 dan ke-6. “Alhamdulillah kita dapat melanjutkan upaya kita untuk memperkuat peneliti muda di dalam ikhtiar untuk membangun peradaban keilmuwan. Beasiswa ini ditujukan untuk melayani kebutuhan darurat para peneliti muda yaitu mahasiswa tingkat akhir, para peneliti, akademisi, dan praktisi,” ujarnya. “Sejak tahun 2019, total alumni Beasiswa Riset mencapai 1.104. Kami juga memberikan beasiswa ini kepada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) sebagai bentuk keberpihakan BAZNAS terhadap disiplin ilmu yang berkaitan dengan Zakat.” ucap Saidah. Sejak 2019, terdapat 1.104 penerima Beasiswa Riset dengan fokus di berbagai bidang baik bertema Zakat dan Filantropi Islam, STEM, Kesehatan dan juga disiplin ilmu lain yang dibutuhkan untuk menciptakan kesejahteraan umat. Tahun 2025, BAZNAS menargetkan 230 penerima sarjana, 70 magister, 70 doktoral, serta 15 kelompok riset.
BERITA19/08/2025 | admin
Perkuat Ekosistem Zakat, BAZNAS RI Hadirkan ZCorner di Rest Area KM 72
Perkuat Ekosistem Zakat, BAZNAS RI Hadirkan ZCorner di Rest Area KM 72
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Rest Area KM 72 meresmikan kembali (relaunching) Co-Creation ZCorner dan Laman Silaturahim, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem zakat dan membangun ruang kolaborasi lintas pihak dalam pemberdayaan umat. Acara yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., ini juga dirangkaikan dengan penyerahan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Rest Area KM 72A, yang menjadi langkah penting dalam penguatan kelembagaan zakat di kawasan strategis tersebut. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, kehadiran ZCorner dan Laman Silaturahim di rest area akan membuka akses lebih luas bagi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, sekaligus memperkuat gerakan pemberdayaan umat. “BAZNAS RI ingin menghadirkan layanan zakat yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan adanya ZCorner di rest area, para musafir, pelintas jalan tol, hingga masyarakat sekitar bisa lebih mudah menyalurkan zakat dan sedekahnya,” ujar Kiai Noor di Purwakarta, Senin (18/8/2025). Ia menambahkan, keberadaan Laman Silaturahim juga menjadi simbol kolaborasi lintas agama dan lintas elemen bangsa, sehingga diharapkan mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. “Di sini kita ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga sarana membangun persaudaraan, memperkuat silaturahim, dan menghadirkan keberkahan untuk semua,” lanjutnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI, Deputi II, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Direktur KBP, serta dukungan dari BAZNAS Karawang, Purwakarta, Subang, Kanwil Kemenag, Pemda Purwakarta, hingga para tokoh lintas agama tingkat daerah maupun pusat. “Dukungan penuh para pihak ini menunjukkan bahwa gerakan zakat tidak bisa berjalan sendiri. Dengan sinergi, insyaAllah ZCorner dan Laman Silaturahim menjadi pusat pemberdayaan umat yang bermanfaat luas,” kata Kiai Noor.
BERITA19/08/2025 | admin
Bakti Lanal Lampung, BAZNAS Kirim 100 Paket Sembako dan Persemian Musala
Bakti Lanal Lampung, BAZNAS Kirim 100 Paket Sembako dan Persemian Musala
Pesawaran, 19 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung bersama BAZNAS Kabupaten Pesawaran turut berpartisipasi dalam kegiatan Karya Bakti (Karba) TNI Angkatan Laut (LANAL) Lampung, yang dirangkaikan dengan peresmian Musholla di Kampung Warna Sari, Dusun Tegal Arum, Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Dalam kegiatan sosial ini, BAZNAS menyalurkan 100 paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Waka II BAZNAS Pesawaran, Endang Zaenal Khaidir, didampingi oleh Waka I BAZNAS Pesawaran, Rohim, S.H.I. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Bidang Pendistribusian, Komarunizar, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat. “Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Sinergi bersama TNI Angkatan Laut serta berbagai pihak merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan keberkahan dan kebaikan di Provinsi Lampung,” ungkap Komarunizar. Acara yang berlangsung pada Selasa (19/8) pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya: Perwakilan Danlanal dan Brigif Perwakilan Kapolres Pesawaran Ir. Zainal Abidin, M.T., Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Kabupaten Pesawaran Kepala BKKBN Provinsi Lampung dan Kabupaten Pesawaran Perwakilan Bank Woori Saudara (BWS) Pimpinan BAZNAS Pesawaran, Rohim, S.H.I. (Waka I) dan Endang Zaenal Khaidir (Waka II) Camat Padang Cermin Kepala Desa Durian BAZNAS Provinsi Lampung berharap melalui kegiatan kolaboratif ini, kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah dapat semakin dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran.
BERITA19/08/2025 | admin
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Pastry UMKM Binaan hingga Raup Rp30 Juta Per Bulan
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Pastry UMKM Binaan hingga Raup Rp30 Juta Per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) kembali menghadirkan kemerdekaan baru bagi para mustahik. Salah satunya dirasakan oleh Neneng, penerima manfaat yang sukses mengembangkan usaha pastry hingga meraup omzet Rp30 juta per bulan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengapresiasi sekaligus merasa bangga atas keberhasilan mustahik. Ia mengatakan, keberhasilan mustahik binaan menjadi bukti zakat dapat mengubah penerimanya menjadi lebih mandiri dan merdeka dari keterbatasan. "Di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ini, bagi BAZNAS, kemerdekaan sejati mustahik adalah salah satu tujuan kami. Di mana mereka bisa bangkit dari keterbatasan, berdiri di atas kakinya sendiri, mampu menghidupi keluarganya dengan layak, bahkan mampu memberi manfaat kepada orang lain. Inilah makna mustahik merdeka yang terus kami dorong melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya BAZNAS Microfinance Desa,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/8/2025). Ia menambahkan, keberhasilan para mustahik penerima manfaat adalah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat melahirkan kemandirian baru. "Inilah wujud zakat yang mensejahterakan. Dari zakat yang ditunaikan muzaki, lahirlah kemandirian baru bagi mustahik. Mereka merdeka, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara martabat," jelasnya. Saidah menegaskan, BAZNAS akan terus memperluas cakupan program BMD agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat. Ia berharap, keberhasilan Neneng dapat menjadi inspirasi bagi mustahik lain untuk meraih kemandirian dan melahirkan ruang kemerdekaan. Sementara itu, Penerima Manfaat Program BMD Matraman Jakarta, Neneng, menyampaikan rasa syukur untuk semua dukungan BAZNAS. Ia mengungkapkan, usaha pastry miliknya yang dinamainya Dapoer Keitha mulai dirintis pada tahun 2024, berawal dari keterlibatan dalam program Iftar Ramadan BAZNAS. “Saat itu saya bingung, ingin usaha tapi tidak punya modal, sementara saya harus bertahan hidup bersama tiga anak yang masih sekolah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan BAZNAS. Dari modal yang diberikan BAZNAS, usaha ini perlahan terus berkembang,” kata Neneng. Kini, usaha pastry Dapoer Keitha yang dikelolanya mampu memproduksi 100 hingga 150 pieces per hari, dengan omzet mencapai Rp750 ribu hingga Rp1 juta per hari. Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari cromboloni, croffle, croissant, brownies, hingga soft cake dengan berbagai topping. “Dulu saya hanya memiliki etalase kotak kecil dan satu oven. Alhamdulillah, berkat bantuan BAZNAS, saya bisa membeli beberapa peralatan untuk membuat pastry, sehingga produksi meningkat dan pendapatan pun lebih besar,” ucapnya. Selain produksi harian, Neneng juga mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial dengan beragam promo untuk menjangkau konsumen lebih luas. Ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan membuka cabang di berbagai wilayah. “Ada satu mimpi besar yang ingin saya capai, yaitu memiliki mini kafe. Dari mini kafe itu insya Allah bisa berkembang menjadi kafe yang lebih besar, tempat di mana orang bisa menikmati pastry buatan Dapoer Keitha dengan minuman dan makanan lainnya,” tutur Neneng. Neneng juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. “Berkat bantuan BAZNAS, usaha pastry saya semakin berkembang. Semoga BAZNAS bisa terus memberi manfaat, mendampingi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
BERITA19/08/2025 | admin
Sambut Hari Kemerdekaan, PNM dan BAZNAS Salurkan 6 Ambulans Gratis untuk Masyarakat
Sambut Hari Kemerdekaan, PNM dan BAZNAS Salurkan 6 Ambulans Gratis untuk Masyarakat
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan enam unit Ambulans Madani Gratis (AMBUMANIS) di enam wilayah Indonesia yakni Garut, Mataram, Makassar, Aceh, Banyuwangi, dan Serang. Langkah ini menjadi wujud nyata PNM dalam menghadirkan akses kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat prasejahtera. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, masih ada sekitar 23,85 juta penduduk Indonesia yang masuk kategori prasejahtera. Kelompok masyarakat ini kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil. Kehadiran Ambulans Madani Gratis (AMBUMANIS) dari PNM diharapkan dapat membantu kebutuhan darurat kesehatan sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam melayani masyarakat. “Secara simbolik pagi ini insya allah kami serahkan sebagian dari zakat, infak dan sedekah keluarga besar PNM serta sebagian dari dana kebajikan yang kami kelola dari pembiayaan syariah di PNM,” ujar Arief. “Outstanding pembiayaan PNM per hari ini 52 triliun rupiah, alhamdulillah 74% berbasis syariah. Mohon doa dan dukungannya terus insya allah niat dan aktivitas kita yang semua ditujukan untuk kemaslahatan dan menebar rahmatan lilalamin, diridai, dilindungi dan dipermudah oleh Allah SWT,” tambah Arief. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, mengapresiasi langkah PNM yang telah menunjukkan kepedulian sosial secara nyata. “Zakatnya PNM selama ini melalui BAZNAS memiliki makna tersendiri karena kita diberi ambulans pada saat Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia, artinya kita insya allah bersama PNM akan terus mengabdi membantu negeri ini, membantu Asta Cita-nya Bapak Presiden Republik Indonesia dalam rangka ikut mensejahterakan masyarakat Indonesia,” ungkap Noor. Dengan semangat Kolaborasi Melayani Negeri, PNM akan senantiasa menghadirkan langkah-langkah nyata yang bukan hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga menguatkan kepedulian sosial. Bersama mitra dan masyarakat, PNM percaya bahwa kebermanfaatan akan terus bergulir, membawa harapan dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.
BERITA19/08/2025 | admin
Momentum HUT ke-80 RI, PNM Salurkan Bantuan Ambulans melalui BAZNAS RI
Momentum HUT ke-80 RI, PNM Salurkan Bantuan Ambulans melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran Dana Kebajikan berupa enam unit mobil ambulans senilai Rp2.270.670 dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Enam mobil ambulans tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Aceh, Serang, Mataram, Garut, Banyuwangi, dan Makassar. Penyerahan dilakukan di Jakarta, Minggu (17/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Dradjad Hari Wibowo serta jajaran pejabat lainnya. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi PNM yang dinilai konsisten menyalurkan dana kebajikannya melalui BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan layanan dasar kesehatan. “Alhamdulillah, hari ini kita baru saja menerima bantuan enam unit ambulans dari PNM untuk membantu masyarakat. Ini bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali PNM menyalurkan zakat dan DSKL melalui BAZNAS RI,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, penyaluran kali ini terasa istimewa karena dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. “Penyerahan ini punya makna tersendiri karena dilakukan bersamaan dengan upacara kemerdekaan Republik Indonesia. Artinya, insya Allah bersama PNM kita akan terus bersemangat membantu negeri ini, mendukung Program Astacita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo dalam menyejahterakan masyarakat,” ucapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor berharap sinergi antara kedua lembaga dapat terus berkembang. “Harapannya tentu saja PNM akan terus maju dan menjadi yang terbesar dalam pembiayaan, sementara BAZNAS dapat terus bekerja sama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat mustahik,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PNM untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan bagian dari reaktualisasi. Semakin banyak ZIS dan DSKL yang disalurkan, insyaallah berkahnya semakin besar,” kata Arief. Menurut Arief, kontribusi sosial PNM bersama BAZNAS bukan hal baru bagi PNM. “Sejak awal, PNM melalui Baitul Mal Madani sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dibentuk BAZNAS, telah aktif menyalurkan dana sosial keagamaan. Kami memandang kemitraan ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan ambulans,” ujarnya. Ia menegaskan, penyerahan bantuan ini menjadi bukti komitmen PNM tidak hanya dalam pemberdayaan usaha mikro melalui pembiayaan, tetapi juga dalam mendukung sektor kesehatan. “Kami percaya layanan kesehatan adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kami berharap program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ucapnya. Turut hadir, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI Faisal Qosim, Kepala Divisi Zakat Perusahaan Argo Sayoto, Komisaris PT PNM Nurhaida, Direktur Operasional PT PNM Sunar Basuki, Direktur Bisnis PT PNM Kindaris, Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT PNM Yusron Avivi, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PT PNM Sahat Pangabahan Pangaribuan, Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT PNM Henry Yunus Kamang Pangemanan, para EVP Executive President PT PNM, Kepala Unit Usaha Syariah PT PNM Tunas Haryanto serta Tim Dana Kebajikan Fevin Andryanto.
BERITA19/08/2025 | admin
BAZNAS RI Bersama Le Minerale Salurkan 224.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Le Minerale Salurkan 224.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Le Minerale, merek air minum dalam kemasan (AMDK) asli Indonesia, menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 224.000 liter atau setara 28 tangki air bersih untuk masyarakat Gaza, Palestina. Bantuan tersebut didistribusikan di empat titik wilayah Distrik Syeikh Radwan, Jabaliya City, North Gaza, dengan penerima manfaat sebanyak 14.000 jiwa atau 2.800 kepala keluarga. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, bantuan ini merupakan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina. Apalagi, air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga Gaza, terutama di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Menurut Kiai Noor, aksi kemanusiaan ini tidak sekadar distribusi logistik, tetapi juga simbol kehadiran dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina. Oleh karenanya, dalam rangka mewakili Indonesia untuk mendukung Palestina, BAZNAS menggaet produk yang juga telah terverifikasi sebagai produk Indonesia dan tidak memiliki afiliasi asing. “Ini adalah murni perjuangan, oleh karenanya memilih mitra yang 100 persen tidak terafiliasi sangatlah penting. Kami memilih Le Minerale karena merupakan merek asli Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina,” ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/8/2025). Situasi yang terjadi di Gaza saat ini membuat warga semakin sulit mendapatkan air bersih. “Air bersih ini sangat penting bagi warga Gaza, mengingat mereka kesulitan mengaksesnya akibat kerusakan jaringan pipa, terbatasnya pasokan, dan blokade yang menghambat masuknya bantuan,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan tepat sasaran di tengah kondisi keamanan yang dinamis, mengingat BAZNAS bekerja sama dengan lembaga profesional di bidangnya. “Melalui kerja sama BAZNAS dan Le Minerale, diharapkan distribusi 224.000 liter air ini dapat mengurangi penderitaan dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gaza,” ucapnya. Sementara itu, Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama menyampaikan, "Bagi Le Minerale sebagai merek air mineral asli milik Indonesia, membantu Palestina bukan sekadar aksi sesaat, tapi komitmen yang kami jalankan secara rutin sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, Le Minerale merupakan brand yang pertama kali secara terbuka mendukung pernyataan pemerintah untuk bersama Palestina di tahun 2023. Tahun ini, program sedekah botol bekas bersama BAZNAS berhasil menghimpun Rp250 juta untuk saudara-saudara kita di Gaza. Kami juga berterima kasih sudah dipercaya oleh BAZNAS, untuk bersama-sama meringankan sedikit penderitaan masyarakat Gaza."
BERITA14/08/2025 | admin
Penyaluran ZIS Harus Didukung Data yang Baik Agar Tidak Salah Sasaran
Penyaluran ZIS Harus Didukung Data yang Baik Agar Tidak Salah Sasaran
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Dr. KH. Ikhwani, Lc, MA mengatakan, pengelolaan ZIS yang baik akan berdampak kepada ekonomi masyarakat. Karena itu, lembaga yang mengelola zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga Pemerintah non struktural, mustinya mempunyai data yang falid agar tidak salah sasaran dalam distribusi dana ZIS. Hal itu disampaikan oleh KH. Ikhwani, Selasa (12/8/2025), mendorong kinerja BAZNAS agar dalam pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) tepat sasaran dan mempunyai manfaat bagi masyarakat. KH. Ikhwani yang juga tim fatwa MUI Lampung ini menjelaskan, distribusi zakat sudah jelas ada delapan asnaf, kecuali budak yang saat ini tidak ada lagi. Menurut KH. Ikhwani, yang perlu menjadi perhatian pengelola ZIS, bahwa ada fakir miskin yang bisa diberdayakan dan ada juga yang tidak bisa diberdayakan. Fakir miskin yang tidak bisa diberdayakan seperti faktor usia yang sudah tua, tidak mungkin bisa diberdayakan untuk peningkatan ekonomi atau usaha. Juga fakir miskin disabilitas, mereka harus diberi dana zakat secara tunai. Kemudian, ada fakir miskin yang masih produktif dan bisa diberdayakan, maka mereka perlu dibantu modal, alat usaha dan pelatihan atau bimbingan juga perlu diberi dana tunai agar bisa menjalankan usahanya. “Jadi bagi fakir miskin yang produktif selain diberi modal, alat dan pelatihan, mereka juga masih perlu diberi bantuan tunai agar dapat menjalankan usahanya dan bisa menjadi muzaki,’ ujar KH. Ikhwani, alumni Al Azhar Mesir ini. Oleh karena itu, lanjut KH. Ikhwani, agar penyaluran ZIS yang dikelola BAZNAS tidak salah sasaran perlu didukung data yang baik. Jangan seperti bansos, dimana bantuan pemerintah untuk orang miskin banyak salah sasaran di lapangan. Orang yang sudah dianggap mampu masih menerima, karena dia kerabat pamong sehingga dapat bantuan bansos. Begitu juga BAZNAS, bagi masyarakat yang sudah dapat bantuan, harus dievaluasi apakah ada perubahan atau tidak. Kebanyakan hanya membantu saja, tanpa ada pembinaan dan evaluasi, sehingga sulit diketahui manfaat masyarakat yang sudah dibantu. “Agar mempermudah sasaran pemanfaatan dana ZIS bisa dikelompokkan ke dalam lima bidang yaitu, kesehatan, pendidikan, dakwah, yatim piatu dan orang miskin yang berkebutuhan khusus atau cacat tubuh,” ujar KH. Ikhwani. Ikhwani juga mendukung jika ada pimpinan yang mendorong pegawainya dan masyarakat sadar zakat. Karena itu, bagian tugas dari seorang pemimpin yang mengajak rakyatnya beramal. Tentunya, jika ada kebijakan terkait ZIS maka tetap harus memperhatikan kemampuan pegawai atau dalam agama disebut sudah sampai nisab. Selain itu, KH. Ikhwani juga mendorong lembaga pengelola ZIS seperti Baznas terus melakukan pemberdayaan masyarakat, melalui pendidikan, kesehatan, pertanian dan perekonomian. Selain itu, ia juga menyarankan agar membuat program pelatihan bagi generasi muda, agar mereka mempunyai keterampilan menghadapi dunia kerja. Sehingga BAZNAS ikut membantu mengurangi pengangguran di negeri ini.
BERITA13/08/2025 | admin
Kurangi Kemiskinan, BAZNAS Lampung Terapkan Metode Pemberdayaan
Kurangi Kemiskinan, BAZNAS Lampung Terapkan Metode Pemberdayaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural yang bertugas mengelola zakat, infak dan sedekah, telah merancang strategi pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang holistik dengan menggabungkan pendekatan ekonomi, sosial, dan kesehatan. Karena itu, program-program BAZNAS dirancang untuk memberdayakan mustahik (penerima zakat) secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas, akses sumber daya, dan ketahanan masyarakat dengan harapan bisa mengurangi kemiskinan di Lampung. Karena itu, BAZNAS Lampung menawarkan upaya pengentasan kemiskinan dengan metode pemberdayaan. Demikian dikatakan Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Lampung Asep Abdul Basit, S.H.I., mewakili Ketua BAZNAS Lampung Dr. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., saat dimintai keterangan tentang program BAZNAS, Selasa (12/8/2025). Asep mengatakan, program pengentasan kemiskinan yang BAZNAS lakukan dengan mengelola dana ZIS untuk membantu bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi para mustahik. “Rancangan program-program BAZNAS untuk memberdayakan mustahik secara berkelanjutan. Yakni melalui peningkatan kapasitas, akses sumber daya, dan ketahanan masyarakat,” kata Asep. Lebih lanjut Asep mengatakan, BAZNAS mengedepankan prinsip pemberdayaan bukan hanya sebatas memberi bantuan. Dengan pemberdayaan, selain sebagai objek penerima bantuan, mustahik juga menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kata Asep, untuk mewujudkan program pemberdayaan, BAZNAS memandang perlu melakukan kolaborasi. Menurutnya, perlu kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga, badan usaha, untuk menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Keberadaan pemerintah sangat penting untuk memperluas penerapan program pemberdayaan BAZNAS. “Program yang Baznas rancang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan komunitas agar dapat mandiri secara ekonomi,” kata Asep. Ke depan kata Asep, untuk pengembangan program distribusi zakat, BAZNAS akan menyasar ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Sebab menurutnya, masyarakat di daerah 3T mengalami kesulitan mendapatkan akses sumber daya dan layanan dasar. “Dengan memperluas jangkauan program, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi,” tambah Asep. Asep juga menerangkan beberapa program utama BAZNAS Lampung yaitu; Program Desa BAZNAS Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui usaha produktif, salah satunya peternakan kambing. BAZNAS telah memberikan bantuan ternak kambing dan sarana pendukung kepada mustahik, yang kemudian akan diinfakkan sebagian hasilnya ke mustahik lain setelah periode tertentu. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat BAZNAS Lampung mendukung program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk program “Desaku Maju”. Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS memberikan bantuan beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin dan pelatihan untuk amil zakat. Kesehatan BAZNAS turut berperan dalam mengatasi stunting dan menyalurkan bantuan alat kesehatan. Bedah Rumah BAZNAS Lampung menyalurkan bantuan bedah rumah untuk masyarakat yang membutuhkan. Bantuan Modal Usaha BAZNAS juga memberikan bantuan modal usaha bagi UMKM. Pengentasan Kemiskinan Secara keseluruhan, program-program BAZNAS Lampung berfokus pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. Asep menambahkan, walaupun pemberdayaan mustahik dengan dana zakat lebih baik, pendistribusian zakat dengan bagi-bagi pun masih tetap diperlukan. Sebab, mustahik ini terbagi dua, satu bagian berupa mustahik yang masih produktif yang bisa diberdayakan. Kedua, mustahik yang sudah udzur sehingga sudah tidak bisa diberdayakan seperti lansia dan penyandang disabilitas. “Baznas Lampung aktif mendistribusikan, bukan hanya menunggu mustahik datang ke kantor. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa mustahik ini terbagi dua juga. Satu, mustahik yang berani meminta (Sail) dan yang kedua, mustahik yang tidak meminta (Mahrum). Sehingga selain harus punya data muzakki, Baznas pun harus punya data valid mustahik. Hal ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah, karena pemerintah punya data ini,” tutup Asep.
BERITA12/08/2025 | admin
BAZNAS Harus Banyak Berkolaborasi Dalam Pengelolaan Dana Zakat
BAZNAS Harus Banyak Berkolaborasi Dalam Pengelolaan Dana Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga Pemerintah non struktural, hendaknya meningkatkan program pemberdayaan dan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, Badan Usaha milik pemerintah dan lain-lain. Program pemberdayaan dengan memperbanyak kolaborasi sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan tidak sekadar bagi-bagi uang. Pandangan itu disampaikan oleh mubalig Ustad Maulana Isnain, Lc., M.A., Selasa (12/8/2025), mendorong peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut Ustad Maulana, strategi pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan yang dilakukan BAZNAS dengan mengelola dana ZIS untuk urusan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi para mustahik dinilai sudah tepat dan harus ditingkatkan. Seperti meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pesantren dengan pemberian beasiswa. Dengan Badan Usaha Negara dan Daerah untuk peningkatan ekonomi. Dengan pemerintah daerah, terkait ekonomi, pertanian, peternakan dan lain-lain. Selain strategi dalam pengelolaan dana zakat, Ustad Maulana juga menyampaikan, bahwa yang paling penting pengurus BAZNAS adalah amanah dan trasparan dalam pengelolaan zakat yang dikumpulkan dari Muzaki. Ustad Maulana menekankan pentingnya strategi pengelolaan dana ZIS, karena selama ini cenderung bagi-bagi tidak pemberdayaan dan kolaborasi. “Selama ini kita lihat, baik lembaga maupun individu memberi bantuan orang miskin, hanya bagi-bagi amplop kepada fakir miskin atau anak yatim. Namun uang yang dibagi-bagi itu habis begitu saja dimakan,” kata Ustad Maulana. “Jadi, kalau kita ingin mengentaskan kemiskinan, datangi mereka apa yang dibutuhkan, alat usaha, modal kerja. Tidak perlu melihat kuantitas, mengundang ratusan orang lalu bagi-bagi amplop,” tambah Ustad Maulana. Dengan memberikan alat kerja, modal kerja atau usaha, maka mereka (fakir miskin) akan berubah, bahkan bisa memperkerjakan orang lain. Sehingga status faqir, miskin akan berubah menjadi Muzaki. Begitu juga anak yatim yang miskin, lanjut Ustad Maulana, tidak cukup hanya dengan memberi bantuan. Tapi, datangi mereka, bawa anaknya ke lembaga pendidikan dan biaya pendidikan ditanggung BAZNAS. Disinggung tentang kebijakan pemerintah yang mengajak ASN berzakat, Ustad Maulana sangat setuju. “Itulah gunanya Gubernur, kepala daerah yang mengerti agama, melalui tandatangannya dia bisa mengajak ASN beribadah, beramal dan mendorong ASN sadar zakat,” ujar Ustad Maulana. Kemudian Ustad Maulana menekankan pentingnya transparansi pengelolaan dana zakat. Bagi lembaga yang mengelola dana zakat seperti BAZNAS jangan segan-segan mempublish program-programnya baik di sosial media atau media. Gunanya apa? Ustad Maulana menerangkan agar menambah kepercayaan publik. “Jadi program-program pemberdayaan yang sudah berjalan dan mempunyai dampak positif ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya perlu dipublish agar masyarakat tahu dan menjadi syiar. Perlu dipublish terkait dana yang terhimpun, terus penyalurannya agar publik tahu dan menambah kepercayaan Muzaki,” tambah Ustad Maulana.
BERITA12/08/2025 | admin
BAZNAS Buka Pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 untuk Mahasiswa Lampung
BAZNAS Buka Pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 untuk Mahasiswa Lampung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) 2025 mulai 4 Agustus hingga 17 Agustus 2025. Tahun ini, terdapat dua jenis program beasiswa yang dibuka, yaitu Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly. Untuk wilayah Provinsi Lampung, Mitra Kampus Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2025 meliputi: Universitas Lampung UIN Raden Intan Lampung UIN Jurai Siwo Lampung Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Universitas Ma’arif Lampung Sementara itu, untuk Beasiswa Cendikia BAZNAS Kampus Ma’had Aly di Provinsi Lampung yang menjadi mitra adalah: MA Madarijul Ulum Lampung Calon penerima beasiswa dapat melakukan pendaftaran melalui unit layanan beasiswa di masing-masing kampus mitra. Petunjuk teknis, dokumen pelengkap, serta formulir pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi berikut: Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2025 Panduan: https://bazn.as/panduanbcbdn25 Pendaftaran: https://bazn.as/daftarbcbdn25 Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly 2025 Panduan: https://bazn.as/panduanbcbma25 Pendaftaran: https://bazn.as/daftarbcbma25 Selain melalui kampus mitra, peserta juga dapat memperoleh surat rekomendasi dari BAZNAS Provinsi Lampung. BAZNAS mengajak seluruh mahasiswa dan santri berprestasi di Lampung untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah nyata meningkatkan kapasitas akademik, spiritual, dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
BERITA12/08/2025 | admin
BAZNAS Indonesia Mendistribusikan Bantuan Makanan Kepada Masyarakat Palestina dengan 50 Truk
BAZNAS Indonesia Mendistribusikan Bantuan Makanan Kepada Masyarakat Palestina dengan 50 Truk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bekerjasama dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir telah mengirimkan 50 truk bantuan pangan berisi tepung senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16 miliar untuk masyarakat Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah Mesir yang menegaskan bahwa kebutuhan utama saat ini bagi warga Palestina adalah bahan pokok seperti tepung. Penyaluran dilakukan sesuai prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh otoritas Mesir, termasuk penggunaan pintu Rafah sebagai jalur masuk bagi bantuan. "Mulai bulan ini, prioritas utama bantuan adalah tepung dan bahan makanan pokok, sesuai dengan arahan pemerintah Mesir," ungkap Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (9/8/2025). Ia menambahkan bahwa tepung dipilih karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan penting seperti roti dan pita bread, yang merupakan konsumsi utama masyarakat Palestina. Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir, sebagai lembaga zakat resmi negara di bawah naungan Grand Syekh Al Azhar, dipercaya sebagai mitra strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Seluruh tahapan penyaluran mengikuti prinsip 3A BAZNAS: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Kiai Noor mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Ia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi warga Palestina melalui kanal resmi BAZNAS. "Dukungan ini adalah nyata bahwa jarak tidak dapat menghalangi rasa persaudaraan," ujarnya. BAZNAS Rokan Hulu juga turut berperan dengan mendorong gerakan donasi kemanusiaan bagi Palestina di wilayah Rokan Hulu. Melalui program penggalangan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Rokan Hulu mengajak masyarakat setempat untuk bersatu membantu saudara-saudara di Palestina. Dana yang terkumpul akan dihimpun bersama BAZNAS RI untuk disalurkan melalui jalur resmi yang aman dan terkoordinasi. Kiai Noor menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di Palestina dan siap menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan. "Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia. Semoga bantuan ini dapat memberikan kekuatan bagi saudara-saudara kita di Palestina dalam menghadapi masa sulit," demikian disampaikannya.
BERITA09/08/2025 | Markom Baznas Rohul
BAZNAS Provinsi Lampung Salurkan Bantuan kepada Keluarga Berisiko Stunting di Metro Kibang, Lampung Timur
BAZNAS Provinsi Lampung Salurkan Bantuan kepada Keluarga Berisiko Stunting di Metro Kibang, Lampung Timur
Lampung Timur, 7 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung menyalurkan bantuan paket sembako kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan bertahap yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, atas dasar permohonan dari TP PKK Provinsi Lampung yang diketuai oleh Ibu Gubernur Lampung Purnama Wulan Sari Mirza. Penyaluran bantuan di Metro Kibang ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Iskandar Zulkarnain, M.H., didampingi oleh Wakil Ketua II Komarunizar, M.Pd.I. Bantuan berupa paket sembako diberikan kepada keluarga yang telah didata sebagai kelompok rentan berisiko stunting, sebagai upaya nyata mendukung program penurunan angka stunting di daerah. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Provinsi Lampung. “Ini adalah bentuk respon BAZNAS Provinsi Lampung dalam memberikan solusi bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengatasi keluarga yang berisiko stunting,” ujar Wakil Ketua II. Ketua TP PKK Provinsi Lampung yang juga merupakan Ibu Gubernur Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasinya atas peran serta BAZNAS dalam mendukung program pencegahan stunting di daerah. “Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Provinsi Lampung yang telah turut aktif mendukung program-program sosial kemasyarakatan, khususnya dalam penanganan stunting,” ujar beliau. Program bantuan ini akan terus berlangsung secara bertahap di wilayah-wilayah prioritas lainnya, sesuai jadwal dan data dari TP PKK Provinsi Lampung.
BERITA07/08/2025 | admin
Realisasi Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Wilayah Kerja BAZNAS Provinsi Lampung untuk 10 Mustahik Tahun 2024
Realisasi Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Wilayah Kerja BAZNAS Provinsi Lampung untuk 10 Mustahik Tahun 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tahun 2024. Program ini menyasar 10 mustahik yang tersebar di tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Bandar Lampung (4 penerima), Kabupaten Pesawaran (3 penerima), dan Kabupaten Pringsewu (3 penerima). Program RLHB merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam bidang sosial dan kemanusiaan yang bertujuan memberikan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi para mustahik kategori fakir dan miskin. Seluruh penerima program telah melalui proses seleksi ketat, dengan kriteria utama yakni memiliki atau menguasai tanah secara sah, tidak dalam sengketa, serta telah berdiri bangunan rumah yang sebelumnya tidak layak huni. "Program RLHB ini merupakan wujud nyata dari dana zakat yang dikelola BAZNAS, disalurkan langsung untuk membantu para mustahik memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup penerima," ujar Ketua BAZNAS Provinsi Lampung. Dengan terlaksananya program ini, BAZNAS Provinsi Lampung berharap dapat terus memperluas cakupan bantuan di tahun-tahun mendatang, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
BERITA23/07/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat